Showing posts with label bangka. Show all posts
Showing posts with label bangka. Show all posts

Monday, 27 May 2013

Dua Pelaku Jambret Dibekuk, Satu Terpaksa Ditembak Polisi


Laporan wartawan Bangka Pos, Iwan Satriawan
25052013.jpg

Dua orang pelaku penjabretan diwilayah Toboali yang diamankan tim Resintel Polres Basel, 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim gabungan Resintel Polres Basel, Minggu (26/5/2013) dinihari berhasil membekuk dua orang pelaku penjambretan yang selama ini beroperasi di wilayah Toboali.

Dua penjambret yang meresahkan masyarakat Toboali tersebut masing-masing Car alias Cilik (18) dan rekannya Jo (16) yang merupakan warga jalan Damai Toboali.

Dalam penyergapan keduanya, polisi terpaksa melumpuhkan Cilik dengan tembakan pada bagian kaki karena berusaha kabur saat disergap polisi.

Selain mengamankan dua tersangka, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti yaitu satu unit yamaha Bison warna biru, yamaha Vega dan dua unit Blacberry.

Hingga berita ini diturunkan, tim Resintel Polres Basel masih memburu Nim, pelaku penjambretan kawanan Cilik.

Penangkapan terhadap Cilik dan Jo sendiri berawal dari diamankannya Ic (15) warga jalan Damai di wilayah pelabuhan Toboali, pada Sabtu (25/5/2013) sekitar pukul 21.00 WIB.

Ic diamankan lantaran kedapatan membeli Blackberry hasil penjambretan di wilayah Toboali. Saat diperiksa, Ic mengaku membeli Blackberry tersebut dari Cilik dengan harga Rp 500 ribu.

Selanjutnya, tim gabungan Resintel Polres pada Minggu (26/5/2013) dinihari langsung bergerak dan berhasil mengamankan Cilik di kediamannya di Jalan Damai dan Jo rekan Cilik.

Hasil pemeriksaan sementara, Cilik mengaku telah melakukan penjambretan sebanyak 2 kali di wilayah Toboali. Aksi penjambretan yang dilakukannya antara lain dilakukan bersama Nim (masih buron--red) pada 9 April lalu terhadap Elizabeth di jalan Ampera Toboali.

Aksi penjambretan lainnya dilakukan Cilik bersama Jo di jalan Kampung Padang Toboali dengan korban Ria Febria pada 13 Mei lalu.

Kabag ops Polres Basel Kompol Didit BW seizin Kapolres AKBP M Yusup membenarkan dibekuknya dua pelaku penjambretan yang beraksi di wilayah Toboali.

"Ci melakukan setiap aksinya dengan rekannya Jo dan Ni. Sekarang yang diamankan Ci dengan Jo, untuk Ni masih dalam penyelidikan dan ditetapkan sebagai DPO," ungkap Didit, kepada bangkapos.com, Minggu (26/5/2013).

Penulis : IwanS
Editor : asmadi
Sumber : bangkapos.com

http://bangka.tribunnews.com/2013/05/26/dua-pelaku-jambret-dibekuk-satu-terpaksa-ditembak-polisi

Tuesday, 4 September 2012

Tersangka Pembunuh Ditembak Polisi


Bangkapos.com - Selasa, 4 September 2012 17:40 WIB
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Ahmad Fahrozi

BANGKAPOS.COM, MUSIRAWAS - 
Buron sekitar dua tahun, Salim (27), tersangka pembunuh terhadap Desi Astuti pada 24 September 2010 lalu akhirnya berhasil ditangkap polisi. Warga Desa Harapanmakmur SP9 HTI Kecamatan Muaralakitan ditangkap di pondoknya Senin (3/9/2012) sore. Saat ditangkap, polisi melepaskan tembakan ke kaki kirinya karena ia berusaha kabur.

Kapolres Musirawas AKBP Rizal Syahman Radi melalui Kasatreskrim AKP Suryadi mengatakan, kronologi peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka bermotif dendam, dijelaskan, pada 24 September 2010 sekira pukul 16.00, tersangka mendatangi temannya Deri (DPO) di pondoknya dan mengajak Deri melakukan pembunuhan terhadap Dedi Hermansyah sekeluarga. Sekitar pukul 19.00 keduanya berangkat pakai motor ke pondok korban di wilayah Tebat Patah Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu sambil membawa parang.

