Showing posts with label Jateng. Show all posts
Showing posts with label Jateng. Show all posts

Sunday, 14 July 2013

PENJAMBRETAN : Polisi Tangkap 4 Pelaku Curas, Satu Ditembak

Jumat, 12 Juli 2013 14:56 WIB | Trianto Hery Suryono/JIBI/SOLOPOS Dilihat: 317

Solopos.com, SUKOHARJO--Empat tersangka penjambretan atau pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Solo-Jogjakarta tepatnya di Dukuh Klewer, Desa Sraten, Kecamatan Gatak, Sukoharjo berhasil dibekuk polisi. Salah satu dari mereka adalah residivis, Feris Sanjaya, 38, warga Donukusuman, Solo ditembak karena melawan petugas saat akan ditangkap.
Tiga tersangka lainnya adalah, Debyan Setia Kusuma, 20, warga Jebres, Solo Suwanto Hayuningtyas alias Torong, 26, warga Gandekan, Jebres, Solo, dan Suryanto alias Gundul, 27, warga Pasar Kliwon, Solo.  Tersangka Feris dan Suwanto alias Torong merupakan residivis. Tersangka Suwanto pernah masuk penjara selama empat bulan pada 2011 dan tersangka Feris telah dua kali masuk penjara dalam kasus berbeda pada 1995 dan 2012.
Keempat tersangka dijerat pasal 365 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Penegasan itu disampaikan Kapolres Sukoharjo, AKBP Ade Sapari didampingi Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Andis Arfan Tofani saat ekspose di Ruang Panjura, Mapolres Sukoharjo, Jumat (12/7/2013). “Keempat tersangka memiliki peran sendiri-sendiri. Modusnya, pelaku membuntuti korban.”
Tersangka Debi, ujar Kapolres berperan sebagai joki atau memboncengkan eksekutor atau tersangka Feris. “Tersangka Torong yang menjual barang hasil penjambretan dan tersangka Gundul yang mengenalkan tersangka Debi kepada tersangka Feris. Selain menahan keempat tersangka, penyidik juga mengamankan barang bukti berupa sebuah HP, dua helm dan sepeda sepeda motor bernopol D 4597 DB.”
Kasat Reskrim AKP Andis menambahkan, keempat tersangka menjambret tas milik Sri Suparmi, 35, seorang bidan warga Krapyak, Pucangan, Kecamatan Kartasura, Sukoharjo. Menurutnya, kejadian berlangsung 27 Juni dan korban meninggal tiga hari kemudian setelah dirawat di RS Yarsis, Pabelan, Kartasura, Sukoharjo.
“Kejadian sekitar pukul 13.40 WIB, saat korban pulang dari kerja. Waktu itu korban mengendarai sepeda motor bernopol AD 2884 MT melintas Jalan Raya Jogjakarta-Solo tepatnya di daerah Sraten, Gatak, Sukoharjo didekati kedua pelaku yang merampas tas milik korban.”
Diceritakannya, korban berusaha mempertahankan tas dan terjadi tarik-menarik yang menyebabkan korban terjatuh. Sementara itu tersangka Feris mengaku ditembak petugas karena ingin melarikan diri. “Saya dua kali masuk penjara. Pada 1995 menjalani kurungan penjara 2,5 bulan dan 2010 mendekam di penjara lagi selama delapan bulan karena mencuri.”
http://www.solopos.com/2013/07/12/penjambretan-polisi-tangkap-4-pelaku-curas-satu-ditembak-424994

Thursday, 27 June 2013

BNPT: 90 Teroris Ditembak Mati Sejak 2002


Kamis, 27 Juni 2013 04:34 wib
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
Ilustrasi (Foto: Dok Okezone)
SOLO - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Ansyaad Mbai, membeberkan 900-an pelaku teror ditangkap sejak 2002. Dari jumlah tersebut hanya 90 pelaku yang ditembak.

Ansyaad membantah bila penanganan pelaku teroris yang dilakukan Densus 88 maupun BNPT melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena selalu diakhiri dengan tewasnya teroris. Menurutnya, penanganan terorisme di Indonesia lebih lembut jika dibandingkan dengan negara lain.

“Di Amerika yang katanya negara menjunjung tinggi HAM dan demokrasi, hampir 100 persen pelaku terorisme ditembak. Tapi di Indonesia, yang penanganannya jauh lebih lembut dibandingkan negara lain masih saja dikatakan melanggar HAM bila Densus menembak mati teroris," papar Ansyaad Mbai di Solo, Jawa Tengah, Rabu 26 Juni.

