Showing posts with label sulteng. Show all posts
Showing posts with label sulteng. Show all posts

Thursday, 13 June 2013

Terkait Jaringan Pengebom Polres Poso dan Jaringan Bima


TERSANGKA TERORIS DITEMBAK MATI
11 June, 2013
JAKARTA-Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati terduga teroris bernama Nudin alias Bondan di Jalan Irian, Poso, Sulawesi Tengah, kemarin sekitar pukul 16 Wita. Petugas menembak terduga setelah ada upaya perlawanan saat akan diringkus.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar menjelaskan, operasi masih berlangsung di lapangan. “Masih ada tersangka lain yang dikejar,” ujar Boy. Petugas  berhasil menemukan barang bukti berupa senjata api jenis pistol dan enam butir peluru.
Boy menjelaskan, saat tersangka naik sepeda motor keluar dari Kayamanya menuju Jalan Irian, anggota berusaha menghentikan. Namun yang bersangkutan melaju dan menabrak mobil. Pada saat akan ditangkap, tersangka menembak anggota Densus 88 Antiteror sehingga anggota membalas tembakan dan mengakibatkan tersangka meninggal dunia.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos (Grup Sumut Pos), anggota Densus yang ditembak itu luka parah. Namun, Boy mengaku belum menerima update informasi. “Untuk anggota masih kami cek ulang, yang jelas tersangka tewas,” katanya.
Penyidik Densus 88 Mabes Polri juga masih mendalami peran dua orang yang ditangkap akhir pekan di Sulawesi Selatan. Keduanya masih diperiksa di suatu tempat yang dirahasiakan.
“Betul,  ini lanjutan penangkapan pada hari Sabtu di dua tempat Makassar dan Poso. Dengan tersangka pelaku teror atas nama Fatih dan Mus’ab,” katanya.
Fatih ditangkap jam 19.30 Wita di perumahan Permata Sudiang Kecamatan Brinkinaya, Makassar sementara Mus’ab alias Amir alias Umar alias Madinah ditangkap di jalan depan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kayamanya, Poso Kota jam 18.30 Wita.
“Saat ini para tersangka masih dilakukan pemeriksaan dugaan keterlibatan yang bersangkutan adalah terkait dengan peledakan bom Pondok Pesantren Umar bin Khatab (UBK) di Bima,” katanya.
Mereka diduga juga ikut pelatihan militer di Gunung Biru Tamanjeka, Poso pada bulan April 2012 masuk regu 2 bersama Santoso yang saat ini masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). “Mereka juga diketahui mengetahui identitas pelaku pengeboman tunggal Polres Poso awal Juni lalu,” katanya.
Secara terpisah, Kepala BNPT Ansyaad Mbai menjelaskan, setiap operasi penindakan selalu berdasar bukti dan fakta yang kuat. “Kami tidak pernah salah tangkap atau asal-asalan dalam menangkap,” ujarnya.
Ansyaad, menjelaskan, BNPT selalu mendapatkan  kritik dari berbagai pihak selama ini. Termasuk di antaranya menyangkut penangkapan terduga teroris, Farouk, di Kelurahan Sudiang, Makassar. BNPT ditudfing tidak peka karena Farouk baru saja keluar dari masjid.
“Penangkapan terduga teroris yang habis beribadah, ini hal (yang) sangat berbahaya sekali. Bisa menimbulkan konflik di masyarakat. Tapi intelijen sudah mengatakan bahwa ini orang yang berbahaya. Dan ini orang yang potensial melakukan tindakan berbahaya, jadi tetap kami tangkap,” katanya.
Farouk sehari-hari menjadi  imam Masjid Besar Al-Musabbihin di Kompleks Perumahan Permata Sudiang Raya, Blok H2 No 11, RT 2, RW 24, Jalan Dg Ramang, Kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Makassar. “Kita tidak memerangi Islam, kami menangkap orang yang berpotensi melakukan tindakan berbahaya,” katanya. (rdl/jpnn)


Read more: http://www.hariansumutpos.com/2013/06/60167/terkait-jaringan-pengebom-polres-poso-dan-jaringan-bima#ixzz2W6BTjSlC

Monday, 10 June 2013

Satu Tersangka Teroris Tewas Ditembak di Poso


Ilustrasi Densus 88: Anggota tim Densus 88 saat baku tembak dengan tersangka dalam penggerebegan rumah yang dikontrak tersangka teroris di Kampung Batu Rengat, Cigondewah Hilir, Bandung, Jawa Barat, Rabu (8/5/2013). Tiga tersangka teroris tewas dalam baku tembak dan satu tertangkap saat 

penggerebegan yang berlangsung selama 9 jam. | KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO

  • Penulis :
  • Dian Maharani
  • Senin, 10 Juni 2013 | 17:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Satu orang tersangka kasus terorisme, Nudin alias Bondan tewas ditembak aparat kepolisian di Jalan Pulau Irian, Poso, Sulawesi Tengah, Senin (10/6/2013), sekitar pukul 16.00 WITA. Kepolisian mengatakan, Nudin terpaksa ditembak karena melakukan perlawanan saat upaya penangkapan oleh tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.
“Pada saat akan ditangkap, yang bersangkutan menembak anggota Densus sehingga anggota membalas tembakan dan mengakibatkan tersangka meninggal dunia,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Jakarta, Senin (10/6/2013).
Boy menerangkan, awalnya tersangka keluar dari kediamannya menggunakan sepeda motor. Saat itu aparat berusaha menghentikan Nudin. Namun Nudin terus melaju dan menabrak mobil saat akan dilakukan penangkapan itu.
Dalam penangkapan itu polisi menyita sebuah pistol dengan 6 butir peluru. Nudin diduga terkait jaringan buronan teroris di Poso yaitu Santoso.

http://nasional.kompas.com/read/2013/06/10/17450844/Satu.Tersangka.Teroris.Tewas.Ditembak.di.Poso

BNPT: Satu Teroris Mati, ya Kita Syukuri


  • Penulis :
  • Sabrina Asril
  • Senin, 10 Juni 2013 | 18:30 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) meminta publik untuk tidak menghakimi aksi pemberantasan terorisme yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror. Ketua BNPT Ansyaad Mbai menilai aksi itu seharusnya didukung semua lapisan masyarakat.
"Sekarang semua kelompok teroris tujuan mau buat negara, mengubah konstitusi. Sekarang bangsa kita maunya gimana? Mau diapain orang-orang seperti ini?" ujar Ansyaad di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (10/6/2013).
Ansyaad meminta agar langkah Densus dicermati terlebih dulu. Saat menangkap teroris, Ansyaad menjelaskan hal ini bukan berarti mengindikasikan semakin banyak kelompok teroris yang ada di Indonesia. "Sama seperti dokter dan orang sakit. Jadi bukan berarti kita tangkap teroris, jadi kesannya kok semakin banyak," ucap Ansyaad.
Lebih lanjut, Ansyaad juga menyoroti aksi bom bunuh diri di Mapolsek Poso, Sulawesi Tengah. Ansyaad mengaku bersyukur aksi teror ini tak menimbulkan korban sipil lain. "Bomnya cuman bikin mati sendiri, biarin aja. Satu teroris mati ya syukurin aja," kata Ansyaad.
Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris Fatih alias Umar Farouk (25) di Makassar, Sulawesi Selatan dan Mus'ab alias Amir alias Umar alias Madinah (27) di Poso, Sulawesi Tengah. Keduanya diduga terkait aksi bom bunuh diri di Mapolres Poso beberapa waktu lalu.
BNPT mensinyalir bahwa kedua terduga teroris itu terkait dengan jaringan Santoso dan Autatrawa. Santoso dan Autatrawa merupakan otak kelompok teroris yang pernah berlatih di Filipina. Keduanya kemudian membentuk jaringan teror di Poso.

http://nasional.kompas.com/read/2013/06/10/18303420/BNPT.Satu.Teroris.Mati..ya.Kita.Syukuri

Friday, 21 December 2012

Teroris Poso: 3 Polisi Tewas Ditembak, 1 Pelaku Ditangkap


Teroris Poso: 3 Polisi Tewas Ditembak, 1 Pelaku Ditangkap

Politikindonesia - Situasi keamanan di Poso, Sulawesi Tengah kini mencekam. Sebuah regu Brimob dari Polda Sulteng yang sedang melakukan patroli diserang oleh sekelompok orang pada, Kamis (20/12). Dalam baku tembak itu, 3 polisi tewas, sementara salah seorang pelaku berhasil ditangkap.

“Pelaku serangan diperkirakan 15 orang dan satu diantaranya tertangkap," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Boy Rafli Amar kepada pers, Kamis (20/12). Selain itu, polisi berhasil merampas sepucuk senjata api jenis SS-1 yang digunakan pelaku.

