Showing posts with label bukit duri. Show all posts
Showing posts with label bukit duri. Show all posts

Monday, 15 November 2010

Buronan Perampokan Tewas Ditembak

Penulis : Fidel Ali Permana

Senin, 15 November 2010 21:52 WIB


JAKARTA--MICOM: Polda Metro Jaya menembak mati seorang buronan perampokan toko emas di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan dan tewas.

Hal tersebut diamini Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ Kombes Herry Rudolf Nahak kepada sejumlah wartawan di Mapolda. "Sempat terjadi tembak-menembak dan pelaku berusaha melarikan diri. Dia tewas dengan luka tembakan di punggung," kata Nahak ketika ditemui di TMC PMJ, Senin (15/11).

Pelaku yang dimaksud Nahak yakni berinisial RE (Rustam Effendi). Pelaku ditembak di daerah Bekasi ketika aparat dari Satuan Jatanras PMJ melakukan pengejaran.

Selain menembak mati buronan perampokan Tebet, polisi juga mengamankan dua lainnya yang termasuk dalam komplotan perampok di Bekasi. Kedua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AB (Abi) dan JUL (Julkarnaen). Polisi juga menyita tiga pucuk senjata api.

"Kami menyita tiga senjata api berjenis dua revolver dan satu FN dari tangan tersangka. Kedua tersangka yang diamankan dibawa ke Polda untuk dilakukan pengembangan berikutnya. Berdasarkan catatan kepolisian tersangka yang tewas juga merupakan anggota dari perampok emas di Pasar Tebet beberapa bulan lalu," ungkapnya. (OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/15/181966/7/5/Buronan-Perampokan-Tewas-Ditembak

Thursday, 26 August 2010

11 Perampok Toko Emas Tebet Dibeber

JAKARTA - Penangkapan 11 pelaku perampokan tiga toko emas di Pasar Bukit Duri Jakarta Selatan pada Jumat (6/8) lalu akhirnya dibeberkan jajaran Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Dalam operasi penangkapan itu, polisi juga menyita tujuh pistol rakitan yang diperoleh pelaku dari pasar gelap.

Kesebelas pelaku itu masing-masing terdiri 5 pelaku utama" yang menjadi eksekutor perampokan dimana salah satunya tewas ditembak polisi, yakni Puja Kesuma alias Kerisna alias Kris, 35, tewas ditembak petugas di Ambarawa Jawa Tengah, Afrizal alias Rizal alias Ardiansyah, 28, yang ditangkap di Padang Pariaman Sumatera Barat, Katono bin Rayianto, 38, yang ditangkap di Ambarawa Semarang Jawa Tengah, Dayat, 32, ditangkap di Lampung, Iwan, 35, ditangkap di lampung,.

Sedang tiga pelaku penadahan emas rampokan itu ditangkap di rumah persembunyiannya di kawasan Cimanggis Depok, yakni Junaedi alias Jhon, 32, Asep Sofyan, 42, dan Ahmad Khotip alias Hotip, 33. Polisi juga menangkap dua penghubung (makelar) antara eksekutor dan penadah, yakni Firdarmansyah alias Darman, 32, yang ditangkap di Kramat Jati Jakarta Timur dan "Hendrizal, 31, yang ditangkap di Cengkareng Jakarta Barat.

"Satu pelaku yang bertugas menyediakan safe house (rumah persembunyian) bagi eksekutor pasca perampokan bernama Margono alais Nano, 34, ditangkap di Ambarawa Jawa Tengah. Sedang tujuh pelaku yang masih kami buru adalah IP (Ipang), SMB (Samba), AL (Alex), RO (Roy), TAM (Tamir), BUY (Buyung), RUD (Rudi)," urai Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar.

Dari seluruh operasi penangkapan itu, turut disita pula 1,234 Kg emas dalam bentuk sebatang emas yang merupakan emas yang dilebur dari berbagai jenis perhiasan seperti cincin, kalung, liontin hasil jarahan pelaku, termasuk 5,6 Kg perhiasan emas yang belum sempat diedarkan penadah. "Kami sita pula tujuh pucuk pistol dan rakitan dan jenis 3 pistol FN, 2 pistol Revolver, 2 pistol Colt," ujarnya.

Sedangkan salah seorang pelaku, Afrizal mengatakan kalau kelompoknya selain merampok toko emas Ayung, Keris Mas dan Indah Baru, para pelaku juga beraksi di Tambun, Cibitung, Bogor, Wanaherang, Karawang, seluruhnya di Jawa Barat. ""

Ia juga mengatakan seusai merampok, semua anggota eksekutor masing-masing memperoleh bagian minimal Rp 50 juta. Uang tersebut diberi langsung penadah begitu emas rampokan disetorkan ke penadah. Sedang untuk perantara dan penampung persembunyian di bawah Rp 10 juta. "Tapi kalau hasil penjualan emas ada lebihnya, baru sisanya kami bagi-bagi lagi sama penadah," ujar Afrizal kepada wartawan.

