Showing posts with label DKI Jakarta. Show all posts
Showing posts with label DKI Jakarta. Show all posts

Thursday, 13 June 2013

Coba Tabrak Polisi, 1 Pencuri Mobil Tewas Ditembak

metropolitan - Kamis, 13 Juni 2013 | 17:42 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Polda Metro Jaya membekuk komplotan pelaku pencurian spesialis kendaraan roda empat. Satu orang anggota komplotan itu tewas ditembak saat mencoba melarikan diri, sementara tiga orang lain ditangkap dalam kondisi hidup.

Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya Ari Ardian mengatakan, pengejaran komplotan pencurian mobil ini berawal dari adanya laporan seorang warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang mengaku kehilangan satu unit mobil Toyota Avanza.

"Petugas kemudian bergerak dan melacak para pelaku. Kemudian diketahui jika para pelaku datang dengan menggunakan dua unit mobil Toyota Avanza, dan selanjutnya mencuri satu unit mobil milik warga Cengkareng itu," ujarnya, Kamis (13/6/2013).

Ari melanjutkan, setelah mendapatkan hasil curian, para pelaku kemudian melarikan diri masuk ke dalam Jalan Tol Jakarta-Cikampek, mengarah ke Bandung, Jawa Barat. Para pelaku ternyata mempunyai tempat untuk menyembunyikan mobil curian disebuah gudang yang berada di Jalan Jati Sari, Cikampek.

"Petugas kemudian membuntuti komplotan ini. Tiga kendaraan yang digunakan pelaku, salah satunya mobil curian, kemudian keluar di pintu Tol Sadang, Purwakarta. Dari situ kendaraan berpisah, satu mobil yang berisi dua orang pelaku bergerak menuju Subang, sementara dua mobil lainnya yang termasuk mobil curian, berbelok menuju gudang di Cikampek." jelasnya.

Pihak kepolisian pun kemudian membagi personelnya, satu tim mengejar pelaku yang kabur ke arah Subang, dan berhasil menangkap dua pelaku tanpa perlawanan. Sementara satu tim lagi mengejar dua mobil yang mengarah ke tempat persembunyian di Cikampek.

"Dua kendaraan yang akan masuk gudang kita hadang ditengah jalan. Tapi pelaku bereaksi dan seperti akan menabrak barikade. Kami lepaskan tembakan peringatan dan diabaikan. Terpaksa kami tembak kedua pelaku yang duduk dikursi sopir itu," jelasnya lagi.

Akibatnya satu pelaku bernama Hendra Halif tewas dengan luka tembak di punggung tembus ke dada, sementara satu pelaku lainnya yang bernama Pucuk tertembak pada bagian perut dan saat ini dirawat di RSUD Karawang. Sedangkan dua pelaku lainnya Alan dan Ali ditangkap tanpa melakukan perlawanan

Saat ini, pihak kepolisian tengah mengejar penadah dari komplotan ini. Sementara berdasarkan pemeriksaan di gudang yang menjadi tempat menyembunyikan mobil hasil curian, petugas tidak menemukan adanya kendaraan yang disimpan. Petugas hanya menemukan puluhan kunci mobil dan alarm berbagai jenis yang tercecer dilokasi tersebut.[bay]

http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1999483/coba-tabrak-polisi-1-pencuri-mobil-tewas-ditembak#.Ubm8XeBMGZY

Tuesday, 23 April 2013

Dua Pelaku Pencurian Brankas ditembak Mati Polisi


Jumat, 19 April 2013 - 14:06 · Topik: pencurian

Jakarta, Seruu.com -  Dua dari 10 pelaku pencurian kekerasan spesialis brankas, yang beroperasi antarprovinsi di Jawa Barat dan Jakarta ditembak mati oleh polisi dari Kepolisian Daerah Metro Jaya
 
"Para pelaku itu perampok gudang beras di daerah Cianjur, Jawa Barat," kata Kepala Polda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Putut Bayuseno di Jakarta, Jumat (19/4/2013).

Pelaku yang tewas, yakni DAS dan ZAR alias DAR, sedangkan delapan orang lain, yaitu PIN, NUR, DI JONG, DUL MAN, DIN, IPIN dan PRI DED alias DET, serta RUD yang ditembak pada  kakinya.