Selain korban tewas, penyerangan itu juga menyebabkan 3 orang anggota Brimob lainnya menderita luka-luka. Para korban luka dibawa ke Rumah Sakit Parigi sedangkan jenazah ke RSUD Poso. “Polisi kini tengah melakukan pengejaran terhadap kelompok pelaku.”  

Boy mengatakan pelaku diduga kelompok teroris yang sama yang menggelar kamp pelatihan secara berpindah. Mereka juga yang diduga sebagai pelaku pembunuhan sadis terhadap 2 anggota polisi di Poso, yang sempat dilaporkan hilang sebelum ditemukan tewas mengenaskan pada 8 Oktober dalam satu lubang di daerah Tamanjeka, Kecamatan Poso Pesisir Utara.

Diceritakan Boy, awal kejadian baku tembak ketika sekitar 15 anggota Brimob melakukan penyisiran di wilayah yang dicurigai jadi tempat pelatihan teroris. Ada wilayah-wilayah baru yang ditemukan kepolisian. Rabu pekan lalu, polisi Poso menangkap seorang terduga teroris usai baku tembak di pegunungan Koroncopu, Desa Tambarana, Poso Pesisir.

Ketika patroli berjalan, terjadi tembakan, diduga dari wilayah perbukitan, oleh sekitar 10-15 orang bersenjata. “Patroli ini bagian dari rangkaian penyisiran. Mungkin mereka sudah terdesak karena polisi sudah menyisir wilayah-wilayah yang jadi tempat pelatihan. Saat itu kemungkinan mereka bertemu kebetulan, karena terdesak terjadi penembakan," jelas Boy.
(nif/rin/kap)

http://politikindonesia.com/index.php?k=hukum&i=40425-Teroris-Poso%3A-3-Polisi-Tewas-Ditembak%2C-1-Pelaku-Ditangkap-#.UNOVhwR4_-I.facebook

Thursday, 22 November 2012

Curi Avanza, Tarno Ditembak Mati


KOLAKA, KOMPAS.com – Tarno, warga Sabilambo, Kolaka, Sulawesi Tenggara tewas ditembak dalam proses pengejaran oleh polisi. Peluru yang bersarang di dada bagian kiri menewaskannya seketika.
Pengejaran dan penembakan itu merupakan buntut dari pencurian sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi DT 1952 AB milik Samsul Rijal di Kabupaten Konawe, Kolaka. Polres Kolaka pun lalu melakukan penghadangan di beberapa titik, juga dengan melibatkan warga sekitar. Namun Tarno berhasil meloloskan diri.
Kepala Polres Kolaka Ajun Komisaris Besar Polisi Rahmad Pamudji mengatakan tersangka mengabaikan tembakan peringatan dan berusaha menabrak polisi yang menghadangnya. “Anggota kami memberikan tembakan peringatan, tapi tidak diindahkan. Nah anggota kami akhirnya melumpuhkan dia. Tapi mobilnya tetap berjalan, setelah sejauh 200 meter mobil yang dia tumpangi berhenti setelah menabrak tebing, setelah didekati dia sudah tengkurap di setir mobil. Ternyata dia tewas,” ungkapnya, Kamis (22/11/2012).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 wita, Rabu (21/11/2012). Setelah dilakukan pendataan di Rumah Sakit Umum Benyamin Guluh Kolaka,jasad Tarno dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.  
http://www.bungdetik.com/22/11/2012/curi-avanza-tarno-ditembak-mati/

Saturday, 17 November 2012

Kapolsek Poso Pesisir Utara Ditembak


Kamis, 15 November 2012 | 20:56
[JAKARTA] Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Suhardi Alius mengatakan Kepolisian masih menyelidiki motif dan latar belakang pelaku percobaan penembakan terhadap Kapolsek Poso Pesisir Utara Inspektur Satu (Iptu) Bastian Taruklabi yang terjadi Kamis.

Aparat Kepolisian terus meningkatkan kesiagaan dan mengintensifkan pemeriksaan di sejumlah wilayah di Poso, kata Suhardi melalui pesan singkat yang diterima di Jakarta, Kamis.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar mengatakan terdapat dugaan bahwa pelaku merupakan anggota jaringan teroris Poso.

Jaringan teroris Poso selama ini selalu dikaitkan Kepolisian dengan orang yang masuk daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian yakni Santoso.

Bahkan, Boy membenarkan terdapat dugaan bahwa serangan itu merupakan aksi balas dendam dari kelompok terduga teroris terkait aktivitas polisi yang beberapa waktu belakangan ini menyisir lokasi yang diduga tempat pelatihan teror di kawasan Gunung Biru, Tamanjeka, Poso.

