Showing posts with label oknum. Show all posts
Showing posts with label oknum. Show all posts

Thursday, 27 June 2013

Rekonstruksi Satpam Ditembak Polisi, Keluarga Korban Histeris


Rekonstruksi pemembakan satpam di Semarang (Foto: Nugroho/Okezone)
Rekonstruksi pemembakan satpam di Semarang (Foto: Nugroho/Okezone)
Selasa, 25 Juni 2013 11:11 wib
SEMARANG - Polisi menggelar rekonstruksi penembakan seorang satpam, Nuki Nugroho (25), oleh oknum anggota Polrestabes Semarang, Briptu PRY. Reka ulang dilakukan di lokasi kejadian di Jalan Guntur Nomor 26, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Isak tangis mewarnai rekonstruksi puluhan anggota keluarga korban yang hadir di lokasi. Mereka datang beramai-ramai dengan menggunakan angkutan umum dan sepeda motor.

Salah satu bibi korban, Warjiati (43), menyesalkan peristiwa tragis yang menimpa keponakannya. Dia berharap pelaku dihukum mati, setimpal dengan yang dilakukannya.

"Saya berharap dia dihukum mati. Paling tidak dihukum seumur hidup," geram Warjiati Selasa (25/06/13).

Dia tidak menyangka pelaku penembakan merupakan teman dekat korban dan mengenal baik keluarganya. Apalagi, pada saat kejadian pelaku dikabarkan dalam pengaruh minuman keras.

"Saya sangat marah saat mendengar pelaku penembakan adalah teman keponakan saya itu. Kok tega, pas kejadian tersangka juga dalam keadaan mabuk. Polisi kok mabuk waktu tugas," herannya.

Akibat kejadian itu, keluarga korban masih syok. Korban dikenal sebagai pemuda yang baik dan menjadi tulang punggung keluarga. Kesedihan tidak hanya pada keluarga namun juga calon istri korban yang batal menikah dalam waktu dekat.

"Sampai saat ini ibu korban masih syok, susah untuk diajak berkomunikasi. Ponakan saya itu tulang punggung keluarga, jadi kami semua merasa kehilangan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, karyawan PT TAG perusahaan pengawalan uang ATM, menjadi korban penembakan oleh oknum polisi Satuan Sabhara Polrestabes Semarang. Peristiwa nahas itu terjadi pada Sabtu, 15 Juni 2013.
 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(tbn)

http://jogja.okezone.com/read/2013/06/25/512/827170/rekonstruksi-satpam-ditembak-polisi-keluarga-korban-histeris

Monday, 17 June 2013

Banyak polisi main tembak, bukti rekrutmen Polri amburadul


16 Juli 2013
Kasus penembakan yang dilakukan Brigadir Satu polisi PY di Semarang bukan yang pertama kalinya terjadi. Peristiwa Brigadir PY ini merupakan kasus yang kesekian kali, polisi menembak warga sipil yang tak berdosa.

Komisioner Kompolnas, M Nasser, mengatakan kasus-kasus seperti ini mencerminkan amburadulnya proses rekrutmen anggota kepolisian. Rekrutmen anggota kepolisian itu tidak dapat mendeteksi jiwa dan kondisi psikologis calon polisi yang labil.

"Penyalahgunaan senpi (senjata api) itu disebabkan rendahnya kejiwaan orang (labil) dan sikap penghargaan terhadap hukum oleh anggota Polri, bahwa rekrutmen polisi ini perlu lebih keras dan lebih selektif. Karena beberapa bulan ini punya pengalaman yang kurang bagus," ujarnya saat berbincang dengan merdeka.com (15/5) malam.

Menurut Nasser, pelaku Briptu PY adalah seorang polisi yang labil. Diduga Briptu PY menembak korban di bawah pengaruh minuman beralkohol. Inilah yang menurut Nasser juga harus ditertibkan, dengan melarang anggota polisi mabuk.

"Perlu diatur bahwa anggota polisi tidak boleh mabuk. Kalau minum hanya 1 sendok saja," ujarnya.

Nasser mengakui tentunya hal itu akan sangat sulit, mengingat pihaknya tidak bisa melarang satu persatu personel kepolisian yang meminum minuman berakohol. Namun, menurut Nasser, bisa saja para personel itu di minimalkan minumnya, jangan sampai mabuk.

"Ya kita memang tidak bisa melarang kalau polisi minum satu dua teguk, asal jangan sampai mabuk," ujarnya.

M Nasser menambahkan perlu juga diatur suatu aturan dalam keputusan Kapolri atau Peraturan Pemerintah berupa manajemen penguasaan senjata api bagi anggota polisi yang menjalankan jabatan, pekerjaan atau tugas yang dipercaya. Nasser menyayangkan peristiwa Briptu PY yang seharusnya mengawal sopir jasa pengiriman uang malah berbuat demikian. Menembak mati sang sopir tepat di kepalanya hingga tewas.

"Perlu diaturnya manajemen penguasaan senpi. Jadi orang-orang yang megang senjata api itu melalui jabatan, pekerjaan, tugas yang dipercaya harus melalui tes khusus," ujarnya.

