Showing posts with label bentrok. Show all posts
Showing posts with label bentrok. Show all posts

Sunday, 14 July 2013

Warga di Maluku Tengah Bentrok, 1 Tewas Tertembak

MI/Hamdi Jempot/fz


Laporan: Hamdi Jempot

Senin, 24 Juni 2013 | 19:49 WIB
Metrotvnews.com, Ambon: Warga dua desa di Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, kembali terlibat bentrokan. Bentrokan pecah sejak Senin (24/6) dini hari dan baru redah pada siang hari setelah kehadiran tambahan pasukan dari Kota Ambon.

Dalam bentrokan itu, warga kedua desa bertetangga itu saling serang dengan menggunakan senjata tajam, bom rakitan, dan senjata api. Beberapa kali terdengar ledakan bom dan letusan senjata api di perbatasan kedua desa itu.

Aparat Polsek dan Koramil Leihitu kewalahan mengatasi bentrokan itu. Bentrokan baru reda setelah tambahan pasukan dari TNI dan Polri yang dikirim dari Ambon.

Akibat bentrokan itu, seorang warga tewas dan 13 warga lainnya terluka. Enam rumah warga yang berada di perbatasan terbakar.

Korban tewas bernama Rusdi Sasole, 67, akibat tertembak di bagian paha kanan. Sedangkan 13 korban lainnya dirawat di sejumlah rumah sakit di Kota Ambon. Korban umumnya mengalami luka tembak dan terkena serpihan bom.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKB Bintang Julianta menyatakan, bentrokan dipicu aksi perusakan sebuah perahu milik warga di perbatasan kedua desa itu.

Perusakan itu, lanjut Bintang sebenarnya sudah diselesaikan sesama warga. Namun, pada Senin dini hari, warga terprovokasi sehingga terlibat bentrokan.

"Ini masalah sepele saja, soal informasi perusakan perahu milik salah satu kelompok warga. Namun warga terprovokasi sehingga terjadi bentrokan dan menewaskan seorang warga dan lainnya terluka," kata Bintang saat ditemui di lokasi bentrokan kedua desa itu.

Ia mengakui, korban tewas akibat tertembak peluru. Namun,ia belum bisa memastikan jenis peluru tersebut. Menurutnya, saat ini yang dilakukan pihaknya adalah mencegah warga kedua desa itu kembali bentrok. Namun proses pengusutan bentrokan tetap berjalan.

Ia juga mengakui, warga kedua desa itu dalam bentrokan menggunakan senjata api, bom rakitan. Karena itulah, ia meminta warga kedua desa untuk menyerahkan senjata api maupun bom rakitan. "Apapun yang kami lakukan tidak akan membuahkan hasil kalau warga tidak memiliki kesadaran, dan masih menyimpan barang-barang berbahaya. Nanti setelah aparat tinggalkan desa ini, mereka bentrok lagi," katanya.

Jika tidak, tegas dia, aparat akan menggelar razia di kedua desa itu. Bintang juga menyatakan, warga kedua desa itu sering terlibat bentrokan yang dipicu masalah sepele.

Bintang menyatakan, untuk mengatasi bentrokan susulan, saat ini disiagakan dua satuan setingkat peleton (SST) Brimob Polda Maluku, satu SST Polres Pulau Ambon, dan dua SST Satuan Penugasan (Satgas) Â Yonif 611 yang kini di bawah kendali operasi Kodam 16 Pattimura. (Hamdi Jempot)


Editor: Henri Salomo Siagian


http://www.metrotvnews.com/metronews/read/2013/06/24/6/163666/Warga-di-Maluku-Tengah-Bentrok-1-Tewas-Tertembak

Saturday, 28 July 2012

Kasus Ogan Ilir: Polisi Ngawur Lagi, Anak Kecil Tewas Ditembak




27 Jul 2012 22:55:03
Kasus Ogan Ilir: Polisi Ngawur Lagi, Anak Kecil Tewas Ditembak


Ilustrasi masyarakat Ogan Ilir pertahankan tanahnya (Foto: bharatanews.com)
Korban yang meninggal bernama Angga Bin Darmawan (12) dan yang mengalami luka tembak atas nama Jesika (16), Dut Binti Juni (30) Rusmin Bin Alimin dan dua perempuan lagi belum diketahui identitasnya dalam kondisi kritis
Jakarta, Aktual.co — Aktivis Wahana Lingkungan Hidup Indonesia Sumatera Selatan Hadi Jatmiko memastikan ada satu korban yang meninggal dunia dan lima luka tembak akibat bentrokan antara petani Kabupaten Ogan Ilir dengan polisi, Jumat (27/7) sore.

