Showing posts with label tidak dengan sengaja. Show all posts
Showing posts with label tidak dengan sengaja. Show all posts

Thursday, 29 November 2012

Dua Pendekar Silat Ditembak Polisi


Kamis, 29 November 2012, 07:50Anggi Kusumadewi
Dua pendekar silat ditembak di Lamongan.
Dua pendekar silat ditembak di Lamongan.(ANTV)

VIVAnews – Arak-arakan anggota perguruan silat Setia Hati Terate (SHT) di pusat kota Lamongan, Jawa Timur, Rabu dini hari, 28 November 2012, diwarnai insiden penembakan terhadap dua anggotanya.

Dua orang anggota perguruan silat SHT yang kebetulan bersaudara, Rudi dan Heru, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri, Lamongan, setelah diduga tertembak oleh oknum polisi.
Kedua korban hingga kini masih dirawat di RS, sementara polisi menunggu hasil bedah terhadap mereka untuk mengetahui jenis peluru yang melukai adik-kakak itu.

Oknum polisi diduga melepaskan dua kali tembakan ke arah ribuan anggota perguruan silat SHT ketika arak-arakan memasuki Desa Dampit. Tembakan itu mengenai Rudi dan Heru yang sedang berboncengan motor. Mereka pun langsung terkapar.

Kapolres Lamongan menyatakan, polisi masih menyelidiki kasus penembakan itu. Mereka belum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Lihat peristiwa penembakan itu di tautan video ini. (adi)

http://us.video.news.viva.co.id/read/22096-dua-pendekar-silat-ditembak-polisi

Sunday, 16 September 2012

Tembak Perampok, Peluru Polisi juga Kenai Pelajar



Metrotvnews.com, Cirebon:Seorang daftar pencarian orang (DPO) perampokan Polda Metro Jaya ditembak aparat saat berupaya melarikan diri, di Cirebon, Jawa Barat. Sayangnya, selain mengenai tersangka, peluru juga mengenai seorang pelajar yang melintas di tempat kejadian.

Pelaku dibuntuti petugas saat mengantar seorang perempuan ke Pegadaian. Begitu melihat petugas, pelaku berusaha melarikan diri dengan mobil. Petugas sempat memberi tembakan peringatan. Karena terus kabur, polisi menembak ke arah pintu mobil.

Pelaku pun tertembak. Ia mengalami luka tembakan di bagian perut. Pelaku akhirnya tewas saat menjalani perawatan di UGD Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon.

Tak disangka, peluru itu juga mengenai seorang pelajar yang sedang lewat di lokasi kejadian. Ia terluka di bagian kaki. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (****)


http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/09/15/159501/Tembak-Perampok-Peluru-Polisi-juga-Kenai-Pelajar/6

Friday, 14 September 2012

Tembak Perampok, Peluru Polisi juga Kenai Pelajar

Sabtu, 15 September 2012 02:00 WIB

Metrotvnews.com, Cirebon:Seorang daftar pencarian orang (DPO) perampokan Polda Metro Jaya ditembak aparat saat berupaya melarikan diri, di Cirebon, Jawa Barat. Sayangnya, selain mengenai tersangka, peluru juga mengenai seorang pelajar yang melintas di tempat kejadian.

Pelaku dibuntuti petugas saat mengantar seorang perempuan ke Pegadaian. Begitu melihat petugas, pelaku berusaha melarikan diri dengan mobil. Petugas sempat memberi tembakan peringatan. Karena terus kabur, polisi menembak ke arah pintu mobil.

Pelaku pun tertembak. Ia mengalami luka tembakan di bagian perut. Pelaku akhirnya tewas saat menjalani perawatan di UGD Rumah Sakit Gunung Jati, Cirebon.