Kompolnas pun mendesak dibuatkan khusus terkait peraturan penguasaan senpi ini. Sebab, pada peraturan sebelumnya tidak diatur dengan jelas dan sanksi terbilang ringan.

"Sebetulnya ada aturan Perkap tentang disiplin anggota Polri menggunakan senpi dsb. Tetapi mereka kalau hanya ngikut saja, sanksinya tidak jelas. Ada peraturannya, tapi sanksinya rendah saja. Harusnya ada perkap khusus tentang ini," tutupnya.

Kepolisian Resor Kota Besar Semarang menyelidiki penyebab tindakan penembakan yang dilakukan Brigadir Satu PY, anggota yang bertugas sebagai pengawal perusahaan jasa pengawalan uang hingga menewaskan seseorang. Briptu PY diduga dalam pengaruh alkohol saat kejadian.

"Tindakan pelaku sudah tidak terkontrol, sedang dilakukan pemeriksaan," kata Kepala Polrestabes Semarang Komisaris Besar Elan Subilan di Semarang seperti dikutip dari Antara, Sabtu (15/6).

Tindakan pelaku yang menewaskan sopir PT TAG Semarang bernama Nuki Nugroho (25) tersebut diduga akibat pengaruh minuman keras. Elan menjelaskan usai bertugas mengawal, pelaku tidak pulang kembali ke rumah dan membeli minuman keras.

Saat kejadian pada sekitar pukul 03.00 WIB, korban Nuki dalam keadaan tidur. Pelaku menggunakan senjata jenis Revolver dengan dua pengaman yang disiapkan.
[hhw]

http://www.merdeka.com/peristiwa/banyak-polisi-main-tembak-bukti-rekrutmen-polri-amburadul.html

Drunk Semarang police officer grilled over fatal shooting

A member of the Semarang Police, First Brig. (Briptu) Priya Yustianto, 26, could face disciplinary action and ethics sanctions for allegedly killing a security guard in Semarang, Central Java, on Saturday morning.

Semarang Police Chief Sr. Comr. Elan Subilan said on Sunday that Priya was officially declared a
suspect, and is faced with the prospect of being fired from the police force for his misconduct.

According to Elan, Priya shot Nucky Nugroho, 25, who worked as a security guard at PT Tunas Artha Graha (TAG), a security service company, at around 2:30 a.m. at the company’s mess hall.

Priya had been assigned to safeguard the PT TAG office. Priya and Nucky were known to be good friends. It was reported that Priya was drunk when he accidentally shot Nucky in the head.

“Briptu Priya was off duty at 10 p.m., and since he had the morning shift the next day and it was too late to go back to his home in Grobogan [which is about 60 kilometers from Semarang], he decided to stay in town and bought congyang [local alcoholic beverage instead. He got drunk on Jl. Pahlawan,” said Elan.

Later on, the drunk officer went to PT TAG mess hall and later found three employees asleep. Priya then played a lethal game of chance with his pistol similar to Russian roulette, placing the gun to each of the employee’s heads.

“In the first two chances, he [Priya] pointed the gun at the two employees, fired it, but nobody got hurt. In the third chance, however, the shot killed Nucky,” said Elan, adding that the bullet had pierced Nucky’s head from the back going forward.

Nucky was in a critical condition when he was taken to the Kariadi Hospital. He died at dawn.

Separately, Central Java Police Chief Insp. Gen. Dwi Priyatno said the incident was a dereliction of his duty as Priya should have returned the pistol to the station when he finished his shift.

Dwi said that Priya had undergone a urine test to find out whether he had also consumed drugs and the results were negative.

“There is no malice in this case. It is merely a dereliction of duty which has caused death,” he added.

Nucky’s father, Muryanto, 63, confirmed that Priya and Nucky were friends. “He [Priya] often came to our house. He knew him [Nucky] well,” said Muryanto.

Meanwhile, Elan expressed his deepest sympathies to Nucky’s family over the incident.

“We have apologized to the victim’s family and we have also provided assistance to the family [for the funeral],” he said.


http://www.thejakartapost.com/news/2013/06/17/drunk-semarang-police-officer-grilled-over-fatal-shooting.html

