Tuesday, 28 May 2013
Ditembak Polisi, Pencuri Ternak Terkapar
Saturday, 11 August 2012
Spesialis Pencuri Ternak Terpaksa Ditembak
Pada penggerebekan yang dilakukan Jumat (10/08/2012) siang, polisi berhasil membekuk dua pencuri yakni Pajung Lamasenua (44) serta Suri (38). Mereka dibekuk masing-masing kediamannya di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo.
Dalam penggerebekan ini, Pajung terpaksa dihadiahi timah panas pada kaki kanannya lantaran berusaha melawan petugas saat polisi menggerebek rumahnya. Sementara Suri juga berhasil dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan.
Atas peristiwa ini Pajung langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng, Sengkang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Kawanan ini memang telah masuk daftar Pencarian orang (DPO) sejak tiga tahun terakhir dan baru dua orang yang berhasil kami tangkap," ujar AKP Aska Mappe, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Wajo.
Kawanan pencuri ternak ini kerap melakukan aksinya di Kabupaten Wajo dengan cara yang terbilang berani dan unik. Usai melakukan aksinya para pelaku kemudian mendatangi korbannya dan melakukan pemgancaman agar kasus pencurian ternak milik korbannya tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Tuesday, 3 July 2012
Curi Ternak, Duda 3 Anak Ditembak
Monday, 27 February 2012
Serang Polisi, Pencuri Ternak Ditembak
Polisi yang mengenakan pakaian preman diserang menggunakan parang panjang dan pisau dapur. Beruntung, aksi nekat pelaku yang diketahui memiliki tiga nama yakni Syahril alias Saharuddin alias Rahuddin itu juga memiliki empat KTP dengan alamat yang berbeda.
Pelaku yang merupakan target operasi Polres Bulukumba, baru berhasil ditangkap setelah dua tahun bersembunyi. "Kami terpaksa menembaknya, karena pada saat dirinya akan ditangkap pelaku sempat menyerang polisi," ungkap Kapolsek Ujungloe, AKP Thamrin Nur, Senin (27/2/2012).
Saat penggeledahan, polisi menemukan barang bukti berupa sejumlah kupon putih, empat jenis KTP serta parang panjang yang digunakan untuk menyerang polisi. Dalam penyelidikan petugas, Syahril mengakui perbuatannya. Dirinya beraksi bersama beberapa rekannya yang saat ini menjadi buronan.
Setiap melakukan aksinya, Syahril memeiliki peranan mengeksekusi ternak yang akan dicuri serta menjualnya. Pada Jumat (24/02/2012) siang, polisi juga berhasil menangkap empat orang pelaku pencurian ternak yang sedang membawa delapan ekor sapi siap dipotong di rumah pemotongan hewan. Namun mereka tidak bisa memperlihatkan surat kepemilikan, maupun surat ijin atas ternak yang akan dipotong tersebut. Agar ternak yang dicuri tidak dicurigai oleh orang lain, para pelaku menukar dengan ternak hasil curian lain dari kabupaten lain.
http://regional.kompas.com/read/2012/02/27/11063070/Serang.Polisi..Pencuri.Ternak.Ditembak.
Thursday, 1 September 2011
Curi Lembu, Centeng PT Lonsum Tewas Ditembak Polisi
Medan - Kepolisian Sumatera Utara (Sumut) menembak seorang pencuri ternak di kawasan Deli Serdang. Mulyadi (31) tewas setelah mencoba melarikan diri saat disergap petugas.
Peristiwa penembakan itu terjadi saat petugas kepolisian melakukan penyergapan di rumah Mulyadi Jl Nagarejo, Dusun III, Gang Salim, Kelurahan Nagarejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (24/8) sekitar pukul 21.00 WIB.
Salah seorang keluarga, Wandi mengatakan, saat penyergapan, Adi berusaha melarikan diri. Kemudian petugas melepaskan tembakan hingga mengenai rusuk kanan. Akibatnya, Mulyadi langsung rubuh bersimbah darah.
Akibat luka tersebut, Mulyadi dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan. Namun dalam perjalanan lelaki yang bekerja sebagai centeng di perkebunan sawit milik PT London Sumatera (Lonsum) tersebut tewas. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSU Pirngadi, Jl HM Yamin, Medan.
"Mulyadi dan dua temannya memang terlibat pencurian lembu milik warga dua minggu lalu. Tapi sudah berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi tiba-tiba polisi datang mau melakukan penangkapan. Karena itu dia berusaha melarikan diri," kata Wandi.
Sementara itu, Nuryati, istri Mulyadi menyatakan keluarga tidak bisa menerima perlakuan aparat karena suaminya sudah berdamai dengan pemilik lembu.
"Suami saya sudah berdamai dengan pemilik lembu. Keluarga berencana menempuh jalur hukum agar polisi tidak asal main tembak saja," kata Nuryati sambil terisak di rumah sakit, Kamis siang.
Usai menjalani otopsi, jenazah langsung dibawa ke rumah duka. Rencananya pihak keluarga akan melakukan prosesi pemakaman Kamis sore.
Friday, 26 August 2011
Curi Lembu, Mulyadi Ditembak Mati Polisi
SEORANG pencuri ternak lembu di Deli Serdang, Mulyadi (31), tewas setelah diterjang timah panas milik anggota Kepolisian Sumatera Utara (Sumut) karena mencoba melarikan diri saat disergap petugas.
