Showing posts with label jayawijaya. Show all posts
Showing posts with label jayawijaya. Show all posts

Wednesday, 15 May 2013

Warga Wamena Tewas Ditembak Anggota TNI


TEMPO.COJayapura -- Seorang warga sipil bernama Arton Kogoya, 24 tahun, tewas ditembak anggota TNI di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu malam, 11 Mei 2013.

Penembakan sekitar pukul 22.45 WIT di Jalan Yos Sudarso Wamena itu dilakukan anggota Yonif 756 Pos Napua. "Benar, mengakibatkan korban satu masyarakat meninggal di tempat," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol Infantri Jansen Simanjuntak, Minggu pagi, 12 Mei 2013.

Ia mengatakan kronologi penembakan berawal ketika tiga anggota TNI Yonif 756 Pos Napua hendak bermain futsal sekitar pukul 20.00 WIT. Ketiganya adalah Serda Agung, Pratu Sitanggang, dan Prada Haryono. Ketiganya turun dari pos ke arah kota memakai sepeda motor, berpakaian preman, dan tak membawa senjata.

Usai bermain futsal, ketiganya mampir di warung Wonogiri Tiga Wamena untuk membeli makanan. Di depan warung, tiba-tiba mereka dicegat oleh lima orang dalam keadaan mabuk dan meminta uang. "Karena tak dikasih terjadi perang mulut serta perkelahian. Salah satu warga mabuk itu membawa parang hendak menikam anggota," kata Simanjuntak.

Selanjutnya, kata Jansen, oknum pemalak itu kemudian mengejar Prada Haryono yang lari menyelamatkan diri ke arah BRI Sinakma dan ke kodim. "Saat itu Serda Agung menelpon Praka Simanjuntak yang berada di Pos Napua meminta bantuan. Tidak berapa lama, tujuh orang di bawah pimpinan Serda Anang Tri Prasetya turun memakai baju preman, menggunakan sepeda motor, dan membawa senjata tiga pucuk," ujar Jansen.

Sesampainya di Jalan Yos sudarso, terjadi lagi aksi kejar-kejaran antara pemabuk dan tentara. Salah satu pemalak sempat membacok anggota, tetapi tak kena. "Dalam keadaan terjepit itu, anggota membuka tembakan peringatan, tapi tak membuat yang mabuk takut. Malah mereka menyerang terus menggunakan parang," kata Jansen.

Akhirnya, karena merasa terancam, anggota menembak ke tanah. "Prada Wahyudi menembak ke tanah. Tapi karena panik, arah senjata ke korban yang langsung meninggal di tempat," kata Jansen. Usai insiden itu, ratusan warga sempat akan melakukan aksi balas dendam. "Namun sudah diarahkan agar mereka tidak anarkis."

JERRY OMONA

http://www.tempo.co/read/news/2013/05/12/063479709/Warga-Wamena-Tewas-Ditembak-Anggota-TNI

Tuesday, 18 December 2012

DPO Bom Wamena Tewas Ditembak

Senin, 17 Desember 2012 , 07:16:00 WIB
Polisi terpaksa menembak mati Hubert Mabel yang masuk dalam DPO dalam peledakan bom di DPRD Jayawijaya dan pos lantantas Polres Jayawijaya.

Menurut Kabid Humas Polda Papua AKBP Gede Sumerta kepada Antara, di Jayapura, Minggu malam, Hubert ditembak di kaki kanan dan kiri serta bagian dada setelah dia hendak ditangkap dan  mencoba melarikan diri serta merebut senjata milik anggota.

Almarhum Hubert Mabel selain masuk dalam DPO kasus BOM Wamena juga diduga terlibat dalam penyerangan Polsek Pirime, Kabupaten Lanny Jaya yang menewaskan tiga anggota polisi.

Penangkapan terhadap Hubert Mabel dilakukan setelah sebelumnya pada 14 Desember lalu aparat keamanan menangkap WJ, yang ditangkap karena membawa amunisi, kata Kabid Humas Polda Papua.

Gede Sumerta menambahkan, sebelum ditangkap aparat keamanan dari timsus dibantu WJ menelpon Mabel untuk bertemu dan akhirnya disepakati bertemu di jalan raya kampung Abusak Distrik Kurulu.

Dijelaskan Kabid Humas Polda Papua, saat hendak bertemu itu Hubert Mabel ditemani empat orang rekannya yang membawa senjata tajam sejenis parang.

Melihat kondisi tersebut kemudian anggota timsus yang hanya berjumlah dua orang menyuruh mereka tiarap ke tanah namun tidak diindahkan oleh Mabel, bahkan balik menyerang anggota hingga kemudian anggota menggeluarkan tembakan yang menggenai korban, kata AKBP Gede Sumerta.

Almarhum Hubert Mabel sendiri dikenal sebagai Ketua Militan Komite Nasional Papua Barat (KNPB)

Ketika ditanya tentang pembakaran pos polisi di pasar Wouma, Kabid Humas Polda Papua itu mengaku kemungkinan sebagai dampak tewasnya Hubert Mabel.

"Tidak tertutup kemungkinan pembakaran pos polisi yang berlokasi di pasar Wouma sebagai dampak dari tewasnya Mabel," kata Gede Sumerta seraya mengaku dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa.[ant/hta] 


http://www.medanbagus.com/news.php?id=2772&utm_source=MedanBagusFeed&utm_medium=twitter