Berbeda saat ada anggota Densus yang tertembak mati, tidak pernah ada pembelaan terkait HAM.

“Kadang Densus diperlakukan tidak adil. Densus itu hadir karena kebrutalan teroris dan terorisme harus diungkap sampai akar-akarnya,” jelasnya.

Menurut Ansyaad, penanggulangan terorisme di Indonesia telah diakui dunia internasional. Bahkan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) merekomendasikan Indonesia sebagai tempat belajar penanggulangan terorisme dan menjadi model penanggulangan terorisme internasional.

Ansyaad mengatakan, pelaku teror harus dibasmi. Pasalnya jika aksi-aksi terorisme tidak bisa diungkap maka akan terjadi konflik horisontal dan saling tuduh di antara kelompok masyarakat.

“Pemerintah Nigeria datang ke Indonesia khusus untuk belajar penanganan masalah terorisme atas rekomendasi dari PBB,” katanya.

Terkait aksi terorisme di Indonesia, Ansyaad mengatakan aksi-aksi terorisme beralih ke Poso setelah gagal di Aceh. Untuk membiayai kegiatan di Poso, kelompok-kelompok teroris tersebut menghimpun dana dengan melakukan perampokan di sejumlah bank, toko emas, dan sebagainya.

“Dari kegiatan yang mereka sebut sebagai fai tersebut, kelompok Abu Roban berhasil mengumpulkan dana  Rp1,8 miliar. Tetapi ternyata dana yang diperoleh tidak disetorkan semuanya, karena digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Di tempat yang sama Abdul Rahman Ayub, salah satu alumnus Afghanistan, mengatakan aksi-aksi terorisme di Indonesia terjadi karena kelompok tersebut tidak paham bahwa Indonesia adalah negara Darul Islam.

“Tetapi kelompok-kelompok itu menginginkan Indonesia menjadi negara Darul Islam versi mereka,” ujarnya.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(tbn)

http://jogja.okezone.com/read/2013/06/27/511/828207/bnpt-90-teroris-ditembak-mati-sejak-2002

Rekonstruksi Satpam Ditembak Polisi, Keluarga Korban Histeris


Rekonstruksi pemembakan satpam di Semarang (Foto: Nugroho/Okezone)
Rekonstruksi pemembakan satpam di Semarang (Foto: Nugroho/Okezone)
Selasa, 25 Juni 2013 11:11 wib
SEMARANG - Polisi menggelar rekonstruksi penembakan seorang satpam, Nuki Nugroho (25), oleh oknum anggota Polrestabes Semarang, Briptu PRY. Reka ulang dilakukan di lokasi kejadian di Jalan Guntur Nomor 26, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Isak tangis mewarnai rekonstruksi puluhan anggota keluarga korban yang hadir di lokasi. Mereka datang beramai-ramai dengan menggunakan angkutan umum dan sepeda motor.

Salah satu bibi korban, Warjiati (43), menyesalkan peristiwa tragis yang menimpa keponakannya. Dia berharap pelaku dihukum mati, setimpal dengan yang dilakukannya.

"Saya berharap dia dihukum mati. Paling tidak dihukum seumur hidup," geram Warjiati Selasa (25/06/13).

Dia tidak menyangka pelaku penembakan merupakan teman dekat korban dan mengenal baik keluarganya. Apalagi, pada saat kejadian pelaku dikabarkan dalam pengaruh minuman keras.

"Saya sangat marah saat mendengar pelaku penembakan adalah teman keponakan saya itu. Kok tega, pas kejadian tersangka juga dalam keadaan mabuk. Polisi kok mabuk waktu tugas," herannya.

Akibat kejadian itu, keluarga korban masih syok. Korban dikenal sebagai pemuda yang baik dan menjadi tulang punggung keluarga. Kesedihan tidak hanya pada keluarga namun juga calon istri korban yang batal menikah dalam waktu dekat.

"Sampai saat ini ibu korban masih syok, susah untuk diajak berkomunikasi. Ponakan saya itu tulang punggung keluarga, jadi kami semua merasa kehilangan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, karyawan PT TAG perusahaan pengawalan uang ATM, menjadi korban penembakan oleh oknum polisi Satuan Sabhara Polrestabes Semarang. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 15 Juni 2013.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(tbn)

http://jogja.okezone.com/read/2013/06/25/512/827170/rekonstruksi-satpam-ditembak-polisi-keluarga-korban-histeris

Monday, 17 June 2013

Banyak polisi main tembak, bukti rekrutmen Polri amburadul


16 Juli 2013
Kasus penembakan yang dilakukan Brigadir Satu polisi PY di Semarang bukan yang pertama kalinya terjadi. Peristiwa Brigadir PY ini merupakan kasus yang kesekian kali, polisi menembak warga sipil yang tak berdosa.