Pada sisi lain, polisi belum berhasil mengungkap kawanan dan kasus penganiayaan hingga tewas Sersan Kepala Heru Santoso, di Hugo's Cafe, Sleman, Yogyakarta, beberapa waktu lalu. Hal ini penyebab penyerbuan LP Cebongan, menewaskan empat tahanan titipan Kepolisian Daerah DIY.

Bayuseno mengatakan, pengungkapan sindikat perampok tersebut berawal saat polisi menerima informasi rencana aksi pencurian dengan kekerasan yang akan dilakukan di daerah Sawah Besar, Jakarta Pusat, Rabu (17/4).

Polisi mengidentifikasi para pelakunya yang juga beraksi menggasak gudang beras di Cianjur, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, kemudian polisi menangkap 10 orang sindikat perampok tersebut.

Putut menjelaskan polisi berupaya mengembangkan dua pelaku lainnya yang masih buron, yakni KAR dan DUT di Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat dinihari (19/4).

Saat itu, tersangka DAR dan DAS berusaha merebut senjata api milik petugas, kemudian polisi melepaskan tembakan peringatan, namun pelaku tidak menghiraukan, sehingga ditembak pada bagian dada kiri.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Toni Harmanto, menambahkan pelaku DAS, DAR dan RUD merupakan residivis kasus pencurian dengan kekerasan.

"DAS dan DAR target operasi polisi. Mereka merampok bersenjata api dan tajam," ujar Harmanto. Kelompok penjahat pimpinan DAS telah beraksi tujuh kali sepanjang 2013.

Kelompok penjahat tersebut beraksi pada sebuah sekolah di wilayah Jakarta Selatan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Cileduk (Jakarta Selatan), garasi taksi di Kalimalang (Jakarta Timur), tempat pencucian mobil di Jatiwarna, Bekasi, gudang beras di Cianjur dan dua kali di Sukabumi (Jawa Barat).

Selain menangkap pelaku, petugas menyita barang bukti empat pucuk senjata api rakitan, dua unit mobil, peralatan merampok dan brankas. [ant/irm]

http://indonesiana.seruu.com/read/2013/04/19/158599/dua-pelaku-pencurian-brankas-ditembak-mati-polisi

Tiga Perampok Ruko Ditembak Polisi

http://youtu.be/HjjlDYaWSBk

Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi

http://youtu.be/P5TrfA9zErc

Sempat Duel di Atap Rumah, Pedagang Daging Ditembak Polisi


Senin, 22/04/2013 15:18 WIB
Jakarta - Sepasang kaki Sugiman (35) terpaksa polisi tembak. Pedagang daging sapi di Cakung, Jakarta Timur, tersebut sebelumnya berduel melawan polisi yang mengejarnya di atap rumah.

Bukan karena menjual daging oplosan, polisi menembak kaki Sugiman. Melainkan karena merampok uang hasil penjualan sapi senilai Rp 500 juta milik Nati Komaria di Pojok Salak, Cariu, Kabupaten Bogor, pada awal Maret lalu.

"Pelaku berusaha kabur melalui atap rumahnya. Saat akan ditangkap di atas, pelaku sempat berduel dengan petugas dan dengan segala pertimbangan, maka ditembak kakinya," kata Kapolres Bogor, AKBP Asep Safrudin, di kantornya, Senin (22/04/2013).

Selain Sugiman, polisi juga menangkap satu pelaku lainnya bernama Hosen (34) dalam operasi penyergapan Minggu petang lalu. Hosen juga terpaksa ditembak kakinya karena dianggap melawan petugas saat akan ditangkap. 

Dari kedua pelaku, polisi mengamankan barangbukti sebuah golok dan handphone. Sementara empat pelaku lainnya, yakni MH (pemilik dua buah senpi), UM, EN, BS dan MA hingga kini masih menjadi buronan.

"Baru dua pelaku yang diamankan. Masih ada 5 pelaku lagi yang kita buru. Dari keterangan pelaku SG (Sugiman,red), dirinya mendapat bagian sebesar (Rp) 42 juta. Sementara HS (Hosen) mengaku mendapat bagian sebesar (Rp) 30 juta," terang Kapolres.

