Showing posts with label september 2011. Show all posts
Showing posts with label september 2011. Show all posts

Sunday, 9 October 2011

Bandar Ganja di Tangerang Ditembak Polisi


SENIN, 26 SEPTEMBER 2011, 17:18 WIB

VIVAnews - Ahmad Nikmat, 35 tahun, seorang bandar ganja di Tangerang terpaksa ditembak kaki kirinya oleh polisi saat ketika berusaha melarikan diri.

Sebelumnya, Ahmad Nikmat mengelabui polisi yang akan mengambil sisa barang bukti ganja yang disembunyikan tersangka di rumah orangtuanya.

"Tersangka bilang ada barang bukti ganja 10 kilo di rumah orangtuanya di Kecamtan Kresek," kata Kasat Narkoba Polres Kota Tangerang, Kompol I Gede Gotia kepada VIVAnews, Senin 26 September 2011.

Namun, setelah didatangi ke Kresek, barang bukti ganja yang dimaksud tersangka tidak ada. Sebaliknya, tersangka justru melawan dan coba melarikan diri dari tangan petugas.

"Kita terpaksa menembak kaki kirinya, karena tersangka berusaha melawan dan melarikan diri," jelasnya.

Ahmad ditangkap, berdasarkan hasil tangkapan pengedar ganja, Ahmad Ajir (35), di kampung Merak, Sukamulya, Cikupa, Kabupaten Tangerang dengan barang bukti 1 kilogram.

"Dari pengakuan Ahmad Ajir, petugas berhasil memperoleh keterangan tentang Ahmad Nikmat," jelasnya.

Kemudian, petugas melakukan pengejaran ke rumah persembunyian Ahmad Nikmat. Saat dilakukan penyergapan, Ahmad Nikmat tidak banyak memberikan perlawanan. Dari tangan tersangka, petugas berhasil menyita 55,5 kilogram ganja kering siap edar.

"Ahmadi Nikmat ditangkap di kampung Sanggong, Cikande, Kabupaten Tangerang," tegasnya.

Laporan: Muhammad Iyus | Tangerang
• VIVAnews



http://us.metro.vivanews.com/news/read/250306-bandar-ganja-di-tangerang-ditembak-polisi

Friday, 7 October 2011

Coba Rebut Pistol dan Kabur, Perampok Tewas Di-Dor!


Jumat, 30 September 2011 - 18:01 WIB


CIREBON (Pos Kota) – Rajino, 35, seorang anggota sindikat perampokan yang beraksi di sejumlah wilayah,  tewas di dor timah panas polisi.
Sebelum tewas di dor polisi, lelaki asal Pemalang  sempat merebut pistol seorang perwira polisi, Jumat (30/9) dinihari sekitar pukul 02.00 wib.
Tak bisa merebut pistol perwira, tersangka mencoba kabur. Tembakan peringatan beberapa kali lakukan, namun tersangka tak menghiraukannya, justru dia terus melarikan diri. Tak ingin kerja keras selama berbulan-bulan tersia-siakan, polisi pun melesatkan timah panas hingga tersangka pun tumbang.
Kapolres Cirebon AKBP Edi Mardianto melalui Kasat Reskrim AKP Jansen Sianturi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tewasnya tersangka Rajino tersebut. “Dia memang DPO, semua temannya sudah tertangkap,” kata Jansen.
Dijelaskan Jansen, tersangka ditangkap di daerah Klaten setelah dibuntuti selama berbulan-bulan. Tersangka lalu dibawa ke Cirebon dalam rangka pengembangan. “Ketika diminta menunjukan TKP itulah tersangka mencoba kabur, dan terpaksa kami lumpuhkan,” tegas Jansen lagi.
Soal tewasnya tersangka, menurut kasat dirinya tidak tahu persis, dokter forensik yang lebih tahu. Apakah karena paktor kondisi fisik yang lemah, atau mungkin penyebab lainnya. “Saya sendiri belum diberitahu oleh dokter forensik rumah sakit,” ungkapnya.
Sementara itu, tersangka Rajino, 35,  tercatat sebagai salah satu amggota komplotan perampok sadis, karena tak jarang melukai korbannya. Warga yang sudah menjadi korban komplotan ini yakni Ny Neli sebanyak 1,1 miliar, Marno (warga sumber) sebanyak 580 juta dan  toko aneka  sandang, Kuningan, sebanyak Rp 3 miliar. (Darman/dms)
http://www.poskota.co.id/kriminal/2011/09/30/coba-rebut-pistol-dan-kabur-perampok-tewas-di-dor

Sunday, 2 October 2011

Bandar Narkoba Ditembak Polisi


Tribun Timur - Minggu, 2 Oktober 2011 15:36 WITA


Makassar, Tribun-timur.com -- Satuan Anti Narkoba Polrestabes Makassar menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu, Sabtu (2/9/2011) malam. Pelaku dihadiahi timah panas setelah berusaha melawan aparat Kepolisian dengan menggunakan parang.