Komisioner Kompolnas, M Nasser, mengatakan kasus-kasus seperti ini mencerminkan amburadulnya proses rekrutmen anggota kepolisian. Rekrutmen anggota kepolisian itu tidak dapat mendeteksi jiwa dan kondisi psikologis calon polisi yang labil.

"Penyalahgunaan senpi (senjata api) itu disebabkan rendahnya kejiwaan orang (labil) dan sikap penghargaan terhadap hukum oleh anggota Polri, bahwa rekrutmen polisi ini perlu lebih keras dan lebih selektif. Karena beberapa bulan ini punya pengalaman yang kurang bagus," ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com (15/5) malam.

Menurut Nasser, pelaku Briptu PY adalah seorang polisi yang labil. Diduga Briptu PY menembak korban di bawah pengaruh minuman beralkohol. Inilah yang menurut Nasser juga harus ditertibkan, dengan melarang anggota polisi mabuk.

"Perlu diatur bahwa anggota polisi tidak boleh mabuk. Kalau minum hanya 1 sendok saja," ujarnya.

Nasser mengakui tentunya hal itu akan sangat sulit, mengingat pihaknya tidak bisa melarang satu persatu personel kepolisian yang meminum minuman berakohol. Namun, menurut Nasser, bisa saja para personel itu di minimalkan minumnya, jangan sampai mabuk.

"Ya kita memang tidak bisa melarang kalau polisi minum satu dua teguk, asal jangan sampai mabuk," ujarnya.

M Nasser menambahkan perlu juga diatur suatu aturan dalam keputusan Kapolri atau Peraturan Pemerintah berupa manajemen penguasaan senjata api bagi anggota polisi yang menjalankan jabatan, pekerjaan atau tugas yang dipercaya. Nasser menyayangkan peristiwa Briptu PY yang seharusnya mengawal sopir jasa pengiriman uang malah berbuat demikian. Menembak mati sang sopir tepat di kepalanya hingga tewas.

"Perlu diaturnya manajemen penguasaan senpi. Jadi orang-orang yang megang senjata api itu melalui jabatan, pekerjaan, tugas yang dipercaya harus melalui tes khusus," ujarnya.

Kompolnas pun mendesak dibuatkan khusus terkait peraturan penguasaan senpi ini. Sebab, pada peraturan sebelumnya tidak diatur dengan jelas dan sanksi terbilang ringan.

"Sebetulnya ada aturan Perkap tentang disiplin anggota Polri menggunakan senpi dsb. Tetapi mereka kalau hanya ngikut saja, sanksinya tidak jelas. Ada peraturannya, tapi sanksinya rendah saja. Harusnya ada perkap khusus tentang ini," tutupnya.

Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menyelidiki penyebab tindakan penembakan yang dilakukan Brigadir Satu PY, anggota yang bertugas sebagai pengawal perusahaan jasa pengawalan uang hingga menewaskan seseorang. Briptu PY diduga dalam pengaruh alkohol saat kejadian.

"Tindakan pelaku sudah tidak terkontrol, sedang dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Elan Subilan di Semarang seperti dikutip dari Antara, Sabtu (15/6).

Tindakan pelaku yang menewaskan sopir PT TAG Semarang bernama Nuki Nugroho (25) tersebut diduga akibat pengaruh minuman keras. Elan menjelaskan usai bertugas mengawal, pelaku tidak pulang kembali ke rumah dan membeli minuman keras.

Saat kejadian pada sekitar pukul 03.00 WIB, korban Nuki dalam keadaan tidur. Pelaku menggunakan senjata jenis Revolver dengan dua pengaman yang disiapkan.
[hhw]

http://www.merdeka.com/peristiwa/banyak-polisi-main-tembak-bukti-rekrutmen-polri-amburadul.html

Drunk Semarang police officer grilled over fatal shooting

A member of the Semarang Police, First Brig. (Briptu) Priya Yustianto, 26, could face disciplinary action and ethics sanctions for allegedly killing a security guard in Semarang, Central Java, on Saturday morning.

Semarang Police Chief Sr. Comr. Elan Subilan said on Sunday that Priya was officially declared a
suspect, and is faced with the prospect of being fired from the police force for his misconduct.

According to Elan, Priya shot Nucky Nugroho, 25, who worked as a security guard at PT Tunas Artha Graha (TAG), a security service company, at around 2:30 a.m. at the company’s mess hall.

