Showing posts with label pencuri ternak. Show all posts
Showing posts with label pencuri ternak. Show all posts

Tuesday, 28 May 2013

Ditembak Polisi, Pencuri Ternak Terkapar


Ditembak Polisi, Pencuri Ternak TerkaparKOMPAS.com/Hendra Cipto 
Pencuri ternak yang telah lama meresahkan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Radjaming Daeng Inti (37) warga dusun Bungung Konci akhirnya dilumpuhkan dengan peluru timah panas di kakinya. Tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ditembak, lantaran berusaha melarikan diri dari sergapan polisi, Senin (27/05/2013).

Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Senin, 27 Mei 2013 | 18:28 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Pencuri ternak yang telah lama meresahkan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Radjaming Daeng Inti (37) asal Dusun Bungung Konci dilumpuhkan dengan peluru timah panas di kakinya, Senin (27/05/2013). Tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ditembak lantaran berusaha melarikan diri dari sergapan polisi.
Kepala Polsek Batang Inspektur Satu (Iptu) Priyo yang dikonfirmasi mengatakan, tersangka Radjaming dicari hampir satu tahun. Namun setelah melakukan penyelidikan intensif, tersangka akhirnya diketahui tempat persembunyiannya dan diringkus.
"Kita tembak tersangka karena berusaha kabur. Jadi peluru timah panas bersarang di betisnya dan kemudian kita bawa ke RSUD Takalar untuk mendapatkan perawatan tim medis. Tersangka sudah lama kita cari, berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat. Dari tangan tersangka polisi menyita sebilah badik," singkatnya.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2013/05/27/18285544/Ditembak.Polisi..Pencuri.
Ternak.Terkapar

Saturday, 11 August 2012

Spesialis Pencuri Ternak Terpaksa Ditembak


KOMPAS.com/Rini Putri
Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq Jumat, 10 Agustus 2012 | 21:05 WIB
Saharuddin alias Syahril alias Rahuddin salah satu pelaku pencurian ternak antar kabupaten tidak berdaya setelah dilumpuhkan oleh aparat kepolisian dengan menembak kaki sebelah kirinya karena berupaya menyerang polisi saat akan ditangkap.
WAJO, KOMPAS.com - Lantaran melakukan perlawanan saat hendak dibekuk, seorang pencuri spesialis ternak yang kerap melakukan aksinya di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terpaksa ditembak oleh Tim Buru Sergap (Buser) Polisi Resor (Polres) Wajo.
Pada penggerebekan yang dilakukan Jumat (10/08/2012) siang, polisi berhasil membekuk dua pencuri yakni Pajung Lamasenua (44) serta Suri (38). Mereka dibekuk masing-masing kediamannya di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo.
Dalam penggerebekan ini, Pajung terpaksa dihadiahi timah panas pada kaki kanannya lantaran berusaha melawan petugas saat polisi menggerebek rumahnya. Sementara Suri juga berhasil dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan.
Atas peristiwa ini Pajung langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng, Sengkang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Kawanan ini memang telah masuk daftar Pencarian orang (DPO) sejak tiga tahun terakhir dan baru dua orang yang berhasil kami tangkap," ujar AKP Aska Mappe, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Wajo.
Kawanan pencuri ternak ini kerap melakukan aksinya di Kabupaten Wajo dengan cara yang terbilang berani dan unik. Usai melakukan aksinya para pelaku kemudian mendatangi korbannya dan melakukan pemgancaman agar kasus pencurian ternak milik korbannya tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Editor :
Tri Wahono


http://regional.kompas.com/read/2012/08/10/21054455/Spesialis.Pencuri.Ternak.Terpaksa.Ditembak

