Showing posts with label pencopetan. Show all posts
Showing posts with label pencopetan. Show all posts

Wednesday, 4 January 2012

Nyopet untuk Biaya Berobat Istri, Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Rabu, 4 Januari 2012 18:21 WIB
Nyopet untuk Biaya Berobat Istri, Ditembak Polisi
Sriwijaya Psot/Arief b Rohekan)
Bersama Istri---Murdani (24) warga Jalan Ps Lautan Lr Bunga Tanjung No 38 RW 01 Kelurahan 35 Ilir IB II, terpaksa ditembak pada kaki kirinya bersama istrinya.
TRIBUNNEWS.COM,PALEMBANG - Salah satu residivis copet yang sering melakukan aksinya di sekitar Monpera, berhasil dilumpuhkan aparat Reskrim Polresta Palembang, Rabu (4/1/2012).
Saat hendak ditangkap polisi, Murdani (24) warga Jalan Ps Lautan Lr Bunga Tanjung No 38 RW 01 Kelurahan 35 Ilir IB II, terpaksa ditembak pada kaki kirinya.
Menurut keterangan tersangka, dirinya nekat melakukan aksi pencopetan tersebut untuk biaya berobat istrinya yang sedang sakit.
"Aku baru 3 bulan keluar dari LP Pakjo atas kasus yang sama, tapi aku lakukan ini karena istri aku lagi demam jadi butuh duit untuk biaya berobat," ungkap bapak satu anak ini kepada Sripoku.com.
Sementara istri tersangka yang tidak mau namanya disebutkan, tampak datang membesuk sang suami tercinta yang tergeletak lemas di Mapolresta Palembang, dengan membawa makan serta minum.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Drs Agus Sulistiyono Msi, melalui Kasat Reskrim Kompol Frido Situmorang SIk SH, membenarkan penangkapan pelaku dan saat ini masih dalam pemeriksaan petugas.
"Pelaku sudah lama diintai dan sebelum ditangkap tersangka tertangkap tangan mencopet tas seorang korban yang merupakan wanita. Dan saat ini tersangka sudah diamankan dan diperiksa lebih lanjut," tegas Frido. (Arief b Rohekan)

Editor: Romualdus Pius  |  Sumber: Sriwijaya Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tuesday, 28 June 2011

Raja Copet di Bogor Bonyok Dikeroyok

Rabu, 29 Juni 2011 - 6:32 WIB

BOGOR (Pos Kota) – Petualangan raja copet Pasar Anyar di Jalan Nyi Raja Permas Kota Bogor berakhir. Setelah menjadi TO polisi, ia tidak berkutik saat massa menangkapnya usai beraksi .

Raja copet Hartadi 26, yang biasa beraksi diseputar kawasan Plaza Dewi Sartika, Jalan Nyi Raja Pemas, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, yang babak belur akibat pengadilan jalanan massa, lalu diserahkan ke petugas .

Penangkapan pelaku berkat teriakan Karyati 36, pengunjung Plaza Ramayana Dewi Sartika. Korban yang tengah berbelanja, merasa dompetnya dicopet. Anak korban bernama Putra Aditia, 10 tahun memastikan ke ayahnya, jika dompetnya diambil pelaku.

Istri korban berusaha mengejar pelaku sambil berteriak copet. Massa yang mengepung, lalu menangkap spesialis copet ini dan menghakiminya. Polisi yang mengamankan pelaku, berhasil menyita dompet warna merah milik korban berisi uang Rp 250 ribu dan sebuah HP.

Korban warga Parung, Kabupaten Bogor ini menuturkan, pelaku cepat beraksi.Namun anaknya yang berada di belakangnya melihat. Yakin telah kehilangan barang berharga, dirinya langsung berteriak hingga mengundang penasaran warga yang kemudian menangkap pelaku yang tengah kabur.