Ia juga mengatakan setiap usai merampok dan mendapat uang bagiannya langsung pulang kampung ke Padang Pariaman, dan baru kembali ke Jakarta beberapa minggu atau bulan setelah ada perintah kembali merampok." Diungkap pula seusai merampok di toko emas Tebet itu, komplotannya berkumpul di sebuah taman di Cijantung untuk mengumpulkan emas-emas hasil rampokan mereka untuk kemudian disetor ke penadah yang telah menyiapkan uangnya.

Sedang pelaku yang bernama Kartono mengatakan kalau komplotannya melakukan survey lapangan pada Kamis (5/8) di sekitar Pasar Bukit Duri untuk mempelajari rute penyerbuan dan pelarian. "Saya dan Kris (pelaku yang sudah tewas ditembak) yang mensurvei lokasi dengan mobil rental," ungkapnya.

Terkait maraknya perampokan bersenjata api belakangan ini, Kabid Humas Kombes Pol Boy Rafli Amar menduga selain senjata rakitan, masuknya senjata selundupan lewat jalur laut juga termasuk dicurigai. - Indonesia ini?kan terdiri dari pulau-pulau. Sangat banyak celah bagi pihak-pihak yang bermaksud menyelundupkan senjata api ke wilayah kita," tukasnya.

Ia juga menegaskan sejak awal 2005 pihaknya tidak lagi mengeluarkan ijin kepemilikan senjata apai baru maupun perpanjangan ijin senjata api lama. "Yang jelas semua pistol yang ada di luar TNI/POlri jelas illegal," tegasnya.

Diungkapnya pula, dalam tiga bulan terakhir pihaknya mengamankan 19 orang terkait kepemilikan senpi illegal, yakni awal Juni lalu ditangkap Andi Dana alias Kopek dan Sahrudin alias Cabe di SPBU Parakan, Jalan Raya Pamulang, Tangerang atas percobaan perampokan dengan menggunakan senpi. Dari keduanya disita sepucuk pistol Revolver dan 6 pelurunya.

Pada 21 Juni 2010, ditangkap Sugeng dan Sutrisno alias Joko alias Alex di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur. Kedua pria ini ditangkap atas kepemilikan senjata api rakitan dan kendaraan tanpa surat-surat yang sah. Dari keduanya disita sepucuk senpi rakitan, sepucuk senpi jenis Revolver "berikut 18 pelurunya.

Lalu 19 Juli 2010 ditangkap Slamet Riyadi di Jalan Taman Sari Mahpar dengan barang bukti" 4 pucuk pistol Revolver berikut 4 butir pelurunya. Kemudian pada 4 Agustus lalu ditangkap Iswanto, Bambang dan Amir alias Anton di Jalan Kamboja Gang Dahlia Kebon Pala Rt 10/01, Makasar Jakarta Timur dengan barang bukti 2 pistol jenis Revolver dan 14 butir pelurunya.

23 Agustus 2010, ditangkap Didan Doni Caniago alias Jidan dan Anton dan Syahrial ditangkap di Jalan Gatot Subroto Jatake Tangeran. "Terakhir 11 pelaku perampokan toko emas dengan barang bukti tujuh pistol itu," pungkas Boy. ( ind )

http://www.jpnn.com/read/2010/08/26/70962/11-Perampok-Toko-Emas-Tebet-Dibeber

Wednesday, 25 August 2010

Pimpinan Perampok Bukit Duri Ditembak Mati

Tri Wibowo
25/08/2010 17:02
Liputan6.com, Jakarta: Kepolisian Daerah Metro Jaya menangkap 10 orang pelaku perampokan tiga toko emas di Pasar Bukit Duri, Jakarta Selatan, belum lama ini. Sementara salah seorang pimpinan dari komplotan yang beranggotakan 18 orang ini ditembak mati polisi di Ambarawa, Jawa Tengah.

Dari para tersangka polisi menyita barang bukti berupa senjata api dan 8,5 kilogram emas yang dirampok pelaku. Kini polisi masih mengejar tujuh pelaku lainnya yang masih buron, termasuk penadah.

Perampokan sendiri terjadi 6 Agustus lalu. Para pelaku memanfatkan situasi sepi saat sebagian besar pedagang sedang salat Jumat. Tujuh pelaku beraksi di dalam pasar, sisanya menunggu di atas sepeda motor.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Boy Rafli Amar mengatakan, selama dua bulan terakhir polisi telah mengungkap enam kasus kejahatan dengan menggunakan senjata api. Sebanyak 19 pelaku ditangkap dan 10 orang buron. Polisi juga menyita 17 pucuk senjata yang digunakan tersangka.(ADO)
http://berita.liputan6.com/hukrim/201008/293023/Pimpinan.Perampok.Bukit.Duri.Ditembak.Mati