Showing posts with label anak polisi. Show all posts
Showing posts with label anak polisi. Show all posts

Monday, 21 May 2012

Seorang Balita Tertembak Pistol Ayahnya


Mohamad Burhanudin | Agus Mulyadi | Senin, 21 Mei 2012 | 16:02 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Muhammad Reza (4), seorang anak balita anggota kepolisian di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (21/5/2012) sekitar pukul 12.00 WIB, tertembak senjata api jenis pistol di bagian kepala. Korban saat ini masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Um um (RSU) Cut Meutia, Aceh Utara.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Cut Meutia, Fakhrizal, saat dihubungi, mengatakan, korban mengalami luka tembus akibat tertembak dari hidung hingga kepala bagian atas. Oleh karena itu, korban perlu di-CT scan dan dioperasi.
Untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, pihak RSU Cuta Meutia merujuk korban salah satu rumah sakit di Medan.
Reza tertembak oleh ayah pistol ayahnya, Brigadir Juliadi, yang sedang membersihkan senjata api itu di rumahnya. Diduga, picu pistol terkokang secara tak sengaja, lalu meletuskan tembakan ke arah anak tersebut.
Kepolisian Resor Lhokseumawe belum bisa dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.

http://regional.kompas.com/read/2012/05/21/16025991/Seorang.Balita.Tertembak.Pistol.Ayahnya..

Tuesday, 19 April 2011

Polri Akan Tindak Bripka Guntur

19/04/2011 17:42
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Palu Bripka Guntur Bripka Guntur maupun anaknya akan dikenakan sanksi karena penyalahgunaan senjata api. Ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi I Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Selasa (19/4).

Markas Besar Polri meminta tiap anggotanya selalu berhati-hati menyimpan senjata api. "Senjata itu ibarat istri. Dia harus digengam terus. Dan selalu dikontrol, dia tidak boleh salah penggunaannya," ujar Yoga. Lebih jauh Yoga mengatakan, saat ini Guntur ditangani oleh Propam lantaran dianggap teledor. Sementara Gian, anak Guntur diperiksa di Polres Palu.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, Guntur pergi ke kantornya tanpa membawa senjata api. Di rumah, anaknya, Gian tengah bermain bersama Wandi. Melihat senjata ayahnya, Gian mengambil dan memainkannya. Gian lalu mengarahkan senjata ke Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Namun saat ditarik, senjata meletus.(JUM)

18/04/2011 19:46
Liputan6.com, Palu: Ini peringatan buat aparat keamanan; berhati-hatilah menyimpan senjata api. Soalnya, Gian, anak anggota Satuan Narkoba Polres Palu Bripka Guntur, terpaksa berurusan dengan hukum karena menembak temannya sendiri, Wandi, Senin (18/4).

Informasi yang diperoleh SCTV menyebutkan, kasus penembakan berawal ketika Guntur pergi ke kantor tanpa membawa senjata api. Di rumah, Gian tengah bermain bersama Wandi.

Melihat senjata ayahnya ada di rumah, Gian mengambil dan memainkannya. Dia juga sempat mengarahkan senjata tersebut ke arah Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Tak diduga, saat pelatuk ditarik, senjata tersebut ternyata mengeluarkan peluru dan langsung mengenai dahi korban.

Wandi yang mengalami luka serius, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dia dalam kondisi kritis. Menurut dokter, kepala korban tertembus timah panas mulai dari dahi kanan hingga tembus ke dahi kiri.

Gian yang masih berusia 15 tahun diperiksa di Mapolres Palu. Sedangkan Bripka Guntur, pemilik pistol, diperiksa Propam Polda Sulawesi Tengah karena dianggap teledor menyimpan senjata api.(ADI/ULF)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201104/330438/polri_akan_tindak_bripka_guntur