Tuesday, 26 March 2013
Usai Dipukuli Massa, Pejambret di KRL Ditembak Polisi
http://www.youtube.com/watch?v=dSdqfuNPVzU
Tuesday, 8 January 2013
4 Penjambret guru ditangkap, 1 ditembak polisi
Reporter : Eko Prasetya
Minggu, 9 Desember 2012 14:33:50Menurut Yoyol, Subaidih terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena berusaha melarikan diri.
"Ditembak di kaki sebelah kiri," katanya.
Yoyol menjelaskan, saat melakukan aksinya, Subaidih berperan sebagai pembawa motor dan Risman sebagai eksekutor. Mereka semua ditangkap ketika sedang berkumpul di Cipinang, Jakarta Pusat, usai melakukan kejahatan di daerah Gambir.
"Semuanya akhirnya dikeroyok warga," paparnya.
Dari tangan keempat pelaku, polisi menyita barang bukti berupa senjata tajam, puluhan tas, jam, dua motor, mobil, dan airsoft gun. Selain itu polisi juga menyita perhiasan, helm dan STNK.
"Itu semua hasil kejahatan mereka," katanya.
Sebelumnya, Sundari, tewas terjatuh dari motor karena dijambret di depan Optik Melawai, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (27/11). Saat kejadian, Sundari hendak mengambil surat pengangkatannya sebagai pegawai negeri sipil (PNS).
Tuesday, 4 December 2012
Kabur Saat Ditangkap, Bandar Heroin Ambruk Ditembak Polisi
Pelaku adalah Rudi,50, pengedar heroin yang biasa beraksi di Kebun Kacang, Tanah Abang, Jakpus.
Kejadian berawal dari ditangkapnya teman pelaku berinsial MA, Senin (3/12) siang di depan Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakpus dengan barang bukti 1 gram heroin.
Pelaku MA mengaku mendapatkan barang tersebut dari Rudi yang tinggal di Kebun Kacang, Tanah Abang.
Setelah dikembangkan Rudi berhasil ditangkap di rumahnya di Kebon Kacang, Senin (3/12) malam dengan barang bukti 15 gram heroin.
Pelaku mangaku heroin tersebut milik wanita berinsial WI yang tinggal di Cempaka Putih. Oleh petugas pelaku dibawa ke rumah WI untuk menagkapnya, namun di tengah perjalanan pelaku berusaha kabur dari mobil petugas polisi.
Petugas sempat melepaskan 2 kali tembakan peringatan ke udara, tetapi korban tidak menggubrisnya.
Pelaku yang lari ke lapangan bola ACC ditembak kedua kakinya oleh petugas hingga akhirnya ambruk dan langsung dilarikan ke RS Polri untuk mendapatkan pertolongan.
Menurut Kasat Narkona Polres Jakarta Pusat AKBP Apollo Sinambela wanita tersebut diduga bandar jaringan nasional dan hingga kini masih dalam pencarian. (*/dok)
Friday, 13 July 2012
Ngaku Polisi, Rampok Gasak Mobil di Hotel Formula
INILAH.COM, Jakarta - Aksi perampokan dengan modus mengaku anggota kepolisian kembali terjadi. Kali ini terjadi di Hotel Formula, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (12/7/2012) sekira pukul 16:00 WIB. Korban, Ali Abubakar, 35 tahun, diancam akan ditembak dan mobil Suzuki X-Over Nopol B-1050-VVE miliknya dibawa kabur pelaku.
Berdasarkan keterangan dari Humas Polda Metro Jaya, kepada petugas SPK Polda Metro Jaya, korban mengaku dipaksa naik ke dalam mobil miliknya dan membawa 7 orang pelaku yang mengaku polisi. Saat di dalam mobil, seorang pelaku meminta paksa barang-barang milik korban. Apabila tidak memberikannya, korban diancam akan ditembak.
Setelah pelaku mengambil dompet, jam tangan dan cincin emas, korban kemudian diturunkan tak jauh dari lokasi, sedangkan mobil korban Suzuki X-Over Nopol B-1050-VVE dibawa kabur pelaku. Di dalam mobil juga terdapat 5 unit HP dan sebuah Laptop. Peristiwa itu kini ditangani Ditreskrimum Polda Metro Jaya.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1882200/ngaku-polisi-rampok-gasak-mobil-di-hotel-formula
Monday, 28 May 2012
Melawan Polisi, Pengedar Narkoba Dibedil
Informasi dari aparat polsek itu, Senin (28/5), menyebutkan, pengerebekan terhadap tiga tersangka dilakukandi Jalan Simpang VI, Kebonbawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Minggu (27/5) dini hari.
