Showing posts with label maret 2013. Show all posts
Showing posts with label maret 2013. Show all posts
Tuesday, 23 April 2013
Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi
http://youtu.be/P5TrfA9zErc
Labels:
cilandak,
ditembak mati,
DKI Jakarta,
DPO,
Indramayu,
Jabar,
maret 2013,
perampok
Monday, 8 April 2013
Kontras: Seberapa Bahaya Mereka Sampai Harus Ditembak Mati?
Tribunnews.com - Sabtu, 16 Maret 2013 20:11 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras), mempertanyakan seberapa membahayakan perampok sekaligus terduga teroris, yang ditembak mati polisi di Bekasi dan Jakarta Utara.
Harris Azhar, Koordinator Kontras mengatakan, polisi memang berhak menembak jika si pelaku membahayakan.
"Namun, kami perlu tahu membayakan seperti apa para tersangka tersebut," ujar Haris kepada Tribunnews.com, Sabtu (16/3/2013).
Haris menuturkan, operasi yang dilakukan polisi adalah untuk menjalankan penegakan hukum. Setidaknya, hukum yang harus menentukan apakah yang ditangkap atau ditembak, bersalah atau tidak.
"Jadi, biar hukum yang menentukan, bukan dengan ditembak mati," katanya.
Pihak keluarga korban pun berhak meminta investigasi, atas meninggalnya keluarga mereka yang ditembak polisi. Keluarga korban bisa meminta bantuan kepada Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), atau Irwasum Polri.
Sebelumnya diberitakan, tiga dari tujuh perampok toko emas tewas ditembak polisi, yakni M, A, dan H alias P. (*)
http://www.tribunnews.com/2013/03/16/kontras-seberapa-bahaya-mereka-sampai-harus-ditembak-mati
Labels:
Bekasi,
ditembak mati,
jakut,
kontras,
lsm protes,
maret 2013,
terroris
1 Dari 5 Perampok Toko Emas Ditembak Mati
Selasa, 26/03/2013 17:28 WIB
Jember - Satu dari 5 perampok yang beraksi di toko mas di Dusun Kecik Desa Keting Kecamatan Jombang, ditembak mati Polres Jember. Polisi juga berhasil membekuk 3 pelaku lain, sedangkan 2 pelaku berhasil kabur.
Kapolres Jember AKBP Jayadi mengatakan, pihaknya belum bisa mengungkap identitas para pelaku yang ditangkap, karena saat ini masih dalam pemeriksaan.
"Kita memang berhasil membekuk 4 tersangka pelaku perampok toko emas di Desa Keting Kecamatan Jombang. Satu orang meninggal dunia akibat luka tembak, sedangkan tiga orang juga kita tangkap setelah kakinya juga kita tembak. Kita tindak tegas karena mereka berusaha melawan. Dua orang masih kita kejar. Identitas para pelaku yang berhasil kita bekuk belum bisa kita sampaikan karena masih dalam pemeriksaan," urai Jayadi kepada wartawan, Selasa (26/3/2013).
Karena mengalami luka tembak, polisi langsung membawa mereka ke RSD Balung untuk perawatan. Sedangkan pelaku yang meninggal dunia, juga dimintakan visum, sebelum diserahkan ke keluarganya di Kecamatan Rambipuji.
"Kita berhasil menangkap pelaku selang 1 jam setelah mereka beraksi," tambah Jayadi.
Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah perhiasan emas hasil kejahatan dan sejumlah senjata tajam. Diantaranya clurit, yang digunakan pelaku menjalankan aksinya.
"Barang bukti sudah kita amankan, pelakunya masih dalam pemeriksaan," kata Jayadi.
Sementara itu, pemilik toko emas yang dirampok, Mamik Endang menceritakan, pelaku yang berjumlah 6 orang, datang dengan mengendarai 3 motor.
"Awalnya satu orang datang berpura–pura melihat-lihat. Kemudian ada temannya lagi masuk dan langsung memecah kaca etalase. Tak lama kemudian yang lainnya juga masuk dan mengambil perhiasan yang ada di etalase tersebut," kenang Mamik.
Mamik mengaku tak bisa mengenali pelaku, karena mereka semua memakai helm teropong. Mamik dan sejumlah karyawannya juga tak berani melawan karena semua pelaku membawa senjata tajam.
"Kami semua hanya bisa jongkok di dekat etalase, tidak berani berbuat apa–apa," ujar perempuan parobaya itu.
Puas mengobrak–abrik toko emas milik Mamik, pelaku kemudian kabur ke arah Utara. Dari aksinya itu, mereka berhasil membawa kabur 1 ons perhiasan emas dan 1 kilogram perhiasan perak. "Total kerugian saya sekitar Rp 50 juta," kata Mamik.
(fat/fat)
http://surabaya.detik.com/read/2013/03/26/172856/2204367/475/1-dari-5-perampok-toko-emas-ditembak-mati
Labels:
ditembak mati,
Jatim,
jember,
maret 2013,
perampok toko mas
Monday, 1 April 2013
Satu Perampok di Ciracas Tewas Ditembak Polisi
Tribunnews.com - Minggu, 3 Maret 2013 23:42 WIB
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polisi kembali meringkus tiga anggota komplotan curanmor di Jalan Tanah Merdeka IV RT 06/04, Kelurahan Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Senin (25/2/2013) sekitar pukul 04.10 WIB.
"Tiga pelaku dibekuk di kawasan Senayan, setelah dikejar dari kawasan Ciawi, Jawa Barat. Satu orang atas nama Yusuf terpaksa dilumpuhkan dan meninggal dunia," ujar Kasat Resmob Polda Metro Jaya AKBP Herry Heriawan, dalam pesan singkat yang diterima Tribunnews.com, Minggu (3/3/2013).
Herry menuturkan, saat ini jenazah Yusuf berada di Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Sementara, dua pelaku lain masih dibawa tim untuk pengembangan. Saat ditanya mengenai peran dan inisial dua pelaku lain, Herry enggan menjelaskan secara rinci.
