Monday, 10 June 2013
Tuesday, 18 December 2012
Polisi Akan Berlakukan Prosedur Tembak di Tempat Untuk Geng Motor Read more at http://uniqpost.com/57183/polisi-akan-berlakukan-prosedur-tembak-di-tempat-untuk-geng-motor/#
Read more at http://uniqpost.com/57183/polisi-akan-berlakukan-prosedur-tembak-di-tempat-untuk-geng-motor/#
http://uniqpost.com/57183/polisi-akan-berlakukan-prosedur-tembak-di-tempat-untuk-geng-motor/#
Tuesday, 30 October 2012
Pentolan Geng Motor Pekanbaru Ditembak Polisi
Thursday, 11 October 2012
Ketua Genk Motor yang Membacok Ditembak Polisi
Jajaran Polsek Bukitraya dan Buser Polresta Pekanbaru sejak Selasa kemarin (1/10) sudah
melakukan pencarian terhadap pelaku yang membacok Febriandi (20) warga Jalan Suka Karya Simpangkualu Panam Pekanbaru. Febriandi mengalami putus tiga jari tangannya akibat dibacok komplotan genk motor ini.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar S MM kepada pers di Pekanbaru Selasa tadi (2/10) menegaskan bahwa polisi sudah berhasil menangkap tersangka Wen ketua salah satu genk motor di Pekanbaru tersangka pelaku pembacokan terhadap Febriandi.
Menurut Adang tersangka Wen, baru sekitar sebulan keluar dari penjara dan saat ditangkap
melakukan perlawanan di sekitar lokasi purna MTQ Pekanbaru. Akhirnya polisi menghadiahkan timah panas di lutut kanan tersangka untuk melumpuhkannya. Karena saat mau ditangkap, tersangka Wen mengeluarkan pisau komando.
Tersangka Wen Selasa tadi (2/10) dimintai keterangannya di Mapolsek Bukitraya Pekanbaru,
kemudian dibawa ke Mapolresta Jalan Ahmad Yani Pekanbaru. Tersangka Wen dihadapkan dengan para korban-korbannya dan umumnya para korban membenarkan bahwa Wen pelaku pembacokan.
Selain Febriandi, ada lagi korban lain seorang ibu rumah tangga yang sudah melapor ke
Mapolsek Lima Puluh Pekanbaru beberapa waktu lalu. Polisi sudah melakukan kroscek antara korban dengan pelaku.
Sementara para pemuda di Jalan Pawon Pekanbaru Selasa malam lalu (1/10) memang mendengar adanya pemuda yang dikejar polisi. Para pemuda Jalan Pawon ini tak mengenal Wen, kendati dikabarkan para pemuda genk motor itu terkadang ngumpul di simpang Jalan Pawon-Jalan Borobudur Pekanbaru.(azf)
http://m.riaupos.co/?act=full&id=17540&kat=5#.UHZG2UfoM10.twitter
Tuesday, 8 May 2012
Dua Berandalan Bermotor Ditembak Polisi
Tribunnews.com - Senin, 7 Mei 2012 18:39 WIB
Anggota geng motor XTC ditembak
"Kita terpaksa menembak pelaku yang berusaha melarikan diri saat akan diamankan petugas," kata Kepala Sektor Pasirwangi AKP Supian BJ saat menggelar jumpa pers di Markas Polres Garut, Senin.
Selain menangkap BE (20), warga Kecamatan Pasirwangi, polisi juga menangkap dua rekannya, AF (18) dan RH (20), warga Kecamatan Banyuresmi, Garut, yang terlibat aksi pencurian sepeda motor.
Ketiga pelaku tersebut mengaku sebagai anggota berandalan bermotor "XTC" dan memiliki bukti identitas diri sebagai anggota, yakni tatto dijari tangannya yang bertuliskan "SEXY ROAD".
"Pelaku yang kita tembak itu mengaku sebagai anggota XTC, satu orang yang kita tembak kakinya ada tatto di badan dan jarinya dengan tulisan yang katanya ciri anggota XTC," jelas Supian.