Tuesday, 3 July 2012

Curi Ternak, Duda 3 Anak Ditembak


Penulis : Kontributor Tana Luwu, Husain | Senin, 2 Juli 2012 | 18:30 WIB

LUWU TIMUR, KOMPAS.COM - Berusaha melawan polisi saat disergap, seorang pencuri ternak di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, terpaksa ditembak. Pelaku bernama Kusri (38) dilumpuhkan oleh Satuan Unit Reaksi Cepat Polsek Wotu saat membongkar sindikat pencurian ternak pada Senin (2/7/2012).
Kepala Unit Reskrim Polsek Wotu Aipda Marthen Luther menjelaskan, Kusri yang mengaku warga Desa Lakawali, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur ditangkap di tempat persembunyiannya di Desa Karambua. Pelaku sempat melawan polisi ketika hendak ditangkap. Bahkan tersangka hendat merebut pistol polisi. Akhirnya duda tiga anak ini menyerah setelah peluru menembus kaki kirinya.
“Kami terpaksa menembak tersangka karena berusaha merebut pistol dari tangan anggota," ungkap Aipda Marthen.
Terbongkarnya jaringan pencurian ternak berupa sapi dan kerbau di Kabupaten Luwu Timur, berawal dari tertangkapnya Suhartono, saat sedang mengangkut sapi curian di Desa Karambua, Kecamatan Wotu.
Beberapa hari kemudian, polisi akhirnya meringkus Safei dan Kusri di lokasi persembunyianya.di wilayah Desa Karambua. Dari tangan Kusri dan Safei, polisi menyita barang bukti satu ekor sapi dan juga satu unit mobil Isuzu Phanter yang selama ini digunakan pelaku sebagai kendaraan pengangkut sapi curian.
Kusri duda tiga anak ini, mengaku bahwa aksi pencurian yang dilakukannya selama ini karena tidak memiliki pekerjaan lain. Sementara dia harus menghidupi tiga orang anaknya yang masih bocah. “Awalnya saya bekerja sebagai petani rumput laut, tetapi hasil dari bertani rumput laut, tidak dapat mencukupi kebutuhan keluarga," ungkap Kusri, yang sedang terbaring di Rumah Sakit I Lagaligo, Wotu.
Sementara itu, Kapolres Luwu Timur, AKBP Andi Firman membenarkan adanya penangkapan gembong pencurian ternak di wilaya hukumnya. “Tersanga selama ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dengan berbagai kasus pencurian. Selain itu, mereka juga telah beberapa kali keluar masuk rumah tahan (resedivis)," tegas Andi Firman.

Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/07/02/18300935/Curi.Ternak..Duda.3.Anak.Ditembak

Monday, 27 February 2012

Serang Polisi, Pencuri Ternak Ditembak


KOMPAS.com/Rini PutriSaharuddin alias Syahril alias Rahuddin salah satu pelaku pencurian ternak antar kabupaten tidak berdaya setelah dilumpuhkan oleh aparat kepolisian dengan menembak kaki sebelah kirinya karena berupaya menyerang polisi saat akan ditangkap.

BULUKUMBA, KOMPAS.com - Aparat kepolisian sektor Ujungloe dan tim buru sergap Kepolisian Resor Bulukumba, Minggu (26/2/2012) kemarin terpaksa menembak seorang pelaku pencurian ternak antarkabupaten yang selama ini meresahkan warga. Polisi terpaksa menembak kaki sebelah kiri pelaku, setelah upaya dalam penangkapan di Dusun Luppu, Desa Manyampa, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba pelaku menyerang anggota polisi.

Polisi yang mengenakan pakaian preman diserang menggunakan parang panjang dan pisau dapur. Beruntung, aksi nekat pelaku yang diketahui memiliki tiga nama yakni Syahril alias Saharuddin alias Rahuddin itu juga memiliki empat KTP dengan alamat yang berbeda.

Pelaku yang merupakan target operasi Polres Bulukumba, baru berhasil ditangkap setelah dua tahun bersembunyi. "Kami terpaksa menembaknya, karena pada saat dirinya akan ditangkap pelaku sempat menyerang polisi," ungkap Kapolsek Ujungloe, AKP Thamrin Nur, Senin (27/2/2012).

Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa sejumlah kupon putih, empat jenis KTP serta parang panjang yang digunakan untuk menyerang polisi. Dalam penyelidikan petugas, Syahril mengakui perbuatannya. Dirinya beraksi bersama beberapa rekannya yang saat ini menjadi buronan.

