Showing posts with label Madura. Show all posts
Showing posts with label Madura. Show all posts

Wednesday, 30 November 2011

Tersangka Pemerkosa Tewas, 9 Polisi Diperiksa


RABU, 30 NOVEMBER 2011, 16:51 WIB


VIVAnews - Polda Jawa Timur kembali menjadi sorotan. Dua peristiwa sebelumnya yakni, salah tembak oknum Satuan Reskrim Polres Sumenep yang menewaskan Wakil Ketua DPD Partai Golkar, Sumenep M. Ridwan.
Kemudian di Sidoarjo, seorang guru ngaji, Riyadus Sholikin, juga tewas ditembak oknum polisi.

Kini publik kembali menyorot tewasnya terperiksa kasus perkosaan, Dedy Ersan (35). Dedy yang berstatus tersangka pemerkosaan itu tengah menjalani pemeriksaan di Polsek Raas, Sumenep, Madura.
Warga Desa Gowa Gowa itu ditangkap polisi di Pelabuhan Brakas pada Senin 28 November 2011 pagi. Dedy dibekuk atas dutaan perkosaan Zn (30). Kabar tewasnya Dedy diterima keluarga malam harinya sekitar pukul 22.30 WIB.

Dedy juga merupakan pengurus LSM Lembaga Investigasi Kebijakan dan Pembangunan (Libas) di Madura. Menyikapi insiden itu, Polda Jatim membentuk tim gabungan dari Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) serta Direktorat Reserse Kriminal Umum. Tim ini dipimpin Kepala Bidang Propam Komisaris Besar, Polisi Tomsi Tohir.

"Tim gabungan saat ini berada di Sumenep untuk melakukan langkah-langkah investigasi dan penyelidikan," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Rachmad Mulyana, Rabu 30 November 2011.

Rachmad menambahkan, saat ini tim sudah memeriksa sekitar 9 orang anggota polsek. "Sekitar 7 sampai 9 anggota polsek dimintai keterangan oleh tim. Rencananya juga akan dilakukan rekonstruksi agar ada titik terang dalam kasus itu," kata Rachmad.

Terkait itu, polisi berharap semua elemen masyarakat di Sumenep, Madura dapat menjaga situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat. Menurut dia, Polda Jawa Timur akan bertindak profesional dan proporsional dalam mengungkap terjadinya peristiwa itu.

"Kita tunggu hasil investigasi dan penyelidikannya. Prinsipnya, yang salah akan dikatakan salah yang benar akan dikatakan benar sesuai dengan fakta hukum. Polda akan transparan, profesional dan proporsional," kata Rachmat.

Polisi belum mengetahui hasil otopsi dan visum penyebab kematian. Saat ini, tim dokter masih terus bekerja.

Laporan : Tudji Martudji | Surabaya
• VIVAnews

http://us.nasional.vivanews.com/news/read/268539-tersangka-pemerkosa-tewas--9-polisi-diperiksa

Friday, 5 August 2011

Briptu Erik Ditembak dari Belakang...Pelakunya Ada yang Berseragam Polisi

Kamis, 04 Agustus 2011 16:53 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Seorang polisi satuan lalu lintas Polsek Sukolilo, Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Briptu Erik Setiowidodo tewas terbunuh. Pelakunya diduga tiga orang.

Menurut Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam, Briptu Erik dibunuh dengan tembakan di belakang punggung dan menembus hingga ke jantung.

"Dari hasil otopsi, yang bersangkutan (Briptu Erik) meninggal ditembak dari belakang punggung menembus ke aliran darah menuju jantung," kata Kepala Divisi Humas Polri, Irjen Anton Bachrul Alam ditemui di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/8).

Senjata yang digunakan untuk menembak Briptu Erik, lanjutnya, merupakan senjata milik pelaku. Pelaku yang diduga berjumlah tiga orang itu menggunakan pakaian preman, seragam dinas Polri dan baret Provost.

Anton menambahkan tim penyidik pembunuhan Briptu Erik yang dibagi menjadi dua kelompok telah bergerak untuk mencari pelaku. Menurutnya, telah ada titik terang pada hasil sementara penyelidikan, namun tim tersebut belum melaporkan hasilnya.