"Besok saja, Senin (4/3/2013) akan dirilis," ucapnya.
Komplotan terdiri dari Dani yang melengkapi diri dengan senjata tajam, ditangkap warga saat kejadian.
Lalu, R dan T berperan sebagai penadah, dan Yusuf, yang terpaksa dilumpuhkan dan meninggal dunia. Ada dua orang lagi yang saat ini masih dibawa petugas untuk pengembangan.
Namun, hingga kini aktor perampokan, yakni AD, pelaku yang melengkapi diri dengan senjata api jenis FN, masih buron. Sejak kejadian sampai saat ini, petugas belum menemukan tempat persembunyian AD.
Pencurian kendaraan bermotor berawal saat dua pelaku, salah satunya Deni Saputra, datang ke halaman rumah korban di Tanah Merdeka. Saat hendak menggondol sepeda motor, pelaku kepergok oleh pemilik rumah dan diteriaki maling.
Pelaku panik, lalu mengeluarkan senjata api dan menembak dada korban. Warga lalu berdatangan, dan Deni yang membawa senjata tajam juga melakukan perlawanan.
Akibatnya, dua orang meninggal dunia, dan empat lainnya mengalami luka tusuk dan menjalani perawatan.
Korban bernama Jamhari, meninggal dunia karena luka tusuk di perut hingga usus terburai. Korban lainnya adalah Kriston Hutagalung, juga meninggal dunia akibat luka tusuk di rusuk kiri.
Korban lain, Histon Hutagang, mengalami luka tusuk di tangan kiri. Norma mengalami luka tembak di perut kiri, dan peluru bersarang di perutnya. Yogi Hutagalung menderita luka tusuk di dada kiri, dan Ian Setiawan mengalami luka tusuk di lengan kiri
Beberapa barang bukti yang berhasil diamankan berupa sebilah pisau, kunci T, Honda Beat B 3180 TGC milik pelaku, proyektil, serta empat selongsong peluru. (*)
Penulis: Theresia Felisiani | Editor: Yaspen Martinus
http://jakarta.tribunnews.com/2013/03/03/satu-perampok-di-ciracas-tewas-ditembak-polisi
Labels:
ciracas,
Curanmor,
diembak mati,
kampung rambutan,
maret 2013
Pelaku Pencurian Ditembak Polisi
Pelaku Pencurian Ditangkap
By: Oki/Warta-Jatim.com
By: Oki/Warta-Jatim.com
Warta-Jatim.com – Bondowoso | Seorang DPO pelaku pencurian dengan kekerasan, curas, ditembak aparat Resmob Polres Bondowoso saat akan dilakukan penyergapan. Pelaku yaitu Didi Kusnadi , 37 tahun, warga Dusun Lanas Desa Sukorejo Kecamatan Sukosari Kabupaten Bondowoso (20, 03).
Tim reserse mobil, Resmob, Polres Bondowoso berhasil menangkap seorang pelaku pencurian dengan kekerasan, atau curas, yaitu Didi Kusnadi di wilayah Desa Baban Kecamatan Kapura Kabupaten Sumenep pada Senin malam. Pelaku yang masuk daftar pencarian orang, DPO ini ditangkap petugas saat sedang tertidur pulas bersama istrinya di Sumenep. Pelaku Didi yang dikenal sadis dalam melakukan aksinya tersebut sempat berupaya melarikan diri dan menyerang petugas dengan menggunakan sebilah celurit miliknya, namun upaya tersebut gagal karena petugas lebih dahulu menghadiahinya dengan timah panas di bagian kaki sebelah kanan.
Akibat luka tembak tersebut, pelaku akhirnya dibawa petugas ke Rumah Sakit Umum di Kabupaten Sumenep untuk mendapatkan perawatan intensif, setelah itu baru digelandang ke Mapolres Bondowoso untuk proses hukum dan pengembangan penyelidikan lebih lanjut. Pelaku sendiri melakukan aksi pencurian dengan menyekap korbannya yaitu Haji Abdul Aziz dan keluarganya di Sukosari Bondowoso pada bulan Februari lalu. Pelaku berhasil membawa kabur beberapa perhiasan dan uang tunai sebesar sembilan belas juta rupiah.
Akibat perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 365 ayat 02 tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman maksimal dua belas tahun penjara. [OKY-GTA]
http://warta-jatim.com/2013/03/20/pelaku-pencurian-ditembak-polisi/
Labels:
bondowoso,
curas,
DPO,
maret 2013,
Tembak Kaki
Tersangka Perampok Ditembak Polisi
Jajaran Kepolisian Resor Boyolali menembak tersangka perampok taksi Syaifudin Teguh Ariyadi (23), setelah menikam tubuh korban, yakni sopir taksi, dengan senjata tajam.
"Dia ditembak karena saat hendak ditangkap berusaha kabur," kata Kepala Polres Boyolali AKBP Budi Haryanto di Boyolali, Jumat.
Menurut dia, tersangka melakukan perampokan mobil taksi Avanza warna putih nomor polisi AD 1002 BB yang dikemudikan oleh Haryanto (55) di Jalan Raya Guwo-Juwangi, yakni di Dusun Rampelas, Desa Guwo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Kamis (28/3) petang.
"Tersangka kini diamankan di Mapolres Boyolali bersama barang bukti sebuah mobil taksi Avanza warna putih nomor polisi AD 1002 BB, dan sebilah pisau yang digunakan menusuk korban, Haryanto (55), warga Dukuh Dudan, Desa Randusari, Teras, Boyolali," kata Kapolres.
Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan tersangka yang warga Desa Candisari, Ampel, itu mengaku bahwa dia sejak awal memang berniat merampok taksi dengan alasan ingin memiliki mobil.
Tersangka saat merampas taksi warna putih tersebut menikam punggung dan pundak korban dengan sebuah pisau yang dibelinya seharga Rp20 ribu. Akibatnya, sopir taksi Haryanto mengalami luka parah dan kini masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Pandanarang Boyolali.