Tak disangka, peluru itu juga mengenai seorang pelajar yang sedang lewat di lokasi kejadian. Ia terluka di bagian kaki. Ia pun langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. (****)


http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/09/15/159501/Tembak-Perampok-Peluru-Polisi-juga-Kenai-Pelajar/6

Monday, 6 August 2012

Kapolres Cirebon: Penembakan Terhadap Agus tidak DIsengaja


SUMBER,(PRLM).- Penembakan terhadap Agus Bin Waryo (18), asal Desa Blender, Kecamatan Karangsembung, Kabupaten Cirebon oleh Brigadir WJ anggota Reskrim Polsek Karangsembung tidak ada unsur kesengajaan, namun, akibat pistol mengalami gangguan dan pelaku dipengaruhi alkohol.
"Kalau tembakan pertama ke arah atas sebagai peringatan memang disangaja oleh pelaku. Namun, yang kedua tidak disengaja," kata Kapolres Cirebon, Ajun Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar, usai memberikan santunan kepada keluarga korban di Desa Blender, Minggu (5/8) malam.
Menurut Hero, setelah melakukan tembakan peringatan, pistol pelaku macet, pelatuk tidak kembali pada posisi semula. Pelaku sebetulnya telah berusaha memperbaiki posisi pelatuk.
Untuk itu harus mengeluarkan peluru dari rumah peluru. Namun, karena pelaku dipengaruhi oleh alkohol, tiba tiba meletus dan mengenai korban yang berjarak sekitar satu meter.
Diakuinya, pelaku lalai mengarahkan posisi pistol saat memperbaiki. Seharusnya mengarah ke bawah ternyata ke arah korban.
Pelaku Brigadir WJ, selain diperiksa Propam Polres Cirebon, dia juga telah diperiksa oleh Propam Polda Jabar untuk proses lebih lanjut. Pelaku pun akan menghadapai dua peradilan sekaligus, yakni peradilan umum dan secara internal akan menjalani peradilan kode etik kepolisian.
"Santunan ini hanya ungkapan rasa prihatin kepada keluarga korban, bukan apa-apa, dan tidak akan memengaruhi proses peradilan nanti," kata Hero.
Sementara itu jenazah korban telah dipulangkan ke rumah duka di Desa Blender, sekitar pukul 19.00 WIB setelah dilakukan otopsi di RS Bhayangkari Indramayu untuk dikebumikan di kuburan umum.(A-146/A-89).***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/198523

Wednesday, 15 February 2012

Seorang Polisi Ditembak Tak Sengaja hingga Tewas


Metrotvnews.com, Medan:Brigadir Polisi Satu (Briptu) Leonardus Sitanggang yang bertugas di Direktorat Sabhara Polda Sumatra Utara, Medan, Selasa (14/2), tidak sengaja ditembak hingga tewas oleh temannya Briptu Ikhsan Faudi.

Menurut polisi, peristiwa penembakan itu bermula saat Briptu Ikhsan tengah membersihkan senjata api laras panjang jenis V2 di asrama polisi. Tanpa disadari masih ada satu butir peluru dalam senjata tersebut.

Saat picu senjata ditarik, langsung terjadi ledakan. Peluru yang keluar mengenai mata Briptu Leonardus hingga tembus ke bagian belakang kepala. Ia pun langsung tewas di tempat.

Polisi tengah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sementara Briptu Ikhsan hingga kini masih menjalani pemeriksaan di Mapolda Sumut. (Wrt3)



http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/02/15/145353/Seorang-Polisi-Ditembak-Tak-Sengaja-hingga-Tewas/6

Monday, 7 November 2011

Beli Jamu, Tewas Kena Peluru Nyasar


Glori K. Wadrianto | Jumat, 7 Oktober 2011 | 09:38 WIB


SUMENEP, KOMPAS.com — Diduga terkena peluru nyasar, seorang warga Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, RB M Ridwan, tewas ketika hendak membeli jamu di Jalan Trunojoyo, Kamis (6/10/2011) malam sekitar pukul 21.45 WIB.
"Kami menduga peluru nyasar tersebut milik polisi karena pada saat bersamaan memang ada upaya penangkapan pelaku pencuri sepeda motor di sekitar lokasi," kata kakak ipar korban, Husin Satriawan, Jumat (7/10/2011).
Malam itu, korban yang juga pengurus takmir Masjid Agung Sumenep baru keluar dari masjid dan hendak membeli jamu di Jalan Trunojoyo. "Korban terkena peluru nyasar pada bagian kepala. Kami yakin peluru tersebut milik polisi. Kami akan meminta pertanggungjawaban polisi atas peristiwa ini," ujarnya.
Pada Kamis malam, korban dibawa ke Rumah Sakit Daerah (RSD) Moh Anwar Sumenep oleh warga yang berada di lokasi. Rencananya, korban akan dimakamkan pukul 15.30 WIB nanti. Hingga Jumat pagi, Kepolisian Resor Sumenep belum memberikan penjelasan resmi atas peristiwa tersebut.

http://nasional.kompas.com/read/2011/10/07/09380836/Beli.Jamu.Tewas.Kena.Peluru.Nyasar

Tuesday, 5 July 2011

Polisi Tembak Warga, Kapolda Diminta Tanggung Jawab


TEMPO Interaktif
, Makassar - Keluarga Halisan alias Bagong minta Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan-Barat Inspektur Jenderal Johny Wainal Usman, bertanggung jawab terhadap kematian Halisan yang ditembak oleh oknum polisi dari Polsek Makassar.

