Showing posts with label ketapang. Show all posts
Showing posts with label ketapang. Show all posts

Thursday, 27 December 2012

AG Tewas Ditembak Polisi


Kamis, 27 Desember 2012 17:29 WIB

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Seorang tersangka Curanmor, AG yang beberapa waktu lalu berhasil melarikan diri dari sergapan anggota kepolisian Ketapang di Jalan Ayani Ketapang Kota berhasil diringkus.
Saat lolos beberapa hari lalu, AG dalam keadaan terluka pada bagian kaki kirinya akibat tembakan aparat.

Kali ini AG tewas setelah lengannya ditembus timah panas aparat kepolisian tembus hingga dada, Kamis Siang (27/12/2012) di Jalan Uti Unggal kelurahan Mulia Baru.

"AG terpaksa dilumpuhkan,Dia melarikan diri dari petugas dan juga karena tidak mengindahkan tembakan peringatan,"ujar Wakapolres Ketapang, Kompol Saiful Alam, kepada Tribunpontianak.co.id.

Penulis : novi saputra
Editor : Bowo
Sumber : Tribun Pontianak

http://pontianak.tribunnews.com/2012/12/27/ag-tewas-ditembak-polisi utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Saturday, 18 February 2012

Penjambret di Ketapang Ditembak Polisi


Tribunnews.com - Jumat, 17 Februari 2012 17:50 WIB

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Polisi berhasil membekuk seorang pemuda, inisial SP (18), tersangka jambret, Jumat (17/2/2012), di kawasan Jalan Karya Tani, Kelurahan Sukaharja, Kecamatan Delta Pawan.
Karena berusaha kabur, tersangka terpaksa dihadiahi timah panas oleh petugas.
Bersama tersangka, polisi menyita satu unit ponsel dan dua dompet berisikan uang Rp 600 ribu yang diduga sebagai hasil kejahatan tersangka.
Kapolres Ketapang I Wayan Sugiri melalui Kasat Reskrim AKP Temmangngaro mengatakan, penangkapan tersangka bermula dari laporan masyarakat, Kamis (16/6/2012), yang mengaku jadi korban jambret di Jl Karya Tani.
Setelah mendapat laporan, polisi langsung melakukan pengejaran. Bermodalkan keterangan korban tentang ciri-ciri tersangka, polisi tidak membutuhkan waktu lama untuk menangkap pemuda ini. Apalagi tersangka sudah menjadi target operasi polisi.
“Dari pengakuannya, tersangka diketahui sudah sembilan kali melakukan aksinya di kota Ketapang dan sekitarnya,” kata Kasat Reskrim.
Untuk menghindari aksi kejahatan serupa, kasat mengimbau masyarakat lebih waspada ketika hendak bepergian, terutama kepada ibu-ibu yang membawa barang-barang berharga.
“Jika membawa tas yang berisi barang berharga usahakan ditempatkan di posisi yang aman, agar tidak memancing pelaku kejahatan,” tegasnya.

http://www.tribunnews.com/2012/02/17/penjambret-di-ketapang-ditembak-polisi

Monday, 7 November 2011

Pipi Pemabuk Ditembak Polisi








KETAPANG – 
Bripka Ct, petugas kepolisian, terpaksa berurusan dengan korpsnya lantaran menembak pipi sebelah kiri seorang pemabuk, Arianto, 27, warga Jalan Basuki Rahmat, Ketapang, Sabtu (5/11) sekitar pukul 12.30. Arianto dibawa ke RSSA Pontianak untuk mendapat perawatan intensif akibat luka yang cukup serius.
Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Temangnganro Machmud SIK, mengatakan peristiwa berawal ketika Arianto pulang ke rumahnya di Jalan Basuki Rachmat dalam keadaan mabuk. Dalam kondisi kehilangan akal sehat itu, Arianto tiba-tiba saja mengamuk dan merusak perabotan yang ada di rumah. Melihat tingkah Arianto yang sudah keterlaluan itu, orangtuanya memarahinya. Tapi Arianto malah semakin jadi.
“Kemudian orangtua korban memanggil Ct untuk menasihati dan mengamankan Arianto,” ujar Kasat via HP.
Kedatangan anggota Polsek Benua Kayong tersebut rupanya tak membuat nyali Arianto ciut. Terlebih ketika itu Arianto membawa sebilah pisau. Arianto semakin menjadi. Suasana semakin tegang lantaran Arianto tak mengindahkan nasihat polisi tersebut. Sampai akhirnya emosi oknum polisi tersebut tak terkendali. Pistol yang dibawanya pun langsung ditembakkan dan mengenai pipi kiri Arianto.
Kontan saja seisi rumah kaget dengan kejadian tersebut. Darah segar mengucur dari pipi korban sesaat setelah tertembus timah panas. Arianto yang semula garang langsung terkapar tak sadarkan diri. Melihat kondisi itu, Arianto kemudian dilarikan ke RS Fatimah Ketapang untuk mendapat perawatan intensif. Lantaran lukanya serius, korban kemudian diterbangkan ke RSSA Pontianak.
“Saat ini Bripka Ct telah diamankan di Polres dan diperiksa propam dan reskrim. Pistol dan selongsong peluru serta pisau yang diduga digunakan korban sudah disita. Sementara ini masih dalam penyelidikan,” ujar Kasat.
Lantaran masih dalam penyelidikan, Kasat tak menjelaskan penyebab Arianto tiba-tiba mengamuk di rumahnya. Informasi yang berhasil dihimpun Equator, kejadian tersebut dipicu tindakan Arianto yang menggadaikan motor orangtuanya tanpa izin. Ketika mengetahui itu, orangtua Arianto pun marah. Singkat cerita terjadi keributan antara ayah dan anak. Arianto sendiri dikenal sering mabuk. Karena suasana makin tegang, orangtua Arianto kemudian menelepon Bipka Ct sampai akhirnya terjadilah insiden tersebut. (KiA)
http://www.equator-news.com/patroli/20111107/pipi-pemabuk-ditembak-polisi

