Saturday, 20 July 2013
Istri Polisi Tewas Tertembak
Friday, 20 July 2012
Satu Warga Tewas Tertembak
Wednesday, 18 July 2012
Korban Penembakan Di Balaesang Tanjung Meninggal Dunia
"Sekitar satu jam lalu saya ditelpon dari sana (Balaesang Tanjung), katanya korban itu sudah meninggal. Korban itu satu kelas dengan saya waktu masih sekolah dulu," kata Ketua Forum Masyarakat Anti Tambang Balaesang Tanjung di Palu, Rabu. (A055)
Tolak Tambang Emas, Lima Warga Tertembak Polisi
Massa membakar dua alat berat milik perusahaan PT. Cahaya Manunggal Abadi (CMA), sebuah perusahaan tambang bijih emas yang rencananya akan beroperasi di daerah itu. Selain dua alat berat, pos jaga milik perusahaan tersebut juga dibakar warga.
Monday, 9 May 2011
Massa Rusak Pos Polisi di Sulawesi Tengah
Massa merusak dua pos di perbatasan tersebut karena kecewa rekan mereka terkena tembak oleh senjata petugas kepolisian dari Polres Donggala yang berusaha membubarkan aksi bentrokan tersebut.
"Kenapa kami ditembak Pak. Petugas tidak adil," kata Zainal (21), korban luka tembak saat bentrok berlangsung.
Zainal dan puluhan massa lainnya berontak dan menuding aparat kepolisian tidak netral dalam bentrokan tersebut. Polisi dituding membela satu pihak.
Mereka akhirnya membakar ban bekas dan kursi yang terletak di teras-teras rumah warga. Kursi tersebut mereka seret ke jalan lalu membakarnya.
Warga juga melampiaskan kekecewannya di pos Polmas dan pos DLLAJ. Kursi-kursi dan meja serta televisi di Pos Polmas di perbatasan Kota Palu dan Kabupaten
Donggala dikeluarkan dari pos penjagaan lalu mereka rusak. Hal yang sama juga diperlakukan terhadap pos DLLAJ.
Pos tersebut dibangun berdekatan di perbatasan tersebut. Pos Polmas dibangun di Kelurahan Pantoloan, Kota Palu sementara pos DLLAJ dibangun di Desa Wani
Kabupaten Donggala.
Kapolsek Labuan, Donggala AKP Andi Mappaimang mengatakan, bagian depan pos Polmas dan DLLAJ tersebut rusak.
"Bagian luarnya di lempari batu. Isi dalamnya mereka keluarkan lalu dibakar di jalan," kata Mappaimang.
Dia mengatakan, hingga Senin pagi ini situasi di lokasi bentrokan sudah kondusif setelah pasukan gabungan Polda Sulteng, Polres Palu dan Polres Donggala diterjunkan ke lokasi.
Bentrokan tersebut melibatkan sejumlah warga bertetangga. Di wilayah Kota Palu warga yang terlibat antara lain gabungan warga Kelurahan Pantoloan, Baiya, dan
Kayumalue. Sementara di wilayah Donggala gabungan warga dari Desa Wani I dan Wani II. Umumnya warga yang terlibat bentrok tersebut anak-anak muda.
Selain merusak pos Polmas dan DLLAJ, massa juga merusak enam unit mobil, lima diantaranya mobil polisi yakni tiga unit truk, satu mobil patroli, satu unit
mobil operasional dan satu unit lagi milik anggota polisi yang di parkir berdekatan dengan mobil truk polisi tersebut.
Menurut keterangan sejumlah warga dari dua belah pihak bahwa bentrokan tersebut diduga berawal dari acara ulang tahun di kompleks pelabuhan Wani pada Sabtu
malam. Kejadian itu bermula saat seorang anak muda dari Kelurahan Pantoloan meraung-raungkan sepeda motornya di dekat acara ulang tahun tersebut.
Beberapa warga sempat melarang aksi tersebut. Entah bagaimana tiba-tiba meluas menjadi bentrokan yang melibatkan banyak orang.
Bentrokan kemudian berlanjut lagi Minggu malam hingga Senin dini hari. Situasi di lokasi bentrokan baru redah setelah puluhan polisi diterjunkan ke lokasi.
Polisi memaksa massa dari kedua pihak yang bertikai mundur dari lokasi.
Bentrokan antara sesama warga bertetangga itu akhirnya beralih menjadi bentrokan antara warga dengan polisi. Beberapa kali polisi mengeluarkan tembakan ke
udara dan melepas gas air mata. Akibat bentrokan tersebut sejumlah polisi dan warga terluka. Para korban dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapat
perawatan. (Ant/OL-12)
Thursday, 11 November 2010
Dua Lainnya Ditembak di Kakinya
11-Nov-2010
indosiar.com, Surabaya - Satu dari tiga kawanan perampok barang-barang elektronik, Rabu (10/11/10) kemarin ditembak mati petugas Sat Reskrim Polrestabes Surabaya. Pelaku ditembak karena berusaha melawan saat penangkapan. Tindakan tegas juga dilakukan petugas Polres Donggala, Sulawesi Tengah. Satu dari 9 perampok ditembak mati, beberapa saat setelah merampok sebuah rumah milik warga. Sementara dua pelaku lainnya ditembak kakinya.
Saifullah alias Ipul, 31 tahun warga Desa Gelondang, Kecamatan Lebak Siu, Kabupaten Tegal ini tergeletak di kamar mayat Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Pelaku tewas setelah dadanya ditembus tiga butir peluru polisi. Pelaku terpaksa ditembak lantaran berusaha melawan petugas dengan menggunakan senjata tajam saat akan ditangkap usai membobol toko elektronik dan komputer didaerah Jemursari dan Kedungdoro, Surabaya.
Kawanan perampok spesialis barang elektronik khususnya komputer ini merupakan residivis yang telah menjadi target operasi polisi karena sepak terjangnya meresahkan masyarakat. Modusnya cukup lihai, kawanan ini menyewa ruko disebelah ruko yang menjadi targetnya. Setelah dirasa tepat waktunya, kawanan ini kemudian membobol toko dengan cara melubangi tembok. Puluhan barang elektronik seperti mesin printer, monitor dan brankas disita polisi sebagai barang bukti.
Tindak tegas juga dilakukan kepolisian Donggala, Sulawesi Tengah. Satu dari 9 pelaku perampokan bernama Adi, Rabu kemarin juga ditembak mati. Komplotan ini dibekuk setelah sejam sebelumnya merampok disebuah rumah warga di Desa Bonde, Kecamatan Sojol, Kabupaten Donggala dan ditangkap di Desa Dadakitan, Kecamatan Lapasiu, Kabupaten Toli Toli. Korbannya adalah Hajah Asriati. Korban menderita kerugian berupa uang 20 juta rupiah dan 100 gram mas perhiasan, serta tiga buah telepon seluler.
Selain Adi, polisi juga menembak kaki dua tersangka lainnya yakni Sudirman dan Tatong. Sedangkan 6 pelaku lainnya sudah diamankan lebih dulu oleh Mapolres Donggala. (Tim Liputan/Sup)
http://www.indosiar.com/patroli/88235/dua-lainnya-ditembak-di-kakinya