Salah satu keluarga korban, Anto, mengatakan Halisan ditembak di alis sebelah kiri tembus otak belakang. "Ini merupakan pembunuhan murni, yakni dengan sengaja oknum polisi itu menembak korban," kata Anto, di kantor Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Makassar, Senin 4 Juli 2011.

Anto, bersama keluarga lainnya, mengadukan tindakan semena-semena anggota polisi ini ke LBH. Pihak keluarga meminta bantuan LBH untuk mengusut kasus ini sampai tuntas. Anto menegaskan, selama ini korban tidak pernah terlibat masalah dengan anggota polisi.

Namun, saat polisi yang datang mengamankan balapan liar di Jalan Veteran Selatan, justru korban yang dijadikan sasaran oleh anggota polisi tersebut. "Sebenarnya korban pada malam itu ingin menghentikan aksi balap liar. Sebab, kemenakannya satu bulan lalu tewas karena ikut balapan liar. Tapi, dia justru jadi korban penembakan," kata Anto.

Pada Sabtu malam lalu, 2 Juli 2011, Halisan tewas ditembak anggota Polsek Makassar, di Jalan Veteran Selatan, tepat di depan toko Tanete. Saat itu, anggota polisi yang tidak mengenakan pakaian dinas tersebut datang untuk mengamankan balapan liar.

Menurut saksi mata AC, sekitar pukul 12.00, sekitar 5 anggota polisi berpakaian hitam memegang pistol mengejar korban mulai dari perbatasan Jalan Rappocini sampai di depan toko Tanete. Tepat di depan toko Tanete, korban dikepung dan anggota polisi lainnya memukul korban sampai jatuh. Saat terjatuh, korban dipegang di bagian lehernya lalu ditembak. "Saya lihat korban terkapar bersimbah darah," kata AC.

Direktur LBH Makassar Abdul Muttalib menegaskan, kasus penembakan yang dilakukan oleh oknum polisi ini menjadi peringatan bagi Kapolda. Sebab kasus penembakan ini bukan kasus pertama kalinya yang terjadi di Sulawesi Selatan, khususnya Makassar. "Kami minta Kapolda menindak tegas anggotanya yang menyalahi penggunaan senjata api," kata Muttalib.
http://www.tempointeraktif.com/hg/makassar/2011/07/04/brk,20110704-344680,id.html

Wednesday, 8 June 2011

Ditembak Polisi, Mata Umar Pun Buta


K23-11 | Glori K. Wadrianto | Rabu, 8 Juni 2011 | 13:04 WIB

BANTAENG, KOMPAS.com
- Umar, warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu korban penembakan bersama (alm) Talla, warga Bantaeng, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Wahidin Makassar.

Korban yang dirawat di ruang perawatan lontara 3 kamar 3 tersebut masih akan menjalani operasi. Pasalnya, ada luka akibat penembakan yang mengenai tulang di bagian alis mata kanan korban.

Akibat luka ini, Umar dipastikan mengalami kebutaan. Hal itu dituturkan Rudi, salah satu kerabat korban yang dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/6/2011). "Dokter terpaksa mengambil bola matanya, karena sudah tidak berfungsi akibat luka tembak tepat di bagian tulang alis yang mengenai syaraf mata," jelas Rudi.

Selain luka di mata, Rudi mengatakan, Umar masih akan menjalani operasi untuk pemasangan besi di bagian tulangnya yang remuk. Ia mengaku, sampai saat ini pihak keluarga belum bisa menerima keberadaan polisi. Bahkan, pihak keluarga meminta pertanggung jawaban aparat kepolisian terhadap Umar yang salah satu matanya kini buta.