“Untung polisi cepat tiba dilokasi. Hadiah pukulan dan tendangan ke wajah dan tubuhnya, membuat pelaku langsung tersungkur bersimbah darah. Pelaku yang babak belur langsung digelandang ke Mapolsek Bogor Tengah untuk dimintai keterangan,” kata korban.

Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, AKP Achmad Choerudin, membenarkan penangkapan tersebut. “Peristiwa itu benar. Pelaku dan barang bukti sudah kami amankan di Polsek. Hingga kini kasusnya masih kami kembangkan,” ungkap AKP Choerudin yang menjerat tersangka dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pidana penjara 5 tahun.(yopi/b)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/06/29/raja-copet-di-bogor-bonyok-dikeroyok

Tuesday, 14 June 2011

Komplotan Pencopet Pura-Pura Muntah Dibekuk

Senin, 13 Juni 2011 - 20:45 WIB

TANGERANG (Pos kota)- Komplotan pencopet dengan modus berpura-pura muntah di Angkot disergap Buser Polsekta Cipondoh,Senin (13/6). Seorang terpaksa dibedil betis kanannya.
Suheli,23, Suhaeri,24, Ruli ketiganya asal Lampung dan Yadi,26 asal Serang Banten. Ruli ditembak karena kabur ke permukiman warga saat disergap tim patroli dan Buser Polsekta Cipondoh dipimpin Aipda Waryo. Mobil Avanza hitam B.1328 QJ yang dikemudikan Yadi kabur ke Cikupa Kabupaten Tangerang. Mobil ini dikejar petugas dan diamankan di Polsek.
Menurut tersangka Yadi, ia berperan menjadi sopir dalam aksi itu, sedangkan Suheli, Suhaeri dan Ruli mencari sasaran di Angkot. Dalam operasinya Yadi mengikuti angkot dan kalo sudah berhasil mencuri komplotan ini naik ke Avanza.
Senin siang komplotan ini mencari sasaran di Angkot rute Cikokol – Ciledug. Ruli, Suheli dan Suhaeri naik dari Cikokol. Di angkot mereka berpura-pura muntah dan kejang-kejang sehingga membuat suasana gaduh . Pada saat itu mereka merogoh tas seorang mahasiswi UIN, Lisa Permatasari, dan mengambil HP.
Setelah mengambil HP mereka turun dari angkot di Jalan Hasyim Ashari tepatnya di Kelurahan Neroktog. Korban lalu berteriak maling sehingga warga ramai mengejarnya. Namun, ternyata tiga tersangka ini hendak naik ke mobil Avanza hitam yang menunggu di belakang angkot.
Karena panik dikejar warga, Ruli tidak jadi naik ke mobil Avanza, ia memilih kabur ke permukiman warga. Saat warga mengejar tersangka Ruli, petugas Patko kebetulan melintas sehingga petugas menembak betis Ruli hingga terjengkang.
Mobil Avanza yang ditumpangi tersangka Yadi, Suheli dan Suhaeri berusaha kabur sehingga dikejar mobil patroli hingga tertangkap di Cikupa sekitar 25 KM dari TKP. Petugas saat mengejar mobil pelaku sempat kehilangan jejak, tapi akhirnya berhasil memepet mobil pelaku.
Menurut pengakuan tersangka Yadi, mobil yang dipakai operasional mobil sewaan di Serang Banten setiap harinya disewa Rp 300 ribu dan sudah seminggu disewa. Ia dan tiga temannya sudah 5 kali melakukan kejahatan. Terkadang berpura-pura muntah, kadang menjamret.
Menurut Kapolsekta Cipondoh,Kompol Arlon Sitinjak,SH keempat tersangka sedang diperiksa intensif. Modus operandinya menggunakan mobil Avanza sewaan. “Mereka selain beroperasi di angkot juga menjambret,”jelasnya. (maryoto/B)

Monday, 21 June 2010

Tiga Gembong Copet Didor

Jumat, 18 Juni 2010 23:12
Berulang kali ditangkap polisi dan keluar masuk penjara, tidak membuat kapok komplotan gembong pencopetan dalam bus kota, Hendra (35) dan Daniel (35). Baru bebas dua minggu yang lalu dari Rutan Merdeka, mereka beraksi lagi, tapi aksinya berakhir setelah kaki kanannya ditembus pelor aparat Unit Resmob Poltabes Palembang pimpinan Iptu Agus Sulistianto SH dan Katim I Bripka Armadan.

