Showing posts with label pembunuhan. Show all posts
Showing posts with label pembunuhan. Show all posts

Tuesday, 13 March 2012

Pelaku Pembunuhan Ditembak ketika Berusaha Kabur


Tribunnews.com - Selasa, 13 Maret 2012 06:43 WIB

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Refli Permana  
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Tersangka kasus pembunuhan dan pencurian sepeda motor, Edi (37), dibekuk Polda Sumsel, Senin (12/3/2012), di rumahnya, Perum Mitra RT 23 RW 33 Kecamatan Gandus, Palembang.
Kaki kiri pria tersebut terpaksa ditembak polisi karena berusaha berusaha melarikan diri.
Edi juga diduga telah menghilangkan nyawa seseorang di wilayah Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Penangkapan terhadap Edi dibenarkan oleh Kasubdit 3 Direskrimum Polda Sumsel, AKBP Saut Sinaga, melalui Kanit IV, AKP Zainuri.
"Ia kami tangkap saat sedang berada di rumahnya. Namun, karena mencoba kabur, ia terpaksa kami tembak," ujar Zainuri.
Menurut Zainuri, pihaknya untuk sementara akan menahan tersangka untuk mengorek keterangan. Selain itu, informasi dua temannya yang melarikan diri juga akan dikorek dari tersangka.
"Saat beraksi di Sembawa, ia bersama dua temannya. Saat ini, mereka masih dalam pencarian. Untuk sementara, Edi akan kami periksa terlebih dahulu," ujar Zainuri kepada Sripoku.com.
Sebelum digiring ke Mapolda Sumsel, pria yang kerap dipanggil Cek Odot ini terlebih dahulu dirawat di ruang Emergency RSMH Palembang.
Cek Odot diduga melakukan aksinya bersama kedua temannya yaitu Pen dan Di.
"Saya baru kenal sama mereka berdua. Adapun yang mengajak melakukan aksi tersebut adalah Pen," ujar bapak anak satu ini.
Saat melakukan aksinya, ketiganya terlebih dahulu membunuh si pemilik motor. Kemudian mereka mengambil motor tersebut.

Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Sriwijaya Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Wednesday, 22 February 2012

Pihak John Kei Sebut Polisi Berbohong


Headline
IST
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
Metropolitan - Rabu, 22 Februari 2012 | 11:14 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Pihak Keluarga John Kei, kembali membantah pernyataan dari pihak kepolisian, yang mengatakan pimpinan kelompok pemuda asal Maluku itu terpaksa ditembak pada bagian kakinya karena berusaha melarikan diri saat hendak ditangkap.

Untuk menguatkan bantahan tersebut, pada Rabu (22/2/2012) siang, pihak keluarga dan pengacara dari John Kei, mendatangi hotel C'One, tempat dimana pimpinan kelompok pemuda asal Maluku itu ditangkap.

Kepada wartawan, pihak keluarga John Kei menunjukan kamar 501, dimana John Kei dan artis Alba Fuad ditangkap, keluarga mengatakan mustahil, John Kei melarikan diri jika melihat kamar itu.

"Kalau melihat dari ruangan hotel yang ditempati bung John yang sempit, serta banyaknya jumlah personil polisi, maka tak mungkin bung John melarikan diri," kata adik John Kei, Tito Refra ditemui di hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur.

Tito menambahkan, pihaknya merasa janggal dengan keterangan dari pihak kepolisian yang mengatakan John Kei telah dibuntuti. Menurutnya, jika polisi memang telah membuntuti John Kei, maka seharusnya polisi telah menangkap John Kei diluar dan bukan dikamar hotel. "Jadi tidak perlu terjadi penembakan," ucapnya.

Dia melanjutkan dari fakta di lapangan, John Kei tidak melawan seperti yang disebutkan pihak kepolisian. Sebelumnya, pihak kepolisian menyatakan, saat penangkapan yang dilakukan anggota Polda Metro Jaya terhadap John Kei di Hotel C'One, Pulomas, diwarnai dengan perlawanan, hingga menyebabkan tertembaknya kaki John Kei.

"Betul, petugas mengambil tindakan tegas karena pelaku melakukan perlawanan," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto beberapa waktu lalu.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1832974/pihak-john-kei-sebut-polisi-berbohong

Tito: Usai Ditembak, John Kei Diseret


Headline
sindikasi.net
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
Metropolitan - Rabu, 22 Februari 2012 | 12:20 WIB



INILAH.COM, Jakarta - Rekontruksi yang dilakukan pihak John Kei menjelaskan tentang kronologi tertangkapnya John Kei di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. Dalam penangkapan tersebut pihak John Kei tetap yakin polisi melanggar prosedur.

Adik John Kei, Tito Refra Kei mengatakan saat penangkapan di kamar 501, John Kei diseret dalam keadaan tertembak pada bagian paha, serta mulut yang berlumuran darah. Saat itu kondisi John Kei di borgol. John Kei diseret dari kamar menuju pintu keluar dengan jarak kurang lebih 100 - 200 meter.