(lh/lh)


http://news.detik.com/read/2013/04/22/151853/2227106/10/sempat-duel-di-atap-rumah-pedagang-daging-ditembak-polisi

Friday, 14 December 2012

Coba Kabur, Pelaku Curanmor Ditembak Polisi di Tanjung Barat

Sabtu, 01/12/2012 01:23 WIB

Jakarta - Polisi menembak pelaku curanmor saat beraksi di Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Pelaku yang bernama Agus Salim, harus dilumpuhkan timah panas karena mencoba menggondol motor milik warga di daerah tersebut.

"Kejadian kemarin malam, di Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, pelaku alami luka tembak," tulis Kapolsek Jagakarsa, Kompol Arsalam, dalam pesan singkatnya, Jumat (30/11/2012).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sebuah belati dan kunci leter T yang dipakai untuk melancarkan aksinya. Agus sendiri diketahui warga Rawa Lumbu, Bekasi.

"Dia mencoba mencuri motor Yamaha Vixion dan kepergok petugas. Karena mau kabur, dia kita tembak," terangnya.

Akibat kejadian itu, Agus mengalami luka di paha bagian kiri. Polisi langsung melarikan pelaku ke rumah sakit terdekat untuk menjalani perawatan.

"Kasus ini ditangani Polsek Jagakarsa, apakah ini aksi pertama atau bukan masih kita telusuri," tuturnya.

(ndu/rvk) 

http://news.detik.com/read/2012/12/01/012357/2106621/10/coba-kabur-pelaku-curanmor-ditembak-polisi-di-tanjung-barat?9922022

Tuesday, 13 November 2012

Pencuri Motor Bersenjata Ditembak Polisi


Penulis : Ratih Prahesti Sudarsono | Selasa, 13 November 2012 | 11:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Buru Sergap Polsek Kelapa Gading memergoki dua pencuri motor saat melakukan kejahatannya. Salah seorangnya, Dovil (24), ditembak polisi karena mencoba menembak polisi dan berupaya kabur.Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto membenarkan tertangkapnya seorang pencuri motor di Jalan Acordion, Kelurahan Pegangsaan Dua, Kecamatan Kelapa Gading, Jakarta Utara. "Itu peristiwanya Senin pagi kemarin. Pelaku tertangkap tangan sedang mencuri motor di sebuah rumah kos-kosan," kata Rikwanto, Selasa (13/11/2012) pagi.
Barang bukti yang disita dari pelaku antara lain sebuah senjata api rakitan dengan enam butir peluru, dua sepeda motor, gembok pagar rumah kos yang dirusak pelaku, dua helm, dan sebuah kunci T.
Peristiwa penangkapan itu berawal dari anggota Buru Sergap (Buser) yang tengah observasi dan patroli wilayah kerjanya. Saat melintas di Jalan Acordion, anggota melihat seseorang duduk di atas motor di jalan depan rumah kos-kosan. Orang tersebut tetap menggunakan helm dan tindak tanduknya mencurigakan.
Anggota Buser itupun mendekat, tetapi laki-laki berhelm itu serta merta kabur. Anggota Buser yang sudah di depan rumah kosan itu lalu mengecek rumah kosan itu. Dilihatnya ada seorang laki-laki tengah mencuri motor.
Terkejut tepergok, laki-laki itu menerobos pintu, berupaya kabur. Dia lari dan dikejar anggota buser. Laki-laki itu, yang belakangan diketahui bernama Dovil, warga Jalan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, mencoba menembak anggota buser tersebut.
Polisi itu balas menembak dan mengenai pinggang Dovil. Pelaku kemudian masuk gorong-gorong dan senjata api rakitannya dibuang ke got. Penjahat itu akhirnya berhasil dibekuk polisi. Karena terluka, polisi membawanya ke RS Polri Kramat Jati.
Editor :
Rusdi Amral


http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/13/11075325/Pencuri.Motor.Bersenjata.Ditembak.Polisi

Saturday, 10 November 2012

Polisi Buru Empat Perampok Spesialis Penumpang Taksi



Jumat, 9 November 2012 19:05 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya masih memburu empat perampok yang kerap beraksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Mereka kerap berpura-pura menjadi pengemudi taksi dan mengincar penumpang perempuan.