Seperti yang diberitakan, pada kejadian Kamis (2/6/2011) malam, empat orang warga yang merupakan tamu pesta perkawinan, menjadi korban tembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian gabungan. Polisi yang saat itu sedang mengejar pelaku pencurian ternak dan sepeda motor lari ke dalam rumah kosong tempat para tamu berkumpul dan bermain judi kecil-kecilan. Rumah itu berada di belakang tempat pesta perkawinan.

Polisi yang tidak mengetahui kehadiran keempat warga tersebut, langsung menghujani peluru ke arah rumah kosong tersebut. Namun naas, ternyata keempat warga yang menjadi korban penembakan itu bukan pejahat yang diburu. Keempat warga naas itu adalah Baso, Pace, Umar dan (alm) Talla.

Buntut dari penembakan tersebut, warga dari tiga desa yang kesal menyerang kantor polisi Polsek Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Mereka menyerang kantor polisi itu, karena dianggap bahwa anggota Polsek Uluere ikut serta dalam penyergapan yang menewaskan satu orang warga dan tiga orang mengalami luka tembak, satu diantaranya dalam keadaan kritis.

http://regional.kompas.com/read/2011/06/08/13041315/Ditembak.Polisi..Mata.Umar.Pun.Buta

Keluarga Korban Tembakan Sempat Ditahan

Benny N Joewono | Jumat, 3 Juni 2011 | 23:56 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Keluarga korban penembakan peluru nyasar, sempat ditahan di Polsek Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulsel setelah mereka memprotes kasus penembakan yang menewaskan dua warga di Jeneponto.

Keluarga korban penembakan, Arfah, saat ditemui di RS Bhayangkara Makassar menyesalkan kasus yang telah menewaskan sepupunya bernama Daeng Talla, (38), di tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Kasus peluru nyasar yang telah menewaskan dua warga dan dua warga lainnya menderita luka-luka itu telah menyulut kemarahan warga di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Mereka langsung mendatangi markas Polsek Uluere yang terletak di perbatasan Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto pada Kamis, (2/6/2011), dinihari.

"Kami sempat mempertanyakan kasus penembakan itu dan mendatangi Mapolsek Uluere. Warga memang sempat marah karena tidak ada jawaban dari pihak Polsek," katanya, Jumat (3/6/2011).

Menurut dia, warga sempat kecewa karena pihak Polsek Uluere mengaku hanya melepaskan tembakan peringatan saja. "Kalau hanya tembakan peringatan, kenapa harus kena kepala orang," ucap dia.

Penembakan itu terjadi pada pukul 23.00 Wita, Kamis, dinihari saat sekelompok orang yang diduga petugas dari Polsek Uluere Bantaeng dan Polsek Kelara Jeneponto mengejar pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang lari ke lokasi resepsi pernikahan.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, insiden penembakan itu terjadi saat korban bersama rekan-rekannya bermain domino, sementara warga setempat saat itu tengah menghadiri resepsi pernikahan seorang warga.

Kejadian itu berawal dari kedatangan sejumlah orang yang diduga aparat kepolisian, dan langsung menembak warga di sekitar lokasi resepsi pernikahan itu. Akibatnya, dua korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Selain Daeng Talla, korban yang meninggal lainnya bernama Umar, (29), yang juga dikabarkan dalam perjalanan dari Kabupaten Bantaeng menuju ke RS. Bhayangkara Makassar.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Daeng Talla meninggal karena terkena tembakan di bagian belakang telinga dan langsung tembus masuk ke kepala bagian kirinya.

http://regional.kompas.com/read/2011/06/03/2356347/Keluarga.Korban.Tembakan.Sempat.Ditahan

Saturday, 4 June 2011

Buntut Peluru Polisi Nyasar, Warga Serang Polsek

Nasional - Jumat, 3 Juni 2011 | 22:32 WIB

INILAH.COM, Makassar - Buntut dari tewasnya dua warga akibat tembakan peluru polisi saat melakukan penggerebekan curanmor di rumah Labbang, Kamis (2/6/2011) malam sekitar pukul 22.30 Wita di Kampung Beru, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan (Sulsel), warga Kampung Beru dan Loka, Bonto Marrannu menyerang Polsek Ulure.

