Saturday, 20 July 2013
Melawan Saat Ditangkap, Seorang Preman Babak Belur di Jakarta Barat [19 Juli 2013]
Thursday, 27 June 2013
Thursday, 13 June 2013
Coba Tabrak Polisi, 1 Pencuri Mobil Tewas Ditembak
INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya membekuk komplotan pelaku pencurian spesialis kendaraan roda empat. Satu orang anggota komplotan itu tewas ditembak saat mencoba melarikan diri, sementara tiga orang lain ditangkap dalam kondisi hidup.
Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ari Ardian mengatakan, pengejaran komplotan pencurian mobil ini berawal dari adanya laporan seorang warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengaku kehilangan satu unit mobil Toyota Avanza.
"Petugas kemudian bergerak dan melacak para pelaku. Kemudian diketahui jika para pelaku datang dengan menggunakan dua unit mobil Toyota Avanza, dan selanjutnya mencuri satu unit mobil milik warga Cengkareng itu," ujarnya, Kamis (13/6/2013).
Ari melanjutkan, setelah mendapatkan hasil curian, para pelaku kemudian melarikan diri masuk ke dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek, mengarah ke Bandung, Jawa Barat. Para pelaku ternyata mempunyai tempat untuk menyembunyikan mobil curian disebuah gudang yang berada di Jalan Jati Sari, Cikampek.
"Petugas kemudian membuntuti komplotan ini. Tiga kendaraan yang digunakan pelaku, salah satunya mobil curian, kemudian keluar di pintu Tol Sadang, Purwakarta. Dari situ kendaraan berpisah, satu mobil yang berisi dua orang pelaku bergerak menuju Subang, sementara dua mobil lainnya yang termasuk mobil curian, berbelok menuju gudang di Cikampek." jelasnya.
Pihak kepolisian pun kemudian membagi personelnya, satu tim mengejar pelaku yang kabur ke arah Subang, dan berhasil menangkap dua pelaku tanpa perlawanan. Sementara satu tim lagi mengejar dua mobil yang mengarah ke tempat persembunyian di Cikampek.
"Dua kendaraan yang akan masuk gudang kita hadang ditengah jalan. Tapi pelaku bereaksi dan seperti akan menabrak barikade. Kami lepaskan tembakan peringatan dan diabaikan. Terpaksa kami tembak kedua pelaku yang duduk dikursi sopir itu," jelasnya lagi.
Akibatnya satu pelaku bernama Hendra Halif tewas dengan luka tembak di punggung tembus ke dada, sementara satu pelaku lainnya yang bernama Pucuk tertembak pada bagian perut dan saat ini dirawat di RSUD Karawang. Sedangkan dua pelaku lainnya Alan dan Ali ditangkap tanpa melakukan perlawanan
Saat ini, pihak kepolisian tengah mengejar penadah dari komplotan ini. Sementara berdasarkan pemeriksaan di gudang yang menjadi tempat menyembunyikan mobil hasil curian, petugas tidak menemukan adanya kendaraan yang disimpan. Petugas hanya menemukan puluhan kunci mobil dan alarm berbagai jenis yang tercecer dilokasi tersebut.[bay]
Tuesday, 23 April 2013
Dua Pelaku Pencurian Brankas ditembak Mati Polisi
Pelaku yang tewas, yakni DAS dan ZAR alias DAR, sedangkan delapan orang lain, yaitu PIN, NUR, DI JONG, DUL MAN, DIN, IPIN dan PRI DED alias DET, serta RUD yang ditembak pada kakinya.
Pada sisi lain, polisi belum berhasil mengungkap kawanan dan kasus penganiayaan hingga tewas Sersan Kepala Heru Santoso, di Hugo's Cafe, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Hal ini penyebab penyerbuan LP Cebongan, menewaskan empat tahanan titipan Kepolisian Daerah DIY.
Bayuseno mengatakan, pengungkapan sindikat perampok tersebut berawal saat polisi menerima informasi rencana aksi pencurian dengan kekerasan yang akan dilakukan di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).
Polisi mengidentifikasi para pelakunya yang juga beraksi menggasak gudang beras di Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, kemudian polisi menangkap 10 orang sindikat perampok tersebut.
Putut menjelaskan polisi berupaya mengembangkan dua pelaku lainnya yang masih buron, yakni KAR dan DUT di Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat dinihari (19/4).
Saat itu, tersangka DAR dan DAS berusaha merebut senjata api milik petugas, kemudian polisi melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tidak menghiraukan, sehingga ditembak pada bagian dada kiri.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto, menambahkan pelaku DAS, DAR dan RUD merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan.
"DAS dan DAR target operasi polisi. Mereka merampok bersenjata api dan tajam," ujar Harmanto. Kelompok penjahat pimpinan DAS telah beraksi tujuh kali sepanjang 2013.
Kelompok penjahat tersebut beraksi pada sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Cileduk (Jakarta Selatan), garasi taksi di Kalimalang (Jakarta Timur), tempat pencucian mobil di Jatiwarna, Bekasi, gudang beras di Cianjur dan dua kali di Sukabumi (Jawa Barat).