Penyergapan dilakukan polisi di rumah Mulyadi di Jl Nagarejo, Dusun III, Gang Salim, Kelurahan Nagarejo, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang pada Rabu (24/8/2011) sekitar pukul 21.00 WIB.
Saat itu, Adi berusaha melarikan diri. Namun, peluru mengenai rusuk bagian kanannya. Adi pun tersungkur dengan bersimbah darah. Ia sempat dibawa ke rumah sakit untuk menyelamatkan nyawanya. Namun, centeng perkebunan sawit milik PT London Sumatera (Lonsum) ini tak tertolong. Ia tewas di perjalanan. Jenazahnya kemudian dibawa ke RSU Pirngadi, Jl HM Yamin, Medan.
Kerabat Adi bernama Wandi membenarkan korban dan dua temannya terlibat pencurian lembu milik warga dua pekan lalu. Namun, persoalan itu sudah diselesaikan dengan cara perdamaian. “Tapi tiba-tiba polisi datang mau melakukan penangkapan. Karena itu dia berusaha melarikan diri,” kata Wandi.
Keterangan Wandi diperkuat Nuryati, istri Mulyadi. “Suami saya sudah berdamai dengan pemilik lembu. Keluarga berencana menempuh jalur hukum agar polisi tidak asal main tembak saja,” kata Nuryati sambil terisak di rumah sakit, Kamis siang. Menurutnya, keluarga tidak bisa menerima perlakuan polisi seperti itu. Jenazah korban sudah dikebumikan Kamis sore.
http://www.medantalk.com/curi-lembu-mulyadi-ditembak-mati-polisi/
Thursday, 16 September 2010
Gembong Pencuri Ternak Ditembak
Gembong Pencuri Ternak Ditembak
Metrotvnews.com, Bulukumba: Seorang gembong pencurian ternak di Bulukumba, Sulawesi Selatan, Kamis (15/9), ditembak polisi. Ammang ditembak karena kabur saat dibekuk di rumah kerabatnya di Jalan Jawi-Jawi Ujung, Bulukumba.
Polisi sempat memberi tembakan peringatan, namun tak digubris. Polisi akhirnya menembak Ammang. Pelaku sempat kritis karena peluru mengenai pembuluh darah. Ammang membaik setelah peluru dikeluarkan. Tanpa menunggu lama, polisi langsung membawa Ammang ke tahanan Kepolisian Resor Bulukumba.
Ammang ditangkap setelah sembilan rekan seprofesinya juga tertangkap. Selama beraksi, Ammang telah mencuri sedikitnya 400 sapi dalam kurun waktu setahun. Polisi masih menyelidiki kasus ini guna mencari pelaku lainnya.(Ifa Musdalifa/IKA)
http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/news/2010/09/16/29018/Gembong-Pencuri-Ternak-Ditembak
Sunday, 29 August 2010
Ditembak, Gondol Ternak dengan Innova
"Saat satu orang tersangka ditembak, dua tersangka lain terus melarikan diri dan hilang di dalam semak. Walaupun demikian pengejaran terhadap dua tersangka tersebut tetap dilakukan dengan menelusuri bukit Pegambiran," ujar Kasat Rekrim Polresta Padang AKP Bambang, kemarin. Penangkapan tersangka dilakukan akhir pekan lalu di dekat SMP N 6 Padang.
Kawanan pencuri ternak tersebut, sebelumnya terlihat dari kawasan Pesisir Selatan dengan menggunakan satu unit Kijang Innova BA 24 14 W. Sesampai di kawasan Bukit Lampu, Lubuk Begalung, tiga tersangka mencoba peruntungannya dan mengambil empat ekor kambing di pinggir jalan. Tapi aksi tersangka diketahui pemilik kambing dan melempar mobil tersangka. Korban yang tidak mau menderita kerugian langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lubuk Begalung.
Menerima laporan, jajaran Lantas Polresta Padang langsung memburu tiga tersangka dan menutup pergerakan keluar dari kawasan Teluk Bayur. "Jajaran Lantas yang bekerja sama dengan tim Reskrim Polsek Lubeg, berhasil mempersempit ruang gerak pelaku, sehingga berhasil menangkap salah seorang tersangka di dekat SMP N 6 Padang," kata Kasat Lantas Polresta Padang Kompol Komarudin,
Dijelaskan, tiga tersangka yang mencoba melarikan diri tersebut, dalam pelarian sempat menabrak seorang pengandara motor. Akibat tabrakan tersebut membuat mobil kehilangan kendali, saat mobil oleng dan laju mobil melambat, anggota Reskrim Polsek Lubeg, menembak mobil dan ban bagian belakang di dekat SMP N 6.
Polisi menyita barang bukti berupa empat ekor kambing dari dalam mobil yang digunakan pelaku. Sedangkan dugaan sementara, pelaku yang berhasil ditangkap tersebut, juga pelaku jambret yang beraksi di kawasan Koto Tangah beberapa waktu lalu. Setelah berobat ke rumah sakit Bhayangkara, tersangka dijebloskan ke sel tahanan Polsek Lubeg. (cr13/sam/jpnn)