Priya had been assigned to safeguard the PT TAG office. Priya and Nucky were known to be good friends. It was reported that Priya was drunk when he accidentally shot Nucky in the head.

“Briptu Priya was off duty at 10 p.m., and since he had the morning shift the next day and it was too late to go back to his home in Grobogan [which is about 60 kilometers from Semarang], he decided to stay in town and bought congyang [local alcoholic beverage instead. He got drunk on Jl. Pahlawan,” said Elan.

Later on, the drunk officer went to PT TAG mess hall and later found three employees asleep. Priya then played a lethal game of chance with his pistol similar to Russian roulette, placing the gun to each of the employee’s heads.

“In the first two chances, he [Priya] pointed the gun at the two employees, fired it, but nobody got hurt. In the third chance, however, the shot killed Nucky,” said Elan, adding that the bullet had pierced Nucky’s head from the back going forward.

Nucky was in a critical condition when he was taken to the Kariadi Hospital. He died at dawn.

Separately, Central Java Police Chief Insp. Gen. Dwi Priyatno said the incident was a dereliction of his duty as Priya should have returned the pistol to the station when he finished his shift.

Dwi said that Priya had undergone a urine test to find out whether he had also consumed drugs and the results were negative.

“There is no malice in this case. It is merely a dereliction of duty which has caused death,” he added.

Nucky’s father, Muryanto, 63, confirmed that Priya and Nucky were friends. “He [Priya] often came to our house. He knew him [Nucky] well,” said Muryanto.

Meanwhile, Elan expressed his deepest sympathies to Nucky’s family over the incident.

“We have apologized to the victim’s family and we have also provided assistance to the family [for the funeral],” he said.


http://www.thejakartapost.com/news/2013/06/17/drunk-semarang-police-officer-grilled-over-fatal-shooting.html

Saturday, 15 June 2013

Satpam Itu Ditembak Oknum Polisi Saat Tidur


Sabtu, 15 Juni 2013 | 14:33 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan mengatakan, satpam bernama Luki Nugroho (25) tewas ditembak oleh anggota polisi saat sedang tidur. Ketika itu korban bersama dua rekan lainnya tengah istirahat di sebuah ruang istirahat perusahaan PT Tunas Arta Graha.
Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, pelaku yakni Brigadir Satu Priyo Yustianto seorang anggota Sabhara Polrestabes Semarang datang keruangan tersebut. Tanpa ada masalah atau alasan lain, pelaku kemudian menodongkan pistol jenis revolver pada ketiga orang yang tengah beristirahat di ruang itu. Pelaku datang dalam kondisi mabuk.
Peluru bersarang di kepala korban bagian kanan dan tembus ke bagian kiri. Korban mengalami luka parah sebelum akhirnya tewas di IGD RSUP dr Kariadi Semarang. Rekan korban yang lain sempat terbangun dan lari untuk menyelamatkan diri.
"Harusnya pelaku itu hanya jaga sampai jam 10 malam, tapi bukannya pulang malah pergi minum 'congyang' (jenis minuman keras) di Jalan Pahlawan. Pulang dari sana kembali ke perusahaan itu malah nodong kawannya pakai pistol," kata Elan saat ditemui di IGD RSUP dr Kariadi Semarang.  
Briptu Priyo Yustianto memang bertugas melakukan pengawalan di PT Tunas Arta Graha, sebuah perusahaan jasa pengisian uang ATM. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Guntur no 26 Gajahmungkur Semarang.
"Jadi dia ini memang sering ke situ, sehingga bolak-balik ke situ ya tidak apa-apa. Itu memang tempat istirahat para petugas, memang pelaku terpengaruh alkohol," jelasnya.
Elan mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tidak ada masalah atau dendam antara pelaku dan korban. Ia mengatakan pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Elan memastikan akan menindak tegas anggota yang melakukan kelalaian tersebut.
"Kode etik dan disiplin, bisa juga dipecat. Dan kami tidak akan menutupi peristiwa ini karena itu memang kesalahan," tandasnya.
Editor : Caroline Damanik

http://regional.kompas.com/read/2013/06/15/14332659/Satpam.Itu.Ditembak.Oknum.Polisi.Saat.Tidur.

Seorang Satpam Tewas Ditembak Mati Oknum Polisi


Sabtu, 15 Juni 2013 - 15:05

Semarang, Seruu.com - Seorang petugas satuan pengamanan (satpam) jasa pengisian uang ATM PT TAG dikabarkan tewas tertembus timah panas di bagian kepala, Sabtu (15/6/2013) dini hari.

