Showing posts with label Pencuri rumah. Show all posts
Showing posts with label Pencuri rumah. Show all posts

Monday, 6 May 2013

Pencuri dan Pemakai Sabu Ditembak


MEDAN – SU alias H (29), pencuri di rumah mantan wartawan berhasil dibekuk polisi dari rumahnya di kawasan Pasar X Desa Manunggal, Deli Serdang. Dalam penangkapan itu, SU juga mendapat hadiah timah panas karena berupaya melarikan diri.
Dari kediaman SH, Satuan Narkoba Polresta Medan juga mengamankan barang bukti berupa satu paket sabu, BPKB, buku tabungan serta id card kerja korban.
Penangkapan dilakukan berdasarkan pengembangan dari laporan korban ke Polsekta Labuhan Deli. Ia melaporkan pencurian berupa kamera video tiga unit, camera DSLR, emas, TV LCD, DVD player dan beberapa barang berharga lainnya yang diperkirakan bernilai sekitar Rp 60 juta.
Sabtu lalu, polisi yang mengetahui pelaku adalah target narkoba kemudian melakukan penggerebekan. Hanya saja, SU yang terkepung polisi mencoba melarikan diri. Petugas tak memberi kesempatan bagi SU untuk lari dan malah memberikan hadiah tembakan. Ia pun roboh bersimbah darah dan lalu dibawa ke Mapolresta Medan.
Atas kesigapan polisi berhasil menembak tersangka SU alias H, tersangka pun langsung bersimbah darah. Tanpa ada perlawananlagi, tersangka pun langsung diboyong ke Polresta Medan untuk mempertanggungjawabkan serangkaian aksinya.

Berita Cerita Berkaitan


http://www.medantalk.com/pencuri-dan-pemakai-sabu-ditembak/

Wednesday, 1 May 2013

Jimat Tanah Kuburan Tak Ampuh, Kaki Safrizal Ditembak Polisi

Jumat, 26 April 2013 00:13 WIB

Laporan Wartawan Tribun Medan, Indra Gunawan Sipahutar

TRIBUNNEWS.COM, MEDAN- Polsek Medan Area meringkus dua pelaku pencurian rumah mewah yang beroperasi di Kota Medan. Kedua tersangka itu yakni Safrizal Lubis (33) dan Bahrul Syah (21). Polisi sendiri terpaksa menghadiahi  Safrizal Lubis dengan timah panas karena berusaha melawan petugas saat hendak ditangkap Rabu, (24/4/2013) malam.
Kapolsek Medan Area, Kompol Rama S Putra mengatakan jika keduanya ditangkap ditempat persembunyiannya di kawasan Teladan Medan.

"Safrizal saat ini masih berada dirumah sakit bhayangkara karena kakinya kita tembak. Saat hendak ditangkap ia sempat mau kabur dan melawan dengan memegang sangkur,"ujar Kompol Rama.

Menurut Rama dua pelaku yang melakukan pencurian ini sangat unik sebab dari barang bukti dan penyidikan tersangka pelaku menggunakan tanah kuburan untuk memperlancar aksinya. Selain itu polisi juga menemukan rompi yang bertuliskan bahasa arab. Namun semua jimat tersebut tidak ampuh, keduanya pun tak berkutik di hadapan polisi.
"Kedua pelaku ini melakukan pencurian di dua TKP yakni di Jalan Denai dan Jalan Bromo. Kita berhasil menangkapnya berkat kerja keras. Untuk tempat pertama korbannya itu mengalami kerugian hingga 228 jutaan sedangkan yang keduanya sampai 140 juta,"kata Rama.

