Showing posts with label dikeroyok massa. Show all posts
Showing posts with label dikeroyok massa. Show all posts
Tuesday, 26 March 2013
Usai Dipukuli Massa, Pejambret di KRL Ditembak Polisi
http://www.youtube.com/watch?v=dSdqfuNPVzU
Labels:
Brimob,
dikeroyok massa,
ditembak,
DKI Jakarta,
februari 2013,
jakpus,
menteng,
Penjambret
Friday, 21 December 2012
Perampok spesialis orang pacaran ditembak polisi
Hukum Kriminal | Jumat, 21 Desember 2012 | 15:07
113 kali
0
Jajaran Reskrim Polsek Tembalang berhasil meringkus dua pelaku perampokan dengan sasaran sejoli yang sedang berpacaran. Polisi juga terpaksa melumpuhkan salah satu pelaku dengan timah panas, karena berusaha melarikan diri saat diminta untuk mencari barang bukti dan menunjukkan tersangka lainnya.
Dua perampok itu adalah Chairul Fadhli alias Bowo (28) warga Jalan Layur Kampung Plimbungan Buntu RT 5 RW 4 Dadapsari Semarang Utara dan Arwan Widiyanto alias Nope (24) warga Mergosari RT 9 RW 8 Sawah Besar Gayamsari Semarang.
Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa sepeda motor Yamaha Mio AD 2750 MB milik korban dan dua handphone. Sampai kini, polisi masih memburu tersangka lain, yakni Johan.
Salah satu pelaku Chairul kepada wartawan Kamis (20/12) mengaku aksi mereka lakukan pada Rabu (19/12) terjadi sekitar pukul 20.50 WIB, mereka berboncengan tiga menggunakan Yamaha Jupiter Z berkeliling mencari sasaran.
Saat berada di Bukit Cinta, Mangunharjo Tembalang, tersangka melihat dua orang yang sedang memadu kasih yang diketahui bernama Fahroni (21) warga Kinibalu RT 01 RW 2 Tandang Tembalang dan Ratih Sri Patminingsih (23) warga Tempuran RT 03 RW 09 Desa Pondok, Nguter Sukoharjo.
"Saya menunggu di sepeda motor, Johan dan Arwan turun kemudian mendekati korban. Korban langsung dikalungi gobang, Arwan dan Johan meminta HP dan uangnya," tuturnya.
Lebih lanjut, Chairul menceritakan saat kejadian itu dirinya berpikir Arwan dan Johan hanya merampas HP dan uang saja. Namun, sepeda motor sepasang kekasih itu juga ikut dibawa kabur.
Setelah mendapatkan sepeda motor dan HP, Arwan dan Johan berboncengan sepeda motor Yamaha Mio milik korban dan kabur. Chairul pun turut kabur menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter Z.
"Ternyata korban meminta tolong warga dan mengejar kita," tambahnya.
Tahu mereka dikejar massa, Arwan tancap gas bahkan menyalip dirinya yang terlebih dahulu kabur. Namun, saat di tikungan Arwan pun terjatuh dari sepeda motornya. Sementara Johan berhasil kabur menggunakan sepeda motor Jupiter yang sebelumnya dibawa oleh Chairul.
"Warga sudah banyak yang datang dan Arwan pingsan setelah terjatuh. Supaya saya tidak ikut dikeroyok, saya pura-pura yang ikut mengejar pelaku," akunya.
Oleh warga, Arwan kemudian diserahkan ke Mapolsek Tembalang. Tanpa menunggu lama-lama, polisi melakukan pengembangan untuk menangkap dua pelaku lainnya. Dari petunjuk Arwan, polisi berhasil meringkus Chairul yang sebelumnya pura-pura ikut mengejar pelaku.
Chairul pun digelandang untuk menunjukkan tempat persembunyian Johan, namun Chairul memanfaatkan kegelapan dengan berusaha kabur, tahu buruannya kabur, polisi pun melumpuhkan Chairul dengan timah panas.