Setiap melakukan aksinya, Syahril memeiliki peranan mengeksekusi ternak yang akan dicuri serta menjualnya. Pada Jumat (24/02/2012) siang, polisi juga berhasil menangkap empat orang pelaku pencurian ternak yang sedang membawa delapan ekor sapi siap dipotong di rumah pemotongan hewan. Namun mereka tidak bisa memperlihatkan surat kepemilikan, maupun surat ijin atas ternak yang akan dipotong tersebut. Agar ternak yang dicuri tidak dicurigai oleh orang lain, para pelaku menukar dengan ternak hasil curian lain dari kabupaten lain.



http://regional.kompas.com/read/2012/02/27/11063070/Serang.Polisi..Pencuri.Ternak.Ditembak.

Thursday, 1 September 2011

Curi Lembu, Centeng PT Lonsum Tewas Ditembak Polisi

Kamis, 25/08/2011 16:24 WIB
Medan - Kepolisian Sumatera Utara (Sumut) menembak seorang pencuri ternak di kawasan Deli Serdang. Mulyadi (31) tewas setelah mencoba melarikan diri saat disergap petugas.

Peristiwa penembakan itu terjadi saat petugas kepolisian melakukan penyergapan di rumah Mulyadi Jl Nagarejo, Dusun III, Gang Salim, Kelurahan Nagarejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (24/8) sekitar pukul 21.00 WIB.

Salah seorang keluarga, Wandi mengatakan, saat penyergapan, Adi berusaha melarikan diri. Kemudian petugas melepaskan tembakan hingga mengenai rusuk kanan. Akibatnya, Mulyadi langsung rubuh bersimbah darah.

Akibat luka tersebut, Mulyadi dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun dalam perjalanan lelaki yang bekerja sebagai centeng di perkebunan sawit milik PT London Sumatera (Lonsum) tersebut tewas. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSU Pirngadi, Jl HM Yamin, Medan.

"Mulyadi dan dua temannya memang terlibat pencurian lembu milik warga dua minggu lalu. Tapi sudah berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi tiba-tiba polisi datang mau melakukan penangkapan. Karena itu dia berusaha melarikan diri," kata Wandi.

Sementara itu, Nuryati, istri Mulyadi menyatakan keluarga tidak bisa menerima perlakuan aparat karena suaminya sudah berdamai dengan pemilik lembu.

"Suami saya sudah berdamai dengan pemilik lembu. Keluarga berencana menempuh jalur hukum agar polisi tidak asal main tembak saja," kata Nuryati sambil terisak di rumah sakit, Kamis siang.

Usai menjalani otopsi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Rencananya pihak keluarga akan melakukan prosesi pemakaman Kamis sore.
http://us.detiknews.com/read/2011/08/25/162417/1711286/10/curi-lembu-centeng-pt-lonsum-tewas-ditembak-polisi

Friday, 26 August 2011

Curi Lembu, Mulyadi Ditembak Mati Polisi

SEORANG pencuri ternak lembu di Deli Serdang, Mulyadi (31), tewas setelah diterjang timah panas milik anggota Kepolisian Sumatera Utara (Sumut) karena mencoba melarikan diri saat disergap petugas.

Penyergapan dilakukan polisi di rumah Mulyadi di Jl Nagarejo, Dusun III, Gang Salim, Kelurahan Nagarejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (24/8/2011) sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat itu, Adi berusaha melarikan diri. Namun, peluru mengenai rusuk bagian kanannya. Adi pun tersungkur dengan bersimbah darah. Ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, centeng perkebunan sawit milik PT London Sumatera (Lonsum) ini tak tertolong. Ia tewas di perjalanan. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSU Pirngadi, Jl HM Yamin, Medan.

Kerabat Adi bernama Wandi membenarkan korban dan dua temannya terlibat pencurian lembu milik warga dua pekan lalu. Namun, persoalan itu sudah diselesaikan dengan cara perdamaian. “Tapi tiba-tiba polisi datang mau melakukan penangkapan. Karena itu dia berusaha melarikan diri,” kata Wandi.