"Ada empat orang yang menyeret John Kei, dua orang menyeret di bagian depan dan memegangi bagian baju, dua orang lagi menyeret bagian kaki bung John," kata Tito saat konfrensi pers di Hotel C'One, Rabu (22/2/2012).

Tito mengatakan sebelum penangkapan, dia sempat berbicara dengan petinggi polisi menanyakan alasan penangkapan kakaknya. "Di saat itu terdengar suara tembakan, dan teriakan petugas yang mengatakan, "Matikan saja'," katanya.[bay]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1833001/tito-usai-ditembak-john-kei-diseret

Monday, 20 February 2012

Ditembak Polisi, Jhon Kei Ngadu Ke Propam


Senin, 20 Februari 2012 , 13:12:00


JAKARTA - Tersangka dugaan pembunuhan direktur PT Sanex Steel Indonesia, Jhon Refra alias Jhon Kei mengadukan dugaan pelanggaran aturan terkait penangkapan dirinya ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Mabes  Polri. Pengaduan ini secara resmi dilayangkan kuasa hukum John Kei, Alam P Simamora dan Djamaluin Koedoeboen bersama istri John Kei, Yulianti Refra.

"Dalam laporan itu masalah kemanusisaan lah ya, soalnya Ibu Yulianti merasa keberatan suaminya, diperlakukan tidak manusiawi. Ditangkap dan ditembak itu saja," ujar Alam P Simamora di Mabes Polri Jakarta, Senin (20/2).

Pada kesempatan itu mereka yang dilaporkan ke Div Propam adalah Kasat Resmob Polda Metro Jaya, AKBP Heri Heriawan dan Kompol Novianto, Kanit Empat Jatanras Polda Metro Jaya.

Sebelumnya Yulianti dan pengacara suaminya mendatangi Mabes Polri Minggu (19/2) untuk melaporkan tindakan penembakan yang diterima suaminya dalam penangkapan akhir pekan kemarin.

"Kemarin kan kita datang ke sini, karena hari Minggu kan libur. Kita mendampingi istri untuk melaporkan tentang penangkapan kemarin yang menurut kami kurang prosedural, kenapa harus ada penembakan dan segala macam, tambah, Djamaludin Koedoeboen.

Seperti diberitakan sebelumnya John Kei ditangkap di Hotel C"One, Pulomas, Jakarta Timur, Sabtu (18/2). Penangkapan ini atas dugaan keterlibatannya  dalam kasus pembunuhan pimpinan  PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono, di Swiss Belhotel  (26/1) lalu.

Kini keluarga Jhon Kei mempermasalahkan langkah polisi yang menembak kaki kanan John Kei saat penangkapan itu.(zul/jpnn)

http://www.jpnn.com/read/2012/02/20/117949/Ditembak-Polisi,-Jhon-Kei-Ngadu-Ke-Propam-

Saturday, 18 February 2012

Ditangkap, John Kei Ditembak Polisi di Kaki


John Key
Jakarta Polisi menangkap John Kei, salah satu tokoh pemuda yang disegani di Hotel C'One, Pulomas, Jakarta Timur. John Kei mengalami luka tembak di kaki karena melawan saat ditangkap petugas.

Pantauan detikcom di ruang Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Metro Jaya, Jumat (17/2/2012), John Kei mendapat luka tembak di betis kanannya. Ia tampak meringis kesakitan.

John Kei mendapat perawatan di Bidokkes Polda Metro Jaya sejak ditangkap. Tidak tampak kegarangan lagi di wajahnya saat itu. Borgol pun masih melingkari kedua lengannya. Sekitar pukul 22.00 WIB, John Kei dikirim ke RS Polri Kramat Jati.

Ia memakai kaus berwarna biru dan celana jeans biru saat itu. Kausnya yang tersingkap memperlihatkan tato di sekujur tubuhnya. 1 Truk Brimob mengawal John Kei menuju RS Polri. Bukan hanya itu saja, ada 8 iring-iringan kendaraan yang membawa pria asal Indonesia Timur itu ke rumah sakit.

Pengacara John Kei, Taufik Candra yang ditemui di lokasi hanya berkomentar singkat soal nasib kliennya ini. "Kita obati dulu saja," tambah Taufik.

Ia juga tidak mengetahui apakah John Kei ditangkap terkait pembunuhan Ayung alias Tan Hari Tantono, bos PT Sanex Steel yang tewas di Swiss-Belhotel beberapa waktu lalu.

http://us.news.detik.com/read/2012/02/17/223304/1845600/10/ditangkap-john-key-ditembak-polisi-di-kaki

John Kei Ditembak supaya Tak Lepas Lagi




TRIBUNNEWS/SRIHANDRIATMO MALAUJohn Kei, saat dibawa ke ruang rontgen di RS Polri Kramat Jati, Jakarta, Sabtu (18/2/2012)

Aloysius Gonsaga Angi Ebo | Minggu, 19 Februari 2012 | 06:50 WIB

JAKARTA, Kompas.com - Polisi beralasan penembakan John Kei pada saat penyergapan di Hotel C'One Pulomas, Jakarta Timur, bertujuan supaya terduga kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia tersebut tidak lepas lagi. Dijelaskan Kabid Humas Polda Metro Jaya saat penyergapan, John Kei berusaha untuk melarikan diri, sampai akhirnya polisi memberikan hadiah timah panas di kaki kanan John Kei.