Saturday, 15 June 2013

Satpam Itu Ditembak Oknum Polisi Saat Tidur


Sabtu, 15 Juni 2013 | 14:33 WIB
SEMARANG, KOMPAS.com - Kapolrestabes Semarang Kombes Pol Elan Subilan mengatakan, satpam bernama Luki Nugroho (25) tewas ditembak oleh anggota polisi saat sedang tidur. Ketika itu korban bersama dua rekan lainnya tengah istirahat di sebuah ruang istirahat perusahaan PT Tunas Arta Graha.
Sekitar pukul 03.00 WIB dini hari, pelaku yakni Brigadir Satu Priyo Yustianto seorang anggota Sabhara Polrestabes Semarang datang keruangan tersebut. Tanpa ada masalah atau alasan lain, pelaku kemudian menodongkan pistol jenis revolver pada ketiga orang yang tengah beristirahat di ruang itu. Pelaku datang dalam kondisi mabuk.
Peluru bersarang di kepala korban bagian kanan dan tembus ke bagian kiri. Korban mengalami luka parah sebelum akhirnya tewas di IGD RSUP dr Kariadi Semarang. Rekan korban yang lain sempat terbangun dan lari untuk menyelamatkan diri.
"Harusnya pelaku itu hanya jaga sampai jam 10 malam, tapi bukannya pulang malah pergi minum 'congyang' (jenis minuman keras) di Jalan Pahlawan. Pulang dari sana kembali ke perusahaan itu malah nodong kawannya pakai pistol," kata Elan saat ditemui di IGD RSUP dr Kariadi Semarang.  
Briptu Priyo Yustianto memang bertugas melakukan pengawalan di PT Tunas Arta Graha, sebuah perusahaan jasa pengisian uang ATM. Perusahaan tersebut beralamat di Jalan Guntur no 26 Gajahmungkur Semarang.
"Jadi dia ini memang sering ke situ, sehingga bolak-balik ke situ ya tidak apa-apa. Itu memang tempat istirahat para petugas, memang pelaku terpengaruh alkohol," jelasnya.
Elan mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara tidak ada masalah atau dendam antara pelaku dan korban. Ia mengatakan pelaku juga akan menjalani pemeriksaan kejiwaan. Elan memastikan akan menindak tegas anggota yang melakukan kelalaian tersebut.
"Kode etik dan disiplin, bisa juga dipecat. Dan kami tidak akan menutupi peristiwa ini karena itu memang kesalahan," tandasnya.
Editor : Caroline Damanik

http://regional.kompas.com/read/2013/06/15/14332659/Satpam.Itu.Ditembak.Oknum.Polisi.Saat.Tidur.

Seorang Satpam Tewas Ditembak Mati Oknum Polisi


Sabtu, 15 Juni 2013 - 15:05

Semarang, Seruu.com - Seorang petugas satuan pengamanan (satpam) jasa pengisian uang ATM PT TAG dikabarkan tewas tertembus timah panas di bagian kepala, Sabtu (15/6/2013) dini hari.

Kuat dugaan satpam bernama Luky Nugroho (26) itu tewas ditembak seorang oknum anggota Dalmas Polrestabes Semarang, Briptu Priya Yustiyanto.

Luky ditembak ketika sedang berjaga di kantornya, Jalan Guntur nomor 26 Semarang, Jawa Tengah. Sesaat setelah ditembak, ia sempat mendapatkan perawatan medis RSUP Dr Kariadi. Sayang, nyawanya tak tertolong.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lingkungan Polrestabes Semarang, warga Lamper Mijen RT 3/ RW 5 Lamper Tengah, Semarang itu ditembak sekitar pukul 03.30 WIB. Korban tertembak di bagian kepala, dengan menggunakan senjata api (senpi) jenis Revolver milik Briptu Priya diperbantukan di perusahaaan ini.

Insiden bermula saat Briptu Priya datang ke kantor PT TAG Sabtu dini hari. Priya yang tampak kesal sempat membanting helm beberapa saat setelah tiba di kantor ini.

Entah bagaimana awalnya, Briptu Priya menodongkan senjatanya kepada Luky dan akhirnya menyalak. Peluru yang dimuntahkan mengenai kepala korban yang langsung tersungkur. Korban pun langsung dilarikan ke RSUP Dr Kariadi.

Belum diketahui penyebab pasti penembakan tersebut. Sementara itu, Briptu Priya berikut barang bukti senpi telah diamankan di Provost Polrestabes Semarang. Belum ada penjelasan resmi dari Polrestabes Semarang terkait insiden penembakan ini.[ast]


- See more at: http://city.seruu.com/read/2013/06/15/169273/seorang-satpam-tewas-ditembak-mati-oknum-polisi#sthash.3RYUPWRp.dpuf


Thursday, 16 May 2013

Pos Polisi di Medan dibakar Mahasiswa HKBP Nomensen

Kamis,  16 Mei 2013  −  10:14 WIB
Sindonews.com - Pos Polisi yang berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Sutomo Medan dirusak dan dibakar Mahasiswa Universitas HKBP Nomensen, Medan.

Pengrusakan tersebut dilakukan, Rabu (15/5) malam, saat mereka menggelar aksi unjukrasa terkait kematian rekannya yang diduga dilakukan oleh oknum polisi sebagai penyebabnya.

Ratusan mahasiswa tersebut melempari polisi yang berada di Jalan Gaharu dengan batu dan bom molotov. Polisi terpaksa melepaskan tembakan gas air mata ke arah mahasiswa. 

Aksi mahasiswa semakin brutal, mereka membakar pos polisi lalu lintas yang berada di persimpangan Jalan Perintis Kemerdekaan Sutomo, Medan.
 
Untuk memukul mundur mahasiswa, polisi menggunakan mobil water canon dan menyemprotkan air ke arah mahasiswa. Namun, mahasiswa tetap melempar polisi dengan batu.
 
Ratusan personel Brimob Polda Sumut kemudian mengejar mahasiswa yang semakin anarkis. Polisi melakukan penyisiran di sekitar Jalan Perintis Kemerdekaan Medan.
 