Isra alias Kucing (36) warga Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang. Ia tertembak di bagian pantatnya. Dari tangannya juga diamankan satu paket sabu.

Tersangka satu ini, ditembak di Jl Sukaria 13, Kelurahan Tamamaung, mAKASSAR. Polisi terpaksa menembak tersangka setelah berusaha melawan polisi menggunakan parang saat akan ditangkap.  Timah panas polisi mengenai bagian pantat pelaku saat melarikan diri dengan sepeda motornya.

Kepala Satuan Anti Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Hasbi Hasan menyebutkan, saat pelaku akan ditangkap, pelaku menyerang dengan parang. Namun, polisi langsung mengeluarkan senjata api. Pada saat itulah pelaku berusaha kabur dengan sepeda motornya.

Polisi sempat menembakkan senjatanya namun, ketika itu pihaknya belum mengetahui kalau pelaku terkena atau tidak. Pihak Kepolisian baru mendapat kepastian tersangka terkena proyektil satu jam kemudian.

"Rupanya, pihak keluarga tersangka langsung membawa tersangka ke RS Faizal untuk menjalani  pengobatan. Dari situlah kita ketahui kalau tersangka terkena peluru," terang Hasbi.

Upaya penangkapan terhadap Isra berawal saat polisi menangkap dua penikmat sabu-sabu di depan Hotel Borobudur, Indra dan Dewi. Dari penangkapan dua orang tersebut,
terungkap kalau barang yang dibeli dua tersangka ini diperoleh dari Roni.

Dari penangkapan tiga orang tersebut, polisi mengejar Isra yang kemudian harus ditembak karena melawan. Saat ini, tiga tersangka sudah diamankan di Polrestabes Makassar, sementara Isra masih terbaring di RS Faizal dengan penjagaan polisi.

Selain empat orang tersebut, polisi juga menangkap enam orang remaja yang sedang pesta sabu-sabu di Hotel Bahagia, Jl Buruh, Kecamatan Bontoala, Minggu (3/9)dini hari. Dari tangan keenam tersangka itu, polisi menyita barang bukti berupa lima paket sabu-sabu.

Keenam tersangka itu ditangkap dari salah satu kamar hotel tersebut. Remaja yang ditangkap pesta sabu di Hotel Bahagia itu antara lain, Kendy, Tian Ari, Dewi, dan Iin. Mereka saat ini masih diperiksa intensif di Mapolrestabes Makassar

Penulis : Mahyuddin
Editor : Ina Maharani

http://makassar.tribunnews.com/2011/10/02/bandar-narkoba-ditembak-polisi?utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed

Friday, 30 September 2011

Buronan Ditembak Mati


Pantai Timur - 1 October 2011 | 6 Komentar

di Rayeuk | Harian Aceh – Polisi menembak mati Juwaini alias Wani alias Wel, 22, warga Seunebok Aceh, Kecamatan Peureulak Kota, Aceh Timur. Almarhum telah lama jadi buronan polisi karena diduga terlibat serangkaian perampokan dengan menggunakan senjata api.
Jasad Juwaini saat hendak ditandu ke ruang IGD RSUD Idi, Kamis (29/9) malam. Buronan polisi itu ditembak mati karena berupaya melarikan diri saat ditangkap petugas.(HARIAN ACEH/ISKANDAR ISHAK)
Tersangka dilumpuhkan karena berusaha kabur saat disergap petugas di Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur, pada Kamis (29/9),” kata Kapolres Aceh Timur AKBP Drs Ridwan Usman kepada Harian Aceh, Jumat (30/9).
Polisi juga membekuk dua anggota komplotan Juwaini, yakni Hus, 19, warga Desa Balee Buya yang tertangkap pada Agustus lalu, serta Ham alias Apek Kaleng, 37, warga Desa Matang Peulawi, yang ditangkap di kediamannya, Jumat (30/9) sekira pukul 06.00 WIB. Polisi juga menyita sepeda motor RX King BL 3236 UL yang digunakan Ham.
Kapolres Ridwan Usman menjelaskan, penembakan terhadap DPO itu berawal dari adanya informasi masyarakat yang ketika itu menyebutkan keberadaan tersangka di seputaran Desa Gelanggang Merak, Alue Nireh. Berdasarkan informasi tersebut, polisi bergerak ke lokasi dimaksud.
Setiba di sana, polisi mendapati tersangka. Namun, ketika hendak ditangkap, tersangka berusaha menghindar dan melarikan diri. “Petugas melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tidak digubris tersangka bahkan berupaya kabur, sehingga aparat terpaksa menembak mati tersangka,” kata Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo SIk. Menurut Kapolres, Juwaini sudah masuk dalam DPO terkait kasus perampokan yang terjadi di Desa Cot Keh pada 25 Agustus lalu. “Dia juga terlibat sejumlah kriminal bersenjata lainnya,” terang Kapolres.
Terkait DPO perampokan itu, kata Ridwan Usman, pihaknya juga menangkap dua orang lainnya yakni Hus dan Ham. Keduanya disinyalir ikut membantu Juwani dalam berbagai tindakan kriminal. “Keduanya ditangkap di rumah masing-masing dan tidak melakukan perlawanan,” katanya.(isk)
http://harian-aceh.com/2011/10/01/buronan-ditembak-mati?utm_source=%23harianaceh&utm_medium=harian-aceh.com&utm_campaign=%23visitaceh

Pencuri Duit Pria Cacat Ditembak


 Padang Ekspres • Berita Kriminal • Kamis, 29/09/2011 16:27 WIB • (frv) • 20 klik
Payakumbuh, Padek—Perampokan dan pencurian yang terjadi bertubi-tubi di Payuakumbuh, membuat polisi mulai gerah. Buktinya, seorang anak muda bernama Faisal, 23, yang diduga kuat pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap Buyung, 32, pria cacat penjual rokok di simpang SMEA kawasan Tanjuangadang, Koto Nan Ompek, terpaksa ditembak polisi.


“Faisal diduga mencuri di warung Buyung, enam bulan silam. Saat mencuri, Faisal kedapatan oleh Buyung. Bukannya minta maaf, Faisal malah menendang dan menodongkan pisau ke arah Buyung,” kata Kapolres Payakumbuh AKBP S Erlangga didampingi Kapolsekta AKP Eridal kepada wartawan, Senin (26/9).


Atas peristiwa tersebut, sambung AKBP  S Erlangga, Polsekta Payakumbuh di bawah pimpinan AKP Eridal langsung mengejar Faisal. Tapi, pemuda jolong ka gadang itu ternyata sudah duluan kabur. Tak tanggung-tanggung, Faisal kabur sampai ke Dumai, Riau. Tapi polisi tak mau kehilangan jejaknya.


Jangankan ke Dumai, ke ujung dunia pun, Faisal dan pelaku kejahatan, akan tetap dikejar polisi. Hasilnya, tidak sia-sia juga. Kemarin, tim khusus Polsekta Payakumbuh berhasil menemukan Faisal di Dumai, Riau. “Dia ditemukan sedang mengemudikan  angkutan kota di Kelurahan Bumi Ayu, Dumai,” kata AKBP S Erlangga.


Begitu bertemu dengan petugas berseragam preman dari Payakumbuh, Faisal menurut polisi, langsung ngacir. Karena kembali berupaya kabur, polisi akhirnya menghadiahi sebutir timah panas di betis sebelah kiri Faisal. Timah panas itu membuat Faisal, minta ampun. Dia menyerah dan berhasil di bawah ke payakumbuh.


Kapolsekta Payakumbuh AKP Eridal menduga, Faisal melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap Buyung bersama seorang temannya.”Kita sekarang sedang memburu, keberaaaan teman Faisal tersebut. Kasus ini masih kita kembangkan,” kata mantan Kasat Reskrim dan Kasat Narkoba Polres Payakumbuh itu. (frv)
[ Red/Redaksi_ILS ]
http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=13524

Rampok Ditembak Saat Akan Rebut Pistol Polisi


Tribun Jambi - Jumat, 30 September 2011 22:58 WIB


CIREBON, TRIBUNJAMBI.COM  - Anggota sindikat perampokan yang bernama Rajiwo, warga Pemalang, Jawa Tengah, tewas ditembak polisi pada Jumat (30/9/2011) dinihari. Pria berusia 35 tahun ini terpaksa ditembak karena nyaris merebut pistol milik anggota polisi yang menangkapnya.

