Showing posts with label DPO.. Show all posts
Showing posts with label DPO.. Show all posts

Wednesday, 7 December 2011

Sempat Ditembak, Pelaku Pembunuh Mahasiswa Malaysia Berhasil Kabur

Rabu, 07/12/2011 14:51 WIB

Surabaya - Pelaku pembunuhan mahasiswa Unibraw warga negara Malaysia, Adrian Jay Pereira (22), dikabarkan berhasil ditembak polisi. Pelaku merupakan jaringan pencurian sepeda motor. Sayang meski berhasil ditembak, pelaku berhasil kabur.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, pelaku ditembak di kawasan Bogem Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Meski berhasil kabur, pelaku yang diduga masih ada kaitan dengan pelaku pencurian dan kekerasan (curas) ini diburu tim Resmob Ditreskrimum Polda Jatim.

Salah satu perwira Polda Jatim yang enggan disebutkan identitasnya mengaku pelaku pencurian hingga menewaskan mahasiswa Unibraw asal Malaysia itu, sampai saat ini masih belum tertangkap.

"Belum belum. Sekarang masih pengejaran," katanya kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Rabu (7/12/2011).

Meski begitu dirinya berharap, pelaku tersebut dan jaringannya dapat dibekuk.

"Doakan semoga cepat terungkap," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Selangor, Malaysia, ditemukan tewas dengan luka di leher nyaris putus. Korban bernama Adrian Jay Pereira (22) diduga menjadi korban pembunuhan.

Mayat mahasiswa Fakultas Kedokteran semester V dengan luka bacok di bagian leher dan punggung tergolek kaku depan rumah kontrakannya Jalan Kembang Kertas Dalam Kav 21 RT04/RW09 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pukul 19.30 WIB, Senin (7/11/2011).

 

http://us.surabaya.detik.com/read/2011/12/07/145107/1785265/475/sempat-ditembak-pelaku-pembunuh-mahasiswa-malaysia-berhasil-kabur

Sunday, 1 May 2011

Dikira Perampok, Polisi Tembak PNS

KRIMINAL
Sabtu, 30 April 2011 , 12:15:00

CIAMIS
– Warga yang menjadi korban peluru anggota polisi terus terjadi. Setelah pada Minggu (24/4) senjata Kanit P3D Polsek Cigalontang, Tasikmalaya melukai istri sirinya, Kamis (28/4) dinihari anggota Buser Polres Ciamis menembak warga yang tak berdosa.

Mamay Rukmaya SH, Pegawai Negeri Sipil di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sukadana, Ciamis, ditembak saat berada di dalam mobil Daithatsu Xenia silver. Saat itu, Mamay yang juga pengajar di MTs Margaharja sedang bersama istrinya, Endar Suhendariyah SPd.

Akibat penembakan itu, Mamay mengalami luka tembak di tangan kanan dan luka gores di bawah ketiak. Data yang dihimpun Radar Tasikmalaya, penembakan terhadap Mamay adalah tindakan lalai. Karena sejatinya, polisi menyangka bahwa orang yang berada di dalam mobil Xenia silver itu adalah gembong perampok berinisial Jr, yang sedang mereka cari.

Endar Suhendariyah SPd, istri Mamay menjelaskan, penembakan kepada suaminya terjadi sekitar 04.00 Kamis dinihari. Saat itu mereka pulang dari sekolah MTs Margaharja usai piket mengawal soal Ujian Nasional (UN). Saat melintas di Jalan Margaharja --sekitar seratus meter dari sekolah--dari arah berlawanan datang mobil yang kemudian menghalangi laju mobil mereka. Endar dan suaminya, menyangka bahwa mobil tersebut ditumpangi kawanan perampok. Terlebih, setelah menghalangi laju, mobil yang berada di depan mereka terus merangsek hingga mobil Mamay terpojok.

Setelah itu, dari mobil tak dikenal itu turun beberapa orang sembari membawa senjata. Mereka kemudian meminta Endar dan Mamay untuk membukakan kaca mobil. Namun, karena menduga bahwa kawanan tersebut adalah perampok, permintaan tersebut tidak dilakukan. Mamay dan Endar merasa takut.

Diduga karena dia dan suaminya tak kunjung keluar dari mobil, seorang dari mereka langsung menembakan pistolnya sebanyak dua kali. Yang satu mengenai lengan kanan suaminya dan satunya lagi menyerempet bagian badan di bawah ketiak.

Setelah suaminya mengalami luka tembak, pintu mobil oleh Endar dibuka. Setelah Endar turun, baru diketahui bahwa yang menembak adalah polisi yang salah sasaran.
Karena Mamay mengalami pendarahan, dia langsung dibawa ke RSUD Ciamis, dengan menaiki mobil Buser. “Saya masih shock dan suami saya tidak bisa dimintai keterangan karena masih sakit. Saya pun tidak mau bercerita banyak, karena masih trauma. Kejadian ini seperti sinetron,” ujarnya, kemarin.