Kuat dugaan satpam bernama Luky Nugroho (26) itu tewas ditembak seorang oknum anggota Dalmas Polrestabes Semarang, Briptu Priya Yustiyanto.

Luky ditembak ketika sedang berjaga di kantornya, Jalan Guntur nomor 26 Semarang, Jawa Tengah. Sesaat setelah ditembak, ia sempat mendapatkan perawatan medis RSUP Dr Kariadi. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lingkungan Polrestabes Semarang, warga Lamper Mijen RT 3/ RW 5 Lamper Tengah, Semarang itu ditembak sekitar pukul 03.30 WIB. Korban tertembak di bagian kepala, dengan menggunakan senjata api (senpi) jenis Revolver milik Briptu Priya diperbantukan di perusahaaan ini.

Insiden bermula saat Briptu Priya datang ke kantor PT TAG Sabtu dini hari. Priya yang tampak kesal sempat membanting helm beberapa saat setelah tiba di kantor ini.

Entah bagaimana awalnya, Briptu Priya menodongkan senjatanya kepada Luky dan akhirnya menyalak. Peluru yang dimuntahkan mengenai kepala korban yang langsung tersungkur. Korban pun langsung dilarikan ke RSUP Dr Kariadi.

Belum diketahui penyebab pasti penembakan tersebut. Sementara itu, Briptu Priya berikut barang bukti senpi telah diamankan di Provost Polrestabes Semarang. Belum ada penjelasan resmi dari Polrestabes Semarang terkait insiden penembakan ini.[ast]


- See more at: http://city.seruu.com/read/2013/06/15/169273/seorang-satpam-tewas-ditembak-mati-oknum-polisi#sthash.3RYUPWRp.dpuf


Thursday, 13 June 2013

Penjambret Ditembak Mati Polisi Surakarta


Sabtu, 08 Juni 2013, 19:07 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Jajaran Kepolisian Resor Kota Surakarta menembak tersangka kasus penjambretan di depan Toko Sepatu Sadinoe di Jalan Kusumodiningratan Keprabon, Banjarsari Solo, Sabtu (8/6).
Polisi Polsek Banjarsari mampu melumpuhkan pelaku dengan menembak kakinya, saat tersangka bernama Wawan Ardi (30), warga Pasar Kliwon Solo, berupaya kabur hingga di depan SMP Theresia Surakarta di Jalan Saharjo Kebalen Solo, Solo.
Kini, tersangka dirawat di Rumah Sakit Brayat Minulya Solo, untuk perawatan karena tertembak di bagian paha kanannya.
Sulardi (41), saksi mata dan warga Pringgondani Banjarsari mengatakan penembakan tersangka yang mengendarai sepeda motor itu terjadi di Jalan Kusumoyudan Keprabon.
Tersangka langsung melarikan diri lagi ke arah kanan Jalan Saharjo atau di depan sekolah SMP Theresia, namun dia dapat ditembak kakinya oleh petugas, setelah mengabaikan tembakan peringatan. "Peristiwa jambret itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB," katanya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Banjarsari AKP Sunarto saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut yakni tersangka penjambretan dengan membawa senjata mainan jenis pistol 'airsoft gun.'
Pelaku penembakan terpaksa melumpuhkan korban dengan ditembak kakinya karena saat dilakukan tembakan peringatan justru melarikan diri.
Menurut dia, kronologi kejadian berawal saat pelaku melakukan penjambretan terhadap korban pengendara sepeda motor, Mutiara (39) yang berboncengan dengan Lie Tuan (70), warga Perum Wanawasa Blok E 3 Mojosongo Solo.
Korban dengan mengendara sepeda motor Honda Supra X 125 Nopol AD 6998 EK dari arah selatan dan setibanya lokasi kejadian, pelaku yang mengendarai Yamaha Xeon Nopol AD 6972 ZU langsung merebut tas korban.
Namun, pelaku tidak sempat membawa kabur tas korban karena petugas polisi yang sedang melintas di lokasi tersebut langsung mendatangi penjambret itu.
Pelaku langsung membawa lari sepeda motor korban ke arah Jalan Kusumoyudan dan petugas langsung melakukan pengejaran. Pelaku terjatuh setelah ditembak oleh petugas dan akhirnya dilumpuhkan kakinya dengan timah panas.
Korban yang terluka lecet pada kakinya langsung dibawa ke rumah sakit, tetapi keduanya minta rawat jalan dan pulang ke rumahnya. "Kami menyita sebuah sepeda motor Yamaha Xeon dan senjata airsoft gun, sebuah handphone milik tersangka," katanya.
Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara

http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawa-tengah-diy-nasional/13/06/08/mo2ppa1-penjambret-ditembak-mati-polisi-surakarta