Kasus tersebut, tambahnya, langsung ditangani oleh Polda Jawa Timur dan Polres Bangkalan, namun tidak melibatkan Densus 88.

http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/11/08/04/lpee4q-briptu-erik-ditembak-dari-belakangpelakunya-ada-yang-berseragam-polisi

Tuesday, 2 August 2011

Identitas Penembak Polisi Bangkalan Masih Buram

TEMPO Interaktif, Bangkalan- Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur Inspektur Jenderal Hadiatmoko mengakui polisi hingga kini belum berhasil melacak keberadaan pelaku penembakan terhadap Brigadir Satu Erik Setyowidodo, anggota Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan.

"Kami sudah tunjuk Kaditresum (Kepala Direktorat Reserse Umum) Polda untuk memimpin penyelidikan kasus ini. Ini kasus serius," kata Hadiatmoko di Markas Polres Bangkalan, Selasa 2 Agustus 2011.

Menurut Hadiatmoko, pengambilalihan penyelidikan kasus ini bukan karena tidak percaya pada kinerja dan kemampuan Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Kasero Manggolo. "Ini hanya untuk mempermudah koordinasi supaya pelaku cepat terungkap," katanya kepada wartawan.

Soal penyebab kematian Erik, Hadiatmoko memastikan korban tewas akibat ditembak dari jarak dekat oleh pelaku. Namun belum dipastikan apakah peluru yang dipakai pelaku standar polisi atau bukan. "Dari hasil otopsi ditemukan peluru di tubuh korban," ujarnya.

Kapolda menepis dugaan yang beredar bahwa pelaku pembunuhan Erik terkait aksi terorisme. Juga beredar kabar pelaku menyamar dengan menggunakan baju dinas kepolisian. "Soal teroris terlalu jauh. Yang jelas kasus ini harus diungkap," ujarnya.

Sementara itu Kepala Polres Bangkalan Ajun Komisaris Besar Kasero Manggolo mengatakan sebelum ditemukan tewas, Erik bertugas di Pos Polisi Kecamatan Labang, Senin, 1 Agustus 2011.

Saat itu Erik melihat ada pelanggar lalu lintas. Dia pun mengejarnya ke arah Kecamatan Burneh. Namun beberapa jam kemudian Erik tak juga kembali ke pos. Sampai akhirnya mayat Erik ditemukan dalam keadaan telanjang di kawasan hutan Gunung Gigir, Kecamatan Blega.

MUSTHOFA BISRI

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2011/08/02/brk,20110802-349669,id.html

Polantas Ditembak Oknum Provost?

Rabu, 3 Agustus 2011
SURABAYA (Suara Karya): Kapolda Jatim Irjen Pol Hadiatmoko menginstruksikan jajarannya untuk mengungkap insiden penembakan yang menewaskan seorang anggota Unit Lalu Lintas Polsek Sukolilo, Bangkalan, Briptu Erik Setyowidodo.

Orang nomor satu di lingkungan kepolisian Jawa Timur itu menunjuk Kaditresum Polda Jatim untuk memburu pelaku pembunuh polisi yang sedang bertugas menilang pelanggar lalu lintas tersebut.

Menurut Kapolda, penunjukan Kaditresum Polda Jatim itu dilakukan semata-mata untuk memudahkan koordinasi pengungkapan kasus terbunuhnya polisi muda yang tewas dengan luka tembak di bagian punggung kiri dan leher kanan itu.

"Kita masih belum tahu siapa pelakunya, tapi terlalu jauh kalau mengaitkan kasus ini dengan terorisme," ujar Kapolda usai pemaparan kasus penembakan polisi tersebut, di Surabaya, Selasa (2/8).

Kronologi kejadian bermula saat korban bertugas di akses Jembatan Suramadu sisi Madura, Senin (1/7). Sekitar pukul 15.30 WIB, korban yang baru berusia 23 tahun itu mengejar seorang pelajar bernama Muhammad Farid yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Korban mengejar Farid ke arah utara menuju Burneh.

Saat sedang menilang Farid di tepi jalan, tiba-tiba datang tiga pelaku yang turun dari sebuah mobil Kijang kapsul berwarna biru tua.

"Saat itu korban dipanggil dua orang berpakaian seragam Polri dengan baret Provost dan seorang lagi berpakaian safari. Saksi M Farid diminta menunggu di Pos Lantas Petapan," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana.