Sekira pukul 22.00 kedua pelaku tiba di pondok Dedi Hermansyah yang pada saat itu sedang duduk di teras. Tanpa curiga karena sudah saling kenal keduanya disuruh naik oleh Dedi dan ketiganya terlibat pembicaraan. Saat itu, Desi Astuti, isteri Dedi yang tengah tidur bersama anaknya Febri (1,5) terbangun.

Di saat itulah, tersangka Deri membacok Dedi Hermansyah, namun berhasil ditepis. Dedi lari dan dikejar Deri. Sedangkan tersangka Salim masuk ke dalam pondok, langsung membacok Desi Astuti, istri Dedi di bagian kepalanya bertubi-tubi. Meski korban berteriak minta tolong sambil terus memeluk anaknya, tak digubris pelaku. Bahkan, Deri yang kembali ke pondok ikut membacok, sehingga korban meninggal di lokasi kejadian. Setelah itu pelaku lansung kabur menggunakan sepeda motornya.

"Suami dan anak korban selamat dan dibawa ke Puskesmas. Pembunuhan ini motif dendam, karena Dedi sering melapor ke majikannya bahwa tersangka Salim sering menjual getah karet tanpa sepengetahuan majikannya. Akibatnya tersangka diberhentikan dari pekerjaannya," ujarnya.

Editor : suhendri

Sumber : Tribunnews

http://bangka.tribunnews.com/2012/09/04/tersangka-pembunuh-ditembak-polisi utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed

Thursday, 24 May 2012

Dua Pembobol Bank Ditembak Polisi


Laporan Wartawan Tribun Pekanbaru, Rino Syahril
Bangkapos.com - Selasa, 22 Mei 2012 14:59 WIB

BANGKAPOS.COM, PEKANBARU - Tiga dari dua tersangka spesialis pembobol bank dan brankas yang berhasil ditangkap Tim Opsnal Satuan Reskrim Polresta Pekanbaru yakni Aw dan Ef terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas oleh petugas.

Saat ini kedua tersangka tersebut masih dirawat di RS Bhayangkara Polda Riau.

"Kedua tersangka AW dan Ef terpaksa kita tembak kakinya karena coba kabur dan melakukan perlawanan saat ingin kita tangkap," ujar Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Adang Ginanjar melalui Kasat Reskrim AKP Arief Fajar kepada wartawan, Selasa (22/5/2012).

Arief mengatakan, rencananya ketiga tersangka yang berhasil ditangkap tersebut bersama 4 rekannya yang masih DPO akan beraksi di Kantor Bank BRI Jalan Jenderal Sudirman. "Saat ingin beraksi itulah tiga tersangka berhasil kita ringkus," ungkapnya.

Otak pelakunya kata Arief adalah tersangka AW, dan tersangka inilah yang menggambar lokasi.

"Setelah ketemu lokasi tersangka AW langsung mengundang rekan-rekannya yang tinggal di Palembang," ujar Arief.

Editor : suhendri
Sumber : Tribunnews

http://bangka.tribunnews.com/2012/05/22/dua-pembobol-bank-ditembak-polisi?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed

Monday, 7 November 2011

Polisi Lumpuhkan Pelaku Pencurian


Bangkapos.com - Minggu, 6 November 2011 15:25 WIB




Laporan wartawan Bangka Pos Ryan A Prakasa

BANGKAPOS.COM
, BANGKA -- Mul (23) seorang residivis terpaksa ditembak kaki kanannya oleh petugas ketika mencoba melarikan diri ketika diringkus anggota reskrim Polres Bangka di kontrakannya di lingkungan Bedeng Akeh kelurahan Sinar Jaya kecamatan Sungailiat, Kamis (3/11/2011).
Mul, selama ini memang sudah menjadi TO (target operasi) anggota satuan reskrim polres Bangka, sebab aksi kejahatan yang dilakukan meresahkan masyarakat Sungailiat. 