Tiga orang yang jadi target penangkapan adalah Umar Bohari (44), Hansen Harsono (39), dan Moh Muhtar (40), yang semuanya warga Kebonbawang.
Upaya penangkapan mereka yang dipimpin Inspektur Dua Sawali, mendapat perlawanan dari para tersangka. Salah seorangnya, yakni Umar Bohari, menyerang petugas dengan sebilah celurit.
Tembakan peringatan pun diletuskan, namun menurut polisi, tersangka tetap melawan. Salah satu peluru dari tembakan peringatan itu memantul, lalu mengenai betis seorang reserse anggota tim pengerebek.
Pelaku tetap melakukan penyerangan dengan celuritnya. Tembakan dilakukan lagi mengarah ke kaki pelaku. Salah satu peluru mengenai paha kiri Umar. (*/bok)
http://www.wartanews.com/monaspolitan/9e2b1091-e1be-a4c5-2d5c-fbdabd79c03c/melawan-polisi-pengedar-narkoba-dibedil
Tuesday, 17 April 2012
Polisi Usut keterlibatan Anggota TNI
17/04/2012 16:05
Kedua anggota TNI tersebut adalah Kelasi Sugeng Riyadi, yang mengalami luka tembak di telinga kanan dan Prada Akbar Yudhi Aldiah, anggota Kostrad Divisi 2 Malang. Polisi menduga keduanya ikut bersama-sama dengan gerombolan geng motor yang melakukan kekerasan di jalan Pramuka pada tanggal JUmat (13/4) lalu.
"Memang mereka berdua menggunakan sepeda motor, iya jadi anggota TNI itu memang bersama dengan rombongan (Gerombolan pemuda yang melakukan pengeroyokan)," kata Rikwanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/4).
Rikwanto menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah kedua anggota TNI yang tertembak tersebut bersama dengan teman-temannya itu berasal dari Koja Jakarta Utara yang juga merupakan lokasi kekacauan yang dilakukan oleh geng motor atau dari lokasi lain. "Dari mana ke mananya masih harus diselidiki dan melakukan pemeriksaan lanjutan," terangnya.
Rikwanto menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut dan akan meminta keterangan dari berbagai saksi untuk mengungkap kasus kekerasan pemuda yang menggunakan sepedah motor di Jakarta akhir-akhir ini. "Akan kita dalami, keterangan tersebut dan akan kita tampung dan cek lagi TKP nya," pungkasnya. (ARI)
Sunday, 15 April 2012
Belum Ada Oknum TNI Terbukti Terlibat Geng Motor
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menegaskan bahwa belum ada oknum TNI yang terbukti terlibat dalam aksi penyerangan yang dilakukan ratusan orang beberapa hari belakangan ini.
Namun, polisi akan mendalami keterangan dua oknum TNI yang tertembak di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.
"Hingga kini belum ada oknum TNI yang terbukti terlibat. Kalau ada indikasi oknum yang terlibat maka akan kami sesuaikan pengurusannya. Kalau ada angkatan maka ke Pom AL," ungkap Rikwanto, Minggu (15/4/2012), di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Dugaan keterlibatan anggota TNI ini mengemuka dari kesaksian sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. J, salah seorang juru parkir di 7Eleven Salemba menduga 200 orang pria berbadan tegap yang menyerang minimarket itu pada tanggal 13 April 2012 dini hari bukanlah pemuda.
"Dari nada bicaranya tegas, pria dewasa, seperti aparat bukan geng motor yang biasanya berisi anak-anak muda," tutur J, Jumat sore, saat dijumpai di lokasi.
Peristiwa sebelumnya pada tanggal 7 April 2012 dini hari di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara juga merekam ciri-ciri pelaku dengan jelas.
Di dalam rekaman itu, tampak beberapa orang pria berbadan tegap dan berambut cepak. Beberapa di antaranya ada yang memakai kaos ketat berwarna biru gelap seperti kaos latihan milik TNI.
Untuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum TNI itu, aparat kepolisian akan memeriksa dua anggota TNI yang tertembak di Jalan Pramuka yakni Klasi Sugeng Riyadi dan Prada Akbar Yudhi.
