Showing posts with label bantaeng. Show all posts
Showing posts with label bantaeng. Show all posts

Wednesday, 8 June 2011

Ditembak Polisi, Mata Umar Pun Buta


K23-11 | Glori K. Wadrianto | Rabu, 8 Juni 2011 | 13:04 WIB

BANTAENG, KOMPAS.com
- Umar, warga Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan yang menjadi salah satu korban penembakan bersama (alm) Talla, warga Bantaeng, hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RS Wahidin Makassar.

Korban yang dirawat di ruang perawatan lontara 3 kamar 3 tersebut masih akan menjalani operasi. Pasalnya, ada luka akibat penembakan yang mengenai tulang di bagian alis mata kanan korban.

Akibat luka ini, Umar dipastikan mengalami kebutaan. Hal itu dituturkan Rudi, salah satu kerabat korban yang dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (8/6/2011). "Dokter terpaksa mengambil bola matanya, karena sudah tidak berfungsi akibat luka tembak tepat di bagian tulang alis yang mengenai syaraf mata," jelas Rudi.

Selain luka di mata, Rudi mengatakan, Umar masih akan menjalani operasi untuk pemasangan besi di bagian tulangnya yang remuk. Ia mengaku, sampai saat ini pihak keluarga belum bisa menerima keberadaan polisi. Bahkan, pihak keluarga meminta pertanggung jawaban aparat kepolisian terhadap Umar yang salah satu matanya kini buta.

Seperti yang diberitakan, pada kejadian Kamis (2/6/2011) malam, empat orang warga yang merupakan tamu pesta perkawinan, menjadi korban tembakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian gabungan. Polisi yang saat itu sedang mengejar pelaku pencurian ternak dan sepeda motor lari ke dalam rumah kosong tempat para tamu berkumpul dan bermain judi kecil-kecilan. Rumah itu berada di belakang tempat pesta perkawinan.

Polisi yang tidak mengetahui kehadiran keempat warga tersebut, langsung menghujani peluru ke arah rumah kosong tersebut. Namun naas, ternyata keempat warga yang menjadi korban penembakan itu bukan pejahat yang diburu. Keempat warga naas itu adalah Baso, Pace, Umar dan (alm) Talla.

Buntut dari penembakan tersebut, warga dari tiga desa yang kesal menyerang kantor polisi Polsek Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Mereka menyerang kantor polisi itu, karena dianggap bahwa anggota Polsek Uluere ikut serta dalam penyergapan yang menewaskan satu orang warga dan tiga orang mengalami luka tembak, satu diantaranya dalam keadaan kritis.

http://regional.kompas.com/read/2011/06/08/13041315/Ditembak.Polisi..Mata.Umar.Pun.Buta

Keluarga Korban Tembakan Sempat Ditahan

Benny N Joewono | Jumat, 3 Juni 2011 | 23:56 WIB

MAKASSAR, KOMPAS.com - Keluarga korban penembakan peluru nyasar, sempat ditahan di Polsek Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulsel setelah mereka memprotes kasus penembakan yang menewaskan dua warga di Jeneponto.

Keluarga korban penembakan, Arfah, saat ditemui di RS Bhayangkara Makassar menyesalkan kasus yang telah menewaskan sepupunya bernama Daeng Talla, (38), di tempat kejadian perkara (TKP) tepatnya di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulsel.

Kasus peluru nyasar yang telah menewaskan dua warga dan dua warga lainnya menderita luka-luka itu telah menyulut kemarahan warga di Desa Loka, Kecamatan Rumbia, Kabupaten Jeneponto, Sulsel. Mereka langsung mendatangi markas Polsek Uluere yang terletak di perbatasan Kabupaten Bantaeng dan Jeneponto pada Kamis, (2/6/2011), dinihari.

"Kami sempat mempertanyakan kasus penembakan itu dan mendatangi Mapolsek Uluere. Warga memang sempat marah karena tidak ada jawaban dari pihak Polsek," katanya, Jumat (3/6/2011).

Menurut dia, warga sempat kecewa karena pihak Polsek Uluere mengaku hanya melepaskan tembakan peringatan saja. "Kalau hanya tembakan peringatan, kenapa harus kena kepala orang," ucap dia.

Penembakan itu terjadi pada pukul 23.00 Wita, Kamis, dinihari saat sekelompok orang yang diduga petugas dari Polsek Uluere Bantaeng dan Polsek Kelara Jeneponto mengejar pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang lari ke lokasi resepsi pernikahan.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, insiden penembakan itu terjadi saat korban bersama rekan-rekannya bermain domino, sementara warga setempat saat itu tengah menghadiri resepsi pernikahan seorang warga.

Kejadian itu berawal dari kedatangan sejumlah orang yang diduga aparat kepolisian, dan langsung menembak warga di sekitar lokasi resepsi pernikahan itu. Akibatnya, dua korban meninggal dunia dan dua lainnya mengalami luka-luka.

