Showing posts with label Sumsel. Show all posts
Showing posts with label Sumsel. Show all posts

Sunday, 14 July 2013

Pelaku Curas Ditembak, Dua Kantor Polisi di Musirawas Dibakar

Mapolsek Rupit dibakar massa (Foto: Era Neizma/Sindo TV)Mapolsek Rupit dibakar massa (Foto: Era Neizma/Sindo TV)


MUSIRAWAS
 - Warga membakar Mapolsek Rawas Ulu dan Mapolsek Sementara Rupit, Musirawas, Sumatera Selatan, menyusul tewasnya seorang pelaku pencurian akibat ditembak polisi. Aksi massa itu membuat kondisi di Rupit mencekam. 


Selain itu, massa juga memblokir Jalinsum dengan cara membakar ban di tengah jalan. Hingga rabu (3/7/2013) dini hari arus lalu lintas lumpuh. 

Pengamanan hanya dilakukan personel TNI AD karena saat kejadian fungsi Kepolisian belum berjalan. Personel TNI yang diterjunkan ke lokasi sebanyak dua kompi berjumlah 200 orang dari Kodim 142 dan Kodim 141. 

Aksi massa itu sebagai buntut tewasnya Heri (19) warga Karanganyar, menjadi target operasi Polres Musirawas. Heri dikenal sebagai pelaku curas 

di daerah Rupit dan meresahkan warga. Penembakan terhadap pelaku dilakukan sesuai prosedur.

(Era Neizma Wedya/Sindo TV/tbn)

http://news.okezone.com/read/2013/07/03/340/831081/pelaku-curas-ditembak-dua-kantor-polisi-di-musirawas-dibakar

Monday, 8 July 2013

Heri Ditembak Polisi, Polsek Rupit Kembali Dibakar Massa


Rabu, 3 Juli 2013 08:17 WIB

Laporan Wartawan Tribun Sumsel, Yohanes Trinugroho

TRIBUNNEWS.COM, MURATARA - Polsek Kelurahan Muara Rupit Kecamatan Rupit kembali dibakar massa. Pembakaran tersebut diduga karena adanya penembakan hingga tewas terhadap Erlika alias Heri (19) yang dilakukan anggota kepolisian terhadap seorang warga Desa Karang Ayar Kecamatan Rupit, sekitar pukul 17.00 WIB, Selasa (2/7/2013).

Informasi yang dihimpun Tribun Sumsel (Tribunnews.com Network), Heri diduga merupakan anggota komplotan bandit jalinsum yang sering meresahkan warga. Sebelumnya terjadi baku tembak antara pelaku dengan petugas. Saat itu pelaku tewas dengan luka tembak dari tangan kanan tembus ke dada.

Kapolres Musi Rawas (Mura), AKBP Chaidir melalui Kasat Reskrime, AKP Erlangga, mengakui bahwa pelaku terlibat baku tembak dengan aparat Kepolisian. Dikatakannya sebenarnya Heri bersama kakaknya Syaipul sudah lama diincar aparat. Karena banyak melakukan perampokan di Jalinsum dari Desa Karang Waru hingga Desa Lesung Batu.

"Saat anggota melakukan penggerebekan Syaipul langsung melarikan diri. Sementara Heri melakukan perlawanan dengan mengeluarkan senpi rakitan sehingga ditembak oleh petugas," ungkapnya.

http://www.tribunnews.com/2013/07/03/polsek-rupit-kembali-dibakar-massa

Berniat Bekuk Curanmor, Polisi Ditembak Pelaku

JUMAT, 05 JULI 2013
Seorang polisi dari Pos Polisi Bunut Polsek Sragi, Lampung Selatan, Briptu Ratijo ditembak pelaku pencurian motor saat berniat membekuk. Briptu Ratijo jatuh tersungkur peluru panas bersarang di bagian punggung. Demikian disampaikan Kepala Bagian Analisis dan Evaluasi (Kabag Anef) Div Humas Mabes Polri, Kombes Rusli Hedyaman, Jumat (5/7).
Peristiwa bermula kala Ratijo mendapat informasi dari masyarakat adanya pencurian motor pada Kamis (4/7) malam. Bersama Aiptu Kusnan, keduanya berupaya menangkap. Di tengah jalan, keduanya berupaya menghadang tiga pelaku yang menggunakan tiga motor. Ratijo malah ditabrak oleh pelaku lalu menembaknya. “Saat ini sedang dilakukan perawatan di RS Adven Bandar Lampung,” ujar Rusli.
Menurut mantan Dirkrimsus Polda Jawa Barat itu, ketiga pelaku malrikan diri ke arah Lampung Timur. Kepolisian setempat pun masih melakukan pengembangan dan pengejaran terhadap pelaku. “Sampai saat ini pelaku masih dikejar oleh Polres Lampung,” pungkasnya.