Kapolsek Tembalang Kompol Widada mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku terbukti melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dalam pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
"Kita masih melakukan pengembangan untuk menangkap pelaku lainnya. Dan tersangka kita jerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara," tandasnya.
http://www.manadonews.com/berita/hukum-kriminal/perampok-spesialis-orang-pacaran-ditembak-polisi.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
Labels:
desember 2012,
dikeroyok massa,
ditembak,
manado.,
perampok,
Sulsel,
tembalang
Sunday, 15 July 2012
Pencuri di Pesantren Babak Belur Dihajar Santri
Penulis : Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol | Minggu, 15 Juli 2012 | 19:37 WIB
SITUBONDO, KOMPAS.com - Seorang pemuda babak belur dihajar santri setelah kepergok hendak mencuri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. Pelaku bernama Sanhaji (20), warga Desa Trebungan, Kecamatan Mlandingan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, Sanhaji kepergok salah seorang santri saat hendak mencuri di sebuah kobong (kamar) Ponpes Al Amin. Sang penghuni kobong tersebut langsung berteriak maling. Secepat kilat, puluhan santri mengejar Sanhaji yang berusaha kabur.
Sanhaji memanjat pohon mangga di lokasi pesantren untuk bersembunyi, namun diketahui puluhan santri. Setelah dipaksa turun dari pohon mangga, Sanhaji akhirnya jadi bulan-bulanan para santri. Akibat main hakim sendiri itu, wajah Sanhaji nyonyor dan kepalanya bocor. Tak lama kemudian, pelaku dijemput polisi untuk diamankan di Markas Kepolisian Resor Situbondo.
"Dia sudah membuka lemari di kamar teman, sehingga begitu mengetahui ada pencuri yang masuk ke kamar santri, saya langsung berteriak maling. Dalam hitungan menit, pelaku percobaan pencurian berhasil ditangkap," kata seorang santri yang mengaku bernama Figo, Minggu (15/7/2012).
Kepala Sub Bagian Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan tertangkapnya pelaku percobaan pencurian di Ponpes Al-Amin. Menurut keterangan salah seorang ustadz di ponpes tersebut, para santri sudah kesal karena pernah dua kali kehilangan ponselnya. "Begitu ada pencuri yang kepergok di dalam kamar santri, puluhan santri langsung mengejarnya. Selain berhasil mengamankan tersangka Sanhaji, kami juga mengamankan sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi P 3751 DQ yang digunakan tersangka Sanhaji, sedangkan satu pelaku bernama Iwan kabur," terangnya.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2012/07/15/19373188/Pencuri.di.Pesantren.Babak.Belur.Dihajar.Santri
Labels:
babak belur,
dikeroyok massa,
Jatim,
juli 2012,
situbondo
Monday, 27 February 2012
Kronologi Pembakaran Dua Warga di Deli Serdang
| Laksono Hari W | Selasa, 28 Februari 2012 | 01:42 WIB
MEDAN, KOMPAS.com - Dua pria yang dibakar oleh massa di Deli Serdang, Sumatera Utara, Minggu (26/2/2012) malam, ternyata merupakan pengusaha rental mobil. Keduanya diduga hendak mencuri sapi saat mereka sedang mencari mobil mereka yang telah sebulan tak dikembalikan.
Kristian Marco Siregar (24) dan Jeferson Ricardo Sitorus (26), warga Jalan Perkutut, Kecamatan Medan Helvetia, tewas setelah dihakimi massa di Glugur Rimbun, Desa Lau Bekeri, Kutalimbaru, Deli Serdang, Minggu sekitar pukul 22.00 WIB. Warga juga menghancurkan mobil Toyota Kijang Innova yang dikendarai keduanya saat mereka berdua mencoba mencari mobil mereka yang tak kunjung dipulangkan setelah sebulan dipakai orang. Adapun tiga temannya luput dari amukan massa.
Peristiwa itu bermula ketika warga melihat mobil Kijang Innova warna titam bernomor polisi BK 1020 HK melaju kencang di perkampungan Lau Bekeri sekitar pukul 21.30 WIB. Pada saat bersamaan, muncul lima pengendara sepeda motor yang membuntuti mobil tersebut seraya meneriakkan,"Maling!"
Warga yang mendengar dan melihat kejadian itu langsung melakukan pengejaran terhadap mobil korban. Massa akhirnya menemukan mobil tersebut berada di semak-semak di daerah Lau Bakeri Kutalimbaru. Melihat korban bersembunyi di kolong mobil, emosi massa memuncak. Warga kemudian menyeret korban dan memukuli keduanya.