Menurut keterangan Junaedi, adik kandung Talla, salah seorang korban tewas yang berasal dari Loka, Desa Bonto Marannu, Kecamatan Uluere, Kabupaten Bantaeng, setelah terjadi penembakan, keluarga kerabat yang meninggal mendatangi Polsek Uluere yang letaknya tak jauh dari rumah korban.

"Kami datang mencari polisi untuk meminta keterangan apa yang terjadi di rumah Labbang, dan mengapa empat orang ini ditembak bahkan kakak saya ditembak mati," kata Junaid saat ditemui INILAH.COM, di RS Bhayangkara, Jumat (3/6/2011) petang.

Ia mengatakan sebenarnya yang dilakukan warga bukan menyerang hanya saat warga ingin mencari keterangan, mereka tak menemui seorang pun anggota polisi yang bertugas di Polsek yang baru berdiri empat tahun belakangan ini. Karena jengkel, tanpa sengaja merekapun merusak kantor Polsek yang terdiri dari bangunan rumah panggung tersebut.

Hal senada diungkapkan Bupati Bantaeng, Nurdin Abdullah bahwa yang terjadi bukan penyerangan tetapi spontanitas warga yang kesal dengan kejadian itu. " Yang semalam itu spontanitas, kebetulan Polsek Uluere itu dekat dari perbatasan jadi itu yang menjadi sasaran warga," kata Bupati.

Nurdin menambahkan sebenarnya yang terjadi bukan pembakaran tetapi pelemparan ke kantor yang sebenarnya bekas posyandu Desa Bontomarannu yang dipinjamkan ke Polsek Uluere. " Kebetulan Uluere itu kecamtan baru, pemekaran dari Kecamatan Bisappu yang belum ada kantor polisinya, jadi aset pemda ini kita pinjamkan ke Polsek," jelas Nurdin.

Ia juga menuturkan, selain merusak Polsek, warga juga mencari anggota Polsi hingga pagi tadi. Polisi yang personilnya sekitar 10 orang yang ditugaskan di Polsek Uluere, oleh pemda disuruh menyingkir. Kondisi kemudian terkendali setelah ia turun ke tempat kejadian untuk memberikan pengarahan langsung kepada warga.

"Saya memberi jaminan bahwa saya ikut sampai kasus penembakan keluarga mereka selesai, saya meyakinkan mereka, saya beri jaminan akan ikut sampai selesai.Saya sudah sampaikan ke masyarakat bahwa kasus ini akan ditangani polisi dan masyarakat kita sangat paham, keluarga almarhum sangat meenrima dan kita cepat mengantisipasi," tegasnya.

Warga yang menyerang Polsek Uluere merupakan gabungan dari warga Bantaeng dan warga Jeneponto yang keluarganya tertembak. Saat penggerebekan di Rumbia, ada beberapa warga yang berteriak kalau yang menembak adalah anggota Polsek Uluere. Padahal, dua orang anggota Polsek Uluere yang diperbantukan diyakini Bupati tidak memegang senjata api.[iaf]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1572272/buntut-peluru-polisi-nyasar-warga-serang-polsek

Wednesday, 1 June 2011

Petugas Cleaning ServiceTewas Tertembak Polisi

Selasa, 31 Mei 2011 - 20:50 WIB

MEDAN (Pos Kota) – Darmawan,22, petugas cleaning service di kantor BRI,Jalan Putri Hijau, Medan, tewas tertembak dari senjata api yang dipegang Briptu Viko Panjaitan, anggota Polresta Medan yang ditugaskan mengamankan bank tersebut, Selasa (31/5) sore.

Polisi tersebut sempat membawa korban penduduk Pasar V,Tembung, ke RS Tembakau Deli, Medan. Namun, karena mengalami luka serius di dada nyawa korban tidak bisa diselamatkan.

Informasi sore tadi korban main-main dan bercanda dengan Briptu Viko di halaman parkir kantor tersebut. Namun, secara tak sengaja senjata milik Briptu Viko meletus hingga peluru mengenai dada bagian kiri korban.

Pihak Polresta Medan yang mendapat laporan mengenai kejadian tersebut, langsung turun ke lokasi kejadian dan mengamankan Briptu Viko.

Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso ketika dikonfirmasi Pos Kota melalui sambungan selular, membenarkan korban tertembak dan bukan ditembak. “Motifnya ketidaksengajaan anggota tersebut. Awalnya mereka main-main dan bercanda. Tiba-tiba senjata oknum polisi itu meletus,”kata Heru. (samosir/B)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/05/31/petugas-cleaning-servicetewas-tertembak-polisi

Wednesday, 18 May 2011

Seorang Ibu Tertembak

Seorang ibu rumah tangga berinisial H terluka betis kanannya akibat peluru yang menembus perut MS (30), tersangka pengedar sabu

http://cetak.kompas.com/read/2011/05/18/0351449/seorang.ibu.tertembak

Monday, 16 May 2011

Bandar Sabu Ditembak di Jalan Raya Bogor

Senin, 16 Mei 2011
DEPOK
- Jajaran Polres Depok, Jawa Barat, berhasil membekuk Saefuddin, bandar narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Raya Bogor Cimanggis KM 29. Pelaku berhasil ditangkap setelah sebelumnya polisi membekuk Bayu alias Dakir, (19).

Sebelum diringkus, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara Saefuddin dengan petugas. Hingga akhirnya Saefudin berhasil dibekuk di pasar tradisional. Karena mencoba melarikan diri, polisi terpaksa melepaskan timah panas ke arah tersangka.

“Sebelumnya, tembakan peringatan sudah dilepaskan. Namun karena tersangka tidak mengindahkan maka petugas terpaksa melepaskan tembakan untuk melumpuhkan,” kata Kapolres Depok Kombes Pol Fery Abraham kepada wartawan, Minggu (16/05/11).

Fery menambahkan, Bayu alias Dakir, kurir Saefudin ditangkap pada Jumat 13 Mei sekira pukul 23.00 WIB. Dari penangkapan tersebut petugas melakukan pengembangan. “Dari pengakuan tersangka pertama, kami mengantongi nama Saefudin alias Aki. Keesokan harinya, petugas bergerak ke rumah Saefudin,” lanjut Fery.

Dari tangan Bayu, didapat barang bukti berupa dua paket sabu siap edar dan uang hasil penjualan barang haram sebesar Rp 1.250.000. Bayu ditangkap di Jalan Margonda Raya. Namun sayangnya, dalam penembakan tersebut, seorang warga sipil perempuan yang berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) ikut kena tembak.

“Memang sempat mengenai warga sipil yang sedang berbelanja. Tapi korban menyadari tembakan itu tidak diarahkan kepadanya. Dia terkena peluru yang melesat, korban mengalami luka di betis kiri, sekarang sudah dirawat di rumah,” tegasnya.

Hingga kini, tersangka masih dirawat di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. “Masih dalam penyelidikan, sasarannya adalah anak mahasiswa. Kemungkinan ada kaitannya dengan jaringan lain, masih kami dalami lagi,” tandasnya.

http://news.okezone.com/read/2011/05/16/338/457745/bandar-sabu-ditembak-di-jalan-raya-bogor

Nur Iman Tertembak di Dahi

Sejumlah warga melihat lokasi penyergapan dua terduga teroris yang ditembak mati di Sukoharjo, Jawa Tengah (14/5). AP

TEMPO Interaktif, Jakarta - Nur Iman, korban peluru nyasar dalam baku tembak antara Detasemen Khusus 88 Antiteror dan dua tersangka teroris Cirebon di Sukoharjo, Jawa Tengah, tertembak di dahi. Asal muasal peluru itu masih terus diselidiki. “Masih perlu ditindaklanjuti penyidik Polri,” kata Kepala Pusat Dokumentasi Kesehatan Polri, Komisaris Besar Anton Castilani, saat dihubungi Tempo, Senin, 16 Mei 2011.


Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bahrul Alam, mengatakan “Sementara informasi Kapolda, itu peluru Sigit.” Tapi, menurut Anton, tim internal kepolisian masih akan memastikan kebenarannya. Ia pun menyambut baik niat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang akan turut mengusut kasus tersebut. “Komnas HAM mau turun, kita bantu, supaya tidak ada keraguan,” kata dia.

Nur Iman tertembak Sabtu, 14 Mei 2011 dini hari. Peluru nyasar mengenai Iman saat Detasemen Khusus 88 berusaha menangkap dua tersangka teroris bom Cirebon, Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto.

http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/05/16/brk,20110516-334737,id.html

Tuesday, 26 April 2011

Kondisi Istri Polisi Korban Penembakan Mulai Membaik

Metro Pagi / Hukum & Kriminal / Rabu, 27 April 2011 05:42 WIB

Metrovnews.com, Tasikmalaya: Kondisi istri polisi yang menjadi korban penembakan suaminya yang menjalani perawatan di ruang Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya, Selasa (26/4) kemarin, sudah mulai membik.