Selain Daeng Talla, korban yang meninggal lainnya bernama Umar, (29), yang juga dikabarkan dalam perjalanan dari Kabupaten Bantaeng menuju ke RS. Bhayangkara Makassar.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, Daeng Talla meninggal karena terkena tembakan di bagian belakang telinga dan langsung tembus masuk ke kepala bagian kirinya.

http://regional.kompas.com/read/2011/06/03/2356347/Keluarga.Korban.Tembakan.Sempat.Ditahan

Friday, 3 June 2011

"Kami Yakin Itu Peluru Polisi..."

K23-11
K23-11 | Glori K. Wadrianto | Jumat, 3 Juni 2011 | 11:05 WIB
Keluarga korban penembakan yang menangis di depan jenazah, Talla (45) yang ditembak oleh anggota Reskrim Polsek Kelara, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, Kamis tengah malam.

BANTAENG, KOMPAS.com — Jenazah Talla (45), warga Bantaeng, yang menjadi korban tewas dalam penembakan yang diduga dilakukan aparat Kepolisian Sektor Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Kamis tegah malam, dikembalikan ke rumah sakit, Jumat (3/6/2011).

Jenazah Talla, yang semula sudah berada di rumah duka, dibawa kembali ke RS untuk menjalani operasi pengambilan proyektil yang masih bersarang di kepala. "Saya yakin, proyektil itu adalah milik anggota polisi," kata Natsir, salah satu keluarga korban saat ditemui di rumah duka.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Talla ditembak saat menghadiri sebuah resepsi pernikahan di Desa Rumbia yang berada di perbatasan Kabupaten Jeneponto dan Bantaeng. Talla diduga menjadi salah satu buronan polisi untuk tindak kejahatan yang dilakukannya.

Selain Talla, ada dua korban penembakan lainnya yang kini dirawat di Puskesmas Rumbia, Jeneponto. Mereka adalah Baso, warga Jeneponto, yang mengalami luka tembak di tangan dan paha, serta Paco dengan luka tembak di tangan.

Nurul, istri Talla, tak kuasa menahan kesedihan saat mengetahui suaminya tewas dalam sebuah pesta pernikahan. "Saya tak menyangka nyawanya berakhir di sana," kata Nurul.

Nurul pun dengan tegas membantah tuduhan bahwa suaminya adalah seorang pelaku tindak kejahatan yang namanya masuk di dalam daftar pencarian orang. "Suami saya itu adik kepala desa," kata Nurul. Rencananya, jenazah ayah empat anak ini akan dimakamkan setelah shalat Jumat, seusai operasi pengambilan proyektil.

Seperti yang diberitakan, penembakan tersebut telah memicu aksi massa yang merusak kantor Kepolisian Sektor Uluere, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan atas peristiwa tersebut.

Sementara itu, belum ada anggota polisi yang bisa mendekat ke kawasan Polsek Uluere. Pengamanan wilayah sedang diupayakan untuk dilakukan oleh dua SSK Brimob yang didatangkan dari Makassar.

http://regional.kompas.com/read/2011/06/03/11055080/.Kami.Yakin.Itu.Peluru.Polis
i

2 Warga Bantaeng Tewas Ditembak Polisi

Tribunnews.com - Jumat, 3 Juni 2011 17:02 WIB
TRIBUNNEWS.COM, BANTAENG -
Aparat kepolisian di Kabupaten Bantaeng menyebutkan bahwa terdapat dua warga tewas setelah ditembak aparat kepolisian Polsek Kecamatan Rumbia Jeneponto di Kampung Kampasa, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng, pukul 23.00 Wita Kamis (02/06/2011).

Warga yang tewas tersebut beranama Talla (35), warga asal Desa Bontomarannu, Kecamatan Ulu Ere, Kabupaten Bantaeng. Dia mengalami luka tembak di bagian belakang telinga dan peluru masih bersarang di kepala korban, sehingga oleh pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof Anwar Makatutu, Bantaeng merujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar.

Korban dirujuk ke Makassar karena pihak medis di Bantaeng belum memiliki peralatan untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di kepala Talla.

Selain Talla juga Umar (35), warga Dusun Garege, Desa Kassi, Kecamatan Rumbia, yang juga terkena tembakan dari aparat gabungan Satreskrim Polres Jeneponto juga dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara di Makassar karena mengalami luka tembak di bagian kepala.

Sedangkan dua orang korban lainnya tidak dibawa ke Makassar yakni Baso, warga Desa Rumbia, Kabupaten Jeneponto dan Laju (30) warga Bontolojong, Kecamatan Ulu Ere, Bantaeng.

http://www.tribunnews.com/2011/06/03/2-warga-bantaeng-tewas-ditembak-polisi