Sejumlah mahasiswa berhasil di tangkap oleh pihak kepolisian. Mahasiswa yang di amankan langsung dibawa masuk ke dalam mobil polisi dan kemudian di bawa ke Polresta Medan.
 

http://daerah.sindonews.com/read/2013/05/16/24/749335/pos-polisi-di-medan-dibakar-mahasiswa-hkbp-nomensen

Thursday, 25 April 2013

Protes Polisi Penyerobot Antrian BBM, Seorang Warga Asmat Ditembak

Dipublikasikan oleh Ad Batlax pada hari Rabu, 24 April 2013 | pukul 19.36 WIT




AMBISU (ASMAT) - Pelayanan pemerintah tak selamanya mulus, bahkan nyawa-pun bisa terancam. Kali ini, Elias Jopsorom, warga Kampung Ambisu Distrik Atsj Kabupaten Asmat, Provinsi Papua tertembak arogansi oknum polisi saat mengantri bahan bakar minyak (BBM) subsidi, Minggu, (21/04/13) lalu.

"Peristiwa gara-gara BBM subsidi ini terjadi di depan Kantor Polsek Atsj,"ungkap Norberthus Kamona, warga Agats usai menerima laporan warga Atsj, Selasa (23/04/13).

Lanjutnya, ketika warga sedang antrian BBM subsidi, seorang warga migrant, Elias Jopsorom,  langsung protes. Ia meminta pembelian dan pengisian BBM  disesuaikan dengan urutan antrian. Karena ia melihat, distributor mendahulukan oknum polisi dari Polsek Atsj bernama Hairul.

"Tapi polisi ini balik protes, kemudian keduanya saling berprotes. Gara-gara pemuda ini juga tambah protes, akhirnya si polisi ini keluarkan senjata dan menembakinya,"jelasnya.

Berdasarkan laporan warga yang diterima tokoh masyarakat di Agats, peluru tersebut bersarang dalam tubuh Elias. "Dia kena tembakan di lambung sebelah kiri dan peluruh masih bersarang di dalamnya,"ucapnya menirukan laporan warga.

Selanjutnya, peristiwa ini beredar cepat di Distrik Atsj dan Distrik Agats ibukota Kabupaten Asmat. Tim Kesehatan Asmat tak mengalami keterbatasan dalam mengeluarkan peluru yang bersarang tersebut. 

Pada kesempatan pertama pula, pasien dilarikan ke Rumah Sakit di Timika. Hingga berita ini ditulis, media ini belum berhasil konfirmasi kondisi korban. 

Sumber media ini melaporkan, polisi dan tentara selama ini mengeluarkan peluru di depan muka masyarakat dan sering melakukan tembakan. "Penembakan pertama disebakan karena warga mabuk. Kedua, karena kayu gaharu akhrinya warga ditembak di Befak (tempat mencari dan mengumpulkan makanan menurut pola masyarakat). Dan, penembakan secara terang-terangan ketiga adalah kali ini yaitu gara-gara BBM subsidi,"kata sumber itu.

Kantor Kepolisian Resort (Polres) Kabupaten Asmat yang dihubungi melalui Kasat Intel Polres Asmat, Fanghoi membantah penembakan tersebut.

"Itu bukan penembakan tapi ledakan senjata. Masyarakat itu mau mencoba merampas senjata, tapi akhirnya senjata yang ledak. Jadi bukan penembakan, tapi senjata yang meledak akhirnya yang kena ledakan adalah masyarakat,"jelasnya.

Lanjut Kasat intel, korban warga tersebut sedang diobati. Sementara tanggungan biaya pengobatan dan perawatan korban juga ditanggung Kantor Polres Asmat. [MajalahSelangkah| Tribunnews]

http://www.papua.us/2013/04/protes-polisi-penyerobot-antrian-bbm.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Monday, 25 March 2013

Inikah Penyebab 4 Tahanan LP Sleman Ditembak hingga Tewas?

Sabtu, 23 Maret 2013 12:47 wib
LP Cebongan, Sleman (Foto: Prabowo/Okezone)
LP Cebongan, Sleman (Foto: Prabowo/Okezone)
SLEMAN - Penyerangan yang dilakukan sekelompok orang tak dikenal di LP Kelas II Cebongan, Kabupaten Sleman, DIY, menewaskan empat tahanan.

Tahanan yang tewas merupakan terduga pelaku penikaman dan pengeroyokan yang menewaskan seorang anggota Kopassus, Sertu Santosa. Santosa tewas dianiaya di Hugo’s Café di Jalan Adisucipto, Km 8,5, Maguwoharjo, Depok, Sleman, pada Selasa, 19 Maret 2013.

Pria asal Palembang, Sumatera Selatan, yang berdomosili di Desa Menjangan, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, itu ditikam menggunakan pecahan botol minuman keras di bagian dada.

Penganiayaan terjadi pada dini hari sekira pukul 02.45 WIB. Santosa datang bersama dua rekannya yang juga anggota Kopassus.

“Pelakunya Dicky, preman yang biasa mangkal di sini. Dia tinggalnya di mess di Lempuyangan, semua orang sudah tahu siapa dia,” kata seorang sumber di Mapolda DIY, yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan, kepada Okezone, Selasa, 19 Maret 2013.

Polda DIY langsung turun tangan mengungkap kasus ini. Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk empat pelaku.