Karena tidak bisa merebut pistol polisi, dia kemudian mencoba melarikan diri. Polisi pun memberikan tembakan peringatan. Namun, tembakann peringatan itu tidak digubris. Polisi akhirnya menembak lutut kiri Rajiwo.

Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Mardianto melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Jansen Sianturi mengatakan, Rajiwo termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus perampokan.

"Teman lainnya sudah tertangkap. Tersangka sudah kami tangkap di Klaten, Jawa Tengah, setelah kami buntuti berbulan-bulan. Kami bawa ke Cirebon untuk melakukan pengembangan," ujarnya ketika ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Gunung Jati, Kota Cirebon, Jumat (30/9).

Dia menambahkan, begitu hendak menunjukkan tempat kejadian perkara, tersangka justru hendak merebut pistol polisi dan berusaha melarikan diri.

Namun, Jansen tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian tersangka. Menurutnya, yang lebih mengetahui kematian tersangka adalah dokter forensik. "Saya belum diberitahu dokter forensik," ujarnya.

Rajiwo tercatat sebagai anggota komplotan perampok sadis karena sering melukai korbannya dalam setiap aksinya. Warga yang sudah menjadi korban komplotan ini yakni Ny Neli sebanyak Rp 1,1 miliar, Marno, warga Sumber, Kabupaten Cirebon, sebanyak Rp 580 juta dan toko Aneka Sandang di Kuningan, sebanyak Rp 3 miliar. (*)

Editor : deddy
Sumber : 

http://jambi.tribunnews.com/2011/09/30/rampok-ditembak-saat-akan-rebut-pistol-polisi

Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

Nasional / Sabtu, 1 Oktober 2011 03:02 WIB 
Metrotvnews.com, Kendal:Polisi menembak seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang selama ini meresahkan warga Kendal, Jawa Tengah, Jumat (30/9). Polisi geram dengan ulah pelaku yang kerap membuat warga tak tenang.

Feri Kusnadi harus berjalan pincang saat digelandang polisi ke Mapolres Kendal. Ia terpapah saat dibawa untuk menunjukan barang bukti hasil curiannya. Feri kerap beraksi bersama dua temannya dengan menggunakan kunci leter T. Feri biasa mencuri sepeda motor yang terpakir di tempat yang sepi. Feri biasa beroperasi di Kendal, Batang dan Semarang.

Kasubag Humas Polres Kendal,  Ajun Komisaris Polisi Suratno mengatakan, dalam sepekan terakhir, polisi berhasil menyita lebih dari 121 sepeda motor dan 83 yang diduga hasil kejahatan. Feri kini mendekam di Mapolres Kendal, dan terancam hukuman tujuh tahun penjara.(****)


http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/10/01/136953/Pelaku-Curanmor-Ditembak-Polisi

Rampok Ditembak Setelah Nyaris Rebut Pitol Polisi


JUMAT, 30 SEPTEMBER 2011 | 18:53 WIB





CIREBON, TRIBUN - Anggota sindikat perampokan yang bernama Rajiwo, warga Pemalang, Jawa Tengah, tewas ditembak polisi pada Jumat (30/9) dinihari. Pria berusia 35 tahun ini terpaksa ditembak karena nyaris merebut pistol milik anggota polisi yang menangkapnya.

Karena tidak bisa merebut pistol polisi, dia kemudian mencoba melarikan diri. Polisi pun memberikan tembakan peringatan. Namun, tembakann peringatan itu tidak digubris. Polisi akhirnya menembak lutut kiri Rajiwo.

Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Polisi Edi Mardianto melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Jansen Sianturi mengatakan, Rajiwo termasuk dalam daftar pencarian orang (DPO) dalam kasus perampokan.

"Teman lainnya sudah tertangkap. Tersangka sudah kami tangkap di Klaten, Jawa Tengah, setelah kami buntuti berbulan-bulan. Kami bawa ke Cirebon untuk melakukan pengembangan," ujarnya ketika ditemui di kamar mayat Rumah Sakit Gunung Jati, Kota Cirebon, Jumat (30/9).

Dia menambahkan, begitu hendak menunjukkan tempat kejadian perkara, tersangka justru hendak merebut pistol polisi dan berusaha melarikan diri.

Namun, Jansen tidak mengetahui secara pasti penyebab kematian tersangka. Menurutnya, yang lebih mengetahui kematian tersangka adalah dokter forensik. "Saya belum diberitahu dokter forensik," ujarnya.

