Showing posts with label nabire. Show all posts
Showing posts with label nabire. Show all posts

Monday, 8 October 2012

Aktivis: Warga sipil Papua sengaja ditembak oleh polisi

Marthen Goo

Written By RASUDOFM DOGIYAI on Sabtu, 06 Oktober 2012 | 16:58

Aktivis HAM pada 04/10/2012 mengatakan, berita tentang kontak senjata antara warga Papua dan polisi di Nabire, Papua pada Senin (24/9) yang menewaskan Kristian Belau, warga sipil berusia 21 tahun akibat luka tembak di bagian paha merupakan sebuah pembohongan publik yang sengaja disebarkan oleh polisi.


“Kejadian sebenarnya adalah polisi yang menembak, bukan karena kontak senjata antara polisi dan kelompok sipil bersenjata”, kata Marthen Goo, Koordinator National Papuan Solidarity(NAPAS) kepada ucanews.com.


Menurut Goo, polisi masih terus memelihara kebiasaan untuk mengkambinghitamkan warga sipil.


“Polisi terus-terusan saja bohong. Tidak benar, ada kontak senjata. Korban tidak punya senjata kok dibilang ada kontak senjata”, kata Goo, yang mengaku telah mendapat laporan dari anggota timnya yang menyelidiki kasus ini.


Sebelumnya, polisi menyebutkan bahwa mereka tidak bisa menghindari aksi saling tembak dengan kelompok sipil bersenjata, dan Kristian Belau tewas tertembak, setelah sebelumnya ada anggota polisi yang terkena tembakan.


“Karena anggota ditembaki, akhirnya saling tembak tidak bisa dihindari, satu orang kelompok bersenjata….. berhasil ditembak di bagian paha kiri. Sementara anggota kelompok bersenjata lainnya berhasil melarikan diri masuk hutan sambil terus menembaki polisi dengan senjata api jenis Revolver dan SS1,” jelas AKBP  I Gede Sumerta Jaya kepada media lokal pada Sabtu (24/9).


Goo mengatakan, penyataan ini tidak bertanggungjawab dan salah fatal.

Ia menjelaskan, tempat terjadinya kontak senjata yang diklaim polisi terjadi di Urumusu, terletak 45 kilometer dari tempat kejadian sebenarnya, yaitu di Kampung Gerbang Sadu, Nabire.


“Kami tidak tahu harus melapor kepada siapa lagi terhadap pembohongan seperti ini. Kami sudah kehabisan kepercayaan kepada penegak hukum, seperti polisi. Bagaimana mungkin kami melapor kepada mereka sementara mereka adalah pelaku”, tegas Goo.


Goo menjelaskan, kasus ini menambah daftar makin banyak kasus penembakan warga sipil yang dilakukan secara sengaja, namun diklaim polisi sebagai akibat dari kontak senjata.

Sebelumnya, pada Juni terjadi kasus penembakan aktivis Papua, Mako Tabuni yang dianggap sebagai anggota separatis dan melawan saat hendak ditangkap, namun temuan sejumlah aktivis mengatakan, Tabuni sengaja ditembak oleh oknum polisi dan ia bukan merupakan anggota separatis seperti yang dituduhkan.


Sementara itu, hari ini, The Asian Human Rights Commission (AHRC) juga mengeluarkan sebuah “pesan penting” meminta partisipasi publik untuk mendesak pemerintah menangani kasus ini dengan mengirim surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Kapolri Timur Pradopo, Polda Papua Titio Karnavian, Kapolres Nabire Mohammad Rois, Direktur Bidang HAM Kementarian Hukum dan HAM Harkristuti Harkrisnowo serta Ketua Komnas HAM Ifdal Kashim


“Aparat yang menembak Kristian Belau harus diberi sanksi sesuai hukum yang berlaku”, demikian pernyataan AHRC yang dirilis di website resmi mereka.

Ryan Dagur, Jakarta


Sumber: ucanews.com

Wednesday, 26 September 2012

Papua Man Injured in Police Shootout


[Updated on Wednesday, September 26, 2012]

Jayapura. Police officers shot one person during an exchange of fire with a group of unidentified men in Urumusu, Nabire district, Papua on Tuesday. 

“During the fire exchange, one of the members of the armed group was shot in the thigh and is currently being treated at Nabire Regional Hospital,” said Papua Police spokesman I Gede Sumerta Jaya on Tuesday. 

The incident began when three to five people blocked the Trans Papua Road — the main road leading to several districts — to extort money from passing vehicles. 

“Every vehicle that [was] heading to the gold mining site Topo was asked for money,” Sumerta said. “If they did not give them money, the vehicles were banned from continuing their way.” 

Upon receiving information from local residents about the extortion, the Nabire police immediately went to the location but were greeted with fired shots. 

“The fire exchange was inevitable because our members were shot at. One of the men from the armed group named Kristian Songgonau got shot in the left thigh.” 

Sumerta said other members of the group managed to escape to the forest, adding that the men were using revolvers and SS1 assault rifles to shoot at the police. “Other perpetrators escaped arrest,” he said. 

Sumerta said the road is now safe. “The situation is now under control, the traffic flow has returned to normal.” 

Meanwhile, the police have continued to investigate Friday’s attack on the Freeport office in Timika, Papua.   

The Mimika district police have questioned five people as witnesses in the case and police have obtained several other names. 

Danny Siregar, Mimika district police chief, said that he will continue to investigate the case.   

“We will investigate everything that has been committed, the vandalism and torching [of the office]. We have questioned 5 witnesses and have processed the crime scene. We’ve also gathered evidence,” Danny told reporters in Jayapura on Monday. 

Danny said that the perpetrators will be charged for vandalism. No one has been named as suspect in the incident yet.   

“The police already have a CCTV recording of the Friday incident and have even obtained the names [of the perpetrators].” 

A mob of some 300 people on Friday attacked a Freeport office in Timika. 

The angry crowd also burned two cars and threatened to burn down the Mimika district office if the gold mining company failed to fulfill their demands. 

The incident started during a meeting between relatives of the recently deceased Papua affairs manager for Freeport, David Beanal, and the company’s management. 

Relatives of David and the mob that later converged on the office wanted Freeport’s absent president director, Rozik B. Soetjipto, to be present at the meeting to discuss their demands, which included appointing locals to lead the company’s community development division.  

Suara Pembaruan

http://www.thejakartaglobe.com/home/papua-man-injured-in-police-shootout/546383

Monday, 24 September 2012

Polisi Tembak Anggota Gerombolan Bersenjata


AYAPURA, KOMPAS.com — Polisi dari Satuan Resmob Polres Nabire, Senin (24/9/2012),  menembak KS (20), seorang anggota gerombolan bersenjata. KS ditembak dalam kontak senjata di kawasan Urumusu, Kabupaten Nabire.
Sebelum kontak senjata terjadi kelompok bersenjata itu sempat memalang jalan dan memalak para pengguna jalan yang hendak menuju pedalaman. Penghadangan itu kemudian dilaporkan kepada polisi.
Saat polisi mendatangi tempat itu terjadi kontak senjata. Dalam kontak senjata itu KS terkena tembakan di paha kanan tembus paha kiri.
Menurut Pejabat Kepala Bidang Humas Polda Papua Ajun Komisaris Besar I Gde S Jaya, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Nabire.
Dua anggota gerombolan bersenjata lainnya kabur ke arah hutan. Mereka membawa sepucuk SS 1 dan sebuah revolver.

http://regional.kompas.com/read/2012/09/24/18422562/Polisi.Tembak.Anggota.Gerombolan.Bersenjata