Jumat (9/11) siang tadi, polisi berhasil menangkap tiga perampok spesialis penumpang taksi. Dua di antaranya ditembak di bagian kaki karena mencoba melarikan diri. Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini telah beberapa kali merampok penumpang taksi di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Modus operandi adalah berpura-pura menjadi pengemudi taksi. Penumpang perempuan menjadi target utama. Ketiga pelaku menyewa taksi kemudian menempeli kaca kendaraan dengan plastik film gelap agar kejahatan mereka tidak diketahui.

Aksi perampokan  terjadi 27 Oktober lalu, saat korban bernama Michelle dan ibunya menggunakan jasa taxi ke arah Pondok Indah. Akibat peristiwa itu, uang Rp13,7 juta, tiga telepon genggam dua jam tangan, dua cincin dan dua pasang anting raib diambil tersangka.(wtr6)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/09/163757/Polisi-Buru-Empat-Perampok-Spesialis-Penumpang-Taksi/1

Monday, 8 October 2012

Lagi Beraksi, Komplotan Berkapak Tewas Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Senin, 1 Oktober 2012 21:32 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Theresia Felisiani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Jajaran Polsek Tanjung Duren menembak seorang anggota komplotan penodong yang menggunakan kapak ketika mengancam korbannya, Senin (1/10/2012) di Jalan Tubagus Angke, Jakarta Barat.
Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Polisi Dwi Indra Lesmana, mengatakan, sampai saat ini polisi masih belum mengetahui identitas pelaku tersebut.
"Kejadiannya itu sekitar pukul 18.30 WIB. Saat itu, ada enam pelaku yang melakukan aksi penodongan di TKP," ucap Indra saat dihubungi wartawan.
Kejadian bermula saat enam pelaku mendekati sebuah mobil Avanza bernopol B 8542 AJ milik korban. Lalu para pelaku menodongkan sebilah kapak ke kaca mobil yang ditumpangi korban bernama Mansyur Naibaho.
Lantaran takut dengan ancaman kapak, korban langsung menyerahkan dua unit handphone miliknya. Beruntung saat itu, ada seorang anggota Polsek Tanjung Duren yang tengah berjaga di lokasi.
Mengetahui peristiwa itu, anggota dengan sigap mengejar pelaku sambil memberikan tembakan peringatan dan pelaku lari kocar kacir melarikan diri.
"Tembakan peringatan tidak diindahkan, jadi petugas mengarahkan tembakan ke para pelaku.  Satu di antara mereka tersungkur setelah tembakan petugas bersarang di dada pelaku. Pelaku pun akhirnya tewas saat dilarikan ke rumah sakit," ungkap Indra.
Indra menambahkan, di lokasi kejadian, pihaknya mengamankan sebuah kapak yang digunakan untuk melakukan kejahatan. Dan polisi di lapangan masih mengejar lima pelaku lainnya.
http://jakarta.tribunnews.com/2012/10/01/tengah-beraksi-komplotan-berkapak-tewas-ditembak-polisi