Rajiwo tercatat sebagai anggota komplotan perampok sadis karena sering melukai korbannya dalam setiap aksinya. Warga yang sudah menjadi korban komplotan ini yakni Ny Neli sebanyak Rp 1,1 miliar, Marno, warga Sumber, Kabupaten Cirebon, sebanyak Rp 580 juta dan toko Aneka Sandang di Kuningan, sebanyak Rp 3 miliar. (*)

Perampok Bersenjata Api di Perlak Tewas Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Jumat, 30 September 2011 17:12 WIB

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Yusmadi Yusuf
SERAMBINEWS.COM, LANGSA – Juwaini alias Wel (22), buronan polisi yang diduga terlibat serangkaian tindak kriminal menggunakan senjata api di wilayah Perlak, Aceh Timur, akhirnya tewas ditembak di kawasan Alue Nireh, Kecamatan Perlak Timur.
Peristiwa pada Kamis (29/9/2011) petang itu, kata Kapolres Aceh Timur AKBP Ridwan Usman, melalui Kasat Reskrim AKP Priyo Utomo, berawal ketika tersangka berusaha melarikan diri setelah diberikan tembakan peringatan aparat Polisi.
Juwaini alias Wel adalah warga Desa Seunebok Aceh, Kecamatan Peureulak Kota.
AKP Priyo Utomo mengatakan, Wel selama ini telah menjadi buronan polisi dalam dugaan terlibat serangkaian aksi kriminalitas menggunakan senjata api di kawasan Peureulak.
Saat ditangkap, tersangka berusaha menghindari petugas dan berupaya melarikan diri. Melihat hal itu, kata Kasat Rekrim, polisi memberi tembakan peringatan, tapi tidak digubris. Sehingga terpaksa polisi menembak mati.
Aparat Polres Aceh Timur juga berhasil menangkap dua rekannya, yaitu Hus (19) warga Desa Balee Buya, dan Ham alias Apek Kaleng (37) warga Desa Matang Peulawi, yang diciduk di rumah mereka.
Ikut disitas dalam penangkapan tersebut, satu unit sepeda motor jenis RX King BL 3236 UL milik Ham.
Kapolres mengatakan, ditembak matinya Juwaini, dan ditangkapnya dua tersangka Hus dan Ham, maka polisi telah menangkap tiga tersangka kasus perampokan pegawai rendahan di Cot Keh, Peyureulak Kota.
Sebelumnya, polisi juga sudah membekuk seorang pemuda yang diduga terlibat kejahatan terorganisir tersebut.
Saat ini, polisi masih memburu dua tersangka lainnya yang diduga memiliki dua unit senjata api laras panjang. Sebelumnya, polisi juga mengidentifikasi mereka sebagai kelompok binaan perompak yang beroperasi di perairan timur Aceh.

Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Serambi Indonesia
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Thursday, 29 September 2011

Bawa Kabur Mobil Mewah, Supir Pribadi Ditembak Polisi


Bawa Kabur Manjikan, Tersangka Ditembak (abie)
Kabar6-Berakhir sudah petualangan jahat Basuki Atmajaya (41). Tersangka kasus penggelapan mobil mewah Toyota Harier B 8 DZ ini, terkapar setelah 3 butir timah panas petugas bersarang di kedua kakinya.
Kepala Polisi Sektor Curug, Kompol Arif Setiawan mengatakan, penangkapan Basuki berlangsung disebuah rumah dibilangan Banjar Negara, Jawa Barat, Rabu (28/9). Petugas Kepolisian Sektor curug dibantu oleh petugas Kepolisian Resor Banjar Negara akhirnya sukses menyudahi pelarian Basuki, Setelah melakukan pengintaian 10 jam dilokasi.
Ya, Basuki yang tercatat sebagai warga Jalan Sawah Lio I, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat ini, sedianya sudah 14 hari diburu petugas Kepolisian Sektor Curug. Dia dilaporkan oleh Sudjono, pengusaha kaya warga Kembangan, Jakarta Barat, karena nekat membawa kabur mobil mewah Toyota Harier B 8 DZ.
Sedianya, kejahatan menggelapkan mobil mewah tersebut dilakoni Basuki pada tanggal 15 September lalu. Kala itu, Basuki yang baru satu hari bekerja sebagai sopir pribadi di keluarga Sudjono, diminta untuk mengantarkan rekan bisnis keluarga itu di wilayah curug, Kabupaten Tangerang.
Namun, selepas mengantarkan dua rekan bisnis Sudjono, Basuki tidak kembali kerumah sang majikan. Melainkan membawa kabur mobil tersebut ke wilayah Banjar Negara dan menggadaikannya seharga Rp. 7 juta kepada Windarti, mantan istrinya yang kini sudah menikah lagi dengan pria lain bernama Harmanto.
Sehari setelah berpindah tangan, nomor polisi mobil mewah itupun sempat dirubah menjadi AB 8989 YZ. Oleh Windarti dan Harmanto, mobil kemudian dibawa ke sebuah hotel dikawasan Banjar Negara.
Saat itulah keberadaan mobil terendus oleh petugas. Alhasil, Windarti dan Harmanto yang mengaku tidak tahu menahu soal asal-usul mobil tersebut, tak pelak langsung digelandang petugas.
Dari keterangan Windarti, polisi akhirnya berhasil menemukan sebuah rumah yang dijadikan tempat persembunyian oleh Basuki. Sayangnya, saat polisi tiba dan hendak meringkusnya, Basuki justru dan berupaya kabur.
Tak mau kehilangan buruannya, anggota Satreskrim Polsek Curug terpaksa menyarangkan 3 butir timah panas ke kedua kaki tersangka, setelah tembakan peringatan petugas tak digubris pelaku.(abie)