Mereka ditembak oleh orang tak dikenal yang menggunakan mobil Toyota Yaris warna putih usai ratusan pria bersepeda motor menyerang di sejumlah tempat.
"Dua ini belum terbukti terlibat. Mereka belum diperiksa karena masih menjalani perawatan," tandas Rikwanto.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/04/15/19151746/Belum.Ada.Oknum.TNI.Terbukti.Terlibat.Geng.Motor
Thursday, 12 January 2012
TransJakarta Worker Deafened by Furious Cop
A TransJakarta worker ended up in hospital on Thursday after an armed police officer threatened to kill him when he tried to stop the armored security van the officer was escorting from illegally using a bus lane in Central Jakarta.
The head of TransJakarta, M. Akbar, said that the employee, Rocky, tried to stop an armored vehicle belonging to Securicor, a subsidiary of Britain-based Group 4 Securicor, from using the lane as it sped by Hotel Central. Busways are by law reserved for buses and the emergency services.
“Because the Securicor vehicle is not allowed to enter the busway lane [Rocky] stopped it. And then a police officer [escorting the armored car] stepped out furiously. [The police officer] threatened to kill Rocky,” Akbar said.
The police officer then lifted his standard-issue assault rifle and fired a shot into the air next to Rocky’s left ear. The shot burst Rocky’s eardrum and he is now having problems hearing.
Rocky’s peers who were working at the bus stop with him immediately rushed him to a nearby hospital to have his hearing checked.
TransJakarta management, Akbar said, reported the incident to the Jakarta Police’s internal affairs division in the hope that police would bring the officer involved to justice.
Akbar said that authorities had since learned the officer’s identity but have so far refused to divulge his name to the press.
“When our workers try to keep the busway lane clear they are often harassed. It can start from loud honk to being shouted at by car drivers. But this incident is by far the worst because a shot was fired,” he said.
The busway lane is dedicated to buses belonging to TransJakarta and may be used by ambulances and fire trucks in emergency situations like floods or other disasters.
“But there was no emergency when the incident occurred. Securicor cars are not ambulances or fire trucks, so they are not allowed to use that lane,” Akbar said.
He added that TransJakarta would hold a meeting with Jakarta police to try to prevent similar incidents from happening again.
http://www.thejakartaglobe.com/home/transjakarta-worker-deafened-by-furious-cop/490887
Friday, 25 November 2011
Alay Terpaksa Ditembak Polisi
Jumat, 25 November 2011 - 8:53 WIB
Monday, 24 October 2011
Bacok Paman, Sutisna Ditembak Polisi
Jakarta - Sutisna (19) berhasil diamankan polisi saat menyerang pamannya, Iwa dan tiga korban lainnya di Komplek Kodam, Gang Lancar, Kemayoran, Jakarta Pusat. Sutisna berhasil diamankan setelah polisi melumpuhkan kakinya dengan peluru tajam.
"Pelaku terpaksa kita lumpuhkan dengan senjata api karena saat hendak diamankan, pelaku menyerang petugas Pospol," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat, AKBP M Firman saat dihubungi detikcom, Minggu (9/10/2011).
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebilah parang yang panjangnya 0,5 meter.
"Pelaku menyerang warga secara membabi buta," ujar Firman.
Sementara itu, Kapolsek Kemayoran Kompol Sudanto mengatakan, peristiwa terjadi pada Minggu (9/10) pukul 18.30 WIB di depan Masjid di Komplek Kodam, Gang Lancar, Kemayoran, Jakarta Pusat. Pelaku menganiaya pamannya, Iwa, karena kesal sering dimarahi.
"Pelaku lalu mengayunkan parangnya ke arah pamannya hingga mengalami luka bacok dan jari-jari tangannya putus," kata Sudanto.
Keributan ini mengundang perhatian warga. Sampai akhirnya, seorang sekuriti Ruko Cempaka Mas dan seorang pembersih jalan turun tangan mengamankan pelaku.
Namun naas, keduanya juga terkena sabetan parang pelaku. Tak hanya itu, pelaku yang sudah kalap itu juga menyerang seorang pria yang tengah berjalan di lokasi.
"Tiga korban mengalami luka ringan, mereka berobat jalan saja. Yang paling parah itu pamannya," kata Sudanto.