Awal penangkapan ketiga pelaku itu, kata Supian, bermula ketika si pemilik motor, Deni Hermansyah (25), memergoki pelaku membawa kabur sepeda motor miliknya, Minggu (6/5) sore.
Salah seorang pelaku yakni BE terjatuh dari sepeda motornya, sementara dua pelaku lainnya berhasil kabur dengan mengendarai sepeda motor milik korban.
Aparat kepolisian yang kebetulan melintas di lokasi kejadian, berusaha mengamankan BE dari amukan massa, tetapi pelaku berusaha melarikan diri sehingga polisi terpaksa menambak kaki kirinya.
Berdasarkan informasi dari BE, polisi langsung melakukan pengejaran terhadap dua pelaku lainnya dan berhasil ditangkap di daerah Banyuresmi, Minggu sekitar pukul 22.00 WIB, berikut barang bukti sepeda motor hasil curian.
"Ketika kami mengintai pelaku di tempat berkumpulnya, tiba-tiba datang dua orang yang sedang kami incar pakai sepeda motor curiannya tadi, saat itu langsung kami tangkap," terang Supian.
Akibat perbuatannya itu ketiga pelaku mendekam dalam penjara markas Polres Garut untuk pemeriksaan hukum dan pengembangan lebih lanjut terkait aksi berandalan bermotor yang sudah meresahkan masyarakat Garut.
(KR-FPM/N001)
http://www.antaranews.com/berita/309511/anggota-geng-motor-xtc-ditembak
Wednesday, 2 May 2012
Dua Berandalan Bermotor Ditembak Polisi
Tuesday, 17 April 2012
Polisi Tembak Anggota Geng Motor di Bandung
Dalam penangkapan itu, seorang anggota geng motor terpaksa ditembak. Kelima anggota geng motor itu langsung digelandang Satreskrim Polrestabes Bandung ke Mapolrestabes Bandung.
Tak hanya itu, polisi juga mengamankan barang bukti hasil kejahatan berupa sepeda motor, kunci stang, serta pisau.
Dalam aksinya, kelima begundal yang masih remaja itu tak segan menggunakan kekerasan terhadap korban. Sasaran mereka adalah pengendara sepeda motor di kawasan yang sepi, terutama perempuan.(TII)
Polisi Usut keterlibatan Anggota TNI
17/04/2012 16:05
Kedua anggota TNI tersebut adalah Kelasi Sugeng Riyadi, yang mengalami luka tembak di telinga kanan dan Prada Akbar Yudhi Aldiah, anggota Kostrad Divisi 2 Malang. Polisi menduga keduanya ikut bersama-sama dengan gerombolan geng motor yang melakukan kekerasan di jalan Pramuka pada tanggal JUmat (13/4) lalu.
"Memang mereka berdua menggunakan sepeda motor, iya jadi anggota TNI itu memang bersama dengan rombongan (Gerombolan pemuda yang melakukan pengeroyokan)," kata Rikwanto saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (17/4).
Rikwanto menjelaskan bahwa pihaknya belum mengetahui secara pasti apakah kedua anggota TNI yang tertembak tersebut bersama dengan teman-temannya itu berasal dari Koja Jakarta Utara yang juga merupakan lokasi kekacauan yang dilakukan oleh geng motor atau dari lokasi lain. "Dari mana ke mananya masih harus diselidiki dan melakukan pemeriksaan lanjutan," terangnya.
Rikwanto menjelaskan bahwa pihaknya akan terus mendalami kasus tersebut dan akan meminta keterangan dari berbagai saksi untuk mengungkap kasus kekerasan pemuda yang menggunakan sepedah motor di Jakarta akhir-akhir ini. "Akan kita dalami, keterangan tersebut dan akan kita tampung dan cek lagi TKP nya," pungkasnya. (ARI)
Sunday, 15 April 2012
Belum Ada Oknum TNI Terbukti Terlibat Geng Motor
JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, menegaskan bahwa belum ada oknum TNI yang terbukti terlibat dalam aksi penyerangan yang dilakukan ratusan orang beberapa hari belakangan ini.
Namun, polisi akan mendalami keterangan dua oknum TNI yang tertembak di Jalan Pramuka, Jakarta Pusat.