http://www.kabar6.com/tangerang-raya/kabupaten-tangerang/1356-bawa-kabur-mobil-mewah-supir-pribadi-ditembak-polisi.html

Kepergok Mencuri, Residivis Ditembak



Kamis, 29 September 2011 19:13:40
Seorang residivis berinisial MF yang terpaksa dilumpuhkan karena berusaha saat kepergok mencuri, diangkut dengan mobil ke Mapolres Jayapura Kota, Rabu (28/9)
JAYAPURA – Seorang pemuda tanggung bernisial MF (18) warga APO Kali terpaksa dilumpuhkan saat kepergok mencuri di rumah saksi korban Grace Frastha Tomasouw (40) warga Dok V bawah distrik Jayapura Utara, Selasa (27/9) sekitar pukul 14.00 wit. Pelaku yang merupakan residivis kasus penjambretan ini ditembak kakinya saat berusaha kabur.
  Kasubag Humas Polres Jayapura Kota Ipda Heri Susanto SH saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan adanya menangkap seorang pencuri. “Pelaku ditangkap dengan melumpuhkan kakinya, sebab pelaku mencoba melarikan diri,” terangnya Rabu (29/9).
  Menyangkut kronologis kejadiannya, dijelaskan bahwa saat itu korban sedang berada di dalam kamar mandi rumahnya. Namun tiba-tiba pelaku datang ke rumah korban melalui pintu belakang rumah korban yang tidak terkunci.
   Kemudian pelaku mengambil dua unit HP  Blackberry 9500 dan Flexy tipe ZTE 900. Namun perbuatan pelaku ternyata diketahui oleh korban, sehingga korban berteriak minta tolong, dan pelaku langsung  mencoba melarikan diri dengan membawa dua unit HP tersebut.
   “Teriakan korban didengar seorang saksi yang merupakan anggota polisi yang bertugas di Mapolda. Kemudian karena jarak yang cukup jauh untuk dikejar, anggota Polda tersebut terpaksa menembak dan mengenai kaki korban, sehingga korban berhasil dilumpuhkan dan ditangkap,” ungkapnya.
   Usai kejadian tersebut pelaku dibawa ke Mapolres Jayapura Kota untuk dilakukan pemeriksaan secara intensif berikut dengan  sejumlah barang buktinya. “Pelaku akan kami periksa secara intensif sebab pelaku merupakan residivis yang pernah diproses karena kasus jambret beberapa bulan yang lalu,” terangnya.
  Ditambahkan, selain menangkap pelaku , barang bukti dua unit HP dan 1 unit sepeda motor Yamaha Mio Soul DS 2624 JO milik pelaku juga berhasil disita.
   Sementara itu, kasus pencurian juga terjadi di kios foto copy milik Hubertus Anje (40) warga DOk VIII distrik Jayapura Utara, Selasa (27/9) subuh. Diduga pelaku pencurian ini lebih dari satu orang. Akibat pencurian ini, korban pun melapor ke Mapolsek Jayapura Utara.
   Kapolsek Jayapura Utara AKP KR Sawaki, SE saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos membenarkan laporan tersebut. “Ya laporan tersebut telah saya terima, pihak penyidik telah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut,” terangnya, Rabu (28/9) kemarin.
   Dijelaskannya kronologis kejadian, bahwa saat itu korban sedang tertidur pulas. Dan segerombolan pencuri datang ke kios milik korban dan mencungkil pintu depan kios. Dan kejadian tersebut tidak diketahui  oleh korban sehingga barang-barang yang ada dikios ludes dibawa lari.
  Barang barang milik korban yang berhasil dibawa lari berupa 1 Komputer, Printer yang bermerek canon IP 4500, Scener merek Epson V 200, serta Laminator Dynamit 330. “Dimana korban dirugikan puluhan juta rupiah,” tuturnya.
   Kini pihak penyidik telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini guna mengungkap pelakunya. “Pelaku telah melanggar hokum dan juga merugikan orang lain, sehingga pelaku akan di jerat pasal 362 KUHP tentang pencurian dengan maksimal kurungan 7 tahun,” tegas Kapolsek. (ro/tri)