Farid yang mengendarai sepeda motor bernopol M-3440-AV langsung mendatangi Pos Lantas Petapan. Di pos itu, Farid hanya ditemui seorang polisi rekan korban. Polisi yang berada di pos itu mulai curiga setelah korban yang ditunggu hingga lebih dari satu jam tak kunjung tiba. Khawatir terjadi sesuatu, dia kemudian mengajak Farid mendatangi lokasi tempat penilangan.

Di tempat itu, mereka hanya menemukan sepeda motor milik korban. Tak berapa lama kemudian, mereka mendapat laporan adanya temuan mayat di perkebunan pohon jati, Desa Gigir, Kecamatan Blega, Bangkalan. Setelah diidentifikasi, ternyata mayat yang kondisinya hanya mengenakan celana dalam warna biru muda itu adalah Briptu Erik Setyowidodo. Setelah dilakukan pemeriksaan seperlunya, jenazah langsung dibawa ke RS Bhayangkara Polda Jatim untuk diautopsi.

Berdasarkan hasil autopsi Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) Polda Jatim, korban mengalami dua luka tembak di bagian punggung kiri dan leher kanan. Selain itu juga ditemukan satu proyektil peluru yang bersarang di pembuluh darah jantung korban. "Satu proyektil itu hampir mengenai jantung korban," ujar Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Rachmat Mulyana.

Erik diduga tewas akibat tembakan dengan peluru kaliber 38. Jenis peluru kaliber itu biasanya digunakan untuk pistol, yaitu revolver atau FN. Walau demikian, Rachmat belum berani menjelaskan tentang jenis proyektil yang bersarang di tubuh Briptu Erik. Ia meminta wartawan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

Usai dilakukan autopsi, jenazah anggota Satlantas Polres Bangkalan yang diperbantukan di Polsek Sukolilo itu dibawa ke daerah asalnya di Rejoso, Nganjuk, untuk dimakamkan. Korban meninggalkan seorang istri, Surayayuk, dengan satu anak yang baru berusia empat bulan.

"Kami masih periksa tiga saksi. Kami masih mendalami kasus ini dengan saksi dan bukti yang ada," kata Wakil Kepala Polres Bangkalan Kompol Iwan Surya di sela pemakaman korban di Desa Talun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa.

Ia tidak ingin menduga-duga memang ada oknum Provost terlibat dalam kasus pembunuhan Erik Setyowidodo. Dia ingin memastikan dulu penyelidikan di lokasi sebelum memutuskan tersangka.

Keluarga almarhum Briptu Erik Setyowidodo meminta polisi mengusut tuntas kasus pembunuhan itu dan menangkap pelakunya. "Kami sudah menyerahkan kasus ini ke polisi. Keluarga berharap pelaku ditemukan," kata adik korban, Rista Sri Subekti (21), di rumahnya, Desa Talun, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Nganjuk, Selasa (2/8).

Ia mengaku tidak percaya atas musibah yang menimpa kakak kandungnya itu. Terlebih lagi, selama ini ia tidak melihat kakaknya mempunyai musuh. (Antara/Andira)

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=284182

Polisi Waspadai Penembak Misterius

BOGOR - Kasus penembakan yang menewaskan anggota Polsek Sukolilo, Bangkalan, Briptu Eriek Setyo Widodo (26), menambah daftar teror yang ditujukan kepada aparat kepolisian. Erick ditembak pria misterius yang menggunakan seragam Provost saat menjalankan tugasnya.

Menyikapi hal tersebut, Polres Bogor dan Bogor Kota langsung meningkatkan kewaspadaan. Kapolres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Hilman mengimbau jajarannya agar ekstrasiaga dan meningkatkan kewaspadaannya saat menjalankan tugas di lapangan, terutama saat mengatur arus lalulintas. Hal itu dilakukan untuk mencegah aksi brutal yang ditujukan kepada aparat kepolisian.

Hilman menegaskan, selain meningkatkan kewaspadaan anggota lalulintas, reskrim dan satuan kerja (satker) lainnya, kapolres juga meminta anggotanya bertugas sesuai aturan. "Saya juga memerintahkan agar seluruh anggota melaksanakan tugasnya sesuai standar operasional prosedur (SOP). Hal ini dilakukan untuk mencegah sesuatu yang bisa merugikan keselamatan, baik anggota di lapangan maupun masyarakat itu sendiri," jelasnya.