Kasat reskrim polres Bangka AKP Wedy Mahadi seizin kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna mengatakan, Keberhasilan anggotanya meringkus Mul berkat informasi yang diterima dari laporan masyarakat terkait keberadaan pelaku.

Bersama Mul, polisi ikut menyita sejumlah barang-barang kejahatan Mul yakni berupa 2 unit sepeda motor merk Yamaha F1Z warna merah dan Yamaha RX King, 1 unit Televisi merek sharp 21 inci, 1 unit HP china, uang tunai senilai Rp3 juta yang diamankan dari tangan Mul.

"Sejumlah barang bukti (BB--red) ini merupakan hasil kejahatan tersangka yang sebagian sudah dibelanjakan barang-barang. Setelah digeledah kita langsung menyita barang bukti dari tangan tersangka,"jelas Kasat.

Menurut Kasat, saat ini Mul terancam dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Ditambahkannya, dari hasil pengakuan tersangka saat ini diketahui aksi perbuatan Mul dilakukan seorang diri di 3 TKP dengan modus mencongkel jendela rumah korban-korbannya. Aksi Mul ini kerap dilakukan sekitar pukul 01.00  wib hingga pukul 04.00 wib ketika pemilik rumah sedang terlelap tidur. 

Dikatakan Kasat, saat ini diduga masih banyak TKP yang dijajali Mul sehingga ia menghimbau kepada warga yang sempat menjadi korban pencurian untuk segera melaporkan kepada pihak yang berwajib agar segera ditindaklanjuti oleh pihak kepolisian.

"Keberhasilan kami tak luput dari peran serta masyarakat sehingga dalam hal kasus ini kami duga masih banyak TKP yang dilakukan tersangka. Bagi masyarakat yang menjadi korban pencurian untu tidak segan-segan melaporkan langsung kepada pihak yang berwajib,"jelas Kasat saat ditemui wartawan di ruang kerjanya Sabtu (05/11/2011) malam didampingi KBO reskrim Polres Bangka Ipda Mei Diana Sitepu.

Sementara itu dihadapan wartawan Sabtu malam (05/11/2011) lalu Mul mengaku menyesali perbuatannya yang nekat mencuri. Namun lantaran alasan kebutuhan ekonomi, mantan buruh tambang inkonvensional (TI) ini nekat melakukan pencurian tanpa dibantu satu orang pun.

"Sebelum e ku ni begawe di TI milik kakak ku, tapi karena kurang menghasilkan makanya ku nekat melakukan pencurian inu," akunya sembari ia menundukkan diri dan memperlihatkan wajah lesunya.

Penulis : ryan augusta
Editor : ismed
Sumber : bangkapos.com

http://bangka.tribunnews.com/2011/11/06/polisi-lumpuhkan-pelaku-pencurian

Tuesday, 20 September 2011

Spesialis Curanmor di Pangkalpinang Didor


BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua pelaku spesialis curanmor dan seorang orang yang diduga sebagai penadah berhasil ditangkap tim buser Polres Pangkalpinang, Jumat (16/9/2011) lalu.

Dl (31) warga Parit Lalang, pelaku utama curanmor tersebut terpaksa ditembak atau didor karena melawan petugas. Ag (21) warga Kampung Sebrang, rekan Dl juga ditangkap. AP (21) warga Desa Namang, juga ikut diamankan petugas.

Kapolres Pangkalpinang AKBP Margiyanta melalui Kasat Reskrim AKP Andi Rahmadi, Minggu (18/9/2011) mengatakan penangkapan ketiganya berkat informasi masyarakat dan penyelidikan tim buser Polres Pangkalpinang.

"Tiga orang pelaku curanmor dan curat berhasil kita amankan. Kita ucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat yang telah membantu kita. Dari hasil interogasi dan barang bukti mereka ini merupakan pelaku curat dan curanmor," kata Andi Rahmadi.

