Showing posts with label polisi ditembak polisi. Show all posts
Showing posts with label polisi ditembak polisi. Show all posts

Monday, 15 April 2013

Tembak Kepala RS Polri, Briptu Ishaq akan dihukum berat




Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Kombes Pol Purwadi masih kritis akibat ditembak Briptu Ishaq Kiranda. Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan Briptu Ishaq akan dihukum berat.

"Tersangka pelaku akan dikenai tindak pidana penganiayaan berat Pasal 351 KUHP atau percobaan pembunuhan," kata Boy, Sabtu (6/4).

Menurut Boy, Briptu Ishaq telah ditahan di Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan Barat (Polda Sulselbar). Sementara kondisi Kombes Pol Purwadi masih cukup kritis meski proyektil peluru sudah berhasil diangkat.

Sebelumnya, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombes Pol Purwadi ditembak sebanyak empat kali di bagian tubuhnya oleh anggota Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpam Obvit) Polrestabes Makassar Briptu Ishak.

"Penembakan terjadi karena adanya kesalahpahaman sehingga anggota datang dua kali sambil membawa senjata api," kata Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat Brigjen Pol Syahrul Mamma di Makassar, Sabtu.

Penembakan yang dilakukan anggota Ditpam Obvit Polrestabes Makassar itu karena pelaku tidak menerima perluasan pembangunan yang dilakukan pengelola RS Bhayangkara. Ada galian milik Ishaq yang tergusur akibat perluasan RS.

Briptu Ishaq yang berusaha meminta penjelasan kepada kepala rumah sakit sekitar pukul 15.00 Wita tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan sehingga pelaku datang kembali ke rumah sakit. Kedatangan Isaq untuk kedua kalinya itu langsung membawa senjata api jenis revolver dan langsung menendang pintu kemudian menembak sebanyak empat kali.

"Tersangka pelaku yang sudah datang kedua kalinya itu langsung menembak saat berada di depan pintu ruangan korban dan menembak sebanyak empat kali. Tiga tembakan mengenai tubuh korban," katanya.

Tembakan pertama pelaku mengarah ke pintu dan tembakan kedua menembus dada bagian kiri kemudian disusul dengan tembakan ketiga dan keempat yang mengenai paha kiri serta selangkangan Kombes Purwadi.

Seusai penembakan itu, tersangka pelaku kemudian menyerahkan diri dan langsung digelandang ke Mapolrestabes Makassar untuk diperiksa lebih lanjut.
[ian]

http://www.merdeka.com/peristiwa/tembak-kepala-rs-polri-briptu-ishaq-akan-dihukum-berat.html

Sunday, 13 May 2012

Dua Pelaku Penculikan Adalah Brigadir Polisi yang Dipecat


13 Mei 2012, 20:09:12| Laporan Agita Sukma Listyanti


suarasurabaya.net| Dua orang pelaku kasus dugaan penculikan terhadap Beny warga Driyorejo ternyata berpangkat Brigadir yang diberhentikan secara tidak hormat.

Hal itu disampaikan Kombes Polisi Hilman Thayib Kabid Humas Polda Jatim, Minggu (13/5/2012). Dijelaskannya, kedua pelaku tersebut berinisial GN dan DK. Keduanya anggota polisi yang sudah di-PTDH (Pemberhentian Tidak Dengan Hormat). DK sendiri ditembak kaki kanannya saat berusaha kabur dan melawan polisi pada Sabtu (12/5/2012) malam di kawasan Pakuwon Trade Center.
Semalam, pihak Dit Reskrimum Subdit Resmob sudah menangkap 4 orang, yaitu KI dan WD-keduanya warga sipil asal Surabaya, GN dan DK. Mereka disergap polisi sewaktu menculik Beny.
Polisi masih melakukan pemeriksaan mendalam terkait kasus ini. Termasuk motif, modus dan peran para pelaku. "Kita masih lakukan pemeriksaan. Kalau sudah selesai, akan kita kabari," kata Hilman.

Informasi yang dihimpun, para pelaku memeras Beny warga Driyorejo,Gresik dengan modus menakut-nakuti korban dan minta uang tebusan sejumlah Rp 8 juta. Namun, korban hanya sanggup memberikan Rp 5 juta.