Dari pemeriksaan diketahui, Sertu Santosa sempat dipukul kepalanya menggunakan botol minuman keras. Pecahan botol itu juga digunakan untuk menikam dada korban hingga menyebabkan enam tulang tusuknya patah. Selain itu, Santosa juga ditusuk menggunakan pisau, kemudian dikeroyok.

Polisi memastikan bahwa pelaku dan korban sebelumnya belum saling kenal. Sejauh ini, polisi belum dapat memastikan motif penganiayaan yang menewaskan Santosa.

Pengusutan kasus pembunuhan Santosa masih berlangsung. Kini, tugas polisi ditambah dengan mengungkap kasus penyerangan LP kelas II itu. 
http://jogja.okezone.com/read/2013/03/23/510/780408/inikah-penyebab-4-tahanan-lp-sleman-ditembak-hingga-tewas

Empat Napi Lapas Sleman Ditembak Mati

24 Maret 2013 | BP
Pelakunya Diduga Oknum Kopassus
Yogyakarta (Bali Post) -

Lapas Kelas IIB Sleman, Yogyakarta, diserang oleh TNI. Pelakunya diduga kuat oknum Kopassus. Penyerangan tersebut terjadi Sabtu dini hari (23/3). Mereka menembak mati empat tersangka pengeroyokan rekannya yang ditahan di Lapas tersebut.

Keempat tahanan yang tewas bernama Hendrik alias Diki, Johan, Dedi, dan Adilado. Mereka ditangkap karena mengeroyok Sertu Santoso (31) hingga tewas. Prajurit Kopassus TNI AD ini terlibat pertengkaran dengan sekelompok orang di Cafe Hugo's.

Pejabat di Ditjen PAS Kementerian Hukum dan HAM membenarkan anggota Kopassus menyerang Lapas Kelas IIB Sleman. Anggota Kopassus berusaha menyerang pelaku pengeroyokan.

Diberitakan sebelumnya, Sertu Santoso (31) ditemukan tewas akibat perkelahian di Sleman, Selasa (19/3).

Sumber lain menyebutkan penyerang membawa senjata api dan memaksa masuk gerbang Lapas. Para penyerbu ini marah atas tewasnya rekan mereka di Cafe Hugo's di Yogyakarta, yang dikeroyok 4 pelaku yang ditahan di Lapas.

Hingga akhirnya, para pelaku menodongkan pistol dan mengancam penjaga. Gerbang akhirnya terbuka. Para pelaku kemudian mencari pelaku pengeroyokan rekan mereka. Keempat napi itu ditembak mati.

Pihak Humas Kopassus, Mayor Munir, yang ditanya soal peristiwa ini mengaku masih melakukan pengecekan. "Kami cek dulu," kata Munir.

Wamen Denny Indrayana yang dimintai konfirmasi, menyatakan masih melakukan pengecekan. Humas Ditjen Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Akbar Hadi Prabowo, mengatakan, orang bersenjata itu memaksa masuk lapas melalui pintu portir. Mereka kemudian meminta petugas menunjukkan kamar empat penghuni. "Setelah menemukan ada di kamar A5, mereka langsung menembaki empat penghuni lapas hingga tewas," kata Akbar Hadi Sabtu kemarin. Kemenkumham belum mengetahui identitas pelaku penyerangan.

Assintel Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, Letkol Infantri Richard, mengatakan, akan segera memastikan apakah pelaku penyerangan tersebut merupakan anggota Kopassus atau bukan.

Richard menegaskan, institusi Kopassus tidak membenarkan segala macam tindakan anarkisme, apalagi sampai merusak tempat dan menimbulkan korban jiwa. Jika benar pelaku penyerangan Lapas Kelas IIB tersebut adalah anggota Kopassus, kasus tersebut akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak yang berwenang, dan pelaku harus mendapatkan hukuman yang berat.

Kapolda DIY, Brigjen Sabar Rahardjo, membenarkan bila penyerbuan lapas ini terkait dengan pengeroyokan prajurit Kopassus. (kmb)

Thursday, 29 November 2012

Oknum Polisi Diduga Tembak Wanita Hamil

Oknum polisi ini diduga cemburu karena Frederika punya kekasih lain.

Jum'at, 23 November 2012, 08:08

VIVAnews - Seorang wanita di Papua, Federika Metelmetti (38), tewas dengan luka tembak. Jasadnya ditemukan warga di dekat Pos Polisi Kalimak, Jalan Trans Papua, Distrik Mandobo, Bovendigul, Papua. Frederika diduga dibunuh oleh oknum polisi.

Dari data yang berhasil dihimpun, penembakan itu diawali percekcokan antara Frederika dan oknum polisi itu. Oknum polisi dan Frederika ada jalinan asmara. Sehingga, diduga pembunuhan itu berlatar belakang asmara. Oknum polisi itu diduga cemburu karena Frederika memiliki kekasih lain.

Penembakan ini menggegerkan warga Bovendigul. Mayat Frederika ditemukan tergeletak pada Rabu dini hari. Oknum polisi yang diduga menembak Frederika kemudian diamankan ke Markas Polres setempat. Sementara jenazah Frederika dievakuasi ke Merauke.

Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya, membenarkan peristiwa penembakan ini. "Dari tubuh korban ditemukan peluru kaliber 4.5," kata Sumerta saat dikonfirmasi pada Kamis malam, 22 November 2012.

Selain luka tembak di bahu kanan tembus belakang, rahang kiri Frederika juga patah. Diduga akibat hantaman benda tumpul. "Selain ditembak, korban juga dipukul," kata Sumerta. "Korban hamil lima atau enam bulan,"katanya.

Saat ini, kata Sumerta, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. "Pelakunya masih dalam proses lidik dan belum diketahui motif pembunuhan ini,"katanya. Sumerta memastikan bahwa kasus ini ditangani oleh Polres setempat.


http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/369475-oknum-polisi-diduga-tembak-wanita-hamil

Dua Pendekar Silat Ditembak Polisi


Kamis, 29 November 2012, 07:50Anggi Kusumadewi
Dua pendekar silat ditembak di Lamongan.
Dua pendekar silat ditembak di Lamongan.(ANTV)

VIVAnews – Arak-arakan anggota perguruan silat Setia Hati Terate (SHT) di pusat kota Lamongan, Jawa Timur, Rabu dini hari, 28 November 2012, diwarnai insiden penembakan terhadap dua anggotanya.

Dua orang anggota perguruan silat SHT yang kebetulan bersaudara, Rudi dan Heru, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri, Lamongan, setelah diduga tertembak oleh oknum polisi.
Kedua korban hingga kini masih dirawat di RS, sementara polisi menunggu hasil bedah terhadap mereka untuk mengetahui jenis peluru yang melukai adik-kakak itu.

Oknum polisi diduga melepaskan dua kali tembakan ke arah ribuan anggota perguruan silat SHT ketika arak-arakan memasuki Desa Dampit. Tembakan itu mengenai Rudi dan Heru yang sedang berboncengan motor. Mereka pun langsung terkapar.

Kapolres Lamongan menyatakan, polisi masih menyelidiki kasus penembakan itu. Mereka belum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Lihat peristiwa penembakan itu di tautan video ini. (adi)

http://us.video.news.viva.co.id/read/22096-dua-pendekar-silat-ditembak-polisi

Sunday, 2 September 2012

Oknum Polisi Tembak Pengendara Ugal-ugalan

Nasional / Minggu, 2 September 2012 07:01 WIB


Metrotvnews.com, Ternate: Warga korban penembakan oknum anggota Polres Ternate, Maluku Utara, masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Busoiri, Ternate, Sabtu (1/9).

Muhlis Safii merupakan warga Kelurahan Fitu, Ternate Selatan. Ia dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Hasan Busoiri setelah sebuah proyektil peluru bersarang di kakinya. Muhlis ditembak Bripka Adam, anggota polisi kesatuan reserse kriminal Polres Ternate berpangkat Brigadir Kepala.

Penembakan itu terjadi di pinggir jalan raya Pertamina, Ternate Selatan. Muhlis ditembak karena Bripka Adam merasa tersinggung dengan tingkah laku korban yang ugal-ugalan saat berkendara.

Korban mengaku, sebelum ditembak dirinya dipukul dulu oleh Bripka Adam hingga babak belur dan tak berdaya. Setelah melumpuhkan korban, pelaku pun melarikan diri.

Saat ini Bripka Adam telah diamankan oleh Provos dan menjalani pemeriksaan intensif di Propam Polda Malut. (Wtr4)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/09/02/158615/Oknum-Polisi-Tembak-Pengendara-Ugal-ugalan/6

Tuesday, 28 August 2012

Polisi Lakukan Olah TKP Penembakan Polisi



KOMPAS.COM/M Wismabrata
Jumat, 17 Agustus 2012 | 07:53 WIB

Pospam Lebaran di Solo setelah ditembaki oknum tak dikenal

SOLO, KOMPAS.com
 - Tim Laboratorium Forensik Kepolisian Resor Kota Surakarta berada di Pospam 5 Gemblegan, Solo, Jumat (17/8/2012), untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan oleh orang tak dikenal yang mengakibatkan dua polisi luka-luka.


Seperti diberitakan sebelumnya, dua anggota kepolisian yang berjaga di Pospam Gemlegan menjadi korban penembakan dari pengendara motor tak dikenal, Jumat pukul 01.10 WIB. Bripka Endro Margiyanto terluka pada pinggang kiri dan Brigadir Kukuh Budiyanto mengalami luka ibu jari kaki kiri. Keduanya kini dirawat  di Rumah Sakit Kasih Ibu Solo.

Menurut Kepala Polresta Surakarta Kombesn Pol Asjima’in, peristiwa tersebut berawal dari pengendara sepeda motor berboncengan melaju dari selatan (Solo Baru) menuju utara, Jalan Yos Sudarso, sambil mengeluarkan tembakan di Pospam 5 Gemblegan.

Rentetan penembakan tersebut melukai pinggang sebelah kiri anggota jaga di Pospam Gemblegan, Bripka Endro Margiyanto dan Brigadir Kukuh Budiyanto terkena ibu jari kaki kirinya. Pelaku penembakan adalah pengendara yang ada di depan.