Petugas Pospol yang mendengar keributan juga mengamankan pelaku. Namun pelaku malah menyerang petugas, hingga akhirnya petugas melepaskan tembakan peringatan sebanyak tiga kali ke arah pelaku.
"Karena mengabaikan peringatan petugas, pelaku akhirnya ditembak di bagian paha dan kakinya sehingga berhasil dilumpuhkan," jelas Sudanto.
Pelaku kemudian diamankan petugas berikut sebilah parang yang dibawanya. Sementara korban kemudian dibawa ke RS Islam, Cempaka Putih, Jakarta Pusat.
"Pamannya kita rujuk ke RSCM," tutupnya.
(mei/her)
http://us.detiknews.com/read/2011/10/09/221801/1740112/10/bacok-paman-sutisna-ditembak-polisi
Wednesday, 7 September 2011
Dor! Pencongkel Spion Roboh Ditembak Polisi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejahatan pencongkelan spion kembali terjadi di wilayah Jakarta Pusat. Kali ini pelaku beraksi di simpang lima Senen dan mengincar spion mobil Toyota Harrier bernomor polisi B 2170 H yang dikendarai Irene Susanti (40).
Info yang didapat dari Polres Jakarta Pusat, pelaku yang bernama Syamsul Arifin (28) mulai beraksi sekitar pukul 14.00 WIB. Saat mobil korban tengah berhenti karena lampu merah di simpang lima Senen, pelaku langsung mendekati mobil mewah tersebut dan mencongkel spion sebelah kanan. Melihat korbannya adalah wanita dan terlihat ketakutan, Syamsul makin berani melakukan aksinya dengan mencongkel spion sebelah kiri.
Namun aksi Syamsul rupanya sudah diperhatikan oleh Sahroni, anggota Polres Jakarta Pusat, yang memang bertugas di lokasi tersebut. Sebelum Syamsul sempat kabur, petugas langsung menembak kaki kirinya sebanyak dua kali.
Petugas mempunyai alasan sendiri kenapa harus langsung mengambil tindakan tegas tersebut. Pasalnya setiap selesai mencongkel, para pelaku langsung lari ke kerumunan warga agar sulit tertangkap.
Syamsul yang sudah kesulitan berjalan karena kakinya ditembak polisi kemudian dibawa ke Rumah Sakit Polri. Syamsul diduga sudah berulangkali melakukan hal serupa di beberapa tempat di Jakarta Pusat. Sementara itu berdasarkan pengakuan Irene yang menjadi korban, ia mengaku sangat ketakutan sehingga akhirnya pasrah saat pelaku mencongkel spion mobil miliknya.
Monday, 30 May 2011
Hadang Pelaku Curanmor, Bolot S Rubuh Ditembak
Minggu, 29 Mei 2011 - 15:41 WIB
KEMAYORAN (Pos Kota) – Bolot S, yang mencoba menghadang pelaku pencurian kendaraan bermotor ditembak punggungnya oleh kawanan penjagat di Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu pk 04.00 tadi pagi.
Peristiwa curanmor itu terjadi di Jl. Sudiro RT 013/03, Kel. Cempaka Baru. Korban yang baru pulang nonton bareng pertandingan bola, Barkah lawan MU, mendengar teriakan “maling-maling” dari warga. Terlihat sekawanan pelaku melarikan motor dengan cepat.
Spontan korban mencoba menghadang laju kawanan pelaku. Diluar dugaan mereka bersenjata api. Salahsatu dari 4 pelaku yang menaiki 2 motor menembak korban di bagian punggung. Korban Bolot S, 38, rubuh seketika.
Warga segera melarikan ke RS Islam. Polisi dari Polsek Kemayoran – Jakpus, yang datang segera mengolah TKP dan membawa peluru pelaku ke Polda Metro Jaya.
Sedangkan motor Yamaha Ksatria milik Dudung, 32, warga setempat, dilarikan kawanan tersebut.(silaen/dms)
http://www.poskota.co.id/kriminal/2011/05/29/coba-hadang-pelaku-curanmor-bolot-s-rubuh-ditembak
Sunday, 29 May 2011
Residivis Ambruk Ditembak Polisi
Pelaku berinisial PH (36) ditembak petugas di bagian paha kanan, karena mencoba melawan saat ingin ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Jakarta Pusat AKBP M Firman mengatakan, pelaku biasa beraksi di daerah perumahan dan di tempat parkiran pusat perbelanjaan di kawasan Jakarta Pusat dan Jakarta Barat.