"Hingga kini belum ada oknum TNI yang terbukti terlibat. Kalau ada indikasi oknum yang terlibat maka akan kami sesuaikan pengurusannya. Kalau ada angkatan maka ke Pom AL," ungkap Rikwanto, Minggu (15/4/2012), di Parkir Timur Senayan, Jakarta.
Dugaan keterlibatan anggota TNI ini mengemuka dari kesaksian sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. J, salah seorang juru parkir di 7Eleven Salemba menduga 200 orang pria berbadan tegap yang menyerang minimarket itu pada tanggal 13 April 2012 dini hari bukanlah pemuda.
"Dari nada bicaranya tegas, pria dewasa, seperti aparat bukan geng motor yang biasanya berisi anak-anak muda," tutur J, Jumat sore, saat dijumpai di lokasi.
Peristiwa sebelumnya pada tanggal 7 April 2012 dini hari di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara juga merekam ciri-ciri pelaku dengan jelas.
Di dalam rekaman itu, tampak beberapa orang pria berbadan tegap dan berambut cepak. Beberapa di antaranya ada yang memakai kaos ketat berwarna biru gelap seperti kaos latihan milik TNI.
Untuk menelusuri dugaan keterlibatan oknum TNI itu, aparat kepolisian akan memeriksa dua anggota TNI yang tertembak di Jalan Pramuka yakni Klasi Sugeng Riyadi dan Prada Akbar Yudhi.
Mereka ditembak oleh orang tak dikenal yang menggunakan mobil Toyota Yaris warna putih usai ratusan pria bersepeda motor menyerang di sejumlah tempat.
"Dua ini belum terbukti terlibat. Mereka belum diperiksa karena masih menjalani perawatan," tandas Rikwanto.
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/04/15/19151746/Belum.Ada.Oknum.TNI.Terbukti.Terlibat.Geng.Motor
Monday, 9 April 2012
Anggota Genk Motor Penodong Polisi Ditembak
Jabar - Kamis, 5 April 2012 | 19:23 WIB
Saturday, 7 April 2012
Dua Perampok Toko Emas Ditembak Mati
Garut Rs (21), anggota geng motor di Garut, Jawa Barat, pernah merampok seorang anggota polisi. Sore tadi, Rs tertangkap namun karena melawan, dia terpaksa harus ditembak di bagian kaki.
Rs adalah warga Kampung Cikuray, Desa Sirnajaya, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat. Bersama 6 teman geng motor lainnya, dia mencoba menghadang pemotor yang merupakan anggota Reserse Polres Garut, Brigadir Dang Tedi Kurnadi di Jalan Raya Suherman Kampung Ciateul Tarogong Kaler, Kabupaten Garut Jawa Barat.
Saat itu Rs menodongkan celurit dibagian leher dan meminta handphone serta sepeda motor yang dikendarai Dang Tedi.
Kasat Reserse Polres Garut, AKP Yusuf Hamdani menyatakan Dang Tedi saat kejadian sedang melaksanakan tugas untuk penyelidikan kasus geng motor yang sering melakukan tindakan kriminalitas perampokan dan pencurian dengan kekerasan di Jalan Suherman.
"Jadi memang kebetulan saat anggota kami melintas di Jalan Raya Suherman, 7 orang anggota geng motor sudah menunggu calon korbannya," ujarnya Kamis (5/4/2012) malam kepada wartawan.
Dang Tedi saat berada di bawah ancaman todongan celurit langsung melakukan perlawanan yang juga direspon ke 7 anggota geng motor lainnya untuk melakukan pengeroyokan, sehingga terpaksa Dang Tedi mengeluarkan sejata dan menembakkan ke udara beberapa kali.
"6 anggota geng motor kabur sementara tersangka Rs yang sedang mabuk terus merangsek anggota polisi sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan di kaki kanannya," ungkap Yusuf.
Kata Yusuf, Dang Tedi langsung membawa tersangka Rs ke Mapolres Garut yang berjarak sekitar 500 meter, sementara anggota Reserse lainnya langsung melakukan pengejaran kepada 6 anggota geng motor lainnya yang melarikan diri.