Kedua korban sempat berusaha meloloskan diri dan berlari sejauh 50 meter, tetapi tertangkap kembali dan akhirnya dibakar di dalam mobil tersebut. Salah satu korban diduga mengaku sebagai anggota Polres Sumatera Utara, tetapi massa tak memedulikan hal itu dan justru semakin beringas.
http://regional.kompas.com/read/2012/02/28/01421812/Kronologi.Pembakaran.Dua.Warga.di.Deli.Serdang
Labels:
deli serdang,
dikeroyok massa,
Medan,
polisi dibakar,
Sumut
Mabes Polri Benarkan Pembakaran Dua Polisi di Sumut
Selasa, 28 Februari 2012 00:27 WIB
JAKARTA--MICOM: Dua anggota Kepolisian Daerah Sumatra Utara (Polda Sumut) tewas dibakar massa pada Minggu (26/2) sekitar pukul 20.30 WIB. Kedua korban adalah Brigadir Ricardo Jefry Sitorus, 24, dan Brigadir Cristian Markus Siregar, 24.
"Telah terjadi penganiayaan yang dilakukan warga sekitar Desa Lau Bekeri Kecamatam Kutalimbaru dan warga Desa Sei Glugur Kecamatam Pancur Batu Sumut terhadap lima anggota Ditreskrimum Polda Sumut," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Jakarta, Senin (27/2).
Peristiwa berawal ketika mereka hendak menangkap bandar toto gelap (togel) berinisial K. Saat penangkapan, tersangka berusaha melarikan diri sambil berteriak maling.
"Hal tersebut menyebabkan warga di sepanjang jalan melempari mobil yang dikendarai lima anggota Polda Sumut itu. Setibanya di Jalan Glugur Rimbun Simpang Lonceng, kendaraan tim Ditreskrimum Polda Sumut itu dihadang sepuluh unit sepeda motor, sehingga kendaraan terhenti," kata Saud.
Selanjutnya warga menyeret mereka keluar mobil sambil memukuli. Saat penganiayaan berlangsung, korban berteriak bahwa mereka anggota Polri, namun teriakan tersebut tidak dihiraukan dan langsung membakar kendaraan Kanit Reskrim Polsek Kutalim Baru tersebut. Dua personel ikut terbakar dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Sedangkan tiga anggota lainnya dapat menyelamatkan diri, yakni Brigadir Albertus Zebua, Brigadir Moses Mindo Purba, dan Brigadir Bambang Irwanto," kata Saud. (metronews.com/OL-2)
"Telah terjadi penganiayaan yang dilakukan warga sekitar Desa Lau Bekeri Kecamatam Kutalimbaru dan warga Desa Sei Glugur Kecamatam Pancur Batu Sumut terhadap lima anggota Ditreskrimum Polda Sumut," kata Kepala Divisi Hubungan Masyarakat (Kadiv Humas) Polri Inspektur Jenderal Polisi Saud Usman Nasution di Jakarta, Senin (27/2).
Peristiwa berawal ketika mereka hendak menangkap bandar toto gelap (togel) berinisial K. Saat penangkapan, tersangka berusaha melarikan diri sambil berteriak maling.
"Hal tersebut menyebabkan warga di sepanjang jalan melempari mobil yang dikendarai lima anggota Polda Sumut itu. Setibanya di Jalan Glugur Rimbun Simpang Lonceng, kendaraan tim Ditreskrimum Polda Sumut itu dihadang sepuluh unit sepeda motor, sehingga kendaraan terhenti," kata Saud.
Selanjutnya warga menyeret mereka keluar mobil sambil memukuli. Saat penganiayaan berlangsung, korban berteriak bahwa mereka anggota Polri, namun teriakan tersebut tidak dihiraukan dan langsung membakar kendaraan Kanit Reskrim Polsek Kutalim Baru tersebut. Dua personel ikut terbakar dan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP).