Menurut ibu korban yang berada di lokasi kejadian, anaknya ditembak oleh suaminya sendiri, karena sang polisi cemburu. Bukan saat membersihkan senjata, sebagaiamana disampaikan pihak Kepolisian Resor Tasikmalaya.

Meski sudah membaik, Aida, masih tergeletak lemah di Ruang ICU RSUD Tasikmalaya. Aida sempat kritis saat dibawa ke rumah sakit, Ahad lalu. Aida tertembak pistol suaminya sendiri yang merupakan anggota Polres Tasikmalaya, yang berpangkat Aiptu.

Aida adalah istri kedua pelaku yang dinikahi secara siri tiga bulan lalu. Aida tinggal di rumah kontrakan bersama kedua orang tuanya di Kampung Cilembu, Desa Cikunten, Kecamatan Singaparna, Tasikmalaya.

Menurut ibu korban, Mumu, sebelum kejadian korban dan pelaku sempat bertengkar selama lima menit. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan senjata api.

Sebelumnya Kapolres Tasikmalaya Ajun Komisaris Besar Polisi Prahoro melalui telepon, membantah terjadi penembakan yang dilakukan anggotanya. Menurutnya, korban Aida terkena tembakan secara tidak sengaja. Saat itu menurut Kapolres, pistol yang sedang dibersihkan Aiptu IB tiba-tiba meletus dan mengenai istrinya.

Kapolres menegaskan anggotanya itu kini sedang menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut.(RIZ)

Tuesday, 19 April 2011

Polri Akan Tindak Bripka Guntur

19/04/2011 17:42
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Satuan Narkoba Kepolisian Resor Palu Bripka Guntur Bripka Guntur maupun anaknya akan dikenakan sanksi karena penyalahgunaan senjata api. Ini disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi I Ketut Untung Yoga Ana di Jakarta, Selasa (19/4).

Markas Besar Polri meminta tiap anggotanya selalu berhati-hati menyimpan senjata api. "Senjata itu ibarat istri. Dia harus digengam terus. Dan selalu dikontrol, dia tidak boleh salah penggunaannya," ujar Yoga. Lebih jauh Yoga mengatakan, saat ini Guntur ditangani oleh Propam lantaran dianggap teledor. Sementara Gian, anak Guntur diperiksa di Polres Palu.

Sebelumnya, pada Senin kemarin, Guntur pergi ke kantornya tanpa membawa senjata api. Di rumah, anaknya, Gian tengah bermain bersama Wandi. Melihat senjata ayahnya, Gian mengambil dan memainkannya. Gian lalu mengarahkan senjata ke Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Namun saat ditarik, senjata meletus.(JUM)

18/04/2011 19:46
Liputan6.com, Palu: Ini peringatan buat aparat keamanan; berhati-hatilah menyimpan senjata api. Soalnya, Gian, anak anggota Satuan Narkoba Polres Palu Bripka Guntur, terpaksa berurusan dengan hukum karena menembak temannya sendiri, Wandi, Senin (18/4).

Informasi yang diperoleh SCTV menyebutkan, kasus penembakan berawal ketika Guntur pergi ke kantor tanpa membawa senjata api. Di rumah, Gian tengah bermain bersama Wandi.

Melihat senjata ayahnya ada di rumah, Gian mengambil dan memainkannya. Dia juga sempat mengarahkan senjata tersebut ke arah Wandi karena menduga sudah tak ada peluru. Tak diduga, saat pelatuk ditarik, senjata tersebut ternyata mengeluarkan peluru dan langsung mengenai dahi korban.

Wandi yang mengalami luka serius, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Dia dalam kondisi kritis. Menurut dokter, kepala korban tertembus timah panas mulai dari dahi kanan hingga tembus ke dahi kiri.

Gian yang masih berusia 15 tahun diperiksa di Mapolres Palu. Sedangkan Bripka Guntur, pemilik pistol, diperiksa Propam Polda Sulawesi Tengah karena dianggap teledor menyimpan senjata api.(ADI/ULF)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201104/330438/polri_akan_tindak_bripka_guntur