Peristiwa perampokan tersebut berawal dari tersangka saat naik taksi yang dikemudikan oleh korban untuk diantarkan ke Juwangi melalui jalur Ampel. Dengan alasan menjemput seorang temannya.
Namun setibanya di tempat kejadian perkara sekitar pukul 17.30 WIB, tersangka meminta sopir agar menjalankan mobilnya dengan pelan-pelan.
"Tersangka saat itu mengeluarkan pisau dari pinggangnya mengacungkan ke arah korban dan meminta agar menyerahkan mobilnya," katanya.
Korban sempat melakukan perlawanan dan tersangka kemudian menghujamkan pisau ke arah punggung dua kali, bahu kanan, dan leher kiri.
Meskipun korban terluka parah akibat tusukan senjata tajam, dia berusaha menyelamatkan diri keluar dari mobil minta pertolongan warga sekitar. Mobil kondisi masih jalan pelan dan akhirnya terperosok ke sebuah parit.
Tersangka yang masih di dalam mobil kemudian keluar dan lari ke arah hutan di sekitar tempat kejadian perkara, tetapi dia hendak mengambil mobil taksi itu setelah dirasa kondisi aman.
Tersangka kemudian menghidupkan mesin mobil taksi hasil rampasan tersebut, tetapi mobil tidak bisa bergerak atau keluar dari parit.
Polisi yang mendapatkan laporan dari warga setempat langsung ke lokasi kejadian dan berhasil menangkap tersangka. Karena tersangka berusaha kabur polisi menembak kaki kanannya setelah ada tembakan peringat pelaku tidak mengubris. (bn/ant)
Menurut dia, tersangka melakukan perampokan mobil taksi Avanza warna putih nomor polisi AD 1002 BB yang dikemudikan oleh Haryanto (55) di Jalan Raya Guwo-Juwangi, yakni di Dusun Rampelas, Desa Guwo, Kecamatan Kemusu, Boyolali, Kamis (28/3) petang.
"Tersangka kini diamankan di Mapolres Boyolali bersama barang bukti sebuah mobil taksi Avanza warna putih nomor polisi AD 1002 BB, dan sebilah pisau yang digunakan menusuk korban, Haryanto (55), warga Dukuh Dudan, Desa Randusari, Teras, Boyolali," kata Kapolres.
Menurut Kapolres, dari hasil pemeriksaan tersangka yang warga Desa Candisari, Ampel, itu mengaku bahwa dia sejak awal memang berniat merampok taksi dengan alasan ingin memiliki mobil.
Tersangka saat merampas taksi warna putih tersebut menikam punggung dan pundak korban dengan sebuah pisau yang dibelinya seharga Rp20 ribu. Akibatnya, sopir taksi Haryanto mengalami luka parah dan kini masih dirawat intensif di ruang ICU RSUD Pandanarang Boyolali.
Peristiwa perampokan tersebut berawal dari tersangka saat naik taksi yang dikemudikan oleh korban untuk diantarkan ke Juwangi melalui jalur Ampel. Dengan alasan menjemput seorang temannya.
Namun setibanya di tempat kejadian perkara sekitar pukul 17.30 WIB, tersangka meminta sopir agar menjalankan mobilnya dengan pelan-pelan.
"Tersangka saat itu mengeluarkan pisau dari pinggangnya mengacungkan ke arah korban dan meminta agar menyerahkan mobilnya," katanya.
Korban sempat melakukan perlawanan dan tersangka kemudian menghujamkan pisau ke arah punggung dua kali, bahu kanan, dan leher kiri.
Meskipun korban terluka parah akibat tusukan senjata tajam, dia berusaha menyelamatkan diri keluar dari mobil minta pertolongan warga sekitar. Mobil kondisi masih jalan pelan dan akhirnya terperosok ke sebuah parit.
Tersangka yang masih di dalam mobil kemudian keluar dan lari ke arah hutan di sekitar tempat kejadian perkara, tetapi dia hendak mengambil mobil taksi itu setelah dirasa kondisi aman.
Tersangka kemudian menghidupkan mesin mobil taksi hasil rampasan tersebut, tetapi mobil tidak bisa bergerak atau keluar dari parit.
Polisi yang mendapatkan laporan dari warga setempat langsung ke lokasi kejadian dan berhasil menangkap tersangka. Karena tersangka berusaha kabur polisi menembak kaki kanannya setelah ada tembakan peringat pelaku tidak mengubris. (bn/ant)
http://www.ciputranews.com/hukum/tersangka-perampok-taksi-ditembak-polisi
Labels:
boyolali,
Jateng,
maret 2013,
perampok,
Tembak Kaki
Saturday, 30 March 2013
Kapten, Julukan Perampok SPBU yang Ditembak Polisi
Jakarta - Hoderi alias Dori (37), perampok yang ditembak mati oleh anggota kepolisian karena berusaha melarikan diri pada Jumat (29/3) dinihari dijuluki 'Kapten'.
Dori diketahui merupakan otak intelektual sekaligus pimpinan dalam komplotan perampok yang kerap menyasar petugas SPBU di wilayah Jakarta Timur yang akan menyetorkan uang hasil penjualan ke bank tersebut.
"HDR itu pimpinan komplotan ini. Dia biasa dipanggil kapten. Dalam melakukan kejahatannya HDR berperan sebagai aktor intelektual dan mengotaki kejahatan tersebut," kata Kapolres Jakarta Timur, Kombes Mulyadi Kaharni dalam konferensi pers di kantor Mapolres, Jumat (29/3).
Dikatakan Mulyadi, dalam setiap kali beraksi, Dori merekrut orang-orang yang berbeda yang berasal dari daerah yang sama dengannya. Hal itu dimaksudkan agar aksi kejahatannya sulit diendus petugas.
"Setiap lokasi yang dijadikan sasaran, yang bersangkutan merekrut personil yang berbeda. Jumlah pelaku sepanjang 2013 ada 15 tersangka. Orang-orang yang berasal dari daerahnya tidak ada yang berani melawan," kata Mulyadi.