Selain kedua residivis itu, ditembak pula seorang anggota komplotannya lagi, Yunizar alias Ita (35), Kamis (17/6) sekitar pukul 17.00 WIB. ”Yang kasus nyopet bulan Februari kemarin, aku samo Daniel keno 3,5 bulan. Aku bayar Rp7 juta samo jaksanyo, Rmi (diinisialkan). Duitnyo, yo adek aku cari pinjaman,” aku Hendra, warga Jl Demi Laka, Kalidoni, yang juga beralamat di Jl A Yani, Lr Kelekar, Kelurahan 8 Ulu.

Sekadar mengingatkan, ketika ditangkap mencopet Jumat (12/2) sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka Daniel dan Hendra, bersama tiga temannya yang lain, Sofyan Effendi (36), warga Jl A Yani, Lr Kelekar, dan Ahmad Junaidi (35) warga Jl SM Mansyur, Lr Gelora. Mereka mencopet Hp Nexian Berry, milik guru bernama Husniati Spd (38), warga Jl Sempayo, Kelurahan 30 Ilir, dalam bus kota jurusan Km 12-Plaju.

Dalam kasus pencopetannya kali ini, tiga tersangka Daniel, Hendra dan Yunizar, mencopet Hp Sony Ericsson K770i dari dalam saku celana Nurhayati (21), mahasiswi yang menumpang bus kota jurusan Bukit Besar, saat melintas di Jl Merdeka, Kamis (17/6) sekitar pukul 11.30 WIB. Sebelumnya, ketiganya juga berhasil mencopet Hp Nokia N70 milik Suwanto (51), warga Sako, ketika menumpang mobil bus kota jurusan Perumnas-Plaju, melintas di depan Pasar Cinde.

Diakui tersangka Hendra, dirinya sudah sekitar ratusan kali mencopet berkelompok. Tahun 2006 kaki kanannya pernah ditembak polisi, memberi uang ke oknum jaksa yang memegang perkaranya sebanyak Rp3,5 juta hingga divonis 6 bulan penjara. Kemudian tahun 2009, beri Rp8 juta ke oknum jaksa lagi hingga divonis 6 bulan lagi. ”Aku jugo pernah bongkar warung manisan di Jejawi, OKI, dapet rokok. Samo Ita (Yunizar), Mus, Munik, Mujirin,” akunya.

Namun, tersangka Yunizar alias Ita, membantah pernah mencuri bersama Hendra di Kecamatan Jejawi, OKI. Tapi tersangka Yunizar mengaku pernah dipenjara selama 3 bulan di Rutan Merdeka tahun 2003, dan 1 tahun di Rutan Prabumulih pada tahun 2008, semuanya kasus pencopetan. Sedangkan tersangka Daniel, mengaku tahun 2006 dia pernah dipenjara selama 4 bulan dalam kasus copet, setelah beri uang ke oknum jaksanya Rp5 juta. Kemudian yang terakhir kasus bersama Hendra, dia juga divonis 3,5 bulan penjara, tapi hanya beri uang Rp1,5 juta.

Terpisah, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang, H Yuspar SH MH mengaku tidak tahu dengan jaksa yang bernama Rmi (diinisialkan). Setahunya, tidak ada jaksanya di kejarin yang bernama Rmi tersebut. “Itu gak ada, dan dak benar, jangan diekspos kalau hanya pengakuan pelaku yang belum tahu kebenarannya,” tukas Yuspar, setelah sempat diceritakan pengakuan tersangka copet tersebut. (12/mg41)


http://sumeks.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=7631:tiga-gembong-copet-didor&catid=41:dor&Itemid=91