Perawat jaga RSUD Ciamis, Diki S mengatakan, saat korban datang Kamis (28/4) dinihari. Walau dia sedang tidak bertugas, berdasarkan informasi yang didaptkannya, operasi pengangkatan peluru dilakukan dokter bedah dr Dasrijal.

“Kondisi korban saat ini sudah mulai membaik, untuk keterangan selanjutnya besok datang lagi ke sini, karena (sekarang, red) dokternya sudah tidak ada,” ujarnya.

Terkait kejadian salah tembak, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Ciamis AKP Irfan Nugraha SH mengakui kejadian tersebut memang merupakan kesalahan anak buahnya, yang tidak berhati-hati dalam melakukan operasi. “Ini memang kejadian tidak diduga. Ini intinya salah saya,” ujarnya, kemarin.

Ia menjelaskan, sebenarnya saat itu anak buahnya sedang ditugaskan untuk menangkap salah satu gembong spesialis pencurian dengan pemberatan dan pencurian dengan kekerasan berinisial Jr.

Pada jam Kamis menjelang pukul 24.00 malam sebelum kejadian tersebut, terlebih dahulu petugas telah menangkap salah satu anak buah Jr berinisial By. Penangkapan terhadap By di salah satu jalan kampung.

Dari hasil pengakuan tersangka By itulah polisi kemudian mendapatkan keterangan tentang keberadaan tersangka Jr-- yang hingga kini masih dalam buruan petugas.
Kata Irfan, berdasarkan pengakuan By, polisi mendapat informasi bahwa Jr sering lalu lalang melewati Jalan Margaharja menggunakan mobil Toyota Avanza warna silver.

Saat itu petugas yang sedang mengintai, melihat sebuah mobil warna silver yang diduga merupakan mobil target, sangkaan tersebut semakin kuat setelah si pemilik tidak juga mau turun saat diminta keluar.

“Keadaan dalam mobil itu sendiri saat itu katanya gelap, sopir tidak menyalakan lampu, “ terang dia tanpa menjelaskan lagi penanganan anggotanya yang sudah salah tembak itu.
(yza/pee)

http://www.jpnn.com/read/2011/04/30/90749/Dikira-Perampok,-Polisi-Tembak-PNS-

Sunday, 14 November 2010

2 Kali Ditembak, 3 Kali Dibui

Minggu, 14 November 2010

SAMARINDA. Ternyata bagi para penjahat, masuk bui untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, bukanlah hal yang ditakuti. Bukannya bertaubat, malah kembali berulah usai menjalani masa hukuman.

Setidaknya itulah kelakuan yang dilakoni dua anggota sindikat pencuri motor yang terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas karena coba melawan petugas. Mereka adalah Sulaiman alias Sulai (31) dan Isnaini (28), warga Batu Mandi, Balangan, Kalimantan Selatan (Kalsel).
Dari data yang diperoleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda, Sulai dan Isnaini tercatat 3 kali pernah dibui di Rumah Tahanan (Rutan) di Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Kedua pelaku (Sulai dan Isnaini, Red) sudah sama-sama pernah 3 kali dipenjara. Kasusnya pun sama. Yaitu kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) juga," kata Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Arkan Hamzah, melalui Kasat Reskrim AKP Arif Budiman SIK saat dikonfirmasi Sapos sore kemarin.

Bahkan karena gregetan harus berulang kali berurusan dengan Sulai dan Isnaini, jajaran Polda Kaltim juga pernah menembak keduanya. Tapi bukannya kapok, begitu keluar penjara Isnaini dan Sulai kembali mencari sasaran.

"Mungkin karena sudah terlalu dikenal dan memang jadi target operasi (TO) polisi sana (Polda Banjarmasin, Red), kedua pelaku pindah beraksi ke sini (Samarinda, Red)," ujar Arif.
Sementara dari pemeriksaan terungkap, Isnaini dan Sulai sudah 11 kali mencuri motor di Kota Tepian. Sasarannya adalah motor merek Yamaha Jupiter dan keluaran terbaru lainnya.
"Sasarannya pasti motor keluaran terbaru. Mereka juga beraksi sesuai dengan pesanan. Jadi bukan hanya Jupiter saja yang diicar, merek lain juga bisa. Komplotan ini menjadikan kawasan Samarinda Seberang dan Sungai Kunjang sebagai sasaran," tegas Arif.

Sejauh ini petugas sudah mengamankan 3 motor dan diamankan dari Banjarmasin. "Sedangkan motor lain masih kami cari. Soalnya kabarnya motor dijual ke daerah di pedalaman Kalsel," tandas Arif.
Petugas juga masih mendalami penyelidikan, kemungkinan masih ada TKP lain yang belum diakui Sulai dan Isnaini.
Telah diberitakan, dua anggota komplotan curanmor tersungkur ditembak karena coba melawan saat diminta menunjukkan barang bukti motor yang telah dicuri. Mereka adalah Isnaini dan Sulai. Isnaini tersungkur dengan dua timah panas di kedua kakinya. Sementara Sulai dibuat tidak berdaya, karena dia juga dihadiahi timah panas di kaki kanannya. (rin)

http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/9/9387