Selain menangkap pelaku, petugas menyita barang bukti empat pucuk senjata api rakitan, dua unit mobil, peralatan merampok dan brankas. [ant/irm]
Tiga Perampok Ruko Ditembak Polisi
Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi
Sempat Duel di Atap Rumah, Pedagang Daging Ditembak Polisi
Bukan karena menjual daging oplosan, polisi menembak kaki Sugiman. Melainkan karena merampok uang hasil penjualan sapi senilai Rp 500 juta milik Nati Komaria di Pojok Salak, Cariu, Kabupaten Bogor, pada awal Maret lalu.
"Pelaku berusaha kabur melalui atap rumahnya. Saat akan ditangkap di atas, pelaku sempat berduel dengan petugas dan dengan segala pertimbangan, maka ditembak kakinya," kata Kapolres Bogor, AKBP Asep Safrudin, di kantornya, Senin (22/04/2013).
Selain Sugiman, polisi juga menangkap satu pelaku lainnya bernama Hosen (34) dalam operasi penyergapan Minggu petang lalu. Hosen juga terpaksa ditembak kakinya karena dianggap melawan petugas saat akan ditangkap.
Dari kedua pelaku, polisi mengamankan barangbukti sebuah golok dan handphone. Sementara empat pelaku lainnya, yakni MH (pemilik dua buah senpi), UM, EN, BS dan MA hingga kini masih menjadi buronan.
"Baru dua pelaku yang diamankan. Masih ada 5 pelaku lagi yang kita buru. Dari keterangan pelaku SG (Sugiman,red), dirinya mendapat bagian sebesar (Rp) 42 juta. Sementara HS (Hosen) mengaku mendapat bagian sebesar (Rp) 30 juta," terang Kapolres.
(lh/lh)
http://news.detik.com/read/2013/04/22/151853/2227106/10/sempat-duel-di-atap-rumah-pedagang-daging-ditembak-polisi
Tuesday, 26 March 2013
Usai Dipukuli Massa, Pejambret di KRL Ditembak Polisi
http://www.youtube.com/watch?v=dSdqfuNPVzU
Kelompok Setan Merah Ahkirnya ditembak polisi
http://www.youtube.com/watch?v=ZE-v_-5i7ik
Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi di Cilandak, Jakarta Selatan
http://www.youtube.com/watch?v=Z3IK9TpJeEA&noredirect=1
Friday, 14 December 2012
Coba Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi di Tanjung Barat
Jakarta - Polisi menembak pelaku curanmor saat beraksi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Pelaku yang bernama Agus Salim, harus dilumpuhkan timah panas karena mencoba menggondol motor milik warga di daerah tersebut.
"Kejadian kemarin malam, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pelaku alami luka tembak," tulis Kapolsek Jagakarsa, Kompol Arsalam, dalam pesan singkatnya, Jumat (30/11/2012).
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebuah belati dan kunci leter T yang dipakai untuk melancarkan aksinya. Agus sendiri diketahui warga Rawa Lumbu, Bekasi.
"Dia mencoba mencuri motor Yamaha Vixion dan kepergok petugas. Karena mau kabur, dia kita tembak," terangnya.
Akibat kejadian itu, Agus mengalami luka di paha bagian kiri. Polisi langsung melarikan pelaku ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.
"Kasus ini ditangani Polsek Jagakarsa, apakah ini aksi pertama atau bukan masih kita telusuri," tuturnya.
(ndu/rvk)
http://news.detik.com/read/2012/12/01/012357/2106621/10/coba-kabur-pelaku-curanmor-ditembak-polisi-di-tanjung-barat?9922022
Tuesday, 13 November 2012
Pencuri Motor Bersenjata Ditembak Polisi
Saturday, 10 November 2012
Polisi Buru Empat Perampok Spesialis Penumpang Taksi
Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih memburu empat perampok yang kerap beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka kerap berpura-pura menjadi pengemudi taksi dan mengincar penumpang perempuan.
Jumat (9/11) siang tadi, polisi berhasil menangkap tiga perampok spesialis penumpang taksi. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki karena mencoba melarikan diri. Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini telah beberapa kali merampok penumpang taksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Modus operandi adalah berpura-pura menjadi pengemudi taksi. Penumpang perempuan menjadi target utama. Ketiga pelaku menyewa taksi kemudian menempeli kaca kendaraan dengan plastik film gelap agar kejahatan mereka tidak diketahui.
Aksi perampokan terjadi 27 Oktober lalu, saat korban bernama Michelle dan ibunya menggunakan jasa taxi ke arah Pondok Indah. Akibat peristiwa itu, uang Rp13,7 juta, tiga telepon genggam dua jam tangan, dua cincin dan dua pasang anting raib diambil tersangka.(wtr6)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/09/163757/Polisi-Buru-Empat-Perampok-Spesialis-Penumpang-Taksi/1
Monday, 8 October 2012
Lagi Beraksi, Komplotan Berkapak Tewas Ditembak Polisi
Friday, 20 July 2012
Kasus Peluru "Nyasar", Anggota Polisi Diperiksa Propam
Thursday, 24 May 2012
5 Bandit Jalanan Ditembak Polisi
"Pelaku dengan inisial IS, LW, TJ, MF, dan SR, mereka ditangkap terpisah ada yang di Cakung, Rawamangun, hingga Garut," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Didi Hayamansyah, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (21/5/2012).