"Diduga para tersangka sudah melakukan tindakan kriminalitas di Jalan Raya Suherman berkali-kali, sesuai laporan yang disampaikan sejumlah korban," pungkas Yusuf.
(mad/mad)
http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/03/26/86330/Dua-Perampok-Toko-Emas-Ditembak-Mati
Wednesday, 21 December 2011
12 Anggota Moonraker Pelaku Pembunuhan Dibekuk Polisi
USEP USMAN NASRULLOH/"PRLM"PETUGAS menunjukkan barang bukti jaket berandal motor dan senjata tajam pelaku pembunuhan dengan tempat kejadian perkara di flyover Pasupati saat ekspose kepada wartawan di Mapolrestabes Bandung,..
BANDUNG, (PRLM).- Jajaran Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Besar Bandung, berhasil menahan 12 tersangka kasus pembunuhan Hamzah Hidayat alias Ujang alias Aconx (17).
Para pelaku ditangkap di tempat berbeda. Sebelumnya, Aconx tewas setelah dikeroyok puluhan pemuda yang diduga anggota berandalan bermotor di Jalan Tamansari-Jalan Balubur atau tepatnya di bawah Jembatan Layang Pasupati, Minggu (11/12).
Pada kejadian sekitar pukul 2.00 WIB, korban tewas di lokasi kejadian, karena mengalami luka serius. Aconx mendapatkan luka tusukan di dada kanan, dua luka bekas sayatan senjata tajam di punggung, juga satu luka lebam di bahu sebelah kanan.
Mereka yang berhasil ditangkap, dan kini mendekam di ruang tahanan Markas Polrestabes Bandung, yakni terdiri dari tiga aktor utama, dan sembilan tersangka lainnya yang membantu pengeroyokan. Ketiga pelaku utama, yakni AR (16) dia menusuk korban dengan pisau sebanyak tiga kali. Lalu YS (20) membacok korban pada punggung dengan celurit satu kali. Dan, TH (16) yang ikut memukuli korban. Sedangkan sembilan orang yang turut serta membantu pengeroyokan hingga menewaskan Aconx, yaitu DS (20), KI (17), DE (19), AA (16), AK (17). Kemudian, RH (17), AS (15), SA (17), dan YS (20).
“Mereka ditangkap di tempat persembunyian yang berbeda. Yaitu di wilayah Badak Singa, Gempol Sari, Sukajadi, Dipati Ukur, Pelesiran, Padalarang, dan Cijerah,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar Wijonarko didampingi Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat Polrestabes Bandung Komisaris Endang Sri Wahyu Utami, di Mapolrestabes Bandung, Rabu (21/12).
Awal pengungkapan, bermula dari keterangan sejumlah saksi yang didapat. Tim yang dipimpin oleh Wakil Satreskrim Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Agung Masloman, mendapat nama AR. Kemudian, dia ditangkap di daerah Jalan Dipatiukur pada Selasa (20/12). Dari tangkapan tersebut, berkembang pada pelaku lainnya. “Dari keterangan pelaku, mereka melakukan ini karena sakit hari yang berujung pada balas dendam,” ucapnya.
Dari tangkapan tersebut berhasil disita jaket serta bendera bertuliskan Moonraker milik pelaku. Satu bilah celurit, samurai, dan pisau panjang. Kemudian helm serta tas bertuliskan XTC milik korban. Akibat perbuatannya, tersangka dikenakan pasal 338 dan 170 KUHPidana. Dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Di tempat yang sama, AR yang masih berstatus siswa di salah satu SMK Negeri di Kota Bandung, mengaku melakukan tersebut karena dendam dengan kelompok berandalan bermotor XTC.
“Saya dendam dengan XTC. Karena setiap pergi sekolah sering dicegat bahkan dipukuli sama mereka. Akhirnya, saat malam itu konvoi dengan teman-teman kelompok saya, kami melihat ada yang mengenakan atribut XTC, ya kita sikat saja,:” ucapnya yang ketika itu juga teman-temannya dalam keadaan mabuk minuman keras.