"Sedangkan tiga anggota lainnya dapat menyelamatkan diri, yakni Brigadir Albertus Zebua, Brigadir Moses Mindo Purba, dan Brigadir Bambang Irwanto," kata Saud. (metronews.com/OL-2)
http://m.mediaindonesia.com/index.php/read/2012/02/28/301679/126/101/Mabes_Polri_Benarkan_Pembakaran_Dua_Polisi_di_Sumut?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed
Labels:
dikeroyok massa,
februari 2012,
micom,
polisi dibakar,
Sumut,
togel
Wednesday, 18 January 2012
Polisi Cenderung Biarkan Terduga Penganiayaan Hingga Tewas
Ingki Rinaldi | Robert Adhi Ksp | Rabu, 18 Januari 2012 | 19:08 WIB
PADANG, KOMPAS.com - Polisi cenderung membiarkan bebas terduga penganiayaan massal yang menyebabkan tersangka pencurian di wilayah Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Sumbar, babak belur hingga akhirnya tewas .
Tersangka pencurian itu, DY (35) tewas di RSUP Dr. M. Djamil, Kota Padang, Rabu (18/1/2012) pukul 10.10 setelah diduga melakukan pencurian baterai di Base Transceiver Station atau BTS milik salah satu perusahaan operator seluler bersama AS (18), SY (19), dan IP (20) beberapa jam sebelumnya.
Wakil Kapolres Padangpariaman Komisaris Komaruddin menyatakan terima kasih atas upaya masyarakat untuk mengungkap pelaku kejahatan. " Namun perlu digarisbawahi, hendaknya jangan melakukan tindakan main hakim sendiri," katanya.
Ia menambahkan, sejauh ini belum ada warga yang diperiksa terkait tewasnya tersangka pencuri baterai BTS milik salah satu perusahaan operator seluler itu. Komaruddin menyebutkan, pemeriksan baru sebatas serah terima tersangka pencurian oleh warga dalam kondisi babak belur.
Kita akan tetap lakukan penyelidikan walaupun ini memang namanya massa, karena sampai saat ini saja Polsek Batang Anai masih dikerumu ni warga yang geram dengan tersangka pencuri, kata Komaruddin.
Menurut Komaruddin, persitiwa itu diawali ketika Rabu (18/1) pagi sekitar pukul 04.30 Polsek batang Anai didatangi sejumlah warga yang menyerahkan para tersangka pencurian baterai BTS itu . Barang bukti yang diamankan termasuk sebuah mobil sewaan Toyota Avanza warna perak, satu tas berisi kunci pas, dan empat buah baterai.
Komaruddin mengatakan, para tersangka juga diduga pelaku pencurian sama 12 baterai BTS di lokasi sama pada akhir pekan lalu. Karena kondisi DY sangat buruk, ia lalu dilari kan ke RSUP Dr. M. Djamil, Kota Padang. Sementara AS (18) dirawat di Puskesmas Batang Anai. Adapun SY (19) dan IP (20) ditahan di Polsek B atang Anai.
DY (35) kemudian tewas karena kondisinya yang sangat parah. Menurut dokter, DY meninggal dunia karena mengalami trauma di kepala, kata Komaruddin.
Anomali Hukum
Guru besar sosiologi Universitas Andalas Padang Prof D r Damsar, pada hari yang sama mengatakan kasus itu sebagai cerminan terjadinya anomali hukum. Menurutnya yang berlaku saat ini cenderung pada h ukum rimba yang dipahami sebagai tidak adanya aturan hukum untuk ditaati.
Nyawa itu sangat berharga dan tidak bisa diperbandingkan dengan materi. Ini soal kemanusiaan dan perlu ditegakkan, kata Damsar. Ia menilai, mestinya polisi justru bisa berperan unt uk menyosialisasikan kesadaran hukum dan pemberdayaan pemikiran masyarakat ketimbang cenderung mengamini tindakan main hakim sendiri.
Ia mengatakan, inisiatif warga untuk melakukan penangkapan tersangka pencurian sudah bagus. Namun, imbuh Damsar, bila dila njutkan dengan penghakiman massa maka itu merupakan masalah.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pembaharuan Hukum dan Peradilan LBH Padang Roni Saputra mengatakan polisi mestinya memproses dugaan tindakan main hakim sendiri yang dilakukan sebagian warga. "Karena tidak ada yang namanya kejahatan itu dibahas dengan kejahatan dan dianggap legal. Jika polisi membiarkan itu akan jadi tindakan jahat yang dilegalkan dan masyarakat akan terus beranggapan bahwa tindakan itu bisa dibenarkan," kata Roni.