http://www.cenderawasihpos.com/index.php?mib=berita.detail&id=3724

Friday, 23 September 2011

Mudik Lebaran, Perampok Ditembak Polisi


Sabtu, 27 Agustus 2011 - 17:14 WIB

SURABAYA(Pos Kota)- Diketahui mudik Lebaran, seorang perampok ditembak polisi. Marlakin (31) warga Beringin Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur memang sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat perampokan.
Polres Sampang mendapat informasi bahwa DPO sedang pulang ke Tambelangan. Maka, sebanyak 17 personel tim khusus dengan dipimpin Kasat Reskrim AKP Supriyono langsung melakukan pengepungan di rumah Marlakin.
“Kami mendapat informasi dari warga. Lantas, kami langsung membentuk tim dan mengepung di tiga lokasi. Setelah informasi A1, kami melakukan penggrebekan,” ujar Kompol Danuri, Kabag Ops Polres Sampang, Sabtu (27/8).
Ketika digrebek, Marlakin diketahui hendak melarikan diri. Petugas meletuskan tembakan peringatan. Karena Marlakin tidak mau menyerahkan diri, petugas terpaksa membidik tubuh DPO perampokan emas tersebut. Sementara satu teman Marlakin berhasil lolos dan melarikan diri ke hutan.
Sekadar diketahui, Marlakin bersama 5 temannya terlibat perampokan berdarah beberapa waktu lalu. Sebanyak 4 pelaku berhasil diringkus. Setelah Marlakin dilumpuhkan, Polres Sampang tinggal menyisakan satu pelaku lagi. (nurqomar/b)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/27/mudik-lebaran-perampok-ditembak-polisi

Residivis Perampokan Spesialis Ruko Dibekuk Polisi


Jum'at, 23 September 2011 04:18 wib








MAJENE – Sahril alias Marco (27) residivis kasus pemerkosaan dan pencurian yang baru dua bulan keluar dari penjara ini hanya dapat mengerang kesakitan setelah timah panas polisi bersarang dibetis kanannya.

Warga asal Palopo yang tinggal di lingkungan kampong Baru, Kelurahan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, Sulawesi Selatan ini ditembak polisi lantaran mencoba melarikan diri saat diserga ditempat persembunyiannya.

Selain mengamankan sang residivis, polisi juga berhasil meringkus seorang anak dibawah umur Agusman (16) yang diduga kuat merupakan anggota komplotan perampok spesialis rumah dan toko.

“Marco selama keluar dari rutan, dia bersama dua rekannya diduga sering melakukan aksi pencurian barang elektronik disejumlah tempat,” ujar Kasat Reskrim Polres Majene AKP Jubaedi kepada wartawan, Kamis (22/9/2011) malam.

Dalam penyergapan ini polisi juga berhasil menyita satu buah laptop dan dompet yang merupakan hasil kejatahan para pelaku, sedangkan seorang lagi bernama Bonte berhasil melarikan diri.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara. Sementara salah seorang anggota komplotan yang berhasil melarikan diri saat disergap masih dalam pengejaran polisi. (put)



http://news.okezone.com/read/2011/09/23/340/506018/residivis-perampokan-spesialis-ruko-dibekuk-polisi

DPRD Cecar Kapolres


Dharmasraya, Padek—Masih ingat kasus penembakan Hendra, 40, warga Jorong Tuo, Nagari Bonjol, Kecamatan Kotobesar, Kabupaten Dharmasraya, Minggu (7/8) lalu? Sampai saat ini, kasusnya masih tanda tanya. Bukan saja nasib Hendra, proses hukum oknum polisi pelaku penembakan pun hingga kini tak jelas juntrungannya.  