http://www.hukumonline.com/berita/baca/lt51d6a80ac3432/berniat-bekuk-curanmor--polisi-ditembak-pelaku

Kronologi Amuk Massa dan Pembakaran Dua Mapolsek


Rabu, 3 Juli 2013 00:28 WIB
TRIBUNNEWS.COM, MURATARA - Markas Polsek (Mapolsek) sementara di Kecamatan Rupit, Selasa (2/7/2013) dibakar sekelompok massa sekitar pukul 16.30 WIB. Aksi pembakaran Mapolsek ini diduga dipicu tewasnya warga Desa Karanganyar Kecamatan Rupit, Herlika yang diduga pelaku kejahatan Jalinsum oleh Timsus Polres Musirawas.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, aksi pembakaran Maspolsek Rupit bermula ketika sekelompok massa yang berjumlah sekitar 30-an orang menggunakan dua unit mobil dan motor yang diduga pihak keluarga dari warga yang tewas saat digerebek tersebuit.
Massa yang datang sekitar pukul 16.30 WIB langsung membakar Mapolsek. Melihat banyak massa yang datang dengan beringas, beberapa anggota Polsek yang ada didalam Mapolsek langsung menyelamatkan diri dan diselamatkan oleh warga sekitar.
"Kejadiannya tiba-tiba, massa yang naik dua mobil dan motor yang diduga dari arah Desa Karanganyar datang langsung membakar Polsek. Untung saja, api bisa dipadamkan oleh warga disini dengan menggunakan peralatan seadanya" kata Firdaus, Camat Rupit, kepada Sripoku.com Selasa (2/7/2013).
Menurutnya, dari info yang dia dapat, pembakaran Mapolsek Rupit itu diduga dipicu penembakan terhadap warga Desa Karanganyar yang disinyalir dilakukan oleh aparat kepolisian.
Menurut informasi yang berkembang ditengah masyarakat kata Firdaus, penembakan yang menyebabkan warga Karanganyar tersebut tewas, katanya dari info yang berkembang karena kurang tepat sasaran. Karena, target operasi (TO) yang dicari oleh polisi bukan yang itu.
Sementara Kapolres Musirawas AKBP Chaidir dikonfirmasi Sripoku.com Selasa (2/7/2013) malam di Muararupit mengatakan, penembakan terhadap Erlika (17) sudah sesuai dengan prosedur.
Dikatakannya, penggerebekan di Desa Karanganyar dilakukan menindaklanjuti keluhan masyarakat, karena diwilayah Rupit dan sekitarnya banyak tindak kejahatan curas. Dari hasil inventarisir kasus, tersangka yang tewas telah sepuluh kali melakukan tindak kejahatan. 
Kelompok pelaku diidentifikasi bahkan pelaku utama SP, sudah terlibat 50 kasus, jadi sangat meresahkan. Menurut Kapolres, TO ada beberapa orang, salah satunya dua orang ini, yaitu SP dan Herlika (yang tewas tertembak).
"Ya, kami telah bentuk timsus untuk penegakan hukum, kita sudah identifikasi pelaku curas, salah satunya adalah kakak bertadik, atas nama SP dan Er. Kita lakukan penggerebekan, di Desa Karanganyar tapi pelaku melawan dengan senpi rakitan, kita tembak peringatan melawan, maka dilumpuhkan dan akhirnya meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit. Sedangkan tersangka SP, kabur" kata
Kapolres.
Tapi lanjut Kapolres, kejadian itu dipelintir oleh kelompok tersangka bahwa polisi melakukan salah tangkap dan salah tembak. Sehingga menimbilkan gejolak ditengah masyarakat dan memancing sekelompok masyarakat membakar Polsek Rupit yang merupakan Polsek sementara. Kejadian tak hanya berhenti disitu, massa juga membakar Polsek Rawasulu.
"Berimbas juga ke Polsek Rawasulu dan sekarang ada aksi pemblokiran jalan di Jalinsum Desa Karanganyar. Kita lakukan pengamanan, kita juga  minta bantuan TNI, Brimob dan kordinasi dengan Polda Jambi untuk amankan sekitar Rawasulu, kita cegah supaya tidak ada konflik horizontal antara masyarakat Karanganyar dan Rupit, penembakan sudah sesuai prosedur, pelaku inventarisir sepuluh kasus, kelompok pelaku kita identifikasi bahkan pelaku utama SP, sudah terlibat 50 kasus, jadi sangat meresahkan, TO kita ada beberapa salah satunya dua orang ini, yaitu SP dan Herlika (yang tewas tertembak),"ujar Kapolres.
Komentar Amrullah, paman dari Erlika (17), warga Karanganyar yang tewas ditembak mati oleh polisi, karena diduga bandit jalinsum mengatakan, Bohong kalau ada LP, dia libur sekolah dan tidak ada kerjaan maka nyadap karet supaya ada penghasilan saat liburan. Saat menyadap karet inilah digerebek polisi.
"Dia itu (Erlika-red) masih sekolah di SMA Rupit pak, kalau syaiful kakaknya okelah, kalau herlika itu, dia anak lugu, tidak masuk akal dia penjahat apalagi harus ditembak mati" kata Amrullah.(Ahmad Fahrozi)