Ia menambahkan, untuk mengawasi jajarannya yang tengah bertugas, pihaknya akan lebih mengingatkan kembali petugas Provost untuk melakukan patroli, dengan memantau jajarannya yang tengah bertugas.

Kapolres Bogor Kota juga telah memerintahkan jajaran reskrim dan lainnya untuk lebih waspada di mako masing-masing. ”Mako harus diwaspadai agar peristiwa di Bangkalan tidak terjadi di sini. Bahkan di Mapolres sendiri, setiap orang yang keluar atau masuk dicek dengan teliti dan harus meninggalkan kartu identitasnya yang diganti dengan kartu kunjungan untuk tamu,” terangnya.

Hal senada dikatakan Kapolres Bogor, Ajun Komisaris besar Polisi (AKBP) Hery Santoso. Ia juga memerintahkan semua anggotanya agar waspada dan mengantisipasi ancaman serangan dari pihak luar yang ingin mengacaukan ketenteraman, dan membahayakan keselamatan masyarakat atau petugas polisi. “Saya berharap anggota saya lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan serta lebih peka lagi terhadap situasi yang sedang terjadi di lapangan. Hal ini penting untuk mengantisipasi kejadian yang bisa mengancam keselamatan pada saat mereka bertugas,” imbuhnya.

Ia menambahkan, untuk mengantisipasi dan mencegah sesuatu hal yang dapat mengancam keselamatan polisi, pihaknya meminta agar anggotanya tidak sendirian saat menjalankan tugas. “Bila keluar menjalankan tugas yang lebih berisiko, saya meminta agar anggota didampingi rekan kerjanya. Jadi, minimal berdua saat bertugas,” terangnya.

Seperti diketahui, Briptu Eriek Setiabudi menjadi korban penculikan dan pembunuhan. Anggota Lantas Polsek Sukolilo Polres Bangkalan ini ditemukan tewas dengan kondisi telanjang menggunakan celana dalam warna biru muda dengan luka memar di dahi dan luka tembak di punggung korban, pada Senin (1/8) sekitar pukul 16:15.

Sebelum ditemukan tewas, Briptu Eriek melaksanakan patroli ke Jalan Petapan. Sekitar pukul 15:30, Eriek sempat menilang Muh Farid, seorang pelajar yang juga warga Larangan Kabupaten Pamekasan yang mengendarai sepeda motor nopol M 3440 AV. Informasi dari Farid, Eriek sempat berbicara dengan dua orang mengenakan seragam Polri dengan tutup kepala baret Provost serta satu orang berpakaian safari yang mengendarai Kijang kapsul warna hitam. (sdk)

Monday, 1 August 2011

Madura Geger, Seorang Polisi Tewas Ditembak

Senin, 01/08/2011 22:59 WIB
Bangkalan - Peristiwa pembunuhan menggegerkan terjadi di Madura. Seorang anggota Polres Bangkalan, Briptu Erik S, ditemukan tewas dengan luka tembak di bagian punggung.

Selain luka tembak, jenazah anggota polisi lalu lintas itu ditemukan dalam keadaan telanjang menggunakan celana dalam warna biru muda dengan luka memar di dahi, Pukul 16.15 Wib, Senin (1/8/2011).

Informasi yang diterima detiksurabaya, senjata api korban dilaporkan raib. Sedangkan di sekitar TKP ditemukan seragam polisi atas nama korban dan kaos kaki hitam TNI.

Sebelum ditemukan tewas, korban pada Pukul 15.00 Wib dikabarkan melaksanakan patroli ke Jalan Patapan. Pada Pk 15.30 Wib, korban melakukan menilang seorang pelajar bernama M Farid, yang mengendarai motor Nopol M 3440 AV.

Informasi dari Farid seperti yang diterima detiksurabaya.com, korban juga sempat berbicara dengan 2 oorang yang mengenakan seragam Polri dengan tutup kepala baret Provos dan seorang berpakaian safari yang menumpang kendaraan Toyota Kijang kapsul warna hitam.

Hingga berita ini ditulis Pukul 22.30 Wib, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.

http://us.surabaya.detik.com/read/2011/08/01/225952/1694281/466/madura-geger-seorang-polisi-tewas-ditembak?y990101mainnews

Thursday, 10 March 2011

Kawanan Penodong di Angkot Didor Polisi

10/03/2011 20:43 | Penodongan
Liputan6.com, Bangkalan: Dua penodong di mobil angkutan kota ditembak aparat Polres Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Kamis (10/3). Kedua tersangka, Syaiful dan Suto, mencoba kabur saat hendak ditangkap.

Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka berpura-pura menjadi sopir� dan kernet angkot. Sedangkan dua rekan mereka lainya berpura-pura menjadi penumpang. Saat jalan sepi, tas dan dompet korban dirampas sebelum dipaksa turun.

Aksi kejahatan mereka terbongkar setelah korban berteriak. Warga di lokasi kejadian memburu mobil angkot tersebut hingga mengundang perhatian polisi. Syaiful dan Suto ditangkap polisi, sedangkan kedua temannya kabur.

Polisi mengamankan satu unit mobil carry, sedangkan uang rampasan telah habis. Kedua tersangka mengaku sudah enam belas kali melakukan aksinya di kawasan itu.(CHR/SHA)

http://buser.liputan6.com/berita/201103/323737/Kawanan_Penodong_di_Angkot_Didor_Polisi

Thursday, 9 December 2010

Delapan Korban Penembakan Polisi Masih Dirawat

Hukum & Kriminal / Kamis, 9 Desember 2010 17:42 WIB

Metrotvnews.com, Madura: Delapan korban luka tembak dalam kericuhan eksekusi lahan di Blaban, Kecamatan Batu Mar-Mar Pamekasan, Madura, hingga Kamis (9/12), masih dirawat di Rumah Sakit Pamekasan. Seluruh korban terkena tembakan polisi.

Sebagian besar korban ditembak di bagian kaki dan lengan. Namun, ada juga yang terkena peluru nyasar di bagian pinggang dan mata. Seluruh korban mengutuk keras atas sikap arogansi polisi.

Keluarga korban berharap Kapolda Jawa Timur dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia mengusut tuntas kasut tersebut. Mereka tak terima polisi melepaskan tembakan secara membabi buta.

Ricuh terjadi pada Rabu siang, saat juru sita datang untuk mengeksekusi lahan seluas 3.000 meter persegi. Di atas lahan itu berdiri sejumlah rumah. Mereka menolak dieksekusi dan menghalangi petugas. Kericuhan tak terhindarkan hingga terjadi penembakan.(Agus Surachman/IKA)

http://www.metrotvnews.com/read/news/2010/12/09/36423/Delapan-Korban-Penembakan-Polisi-Masih-Dirawat/

Friday, 4 June 2010

Polisi Tembak 2 Tersangka Pencuri Motor

4 Juni 2010
SUMENEP, KOMPAS.com
— Anggota Satuan Reskrim Polres Sumenep, Madura, Jawa Timur, menembak kaki dua tersangka kasus pencurian sepeda motor di wilayah tersebut.

Dua tersangka tersebut adalah HMZ (25), warga Desa Mattanair, Kecamatan Rubaru, dan ATR (24), warga Desa Paberasan, Kecamatan Kota.

"Kami terpaksa menembak kaki kanan dua tersangka karena berusaha melarikan diri ketika akan ditangkap di Jalan Raya Sumenep-Pamekasan, tepatnya di Kecamatan Saronggi," kata Kasat Reskrim Polres Sumenep Iptu M Andi Lilik, Jumat (4/6/2010).

Ketika akan ditangkap, kedua tersangka naik sepeda motor hasil pencurian di Jalan Kartini, Kecamatan Kota.

"Sebelumnya, anggota kami berusaha menghentikan kedua tersangka. Kemudian, tersangka melarikan diri sambil meninggalkan sepeda motor yang dikendarainya," ujarnya.

Andi juga mengemukakan, hasil pemeriksaan sementara, kedua tersangka sudah mencuri sepeda motor di enam lokasi, semuanya di Kecamatan Kota.

"Kedua tersangka adalah pemain lama dalam kasus pencurian sepeda motor. Mereka baru keluar dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sumenep pada bulan Februari 2010," ucapnya menambahkan.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita lima sepeda motor berbagai merek sebagai barang bukti dan kunci "T".

"Kami menjerat kedua tersangka dengan pasal pencurian, yakni Pasal 363 KUHP. Selama proses penyidikan, kedua tersangka ditahan di ruang tahanan Mapolres Sumenep," kata Andi menuturkan.

http://regional.kompas.com/read/2010/06/04/11250417/Polisi.Tembak.2.Tersangka.Pencuri.Motor