Showing posts with label Pamekasan. Show all posts
Showing posts with label Pamekasan. Show all posts

Tuesday, 27 March 2012

Orang Gila Mengamuk Ditembak Mati


Senin, 26 Maret 2012 16:47 WIB     





PAMEKASAN--MICOM: Kepala Kepolisian Resor (Polres) Pamekasan, Jawa Timur Ajun Komisaris Besar Nanang Chadarusman, Senin (26/3), menyatakan anggotanya terpaksa menembak Asdiman, warga Kecamatan Batu Marmar, Pamekasan yang dididuga mengalami gangguan jiwa. 

Warga Desa Bujur Barat, Kecamatan Batumarmar itu kedapatan mengamuk dan mengancam keselamatan orang lain. Bahkan beberapa warga yang mencoba menenangkannya terluka akibat amukannya. 

"Memang benar, kami terpaksa melumpuhkan yang bersangkutan setelah mendapatkan laporan dari Kepala Desa setempat, bahwa korban mengamuk dan mengancam keselamatan orang lain," katanya. 

Asdiman, memukuli warga yang ditemukannya di sekitar Jalan Raya Bujur Barat. Sejumlah warga mencoba menenangkannya, namun tidak berhasil. Bahkan, mereka juga menjadi sasaran amukan. 

Beberapa orang petugas kepolisian yang datang juga tidak mampu meredakan amukan Asdiman, hingga akhirnya lelaki itu dilumpuhkan dengan tembakan. Nyawanya tidak tertolong saat akan dilarikan ke Rumah Sakit Pamekasan. (OL-11) 



http://www.mediaindonesia.com/read/2012/03/26/308262/289/101/Orang-Gila-Mengamuk-Ditembak-Mati

Thursday, 16 June 2011

Polisi Tangkap Pembunuh sekaligus Pengedar Sabu

Kamis, 16 Juni 2011 21:22 WIB


PAMEKASAN--MICOM:
Aparat kepolisian dari jajaran Polres Pamekasan, Jawa Timur, akhirnya berhasil menangkap pengedar narkoba jenis sabu sebagai pelaku pembunuhan warga Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan.

"Yang bersangkutan bernama Subaidi dan berhasil kami tangkap di Banjarnegara pada Rabu (15/6) kemarin," kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan Ajun Komisaris Moh Nur Amin dalam keterangan persnya, Kamis (16/6).

Ia menjelaskan, saat polisi akan melangkap pelaku, tersangka berupa kabur, sehingga yang bersangkutan terpaksa ditembak. Pria berusia 34 tahun ini diketahui berada di Banjarnegara atas laporan tim intelijen yang ada di wilayah itu.

Sebab, sejak yang bersangkutan menjadi buronan polisi pascakasus pengeroyokan massal yang menewaskan korban Imam, warga Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, beberapa waktu lalu, Nur Amin mengaku langsung melakukan koordinasi dengan semua polres jajaran di seluruh Indonesia.

Subaidi, satu dari empat pelaku pengeroyokan bersenjata tajam, warga Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, tidak hanya menjadi buronan polisi karena kasus pembunuhan, akan tetapi yang bersangkutan juga menjadi burunan kasus narkoba.

Sebab, saat petugas menggeledah rumahnya sesaat setelah peristiwa pengeroyokan massal pada 3 Juni lalu itu ditemukan tumpukan bungkus narkoba dan alat penghisap (bong) narkoba jenis sabu. (Ant/OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/06/16/234725/289/101/Polisi-Tangkap-Pembunuh-sekaligus-Pengedar-Sabu

Wednesday, 16 March 2011

Pencuri Sapi Ditembak

16 Maret 2011

SURABAYA(Pos Kota)- Satreskrim Polres Pamekasan, Jawa Timur membekuk buronan pencurian hewan (curwan). Abdul Mukid, warga Desa Candi Burung, Proppo, Kabupaten Pamekasan terpaksa ditembak polisi karena berusaha kabur saat mau ditangkap.

Tersangka yang sejak 2009 itu telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) ditangkap di rumahnya. Setelah berhasil dilumpuhkan, tersangka yang melakukan aksi pencurian 2 ekor sapi milik Sapeni, warga Desa Arangan Slampar, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, dibawa ke Poliklinik Polres Pamekasan.

Namun, pihak dokter setempat tidak berhasil mengeluarkan peluru yang telah bersarang di betis sebelah kiri tersangka. Kemudian, tersangka dilarikan ke RSD Pamekasan.