http://www.tribunnews.com/2013/07/03/kronologi-amuk-massa-dan-pembakaran-dua-mapolsek

Monday, 17 June 2013

Penembakan Wartawan, Kapolri: Itu Peluru Karet

Penembakan Wartawan, Kapolri: Itu Peluru Karet




Polisi menembakan gas air mata ke dalam sekretariat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tempat mahasiswa pengunjuk rasa berlindung, di jSalemba, Jakarta, (30/3).ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Timur Pradopo berjanji akan mengusut penembakan terhadap wartawan di Jambi dan Ternate. Timur menyayangkan peristiwa tersebut terjadi karena polisi diklaim selalu mengutamakan langkah persuasif dalam penanganan dinamika unjuk rasa.

"Pasti ada pemeriksaan. Nanti kita lihat permasalahannya seperti apa. Yang jelas, tidak ada kesengajaan. Itu pasti," kata Timur Pradopo ketika ditemui di Istana Merdeka, Senin, 17 Juni 2013.

Timur menyatakan belum mendapat informasi tentang peristiwa penembakan wartawan di kedua tempat tersebut. Meski demikian, ia berani menjamin bahwa peluru yang terkena pada tubuh wartawan bukanlah peluru tajam. "Kaitannya pasti dengan amunisi khusus unjuk rasa," kata Timur.

Seorang wartawan Trans7, Anton Nugroho, menjalani perawatan di Rumah Sakit Raden Mattaher, Jambi, karena terkena proyektil peluru gas air mata. Anton terluka saat meliput peristiwa bentrok mahasiswa dan polisi dalam unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak di halaman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jambi.

Di Jakarta, jumlah unjuk rasa relatif kecil, hanya di beberapa titik, seperti Bundaran Hotel Indonesia dan depan Istana Negara. Para demonstran banyak terfokus di depan gedung parlemen Senayan, di mana para anggota Dewan sedang menggelar rapat paripurna. "Di Jakarta secara keseluruhan bisa dikelola, termasuk yang ada di DPR," kata Timur.

FRANSISCO ROSARIANS


http://www.tempo.co/read/news/2013/06/17/063488904/Penembakan-Wartawan-Kapolri-Itu-Peluru-Karet

Sunday, 26 May 2013

Tersangka Curanmor 20 TKP Ditembak Polisi

Selasa, 21 Mei 2013 17:05

Seorang aksi curanmor di banyak tempat berhasil dibekuk. Polisi terpaksa melumpuhkan dengan tembakan, karena tersangka berusaha melarikan diri.

Riauterkini-PEKANBARU- Karena akan melarikan diri, tersangka pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di tembak polisi. Tersangka yang kerap disapa Kicuk (21) warga Kelurahan Tanjung Rhu yang ditangkap anggota Polsek Limapuluh itu sudah melancarkan aksi di 20 tempat kejadian perkara (TKP) yang berbeda.

Hal ini sesuai yang diungkapkan Kapolsek Limapuluh, Kompol Defrianto SIK melalui Kanit Reskrim Iptu Herman Pelani SH. Dikatakannya, pelaku ditangkap di Jalan Kuantan, pukul 22.00 WIB, tadi malam.

"Kita melacaknya. Dan mendapatkan informasi dia sedang berada di Kuantan. Dia terpaksa kita tembak karena mau melarikan diri," jelasnya.

Dikatakan Kanit, biasanya korban melakukan aksinya bersama temannya. "Sudah 20 tkp. Masih ada beberapa rekanannya yang belum tertangkap. Dan sedang kita kejar," katanya.

Tersangka terpaksa ditahan di rumah tahanan (rutan) Mapolsek Limapuluh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan dengan ancaman diatas 5 tahun penjara. ***(gem)


http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=60115