Friday, 20 July 2012

Kasus Peluru "Nyasar", Anggota Polisi Diperiksa Propam


Penulis : Imanuel More | Jumat, 20 Juli 2012 | 13:05 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang anggota unit Ranmor, Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan harus menjalani pemeriksaan oleh bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) setempat. Pemeriksaan itu dilakukan akibat peristiwa pelurunyasar yang mengenai warga sipil, Kamis (19/7/2012) kemarin.
DD, inisial nama anggota tersebut, sedang dimintai keterangan terkait laporan tugas yang diembannya. Ajun Komisaris Besar Hermawan, Kasat Reskrim Polrestro Jaksel, saat dikonfirmasi Jumat (20/7/2012) menerangkan, pihaknya sedang menyiapkan laporan tugas untuk DD guna mengetahui kronologis kejadian salah tembak itu.
"Nanti baru diproses. Sementara diperiksa di Propam Jakarta Selatan untuk ditindak lebih lanjut," terang AKBP Hermawan.
Ia membenarkan peristiwa penyergapan tersangka pencurian oleh anggotanya. Penyergapan yang berlangsung di pelataran parkir sebuah ruko di Mangga Besar, Jakarta Barat, itu disertai penembakan dengan tujuan melumpuhkan tersangka yang berupaya melarikan diri.
"Perlu dilumpuhkan, karena salah satu tersangka bawa senjata api," jelas AKBP Hermawan.
Petugas sempat mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan sebelumnya. Namun, lantaran dua tersangka kasus pencurian yang disertai tindak kekerasan itu terus berupaya meloloskan diri, petugas terpaksa melepaskan tembakan ke arah pelaku. Sayangnya, tembakan DD meleset dan malah bersarang di bokong Rudi, warga Sawah Besar, yang kebetulan melintas.
"Anggota mengejar pelaku, pelaku ada di posisi kiri, tapi rekorset (memantul) dan mengenai korban yang berada di sisi kanan. Hal itu juga dibenarkan korban," jabar Hermawan.
Penyergapan tersebut sebenarnya dilakukan aparat gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Polres Jakarta Selatan. Tiga di antaranya adalah anggota Reskrim Polres Jakarta Selatan, sedangkan dua lainnya anggota Polres Jakarta Pusat. Target yang diburu adalah kelompok pelaku perampasan mobil APV dengan korban berinisial M0.
Adapun peristiwa perampasan mobil itu terjadi saat korban melintas di depan kawasan Mal Ambassador, Kamis (19/7/2012) dini hari. Korban yang dihadang kelompok beranggotakan enam orang itu kemudian dianiaya dan dibuang di daerah Cimanggis, Depok, sementara mobilnya dilarikan.
Pada Kamis sore, petugas mendapat laporan soal keberadaan mobil yang dicurigai tersebut berada di kawasan Mangga Besar. Petugas pun kemudian berangkat ke lokasi dan melakukan penyergapan hingga berujung pada kasus peluru nyasar itu.
Editor :
Latief


http://regional.kompas.com/read/2012/07/20/13053360/Kasus.Peluru.Nyasar.Anggota.Polisi.Diperiksa.Propam

Thursday, 24 May 2012

5 Bandit Jalanan Ditembak Polisi


Rivki - detikNews
Senin, 21/05/2012 18:44 WIB
Jakarta Polisi menangkap lima bandit jalanan yang kerap merampok motor di wilayah Jakarta dan Bekasi. Polisi harus menembak kaki 5 bandit itu karena berusaha lari.

"Pelaku dengan inisial IS, LW, TJ, MF, dan SR, mereka ditangkap terpisah ada yang di Cakung, Rawamangun, hingga Garut," ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara, AKBP Didi Hayamansyah, saat dikonfirmasi detikcom, Senin (21/5/2012).

Menurutnya, para pelaku kerap beraksi di Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Bekasi. Modusnya, mereka mengejar pengendara motor yang melintas di jalanan yang sepi.

"Salah satunya kasus perampasan sepeda motor di Jalan Rorotan Grand Garden, Cilincing pada awal Januari 2012 lalu yang berakhir dengan kematian korban, Redy Sunaryo," ucap Didik.

Ia menjelaskan, saat ini kelimanya masih dimintai keterangan terkait aksi-aksi lainnya. Tim Jatanras Polres Jakut berhasil melacak identitas para pelaku berdasarkan keterangan salah seorang saksi korban. Polisi pun bergerak menangkap kelima pelaku di berbagai tempat.

"LW pertama kali kita tangkap di Garut, Jabar, menyusul kemudian TJ di Cakung, Jaktim, MF dan SR di Koja, terakhir IS di Rawamangun," papar Didi.