"Biasanya merusak pagar rumah dan mencongkel motor dengan kunci letter T," kata Firman kepada wartawan di Mapolres Jakarta Pusat, Sabtu (28/5/2011).
Pelaku ditangkap, tambah Firman, saat beraksi mencongkel sepeda motor Yamaha Vixion merah B 6388 PJZ di bilangan Pasar Baru, Jakarta Pusat. Karena mencoba melawan, petugas terpaksa menembak pelaku. "Pelaku merupakan residivis, udah sering melakukan tindakan pencurian yang sama," ucap Firman.
Penangkapan pelaku didasari atas laporan-laporan warga yang sering kehilangan kendarannya. Saat diperiksa, pelaku mengakui bahwa dirinya sering melakukan pencurian di daerah tersebut.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini pelaku mendekam di ruang tahanan Mapolres Jakarta Pusat. Pelaku dikenakan pasal 363 KUHP dengan acaman hukuman 7 tahun penjara.
(ram)
Saturday, 14 May 2011
Pelaku Penusukan di JPO Tosari Dibekuk, Satu ditembak
Jumat, 13 Mei 2011 - 17:11 WIB
JAKARTA (Pos Kota) – Tiga pekan melarikan diri alias buron, dua pelaku perampokan di JPO (Jembatan Penyeberangan Orang) Tosari, Jalan Jenderal Sudirman, Jakpus, tertangkap, Jum’at (13/5). Satu dari pelakunya ditembak petugas.
Pelaku, Trega, 23, dan Wendi, 24, dibekuk petugas Reskrim Polres Jakarta Pusat, di sekitar Bunderan HI. Saat ditangkap, mereka sedang nongkrong mengincar mangsa lainnya.
Kepada petugas, pelaku nekat menusuk karena korban, Indra Lesmana, melawan saat dimintai uang. “Saya tidak tahu kalau korbannya meninggal, karena langsung kabur,” jelas Trega.
Pelaku juga mengaku telah tujuh kali melakukan aksi penodongan di sejumlah tempat berbeda. Barang hasil kejahatannya, biasa dibagi rata berdua.
Selain menangkap pelaku, polisi mengamankan 1 pisau lipat stenlis, 3 HP dan uang Rp.50 ribu. Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 365 dengan ancaman pidana mati atau seumur hidup.
Peristiwa itu terjadi pada 19 April 2011, korban Indra Lesmana, yang merupakan karyawan restoran bersama seorang rekannya di rampok saat hendak pulang, di Menteng, Jakpus. Korban meninggal setelah ditusuk pelaku, sedangkan temannya luka.
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/13/pelaku-penusukan-di-jpo-tosari-dibekuk-satu-ditembak
Tuesday, 3 May 2011
Giliran Travel Biro Yang Digarong
Selasa, 3 Mei 2011 - 7:40 WIB
JAKARTA (Pos Kota)- Rampok kian merajalela. Setelah di Bekasi, polisi ditembak perampok saat mengawal karyawan pom bensin menyetor uang ke bank Senin pagi kemarin, dan minimarket Alfamart di Jalan Mardani Jakarta Pusat, Senin malam, ternyata perampok juga beraksi di perusahaan trevel.
Dengan pura-pura mau memesan tiket pesawat, tiga garong menyatroni Biro Perjalanan Jelajah Travel di Jalan Basuki Rahmat, Jakarta Timur, pukul 21.30. Setelah membacok karyawan dan kemudian menyekapnya di lantai tiga perusahaan travel itu, pelaku membawa kabur uang tunai Rp 10 juta dari dalam brankas.
Taufik dan Dede semula senang melihat ada tiga orang datang ke travel tersebut, Mereka mengira ketiga lelaki yang datang naik sepeda motor mau memesan tiket pesawat. Betapa kagetnya kedua karyawan itu ketika pelaku mengeluarkan golok dan langsung mengancam mereka.
Satu dari pelaku minta Taufik menunjukkan brankas tempat menyimpan uang. Taufik mencoba melawan, namun akibatnya ia dibacok dan mengenai tubuhnya. Taufik dan Dede pun pasrah ketika pelaku menyuruh keduanya naik ke lantai tiga lalu disekap.