Korban yang meningal dunia itu atas nama Angga Bin Darmawan (12) dan yang mengalami luka tembak atas nama Jesika (16), Dut Binti Juni (30) Rusmin Bin Alimin dan dua perempuan lagi belum diketahui identitasnya dalam kondisi kritis, kata Hadi Jatmiko di Palembang, Jumat malam.

Menurut dia, ketika bentrok terjadi beredar isu ada dua korban yang tewas, namun setelah dilakukan pengecekan di lapangan dipastikan hanya ada satu yang tewas.

Korban yang tewas itu pada saat bentrokan terjadi sedang bermain "games play stations" di salah satu rumah penduduk di Desa Limbang Jaya, melihat ada keributan dia keluar rumah untuk melihat ada kejadian apa dan langsung tertembak, kata Hadi.

Dia menjelaskan, korban yang tewas sekarang ini sedang dibawa keluarganya dari Kabupaten Ogan Ilir ke Rumah Sakit Umum dr Muhammad Husin Palembang untuk dilakukan visum.

Begitu juga korban yang mengalami luka tembak, akan dibawa ke Palembang untuk mendapatan perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumsel atau rumah sakit lainnya.

Diharapkan korban yang mengalami luka tembak tersebut bisa diselamatkan oleh tim medis dan cukup satu korban sajalah dampak perjuangan petani mendapatkan lahan yang bersengketa dengan PT Perkebunan Nusantara VII itu, kata aktivis Walhi Sumsel itu prihatin.

Setelah mengurus para korban tersebut, Walhi Sumsel bersama Tim Advokasi Hukum dan Pencari Fakta Cinta Manis Ogan Ilir akan melaporkan kejadian penembakan tersebut ke Polda Sumsel.(Ant)
Faizal Rizki

http://www.aktual.co/sosial/225736kasus-ogan-ilir-polisi-ngawur-lagi-anak-kecil-tewas-ditembak-

Sunday, 22 April 2012

Polri Masih Selidiki Penyebab Pertikaian Brimob dan Kostrad di Gorontalo


Nala Edwin - detikNews
Minggu, 22/04/2012 17:18 WIB

Jakarta Mabes Polri masih menyelidiki penyebab pertikaian antara anggota Brimob dan prajurit Kostrad di Gorontalo. Keributan ini menyebabkan 2 orang anggota Brimob terluka di kepala dan 4 orang prajurit Kostrad kena tembak peluru karet.

"Ada perselisihan. Tapi penyebab perselisihan itu apa, masih kita selidiki," kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Taufiq kepada detikcom, Minggu (22/4/2012).

Pertikaian ini berawal pada Sabtu (22/4) pukul 23.00 Wita. Saat itu anggota Brimob yang sedang patroli melintas di depan kantor PU Limboto. Mereka dilempari botol dan batu oleh sekelompok orang. Akibatnya ada dua orang anggota Brimob yaitu Briptu Sarifudin dan Briptu Asrul terluka di bagian kepala akibat lemparan itu.

Karena ada yang mengalami luka-luka, akhirnya patroli kembali Polres Limboto. Beberapa anggota Brimob mengantar dua anggota yang terluka ke RS Dunda Limboto. Namun mereka sempat dikejar-kejar sekelompok orang. Karena dikejar akhirnya mereka kembali ke markas polisi.

"Kita juga belum tahu kenapa mereka bisa dikejar-kejar sampai rumah sakit," kata Taufiq.

Taufiq mengatakan, seusai penyerangan itu kemudian anggota Brimob melakukan pemeriksaan dan razia di lokasi itu. Saat pemeriksaan, diamankan dua orang anggota Kostrad yaitu Serda Sanro dan Prada Atikurahman. Sedangkan anggota (Kostrad) yang lain hendak menabrak anggota Brimob yang melakukan razia dengan menggunakan motor.

Anggota Brimob kemudian melepaskan tembakan peluru karet. Akibatnya ada 4 orang anggota Kostrad yang terluka mereka adalah Prada Apriyadi yang terluka di punggung, Prada Firman terluka di tangan, Prada Yanris terluka di mata kaki kakan, Prada Tiflis terluka di paha.

"Saat ini anggota yang kita amankan sudah kita kembalikan ke polisi militer (Pom) TNI AD," katanya.

(nal/nrl)
http://us.news.detik.com/read/2012/04/22/171802/1898502/10/polri-masih-selidiki-penyebab-pertikaian-brimob-dan-kostrad-di-gorontalo?9922022

Friday, 21 October 2011

Polisi Disandera, Warga Tertembak


 Padang Ekspres • Jumat, 21/10/2011 09:58 WIB • (ita) • 395 klik
Berjaga-jaga: Aparat kepolisian berjaga-jaga di Nagari Abaisiat, Kecamatan Kotob
Dharmasraya,  Padek—Bentrok aparat dengan warga terjadi lagi di Dharmasraya. Kali ini, sedikitnya satu polisi, dan sejumlah warga luka-luka. Ada yang terserempet peluru, dan ada yang kena popor senjata. Sebaliknya, warga sempat menyandera seorang polisi saat bentrokan.  