Berdasar data kepolisian, komplotan Dori sudah 13 kali beraksi di wilayah Jakarta Timur sejak 2007 lalu. Jumlah itu, termasuk 10 aksi yang dilakukan sejak awal tahun 2013.
"10 kasus yang dilakukan sebagian besar merupakan calon nasabah yang akan setor uang hasil penjualan di beberapa spbu ke bank," jelasnya.
Dari 10 kali perampokan yang dilakukan sejak awal tahun 2013, Dori cs menggasak uang dengan total Rp 1,750 miliar. Setelah dibagi rata dengan anggota komplotan yang lain, dia mengirim uang hasil kejahatannya ke keluarganya yang berada di daerah Jawa Timur.
Seperti telah diberitakan, tim gabungan Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya membekuk dua anggota perampok yang kerap menyasar petugas SPBU di wilayah Jakarta Timur yang akan menyetor uang hasil penjualan SPBU ke bank. Sebelum menembak Dori, petugas menangkap rekannya bernama Muhi di Cikarang.
"Sudah kami tangkap. Dua orang itu bernama Muhi dan Hoderi alias Dori," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur, AKBP M. Saleh saat dihubungi wartawan.
Saleh menuturkan, dari penangkapan itu, dan setelah dikembangkan, pada Jumat dini hari, aparat menangkap tersangka Dori di tempat tinggal nya di daerah Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Namun, pelaku memberontak dan berusaha melarikan diri saat diminta menunjukan anggota kawanan lainnya yang tinggal di daerah Cakung. Petugas sempat melepaskan tembakan ke udara, namun Dori terus berupaya kabur. Meski kakinya ditembak, Dori tetap berlari, alhasil, petugas terpaksa mengarahkan tembakan ke tubuh tersangka.
Tersangka Muhi langsung digelendang ke Mapolres Jakarta Timur dan saat ini tengah diperiksa secara intensif. Sementara jenasah Dori telah dibawa ke ruang jenasah Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I Raden Said Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Muhi dijerat dengan pasal 365 KUHP mengenai pencurian dengan kekerasan dan diancam hukuman 9 tahun penjara. Petugas saat ini tengah memburu 13 anggota komplotan lainnya.
Penulis: F-5/FER
Sumber:Suara Pembaruan
http://www.beritasatu.com/hukum-kriminalitas/104841-kapten-julukan-perampok-spbu-yang-ditembak-polisi.html
Labels:
ditembak mati,
Jaktim,
maret 2013,
perampok bank,
polda metro jaya
Kepergok Hendak Curi Motor, Anak Camat Ditembak Polisi
Rabu, 27 Maret 2013 - 11:57:30 WIB
Komhukum (Palembang) - Anggota Polsek Belitang Kabupaten OKU Timur Brigadir Heri terpaksa mengeluarkan empat kali tembakan terhadap Yazid karena membela diri pada saat hendak menangkapnya.
Heri saat itu memergoki aksi Yazid yang merupakan anak Camat Bungamayang, bersama dua rekannya itu diduga akan mencuri sepeda motor warga.
Brigadir Heri terpaksa menembak pelaku karena membela diri setelah kepalanya dipukul lebih dahulu oleh anak camat tersebut menggunakan soft gun berkali-kali hingga terjatuh.
Brigadir Heri mengaku tidak mengetahui jika senjata yang dipegang Yazid merupakan soft gun. Brigadir Heri yang panik karena melihat Yazid memegang senjata tepat di hadapannya langsung mencabut pistol miliknya dan menembak berkali-kali.
“Saya kaget ketika melihat Yazid memegang senjata tepat berdiri di hadapan saya. Saya berfikir saya akan mati di tempat itu. Saya reflek menembaknya beberapa kali,” kata Brigadir Heri yang saat ini masih di Rumah Sakit Charitas, Belitang, Rabu (27/03).
Lebih lanjut Heri mengatakan, setelah dia berhasil melumpuhkan Yazid dan berusaha merebut senjata yang ada di tangan Yazid, dia baru mengetahui jika senjata yang dipegang Yazid merupakan soft gun.
"Saya kemudian meminta warga yang ada di sekitar lokasi untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Belitang dan membawa diri saya dan Yazid ke rumah sakit," Urainya
Penembakan anak camat tersebut berawal ketika Brigadir Heri memergoki Yazid dan kedua rekannya yang diduga akan mencuri sepeda motor warga. Lantas Heri yang ketika itu sedang bertugas kemudian mengejar ketiga pelaku yang berjalan ke arah taman Desa Gumawang. Setibanya di taman, Heri kemudian mendekati Yazid dan kedua rekannya.
Heri yang berniat menggeledah kedua rekan Yazid terhenti karena Yazid yang ada di belakangnya langsung memukul kepalanya berkali-kali dengan soft gun.
Heri kemudian menoleh ke arah Yazid yang terus memukulnya hingga terjatuh. Pada saat itulah Heri melihat Yazid memegang senjata.
Heri yang sudah merasakan pusing karena kepalanya dipukul langsung mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan beberapa kali hingga mengenai perut, paha kiri dan kanan serta tangan kanan Yazid dan lansgung merebut senjata soft gun dari tangan Yazid. (K-2/Adi)
Komhukum (Palembang) - Anggota Polsek Belitang Kabupaten OKU Timur Brigadir Heri terpaksa mengeluarkan empat kali tembakan terhadap Yazid karena membela diri pada saat hendak menangkapnya.
Heri saat itu memergoki aksi Yazid yang merupakan anak Camat Bungamayang, bersama dua rekannya itu diduga akan mencuri sepeda motor warga.
Brigadir Heri terpaksa menembak pelaku karena membela diri setelah kepalanya dipukul lebih dahulu oleh anak camat tersebut menggunakan soft gun berkali-kali hingga terjatuh.
Brigadir Heri mengaku tidak mengetahui jika senjata yang dipegang Yazid merupakan soft gun. Brigadir Heri yang panik karena melihat Yazid memegang senjata tepat di hadapannya langsung mencabut pistol miliknya dan menembak berkali-kali.