Petugas menemukan sebanyak sembilan selongsong peluru dan enam proyektil di depan Pospam 5 Geblegan di Jalan Brijen Sudiarso.

Selain itu, peritiwa tersebut mengakibatkan tiga lubang dinding depan pospam, terkena tembakan, sedangkan di sebelah kiri juga tiga lubang tembakan. Tembakan juga mengena kursi plastik.  Ia menjelaskan, pelaku diduga menggunakan senjata api jenis pistol FN kaliber sembilan milimeter.
Sumber :
Antara
Editor :
Kistyarini
http://regional.kompas.com/read/2012/08/17/07532216/Polisi.Lakukan.Olah.TKP.Penembakan.Polisi

Monday, 6 August 2012

Polisi Diduga Mabuk Tembak Mati ABG


Minggu, 5 Agustus 2012, 12:01Antique, Beni (Cirebon)
ABG tewas ditembak polisi
ABG tewas ditembak polisi(VivaNews/Beni)

VIVAnews - Nasib tragis dialami Agus, 18 tahun, warga Desa Blender, Kecamatan Karangwareng, Kabupateb Cirebon. Pemuda ABG ini tewas seketika di TKP setelah ditembak anggota Polsek Karangsembung.
Bermula, Sabtu dini hari (5 Agustus 2012) jam 02.30 WIB, tersangka Brigadir Wahidin Jaenudin anggota unit Reskrim Polsek Karangsembung sedang berpatroli menggunakan sepeda motor di Jl. Raya Karang Sembung, Kabupaten Cirebon.
Ia melihat sekelompok pemuda sedang melakukan obrog-obrog (musik untuk membangunakan sahur) sambil joged di tengah jalan. Tersangka yang diduga dipengaruhi alkohol ini, memerintahkan agar warga ke pinggir jalan. Namun, imbauan itu tidak dihiraukan. Kesal, tersangka mengeluarkan pistol lalu melakukan tembakan peringatan ke atas.

Tapi tembakan peringatan itu malah diledek warga yang menganggap bunyinya seperti petasan. Selanjutnya, sang oknum polisi mengarahkan pistol ke kerumunan dan mengeluarkan tembakan kedua kalinya hingga peluru itu mengenai perut sebelah kanan Agus dan korban langsung tewas di tempat.

Setelah menembak, oknum anggota Polsek Karangsembung ini langsung kabur. Korban sempat dibawa rekan-rekannya ke Mapolsek Karangsembung. Polisi kemudian membawa jenazah korban ke RSUD Waled, Kabupaten Cirebon.

Kapolsek Karangsembung, AKP Sukhemi kepada VIVAnews membenarkan adanya peristiwa tersebut.

"Kejadiannya jam 02.30 WIB dan pelaku memang benar anggota unit Reskrim Polsek Karangsembung. Korban sudah kami bawa ke RS Bhayangkara, Losarang Indramayu untuk diotopsi," ujarnya. (adi)

http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/341815-abg-tewas-ditembak-polisi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Saturday, 7 July 2012

Dor..., Tertembak Pistol Milik Polisi

Sabtu, 07 Juli 2012 | 23:53:09 WITA | 529 HITS


MAKASSAR, FAJAR -- Nahas bagi perjalanan hidup seorang karyawan rumah bernyanyi e-Club, Abdul Muthalib alias Aras, 20 tahun. Dia tewas secara mengenaskan di tempat kerjanya yang berada di Ruko Taman Bahari Jalan Ujung Pandang, Jumat, 6 Juli, sekira pukul 01.07 wita. Dia tewas dengan luka tembak di bagian pipi kanannya dan peluru menembus bagian kepala.

Luka tembak yang dialami warga Jalan Barawaja itu terjadi saat dirinya bertugas membersihkan Room 36 Lantai 3 e-Club bersama seorang rekannya, Asep. Cecep, sapaan akrab Asep, menemukan sepucuk senjata api jenis revolver kaliber 38. Pistol itu tergeletak di meja. Awalnya, rekan korban menduga jika pistol itu merupakan mainan, atau korek api.

Dengan dalih seperti itu, Asep mengarahkan pistol ke arah Aras. Posisi korban berada di dekat pintu. Jarak yang dekat membuat Aras waspada. Tangan kirinya memegang batang moncong pistol untuk dijauhkan dari wajah karyawan yang baru bekerja dua bulan itu. Tiba-tiba jari telunjuk Asep, menekan pelatuk.

Dor..., pistol itu meletus. Peluru mengenai pipi sebelah kanannya. Rahang dan giginya hancur. Peluru juga tembus ke bagian belakang kepala korban. Hanya hitungan detik setelah terkena tembakan korban terjatuh ke belakang. Adanya tekanan dari arah depan membuat korban terjatuh ke belakang dengan posisi tubuh menengadah ke atas.

Kepalanya terlihat di luar pintu, sementara sebagian tubuhnya berada di dalam ruangan. "Dia ditembak," kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, di ruang Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, usai salat Jumat, siang kemarin. Menurut, Anwar Hasan, dugaan motif bunuh diri menguat saat awal kejadian.

Namun, saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, terungkap jika tempat kejadian perkara sudah berubah. Perubahan di tempat kejadian perkara terletak pada posisi pistol. Pistol awalnya tergeletak di atas meja. Posisi awal pistol ini diketahui dari salah seorang saksi yang telah dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian.

