Showing posts with label barelang. Show all posts
Showing posts with label barelang. Show all posts

Friday, 30 March 2012

Perampok Toko Emas Ciputat Ditembak di Batam


Kamis, 29 Maret 2012 , 01:04:00


BATAM - Lebroni, 28, satu dari 12 perampok 16 kilogram emas di Ciputat Tangerang Selatan, bulan lalu, diringkus di Batam, Selasa (27/3) pukul 24.00 WIB. Betisnya ditembak betisnya karena mencoba kabur saat digrebek Unit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang di ruko Komplek Nagoya Newton.

Lebroni kabur ke Batam membawa hasil rampokan berupa uang tunai sebesar Rp95 juta. Rencananya ia di Batam berniat membuka usaha warung makan pecel lele.

"Saya sudah tiga minggu ini berada di Batam. Awalnya saya menginap di Hotel Bali selama seminggu. Setelah itu saya dapat tempat kos di ruko Nagoya yang dicarikan kenalan saya yang tinggal di Batam namanya Siska," ujar Lebroni.

Ruko yang ditempati Lebroni itu sudah disewanya selama setahun dengan tarif Rp35 juta. Dan itu sudah dibayar semua. Ruko itulah yang rencananya akan dipakai membuka warung makan.

Kenapa Lebroni memilih Batam dalam pelariannya? Alasannya, di Batam ia sudah punya kawan dekat yaitu Siska. "Apalagi Siska menawarkan ke saya usaha untuk buka warung makan," terang Lebroni.

Sebelum kabur ke Batam, Lebroni bersembunyi di Purwokerto selama empat hari di rumah kawannya. Setelah itu ia pergi menuju Jogja dan langsung terbang ke Batam.

Kepada penyidik Satreskrim Polresta Barelang, Lebroni mengaku dalam aksi perampokan di Ciputat sebulan lalu, ia bertugas membawa kendaraan roda empat atau joki, tak lebih.

"Saya hanya sopir aja. Itupun yang mengajak saya yaitu kawan satu kos di Jakarta yaitu Wanda yang saat merampok bawa senpi," terang Lebroni.

Selama di Batam, Lebroni hanya diajak jalan-jalan oleh suaminya Siska ke pantai kawasan Harbour Bay. Lebroni mengaku merampok toko emas di Ciputat pada siang hari pas Hari Jumat.

"Meski siang hari, saat itu kondisi lagi sepi. Semua orang pada sholat Jumat. Kesempatan itulah yang kita ambil untuk merampok. Namun kita tak ada melukai karyawan toko maupun pemiliknya," terang Lebroni.

Kanit Jatanras Satreskrim Polresta Barelang, Iptu Chrisman Panjaitan yang memimpin langsung penangkapan Lebroni mengatakan, Lebroni selanjutnya akan dibawa ke Polda Metro Jaya untuk diperiksa dan ditahan. Karena tempat kejadian perkaranya berada di wilayah Polda Metro Jaya.

Sebelumnya delapan perampok kawan Lebroni, diringkus tim Buser Resmob Polda Metro Jaya. Saat itu polisi menyita barang bukti berupa enam unit telepon selular, uang tunai Rp 331 juta, empat unit sepeda motor, selongsong peluru, proyektil dan tas ransel.

Komplotan perampok tersebut sebelumnya juga beraksi di Purwokero, Banyumas, serta Rawa Lumbu Bekasi. Tanggal 22 Februari perampok ini merampok kantor pegadaian di Jalan Sudirman, Purwokerto. Aksi ini terjadi sekira pukul 01.33 WIB.

Dari aksi ini, pelaku membawa kabur tujuh unit ponsel berbagai merek dan uang tunai Rp700 ribu. Perampok ini juga menggunakan senjata api dalam beraksi.

Selanjutnya tanggal 23 Februari, para perampok ini melakukan aksi yang sama di sebuah toko emas Sinar Jaya Rawalumbu, Bekasi pada pukul 06.30 WIB. Mereka berhasil kabur dengan membawa tas berisi emas yang dirampas dari toko itu. Mereka juga melarikan diri dengan tiga unit sepeda motor.

Modus serupa juga terjadi sehari kemudian di Pasar Ciputat, tepatnya pada Jumat 24 Februari 2012. Para pelaku memanfaatkan waktu salat Jumat yang sepi penjaga toko.

Mereka kemudian mendatangi toko dan menodongkan senjata api kepada para karyawan toko emas. Tembakan juga dilepas ke udara oleh para rampok ini untuk menakuti orang di sekitarnya. (gas/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2012/03/29/122352/Perampok-Toko-Emas-Ciputat-Ditembak-di-Batam-#

Monday, 16 August 2010

Pembunuh Mahfut Ditembak Polisi

Saya Hanya Incar Sepeda Motornya

16 augustus 2010

BATAM (BP) - Sebelum ditemukan tewas membusuk di Dam Mukakuning pekan lalu, Mahfut Yunianto telah memodifikasi sepeda motor Suzuki Satria FV pemberian orang tuanya. Motor dengan nomor polisi BP 6117 itu ternyata telah diincar tetangganya sendiri OK Zulfikar Damanik,22, warga kavling Sagulung Mandiri, Sagulung.