(rvk/mok)
http://news.detik.com/read/2012/05/21/184408/1921199/10/5-bandit-jalanan-ditembak-polisi

Thursday, 22 December 2011

Satu Orang Ditembak, Satu Orang Digetok Busi


imanuel More GhaleCeceran darah terduga pelaku kejahatan yang ditembak polisi di Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2011) siang

Imanuel More | Hertanto Soebijoto | Kamis, 22 Desember 2011 | 15:24 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Dua aparat Polrestro Jakarta Selatan berhasil membekuk dua orang yang diduga sebagai pelaku kejahatan di Tebet Timur, Jakarta Selatan, Kamis (22/12/2011). "Satu orang ditembak, satunya lagi digetok pakai busi," kata salah seorang saksi mata yang berada di lokasi kejadian saat penangkapan berlangsung.
Dia menuturkan, kejadian berlangsung cepat. Sekitar pukul 12.00 WIB tadi, dua orang pemuda yang mengendarai sepeda motor Suzuki Satria dari arah selatan Jalan Tebet Timur Dalam III berhasil dihentikan dua polisi yang mengejar dengan sepeda motor tepat di depan rumah warga di Jalan Tebet Timur Dalam III nomor 7, sekitar seratus meter dari Stasiun Tebet.
"Pengendara motornya yang ditembak. Yang digetok kepalanya karena membuang barang yang diminta polisi," kata Iwan.
Dia menuturkan, salah seorang polisi sempat menanyai pelaku mengenai barang yang diduga sebagai bukti kejahatan. Sebelumnya, salah seorang dari tersangka terlihat sempat melemparkan sesuatu ke arah selokan. Polisi kemudian berhasil menemukan barang yang adalah busi kendaraan bermotor itu lantas mengetok kepala tersangka dengan barang tersebut.
"Mungkin itu alat yang digunakan untuk mengetok kaca mobil. Katanya sih itu pelaku perampokan ," kata salah seorang warga menambahkan.
Hingga saat ini masih tersisa ceceran darah salah seorang tersangka di selokan TKP. Belum diperoleh informasi dari pihak kepolisian tentang kejadian ini.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/12/22/15242349/Satu.Orang.Ditembak.Satu.Orang.Digetok.Busi

Pencuri Ditembak karena Melarikan Diri

KOMPAS IMAGES/RODERICK ADRIAN MOZES
Sabrina Asril | Tri Wahono | Jumat, 23 Desember 2011 | 00:39 WIB


Polisi berjaga-jaga dalam kegiatan latihan bersama Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Tentara Nasional Indonesia di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta, Kamis (27/10/2011). Latihan bersama untuk menanggulangi acaman terorisme ini juga dilakukan di Hotel Borobudur, TVRI, Bandara Soekarno - Hatta, dan Pelabuhan Tanjung Priok.

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pencuri dengan modus memecahkan kaca mobil ditembak aparat Polres Metro Jakarta Selatan di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada Kamis (22/12/2011) siang. Polisi terpaksa menembak salah seorang pelaku karena berusaha melarikan diri.

Demikian disampaikan Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Imam Sugianto, Kamis sore di Mapolda Metro Jaya. "Salah satu pelaku terpaksa ditembak karena mau kabur," ucap Imam.

Imam menjelaskan, dua pelaku ini memang sudah menjadi target aparat kepolisian sejak lama. Mereka ditengarai sudah melakukan aksi pencurian dan pencongkelan spion mobil sejak lama di wilayah Jakarta Selatan.

Pada Kamis siang tadi, pelaku ketahuan kembali melancarkan aksinya di Jalan Bangka, Mampang. Polisi pun mulai membuntuti dua pelaku yang kabur memakai sepeda motor itu. Sampai akhirnya polisi berusaha membekuk keduanya di Jalan Tebet Timur Dalam.
"Kami sudah sesuai protap. Kami keluarkan tembakan peringatan, tapi pelaku tidak peduli. Akhirnya terpaksa ditembak," kata Imam.

Imam mengatakan, satu orang pelaku akhirnya mengalami luka tembak di bagian bahu hingga tembus ke leher. Pria itu langsung dilarikan ke Rumah Sakit Kramat Jati. Sementara satu orang yang bernama Ahmad Rifai (27) diamankan ke Pospol Tebet Timur.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti 1 ransel, 1 tas laptop, 1 ponsel, 1netbook, 1 CD player, dan perangkat kabel laptop.

http://megapolitan.kompas.com/read/2011/12/23/00393812/Pencuri.Ditembak.karena.Melarikan.Diri

