Showing posts with label bone.. Show all posts
Showing posts with label bone.. Show all posts

Saturday, 20 August 2011

Perampok Nasabah Bank Ditembak

WATAMPONE– Sebuah aksi perampokan nasabah bank di Kota Watampone berhasil digagalkan polisi, kemarin. Empat perampok ditangkap Tim Buru Sergap Polres Bone sesaat setelah menjalankan aksinya.

Aksi perampokan ini menimpa seorang nasabah Bank BRI Cabang Watampone bernama Suryani. Uang korban sebanyak Rp45 juta berhasil digasak perampok saat dia memarkir sepeda motornya di Jalan Mangga,sekitar 500 meter dari bank. Dalam aksinya, keempat perampok membagi tugas. Seorang perampok bernama Sapri berpura-pura sebagai wartawan masuk ke bank pada pukul 10.30, untuk mengintai korban.

Tiga rekannya menunggu di luar.Pelaku yang bertindak sebagai eksekutor adalah Anwar.Dia beraksi saat calon korban keluar dari bank seusai mengambil uang. Pelaku lalu mengikuti korban ke jalan raya sambil menunggu momen yang tepat menjalankan aksinya. Pelaku mulai beraksi saat korban singgah mengisi pulsa ponsel di Jalan Mangga. Dia mengambil uang di jok motor milik korban yang terparkir.

Setelah berhasil, uang Rp45 juta tersebut langsung diberikan kepada Sapri yang menunggu di dalam mobil. Sementara itu, pelaku lain, Rani dan Surjadi, yang juga berada di dalam mobil, berusaha menghalangi korban. Namun, nahas bagi kawanan perampok ini.Aksi mereka kali ini tidak berjalan lancar.

Rupanya polisi yang berpakaian preman telah mencurigai gerak-gerik mereka saat masih berada di dalam bank. Komplotan ini memang sudah menjadi target polisi karena sebelumnya pernah menjalankan aksi yang sama di Watampone. Polisi menguntit pelaku saat mereka mengikuti korban keluar dari bank. Saat pelaku beraksi di Jalan Mangga, saat itu pula polisi langsung menyergap.

Rani dan Surjadi ditangkap di Jalan Mangga. Sapri dan Anwar ditangkap di Jalan Biru saat berusaha melarikan diri. Sapri bahkan diterjang timah panas di bagian bawah punggungnya karena tidak menghiraukan peringatan polisi. Akibat luka yang diderita, Sapri dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar karena peluru masih bersarang di tubuhnya.

Menurut Wakil Direktur Rumah Sakit Tenriawaru Watampone Andi Aminah Yusuf, proyektil yang bersarang di tubuh korban sulit dikeluarkan. “Kami rujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Nanti di sana pelurunya baru dikeluarkan,”kata dia. Tiga pelaku lain kini ditahan di Polsek Tanete Riattang.

Kasat Reskrim Trihanto Nugroho mengatakan, pelaku adalah jaringan spesial perampok nasabah bank. Kasat Reskrim Polres Bone AKP Trihanto Nugroho mengatakan, keempat pelaku bernama Anwar,35,Suriadi,24,Rani, 26, dan Muhammad Sapri, 30. Saat beraksi, pelaku menggunakan sepeda motor Mio dengan nomor polisi DD 3587 OI dan mobil Avanza perak bernomor polisi DD 777 JO. Barang bukti kendaraan tersebut sudah diamankan di Polsek Tanete Riattang.

Selain kendaraan, uang milik korban Rp2 juta berhasil diamankan anggota Buser. Sisanya belum ditemukan karena perampok diduga membuangnya ke sungai saat dikejar petugas. Di depan polisi, para tersangka mengaku sudah beberapa kali melakukan aksi di Bone.Pada 26 Juli 2011,mereka juga merampok Sunandar, 37, yang baru saja mengambil uang Rp45 juta di Bank BNI Jalan Ahmad Yani, Watampone. Waktu itu,kaca mobil yang diparkir korban dihancurkan pelaku untuk mengambil uang di mobil. Seputar Indonesia-yos naiobe

http://www.makassarterkini.com/index.php?option=com_content&view=article&id=3044:perampok-nasabah-bank-ditembak&catid=44:info-terkini&Itemid=139

Wednesday, 8 June 2011

Pelaku Penembakan Polisi Berpangkat Briptu

Tribun Timur - Selasa, 7 Juni 2011 16:37 WITA

WATAMPONE, TRIBUN-TIMUR.COM -- Belum sampai 12 jam pasca laporan warga, polisi berhasil mengungkap kasus penembakan rumah seorang kakek di Jl. Pendidikan, Desa Gareccing, Kecamatan Tonra, Kabupaten Bone, Sulsel.