Barang bukti yang berhasil diamankan polisi sebanyak empat unit sepeda motor, satu unit komputer dan beberapa spare part kendaraan bermotor yang diduga hasil curian. (J1/bangkapos.com)

Penulis : hendra
Editor : emil

http://bangka.tribunnews.com/2011/09/18/spesialis-curanmor-di-pangkalpinang-didor

Wednesday, 27 July 2011

Korban Penembakan Laporkan Polisi

Kris R Mada | Robert Adhi Kusumaputra | Rabu, 27 Juli 2011 | 17:39 WIB

PANGKAL PINANG, KOMPAS.com - Keluarga Saufil bin Usman Mansur (17) melaporkan anggota Polres Bangka Tengah ke Polda Kepulauan Bangka Belitung di Pangkal Pinang, Rabu (27/7/2011). Saufil ditembak punggungnya oleh anggota Polres Bangka Tengah karena dituduh mencuri burung.

Korban tidak tahu kapan dan di mana tepatnya penembakan terjadi. Tahu-tahu anak saya merasakan punggungnya basah. Setelah dipegang baru diketahui kalau itu darah.
-- Usman Mansur

Orangtua Saufil, Usman Mansur (55) mengatakan, anaknya ditembak pada Rabu (20/7) dini hari di Jalan Raya Koba, Bangka Tengah. Peluru menembus punggung kanan dan bersarang di paru-paru. "Kami kecewa dengan tindakan oknum polisi. Kami mohon keadilan," ujarnya.

"Saat ditembak, korban dan temannya, Hendra sedang naik motor dan dikejar sejumlah orang yang mengendarai mobil. Korban tidak tahu kapan dan di mana tepatnya penembakan terjadi. Tahu-tahu anak saya merasakan punggungnya basah. Setelah dipegang baru diketahui kalau itu darah," tuturnya.

Hendra membawa Saufil ke rumah orangtua Hendra. Selanjutnya orangtua Hendra memberi tahu keluarga Saufil tentang kondisi remaja tersebut. Polisi tidak memberi tahu soal anak kami yang ditembak. Sampai kami bawa berobat ke Pangkal Pinang, belum ada polisi datang ke kami, ujar Usman.

Kuasa hukum keluarga korban, Yudho Murod mengatakan, polisi baru datang setelah korban selesai dioperasi. Ironinya, polisi justru meminta keluarga korban tidak mengungkapkan penembakan itu pada pihak lain. Kami khawatir ada pelanggaran prosedur oleh polisi dalam proses penembakan, ujarnya.

Sementara Kepala Polres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar Kurdi mengatakan, penembakan sudah sesuai prosedur. Sebelum dikejar, korban diketahui akan mencuri burung di rumah warga di Kelurahan Arung Dalam, Bangka Tengah.

Anggota sudah memberi tembakan peringatan. Dia dan temannya malah lari dengan mengendarai sepeda motor. Mereka diketahui membawa pedang. Karena dikhawatirkan membahayakan keselamatan polisi dan masyarakat, terpaksa ditembak dalam proses pengejaran, ujarnya.

Menurut dia, polisi sudah sedapat mungkin menembak pada bagian yang tidak membahayakan. Namun, peluru menembus punggung karena penembakan dalam kondisi bergerak dan gelap. Anggota menembak saat mengejar tersangka yang mengendarai motor dengan kecepatan tinggi, ujarnya.

Saufil sudah ditetapkan sebagai tersangka pencurian burung. Saufil dan Hendra diduga spesialis pencuri burung mahal. "Hasil penyelidikan kami menunjukkan tersangka sudah melakukan pencurian di 11 lokasi. Dari tersangka sudah disita barang bukti berupa sangkar burung, sepeda motor, dan senjata tajam," tuturnya.

http://regional.kompas.com/read/2011/07/27/17393971/Korban.Penembakan.Laporkan.Polisi..