Untuk barang bukti polisi kini  sudah menyita gunting pemotong besi, linggis, obeng dan juga sangkur. Tidak hanya itu uang tunai Rp 82 juta, perhiasan emas, berlian juga sudah diamankan.
Terkait    #pencurian

http://www.tribunnews.com/2013/04/26/jimat-tanah-kuburan-tak-ampuh-kaki-safrizal-ditembak-polisi

Monday, 25 March 2013

Dua Pencuri Tewas Ditembak Polisi


Kamis, 21 Maret 2013 | 18:42 WIB

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua pelaku pencurian spesialis rumah kosong yang menyamar sebagai petugas PT PLN, meregang nyawa setelah diterjang timah panas yang dilepaskan anggota Satreskrim Polres Jakarta Selatan.

Kedua pelaku yakni TAR, 38, dan DAR, 39, tewas ditembak pada Rabu (20/3) pukul 21.30 WIB karena berusaha melarikan diri saat diminta petugas untuk menunjukan lokasi kejahatan yang pernah dilakukan mereka.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Selatan AKB Hermawan menjelaskan, tujuh jam sebelum penembakan, kedua petugas PLN gadungan itu berhasil dibekuk di wilayah Taman Sari, Jakarta Barat.

Usai penangkapan, petugas selanjutnya melakukan pemeriksaan dan melacak lokasi yang pernah dijadikan sasaran aksi kejahatan. Rencananya penyidik akan menyambangi sebuah rumah di Jalan Asem, Cilandak, Jaksel. Namun belum sampai tujuan, pelaku berontak dan berniat melarikan diri.

"Pelaku mencoba kabur dan melawan petugas. Pelaku juga melawan disertai ancaman dengan menggunakan sangkur," kata Hermawan, Kamis (21/3).

Sebelum tewas, lanjut dia, pelaku sempat mengaku kepada penyidik bahwa aksi kejahatan ini dilakukan sebanyak sembilan kali dimana hanya rumah kosong yang dijadikan sasaran.

Pencurian dengan berpura-pura sebagai petugas PLN dilakukan delapan kali diwilayah Jakarta Selatan dan satu kali di Cimanggis, Kota Depok.

Lebih jauh, terang Hermawan, pelaku kerap membawa perlengkapan sebagaimana yang dimiliki petugas PLN resmi semisal kartu identitas, lembaran bukti pembayaran pelanggan serta kotak perlengkapan berisi tiga obeng pendeteksi listrik.

Tujuan menggunakan atribut tersebut untuk mengelabui warga yang berdiam dilokasi target. Setelah diselidiki ternyata kartu identitas dan lembaran bukti pembayaran pelanggan ternyata palsu.

Dalam pengungkapan kasus ini. Immbuh dia, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang yang digunakan sebagai alat kejahatan semisal komputer jinjing dan ponsel. (Golda Eksa)

Editor: Edwin Tirani

Wednesday, 24 October 2012

Mencoba Kabur, Seorang Pencuri Rumah Wasekjen PPP Ditembak Polisi

Senin, 22/10/2012 14:02 WIB
Jakarta Polsek Pesanggrahan membekuk dua orang pelaku pencurian di rumah Wasekjen PPP Sigit Hariyanto di kawasan Roxy, Jakarta Barat. Salah seorang pelaku pencurian ini harus ditembak polisi karena mencoba melarikan diri saat hendak diringkus petugas. 

"Satu orang terpaksa kita tembak di bagian kakinya karena mencoba kabur saat diringkus petugas," kata Kanit Reskrim Polsek Pesanggrahan AKP Nurdin kepada detikcom, Senin (22/10/2012). 

Dua orang pelaku pencurian tersebut ST (47) dan DN (43) diringkus di kontrakannya di Roxy, Jakarta Barat, pada Sabtu (20/10) siang. Polisi sudah melakukan pengintaian selama seminggu terhadap kedua orang ini. Setelah keduanya terlihat, polisi langsung menyergapnya namun ST mencoba kabur sehingga petugas menembaknya. 

"Saat ini yang ditembak masih dalam perawatan di RS," katanya. 

Keduanya melakukan pencurian di rumah Wasekjen PPP Sigit Hariyanto di Perum Depsos Asri Residen Bintaro Pesanggrahan Jaksel pada sabtu 29 September 2012. Saat itu keduanya berpura-pura menjadi petugas PLN sehingga bisa masuk ke dalam rumah Sigit.