Pelaku ternyata seorang anggota Satuan Lalu lintas (Satlantas) Polres Bone Bawah Kendali Operasi (BKO) di Polsek Tonro.

Polisi berpangkat Briptu dengan nama Syamsu Alam diduga mabuk saat melepaskan tembakan.

Kapolres Bone, AKBP Zarialdi, mengatakan pelaku telah diamankan ke Polres Bone untuk dimintai keterangan. Propam juga telah menyita senjata api yang digunakan pelaku untuk menembak.

Sebelumnya, rumah seorang warga di Kecamatan Tonra ditembaki orang tak dikenal Selasa dinihari sekitar pukul 01.00 wita.

Tidak ada korban jiwa dari kejadian yang terjadi persis di depan Masjid Al. Mujahidin Tonra. Saat terjadi penembakan, penghuni rumah tengah tertidur di dalam kamar.

Tidak seorangpun penghuni rumah di sekitar tempat kejadian perkara berani keluar rumah.

Warga baru melapor ke kantor polisi terdekat sekitar pukul 06.00 wita sesaat setelah penghuni rumah yang ditembaki menemukan proyektil peluru bersarang di dinding ruang tengah rumahnya.

Meski tidak ada korban, kejadian itu sempat membuat warga sekitar resah. mereka khawatir menjadi sasaran penembakan yang belakangan ini sering terjadi.(*)

http://makassar.tribunnews.com/2011/06/07/pelaku-penembakan-polisi-berpangkat-briptu

Tuesday, 3 May 2011

Empat Perampok Toko Emas Ditangkap

Hukum & Kriminal / Selasa, 3 Mei 2011 14:53 WIB
Metrotvnews.com, Bone: Dua dari empat kawanan perampok yang membawa kabur 7 kilogram emas ditembak, Selasa (3/5). Dari tengan mereka polisi menyita barang rampokan berikut uang tunai RP 21 juta.

Empat sekawan itu adalah Am, Ac, Ad, dan Co. Mereka diciduk tak lama setelah merampok toko emas di Desa Sama Enre, Kecamatan Libureng, Bone, Sulawesi Selatan.

Keempatnya sempat kabur sampai ke perbatasan Kabupaten Wajo. Tapi polisi tak mau melepas buruannya. Setelah terkepung dan akan ditangkap, tiba-tiba dua perampok melawan. Polisi pun menembaknya di bagian kaki.(ICH/Bahtiar Parenrengi).

http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/05/03/50550/Empat-Perampok-Toko-Emas-Ditangkap/

Thursday, 21 October 2010

Sebelum Ditembak, Farel Restu Sudah Merasa Diincar Polisi

"Kalau dari lihat lukanya memang korban ditembak menggunakan senjata api tajam, bukan peluru karet," kata Dokter yang tidak mau disebutkan namanya dengan alasan profesi.

Menurutnya, hasil rontgen nantinya akan lebih memastikan apakah korban tertembak dengan senjata api tajam atau tidak. Saat ini, tim medis yang menangani Farel akan melakukan operasi kecil untuk mengangkat proyektil yang berada di betis kaki kiri Farel (sebelumnya disebutkan kaki kanan).

Ditemui di ruang perawatan, Farel mengatakan dirinya merasa sudah diincar oleh seorang polisi. "Kayaknya polisi sudah mengincar kak. Polisi juga kayaknya sengaja nembak saya," katanya.

Menurut Farel, saat itu ia sedang berusaha untuk menarik temannya yang ditangkap oleh polisi dan dibawa menuju truk. "Saya cuma berusaha agar sebisa mungkin teman saya gimana caranya tidak masuk truk tahanan, jadi saya tarik," ujar Farel.

Tidak lama setelah teman Farel ditahan di dalam truk, kericuhan pun tidak dapat terhindarkan. Mahasiswa melempari mobil polisi dengan batu dan botol. Hingga akhirnya polisi pun mengeluarkan tembakan peringatan berkali-kali. "Semua teman-teman pada kabur, saya belakangan, pas mau lari, polisi langsung tembak kaki saya," cerita Farrel.