“Saya kaget ketika melihat Yazid memegang senjata tepat berdiri di hadapan saya. Saya berfikir saya akan mati di tempat itu. Saya reflek menembaknya beberapa kali,” kata Brigadir Heri yang saat ini masih di Rumah Sakit Charitas, Belitang, Rabu (27/03).
Lebih lanjut Heri mengatakan, setelah dia berhasil melumpuhkan Yazid dan berusaha merebut senjata yang ada di tangan Yazid, dia baru mengetahui jika senjata yang dipegang Yazid merupakan soft gun.
"Saya kemudian meminta warga yang ada di sekitar lokasi untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Belitang dan membawa diri saya dan Yazid ke rumah sakit," Urainya
Penembakan anak camat tersebut berawal ketika Brigadir Heri memergoki Yazid dan kedua rekannya yang diduga akan mencuri sepeda motor warga. Lantas Heri yang ketika itu sedang bertugas kemudian mengejar ketiga pelaku yang berjalan ke arah taman Desa Gumawang. Setibanya di taman, Heri kemudian mendekati Yazid dan kedua rekannya.
Heri yang berniat menggeledah kedua rekan Yazid terhenti karena Yazid yang ada di belakangnya langsung memukul kepalanya berkali-kali dengan soft gun.
Heri kemudian menoleh ke arah Yazid yang terus memukulnya hingga terjatuh. Pada saat itulah Heri melihat Yazid memegang senjata.
Heri yang sudah merasakan pusing karena kepalanya dipukul langsung mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan beberapa kali hingga mengenai perut, paha kiri dan kanan serta tangan kanan Yazid dan lansgung merebut senjata soft gun dari tangan Yazid. (K-2/Adi)
http://oktaviack.blogspot.com.au/2013/03/kepergok-hendak-curi-motor-anak-camat.html
Labels:
anak camat,
Curanmor,
ditembak,
maret 2013,
Palembang,
Sumsel
Melawan, pelaku perampokan SPBU Jaktim tewas ditembak polisi
SPBU yang dirampok kawanan perampok(Foto: Winarko Licom)
LENSAINDONESIA.COM : Tim dari gabungan satuan unit Kriminal Polres Jakarta Timur dan Polda Metro Jaya berhasil menangkap dua orang pelaku perampokan nasabah bank dan SPBU beberapa waktu lalu pada Jumat (29/3/13) pagi dini hari. Dalam penangkapan ini, satu pelaku tewas ditembak Polisi karena melawan Polisi.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur, AKBP Muhammad Saleh membenarkan peristiwa tersebut. Polisi telah melakukan penangkapan satu orang tersangka bernama Muhi di rumahnya, daerah Cikarang, Jawa Barat.
“Memang benar. Kami sudah menangkap dua orang. Pelaku itu bernama Muhi dan Hoderi alias Dori. Tersangka atas nama Hoderi alias Dori dan sebelumnya Petugas sudah melepaskan tembakan peringatan namun masih mencoba kabur. Terpaksa kita tembak,” ujarnya kepada wartawan di Mapolres Jakarta Timur, Jumat (29/3/13).
Saleh mengungkapkan, dua pelaku tersebut telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polisi sejak maraknya aksi perampokan karyawan SPBU yang hendak menyetorkan uang penjualan ke Bank sejak bulan Januari 2013 lalu.
“Setelah melakukan pemeriksaan, kami mendapatkan satu pelaku bernama Muhi tinggal di Cikarang. Kemudian, usai memeriksa Muhi, dilakukan pengembangan dan berhasil menangkap Dori di kawasan Klender Jaktim,” katanya.
Seperti diketahui kini, jenazah tersangka Hoderi telah dibawa ke ruangan jenazah Rumah Sakit Polri Bhayangkara Raden Said Sukamto, Kramat Jati, Jakarta Timur. Tersangka lain atas nama Muhi tengah diperiksa secara intensif di Kriminal Umum Kepolisian Resor Metro Jakarta.@winarko
http://www.lensaindonesia.com/2013/03/29/melawan-pelaku-perampokan-spbu-jaktim-tewas-ditembak-polisi.html
Labels:
ditembak mati,
Jaktim,
maret 2013,
perampok bank,
polda metro jaya
Thursday, 28 March 2013
Pencuri Motor Tewas Ditembak Polisi di Mampang
metropolitan - Rabu, 27 Maret 2013 | 14:11 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Seorang pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, tewas ditembak oleh Tim Reskrim Polsek Mampang pada Rabu (27/3/2013) dini hari.
Kapolsek Mampang, Kompol Bambang Ari Wibowo mengatakan, pelaku bernama Efendi (26), ditembak setelah terpergok saat beraksi di Jalan Mampang Prapatan XV, Mampang, Jakarta Selatan. Penangkapan, dilakukan setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat sekitar yang mengatakan sering terjadi kehilangan sepeda motor.
Mendapat laporan, Polsek Mampang pun menurunkan unit Reskrim untuk melakukan patroli. Pada Rabu dini hari, saat anggota sedang patroli di sekitar lokasi kejadian, petugas melihat ada 4 orang yang dicurigai ingin mengambil sepeda motor milik warga. Begitu petugas ingin menangkap pelaku, namun pelaku berhasil mengetahui pengintaian petugas sehingga melarikan diri.
"Pelaku kepergok dan petugas memberikan tembakan peringatan, tapi tidak dihiraukan oleh pelaku terpaksa diambil tindakan tegas," katanya.
Bambang mengatakan, satu pelaku yang dilumpuhkan itu bernama Efendi dan tiga pelaku lainnya lolos berhasil kabur. Setelah itu, pelaku yang ditembak dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
"Tapi tidak kuat menahan akibat tembakan akhirnya di perjalanan meninggal dunia," ucapnya.