Bentrok pecah di Jorong Ranah Pasar Abaisiat, Nagari Abaisiat, Kecamatan Kotobesar, Kamis (20/10). Ketika itu, aparat Polres Dharmasraya dibantu personel Brimob Polda Sumbar melancarkan Operasi Cipta Kondisi untuk menekan angka kriminalitas di Dharmasraya. Fokusnya kasus pencurian kendaraan bermotor.

Saat operasi berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB, sejumlah aparat ada yang mengambil sepeda motor warga yang sedang parkir di pekarangan rumah.

Bahkan, polisi juga memeriksa sepeda motor di dalam rumah warga. Akibatnya, polisi dan warga yang mempertahankan sepeda motornya, bersitegang dan berujung bentrokan.

Wali Jorong Ranah Pasar Abaisiat, Mukhsin, 40, menyebutkan, bentrok bermula saat warga menolak rumah mereka dimasuki polisi, dan kendaraan mereka diangkut paksa. Karena dihalangi, ada aparat yang memukuli warga dan kemudian melepaskan tembakan ke arah warga. ”Ada warga yang kena di bagian lengan, dan mulut,” kata Mukhsin.

Warga yang mengalami luka tembak di bagian lengan kiri bernama Pardi, 40. Sementara yang mengalami luka di bagian dagu bernama Ilong, 35. Ada juga Annamun, 27, yang mengalami luka di bagian tengkuk. Dia mengaku dipukul polisi dengan popor senjata saat bentrokan terjadi.  

Bahkan, lanjut Mukhsin, sejumlah murid SDN I Abaisiat yang sedang belajar di sekolah dekat lokasi bentrokan, sempat histeris mendengar tembakan. Ada juga yang shock. ”Anak-anak tersebut kaget dan ada yang pingsan,” sesalnya.

Kapolres: Tak Ditembak
Namun, Kapolres Dharmasraya AKBP Chairul Aziz punya versi lain. Menurut Chairul, justru anggotanya, Briptu Bambang Setyawan yang tergabung dalam tim di bawah pimpinan Kasatreskrim AKP Sukino, yang  disandera warga. Briptu Bambang, kata Kapolres, sempat dikeroyok warga, dan mengalami luka di bagian kepala. Hingga sore kemarin, Bambang masih dirawat di RSUD Sungaidareh, Dharmasraya.  

Soal warga yang terkena peluru karet, Chairul mengaku memang berasal dari senjata aparat. Tapi, kata dia, senjata petugas bukan diarahkan ke warga. Dia menjelaskan, aparat terpaksa melepaskan tembakan untuk memecah konsentrasi warga yang menyandera Briptu Bambang.

”Tidak ada warga yang ditembak. Yang terjadi, anggota melepas tembakan dengan memakai peluru karet untuk membubarkan massa atau memecah konsentrasi massa yang tidak terima dengan operasi tersebut. Mereka menyandera anggota saya, dan memukulinya,” ujar Kapolres.

Chairul menuturkan, Briptu Bambang disandera warga ketika akan menaikkan satu unit sepeda motor yang diduga hasil kejahatan, ke atas mobil Dalmas. Melihat hal itu, beberapa warga marah dan melempar anggota dengan batu. Warga lainnya ikut mengejar dan langsung mengeroyok.

Salah seorang warga, kata Kapolres, berusaha menyelamatkan Briptu Bambang ke sebuah warung. Namun, emosi warga makin tak terkendali. Pada saat genting tersebut datanglah tim yang dipimpin Kasatlantas AKP Marwan Noer. Mereka membantu menyelamatkan Briptu Bambang dari sandera warga. Ketika membebaskan Briptu Bambang inilah polisi terpaksa melepaskan tembakan.

Dinilai Arogan

Seorang warga yang minta namanya tidak ditulis menyebutkan, Operasi Cipta Kondisi memang sudah disosialisasikan kepada masyarakat luas melalui wali nagari. Tapi warga tidak menyangka aparat akan bertindak keras di lapangan.

”Kalau mau razia, kita sangat mendukung, karena itu demi menciptakan rasa aman bagi masyarakat. Tapi lakukanlah dengan cara-cara yang lebih komunikatif dan bersahabat sesuai fungsi kepolisian sebagai pelindung dan pengayom masyarakat,” katanya.

Wali Nagari Abaisiat, Suparman membenarkan adanya tindakan polisi yang arogan ketika operasi. Polisi juga masuk ke dalam rumah warga, dan membawa kendaraan warga dengan sikap kasar. ”Polisi tidak hanya razia di jalan, tapi juga mengambil kendaraan warga dari dalam rumah. Ini yang dilawan warga,” kata Suparman.