Tuesday, 21 June 2011

Dorr, Kakek 18 Cucu Ditembak Polisi

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Pionerson

TRIBUNNEWS.COM, KETAPANG - Ali Asmad alias Sapek (68), kakek 18 cucu warga Jl Sutoyo Gg Raden Endang Ketapang, berjalan tertatih-tatih setelah timah panas dari pistol polisi menembus betis kanan pria tua itu, Senin (20/6/2011).

Sapek terpaksa ditembak anggota Sat Reskrim Polres Ketapang ketika berusaha kabur dan melawan saat hendak ditangkap sekitarp pukul 09.00 WIB di kediamannya.

“Beliau adalah residivis, dan telah empat kali keluar masuk penjara karena kasus yang sama. Polisi terpaksa menembak tersangka karena berusaha melawan, dan meresahkan masyarakat,” ujar Kasat Reskrim Polres Ketapang, AKP Temangnganro.

Sapek ditangkap polisi sekitar pukul 09.00 WIB di kediamannya. Pria tua itu diduga telah melakukan sejumlah kasus pembobolan rumah kosong di berbagai wilayah Kabupaten Ketapang.

Data Polres Ketapang sedikitnya sembilan kasus pembobolan rumah kosong, disangkakan pada tersangka.

Kasus pembobolan rumah kosong terakhir dilakukan Ali Asmad alias Sapek, Senin (6/6/2011) di Jl Mulia Gg H Alwi No 5 Ketapang. Melakukan aksinya, tersangka membawa obeng digunakan sebagai alat untuk mencongkel pintu atau jendela korbannya.

Untuk mengelabuhi korban, dan warga sekitar tersangka kerap membawa keranjang di sepeda ditunganginya. “Setelah mencuri, agar tidak mencurigakan, barang-barang curian disimpan di keranjang sepeda yang ia bawa,” ungkap Temangnganro.

Pada rumah kosong di Jl Mulia Gg H Alwi No 5 Ketapang milik Endi, diperkrakan tersangka mencuri dua unit laptop, dan dijual kepada Gusti M Majasidin dengan harga Rp 1,5 juta per unit.

“Nah selain mengamankan tersangka, kita juga mengamankan Gusti M Majasidin sebagai penadah barang curian tersangka, dan mengamankan Elmi orang yang disuruh tersangka untuk menjual laptop curian tersebut, kedua pria tersebut selain Sapek masih jadi saksi,” ungkap Temangnganro.

Ali Asmad alias Sapek merupakan pemain lama, yang dianggap licin oleh pihak kepolisian. Kakek dengan empat istri, delapan anak, dan 18 cucu itu mulai terendus polisi ketika ia menjual laptop curian pada Gusti M Majasidin.

“Ternyata saat laptop itu hilang, si pemilik telah menginformasikan laptop tersebut ke sejumlah toko komputer, dan ketika laptop itu dibawa Gusti M Majasidin pihak pemilik toko langsung menghubungi pemilik asli laptop tersebut,” katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan polisi, diperoleh hasil bahwa barang curian tersebut dibeli dari Elmi, dan Elmi mendapatkannya dari Sapek.

Yakin, tersangka yang sekian lama mereka tunggu-tunggu, Sat Polres Ketapang akhirnya melakukan pengerebekan di kediaman Sapek. Sapek nyaris tidak ditemukan, pria tua itu bersembunyi di dalam kardus untuk hingga tidak diketahui keberadaannya.

Karena kesigapan polisi, pria tua itu akhirnya ditemukan, namun ketika hendak ditangkap, Sapek berusaha melawan dan melarikan diri, dan menyebabkan pria itu ditembak polisi pada betis kiri.

“Elmi bilang ke saya dua unit laptop tersebut dibeli pembelinya Rp 1,2 juta saja, uangnya untuk mengoati istri saya,” kata pria bertato itu, Sapek.


http://www.tribunnews.com/2011/06/20/dorr-kakek-18-cucu-ditembak-polisi