Saat ini, Farel sedang menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru. Seluruh biaya pengobatan ditanggung oleh Kepolisian Resor Jakarta Pusat.

http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/10/20/brk,20101020-286078,id.html

Pencuri Tewas Ditembak

KAMIS, 21 OKTOBER 2010 | 06:05 WITA

Watampone, Tribun - Seorang pria yang diduga pencuri di Kabupaten Bone dilarikan ke Rumah Sakit Umum Tenriawaru Bone, Selasa (19/10) malam untuk mendapat perawatan. Pasalnya, pria berinisial AL (20) tersebut ditembak oleh aparat kepolisian dari Unit Reskrim Polsek Patimpeng dan mengenai pinggangnya.

Peluru itu tembus di bagian perut korban. Penembakan tersebut terjadi saat polisi melakukan pengejaran terhadapnya.
Namun nahas bagi Adi, di tengah perjalanan menuju rumah sakit, nyawanya tidak dapat tertolong.
Penembakan AL berawal dari penggerebekan yang dilakukan polisi di Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Bone, pada Selasa (19/10) siang sekitar pukul 14.00 wita.
Polisi melakukan upaya penangkapan, setelah AL dilaporkan telah melakukan pencurian telepon seluler (ponsel) milik salah seorang warga berdasarkan laporan polisi LP/25/x/2010/Sulsel Res Bone Patimpeng.
Saat digerebek, pria ini langsung kabur karena mengetahui kedatangan polisi. Polisi pun langsung mengejar tersangka. Informasi yang dihimpun, polisi sempat memberikan tembakan peringatan sebanyak tiga kali namun tidak diindahkan.
Sehingga pada saat AL melompat, polisi langsung menembak dan yang mengenai pinggang dan peluru tembus di perut bagian bawah sebelah kiri.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Trihanto Nugroho, kepada wartawan, kemarin, mengatakan, anggota komplotan pelaku pencurian ini terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena melarikan diri ketika akan ditangkap.
Trihanto juga mengatakan, sekalipun AL bukan residivis, namun diduga telah beberapa kali melakukan tindak pidana.
Setelah ditembak, korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Bone dan meninggal dunia dalam perjalanan. Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Tenriawaru Bone untuk divisum. Usai divisum, jenazahnya langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Dusun Pelleng-Pellengnge, Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, yang berjarak sekitar delapan puluh kilometer dari Kota Watampone. (ans)

Patimpeng Kondusif

UNTUK menjaga situasi kamtibmas pascapenembakan di Dusun Pelleng-Pellengnge, Desa Paccing, Kecamatan Patimpeng, Kabupaten Bone, Kapolres Bone AKBP Zarialdi dan Kasat Reskrim Polres Bone AKP Trihanto Nugroho langsung ke lokasi kejadian dan bertemu keluarga AL (20), pria yang tewas ditembak oleh anggota Unit Reskrim Polsek Patimpeng, Selasa (19/10).

Kapolres dan Kasat Reskrim berada di lokasi kejadian pada Selasa malam hingga Rabu (20/10) kemarin.
Unit Patmor Polres Bone juga dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penjagaan. Kanit Patmor Polres Bone, Ipda Supiadi, via ponsel dengan wartawan menjelaskan, situasi di Patimpeng kondusif.
AL diketahui sebelumnya pernah dua kali digerebek, namun selalu berhasil meloloskan diri. (ans)

http://www.tribun-timur.com/read/artikel/133676/Pencuri-Tewas-Ditembak

Wednesday, 20 October 2010

Pencuri Telepon Genggam Ditembak Mati

Nusantara / Rabu, 20 Oktober 2010 00:03 WIB

Metrotvnews.com, Bone: Andi Adi, pencuri telepon genggam di Bone, Sulawesi Selatan, ditembak mati polisi, Selasa (19/10). Lelaki itu didor karena berusaha kabur ketika akan ditangkap.

Andi diburu polisi setelah membawa kabur handphone milik warga Desa Paccing, Patimpeng. Pria beristri dua itu meregang nyawa setelah timah panas bersarang di bagian pinggang lalu tembus ke perut.

Kasat Reskrim Polres Bone Ajun Komisaris Polisi Rianto Nugroho mengatakan, Andi sudah lama diburu. Andi dikenal sebagai penjahat yang sadis. Dia, menurut Rianto, tak segan-segan melukai korban dengan senjata tajam.(ICH/Bahtiar Parenrengi)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2010/10/20/31923/Pencuri-Telepon-Genggam-Ditembak-Mati/