Showing posts with label polisi bunuh diri. Show all posts
Showing posts with label polisi bunuh diri. Show all posts

Monday, 17 June 2013

Seorang Polisi di Medan Tewas Gantung Diri


  • Penulis :
  • Kontributor Medan, Mei Leandha
  • Senin, 17 Juni 2013 | 20:34 WIB

MEDAN, KOMPAS.com -  Brigadir H Turnip (27) gantung diri di rumahnya di Jalan Saudara Ujung, Gang Sahabat, Kecamatan Medan Denai, Senin (17/6/2013).
Kepala Polsekta Medan Area Kompol Rama saat dikonfirmasi mengatakan, Turnip yang bertugas di Mapolsekta Sunggal tewas dengan gantung diri menggunakan tali nilon warna biru di kamar mandi rumahnya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter yang kita hadirkan, dia positif meninggal dengan cara gantung diri di plafon kamar mandi menggunakan tali nilon," kata Rama.
Tidak ada keterangan dari pihak keluarga, malah seorang perempuan paruh baya yang merupakan kerabat mengatakan peristiwa ini tidak untuk publikasi.
Keluarga juga tidak melakukan otopsi kepada mayat mantan personil Polisi Sektor Medan Kota yang sempat ikut menangkap para teroris di depan taman makam pahlawan Medan pada 2009.
Seorang warga sekitar yang tak mau disebut identitasnya mengatakan, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Turnip terlihat lalu lalang di depan rumahnya seperti orang bingung.
"Kami tengok dia lalu lalang di depan rumahnnya seperti orang bingung. Dia kayak ada sakitnya, tapi kami tak tahu apa masalah dia sampai bunuh diri," kata warga tersebut. 

http://regional.kompas.com/read/2013/06/17/20344128/Seorang.Polisi.di.Medan.Tewas.Gantung.Diri

Sunday, 26 May 2013

Kepala Polisi Ditembak, Diduga Bunuh Diri



JAKARTA - Brigadir Jeremi Manurung, anggota Unit V Subdit Dit Reskrimum Polda Metro Jaya nekat mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara menembak kepalanya dengan senjata api miliknya, Jumat 24 Mei 2013 siang. Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto melalui pesan singkatnya kepada wartawan, menjelaskan Brigadir Jeremi ditemukan di rumahnya di Jalan Kusen, Kelurahan Kayuputih, Kecamatan Pulogadung, Sekitar pukul 13.30 WIB.
Jeremi diduga bunuh diri dengan pistol, sebab saat ditemukan ada bekas tembakan di pelipis mata sebelah kanan. Sang istri, Yuli pertama kali menemukan suaminya sudah tewas.
Menurut ketua RT, Endang saat Yuli ingin masuk ke dalam rumah, dia merasa kesulitan karena dikunci dari dalam. Yuli pun mencoba memanggil sang suami sambil menggendong buah hatinya yang baru berumur 1,5 tahun.
"Karena penasaran Yuli mencoba mengintip kamarnya, dia panik karena dari dalam kamar terlihat ada darah," kata Endang.
Setelah itu, Yuli langsung menghubungi mertuanya yang tinggal tidak jauh dari rumah tersebut. Dibantu warga, mereka akhirnya mendobrak jendela kamar itu. "Dia ditemukan sudah tewas dengan banyak mengeluarkan darah, pelipis mata kanan bolong dan masih memegang senjata di tangannya," tambah Endang.
Menurut Rikwanto, Jeremi pada Kamis malam masih bekerja di kantor bersama dengan rekannya dan pulang sekitar pukul 22.00 WIB.
Menurut keterangan istri korban, sesampai di rumah korban langsung masuk ke kamar dan mengunci diri, tidak mau membuka pintu. "Untuk motif sementara bunuh diri diduga stres. Petugas sudah mendatangi lokasi dan jasad akan dibawa ke RS Polri untuk dilakukan autopsi," kata Rikwanto.[ian/vns]

http://www.rimanews.com/read/20130524/104045/kepala-polisi-ditembak-diduga-bunuh-diri?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Sunday, 9 September 2012

Anggota Polisi Jambi Tembak Kepala Sendiri



Diduga aksi bunuh diri akibat persoalan keluarga. Korban kritis.

Jum'at, 7 September 2012, 20:57
Elin Yunita Kristanti, Ramond EPU (Jambi)
Lokasi Brigadir Polisi Saifudin menembak dirinya
(Ramond EPU (Jambi))

VIVAnews - Peristiwa mengerikan terjadi di Polresta Jambi, Jumat 7 September 2012 sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota polisi dan masyarakat yang ada di lokasi itu dikejutkan dengan suara tembakan.

Mereka sempat menduga, ada serangan oknum tertentu ke kantor polisi. Sempat berlindung dan bersiaga mengeluarkan senjata, para anggota akhirnya menuju ke ruang tunggu Satlantas di mana suara tembakan berasal.

Dekat tiang penyangga bangunan terbuka itu, di depan kursi tunggu berwarna biru, tubuh Brigadir Saifuddin terkapar dengan kepala bersimbah darah akibat ditembus peluru. Senjata miliknya tergeletak di dekat tangan yang terangkat sebatas telinga.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bratanata menggunakan mobil Kijang milik Kasat Intel Kompol Ali Sadikin. Empat orang anggota ikut mengangkat tubuh korban yang bersimbah darah. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam kondisi kritis, karena kehilangan banyak darah. 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab anggota Intel Polresta Jambi itu melakukan aksi nekatnya. Keberadaan istri di lokasi kejadian menimbulkan dugaan, persoalan keluarga menjadi pemicunya. Anggota lain pun langsung mengisolasi lokasi dengan memasang garis polisi.
Kapolda Jambi, Brigjen Pol Ade Husen Kartadipura yang tiba di lokasi sekira pukul 16.20 WIB langsung mengecek tempat kejadian perkara. Hanya berselang lima menit kemudian, ia langsung masuk ke ruang intel dan menemui Kapolresta Jambi, Kombes Pol Samsudin Lubis. Setelah itu, mereka langsung menuju ke Rumah Sakit Dr Bratanata, tempat korban dilarikan. 
“Korban merupakan anggota Polresta. Dan diketahui coba melakukan tindakan bunuh diri,” ujar Kapolda Jambi, Ade Husen Kartadipura.

Kapolda belum mengetahui secara pasti apa penyebab ulah nekat Brigpol Saifudin. Namun, Kapolda memberikan penjelasan bahwa dimungkinkan ada persoalan di internal keluarga korban. “Mungkin karena persoalan keluarga,” ujar Kapolda Jambi.

Sementara itu, menurut Kapolresta Jambi, Kombes Pol Samsudin Lubis, Brigpol Saifuddin menembakkan senjatanya dari sisi kanan kepalanya. Dan peluru yang ditembakkan menembus kepala. Dan di sisi korban juga terdapat sang istri yang syok berat. “Hanya satu kali tembakan,” tutur Kapolresta. (art)

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/349739-anggota-polisi-jambi-tembak-kepala-sendiri