Menyadari menjadi korban pemerasan, Beny pun melapor ke Polda Jatim. Saat akan bertransaksi itulah Subdit Resmob Unit Teror melakukan penyergapan di kawasan PTC. Pelaku yang mengendarai mobil Xenia sempat kabur. Hingga polisi mengeluarkan tembakan peringatan dan terjadi saling tembak.

Sementara itu, polisi menyita barang bukti berupa mobil Xenia warna merah dan sebuah senjata tajam.(git)



http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=8317c265ab288660b0a987daefedf0932012106344

Wednesday, 29 February 2012

Polisi Pembunuh Polisi Didakwa Pasal Berlapis


KOMPAS.com/TaufiqurrahmanIptu Sunarto dan Arif Wahyudi, tersangka pembunuhan Biptu Erik Setyo Widodo, menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Bangkalan, Rabu (29/02/2012). Keduanya didakwa dengan pasal berlapis.


BANGKALAN, KOMPAS.com — Pengadilan Negeri (PN) Bangkalan, Jawa Timur, Rabu (29/2/2012), menggelar sidang perdana  pembunuhan Briptu Erik Setyo Widodo, anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polsek Sukolilo, Bangkalan, dengan tersangka Iptu Sunarto dan Arif Wahyudi, pada awal Agustus tahun 2011.

Keduanya datang ke PN Bangkalan dengan mengenakan rompi warna biru. Sidang perdana itu dengan agenda pembacaan dakwaan atas kedua tersangka. Hadi Riyanto, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Bangkalan, dalam dakwaannya menyampaikan, kedua tersangka didakwa dengan Pasal 340 tentang pembunuhan yang direncanakan, Pasal 338 tentang pembunuhan, dan Pasal 354 tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat. Kedua tersangka diancam dengan hukuman kurungan minimal 15 tahun.
Sementara, Arfi Wahyudi, masih mendapatkan dakwaan tambahan Pasal 165 karena dianggap melakukan pembiaran terhadap Iptu Sunarto. "Sunarto telah melakukan penembakan terhadap korban sebanyak tiga kali, tepatnya di tempat kejadian di Kilometer 6,7 akses Tol Suramdau sisi Madura," ungkap Hadi Riyanto.

Dijelaskan Hadi, penembakan pertama dilakukan dari jarak 0,5 meter yang mengenai bagian belakang kepala korban. Briptu Erik pun tersungkur. Tembakan kedua mengenai bagian punggung korban dan tembakan ketiga dari jarak 2 meter mengenai bagian tubuh korban.

"Setelah korban roboh, kedua tersangka langsung memasukkannya ke mobil tersangka dan dibuang ke kawasan Gunung Gigir, Desa Lombang Daya, Kecamatan Blega," tambahnya.
Menanggapi dakwaan itu, kuasa hukum kedua tersangka, M. Mansur, menyatakan, tidak akan melakukan bantahan terhadap dakwaan yang telah dibacakan oleh JPU. "kami menilai dakwaan yang dilakukan oleh JPU sudah memenuhi syarat formal dan sudah sesuai dengan prosedur acara persidangan," kata Mansur, singkat.

Briptu Erik Setyo Widodo ditemukan tewas tertembak pada awal Agustus 2011 lalu, dengan luka tembus di bagian punggung hingga ke jantung, setelah ditembak dari belakang oleh Aiptu Sunarto, anggota Provos Polsek Pabean, Cantian, Surabaya. Jenazah korban ditemukan tanpa seragam di daerah Gunung Gigir, Kecamatan Blega, 15 meter dari jalan raya.

Tertangkapnya kedua tersangka yang masih memiliki hubungan bapak dan anak itu bermula dari ulah tersangka Aiptu Sunarto yang mencegat mobil pengangkut uang dan mengaku anggota Provos Polda Jawa Timur di wilyah Surabaya. Aksi itu kemudian diketahui Provos Polda Jawa Timur.