(nal/try) 


http://news.detik.com/read/2012/10/22/140225/2069150/10/mencoba-kabur-seorang-pencuri-rumah-wasekjen-ppp-ditembak-polisi

Tuesday, 2 October 2012

Perampok Yang Ditembak Intel Kolinlamil Akhirnya Tewas

kolin110

Senin, 1 Oktober 2012 22:22:15 WIB 
BEKASI (Pos Kota) – Perampok yang beraksi di rumah Intel Kolinlmil akhirnya tewas setelah dirawat beberapa jam di RS Polri Kramat Jati.
Diberitakan sebelumnya tujuh perampok beraksi di rumah Intelijen Angkatan Laut (AL) di Perumahan Pantai Makmur, Taruma Jaya, kabupetan Beksi. Seorang dari pelaku ditembak di lehernya Senin (1/10) dinihari.
Serka Lis Mujiono, petugas Intelijen Kolinlamil, terpaksa menembak perampok bernisial MPS, 21, Pasalnya, pelaku yang beraksi bersama enam temannya, menyerang Lis Mujiono pakai clurit.
“Serka Lis Mujiono baru pulang dari bepergian dengan istrinya,” ungkap Kepala Dinas Penerangan Kolinlamil Letkol Laut Khusus Maman Sulaeman.
Melihat ada tamu dikenal di depan rumah, pasangan itu memutuskan masuk rumah melalui pintu belakang. Mujiono kaget, karena pintu belakang sudah dirusak. Tak buang waktu, petugas intel ini naik ke lantai dua rumah. Di sana, ia menemukan banyak jejak bekas sepatu. Selain itu, terdengar pula suara gaduh.
Tak lama, dua pria tak dikenal dipergoki dalam rumah. Ketika ditanyai, kedua tamu tak diundang itu malah mengeluarkan clurit dan golok sambil berteriak mengancam hingga lima pria yang ada di depan rumah merangsek masuk.
Upaya melindungi diri dan keluarga, Serka Mujiono melepaskan tembakan peringatan. Namun, tindakan itu tidak digubris. Sebaliknya, pelaku malah menyerang dengan senjata tajam. “Serka Mujiono terpaksa menembak pelaku dan mengenai salah satunya. Enam pelaku lainnya kabur,” ungkap Letkol Maman.
Ketika suasana sudah terkendali, Siti Sundari istri Mujiono menghubungi polisi dan kantor suaminya, Kolinlamil. Tak lama, polisi datang bersama dengan petugas Kolinlamil.
Pelaku yang terkapar dengan darah mengalir dari leher diperiksa. Dari identitasnya, pria itu diketahui berinsial MPS, 21, yang tinggal di Kali Abang Nangka, Bekasi Utara. Polisi membawa MPS ke RS Polri Kramatjati. Setelah mendapat pertolongan, ia tewas sekitar Pk. 15:00. “Kasus ini ditangani polisi. Kami hanya membantu,” ujar Letkol Maman. Serka Mujiono dan istrinya dimintai keterangan di Polsek Taruma Jaya.(saban)
Teks : Tersangka perampok ditembak

http://www.poskotanews.com/2012/10/01/perampok-yang-ditembak-intel-kolinlamil-akhirnya-tewas/