Keterangan Wandi diperkuat Nuryati, istri Mulyadi. “Suami saya sudah berdamai dengan pemilik lembu. Keluarga berencana menempuh jalur hukum agar polisi tidak asal main tembak saja,” kata Nuryati sambil terisak di rumah sakit, Kamis siang. Menurutnya, keluarga tidak bisa menerima perlakuan polisi seperti itu. Jenazah korban sudah dikebumikan Kamis sore.

http://www.medantalk.com/curi-lembu-mulyadi-ditembak-mati-polisi/

Thursday, 16 September 2010

Gembong Pencuri Ternak Ditembak

Gembong Pencuri Ternak Ditembak

Hukum & Kriminal / Kamis, 16 September 2010 15:05 WIB

Metrotvnews.com, Bulukumba: Seorang gembong pencurian ternak di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (15/9), ditembak polisi. Ammang ditembak karena kabur saat dibekuk di rumah kerabatnya di Jalan Jawi-Jawi Ujung, Bulukumba.

Polisi sempat memberi tembakan peringatan, namun tak digubris. Polisi akhirnya menembak Ammang. Pelaku sempat kritis karena peluru mengenai pembuluh darah. Ammang membaik setelah peluru dikeluarkan. Tanpa menunggu lama, polisi langsung membawa Ammang ke tahanan Kepolisian Resor Bulukumba.

Ammang ditangkap setelah sembilan rekan seprofesinya juga tertangkap. Selama beraksi, Ammang telah mencuri sedikitnya 400 sapi dalam kurun waktu setahun. Polisi masih menyelidiki kasus ini guna mencari pelaku lainnya.(Ifa Musdalifa/IKA)

http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/09/16/29018/Gembong-Pencuri-Ternak-Ditembak

Sunday, 29 August 2010

Ditembak, Gondol Ternak dengan Innova

Senin, 30 Agustus 2010 , 09:47:00

PADANG
-- Jajaran Polresta Padang berhasil membekuk Dori, (22), salah satu anggota komplotan pencuri spesialis ternak yang belakangan meresahkan warga. Warga Koto Tangah itu dicokok setelah kejar-kejaran dengan aparat kepolisian selama dua jam. Karena mencoba melarikan diri saat diburu, polisi terpaksa meluncurkan timah panas di kaki tersangka. Dua kawan Dori berhasil kabur dan terus diburu.

"Saat satu orang tersangka ditembak, dua tersangka lain terus melarikan diri dan hilang di dalam semak. Walaupun demikian pengejaran terhadap dua tersangka tersebut tetap dilakukan dengan menelusuri bukit Pegambiran," ujar Kasat Rekrim Polresta Padang AKP Bambang, kemarin. Penangkapan tersangka dilakukan akhir pekan lalu di dekat SMP N 6 Padang.

Kawanan pencuri ternak tersebut, sebelumnya terlihat dari kawasan Pesisir Selatan dengan menggunakan satu unit Kijang Innova BA 24 14 W. Sesampai di kawasan Bukit Lampu, Lubuk Begalung, tiga tersangka mencoba peruntungannya dan mengambil empat ekor kambing di pinggir jalan. Tapi aksi tersangka diketahui pemilik kambing dan melempar mobil tersangka. Korban yang tidak mau menderita kerugian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Begalung.

Menerima laporan, jajaran Lantas Polresta Padang langsung memburu tiga tersangka dan menutup pergerakan keluar dari kawasan Teluk Bayur. "Jajaran Lantas yang bekerja sama dengan tim Reskrim Polsek Lubeg, berhasil mempersempit ruang gerak pelaku, sehingga berhasil menangkap salah seorang tersangka di dekat SMP N 6 Padang," kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Komarudin,

Dijelaskan, tiga tersangka yang mencoba melarikan diri tersebut, dalam pelarian sempat menabrak seorang pengandara motor. Akibat tabrakan tersebut membuat mobil kehilangan kendali, saat mobil oleng dan laju mobil melambat, anggota Reskrim Polsek Lubeg, menembak mobil dan ban bagian belakang di dekat SMP N 6.

Polisi menyita barang bukti berupa empat ekor kambing dari dalam mobil yang digunakan pelaku. Sedangkan dugaan sementara, pelaku yang berhasil ditangkap tersebut, juga pelaku jambret yang beraksi di kawasan Koto Tangah beberapa waktu lalu. Setelah berobat ke rumah sakit Bhayangkara, tersangka dijebloskan ke sel tahanan Polsek Lubeg.
(cr13/sam/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2010/08/30/71272/Ditembak,--Gondol-Ternak-dengan-Innova