Saat ini petugas sedang memburu tiga pelaku yang berhasil melarikan diri. Sedangkan, jasad Efendi masih ada di RS Polri Kramat Jati. "Kasus masih dalam penyelidikan dan polisi mendapatkan dua buah kunci Leter T dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi dari tangan Efendi," tandasnya.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1971926/pencuri-motor-tewas-ditembak-polisi-di-mampang#.UVUOFI5MGZY
INILAH.COM, Jakarta - Seorang pelaku pencurian sepeda motor yang kerap beraksi di wilayah Mampang, Jakarta Selatan, tewas ditembak oleh Tim Reskrim Polsek Mampang pada Rabu (27/3/2013) dini hari.
Kapolsek Mampang, Kompol Bambang Ari Wibowo mengatakan, pelaku bernama Efendi (26), ditembak setelah terpergok saat beraksi di Jalan Mampang Prapatan XV, Mampang, Jakarta Selatan. Penangkapan, dilakukan setelah petugas mendapat laporan dari masyarakat sekitar yang mengatakan sering terjadi kehilangan sepeda motor.
Mendapat laporan, Polsek Mampang pun menurunkan unit Reskrim untuk melakukan patroli. Pada Rabu dini hari, saat anggota sedang patroli di sekitar lokasi kejadian, petugas melihat ada 4 orang yang dicurigai ingin mengambil sepeda motor milik warga. Begitu petugas ingin menangkap pelaku, namun pelaku berhasil mengetahui pengintaian petugas sehingga melarikan diri.
"Pelaku kepergok dan petugas memberikan tembakan peringatan, tapi tidak dihiraukan oleh pelaku terpaksa diambil tindakan tegas," katanya.
Bambang mengatakan, satu pelaku yang dilumpuhkan itu bernama Efendi dan tiga pelaku lainnya lolos berhasil kabur. Setelah itu, pelaku yang ditembak dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati.
"Tapi tidak kuat menahan akibat tembakan akhirnya di perjalanan meninggal dunia," ucapnya.
Saat ini petugas sedang memburu tiga pelaku yang berhasil melarikan diri. Sedangkan, jasad Efendi masih ada di RS Polri Kramat Jati. "Kasus masih dalam penyelidikan dan polisi mendapatkan dua buah kunci Leter T dan sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi dari tangan Efendi," tandasnya.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1971926/pencuri-motor-tewas-ditembak-polisi-di-mampang#.UVUOFI5MGZY
Labels:
Curanmor,
ditembka mati,
jaksel,
mampang,
maret 2013
Police Chief Killed By Angry Mob in North Sumatra
Jakarta Globe | March 28, 2013
The Pardamean Police chief was killed by an unruly mob after he and three officers busted a gambling site in the North Sumatra village of Dolok Saribu on Wednesday night.Sr. Comr. Heru Prakoso, a spokesman for the North Sumatra police, told Antara News Agency on Thursday that police chief Adj. Comr. Andra Siahaan received a tip about the gambling den on Wednesday evening.
Andar brought three other officers along him to the location: First Adj. Insp. Amada Simbolon, chief Brig. Lamsar Samosir and Brig. Leo Sidauruk.
The four officers arrested Y. Saragih for selling tickets for togel, a form of gambling based on numbers that is popular in North Sumatra.
Following the arrest, Saragih’s wife, Yeni Sumbayak, proceeded to make a scene and provoke residents of the village by telling them that the four officers were actually buffalo thieves.
The mob closed in on the four men and forced them to release Saragih. Three of the officers managed to escape the mob, though Andar failed to do so.
Andar reportedly called Simalungun district police chief Adj. Sr. Comr. Andi. S. Taufik for help.
“The victim called and told me that he was surrounded by an angry mob while he was inside his car,” Andi said, as quoted by Kompas.
Andi suggested that he leave his vehicle and run to safety.
“Five minutes later, his cell phone was no longer active, and I asked my officers to go to the location,” Andi said.
By the time officers with the Simalungun police arrived on the scene, the mob had already killed Andar. He was brutally beaten over the head with blunt objects.
Andi told Suara Pembaruan that 75 people who were allegedly involved in the attack have been detained by the Simalungun police. Twenty-five others have been brought in as witnesses.
“Those who were caught have been detained for further investigation,” he said. “We need to conduct an investigation to determine who masterminded the attack on the Pardamean police chief. Some of [those detained] will be named as suspects.”
Andi noted that the police were still searching for other residents involved in the incident.
“Among those arrested included the togel agent and his wife,” Andi said. “They allegedly triggered the angry mob ... We Won’t tolerate this violation of the law.”
Andar is survived by his wife and three children. His remains will be buried on Friday at Taman Bahagia cemetery.
http://www.thejakartaglobe.com/lawandorder/police-chief-killed-by-angry-mob-in-north-sumatra/582489?utm_source=newsletter&utm_medium=email&utm_campaign=jgnewsletter
Labels:
dolok saribu,
maret 2013,
pardamean,
perjudian,
polisi dikeroyok massa,
Sumut
Tuesday, 26 March 2013
2 dari 3 pelaku maling motor ditembak polisi
http://www.beritacilegon.com/hukum-a-kriminal/2478-2-dari-3-pelaku-maling-motor-ditembak-polisi,-kasat-reskrim-jangan-parkir-sembarangan.html
Labels:
cilegon,
Curanmor,
jakbar,
maret 2013,
Tembak Kaki
Dikenali Nopol Motor, Dua Jambret Ditembak Polisi
Selasa, 26 Maret 2013 , 13:08:00
BANJARMASIN – Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah, berhasil meringkus dua spesialis pelaku jambret yang beraksi di Banjarmasin, Senin (25/3). Kedua pelaku ini juga diberi pelajaran oleh petugas dengan menembak kakinya.
Kedua pelaku yang ditangkap tersebut adalah Riky (23) warga Pekauman Gg Mutiara, Banjarmasin Selatan, dan Gunawan (20) warga Jln KS Tubun Gg Damai, Banjarmasin Selatan. Selain mengamankan pelaku, anggota juga menyita satu unit sepeda motor Suzuki Satria F dengan nopol DA 4228 milik Riky
Penangkapan pelaku berawal dari pengintaian terhadap sepeda motor yang dicurigai digunakan pelaku ketika menjambret. Petugas mengetahui ciri-ciri sepeda motor pelaku setelah salah seorang perempuan yang menjadi korban penjambretan mengenal nopol sepeda motor pelaku.