Tuesday, 31 July 2012

Selonong Boy di Rumah Polisi, Ditembak




Hn dengan kaki ditembak diamankan di Mapolresta Pontianak
SYAMSUL ARIFIN
Hn dengan kaki ditembak diamankan di Mapolresta Pontianak
PONTIANAK – Mencuri di rumah polisi, Hn, 19, warga Jalan HR A Rahman, Gang Husada Nomor 2A Pontianak Kota dilumpuhkan menggunakan timah panas, Sabtu (28/7) pagi.
Ketika melakukan aksinya, pelaku selonong boy itu kepergok pemilik rumah yang juga anggota polisi. Ketika hendak ditangkap, Hn mengeluarkan senjata tajam dan melakukan perlawanan. Akibatnya, lengan kanan dan kaki pemilik rumah luka dibeset pisau.
Kasat Reskrim Mapolresta Pontianak Kompol Puji Prayitno SIK mengatakan Hn ditangkap ketika menyelinap masuk ke rumah salah seorang anggota polisi di Sungai Raya Dalam. Aksinya kepergok pemilik rumah. Hn sempat kabur dan dikejar pemilik rumah.
Hn membawa pisau ukuran 25 cm. Dia membawa kabur barang-barang dompet, sandal, dan sepatu. Ketika dikejar pemilik rumah, Hn melakukan perlawanan hingga akhirnya dilumpuhkan dengan timah panas di kaki kirinya.
“Kemudian Hn digelandang ke Mapolresta Pontianak berikut barang bukti dan sepeda motor Yamaha Mio Soul KB 5323 AB serta pisau. Tersangka dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara,” tegas Puji. (sul)
http://www.equator-news.com/patroli/20120729/selonong-boy-di-rumah-polisi-ditembak

Wednesday, 7 December 2011

Kawanan Langganan Rumah Kosong, Dibekuk Polresta Bandar Lampung


Selasa, 6 Desember 2011 - 16:42 WIB


LAMPUNG (Pos Kota) – Malang melintang mencuri di rumah kosong akhirnya Misron Cs harus mendekam di penjara dengan luka tembak di kaki kanan  bersama 3 rekannya saat mencoba kabur dari sergapan Jajaran Satuan Reskrim Polresta Bandar Lampung, pada Selasa (6/12) sekitar pukul 01.00 WIB.
Ke- 4 tersangka spesialis pencuri rumah kosong ini  Misron ,25, Deni Setiawan ,27, Mansur, 23, dan Juanda ,30, yang seluruhnya merupakan warga Desa pampang Tangguh Jaya, Sungkai Tengah, Lampung Utara.
Menurut pengakuan Misron mereka menggunakan modus pura-pura bertamu jika rumah dalam kedaan kosong malamnya langsung dibongkar dan seluruh barang-barang yang ada di dalam rumah tersebut diambil tapi jika pemilik rumah ada mereka pura-pura menawarkan barang dagangan.
“Kami membongkar rumah pakai linggis lalu dan mengangkut barang-barang dengan motor. Barang curian kami jual ke penadah AH yang berada di daerah Bandung, Jawa Barat,” kata Misron. AH kini masuk DPO – Daftar Pencarian Orang.
Kasat Reskrim Polresta Bandarlampung, Kompol. Syaiful mengatakan,” polisi terpaksa melakukan tindakan tegas dengan melumpuhkan lutut masing-masing karena mereka mencoba kabur saat akan ditangkap di Jl. Raden Gunawan Rajabasa, Bandarlampung,” kata Sayiful.
Terakhir aksi pencurian mereka pada  LP/B/4848-B/XII/2011/RESTA BALAM/SEK RAJABASA tertanggal 05 Desember 2011. Polisi mengamankan antara lain sebuah TV 21 inchi merek Sharp, 2 unit laptop, 2 bilah pisau, 1 buah linggis, dan 1 lembar bukti pingiriman barang yang menjadi barang bukti.
“Para pelaku dijerat pasal 363 KUHP dan diancam dengan hukuman 7 tahun penjara,” lanjut Sayiful. (Koesma/dms)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/12/06/kawanan-langganan-rumah-kosong-dibekuk-polresta-bandar-lampung

Saturday, 2 April 2011

Dua Perampok di Rumah Mewah Ditembak

Sabtu, 2 April 2011 - 6:50 WIB

JAKARTA (Pos Kota )- Subdit I Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya membekuk tiga tersangka perampok di rumah-rumah mewah di Jakarta. Dua ditembak polisi karena melawan petugas.