Tuesday, 26 July 2011

Siswa SMK Ditembak Polisi


HL2
  • Dituduh Mencuri Burung
  • Diduga Korban Salah Tembak
  • Kapolres: Dibidik Kaki Kena Punggung

KOBA – Hingga kini, jajaran Polres Bangka Tengah masih manjadi asumsi negatif masyarakat yang mengatakan ada oknum polisi tega menembak siswa SMK Ranggas, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Tengah. Oknum polisi berpakaian preman diduga salah tembak dan Saupil bin Usman (17), siswa SMK itu adalah korbannya.
Versi pihak kepolisian, Saupil alias Boy terpaksa ditembak lantaran kedapatan mencuri burung milik warga Kelurahan Arung Dalam, Kecamatan Koba, Rabu pekan lalu (20/7). Menurut polisi Boy dan rekannya Hendra (18) telah diamankan berikut senjata tajam jenis golok beserta 11 sangkar berisi burung di Polres Bangka Tengah.
Dikatakan, terungkapnya kasus Saupil dan Hendra mencuri burung itu dari upaya polisi melakukan penyelidikan kasus sebelumnya di Kelurahan Arung Dalam. Bermodal informasi itu, polisi mulai menyelidiki. Kebetulan saja ketika itu beberapa oknum polisi melihat warga menggunakan sepeda motor.
Merasa curiga, polisi akhirnya menghentikan kendaraan tersebut yang diketahui sedang membawa sangkar berisi burung. Polisi mengaku sempat menanyakan kepada pengendara yang berjumlah dua orang dari mana dan hendak kemana. Namun karena takut ditangkap, akhirnya motor yang dikendarai oleh Hendra itu menghindari petugas dan melarikan diri.
Curiga yang bersangkutan adalah pelaku pencurian, akhirnya beberapa petugas mengejar motor RX Spesial yang dikemudikan Hendra. Sehingga terjadilah kejar-kejaran antara Hendra dan Boy dengan anggota Polres Bangka Tengah, di wilayah Kelurahan Arung Dalam.
Selanjutnya, kendaraan polisi berhasil memepet motor Boy dan Hendra. Dalam versi polisi, salah seorang pelaku saat itu mengeluarkan senjata tajam jenis golok sambil mengibas-ibaskannya ke arah petugas, hingga akhirnya seorang petugas sempat jatuh dari kendaraan.
Karena keadaan dianggap sudah membahayakan, akhirnya oknum anggota Polres Bangka Tengah menembak ke udara sebanyak tiga kali sebagai tanda peringatan. Namun tembakan peringatan itu tidak diindahkan oleh kedua remaja tersebut yang justru bergegas melarikan diri.
Saat itulah terjadi penembakan ke tubuh Boy. Seorang oknum polisi kemudian mengaku membidik bagian kaki Boy dan Hendra. Tapi, karena faktor gelapnya malam dan sasaran yang akan ditembak bergerak, akhirnya tembakan petugas mengenai bagian punggung Boy.
Setelah peluru mengenai bagian tubuh Boy, bukannya berhenti Hendra malah menambah laju kendaraannya untuk kabur. Menurut polisi keduanya kabur menuju Pangkalpinang untuk merawat luka Boy di Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT).
Dokter yang merawat luka Boy mengetahui ada pasiennya luka tembak, lalu memberitahukan kepada pihak berwajib. Dan dari sinilah terungkapnya kasus yang menimpa Boy. Polisi lalu mengetahui keberadaan Boy di RSBT menetapkannya sebagai tersangka. Keesokan harinya Hendra juga ikut dibekuk di kediamannya di Simpang Perlang.
Di hadapan polisi, Hendra mengaku ada mencuri burung di Arung Dalam. Bahkan Hendra menurut polisi sudah mencuri burung di sebanyak 17 Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya di Kabupaten Bangka Tengah dan Kabupaten Bangka Selatan. Burung yang dicuri beragam jenis terdiri dari kacer, murai batu, dan lokbet dengan harga berkisar Rp800 ribu hingga Rp1 juta.
Kapolres Bangka Tengah Ajun Komisaris Besar Kurdi, S.Ik menyebutkan Boy bukan karena salah tembak. Namun anggotanya melakukan penembakan tersebut dengan alasan karena saat itu Boy membahayakan petugas lantaran menggunakan senjata tajam.
“Ini bukan salah tembak seperti kabar yang mencuat di masyarakat, namun penembakan itu karena faktor malam hari dan pelaku bergerak, akhirnya yang awalnya dibidik bagian kaki, tapi kena pada bagian punggung,” elaknya saat dikomfirmasi Rakyat Pos, Senin (25/7).
Menurut kapolres, Boy dan Hendra telah ditetapkan sebagai tersangka maling burung warga. Salah satu dari mereka merupakan residivis lantaran dari hasil pengembangan telah melakukan pencurian burung sebanyak 17 TKP. Barang bukti berupa sajam jenis golok, sangkar burung dan isinya serta 2 unit motor jenis RX Spesial dan Yamaha Jupiter MX berikut Hendra telah diamankan di Polres Bangka Tengah.
“Boy pelaku yang dihadiahi timah panas itu masih dirawat di rumah sakit dan dikawal oleh petugas. Kini tersangka dan barang bukti telah kita amankan di Mapolres Bangka Tengah untuk bahan penyelidikan lebih lanjut,” tandas kapolres.