Secara tak sengaja petugas melihat sepeda motor tersebut sedang parkir di depan Hotel Candi di kawasan Jln Ujung Murung. Karena tak tahu siapa pemiliknya, petugas kemudian melakukan pengintaian. Setelah ditunggu beberapa saat, Riky keluar dari hotel dan menuju sepeda motor yang dicurigai.
Melihat pelaku mau naik sepeda motor, petugas langsung meringkus pelaku. Setelah diinterogasi akhirnya Riky mengaku ia pernah melakukan penjambretan di wilayah hukum Polsekta Banjarmasin Tengah bersama dengan Gunawan.
Tak mau buruannya kabur, petugas kemudian memancing Gunawan untuk mendatangi Riky. Gunawan akhirnya berhasil ditangkap tak jauh dari rumahnya. Ketika dilakukan pengembangan untuk mencari pelaku lainnya, kedua pelaku berusaha kabur hingga akhirnya ditembak di kakinya masing-masing. Gunawan ditembak dua kali di bagian kaki kiri dan Riky ditembak dua kali di bagian kaki kanan.
Kapolsekta Banjarmasin Tengah Kompol Raymond membenarkan anggotanya berhasil meringkus dua orang pelaku jambret. Dari keterangan kedua pelaku terungkap kalau aksi penjambretan tersebut dilakukan di tujuh tempat. Dari laporan polisi, pelaku beraksi di Banjarmasin Utara 3 kali, Banjarmasin Tengah 2 kali, dan Banjarmasin Barat 3 kali.
"Kasus ini akan terus kami kembangkan. Dari pengakuan mereka, masih ada pelaku lainnya,” bebernya. (hni)
http://www.jpnn.com/read/2013/03/26/164526/Dikenali-Nopol-Motor,-Dua-Jambret-Ditembak-Polisi-
Labels:
banjarmasin,
Kaltim,
maret 2013,
Penjambret,
Tembak Kaki
Komplotan pemeras ABG ditembak polisi
Merdeka.com – Sel, 26 Mar 2013
MERDEKA.COM. Lantaran coba melawan dan menghindari kejaran polisi, DD (24), DR (33), dan RZ (35), tiga komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap Anak Baru Gede (ABG) terpaksa ditembak di bagian kaki oleh Tim Buser Polsek Serpong. Selain itu, ketiganya harus mendekam di penjara akibat perbuatannya.
Terungkapnya aksi para pelaku ini bermula dari laporan yang disampaikan korban, D (18). Korban sendiri merupakan mahasiswa Univeritas Pamulang (Unpam). "Kami mendapat laporan dari korban, setelah sebelumnya dibawa pakai taksi dan dibuang di tol Pondok Aren," kata Kompol Leganek Mawardi, Kapolsek Serpong, Senin (25/3).
Dari keterangan korban, lanjut Leganek, aksi para pelaku ini bermula saat korban hendak jalan-jalan di ITS BSD. Namun, sesampainya di parkiran, motor, tiba-tiba korban didatangi oleh tiga orang pemuda, dan menuduh korban telah memukuli anak bosnya. Tanpa basa-basi, korban dibawa tiga pelaku masuk ke dalam taksi.
"Di dalam taksi itu korban dianiaya, dan diambil ATM-nya. Selanjutnya oleh para pelaku, ATM itu dikuras hingga habis, sekitar Rp 2,2 juta. Bukan hanya itu, setelah membuang korban di tol Pondok Aren, para pelaku juga mengambil motor Vixion milik korban. Kemudian korban melaporkan kejadian itu kepada kami," ujarnya.
Dari keterangan korban, polisi kemudian mengidentifikasi ciri-ciri para pelaku. Dengan bantuan korban pula, Tim Buser akhirnya menemukan keberadaan para pelaku di tiga tempat yang berbeda. Yakni, di BSD, Cipulir, dan Ciledug.
"Saat akan ditangkap, ketiganya sempat melakukan perlawanan. Makanya, tim buser pun menembak kaki pelaku, setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan," imbuhnya.
Leganek mengingatkan soal modus operandi pelaku agar dapat dijadikan pelajaran masyarakat. Pelaku sengaja menuduh korban-korbannya telah melakukan tindak pemukulan bos para pelaku dan kemudian membawanya masuk ke dalam taksi. Saat itulah, para pelaku memeras harta benda milik korban-korbannya.
"Perbuatan ini bukan pertamakalinya dilakukan pelaku. Mereka profesional dan targetnya selalu para ABG," pungkasnya.
http://id.berita.yahoo.com/komplotan-pemeras-abg-ditembak-polisi-210300420.html
MERDEKA.COM. Lantaran coba melawan dan menghindari kejaran polisi, DD (24), DR (33), dan RZ (35), tiga komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap Anak Baru Gede (ABG) terpaksa ditembak di bagian kaki oleh Tim Buser Polsek Serpong. Selain itu, ketiganya harus mendekam di penjara akibat perbuatannya.
Terungkapnya aksi para pelaku ini bermula dari laporan yang disampaikan korban, D (18). Korban sendiri merupakan mahasiswa Univeritas Pamulang (Unpam). "Kami mendapat laporan dari korban, setelah sebelumnya dibawa pakai taksi dan dibuang di tol Pondok Aren," kata Kompol Leganek Mawardi, Kapolsek Serpong, Senin (25/3).
Dari keterangan korban, lanjut Leganek, aksi para pelaku ini bermula saat korban hendak jalan-jalan di ITS BSD. Namun, sesampainya di parkiran, motor, tiba-tiba korban didatangi oleh tiga orang pemuda, dan menuduh korban telah memukuli anak bosnya. Tanpa basa-basi, korban dibawa tiga pelaku masuk ke dalam taksi.