Ketua DPRD Dharmasraya, Rudi Hartono yang meninjau lokasi bentrokan, menyayangkan terjadinya penembakan terhadap warga Abasiat. Dia berharap bentrokan diselesaikan secepatnya, dan jangan sampai terulang lagi.

Pascabentrokan, camat Kotobesar, wali nagari Abaisiat bersama sejumlah wali nagari lainnya, Danramil, dan ketua DPRD mengadakan pertemuan di Kantor Camat Abaisiat. Tadi malam kondisi Abaisiat sudah mulai kondusif. Namun sejumlah warga masih ada yang trauma.

Semestinya kemarin, adalah hari terakhir Operasi Cipta Kondisi. Namun, karena adanya insiden bentrokan di Abaisiat, Chairul Aziz menyebutkan akan memperpanjang operasi 10 hari ke depan. Bahkan, Kapolres akan minta tambahan personel lagi dari Polda Sumbar.

Sebelumnya hanya satu pleton, akan ditambah menjadi satu kompi. Menurut Chairul, selain untuk menekan angka kriminalitas, operasi juga bertujuan untuk menciptakan rasa aman di tengah masyarakat Dharmasraya yang akan menyelenggarakan MTQ tingkat Sumbar. Sekadar diketahui, pada Agustus lalu, warga dan polisi juga sempat bermasalah.
Pemicunya, polisi menembak warga yang dituduh pelaku pencurian kendaraan bermotor. Mereka memprotes tindakan polisi yang sewenang-wenang menembak warga. (ita)
[ Red/Redaksi_ILS ]

http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=15072

Monday, 27 June 2011

Ribuan Petani Langkat Bentrok dengan Polisi

Headline News / Nusantara / Senin, 27 Juni 2011 14:42 WIB

Metrotvnews.com, Langkat: Ribuan petani bentrok dengan tim gabungan Polri-TNI-Kementerian Kehutanan di Taman Nasional Gunung Leuser, Besitang, Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, Senin (27/6). Bentrokan dipicu penggusuran lahan.

Para petani adalah pengungsi konflik Aceh yang memanfaatkan lahan seluas 220 ribu hektare untuk perkebunan kelapa sawit dan karet. Mereka langsung menyerang dengan batu dan bambu runcing begitu tahu lahan garapannya terancam digusur.

Sementara, aparat yang gagal bernegosiasi, terpaksa menyerang balik para petani dengan peluru karet. Hingga berita ini diturunkan, sebanyak tiga polisi dan tiga warga dilaporkan luka-luka.(ARD)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2011/06/27/130988/Ribuan-Petani-Langkat-Bentrok-dengan-Polisi

Monday, 17 January 2011

Warga Bentrok Dengan Polisi, 4 Tewas

Sabtu, 15 Januari 2011 - 20:18 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Warga Tual, Maluku terlibat bentrok dengan petugas Polres Kepulauan Aru, Jumat (14/1) sore. Akibatnya tiga warga dan seorang polisi tewas tertembak.

Insiden ini bermula saat salah satu warga bernama Alibaba Raharusun tewas dianiaya oknum polisi. Korban sebelumnya diketahui melanggar lalu lintas. Oleh oknum petugas Polantas, korban dibawa ke pos jaga kemudian dianiaya.

Karena mengalami luka ukup parah, korban dilarikan ke rumah sakit terdekat. Korban meninggal dunia di rumah sakit tersebut.

Warga yang mengetahui kejadian ini tidak bisa menerima. Dalam waktu singkat, berkumpul ratusan warga. Mereka menyerbu kantor Polres Kepulauan Aru. Selain itu, dua pos polisi lalulintas di Kota Dobo dibakar. Suasana pun mencekam.

Petugas kepolisian tidak tinggal diam dalam mengatasi massa tersebut. Tembakan peringatan dilepaskan, dengan harapan, warga menghentikan aksinya. Tapi, tembakan tidak dipedulikan warga. Mereka menyerang polisi.
Suasana semakin panas. Tak ada jalan lain, petugas melepaskan tembakan ke arah warga. Akibatnya tiga orang tewas tertembak. Mereka, Wilman Walten, Arman Mawar, dan Majid. Selain itu, polisi bernama Jhon Maitimu, juga tewas tertembak.

Kadiv Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bachrul Alam membenarkan kerusuhan di Tual, Maluku. Akibat kericuhan tersebut seorang petugas kepolisian dan tiga warga tewas.

“Seorang petugas dan warga tewas dalam kejadian tersebut,” jelas Anton, saat dikonfirmasi, Sabtu (15/1). Kasus ini ditangani Polda Maluku yang berhasil menenangkan massa dan mengamankan lokasi kejadian.(edi/adin/B)