Untuk memenuhi hasrat memiliki motor warna hitam itu, Zulfikar lalu menyusun strategi merebutnya dengan cara menghabisi nyawa sang pemilik (Mahfut, Red). Ia lalu menunggu saat jam korban akan berangkat ke tempat kerjanya di depan lorong kompleks perumahan mereka, sekitar pukul 17.00 WIB Kamis (5/8) lalu.


Jebolan SMP Negeri 21 Batam ini pura-pura hendak nongkrong di SP Plaza, Batuaji dan meminta korban mengantarnya.
Tanpa curiga, Mahfut putra pasangan Hadi Prayetno dan Sulystiowati itu memberikan tumpangan padanya.


Di atas motor, Zulfikar mengarang cerita ke korban bahwa sehari sebelumnya ia melihat sejumlah uang yang tersimpan di balik batu di Dam Mukakuning. Ia lalu mengajak Mahfut membantunya mengambilkan uang itu karena tak berani sendirian.


”Saya bilang ke dia (korban, Red) uang itu sekitar Rp2,5 juta. Nanti dibagi dua dan bisa untuk happy-happy,” sebut Zulfikar menuturkan kronologis peristiwa itu di Mapolresta Barelang, sore kemarin (15/8).


Mahfut menurut saja. Keduanya tiba di tepi dam yang cukup sepi. Matahari mulai menghilang karena sudah petang. Ia menyuruh korban mengangkat sebuah batu yang diceritakannya tadi.


Korban kembali menurutinya. Ia tak membantu mengangkat batu tersebut, melainkan menyiapkan sebuah pisau sangkur dan tali sepatu yang dibawanya dari rumah untuk menghabisi nyawa pria asal Surabaya itu.


Saat itu, kata dia, waktu sekitar pukul 19.30 WIB. Saat Mahfut mencoba mengangkat batu tersebut, ia langsung mendekat dan menyarangkan sangkur ke perutnya tapi tidak sampai melukainya. ”Dia sempat melawan. Saya lalu memukulnya dengan balok dari arah belakang kepala,” katanya. Korban yang mulai lemas tidak dibiarkannya hidup. Tali sepatu yang dibawanya lalu dijeratnya ke leher Mahfut yang kala itu terjatuh di tepi dam. Ia juga beberapa kali menikam tubuh korban.


Tubuh korban lalu dibuangnya ke tengah dam agar hanyut. Beberapa polisi di Mapolresta mengatakan jenazah korban telah hanyut sejauh 200 meter dari tempat kejadian perkara. Jenazah Mahfut baru ditemukan tiga hari kemudian yakni Minggu (8/8) oleh warga setempat dalam kondisi membusuk.

Masih, kata Zulfikar, usai membunuh, ia langsung mengambil sepeda motor milik Mahfut dan pulang ke rumahnya mandi dan ganti baju. Tapi sepeda motor korban itu tidak dibawanya ke rumah. Ia titipkan di rumah salah satu temannya.


Ambisinya untuk gagah-gagahan dengan motor tersebut langsung diwujudkannya. Ia nyaris tak berhenti menggeber motor itu berkeliling kota bersama teman dan pacarnya.


Bahkan plat nomor polisi motor yang awalnya BP 6117 digantinya dengan nomor BP 5171 A (Siti Aminah). 5171 A adalah nomor untuk nama pacarnya. Plat ini telah dipersiapkannya beberapa hari sebelum membunuh Mahfut.


Ia lalu jarang pulang ke rumah. Kepada orang tuanya, anak kelima dari enam saudara itu mengaku sedang main dengan teman-temannya.


Polisi lalu melakukan penyelidikan dengan memeriksa sedikitnya lima teman tersangka, karena dicurigai mengetahui bahkan terlibat kasus tersebut.
Kecurigaan terhadap dia menguat setelah polisi mendapatkan informasi kalau orang terakhir yang terlihat bersama korban adalah Zulfikar. Setelah didalami, ia ternyata telah menghilang dari rumahnya yang hanya berhadapan dengan rumah Mahfut di kavling Sagulung Mandiri.


Polisi cukup kelimpungan mendapatkan tersangka. Polisi butuh waktu hampir lima hari mengejarnya. Ia sendiri sempat lolos dari kepungan polisi di kawasan Citra Batam pada Sabtu (14/8) malam lalu.


Pria 22 tahun itu berhasil melompat dari lantai dua gedung Citra Batam dan kabur ke hutan. Polisi hanya menemukan sepeda motor Mahfut yang dicurinya. Berkat informasi warga dan kerja keras tim buru sergap (buser) Satreskrim Polresta Barelang yang dipimpin Ipda Adhi Wananda dan Ipda Agung Permana, Zulfikar akhirnya diciduk tanpa perlawanan.


Ia akhirnya tertangkap sekitar pukul 10.30 WIB di pelabuhan beton Sekupang, Minggu (15/8). Ia nyaris kabur ke Tanjungbalai Karimun, karena telah mengantongi tiket salah satu kapal feri tujuan Tanjungbalai Karimun.


”Dia tertangkap atas bantuan masyarakat juga, selain kerja keras kami di lapangan,” ujar Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Agus Yulianto, kemarin.


Untuk mencari dan menemukan barang bukti dari hasil kejahatannya, Zulfikar digiring ke Dam Mukakuning dimana Mahfut dibantainya. (spt/ cr1)

http://batampos.co.id/metropolis/metropolis/14426--pembunuh-mahfut-ditembak-polisi.html