Dia pun menambahkan, samurai yang digunakan menusuk korban, dibawanya dari rumah. Dan, telah dipersiapkan untuk membantai orang yang mengenakan atribut XTC. Diberitakan sebelumnya, ketika itu korban bersama empat temannya jalan-jalan menggunakan dua sepeda motor dengan cara berboncengan. Namun, saat itu, mereka berpapasan dengan sekitar 10 unit sepeda motor di Jalan Taman Sari. Melihat ada rombongan sepeda motor, Aconx meminggirkan sepeda motornya.
Sedangkan dua temannya, menancap gas ke arah Jalan Badak Singa. Sebelumnya, Aconx sempat diuber kawanan tersebut. Bahkan mereka sempat melarikan diri.
Namun, upaya tidak berhasil, melainkan mereka dikepung gerombolan itu. Setelah dikepung, mereka mendapat tendangan bahkan, ada pelaku yang membawa sebilah golok. Korban sendiri merupakan warga Jalan Kebon Bibit Barat, RT 5 RW 10, Kelurahan Tamansari, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, menghembuskan nafas terakhirnya di lokasi kejadian.
Masih di tempat yang sama, Endang mengatakan, untuk kasus berandalan bermotor yang disinyalir masih berkeliaran di Kota Bandung, tidak menutup kemungkinan dapat ditembak di tempat. “Untuk tembak di tempat, itu ada protapnya. Kalau memang membahayakan, mereka bisa ditembak di tempat,” ucapnya.
Endang menjelaskan, seperti seseorang atau kelompok yang membahayakan keamana serta kenyamanan orang banyak dengan membawa senjata, itu dapat ditembak di tempat sesuai dengan protapnya. Terlebih jika mereka melarikan diri. Walau demikian, kini pihaknya pun terus melakukan operasi serta razia rutin. Baik siang maupun malam. Dan itu dilakukan di daerah yang memang rawan.
http://www.pikiran-rakyat.com/node/170304
Saturday, 22 October 2011
Geng Motor dan Penembak gelap Merajalela, Bandung Jadi Kota Cowboy
Wednesday, 7 September 2011
Geng motor pantas ditembak di tempat?
| WEDNESDAY, 07 SEPTEMBER 2011 02:12 |
“Bila geng motor tidak mau dibina dan tetap meresahkan masyarakat, hingga Jumat (9/9), pada Sabtu (10/9) malam kita akan kerahkan semua kekuatan untuk memberantas geng motor yang selalu menimbulkan masalah. Kalau masih ada yang meresahkan dan mengganggu Kamtibmas di Kota Medan, Geng Motor tetap kita tindak sesuai prosedur tetap,” tegas Kapolresta Medan, Kombes Tagam Sinaga.
Menurutnya, pemberlakukan tembak ditempat tersebut sangat wajar diberlakukan agar adanya efek jera terhadap para geng motor yang sering membuat aksi kerusuhan. “Apa pun ceritanya sudah saatnya polisi mengambil sikap tegas, jangan ada pembiaran. Sudah berulang kali para geng motor ini membuat masalah di Kota Medan, sehingga suasana Medan kini sudah tidak lagi kondusif akibat ulah para geng motor. Jadi sekali lagi saya kata, silahkan polisi mengambil sikap tegas, jangan ada tindakan pembiaran,” tegas Ahmad Arief.
Dalam hal ini, dikatakanya juga para orangtua juga dapat melakukan kontrol dan pengawasan terhadap anaknya. Ia juga menyatakan agar polisi tidak disalahkan bila anaknya terlibat dalam persoalan hukum demi memberikann efek jera. “Saya berharap agar orangtua kiranya dapat melakukan pengawasan dan kontrol terhadap anak-anaknya. Kami tekankan di sini, bila ada anak yang terlibat didalam kelompok geng motor silahkan dilakukan pembinaan. Hukum juga harus dapat ditegakan, tanpa pandang bulu,” pungkasnya.
Arief juga berharap agar polisi dapat segera bertindak cepat sehingga membersihkan geng motor di seluruh jalanan Kota Medan. Ia juga mengharapkan agar polisi bertindak cepat dan tegas sehingga Kota Medan bisa kembali kondusif dan aman.
Editor: IMANIURI SILABAN
(dat03/wol)
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=214586:geng-motor-pantas-ditembak-di-tempat&catid=14:medan&Itemid=27

