Showing posts with label pria bertato. Show all posts
Showing posts with label pria bertato. Show all posts

Thursday, 20 September 2012

Pria Bertato Yang Didor Telah Jadi Target Polisi

Kamis, 20/09/2012 18:09 WIB
Surabaya - Pria bertato yang ditembak mati Unit Resmob Polda Jatim rupanya telah lama menjadi buron polisi. Arifin (32), tersangka perampasan sepeda motor juga berstatus residivis dengan kasus serupa.

Hal ini ditegaskan Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib. Dia menjelaskan kronologis penembakan ini berawal dari patroli unit Resmob Polda Jatim di kawasan Bungurasih, Rabu (18/9) malam.

Ketika itu petugas dari unit Bunuh Culik Subdit Resmob Ditreskrim Umum Polda Jawa Timur mendapati Arifin berada di Terminal Bungurasih. Karena itu polisi kemudian membuntuti Arifin.

Ketika Arifin pulang dan melintasi Jalan Raya Waru sebelum kantor Mahkamah Militer - Oditur Militer Waru, polisi mencoba menghentikannya. Namun upaya polisi ini tidak digubris, bahkan Arifin semakin tancap gas hingga membuat dirinya tersungkur.

"Saat ditangkap tersangka (Arifin) justru melawan dan hendak melukai petugas dengan pisau yang disembunyikannya di saku. Itulah yang mendesak polisi menembak dada kiri dan kanan tersangka. Tersangka tewas di lokasi," kata Kombes Pol Hilman Thayib, Kamis (20/9/2012).

Keberadaan Arifin, lanjut dia, diketahui setelah polisi menangkap Susilo ludianto (22) dan Rudi Hartono (30). Dua warga Jalan Geluran, Sidoarjo ini merupakan rekan Arifin saat beraksi.

Dalam catatan polisi, Arifin merupakan target operasi Polrestabes Surabaya dan Polres Sidoarjo sejak 2008. Arifin juga telah empat kali menjadi residivis.

"Tersangka ini residivis empat kali. Dan Polda Jatim pun pernah menangkap tersangka karena kasus serupa," tutup Hilman.

(nrm/bdh) 


http://surabaya.detik.com/read/2012/09/20/180940/2028464/466/pria-bertato-yang-didor-telah-jadi-target-polisi

Wednesday, 8 August 2012

Dua Tersangka Curanmor Ditembak


Headline
inilah.com
INILAH.COM, Padang - Setelah dua bulan diincar, akhirnya dua tersangka pencurian sepeda motor (curanmor)Anto Anggai (31), dan Anes Bibir (30) diciduk polisi di dua lokasi berbeda, Senin (6/8/2012).
Oleh: Haluan Padang
sindikasi - Rabu, 8 Agustus 2012 | 05:10 WIB