Tiga tersangka yakni OMS, 38 , DS, 33 , dan PS, 38 . Ketiganya dibekuk di kawasan Jakarta pada Kamis (31/3) sore.

“Pelaku berkomplot melakukan pencurian dengan kekerasan dengan cara masuk secara paksa ke rumah-rumah mewah di kawasan Jakarta,” kata Kasubdit I Umum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta, seperti dikutip dari Humas Polda Metro.

Petugas terpaksa melumpuhkan dengan timah panas tersangka DS dan PS karena melawan ketika ditangkap. Tembakan petugas mengenai tangan kirinya dan kini dirawat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Nico mengatakan, sasaran aksi perampok adalah rumah-rumah mewah. Sebelum beraksi, pelaku mengamati rumah yang menjadi sasaran.”Mereka berkeliling mengamati rumah sasaran dengan menggunakan mobil.Setelah mendapat target, tersangka kemudian masuk ke rumah mewah dan mengancam penghuni rumah. Para pelaku kemudian mengikat tangan korban serta melakban mulut korban. Setelah korban tidak berdaya, pelaku kemudian menguras harta korban,” jelas Nico.

Dari tersangka, polisi menyita barang bukti berupa senjata gas jenis walther, tali sepatu, perhiasan, jam tangan, tas komputer jinjing, ponsel dan sejumlah uang.

Tersangka dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas 5 tahun penjara. (binsar)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/04/02/dua-perampok-di-rumah-mewah-ditembak

Thursday, 11 November 2010

Dua Lainnya Ditembak di Kakinya

11-Nov-2010

indosiar.com, Surabaya - Satu dari tiga kawanan perampok barang-barang elektronik, Rabu (10/11/10) kemarin ditembak mati petugas Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Pelaku ditembak karena berusaha melawan saat penangkapan. Tindakan tegas juga dilakukan petugas Polres Donggala, Sulawesi Tengah. Satu dari 9 perampok ditembak mati, beberapa saat setelah merampok sebuah rumah milik warga. Sementara dua pelaku lainnya ditembak kakinya.

Saifullah alias Ipul, 31 tahun warga Desa Gelondang, Kecamatan Lebak Siu, Kabupaten Tegal ini tergeletak di kamar mayat Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Pelaku tewas setelah dadanya ditembus tiga butir peluru polisi. Pelaku terpaksa ditembak lantaran berusaha melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam saat akan ditangkap usai membobol toko elektronik dan komputer didaerah Jemursari dan Kedungdoro, Surabaya.

Kawanan perampok spesialis barang elektronik khususnya komputer ini merupakan residivis yang telah menjadi target operasi polisi karena sepak terjangnya meresahkan masyarakat. Modusnya cukup lihai, kawanan ini menyewa ruko disebelah ruko yang menjadi targetnya. Setelah dirasa tepat waktunya, kawanan ini kemudian membobol toko dengan cara melubangi tembok. Puluhan barang elektronik seperti mesin printer, monitor dan brankas disita polisi sebagai barang bukti.

Tindak tegas juga dilakukan kepolisian Donggala, Sulawesi Tengah. Satu dari 9 pelaku perampokan bernama Adi, Rabu kemarin juga ditembak mati. Komplotan ini dibekuk setelah sejam sebelumnya merampok disebuah rumah warga di Desa Bonde, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala dan ditangkap di Desa Dadakitan, Kecamatan Lapasiu, Kabupaten Toli Toli. Korbannya adalah Hajah Asriati. Korban menderita kerugian berupa uang 20 juta rupiah dan 100 gram mas perhiasan, serta tiga buah telepon seluler.

Selain Adi, polisi juga menembak kaki dua tersangka lainnya yakni Sudirman dan Tatong. Sedangkan 6 pelaku lainnya sudah diamankan lebih dulu oleh Mapolres Donggala. (Tim Liputan/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/88235/dua-lainnya-ditembak-di-kakinya