Menurut Roni, Divisi Propam Polda Sumbar juga mesti bertindak mengusut dugaan kelalaian polisi dalam kasus tersebut. Ia mempertanyakan, cenderung tidak adanya tindakan pencegahan yang dilakukan polisi saat amuk massa kepada para tersangka pencurian terjadi.
Ada 2 Komentar Untuk Artikel Ini.
- Rabu, 18 Januari 2012 | 20:25 WIBKalau Polisi menembak si pencuri karena lari atau melawan , masyarakat bilang Polisi keterlaluan kalau lambat menangani katanya harus Polisi yang bertugas diusut. Orang semuanya pintar ngomong saja , menyalahkan juga seenaknya .
- Rabu, 18 Januari 2012 | 20:10 WIBsaya sering bertanya; hukumnya yang harus dibenahi atau penegak hukumnya yang harus dihukum?
Labels:
dikeroyok massa,
januari 2012,
main hakim sendiri,
padang,
pencuri baterai,
sumbar
Wednesday, 21 December 2011
12 Anggota Moonraker Pelaku Pembunuhan Dibekuk Polisi
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"PETUGAS menunjukkan barang bukti jaket berandal motor dan senjata tajam pelaku pembunuhan dengan tempat kejadian perkara di flyover Pasupati saat ekspose kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung,..
BANDUNG, (PRLM).- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, berhasil menahan 12 tersangka kasus pembunuhan Hamzah Hidayat alias Ujang alias Aconx (17).
Para pelaku ditangkap di tempat berbeda. Sebelumnya, Aconx tewas setelah dikeroyok puluhan pemuda yang diduga anggota berandalan bermotor di Jalan Tamansari-Jalan Balubur atau tepatnya di bawah Jembatan Layang Pasupati, Minggu (11/12).
Pada kejadian sekitar pukul 2.00 WIB, korban tewas di lokasi kejadian, karena mengalami luka serius. Aconx mendapatkan luka tusukan di dada kanan, dua luka bekas sayatan senjata tajam di punggung, juga satu luka lebam di bahu sebelah kanan.
Mereka yang berhasil ditangkap, dan kini mendekam di ruang tahanan Markas Polrestabes Bandung, yakni terdiri dari tiga aktor utama, dan sembilan tersangka lainnya yang membantu pengeroyokan. Ketiga pelaku utama, yakni AR (16) dia menusuk korban dengan pisau sebanyak tiga kali. Lalu YS (20) membacok korban pada punggung dengan celurit satu kali. Dan, TH (16) yang ikut memukuli korban. Sedangkan sembilan orang yang turut serta membantu pengeroyokan hingga menewaskan Aconx, yaitu DS (20), KI (17), DE (19), AA (16), AK (17). Kemudian, RH (17), AS (15), SA (17), dan YS (20).
“Mereka ditangkap di tempat persembunyian yang berbeda. Yaitu di wilayah Badak Singa, Gempol Sari, Sukajadi, Dipati Ukur, Pelesiran, Padalarang, dan Cijerah,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Wijonarko didampingi Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Bandung Komisaris Endang Sri Wahyu Utami, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (21/12).
Awal pengungkapan, bermula dari keterangan sejumlah saksi yang didapat. Tim yang dipimpin oleh Wakil Satreskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Agung Masloman, mendapat nama AR. Kemudian, dia ditangkap di daerah Jalan Dipatiukur pada Selasa (20/12). Dari tangkapan tersebut, berkembang pada pelaku lainnya. “Dari keterangan pelaku, mereka melakukan ini karena sakit hari yang berujung pada balas dendam,” ucapnya.
Dari tangkapan tersebut berhasil disita jaket serta bendera bertuliskan Moonraker milik pelaku. Satu bilah celurit, samurai, dan pisau panjang. Kemudian helm serta tas bertuliskan XTC milik korban. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 338 dan 170 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Di tempat yang sama, AR yang masih berstatus siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Bandung, mengaku melakukan tersebut karena dendam dengan kelompok berandalan bermotor XTC.