Kini, tersangka di jebloskan di jeruji tahanan Polres Pamekasan. Sementara, Kasatreskrim Polres Pamekasan, AKP Nur Amin, belum bisa memberikan keterangan apapun. “Baru datang dari rumah sakit. Nanti saya kabari,” katanya, Rabu (16/3). (nurqomar/B)

Thursday, 9 December 2010

Perwira ditembak oleh rekan sendiri

PAMEKASAN, TRIBUNNEWS.COM -- Pelaksanaan eksekusi tanah di Pamekasan Madura Jawa Timur berubah ricuh. Suasana memanas dengan adanya dukungan ratusan warga memberikan dukungan pada Bu Tonah.

Satu peleton pasukan Brimob pun merangsek. Mereka siaga lengkap dengan senapan laras panjang dan tameng. Kemudian disusul dengan satu peleton anggota Polres yang bergerak maju mendekati rumah Bu Tonah.

Beberapa detik kemudian, sejumlah keluarga Bu Tonah keluar dari ruang dalam, membawa tumpukan batu seukuran kepalan tangan kemudian diletakkan di hadapan puluhan warga.

Pada saat sama, Siman yang semula duduk di teras, berlari ke halaman mendekati juru sita yang sedang membacakan penetapan eksekusi. Siman merebut lembar pengumuman itu dari tangan juru sita.

Tidak diketahui, siapa yang lebih dulu memulai. Hanya dalam hitungan detik, puluhan warga terlibat bentrok dengan polisi. Banyak batu beterbangan.

Setelah itu serta merta terdengar suara tembakan berkali-kali. Warga terus melempari petugas dengan batu, sebaliknya petugas kemudian membalasnya dengan beberapa kali tembakan.Hanya dalam hitungan beberapa menit, delapan warga ambruk terkena tembakan petugas. Ada yang tertembak di bawah kelopak mata, di paha, lengan maupun betis.

Dalam situasi chaos, Kasat Narkoba AKP Sarpan yang berpakaian preman berdiri di dekat pilar teras rumah Bu Tonah, tiba-tiba ambruk. Ia bersimpuh menahan sakit karena tertembak rekan sendiri, tepat di betis kanan. Begitu pula angota Satreskrim Brigadir Eko Darmawan, ambruk tertembak di paha kiri.

Mengetahui tembakan melumpuhkan beberapa korban, ratusan warga semburat melarikan diri menghindari kejaran petugas. Huliyah, yang lumpuh terpaksa digotong keluarganya dibawa ke luar rumah.

Beberapa petugas tetap maju berusaha mengosongkan paksa rumah yang ditempati Bu Tonah dan keluarganya itu. Sedang petugas lainnya berusaha mengejar beberapa warga yang diduga menjadi provokator. Hingga Rabu petang, suasana tegang masih terasa di lokasi. (*)


Editor: Tjatur

http://www.tribunnews.com/2010/12/09/perwira-polisi-pun-ambruk-ditembak-rekan-sendiri

Saturday, 8 May 2010

Polisi Tembak Mahasiswa Segera Disidang

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Polisi penembak Achmad Miftahuddin, mahasiswa Universitas Madura, di Pamekasan segera disidang tim penegak disiplin Polres Pamekasan.

"Pelaku akan segera disidang, dan saat ini kami telah memerintahkan tim penegak disiplin Polres Pamekasan untuk melakukan penyelidikan," kata Kapolres Pamekasan AKBP Mas Gunarso, Jumat (7/5/2010).

Ia mengatakan, pelaku diproses di internal kepolisian agar tindakan semacam itu tidak terjadi lagi, terutama saat polisi menjalankan tugas di lapangan. Menurut Mas Gunarso, polisi sebenarnya telah memiliki prosedur tetap, termasuk harus menembak atau tidak terhadap orang yang disangka sebagai pelaku tindak kriminal.

"Kami akan mengkaji apakah langkah yang telah dilakukan polisi penembak mahasiswa itu sudah sesuai atau tidak," katanya. Mas Gunarso mengatakan, jika pelaku bertindak sesuai protap, tidak akan dikenai sanksi. Begitu juga sebaliknya.

"Jika kesalahannya sangat fatal, bisa saja personel polisi itu diberhentikan dengan tidak hormat. Makanya kita lihat hasil persidangan nantinya," katanya. Ada dua perwira yang ditunjuk menangani kasus ini, yaitu Kabagmin IKG Suastawa dan Wakapolres Kompol Mulidjadi.