Polisi terpaksa melumpuhkan keduanya dengan, karena berupaya melarikan diri, dan melawan petugas. Dalam penyelidikan sementara, kawanan ini diduga sudah 27 kali beraksi di sejumlah lokasi di Kota Padang.
Dalam catatan polisi, keduanya juga residivis dalam kasus yang sama. Bahkan sudah lima kali masuk keluar lembaga permasyarakatan. Seorang tersangka penadah, Buya (32) ikut diamankan.
Dari tangan kelompok ini Jajaran Polresta Padang menyita delapan unit motor yang diduga hasil curian.
Kapolresta Padang, Kombes Pol M Seno Putro menyebutkan, awalnya dilakukan penangkapan terhadap Anto Anggai di Lubuk Alung, Padang Pariaman, sekitar pukul 14.00 WIB. Awalnya polisi mendapat informasi keberadaan warga Siteba yang sudah masuk DPO ini di daerah Lubuk Alung.
Tidak mau kehilangan buruannya, beberapa petugas berpakaian sipil dikerahkan ke lokasi itu, dan melakukan pengintaian terhadapnya. Tersangka sadar dibuntuti polisi, mencoba menyelamatkan diri. Ia pun kemudian dikejar Setelah tertangkap, Ia pun tetap melawan, sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan cara ditembak kaki sebelah kanan.
Anto kemudian dibawa ke Mapolresta Padang untuk dilakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut. Dari keterangannya, petugas mendapatkan identitas rekannya, dan sejumlah polisi dikerahkan ke kediaman Anes Bibir.
Setiba di kawasan Siteba sekitar pukul 17.00 WIB, petugas melihat tersangka tengah santai bersama sepeda motornya. Secara perlahan-lahan, petugas mendekatinya dan langsung mencokoknya. Akhirnya, warga Gurun Laweh ini ditangkap, tapi tersangka ini malah melawan petugas dan Tim Reskrim pun juga melumpuhkannya dengan cara menembak kakinya sebelah kiri.
Mereka kemudian digiring ke Mapolresta Padang untuk dikembangkan. Alhasil dari pengakuan dua tersangka ini pun, tersangka mengaku menjual kepada Buya, warga Solok. Identitas penadah ini diketahui, petugas pun langsung mencokoknya.
“Tersangka ini telah menjadi Target Operasi (TO) dari Polresta Padang, baru kali ini tertangkap. Dan salah satu mereka terpaksa dilumpukan, karena mencoba melarikan diri,” kata Seno.
Saat ini, Polresta Padang sudah mengamankan delapan unit sepeda motor hasil pencurian. Dan anggota Reskrim masih melakukan pengembangan, karena diduga masih ada pelaku lain yang masih berkeliaran. Setelah dilakukan pemeriksaan sementara oleh penyidik Anggai mengaku melakukan pencurian di 17 lokasi.
Sementara Anes Bibir 10 TKP. Anggai mengaku biasanya beraksi di kawasan Siteba. Sementara Anes Bibir mengaku mengambil di kawasan Padang Utara. Kata mereka, motor hasil curian tersebut semuanya dibawa ke arah Solok dan ditampung oleh Buya.
Dalam melakukan aksinya, dua pria bertato ini terkenal nekat. Bahkan mereka tak segan melukai calon korbannya bila melakukan perlawanan. Mereka juga sudah beberapa kali keluar masuk penjara dalam kasus jambret dan pencurian.
Sebelumnya masih dalam pekan ini,0 Tim Reskrim Polresta Padang juga meringkus empat pelaku curanmor yang biasa beraksi dan di wilayah Kota Padang. Satu di antara juga tersangka penadah.
Mereka masing-masing Predi (18), warga Simpang Alang Lawas, dan mengaku sudah beraksi di 21 TKP, dan biasanya dia ‘bermain’ di kawasan Air Tawar, Ulak Karang, dan LubukBuaya. Kemudian Rio (22), seorang mahasiswa yang mengaku sudah tiga kali beraksi di kawasan Muaro Penjalinan, dan lainnya. Selanjutnya Joni Andri (25), warga Simpang Tabing yang mengaku sudah beraksi dua kali. Rio dan Joni memberikan hasil curiannya kepada Predi dan Perdi yang menjualkannya kepada Hendrizal (25).
Dikatakan Hendrizal, semua barang yang ditampungnya dijual dengan harga murah. Untuk motor matic, biasanya dijual dengan harga sekitar Rp1,5 hingga Rp2 juta. Sementara untuk kelas Satria FU Rp2,5 hingga Rp3 juta.
Disebutkan Kapolres, pengungkapan pelaku kasus curanmor ini merupakan bukti keseriusan Polresta Padang dalam membrantas, dan meminimalisir terjadinya kasus curanmor di Kota Padang.
Meski demikian Kapolres juga menghimbau kepada pemilik kendaraan agar hati-hati pada saat memarkirkan kendaraannya, sebab selain pelaku yang telah tertangkap. Kemungkinan masih ada pelaku lain yang masih berkeliaran.
25 Pelaku
Dalam rentang Juni hingga Juli ini, Polresta Padang dan jajaran sudah menyita puluhansepeda motor hasil curian. Dikatakan Seno, selain menyita barang bukti sepeda motor curian,pihaknya juga sudah menangkap lima orang penadahnya. Bahkan selama Ramdan ini, sudah ada 55 laporan pengaduan masyarakat tentang kasus curanmor telah berhasil terungkap.
“Sudah ada sekitar 28 unit sepeda motor curian yang diamankan di Polresta Padang. Selebihnya berhasil disita dan diamankan di Mapolsek yang ada,” ujar Seno. Ditambahkannya, untuk mengantisipasi kejahatan jalanan ini, termasuk jambret, copet, curanmor, dan premanisme,Polresta Padang telah memfungsikan seluruh mobil patroli baik roda dua maupun empat untuk turun ke jalanan.
“Kami telah menyiapkan 25 kendaraan patroli yang kita lakukan pengecekan untuk di siagakan, dan disebarkan di seluruh wilayah Polresta Padang,” katanya. [gus]
http://sindikasi.inilah.com/read/detail/1891931/dua-tersangka-curanmor-ditembak

Tuesday, 15 November 2011

Penjambret Nasabah Pegadaian Ditembak Polisi


Tribun Timur - Senin, 14 November 2011 22:26 WITA





Melaporkan : Mahyuddin Wartawan  Tribun Timur Makassar    

Makassar, Tribun---Seorang pelaku jambret berinisial  IR terpaksa ditembak petugas Unit Sabhara Polrestabes Makassar di Jalan Talasalapang Makassar, Senin, (14/11/2011) , Akibatnya, timah panas mengenai kiri dadanya.