"Jadi, waktu kejadian, karyawan yang mendengar suara letusan di lantai, kemudian salah seorang bergegas naik ke atas. Dia melihat korban dan posisi pistol berada di atas meja. Saksi kemudian turun ke bawah. Saat naik untuk kedua kalinya posisi pistol sudah berada di samping korban," papar, mantan Kasatreskrim Polres Wajo ini.

Dugaan Aras ditembak, memang sangat kuat. Tidak hanya posisi pistol. Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh, terungkap jika arah peluru selaras (lurus) dengan masuk dan keluarnya. Jika, disebut korban memainkan senjata api dengan maksud ingin melihat pistol, peluru yang masuk ke bagian kepalanya pastinya lurus ke atas.

Karena itu, dugaan korban ditembak menguat. "Di tangan korban ada luka bakar. Jadi, kuat dugaan di sempat memegang moncong senjata sebelum ditembakkan. Makanya saat pistol meletus tangannya terbakar. Dan itu jelas terlihat," tandasnya.

Terkait, kepemilikan senjata api itu, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha, mengatakan, jika senjata api tersebut merupakan milik oknum anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, Brigadir Haryanto. Haryanto (bersama rekannya) berada di lokasi sejak pukul 23.00 Wita.

Dia memilih room 36 yang berada di lantai 3. Petugas yang diperbantukan di Samsat Makassar ini, meninggalkan rumah bernyanyi sekira pukul 01.03 wita. "Dia (Haryanto) menuju ke KFC Ratulangi. Saat pesan makanan tiba-tiba dia teringat senjatanya. Saat tiba, ternyata sudah ada kejadian itu. Rekan korban dan oknum polisi yang dimaksud sudah diamankan," tambah, Anwar.

Direktur LBH Makassar, Abdul Aziz, mengatakan, pihaknya sangat berharap kasus tertembaknya karyawan rumah bernyanyi itu diungkap seterang-terangnya. Termasuk fakta bagaimana penggunaan pistol milik oknum anggota kepolisian itu. "Pengawasan untuk penggunaan senpi harus diperketat. Juga, harus ada sanksi untuk yang menyalahi prosedur penggunaan," imbuhnya.

Keberadaan senjata api itu pada dasarnya memang patut dipertanyakan. Terlebih lagi, oknum petugas itu membawa senjata api di saat sedang bersantai di rumah bernyanyi itu. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Chevy A Sopari, menegaskan, jika oknum kepolisian itu memang telah dianggap melanggar disiplin. "Sekarang kan sudah diproses di Paminal," bebernya.

Sementara itu, pasca insiden tersebut, manajemen e-Club di Jalan Ujung Pandang, memilih untuk menutup diri. Mereka enggan memberikan komentar hingga mempersilahkan untuk melihat lokasi yang menjadi insiden tersebut. 

"Maaf, pak. Kami tidak bisa memberi izin ke atas, karena sudah operasional. Lagi pula, sudah dibersihkan," papar, lelaki yang mengenakan almamater salah satu perguruan tinggi swasta berwarna hijau itu. "Iya, pak tidak bisa. Kita sudah sampaikan ke kepolisian semuanya," timpal seorang perempuan berdarah keturunan, yang enggan menyebut namanya.

Penertiban Senpi
Terkait insiden di rumah bernyanyi e-Club, Polrestabes Makassar akan melakukan penertiban penggunaan senjata api. Baik izin maupun pendataan anggota yang perlu dan tidak perlu menggunakan senjata api.

Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Djoko MW, mengatakan, melalui penertiban itu diharapkan akan mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata. Seperti, digunakan untuk hal-hal tertentu yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.

"Khusus di Polrestabes Makassar akan ditertibkan. Daerah lain, saya tidak tahu," kata Kompol Djoko MW, sebelum salat jumat di Polrestabes Makassar, kemarin. Kapan akan dilakukan penertiban penggunaan senjata api itu, Djoko enggan membeberkan lebih jauh.

"Nanti. Sesegera mungkin," tuturnya. Terkait petugas yang pantas menggunakan senjata api, diakui, Djoko MW, sebenarnya hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian yang bertugas sebagai operasional. Seperti Satuan Reskrim, Satuan Lalulintas dan Satuan Intelkam.

Adapun pemeriksaan rutin terhadap izin penggunaan senjata api, Djoko menambahkan, tetap dilakukan secara intensif. Hanya saja, masih ada beberapa personel yang bertugas sebagai operasional di lapangan dan dipindahkan ke kantor belum terdata dengan baik.

"Itu salah satu alasan dilakukan penertiban," tandasnya. Syarat formil izin pengunaan senjata bagi personel kepolisian, di antaranya, tes psikologi, tes urine dan rekomendasi dari pimpinan. "Semuanya bergantung pimpinan. Meski personel itu lulus tes psikologi dan urine, namun, pimpinan tidak mengizinkan karena karakter, tetap, tidak akan diberikan izin," sebutnya. (abg)



http://www.fajar.co.id/read-20120706235309-dor-tertembak-pistol-milik-polisi