Showing posts with label bireuen. Show all posts
Showing posts with label bireuen. Show all posts

Sunday, 16 September 2012

Pencuri Ban Dalam Tinggalkan Mobil Xenia Setelah Ditembak Polisi

Minggu, 16 September 2012 14:09 WIB
Lhokseumawe - Komplotan pencuri beraksi di kios sepeda motor di Bireuen, Aceh. Polisi datang sebelum mereka menggasak ban sepeda motor. Polisi pun sempat melepaskan tembakan di lokasi.
Minggu (16/9) dini hari, komplotan pencuri menyantroni kios milik Fahmi (40) di Jalan Jalan Banda Aceh-Medan, Desa Tiengkeum Manyang, Kabupaten Bireuen, Aceh. Aksi itu diketahui warga sekitar dan segera dilaporkan ke kantor polisi terdekat.

Aparat Subsektor Kuta Blang, Polres Bireun, datang sekitar pukul 04.30 WIB. Pencuri yang diperkirakan berjumlah empat orang, kalang kabut. Mereka kabur dengan mobil. Letusan senjata api terdengar berkali-kali.

Polisi berhasil mengamankan mobil pelaku yang bernopol BK 1757 HA. Di mobil terdapat sekitar 70 ban sepeda motor hasil curian dari Desa Kulu Kuta, Kecamatan Kuta Blang.

"Mereka membongkar kios bengkel sepeda motor itu dengan linggis," kata Isra, warga setempat pada wartawan, Minggu (16/9).

Isra menambahkan, saat komplotan itu beraksi, ada warga yang melihat dan langsung melaporkan ke polisi. "Beberapa menit kemudian terdengar rentetan letusan senjata api. Polisi mengejar mobil dan belok ke jalan desa di ujung timur jembatan Krueng Tingkeum. Pelaku berhasil lolos," kata Isra.

Kapolsek Kutablang Aiptu Azharuddin membenarkan kejadian itu. "Iya, mobil itu ditembaki anggota (polisi) sebab mereka tidak mau berhenti. Sebelumnya anggota melepaskan tembakan peringatan," kata Azharuddin saat dihubungi wartawan. 

Azharuddin menjelaskan, satu peluru mengenai kaca belakang mobil tembus ke kaca depan. Untuk penyelidikan lebih lanjut, polisi memasang garis polisi di lokasi kejadian. Pelaku terus diburu oleh polisi setempat. [004-detik]

http://www.theglobejournal.com/Kriminalitas/pencuri-ban-dalam-tinggalkan-mobil-xenia-setelah-ditembak-polisi/index.php

Wednesday, 7 December 2011

Anak ditembak, ibu ke Propam


WEDNESDAY, 07 DECEMBER 2011 17:03   

BANDA ACEH - Seorang perempuan bernama Nur Hasanah (44), beralamat di Jalan Panglima Kaom, Desa Uteun Bayi, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe mengadu ke Mapolda Aceh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) sehubungan kasus penembakan yang menimpa anaknya, Muhammad Nur bin Ramli (22), salah seorang tahanan Rutan Bireuen.

Laporan pengaduan penembakan oleh aparat kepolisian tersebut ditandatangi Brigadir P Sihotang dengan Nomor STPL/78/XII/2011/Yanduan Tanggal 5 Desember 2011.

Seperti diberitakan, salah seorang tahanan Rutan Bireuen yang kabur bernama Muhammad bin Ramli harus dilumpuhkan dengan timah panas saat dipergoki menjelang tengah malam di sebuah kios kawasan Kota Lhokseumawe, Jumat (2/12).

“Karena tak menggubris peringatan petugas, terpaksa ditembak di betis kanannya hingga tidak bisa lari lagi,” kata Kapolres Bireuen, AKBP Yuri Karsono SIK melalui Kapolsek Jeunieb, Iptu PM Kataren kepada Serambi, Sabtu 3 Desember 2011.

Namun, keterangan pihak kepolisian dibantah oleh Nur Hasanah dengan mengutip laporan orang-orang kepercayaannya. “Anak saya ditembak polisi setelah dibawa ke Bireuen,” jelas Nur Hasanah, yang secara khusus datang Kantor Serambi di Meunasah Manyang, Selasa (6/12) sore.

Menurut Nur Hasanah, pernyataan Kapolres Bireuen yang menyebutkan anaknya ditembak karena tak menggubris peringatan petugas, tidak benar. “Anak saya sengaja ditembak betisnya dari jarak sangat dekat setelah celana jeans-nya disingkap. Di celana itu tak terlihat tanda atau bekas lubang peluru dan bercak darah, kecuali baju hitam bergaris abu-abu yang dipakai korban saat ditangkap yang berlumuran darah,” jelas Nur Hasanah, seraya memperlihatkan jeans dan baju yang dikenakan anaknya saat peristiwa penembakan itu terjadi.

Masih menurut Nur Hasanah, anaknya ditangkap oleh empat polisi, Jumat (2/12) di kawasan Jalan Kenari Kuta Blang, Lhokseumawe. Beberapa saat kemudian dibawa ke Mapolres Lhokseumwe dan kondisinya masih sehat. “Tapi, setelah dibawa ke Mapolres Bireuen, anak saya diberitahukan telah tertembak di bagian kaki kanannya,” ujar Nur Hasanah.

Merasa ada kejanggalan dan tak terima dengan perlakuan itu, Nur Hasanah melaporkan peristiwa yang menimpa anaknya ke Mapolda Aceh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam). “Saya berharap kasus ini diusut tuntas,” ujar Nur Hasanah penuh harap.

Editor: PRAWIRA SETIABUDI
(dat06/Serambi)

Kabur, Polisi Tembak Betis M Ramli


Tribunnews.com - Selasa, 6 Desember 2011 21:44 WIB
Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Asnawi Ismail
TRIBUNNEWS.COM, BIREUEN - Muhammad Nur bin Ramli (22) yang tercatat sebagai tahanan Mapolsek Jeunib Kabupaten Bireuen, yang kabur bersama sejumlah  tahanan lainnya dari LP Bireuen. Namun Muhammad Nur Ramli dilaporkan tertembak betis kanannya saat penangkapan. Ia pun lantas dibawa  polisi ke Mapolres Bireuen.
"Anak saya sengaja ditembaki betisnya oleh petugas kepolisian dari jarak sangat dekat," kata Nur Hasanah, yang secara khusus datang ke Kantor Harian Serambi, sekaligus membantah pernyataan Kapolres Bireuen, yang menyebut Muhammad Ramli, ditembak karena berusaha kabur, Selasa (6/12/2011).
Atas tindakan kesewenang-wenangan petugas kepolisian, yaitu tindakan "main tembak" dengan alasan yang tak masuk akal itu, Nur Hasanah mengadukan aparat Kepolisian Bireuen ke Propam Polda Aceh. Salinan surat pengaduan ke Propam juga diberikan ke redaksi Serambi.
http://www.tribunnews.com/2011/12/06/kabur-polisi-tembak-betis-m-ramli