Dalam  penggeledahan di rumah tersangka, ditemukan senjata api milik Briptu Erik dan pelat nomor mobil Toyota Avanza D 333 WA yang digunakan tersangka saat melakukan pembunuhan.  Jalannya sidang perdana ini dijaga ketat puluhan aparat Kepolisian Polres Bangkalan.

http://regional.kompas.com/read/2012/03/01/08115550/Polisi.Pembunuh.Polisi.Didakwa.Pasal.Berlapis

Wednesday, 15 February 2012

Seorang Polisi Ditembak Tak Sengaja hingga Tewas


Metrotvnews.com, Medan:Brigadir Polisi Satu (Briptu) Leonardus Sitanggang yang bertugas di Direktorat Sabhara Polda Sumatra Utara, Medan, Selasa (14/2), tidak sengaja ditembak hingga tewas oleh temannya Briptu Ikhsan Faudi.

Menurut polisi, peristiwa penembakan itu bermula saat Briptu Ikhsan tengah membersihkan senjata api laras panjang jenis V2 di asrama polisi. Tanpa disadari masih ada satu butir peluru dalam senjata tersebut.

Saat picu senjata ditarik, langsung terjadi ledakan. Peluru yang keluar mengenai mata Briptu Leonardus hingga tembus ke bagian belakang kepala. Ia pun langsung tewas di tempat.

Polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara Briptu Ikhsan hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut. (Wrt3)



http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/02/15/145353/Seorang-Polisi-Ditembak-Tak-Sengaja-hingga-Tewas/6

Mantan Polisi Ditembak Polisi


KOMPAS/DIDIT PUTRA ERLANGGA RAHARDJOTersangka N, rekan DK dalam aksi pencurian sepeda motor. DK yang mantan polisi itu terpaksa ditembak polisi, Rabu (15/2/2012) dini hari, karena berusaha kabur saat dikawal polisi.

Didit Putra Erlangga Rahardjo | Marcus Suprihadi | Rabu, 15 Februari 2012 | 17:24 WIB


BANDUNG, KOMPAS.com — DK (33), mantan anggota polisi yang bertugas di Polrestabes Bandung, roboh setelah dada kanannya diterjang peluru di Jalan Halimun, Kota Bandung, Rabu (15/2/2012) dini hari. Peluru tersebut berasal dari pistol petugas Polrestabes Bandung yang mengejarnya.
Pria yang diberhentikan dengan tidak hormat pada tahun 2010 ini roboh dengan dua luka tembak di kaki kiri dan dada sebelah kanan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa DK adalah tersangka pencurian kendaraan bermotor yang ditangkap sehari sebelumnya dan sedang diantar seorang petugas untuk menunjukkan lokasi beraksi.
Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Wijonarko, DK terpaksa ditembak karena berupaya kabur. "Dia pura-pura minta izin untuk buang air kecil, tetapi ternyata kabur. Petugas sudah memberikan peringatan hingga tembakan yang melumpuhkan," kata Wijonarko.
Selepas diberhentikan, ternyata DK memilih untuk menjadi penjahat dengan cara berpura-pura sebagai polisi. Dia memberhentikan sepeda motor dan meminta pemiliknya untuk menunjukkan kelengkapan surat kendaraan. Apabila tidak lengkap, pemiliknya diminta kembali, sementara motornya ditahan dan kesempatan itu dimanfaatkan untuk melarikan sepeda motor tersebut.
Selama beraksi, DK bekerja sama dengan N (38) yang ditangkap lebih dahulu.


http://regional.kompas.com/read/2012/02/15/17243424/Mantan.Polisi.Pencuri.Ditembak.Polisi

Thursday, 2 February 2012

Polisi Dikerahkan ke Lokasi Penembakan Warga


VIVAnews - Kasat Reskrim Polres Rokan Hulu, AKP Anthony Lumban Gaol, membenarkan ada warga yang dirawat di rumah sakit karena luka tembak. Namun ia tidak bisa memastikan apakah luka tembak tersebut karena ditembak Brimob atau bukan.

"Informasi yang kami dapat akibat konflik lahan. Tapi kami tidak tahu pasti apakah itu masuk wilayah Riau atau Sumatera Utara," kata Anthony Lumban Gaol kepada VIVAnews, Kamis 2 Februari 2012.

Namun, lanjutnya, warga kabupaten Rohul, Riau, mengaku kalau lahan itu adalah milik mereka. Untuk memastikan dan mengamankan konflik warga Riau dengan perusahaan Sumut tersebut, Anthony mengaku sudah menurunkan belasan anggotanya. "Saya sedang di jalan menuju ke TKP, tadi anggota sudah kami turunkan ke sana," ujarnya.