Menurutnya, para pelaku kerap beraksi di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Bekasi. Modusnya, mereka mengejar pengendara motor yang melintas di jalanan yang sepi.
"Salah satunya kasus perampasan sepeda motor di Jalan Rorotan Grand Garden, Cilincing pada awal Januari 2012 lalu yang berakhir dengan kematian korban, Redy Sunaryo," ucap Didik.
Ia menjelaskan, saat ini kelimanya masih dimintai keterangan terkait aksi-aksi lainnya. Tim Jatanras Polres Jakut berhasil melacak identitas para pelaku berdasarkan keterangan salah seorang saksi korban. Polisi pun bergerak menangkap kelima pelaku di berbagai tempat.
"LW pertama kali kita tangkap di Garut, Jabar, menyusul kemudian TJ di Cakung, Jaktim, MF dan SR di Koja, terakhir IS di Rawamangun," papar Didi.
(rvk/mok)
Thursday, 22 December 2011
Satu Orang Ditembak, Satu Orang Digetok Busi
Dia menuturkan, kejadian berlangsung cepat. Sekitar pukul 12.00 WIB tadi, dua orang pemuda yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria dari arah selatan Jalan Tebet Timur Dalam III berhasil dihentikan dua polisi yang mengejar dengan sepeda motor tepat di depan rumah warga di Jalan Tebet Timur Dalam III nomor 7, sekitar seratus meter dari Stasiun Tebet.
"Pengendara motornya yang ditembak. Yang digetok kepalanya karena membuang barang yang diminta polisi," kata Iwan.
Dia menuturkan, salah seorang polisi sempat menanyai pelaku mengenai barang yang diduga sebagai bukti kejahatan. Sebelumnya, salah seorang dari tersangka terlihat sempat melemparkan sesuatu ke arah selokan. Polisi kemudian berhasil menemukan barang yang adalah busi kendaraan bermotor itu lantas mengetok kepala tersangka dengan barang tersebut.
"Mungkin itu alat yang digunakan untuk mengetok kaca mobil. Katanya sih itu pelaku perampokan ," kata salah seorang warga menambahkan.
Hingga saat ini masih tersisa ceceran darah salah seorang tersangka di selokan TKP. Belum diperoleh informasi dari pihak kepolisian tentang kejadian ini.
Pencuri Ditembak karena Melarikan Diri
Saturday, 19 November 2011
Polisi amankan Pejambret Sebelum Diamuk Massa
Monday, 15 August 2011
Polisi Tembak Dua Perampok Bersenjata Api
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk kawanan perampok bersenjata api yang berjumlah enam orang. Dua orang diantaranya terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.
Seperti dikutip dari Humas Polda Metro Jaya, keenam tersangka perampokan tersebut yakni YUS, EMN, UJG, EK,JND dan ATN. Komplotan yang dipimpin YUS ini dalam setiap aksinya selalu menggunakan senjata api dan senjata tajam. Bahkan, komplotan ini tak segan-segan memuntahkan timah panas ke siapa saja yang coba menghadang aksi mereka.
"Kita tangkap YUS bersama anak buahnya EMN di Tangerang pada 13 Agustus 2011 kemarin. Keduanya terpaksa kami tembak karena berusaha melarikan diri," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Setija Junianta, Senin (15/8/2011).
Setelah penangkapan YUS dan EMN, petugas selanjutnya berhasil membekuk empat anak buah YUS yaitu UJG, EK,JND dan ATN yang ditangkap di dua tempat yakni di Kembangan Jakarta Barat dan Pondok Kelapa Jakarta Timur.
Dari pengakuan tersangka, YUS dan komplotannya mengaku sudah puluhan kalimerampok menggunakan senjata api dan senjata tajam. Komplotan ini tidak hanya beraksi di Jakarta Barat, tetapi juga merampok di Tangerang dan Jakarta Utara.
"Yang paling menonjol ketika mereka beraksi sambil mengumbar tembakan di Jelambar dan Cengkareng. Di Jelambar, dua orang warga tersungkur ditembak pelaku," terang Setija.
Menurut Setija, perempuan berpenampilan menarik sambil menenteng tas dan nasabah yang baru keluar dari bank menjadi incaran utama pelaku. Kelompok ini pun selalu berbagi tugas, ada yang mengamati dan ada yang menjadi eksekutor di lapangan. Dengan cara memepet korban, para tersangka selanjutnya merampas barang sambil menodongkan senjata api atau senjata tajam.
Kini keenam tersangka mendekam di sel tahanan Polres Metro Jakarta Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.