Pelaku jambret tersebut ditembak polisi dan mengenai dada kiri, karena mencoba melawan polisi saat akan ditangkap. Petugas bernama Briptu AS terpaksa menembak pelaku ketika mengarahkan badik ke arahnya.

Satu butir peluru hingga saat ini masih bersaran di tulang rusuk pelaku yang saat ini dirawat di RS Bhayangkara. Penembakan terhadap Ir ini bermula saat pelaku mencoba menjabret salah seroang nasabah Pegadaian Talasalapang berinisial Rw warga Jalan Sultan Alauddin, Kecamatan Rappocini.

Menurut Kabag Ops Polrestabes Makassar, AKBP Hotman Sirait, kejadian berawal saat pelaku mencoba menjabret korban  saat korban keluar dari pegadaian. Ketika pelaku menarik tas, korban berusaha mempertahankan tas miliknya. Sambil mempertahankan tasnya, korban juga berteriak minta tolong. Briptu AS yang kebetulan berada di lokasi kejadian langsung berhenti dan berusaha menangkap pelaku jambret tersebut.

Saat pelaku berusaha menikam polisi Shabara tersebut dengan badik, AS langsung menembaknya dengan alasan merasa terancam.

Saat menjalankan aksinya, Ir tidak sendiri. Saat itu, pelaku bersama seorang temannya, BS. Pelaku yang satu ini juga berhasil ditangkap oleh polisi dan warga yang ada di sekitar Pegadaian Talasalapang. Bs sendiri telah diamankan di Polsek Rappocini.

Hotman juga menmabahkan bahwa pelaku jambret yang ditembak polisi memiliki banyak tato di badannya. Hanya saja, polisi belum memastikan apakah dia termasuk residivis atau bukan. Barang bukti berupa badik serta satu kunci T yang digunakan pelaku beraksi diamankan polisi..(*/tribuntimur.com) 
. 

http://makassar.tribunnews.com/2011/11/14/penjambret-nasabah-pegadaian-ditembak-polisi

Tuesday, 25 October 2011

Tersangka Pemerkosa Gadis Cantik Ditembak Polisi


TRIBUNKALTENG.COM, MANADO - Upaya perburuan empat tersangka pelaku penyekapan 15 jam disertai perkosaan terhadap seorang gadis cantik berusia 18 tahun di Karombasan Selatan, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea, Kota Manado, 17 hari silam, akhirnya membuahkan hasil, Selasa (25/10/2011) pukul 14.00 Wita.

Tim Reserse Mobil (Resmob) Khusus Polda Sulut dipimpin AKP B Torondek, berhasil melumpuhkan MS (18), warga Ranotana Weru, Lingkungan 1, Kecamatan Wanea. Sebuah peluru yang mengenai kaki kanan berhasil melumpuhkan MS yang berusaha kabur. Sementara tiga tersangka lain, yakni ST, RS, dan As masih buron.

"Aduh dok, aduh, aduh sakit," ucap MS saat menjalani pengobatan luka tembak selama satu jam di Rumah Sakit Bhayangkara sebelum dibawa ke Polresta Manado untuk pemeriksaan. MS dan tiga rekannya, seperti diberitakan, pada  8 Oktober dini hari lalu, menyekap korban, sebut saja Melati di dekat Markas Polda Sulut.

Dibawah todongan pisau, MS dan tiga rekannya bergiliran memperkosa Melati. Sadisnya, para pelaku berusia muda ini merekam aksi mereka dengan menggunakan kamera telepon seluler. Beruntung Melati berhasil kabur ketika para pemerkosanya tertidur akibat  mabuk.

Di depan petugas Polisi yang menginterogasinya MS  pun mengakui perbuatannya. Sementara Melati yang datang didampingi Neny Rahmawati dari Lembaga Bantuah Hukum Anak, enggan berkomentar dan langsung masuk ke  ruang perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polresta
Kepada Tribun, Melati memastikan MS  satu dari tiga tersangka.

Melati hanya berharap, pelaku pemerkosanya semuanya bisa tertangkap, dan menerima hukuman setimpal "Kalau boleh dorang kase hukuman setimpal," kata perempuan asal Amurang ini.

Meski masih belum melupakan peristiwa pahit itu, Melati mengaku kasihan tersangka kena tembak di kaki. Namun Melati masih tetap khawait  rekaman perkosaan yang dipegang tersangka lain beredar. MS sendiri mengaku hasil rekaman adegan perkosaan dibawa tersangka ST.

Neny Rammawati sendiri mendesak aparat hukum mengganjar tersangka  dengan pidana seberat-beratnya. "Salut pada kepolisian yang berupaya mengungkap kasus ini. Masih ada tersangka lain yang buron, agar diupayakan segera ditangkap. Para pelaku dihukum seberat-beratnya," katanya.