Kasus ini mendapat perhatian serius dari anggota DPRD setempat. Mereka mendesak Kapolres Dharmasraya Chairul Aziz, menuntaskan kasus penembakan warga mereka di Bonjol di saat makan sahur di bulan Ramadhan lalu.

 Desakan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat Komisi I dengan Kapolres di gedung DPRD Dharmasraya kemarin. Anggota Komisi I mencecar Kapolres dengan puluhan pertanyaan. Selain mempertanyakan kasus penembakan warga Bonjol oleh oknum polisi, Komisi I juga menyorot keamanan Dharmasraya yang dinilai mulai rawan kejahatan.

Ketua Komisi I, Kapidis Rasyid meminta penjelasan Kapolres sejauh mana tindak lanjut kasus penembakan warga Bonjol oleh oknum polisi. “Sampai saat ini, penembakan warga Bonjol tersebut masih menjadi tanda tanya bagi kami. Selaku wakil rakyat,  kami ingin mengetahui sejauh mana proses hukumnya. Kami ingin pengusutannya berjalan transparan, tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegas Kapidis.

Menjawab hal itu, Kapolres Dharmasraya, AKBP Chairul Aziz tetap berkeyakinan penembakan Hendra sudah sesuai prosedur tetap (protap) kepolisian, dan bertujuan melumpuhkan korban, bukan untuk membunuh atau hal yang lain.

“Korban penembakan Hendra alias Nera sudah membuat surat pernyataan sekaligus mengakui kalau dirinya memang membeli sepeda motor curian dari Sajir yang merupakan salah seorang tersangka dalam kasusnya sebagai penadah dan sudah ditahan di Polres Dharmasraya.

Dalam surat itu, Nera dan keluarga juga minta maaf kepada pihak kepolisian atas pernyatan dirinya di beberapa media cetak yang tidak mengakui perbuatannya membeli sepeda motor curian,” tegas Kapolres membacakan surat pernyataan dari Nera.

Surat klarifikasi itu, kata Chairul Aziz,  dibuat pada 26 Agustus lalu. Menurutnya, Nera dan keluarga juga menyatakan tak akan menuntut pihak kepolisian atas kejadian tersebut.

Penjelasan Kapolres mengundang tanda tanya bagi anggota Komisi I, sebab kontradiktif dengan pengakuan Hendra dan keluarga, serta warga Bonjol saat kejadian. Berbagai keganjilan diungkap keluarga korban dan warga, seperti tidak adanya surat perintah penangkapan meski dibantah Kadiv Humas Polda Sumbar dan Kapolres Dharmasraya.

Versi polisi Hendra ditembak karena menyerang petugas dan hendak melarikan diri, versi keluarga korban sebaliknya. Dalam kejadian itu seorang polisi disebut terluka, tapi tidak pernah diketahui di mana keberadaannya.

Saat itu, tokoh masyarakat, pemuda dan anggota DPRD asal daerah setempat, Yoserizal menggelar Rapat di Kantor Wali Nagari Bonjol Minggu (7/8), sekitar pukul 21.00. Rapat itu menghasilkan tiga rekomendasi. Pertama, menuntut Polres Dharmasraya dan Polda Sumbar segera menindaklanjuti atau memproses anggota yang terlibat dalam penembakan tersebut secara transparan. Kedua, meminta agar seluruh jajaran Polsek Sungairumbai, termasuk Kapolsek segera dimutasi ke luar Dharmasraya.

Ketiga, pihak kepolisian agar bertanggung jawab terhadap seluruh biaya yang timbul akibat penembakan itu.

Rangking III
Dalam rapat dengar pendapat itu, Kapolres mengungkapkan, Kabupaten  Dharmasraya rangking III se-Sumatera Barat dalam kasus pencurian motor. Karena itu, Polda Sumbar memerintahkan untuk mengungkap kasus pencurian sepeda motor yang terjadi di Dharmasraya.

“Jadi setelah bagian intelijen kepolisian Dharmasraya melakukan investigasi terhadap kasus pencurian motor yang telah meresahkan masyarakat Dharmasraya, operasi khusus ini diarahkan ke Nagari Bojol dan Abai Siat. Salah satunya terungkap Hendra terlibat kasus ini,” jelas Chairul.

Pantauan Padang Ekspres, saat hearing itu Kapolres diajukan 24 pertanyaan dan usulan menyangkut seputar keamanan Dharmasraya saat ini. Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Sukino, Kasat Intel AKP Akafli. Sementara itu, komisi I DPRD dihadiri seluruh anggotanya serta Ketua DPRD Rudi Hartono.(*)

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=13083