Showing posts with label Majene. Show all posts
Showing posts with label Majene. Show all posts

Friday, 23 September 2011

Residivis Perampokan Spesialis Ruko Dibekuk Polisi


Jum'at, 23 September 2011 04:18 wib








MAJENE – Sahril alias Marco (27) residivis kasus pemerkosaan dan pencurian yang baru dua bulan keluar dari penjara ini hanya dapat mengerang kesakitan setelah timah panas polisi bersarang dibetis kanannya.

Warga asal Palopo yang tinggal di lingkungan kampong Baru, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Sulawesi Selatan ini ditembak polisi lantaran mencoba melarikan diri saat diserga ditempat persembunyiannya.

Selain mengamankan sang residivis, polisi juga berhasil meringkus seorang anak dibawah umur Agusman (16) yang diduga kuat merupakan anggota komplotan perampok spesialis rumah dan toko.

“Marco selama keluar dari rutan, dia bersama dua rekannya diduga sering melakukan aksi pencurian barang elektronik disejumlah tempat,” ujar Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jubaedi kepada wartawan, Kamis (22/9/2011) malam.

Dalam penyergapan ini polisi juga berhasil menyita satu buah laptop dan dompet yang merupakan hasil kejatahan para pelaku, sedangkan seorang lagi bernama Bonte berhasil melarikan diri.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara salah seorang anggota komplotan yang berhasil melarikan diri saat disergap masih dalam pengejaran polisi. (put)



http://news.okezone.com/read/2011/09/23/340/506018/residivis-perampokan-spesialis-ruko-dibekuk-polisi

Monday, 12 July 2010

Pembobol Toko Ponsel Ditangkap

12/07/2010 05:38
Liputan6.com, Majene: Seorang pelaku pembobol toko telepon seluler (ponsel) di Majene, Sulawesi Barat, Sabtu (11/7), ditembak polisi karena berusaha melarikan diri. Sedangkan lima pelaku lainnya langsung menyerah saat diringkus di tempat persembunyian mereka di Desa kampung baru, Kecamatan Banggae, Majene.

Para pelaku yang masih di bawah umur ini mencuri di salah satu toko ponsel di Labuang, Banggae Timur. Mereka ditangkap berkat informasi dan bantuan masyarakat. Dari tangan pelaku, polisi menyita satu komputer jinjing (laptop) bersama speaker aktif dan empat ponsel.

Polisi masih terus mengembangkan kasus itu guna mengungkap pelaku lainnya. Polisi menduga komplotan itu dikoordinir seseorang yang identitasnya sudah diketahui.(BOG)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201007/285798/Pembobol.Toko.Ponsel.Ditangkap

Tuesday, 4 May 2010

Buronan Polisi Dihadiahi Timah Panas

Selasa, 04-05-2010
Buronan Polisi Dihadiahi Timah Panas
MAJENE, UPEKS--Resesrse dan Kriminal (Reskrim) Polres Majene berhasil menangkap salah seorang boronan Acong (28), warga Lingkungan Rangas, Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae. Tersangka tertangkap setelah ditembak dengan timah panas.
Tersangka diduga terlibat berbagai kasus tindak kriminalitas. Acong baru pulang dari pelariannya di Campalagian dibekuk petugas saat berada dirumahnya di Lingkungan Rangas, Kelurahan Totoli.

Lantaran melakukan perlawanan akhirnya Polisi meringkusnya dan melumpuhkannya dengan timah panas tepat bagian perut sebelah kanan hingga tembus keluar sebanyak dua kali.
Meskipun tersangka sudah dilumpuhkan, namun masih bisa kabur dari kepungan tim buser Polres Majene.

Setelah beberapa jam lamanya akhirnya tersangka diketahui bersembunyi di rumah keluarganya sendiri akhirnya atas bujukan dari keluarganya sendiri akhirnya Acong diserahkan kepada petugas dalam keadaan luka dan kemudian diantar ke Rumah Sakit Umum Majene untuk dilakukan perawatan dokter.

Kasat Reskrim Polres Majene AKP Muh Erwin pada saat itu memimpin penangkapan kepada Upeks mengatakan, Acong merupakan boronan sejak 3 bulan lalu terkait kasus dugaan pencurian dilakukan di beberapa tempat. "Setelah beberapa hari, kami bersama anggota melakukan penyelidikan di daerah Rangas tentang keberadaan tersangka. Akhirnya, tersangka diketahui telah berada dirumahnya. Kami melakukan penangkapan dirumahnya, namun di saat kami ingin membekuknya tiba-tiba dia kabur, meskipun sudah beberapa kali memberikan peringatan, tetapi korban tidak menghidahkannya akhirnya kami melumpuhkan dengan tembakan," kata Erwin. (ali) (
)

http://www.ujungpandangekspres.com/view.php?id=46336