Sebagai informasi, penembakan terhadap mahasiswa Fakultas Teknik itu terjadi pada Senin (3/5/2010) sekitar pukul pukul 00.15 WIB di Jalan Konang-Galis, sekitar 5 km dari Kota Pamekasan. Korban bersama dua temannya, Nurul Mauludi (24) dan Sutrisno (25), diduga sebagai pelaku pencurian kabel listrik yang sering terjadi di wilayah itu.

Padahal, ketiga orang tersebut kebetulan sedang lewat di wilayah itu untuk pulang ke rumahnya di Galis. Sebelumnya, mereka memperbaiki warnet temannya di Jalan Raya Kabupaten, Pamekasan. Polisi mendatangi lokasi kejadian setelah alarm di kantor polsek berbunyi. Alarm itu dipasang menyusul adanya permintaan dari PT Telkom yang merasa sering kehilangan kabel telepon.

http://regional.kompas.com/read/2010/05/07/16512836/Polisi.Tembak.Mahasiswa.Segera.Disidang

Tuesday, 4 May 2010

Polisi Salah Tembak Mahasiswa Unira

04 Mei 2010, 17:11:24| Laporan Karimata FM Pamekasan


suarasurabaya.net
| AHMAD MIFTAHUDIN Mahasiswa Fakultas Teknik Informatika (TI) Unira Pamekasan asal Dusun Karang Panasan Desa Ponteh Kecamatan Galis Pamekasan menjadi korban penembakan.

Penembakan diduga dilakukan oleh anggota Polres Pamekasan di Sepanjang Jalan Raya Konang Kecamatan Galis Senin (03/05) dini hari. Lokasi tersebut merupakan “daerah merah” atau daerah rawan karena sering terjadi tindakan kriminal seperti perampokan dan pencurian kawat telpon (Curwatpon).

Saat kejadian, MIFTAHUDIN (24) bersama kedua temannya yaitu NURUL MAULIDI (22) warga Dusun Pandian Desa Ponteh dan Trisno Warga Galis Pamekasan. Mereka baru pulang dari tempat kerja di Pamekasan. Setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) mereka dicegat orang tak dikenal, mereka menduga orang tersebut sebagai perampok. Karena ketakutan mereka berusaha melarikan diri hingga akhirnya ditembak.

“Kami menduganya itu perampok, karena di lokasi itu memang rawan perampokan dan pencurian, memang sempat diberi tembakan peringatan tapi saya ragu apa iya orang itu polisi, kalau bukan saya kan mati,” cerita MIFTAH .

Saat tertembak MIFTAHUDIN tetap kabur karena menyangka perampok, dan saat tertembak ia menduga tertembak peluru karet karena tidak sakit. Setelah diperiksa di rumahnya Ia mengalami 2 bekas luka tembakan di pantatnya tembus menyamping.

Sementara itu, NURUL MAULIDI salah satu teman korban saat ditemui di rumahnya yakin penembakan itu dilakukan Polisi, sebab ada pengakuan dari salah satu anggota yang memeriksanya di Mapolres Pamekasan.

“Saat saya melapor ke Polres justru ada polisi yang mengenali saya bahwa saya tadi malam tertembak,” cerita NURUL.

Sementara itu AKBP MAS GUNARSO Kapolres Pamekasan melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada reporter FAUZI AHMAD, Selasa (04/05) siang, mengakui yang bersangkutan ditembak polisi.

Namun ia membantah sebagai korban salah tembak. Sebab mereka tidak mematuhi perintah polisi untuk berhenti saat melintas di TKP pencurian kawat telpon (Curwatpon), justru mau menabrak polisi.

Menurut Kapolres, polisi telah melaksanakan prosedur yakni dengan memberikan 3 kali tembakan peringatan ke udara tapi diabakan. Selanjutnya polisi berusaha menembak ban sepeda motor korban tapi mengenai pantatnya.

Kapolres menegaskan semuanya telah ditangani sesuai prosedur dan benar. Korban saat ini masih menjalani perawatan intensif di Tempat Perawatan Sementara (TPS) Klinik Polwil Madura.(hen/ipg)

Teks Foto:
- AHMAD MIFTAHUDIN mahasiswa Unira korban salah tembak.
Foto: Karimata FM


http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=69e528667743f02a086d11f61d37d75d201076104