“Saya dendam dengan XTC. Karena setiap pergi sekolah sering dicegat bahkan dipukuli sama mereka. Akhirnya, saat malam itu konvoi dengan teman-teman kelompok saya, kami melihat ada yang mengenakan atribut XTC, ya kita sikat saja,:” ucapnya yang ketika itu juga teman-temannya dalam keadaan mabuk minuman keras.
Dia pun menambahkan, samurai yang digunakan menusuk korban, dibawanya dari rumah. Dan, telah dipersiapkan untuk membantai orang yang mengenakan atribut XTC. Diberitakan sebelumnya, ketika itu korban bersama empat temannya jalan-jalan menggunakan dua sepeda motor dengan cara berboncengan. Namun, saat itu, mereka berpapasan dengan sekitar 10 unit sepeda motor di Jalan Taman Sari. Melihat ada rombongan sepeda motor, Aconx meminggirkan sepeda motornya.
Sedangkan dua temannya, menancap gas ke arah Jalan Badak Singa. Sebelumnya, Aconx sempat diuber kawanan tersebut. Bahkan mereka sempat melarikan diri.
Namun, upaya tidak berhasil, melainkan mereka dikepung gerombolan itu. Setelah dikepung, mereka mendapat tendangan bahkan, ada pelaku yang membawa sebilah golok. Korban sendiri merupakan warga Jalan Kebon Bibit Barat, RT 5 RW 10, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian.
Masih di tempat yang sama, Endang mengatakan, untuk kasus berandalan bermotor yang disinyalir masih berkeliaran di Kota Bandung, tidak menutup kemungkinan dapat ditembak di tempat. “Untuk tembak di tempat, itu ada protapnya. Kalau memang membahayakan, mereka bisa ditembak di tempat,” ucapnya.
Endang menjelaskan, seperti seseorang atau kelompok yang membahayakan keamana serta kenyamanan orang banyak dengan membawa senjata, itu dapat ditembak di tempat sesuai dengan protapnya. Terlebih jika mereka melarikan diri. Walau demikian, kini pihaknya pun terus melakukan operasi serta razia rutin. Baik siang maupun malam. Dan itu dilakukan di daerah yang memang rawan.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/170304
Labels:
akan ditembak mati,
Bandung,
desember 2011,
dikeroyok massa,
geng motor,
Jabar,
moonraker,
pembunuhan,
protap,
XTC
Saturday, 19 November 2011
Polisi amankan Pejambret Sebelum Diamuk Massa
Polisi Amankan Pejambret Sebelum Diamuk Massa
Kepolisian Polres Jakarta Utara, Jumat mengamankan dua jambret Lukman Hakim (21) dan Alek Dekin (28) yang kepergok beraksi dan diamuk massa.
Pelaku Lukman warga Jalan Pembangunan 2, Rawa Badak Utara. Alex Dekin (28) warga Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, saat ini ditahan di Polres Jakarta Utara.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Irwan Anwar, di Jakarta, Jumat kedua pelaku nyaris diamuk massa. “Pelaku sudah diamankan berikut motor yang digunakan dalam aksi kejahatan,” jelasnya.
Dijelaskan Kasat Reskrim, saat kejadian kedua pelaku memepet korban yang baru saja pulang berbelanja dari Ramayana Koja.
Kedua pelaku memepet korban Ny. Kobah (40), yang saat itu berjalan hendak pulang kerumahnya di Jalan Teratai II, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.
“Pelaku sempat merampas tas yang berisi uang tunai sebesar Rp 300 ribu dan handphone,” terangnya. Usai merampas tas, kedua pelaku kabur.
Korban berteriak, dan diamuk massa di Jalan Teratai. Dalam keadaan babak belur, kedua pelaku pun akhirnya diamankan oleh Polres Jakarta Utara.
Kini keduanya ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya dengan pasal 365 KUHP ancaman pidana tujuh tahun penjara.
http://www.indonesiamedia.com/2011/11/19/pejambret-penumpang-bajaj-ditembak/
Labels:
dikeroyok massa,
DKI Jakarta,
jakut,
nopember 2011,
Penjambret
Subscribe to:
Posts (Atom)