Sementara itu, kuasa hukum warga Desa Batang Kumuh, Rohul, Riau, Nasir Sihotang mengatakan bahwa lokasi konflik tersebut berada dalam wilayah Riau.

"Perusahaan Majuma Agro Indonesia itu mendapat izin dari Bupati Tapsel. Anehnya, perusahaan sampai menyerobot lahan di Riau seluas 5.508 hektar. Jelas saja warga Riau tidak menerima lahannya dikalaim perusahaan milik mereka," katanya.
Jalur Hukum
Nasir menyebutkan pihak masyararakat sudah membawa masalah ini ke jalur hukum. "Masalah ini sudah terjadi sejak 1999. Dan pada 2009 lalu, PN Pasirpengaraian memangkan masyarakat. Tapi sekarang kasusnya sedang kasasi ke Mahkamah Agung dengan nomor 2845/PDT/2011," jelasnya.

Saat ini, katanya, beberapa warga yang merasa terancam keselamatannya terpaksa mengungsi ke desa tetangga. "Ada sebagian warga yang terpaksa mengungsi karena merasa was-was," ujarnya.

Mengenai peristiwa penembakan ini, Kapolda Sumatera Utara, Inspektur Jenderal Wisnu Amat Sastro, enggan berkomentar. "Jangan dilihat dari kasus penembakannya. Lihat kasus sebenarnya," kata Wisnu Amat saat dihubungi VIVAnews.com. (ren)
• VIVAnews
 
Rating
KOMENTAR
andala5
02/02/2012
Pak Kapolda, emang apa kasus sebenarnya? Jangan bertele-tele dong. Kasih penjelasan yang bener. Emang dibayar berapa sama perusahaan sampai-sampai menurunkan Brimob melawan warga? Welelelelele...
• Balas   • Laporkan
komentator88
02/02/2012
Tidak akan jadi seperti ini kalo badan pemerintahan di daerah tidak sembarangan memberikan izin... walau izin sudah diberi jangan sampai tidak dipantau di lapangannya......jangan liat duit mata ijo....kalo perusahaan itu menyerobot dicabut izinnya!!!!
• Balas   • Laporkan

http://nasional.vivanews.com/news/read/285160-polisi-dikerahkan-ke-lokasi-penembakan-warga

Thursday, 26 January 2012

Polisi tewas ditembak polisi saat mainkan pistol



Kamis, 26 Januari 2012 15:40 WIB 
Jakarta (ANTARA News) - Seorang anggota kepolisian dari Badan Pemeliharaan Keamanan (Baharkam) Mabes Polri, Bripda F tewas ditembak temannya, Bripda H saat memainkan pistol milik Briptu G, karena faktor ketidaksengajaan.

"Kejadiannya kemarin (Rabu) sekitar pukul 19.30 WIB," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Kamis.

Rikwanto mengatakan kejadian berawal saat pelaku mengambil senjata api milik saksi, Briptu G yang sedang mandi di rumah kontrakan di Jalan Enim Nomor 132, Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Pelaku memainkan dan menembakan senjata api ke bawah, namun tidak meletus, selanjutnya pelaku becanda dengan menarik pelatuk senjata api yang diarahkan ke wajah korban.

"Ternyata senjata api meletus yang mengenai dahi Bripda F," ujar Rikwanto.

Saat ini, pelaku sudah diamankan petugas, guna penyelidikan lebih lanjut atas kelalaiannya menggunakan senjata api hingga menewaskan temannya.

Bripda H dan Briptu G tercatat sebagai teman korban yang bertugas di Baharkam Mabes Polri.

Rikwanto menyatakan pelaku akan menjalani sidang kode etik profesi dan kemungkinan menjalani sidang pidana umum dengan ancaman menjalani pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) sebagai anggota kepolisian.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Mabes Polri, Kombes Pol. Boy Rafli Amar menambahkan pelaku diduga lalai saat memegang senjata api hingga menewaskan Bripda H.
(S035/T014/E001) 


http://www.antaranews.com/berita/294559/polisi-tewas-ditembak-polisi-saat-mainkan-pistol