Saupil Membantah
Namun demikian, Saupil bin Usman (17) yang diduga korban salah sasaran tembak oknum polisi, Senin (25/7) kemarin membantah kalau dirinya melawan saat dilakukan penangkapan oleh petugas yang berpakaian preman.
Saat disambangi Rakyat Pos di ruang perawatan Rajawali kamar nomor 2 Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang (RSBT), Saupil mengatakan tidak melawan saat polisi melakukan pengejaran. Ia juga membantah dituduh pada malam itu melawan menggunakan parang.
“Malam itu ada mobil berhenti di tengah jalan, ku dak tahu itu polisi atau bukan karena pakai pakaian preman. Karena takut ada apa-apa kami berdua balik kanan, rupanya diteriaki terus dikejar, kami kabur ngebut,” terang Saupil sambil menahan rasa sakit di dadanya.
Pada saat kabur itu, tepat di depan kantor Camat Koba, Saupil sempat dipepet oleh mobil yang diduga dikendarai oleh oknum polisi tersebut namun mereka berhasil kabur.
“Dakde ku ngelawan cuma kejar-kejaran. Apalagi kami bawa parang ku dak bawa parang malam itu,” bantah Saupil.
Pemuda berambut keriting tersebut juga tidak mendengar suara tiga kali tembakan peringatan seperti yang dikatakan oleh pihak kepolisian.
“Pas aku ngebut kabur, terus sampai di rumah kawan yang nyetir motor baru ku ngerasa ada yang basah di punggung, setelah dicek ternyata darah. Ku dak terasa men ku kena tembak, ku juga dak denger ade suara letusan tembakan, terus paginya dianter oleh keluarga ke Rumah Sakit Umum Koba,” terang Saupil.
Di kesempatan sama, Usman (52) bapak Saupil yang menemani di ruangan perawatan mengatakan, bahwa ia baru mengetahui kalau anaknya terluka ditembak setelah dikabari oleh orang tua Hendra yang membonceng Saupil malam itu.
“Kami baru dapat kabar dari orang tua Hendra kalau Saupil ada luka berdarah di punggung. Setelah kami datangi ke rumahnya, kami langsung bawa Saupil ke rumah sakit di Koba rupanya di rujuk ke RSBT,” kata Usman.
Peluru yang diduga ditembakkan oleh oknum polisi tersebut dijelaskan Usman, telah menerjang punggung sebelah kanan anaknya hingga naik ke atas dada sebelah kanan. Kata Usman, peluru tersebut terpaksa diambil dari depan tubuh Saupil karena sudah naik ke dada.
“Pelurunya naik ke dada dan hampir tembus, dan jarak yang paling dekat dioperasi dari depan,” ujarnya.
Keluarga Saupil juga mengaku kepada awak media, bahwa mereka diminta oleh pihak kepolisian supaya peristiwa penembakan tersebut tidak sampai diketahui oleh wartawan. Lalu di rumah sakit, diakui pula belum ada anggota Polres Bateng yang mengawal seperti dikatakan kapolres, apalagi meminta keterangan Saupil.
Usman hanya berharap pihak kepolisian terbuka terhadap kasus dugaan salah tembak ini. Jangan sampai sudahlah terkena tembakan, anaknya malah dituduh mencuri pula. (das/1)

http://www.rakyatpos.com/siswa-smk-ditembak-oknum-polisi.html