"Di dalam taksi itu korban dianiaya, dan diambil ATM-nya. Selanjutnya oleh para pelaku, ATM itu dikuras hingga habis, sekitar Rp 2,2 juta. Bukan hanya itu, setelah membuang korban di tol Pondok Aren, para pelaku juga mengambil motor Vixion milik korban. Kemudian korban melaporkan kejadian itu kepada kami," ujarnya.
Dari keterangan korban, polisi kemudian mengidentifikasi ciri-ciri para pelaku. Dengan bantuan korban pula, Tim Buser akhirnya menemukan keberadaan para pelaku di tiga tempat yang berbeda. Yakni, di BSD, Cipulir, dan Ciledug.
"Saat akan ditangkap, ketiganya sempat melakukan perlawanan. Makanya, tim buser pun menembak kaki pelaku, setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan," imbuhnya.
Leganek mengingatkan soal modus operandi pelaku agar dapat dijadikan pelajaran masyarakat. Pelaku sengaja menuduh korban-korbannya telah melakukan tindak pemukulan bos para pelaku dan kemudian membawanya masuk ke dalam taksi. Saat itulah, para pelaku memeras harta benda milik korban-korbannya.
"Perbuatan ini bukan pertamakalinya dilakukan pelaku. Mereka profesional dan targetnya selalu para ABG," pungkasnya.
http://id.berita.yahoo.com/komplotan-pemeras-abg-ditembak-polisi-210300420.html
Labels:
buser,
jabotabek,
maret 2013,
pemeras,
serpong,
Tembak Kaki
Anggota TNI Tewas Ditembak Polisi di OKU Sumatera Selatan
http://www.youtube.com/watch?v=vXSUyNOcJXI
Dua Perampok Tewas Ditembak Polisi di Cilandak, Jakarta Selatan
http://www.youtube.com/watch?v=Z3IK9TpJeEA&noredirect=1
Labels:
cilandak,
ditembak mati,
DKI Jakarta,
Indramayu,
jaksel,
maret 2013,
perampok
Salah Sasaran, Pemuda Tewas Ditembak Polisi di Sukabumi, Jawa barat [20 Maret 2013]
http://www.youtube.com/watch?v=6gv9RvUqVZU
Labels:
Curanmor,
ditembak mati,
Jabar,
keluarga protes,
maret 2013,
salah sesaran,
sukabumi
Monday, 25 March 2013
‘Weak’ State Blasted Over Sleman Prison Attack
Markus Junianto Sihaloho | March 25, 2013
Lawmakers have lambasted the government for its failure to protect the public after a brutal attack on Cebongan Prison in Sleman, Yogyakarta, left four people dead.
An unidentified group of 17 gunmen, wearing face masks and carrying assault rifles, barged into the jail early on Saturday morning, threatening the wardens before executing four prisoners awaiting trial over the death of a soldier.
Indonesian Democratic Party of Struggle (PDI-P) secretary general Tjahjo Kumolo said on Sunday that the attack was a major embarrassment for the government.
“Revenge motives aside, this attack signifies an open attempt to disgrace the ruling government, in particular the Justice and Human Rights Ministry,” he said, warning a spate of similar violence could now be triggered.
Tjahjo called for all parties caught up in the attack — from Cebongan correctional authorities to the Indonesian military — to be transparent and ready for a full investigation into what happened.
“This incident indicates there is something wrong with the system,” he said.
Tjahjo noted a similar case in Papua, where an army post was attacked by rebels, remained unsolved, as did an attack on a police station in Poso, Central Sulawesi.
Comr. Gen. Sutarman, the National Police’s chief of criminal investigations, said that he had sent a team of officers to look into the incident.
“The National Police will provide backup for this case. The team is being led by [head of general crime] Brig. Gen. Ari Dono,” he said, adding that the police were still examining the crime scene and had yet to identify the assailants.
Fadli Zon, the deputy chairman of the Great Indonesia Movement Party (Gerindra), said that the country was being taken over by “mafia.”
“I’ve never heard of such incidents except in action movies,” he said in a statement on Sunday. “The state is powerless and weak in the face of the armed forces. Rule of law is absent and undignified.”
Fadli said the government must take the executions seriously, and demanded swift steps to apprehend the culprits and ensure that such a shocking attack didn’t happen again.
“If not taken seriously, the public will lose confidence in law enforcers and they will take justice into their own hands,” he said. “This brutal incident shouldn’t have happened in Indonesia.”
Separately, Gerindra lawmaker Martin Hutabarat said vigilante acts usually stemmed from a lack of respect for the legal system, which was considered unable — or unwilling — to punish offenders.
“If the people trust our law enforcers, this incident wouldn’t have happened,” he said.
Tubagus Hasanuddin, deputy chairman of House Commission I on defense, also called for a strong response from President Susilo Bambang Yudhoyono.
“This case is not just a matter of discipline. This is an attempt to fight the government. The president must be firm when dealing with this case,” he said on Sunday.
The public had a right to feel terrorized, Tubagus added, with gunman wielding an arsenal of weaponry and taking over a high-security prison with ease.
“Where’s the control [from the army and police]? The state can be considered negligent,” he said.
The Cebongan attack is believed to be linked to a murder at a Slemen club, Hugo’s Cafe, early on Tuesday morning. Special Forces (Kopassus) soldier First Sgt. Heru Santosa allegedly was stabbed to death when he tried to break up a fight at the venue.
Sleman Police arrested four men in connection with the murder: Hendrik Angel Sahetapi, 31; Yohanes Juan Mambait, 38; Gameliel Yermianto Rohi Riwu, 29; and Adrianus Candra Galaja, 33.
Around 1:15 a.m on Saturday morning the jail was stormed by men claiming they were police. After unsuccessfully trying to move the suspects out of their cells, they opened fire, killing all four.
http://www.thejakartaglobe.com/news/weak-state-blasted-over-sleman-prison-attack/581839
Labels:
diy,
kopassus,
maret 2013,
napi ditembak mati,
onum,
sleman
Subscribe to:
Posts (Atom)