"Saat itu ada perlawanan dan berusaha untuk melarikan diri, sehingga kita tembak supaya yang menjadi sasaran itu tidak lepas lagi," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (18/2/2012).

Bukan hanya itu, untuk menangkap John Kei pun polisi menggunakan pasukan yang banyak guna meredam anak buah John yang berada di lingkungan Hotel C'One.

"Saat melakukan penangkapan, kita melihat kondisi calon yang akan ditangkap terlebih dahulu. Kita sengaja menurunkan sejumlah personel untuk mengantisipasi kalau ada perlawanan, sehingga kita sesuaikan, karena di tempat penangkapan ada cukup banyak rekan-rekan JK (John Kei)," ungkapnya.

John Kei terpaksa dilumpuhkan karena saat disergap dia akan melarikan diri. John ditangkap terkait kasus pembunuhan bos PT Sanex Steel Indonesia, Tan Harry Tantono, di Swiss Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada 26 Januari 2012. (Adi Suhendi)


http://megapolitan.kompas.com/read/2012/02/19/06503182/John.Kei.Ditembak.supaya.Tak.Lepas.Lagi

Thursday, 2 February 2012

Tersangka Pembunuh Pasutri Ditembak


Wednesday, 01 February 2012 11:20

WONOSARI – Pelarian Sudiman, 65, tersangka pembunuhan subuh berdarah  di Dusun Dusun Temuireng II, RT 04/08, Girisuko, Panggang berakhir. Tersangka pembantaian pasangan suami istri (pasutri) Samidi, 62, dan Musilah, 52, berhasil ditangkap Satreskrim Polres Gunungkidul kemarin (31/1). Sebelum ditangkap, polisi melumpuhkan tersangka dengan cara menembak paha bagian kanan.
“Tersangka berusaha melawan petugas,” kata Kepala Unit Opsnal Polres Gunungkidul Tri Markisno. Setelah menembak tersangka, polisi kemudian membawa Sudiman ke rumah sakit guna menjalani perawatan. 
Penangkapan Sudiman itu melalui jalan berliku dan terbilang sulit.  Beberapa saat setelah kejadian warga dan polisi terus memburu keberdaan tersangka. Namun uapaya itu kerap gagal karena tersangka licin. 
Ihwal tertangkapnya tersangka itu bermula saat Sudiman berupaya melarikan ke arah perbatasan Gunungkidul dengan Bantul. Tepatnya, di sekitar Selopamioro, Imogiri, Bantul. Namun tak lama berselang Sudiman kembali ke arah timur dan berada di kawasan hutan Banyumeneng di Giriharjo, Panggang, Gunungkidul.
Di sekitar hutan ini, pelaku  sempat masuk kampung  dan meminta nasi kepada warga sekitar. Sudiman juga membawa uang dan belanja berbagai makanan ringan seperti permen dan roti.  Saat itu pelaku menenteng sebilah celurit  dan tongkat bamboo. Melihat itu,  warga kemudian berkoordinasi dengan polisi untuk melakukan penangkapan. 
”Saat itu Sudiman dalam situasi dikepung,” kata Sugirin salah seorang warga yang ikut dalam proses penangkapan itu.
Kasatreskrim Polres Gunungkdiul AKP Heru Muslimin menjelaskan sebelum  Sudiman tertangkap  pihaknya  sudah menetapkannya  sebagai tersangka. Dari penyidikan polisi diperoleh keterangan saksi kunci Samidi, suami alm. Musilah.
Saksi ini membenarkan  pelaku  yang membunuh isterinya dan melukainya  adalah Sudiman. 
”Sebelumnya saksi ini  takut bercerita.  Saksi korban melihat sendiri saat dia dibacok pelaku dan tidak memakai cadar,” imbuhnya. 
Dalam penangkapan ini kepolisian mengamankan barang bukti berupa sebilah celurit, tongkat dan beberapa makanan ringan milik tersangka. 
Salah satu adik korban Sangad, 38, yang  pulang dari Jakarta   ikut melakukan pencarian pelaku selama tiga hari tiga malam .”Kami merasa tenang, warga juga begitu, kini tersangka sudah tertangkap,” kata Sangad. Dia berharap tersangka dihukum seberat-beratnya setimpal dengan perbuatanya. (gun/kus) 

http://www.radarjogja.co.id/kulon-progo-dan-gunung-kidul/23744-tersangka-pembunuh-pasutri-ditembak.html