Untuk diketahui, MS  tertangkap di rumahnya di Ranotana Weru. MS  merupakan remaja putus sekolah dengan ciri khs kaki kiri ditato dan berprofesi sebagai tukang ojek.
MS sendiri keberadaannya diketahui saat mengunjungi pacarnya di Desa Sukur, Minahasa Utara.

Setelah pelarian dua minggu lebih, MS kehabisan uang sehingga kembali ke rumahnya, mengambil uang, laru mempersiapkan upaya pelarian kembali.

Seperti diberitakan,  Melati (19) bekerja di salah satu pub di Manado. Ia tinggal di rumah indekos, jauh dari orangtuanya yang sudah bercerai. Sekitar tengah malam, ia mengantar teman seprofesinya pulang menumpang taksi. Ia kemudian pulang seorang diri, rencana hendak pulang ke indekosnya di Malalayang.

Namun saat berjalan di Jalan Bethesda, dekat markas Polda Sulut, MS menyapanya,  mengajaknya ikut.  Melati  menolak, namun akhirnya terpaksa ikut lantaran ditodong pisau badik. "Kita takut, dorang todong, se naik di oto, ada empat orang. Dorang bawa di rumah, di Pakowa kalau tidak salah," ujar Melati.

Ia kemudian dibawa ke satu rumah di daerah Pakowa, Wanea. Dia dimasukkan ke dalam kamar ber-AC, direbahkan di karpet. Tangan wanita itu dikat, matanya ditutupi kain.
Melati mengaku tak mengenal para pemuda tersebut, ia hanya tahu dua dari empat pemuda pelaku pemerkosanya.

(tribunmanado.co.id)


http://kalteng.tribunnews.com/2011/10/26/tersangka-pemerkosa-gadis-cantik-ditembak-polisi

Sunday, 2 May 2010

Pria Bertato Tewas Dengan Luka Tembak

Minggu, 2 Mei 2010 - 18:49 WIB

SURABAYA (Pos Kota)- Seorang pria bertato, Minggu (2/5), ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka tembak hingga akhirnya meninggal di depan Swalayan Indomaret Klakah, Kecamatan Klakah, Lumajang Jawa Timur.

Pria bernama Piyok,45, asal Desa Ketan Ireng, Kecamatan Pandaan, Pasuruan ini, tewas dalam kondisi terluka tembak di bagian betis kanannya. Diduga kuat, pria yang sekujur tubuhnya penuh tato dengan perawakan gempal ini, tewas karena kehabisan darah.
Temuan meninggalnya pria misterius ini, kemudian dilaporkan warga kepada aparat Polsek Klakah yang selanjutnya berkoordinasi dengan aparat Polres Lumajang untuk melakukan penyelidikan.

Dari hasil olah TKP, petugas mendapatkan keterangan sementara, korban meninggal dalam perjalanan berobat ke Puskesmas Klakah atas luka tembak yang dialaminya. Namun, tidak diketahui dimana korban mendapatkan luka tembak itu. Karena saksi yang mengantarnya, yakni Heni,33, warga Desa Songgoriti, Kotamadya Batu, Malang tidak mengetahuinya.

Saksi Heni, menurut Aiptu Mat Sholeh Kanit Reskrim Polsek Klakah menyebutkan, jika dirinya baru bertemu dengan korban, sekitar pukul 07.30, di Terminal Minak Koncar, Desa Wonroejo, Kecamatan Kedungjajang. Piyok yang sampai saat ini belum diketahui kejelasan latar belakangnya ini, baru turun dari bus sebelum bertemu dengan saksi Heni.

Kepada saksi, Piyok yang kondisinya kritis, meminta diantar berobat ke Puskesmas Klakah. Karena kasihan, Heni pun mengantarnya dengan menumpang bus dan turun depan Swalayan Indomaret setempat.

Di sana, kondisi Piyok semakin kritis, hingga akhirnya meninggal ketika dinaikkan becak untuk dibawa ke Puskesmas, sekitar pukul 13.00. Kondisi itu yang membuat Heni terkejut lalu meminta bantuan warga sekitar.
Seputar latar belakang Piyok sampai mendapatkan luka tembak, petugas sejauh ini masih belum mendapatkan kepastian. Namun dari dugaan sementara, Piyok diduga merupakan salah-satu pelaku kejahatan.

”Namun, dimana dia melakukan tindak kejahatan sampai mendapatkan luka tembak, sejauh ini kami belum mendapatkan kepastian. Kami masih melaporkan peristiwa ini kepada pimpinan untuk selanjutnya dikoordinasikan dengan Polres jajaran lainnya, seperti Jember maupun Probolinggo,” pungkasnya.

(nurqomar/sir)

http://www.poskota.co.id/kriminal/2010/05/02/pria-bertato-tewas-dengan-luka-tembak

Bookmark and Share