Monday, 10 June 2013

Jambret Nenek, Pelaku Ditembak Polisi


  • Penulis :
  • Kontributor Surakarta, M Wismabrata
  • Sabtu, 8 Juni 2013 | 14:23 WIB
Pelaku jambret setelah ditembak kakinya oleh petugas, Sabtu (8/5/2013). | KOMPAS.COM/M Wismabrata
SOLO, KOMPAS.com — Seorang pria bernama Wawan Ardi (30), warga Pasar Kliwon Solo, ditembak polisi karena menjambret tas milik seorang nenek bernama Lit Wan (70), yang sedang berkendara bersama putrinya, Mutiara (39). Wawan ditembak paha kanannya saat mencoba melarikan diri bersama rekannya yang masih buron.
Menurut saksi mata, peristiwa penjambretan terjadi Sabtu (8/6/2013) sekitar pukul 11.45, saat korban melintas di Jalan Kusumo, Keprabon, Banjarsari, Solo. Di depan toko sepatu Sadinoe, mereka dipepet oleh pelaku yang mencoba merampas tas milik korban. Sempat terjadi perebutan tas karena korban mencoba mempertahankan tasnya sehingga pelaku jatuh. Pada saat yang bersamaan, petugas kepolisian melintas dan langsung mencoba menangkap pelaku.
Melihat polisi datang, pelaku mencoba lari dengan merebut sepeda motor milik korban, Honda Supra X dengan nomor polisi AD 6998 EK. Saat itu petugas sempat melakukan tembakan peringatan, tetapi pelaku justru melarikan diri sehingga polisi mengarahkan senjata ke kaki pelaku.
"Saat itu saya juga sedang lewat dan melihat pelaku dikejar polisi, lalu pelaku tersungkur setelah ditembak petugas," kata Sulardi (40), salah satu saksi mata.
Warga sekitar lokasi langsung berdatangan karena mendengar suara tembakan. Dari pengamatan Kompas.com, sepeda motor pelaku jenis Xion dengan nomor polisi ­­AD 6972 ZU, yang digunakan untuk menjambret, telah diamankan petugas. Selain itu, sebuah senjata api juga diamankan dari pelaku.
"Kami masih melakukan pengembangan dan mengejar pelaku yang buron," kata AKP Sunarto, Kanitreskrim Polsek Banjarsari, Solo.
Dua korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan karena mengalami luka di bagian kaki. "Saya baru kerja, lalu ditelepon saudara kalau ibu dan kakak saya jadi korban jambret. Kondisinya masih shock dan mengalami luka di bagian kaki," kata Pambudi (34), anak korban.
Sementara Wawan, sang pelaku, hanya bisa mengerang kesakitan saat petugas Rumah Sakit Brayat Minulyo, Solo, merawat luka tembak di paha kanannya.
http://regional.kompas.com/read/2013/06/08/14233068/Jambret.Nenek..Pelaku.Ditembak.Polisi.

Sunday, 26 May 2013

Preman Pedurungan Ditembak Polisi

Diposkan sekitar 1 hari yang lalu
Semarang – Heri Santoso alias Bangak (22), warga Gemah Pedurungan, Semarang, ambruk setelah kakinya diterjang timah panas polisi, kemarin (24/5).
Nasib lebih beruntung dialami Frans S Tanaka (23) warga Bugangan Semarang Timur, walau digelandang petugas namun ia tak ditembak lantaran tak memberikan perlawanan saat Polisi menangkapnya.
Kedua pelaku merupakan rampok jalanan yang tak segan-segan melukai korbannya. Salah satu korban keganasan dua pelaku ini yakni Dama Stiyawan (20) warga Gemah Selatan I, Gemah, Pedurungan, Semarang.
Korban dibacok pada bagian lengan kanan dan motor Yamaha Mio miliknya dibawa lari pelaku saat berada di Jalan MT Haryono Semarang.
“Kami menangkap dua pelaku perampok jalanan dan terpaksa silumpuhkan dengan tembakan karena ketika ditangkap mencoba melawan,” tegas Kapolresta Semarang Kombes, Elan Subilan saat gelar perkara di Mapolresta setempat.
Selain kedua tersangka, juga disita dua senjata tajam jenis parang panjang 40 cm dan 50 cm, helm warna putih, serta uang tunai Rp 350 ribu dan motor. (krj/tyo)

http://www.kabarsemarang.com/preman-pedurungan-ditembak-polisi

Friday, 10 May 2013

Satu Terduga Teroris Juga Ditembak Mati di Batang


INILAH.COM, Jakarta- Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar membenarkan Densus 88 Polri menembak mati satu terduga teroris dalam penggerebekan di Desa Limpung Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Rabu sekitar pukul 15.00 WIB.