Perampokpun leluasa mengacak-acak brankas. Mereka membawa kabur uang tunaui Rp 10 juta. Setelah pelaku kabur, korban baru berani berteriak rampok. Taufik yang menderita luka di tangan dilarikan ke RS Budi Asih. Kasusnya ditangani Polres Metro Jakarta Timur. Dan hingga Selasa pagi ini, tiga kasus perampokan tersebut belum ada yang terungkap. (warto/B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/03/giliran-travel-biro-yang-digarong
Sunday, 28 November 2010
Aktivis Ditangkap Bawa Ganja
Jumat, 26 November 2010 | 22:51 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — FR, mahasiswa yang namanya pernah melambung karena kakinya ditembak polisi saat berdemonstrasi memperingati satu tahun kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono pada 20 Oktober lalu, kini kembali berurusan dengan polisi.
Kali ini, dia tertangkap tangan membawa ganja 1,72 gram. "Dia diamankan petugas kemarin (Kamis) di Jalan Cik Ditiro, Menteng, Jakarta Pusat, saat naik bus Kopaja 502 sekitar pukul 16.30 WIB. Saat itu, petugas kita sedang melakukan Operasi Pekat Jaya dengan meminta penumpang Kopaja untuk turun," kata Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat Komisaris Apollo Sinambela kepada wartawan, Jumat (26/11/2010).
Apollo mengatakan, saat sedang melakukan pemeriksaan terhadap para penumpang, petugas mencurigai FR yang gerak-geriknya terlihat kikuk. "Gerakannya aneh, ada gerakan tangan yang memindahkan barang dari saku celana dipindah ke sepatu sebelah kanan," jelasnya.
Melihat gerakan mencurigakan, petugas langsung mengamankannya. Ketika polisi menanyakan namanya, barulah polisi tahu orang itu ternyata FR yang pernah berurusan dengan polisi.
"Saat digeledah, petugas menemukan sebuah bungkusan, dan dibuka di hadapan sopir dan kondektur. Isinya ternyata ganja seberat 1,72 gram," jelas Apollo.
Kepada polisi, FR mengaku barang haram itu didapatkan dari seseorang bernama Reno, yang sebelumnya ia jumpai di depan gerbang kampus UBK. FR mengatakan, ganja tersebut tidak akan dijual, tetapi untuk dikonsumsi sendiri di rumah.
http://megapolitan.kompas.com/read/2010/11/26/22513738/Aktivis.Ditangkap.Bawa.Ganja
Friday, 5 November 2010
Pelaku Curanmor Ditembak Mati Polisi
04/11/2010 23:23 | Curanmor
Saat polisi menggerebek kostan Boim, anggota komplotan spesialis curanmor ini sempat melawan dengan menggunakan sebuah senjata tajam. Di saat itulah polisi melepaskan dua tembakan ke kepala dan dada Boim. Pria ini pun terkapar hingga tewas di lantai.
Berbagai barang bukti seperti plat nomor palsu, Surat Tanda Nomor Kendaraan palsu, serta barang lainnya yang didapat dari lokasi kejadian pun disita polisi. Guna proses penyidikan jasad Boim dibawa ke Rumah Sakit Cipto Manungkusumo untuk diotopsi.(ASW/SHA)
Thursday, 21 October 2010
Demonstran Ditembak, Bukti Pemerintah Paranoid
Anis berpendapat, tindakan represif aparat itu menunjukkan rasa kekhawatiran berlebihan dari pemerintah menanggapi aksi unjuk rasa memperingati setahun SBY-Boediono.
“Penembakan tidak boleh, tetapi prosedur (pengamanan) kan sudah ada di kepolisian. Ini hanya masalah aksi dan respons, ini lebih berkaitan karena ada semacam sikap paranoid pemerintah, responsnya agak berlebihan,” ujar Anis di Gedung DPR, Jakarta, Kamis, (21/10/2010).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera ini mendukung sepenuhnya proses hukum yang dilakukan Polda Metro Jaya untuk mengusut penembakan mahasiswa siang kemarin. Dia berpendapat tindakan represif personel polisi itu hanya respons dari tindakan mahasiswa yang mulai anarkis. “Secara hukum diproses saja,” katanya.
Sebelumnya, Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes (Pol) Boy Rafli Amar memastikan peluru yang bersarang di kaki kiri Farel Restu mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK) berasal dari senjata revolver.
“Hasil visum yang bersangkutan kena luka tembak senjata jenis revolver. Kaliber belum tahu,” kata Rafli di Mapolda Metro Jaya.
(lsi)