Saturday, 19 November 2011

Polisi amankan Pejambret Sebelum Diamuk Massa


Polisi Amankan Pejambret Sebelum Diamuk Massa
Kepolisian Polres Jakarta Utara, Jumat mengamankan dua jambret Lukman Hakim (21) dan Alek Dekin (28) yang kepergok beraksi dan diamuk massa.
Pelaku Lukman warga Jalan Pembangunan 2, Rawa Badak Utara. Alex Dekin (28) warga Rawa Badak Selatan, Koja, Jakarta Utara, saat ini ditahan di Polres Jakarta Utara.
Menurut Kasat Reskrim Polres Jakarta Utara AKBP Irwan Anwar, di Jakarta, Jumat kedua pelaku nyaris diamuk massa. “Pelaku sudah diamankan berikut motor yang digunakan dalam aksi kejahatan,” jelasnya.
Dijelaskan Kasat Reskrim, saat kejadian kedua pelaku memepet korban yang baru saja pulang berbelanja dari Ramayana Koja.
Kedua pelaku memepet korban Ny. Kobah (40), yang saat itu berjalan hendak pulang kerumahnya di Jalan Teratai II, Rawa Badak Utara, Koja, Jakarta Utara.
“Pelaku sempat merampas tas yang berisi uang tunai sebesar Rp 300 ribu dan handphone,” terangnya. Usai merampas tas, kedua pelaku kabur.
Korban berteriak, dan diamuk massa di Jalan Teratai. Dalam keadaan babak belur, kedua pelaku pun akhirnya diamankan oleh Polres Jakarta Utara.
Kini keduanya ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya dengan pasal 365 KUHP ancaman pidana tujuh tahun penjara.
http://www.indonesiamedia.com/2011/11/19/pejambret-penumpang-bajaj-ditembak/

Monday, 15 August 2011

Polisi Tembak Dua Perampok Bersenjata Api

Tribunnews.com - Senin, 15 Agustus 2011 15:58 WIB

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Petugas satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Barat berhasil membekuk kawanan perampok bersenjata api yang berjumlah enam orang. Dua orang diantaranya terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Seperti dikutip dari Humas Polda Metro Jaya, keenam tersangka perampokan tersebut yakni YUS, EMN, UJG, EK,JND dan ATN. Komplotan yang dipimpin YUS ini dalam setiap aksinya selalu menggunakan senjata api dan senjata tajam. Bahkan, komplotan ini tak segan-segan memuntahkan timah panas ke siapa saja yang coba menghadang aksi mereka.

"Kita tangkap YUS bersama anak buahnya EMN di Tangerang pada 13 Agustus 2011 kemarin. Keduanya terpaksa kami tembak karena berusaha melarikan diri," ujar Kapolres Metro Jakarta Barat, Kombes Pol Setija Junianta, Senin (15/8/2011).

Setelah penangkapan YUS dan EMN, petugas selanjutnya berhasil membekuk empat anak buah YUS yaitu UJG, EK,JND dan ATN yang ditangkap di dua tempat yakni di Kembangan Jakarta Barat dan Pondok Kelapa Jakarta Timur.

Dari pengakuan tersangka, YUS dan komplotannya mengaku sudah puluhan kalimerampok menggunakan senjata api dan senjata tajam. Komplotan ini tidak hanya beraksi di Jakarta Barat, tetapi juga merampok di Tangerang dan Jakarta Utara.

"Yang paling menonjol ketika mereka beraksi sambil mengumbar tembakan di Jelambar dan Cengkareng. Di Jelambar, dua orang warga tersungkur ditembak pelaku," terang Setija.

Menurut Setija, perempuan berpenampilan menarik sambil menenteng tas dan nasabah yang baru keluar dari bank menjadi incaran utama pelaku. Kelompok ini pun selalu berbagi tugas, ada yang mengamati dan ada yang menjadi eksekutor di lapangan. Dengan cara memepet korban, para tersangka selanjutnya merampas barang sambil menodongkan senjata api atau senjata tajam.

Kini keenam tersangka mendekam di sel tahanan Polres Metro Jakarta Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut. Mereka akan dijerat dengan pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.


Penulis: Danang Setiaji Prabowo | Editor: Johnson Simanjuntak
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

http://www.tribunnews.com/2011/08/15/polisi-tembak-dua-perampok-bersenjata-api