"Telah dilakukan penangkapan-penangkapan tersangka teroris yang bernama Abu Roban alias Untung alias Bambang Nangka dan Sugiyanto," kata Boy melalui pesan singkatnya.

Menurutnya, Abu Roban terpaksa ditembak mati karena mencoba melawan petugas saat penggerebekan berlangsung. "Pada saat tersangka akan dilakukan penangkapan, tersangka Abu Roban mencoba mencabut senjata sehingga ditembak oleh anggota terlebih dahulu, tersangka Abu meninggal dunia," imbuhnya.

Abu Roban, lanjut Boy merupakan pimpinan halaqoh (pengajian) Ciledug kelompok jaringan teroris Abu Umar. Baik Abu Roban dan Sugiyanto juga terlibat dalam perampokan toko emas 'Terus Jaya' di kawasan Tambora, Jakarta Barat.

Selain itu keduanya juga terlibat perampokan Kantor Bank BRI Cabang Reban, Kabupaten Batang, Jawa Tengah pada Januari 2013 lalu. "Barang bukti senpi jenis pistol FN milik abu roban dengan 8 butir peluru." [tjs]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1987204/satu-terduga-teroris-juga-ditembak-mati-di-batang#.UYz_j-BMGZY

Wednesday, 1 May 2013

Remaja Lulusan SMK Otomotif Ditembak Polisi


SEMARANG– Seorang remaja lulusan SMK Otomotif, Reza Nazib Mafaza (18), warga Karang Kimpul RT 08 RW 01, Kaligawe, Gayamsari, Semarang, terpaksa "dihadiahi" timah panas oleh tim Reserse Kriminal Polsek Gayamsari Semarang.

Reza bersama seorang temannya--yang masih buron, melakukan aksi penjambretan di sekitar pasar Gayamsari pada Kamis (25/4) lalu. Sebelum melakukan aksinya, tersangka mengaku menenggak pil koplo jenis Trihex dan Buto Ijo (BI).  

"Terpaksa tersangka kami lumpuhkan menggunakan timah panas, karena berusaha kabur dan melakukan perlawanan, " kata Kapolsek Gayamsari Kompol Juara Silalahi kepada wartawan, Senin (29/4).
Korbannya adalah seorang ibu muda bernama Mariani (30). Mariani sendiri sempat dirawat di rumah sakit akibat luka terjatuh saat ditarik oleh tersangka.

Dalam aksi tersebut, dua pelaku awalnya berboncengan menggunakan motor Yamaha Jupiter Z. Begitu melihat korban, keduanya langsung memepet dan merampas tas milik korban.

"Korban terjatuh, sementara tas berhasil dirampas dan keduanya kabur mengendarai motor. Namun aksi tersebut diketahui petugas kepolisian yang sedang patroli. Tersangka terjatuh dari motor saat terjadi kejar-kejaran sebelum akhirnya berhasil ditangkap," imbuh Kanit Reskrim Polsek Gayamsari AKP Suharto.
Para pelaku berusaha melakukan perlawanan hingga akhirnya dilumpuhkan menggunakan timah panas. "Sementara seorang pelaku yang sudah diketahui identitasnya masih kami buru," kata Suharto.

Tersangka Reza mengaku baru pertama kali melakukan aksi penjambretan. Awalnya, Rabu (24/4) sekitar pukul 21.00, dia diajak menenggak pil koplo jenis Trihex dan Boto Ijo (BI). "Setelah itu, kami jalan-jalan di Kota Semarang. Begitu melihat seorang ibu-ibu yang mengendarai motor, kemudian muncul ide menjambret," ujar remaja lulusan SMK Otomotif Dr Cipto Semarang itu.

Dia sendiri mengaku membonceng. Atas perintah temannya, dia kemudian berperan merampas tas milik korban. "Saya sebenarnya takut, tapi kemudian nekat dan langsung aja menarik tasnya," imbuh Reza.
Reza mengaku sedang butuh uang untuk membayar hutang. 

Dia mengaku,penghasilan selama ini bekerja sebagai tukang parkir di sekolah Terang Bangsa Semarang ini , jauh dari harapan. "Makanya saya mau aja saat diajak menjambret," ujarnya.

