Showing posts with label ditembak tni. Show all posts
Showing posts with label ditembak tni. Show all posts

Thursday, 22 November 2012

Pelaku Penembakan Papua Ditembak Mati



Liputan6.com, Merauke: Sadis, seorang pendeta di Kabupaten Boven Digul, Papua, ditembak. Ia ditemukan dalam keadaan tewas tadi pagi, di Jalan Trans Asiki, Merauke.

Menurut keterangan dari pihak keluarga, terdapat dua luka tembak di tubuh korban yakni pada bagian kepala dan bahu. Selain itu juga terdapat beberapa luka memar akibat pukulan dan sabetan benda tajam.

Korban, Frederika Metalmeti atau pendeta Rika, diduga ditembak oleh teman dekatnya yang merupakan seorang anggota TNI. Kemungkinan terlibatnya anggota TNI dalam kasus itu, juga dibenarkan oleh Komandan Korem 174, Animti Waninggap, Merauke, Brigjen Edy Rahmadi. Hal itu diperkuat dengan penemuan sejumlah alat bukti di TKP.

Kesedihan pun menyelimuti keluarga yang tengah menunggu kedatangan jenazah Pendeta Frederika Metalmeti, yang sudah bertugas di Gereja Betlehem Pantekosta, Boven Digul, sejak sepuluh tahun lalu. Saat ini jenazah korban sudah diberangkatkan menuju Merauke, dengan menempuh perjalanan darat sejauh lebih dari 400 kilometer.(TNT)

http://news.liputan6.com/read/457318/sadis-pendeta-di-papua-ditembak

Tuesday, 13 November 2012

Polisi Ditombak, Disayat-sayat Lalu Ditembak

Selasa, 13 November 2012 23:54:38 WIB 

PEKANBARU (Pos Kota) – Tindakan keji yang dilakukan oleh 8 pria terdiri dari 1 sipil, 3 polisi dan 4 tentara terhadap Briptu Joko Bobianto, 28, tak beda dengan kekejaman geng mafia. Anggota Polresta Pekanbaru, Riau ini ditikam, disayat pisau, dilempar ke danau berlumpur lalu ditembaki. Tapi Tuhan masih menyelamatkan nyawanya.
Briptu Joko lolos dari maut dan ditemukan sekarat oleh penduduk setelah ia merangkak menuju mesjid di dekat kubangan air di Jl. Kubang Raya, Kab. Kampar, Riau, Selasa (13/11) pagi. Dengan tubuh penuh luka, Joko ditolong warga lalu dilarikan ke rumah sakit. Dia kini dirawat di RS Bhayangkara Riau dengan penjagaan ketat.
Polda Riau kini tengah mengusut motif penyiksaan yang dialami Joko. Diduga kuat, pelaku telah menyusun rencana untuk menghabisi nyawa polisi ini. Pelaku mengira korban telah tewas saat dilempar ke danau, padahal Briptu Joko meski tubuhnya penuh luka namun masih mampu berenang ke tepi.
Peristiwa sadis yang dialami, anggota Shabara Polresta Pekanbaru, Riau, berawal ketika ia ditelepon oleh seorang rekannya sesama polisi, Senin (12/11) sore. Keduanya berjanji ketemu di Jalan Kartama, Marpoyan Damai, Riau.
Sesampai di tempat itu, ternyata teman sejawatnya tak sendirian karena ada tujuh lelaki lainnya. Delapan pria yang menunggu Briptu Joko terdiri dari 3 polisi, 4 tentara dan satu warga sipil.
DITIKAM TOMBAK
Tanpa sempat berbincang apapun, Briptu Joko langsung disergap. Dada kiri Briptu Joko ditikam pakai tombak kecil, tubuhnya diikat dan dilemparkan ke dalam mobil. Di sepanjang perjalanan korban terus dianiaya, tubuhnya disayat-sayat pakai pisau cutter.
Selama 8 jam perjalanan, korban mengalami penyiksaan. Pelaku yang mengira Briptu Joko telah tewas, melempar tubuh korban ke danau kecil di tempat sepi. Bahkan pelaku juga menembaki korban, tapi peluru tak mengenai tubuhnya.
Tuhan berkata lain, Briptu Joko ternyata masih hidup bahkan ia mampu berenang ke tepi danau lalu merangkak menuju mesjid dekat danau. Penduduk sekitar gempar saat melihat seorang lelaki sekarat penuh luka. Sebagian menolong Joko, warga lainnya menghubungi polisi.
PELAKU DITANGKAP
Kapolresta Pekanbaru Kombes Adang Ginanjar mengatakan, Briptu Joko sempat mengungkapkan peristiwa yang dialaminya. “Ada empat orang yang sudah ditangkap. Seorang sipil dan 3 polisi. Sedangkan untuk 4 anggota TNI , kami akan koordinasi dengan Polisi Militer,” ungkap Adang.
Menurutnya, motif kasus ini belum terungkap karena korban belum bisa dimintai keterangan. “Kami masih mengorek keterangan dari 3 polisi dan satu warga sipil yang sudah ditangkap,” katanya.
Sedangkan Komandan Denpom 1/3 Pekanbaru, Mayor CPM Donald Siagian mengatakan akan bersikap tegas terhadap oknum TNI yang diduga terlibat. Ia juga sudah menjenguk Briptu Joko, namun korban belum bisa dimintai keterangan. (samosir)

http://www.poskotanews.com/2012/11/13/polisi-ditombak-disayat-sayat-lalu-ditembak/

Wednesday, 7 December 2011

Pria Kritis Ditembak Oknum TNI

indosiar.com, Denpasar - (Rabu, 07.12.2011) Seorang warga di Denpasar Bali, sekarat dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit, karena ditembak seorang oknum anggota TNI. Belum jelas motif penembakan, karena pelaku hingga kini masih menjalani pemeriksaan oleh Denpom Denpasar Bali. Sementara korban sendiri masih harus menjalani serangkaian operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru dari tubuhnya. 

Wayan Surata, 26 tahun, warga Padang Sambian Denpasar Bali, korban penembakan ini hingga Selasa siang masih tergolek tidak sadarkan diri pasca ditembak orang tidak dikenal. Tembakan itu mengenai dada kanan bagian bawah korban dan Selasa kemarin, Wayan harus menjalani operasi untuk mengeluarkan proyektil peluru.

Belum jelas penyebab tertembaknya korban yang saat kejadian sedang bertugas menjadi security di Santa Fee Café Seminyak, Kuta Bali. Namun menurut informasi di lapangan, korban ditembak oleh seorang pengunjung kafe yang diduga kuat adalah anggota TNI.

Dugaan pelaku penembakan anggota TNI juga dikuatkan oleh keterangan pihak Denpom Denpasar yang membenarkan pelaku penembakan adalah anggota TNI berinisial koptu AM yang bertugas di kesatuan Korem 163 Denpasar. Tersangka saat ini sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif oleh petugas Denpom. 

Sementara hingga Selasa siang, suasana TKP penembakan didepan Santa Fee Jalan Seminyak Kuta masih dipasangi garis polisi oleh petugas dan belum dibuka untuk umum. (Riadis Sulhi/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/pria-kritis-ditembak-oknum-tni_93042.html