Saat ini dia mendekam di sel tahanan Mapolsek Gayamsari untuk mengikuti proses hukum lebih lanjut. Reza bakal dijerat dengan Pasal 368 KUHP tentang perampasan dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara. 
(G-15/LSP) 

by: red
- See more at: http://www.lawangsewupos.com/2013/04/remaja-lulusan-smk-otomotif-ditembak.html#sthash.dKmyWvz6.dpuf

Monday, 1 April 2013

Tersangka Perampok Ditembak Polisi


Jajaran Kepolisian Resor Boyolali menembak tersangka perampok taksi Syaifudin Teguh Ariyadi (23), setelah menikam tubuh korban, yakni sopir taksi, dengan senjata tajam.
"Dia ditembak karena saat hendak ditangkap berusaha kabur," kata Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Haryanto di Boyolali, Jumat.

Menurut dia, tersangka melakukan perampokan mobil taksi Avanza warna putih nomor polisi AD 1002 BB yang dikemudikan oleh Haryanto (55) di Jalan Raya Guwo-Juwangi, yakni di Dusun Rampelas, Desa Guwo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Kamis (28/3) petang.

"Tersangka kini diamankan di Mapolres Boyolali bersama barang bukti sebuah mobil taksi Avanza warna putih nomor polisi AD 1002 BB, dan sebilah pisau yang digunakan menusuk korban, Haryanto (55), warga Dukuh Dudan, Desa Randusari, Teras, Boyolali," kata Kapolres.

Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan tersangka yang warga Desa Candisari, Ampel, itu mengaku bahwa dia sejak awal memang berniat merampok taksi dengan alasan ingin memiliki mobil.

Tersangka saat merampas taksi warna putih tersebut menikam punggung dan pundak korban dengan sebuah pisau yang dibelinya seharga Rp20 ribu. Akibatnya, sopir taksi Haryanto mengalami luka parah dan kini masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Pandanarang Boyolali.

Peristiwa perampokan tersebut berawal dari tersangka saat naik taksi yang dikemudikan oleh korban untuk diantarkan ke Juwangi melalui jalur Ampel. Dengan alasan menjemput seorang temannya.

Namun setibanya di tempat kejadian perkara sekitar pukul 17.30 WIB, tersangka meminta sopir agar menjalankan mobilnya dengan pelan-pelan.

"Tersangka saat itu mengeluarkan pisau dari pinggangnya mengacungkan ke arah korban dan meminta agar menyerahkan mobilnya," katanya.

Korban sempat melakukan perlawanan dan tersangka kemudian menghujamkan pisau ke arah punggung dua kali, bahu kanan, dan leher kiri.

Meskipun korban terluka parah akibat tusukan senjata tajam, dia berusaha menyelamatkan diri keluar dari mobil minta pertolongan warga sekitar. Mobil kondisi masih jalan pelan dan akhirnya terperosok ke sebuah parit. 

Tersangka yang masih di dalam mobil kemudian keluar dan lari ke arah hutan di sekitar tempat kejadian perkara, tetapi dia hendak mengambil mobil taksi itu setelah dirasa kondisi aman.

Tersangka kemudian menghidupkan mesin mobil taksi hasil rampasan tersebut, tetapi mobil tidak bisa bergerak atau keluar dari parit. 

Polisi yang mendapatkan laporan dari warga setempat langsung ke lokasi kejadian dan berhasil menangkap tersangka. Karena tersangka berusaha kabur polisi menembak kaki kanannya setelah ada tembakan peringat pelaku tidak mengubris. (bn/ant)
http://www.ciputranews.com/hukum/tersangka-perampok-taksi-ditembak-polisi

Friday, 18 January 2013

Depresi, Polisi Tembak Kepala Sendiri



Jum'at, 18 Januari 2013 | 05:00 WIB


Metrotvnews.com, Magelang: Seorang anggota Satuan Dalmas Polres Kota Magelang, Jawa Tengah, ditemukan tewas bunuh diri dengan menembakkan pistol ke kepalanya.

Tubuh korban Aiptu Joko Subandi ditemukan warga, Kamis (17/1) petang, sudah tak bernyawa setelah terdengar suara tembakan dari rumahnya di Desa Banyu Urip, Kecamatan Tegalrejo, Magelang.

Polisi yang mendapat informasi langsung datang ke lokasi kejadian dan mengamankan sebuah pistol jenis revolver serta dua buah selongsong peluru. Polisi menduga Joko bunuh diri karena depresi. (AFW)

http://www.metrotvnews.com/metronews/video/2013/01/18/6/169033/Depresi-Polisi-Tembak-Kepala-Sendiri