Boy memaparkan insiden percobaan penembakan ini terjadi saat Iptu Taruklabi sedang keluar rumah dinas ingin mengambil kunci motor yang terletak di depan rumah.

Tiba-tiba dia mendengar suara letusan senjata sebanyak dua kali dari arah depan rumah yang terletak di sebelah kiri Markas Polsek Poso Pesisir Utara.

Taruklabi segera mengambil senapan di dalam rumah untuk menjaga diri. Tidak lama kemudian terdengar suara letusan dua kali dari arah yang sama.

"Setelah kejadian tersebut anggota Polsek langsung bersiaga menjaga rumah dinas Kapolsek dan Markas Polsek Poso Pesisir Utara," papar Boy.

Dari hasil olah TKP ditemukan bekas tembakan dan juga sebuah benda yang diduga proyektil peluru kecil di lantai depan rumah Kapolsek.

"Di langit-langit rumah tembus dari ventilasi depan, ditemukan satu benda kecil yang diduga proyektil," kata Boy. [Ant/L-9]

http://www.suarapembaruan.com/home/kapolsek-poso-pesisir-utara-ditembak/26912

Saturday, 3 November 2012

Terduga Teroris Tewas Ternyata Polisi Hutan


Polhukam | Sabtu, 3 November 2012 17:24 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Khalid alias K, terduga teroris yang tewas tim Detasemen Khusus 88 Polri ditembak di Poso, Sulawesi Tengah, beberapa waktu lalu, ternyata seorang Polisi Hutan. Khalid juga tercatat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kota Poso.

"Saya mendengar kabar kalau K bertugas sebagai polisi hutan di Poso, namun kebenarannya belum bisa dipastikan. Informasi itu kami dapat dari polisi yang bertugas di sana," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Polisi Boy Rafli Amar di Jakarta, Sabtu (3/11).

Sementara M Yasin alias MY, lanjut dia, dikenal sebagai tokoh masyarakat. Meski demikian penyidikan terkait pengungkapan jaringan pelaku teror tidak melihat posisi atau kedudukan sesorang.

"Sekali lagi dalam proses penegakan hukum, kami selalu bersandar pada alat bukti. Meski si terduga teror dikenal sebagai tokoh masyarakat tapi penyidikan tetap berjalan sesuai bukti yang cukup," jelas dia.(MI/TII)

http://www.metrotvnews.com/metromain/news/2012/11/03/112429/Terduga-Teroris-Tewas-Ternyata-Polisi-Hutan

Densus 88 Tembak Mati Seorang Terduga Teroris di Poso


Aparat menjaga ketat mobil yang membawa jenazah terduga teroris di Poso (ANTARA/Muh Hamzah)
Jakarta, GATRAnews- Seorang terduga teroris tewas ditembak petugas saat diggerebek oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri dibantu Satgas Penegakan Hukum (Gakkum) Polda Sulawesi Tengah di sebuah rumah di Poso, Sulawesi Tengah, Sabtu, (3/11).

Keterangan tersebut disampaikan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Jakarta. Menurutnya, jajarnnya terpaksa melumpuhkan terduga teroris tersebut dengan timah panas karena melawan. "Terjadi perlawanan kepada petugas dengan melempari bom dan petugas berupaya untuk melumpuhkan dengan tembakan," ujar Boy.

Menurutnya, penggerebekan tersebut dilakukan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Gakkum Polda Sulawesi Tengah pada pukul 05.00 waktu setempat. "Pukul 05.00 waktu setempat Satgas Gakkum Polda Sulteng dan Densus 88 melakukan pengepungan rumah terduga teroris di Desa Kayamaya, Poso Kota," ujarnya. (IS)

http://www.gatra.com/hukum/20307-densus-88-tembak-mati-seorang-terduga-teroris-di-poso.html

Wednesday, 31 October 2012

3 Teroris Disergap di Poso, 1 Tewas Ditembak


Rabu, 31/10/2012 | 10:41 WIB
JAKARTA - Mabes Polri mengamankan tiga orang 
tersangka teroris di Poso, Sulawesi Tengah. 
Mereka diduga terlibat berbagai aksi terorisme 
seperti di BCA Palu dan berbagai teror lainnya di 
kawasan Poso. Satu orang tewas ditembak petugas 
polisi saat beraksi.
Informasi yang berhasil dihimpun, Rabu (31/10), 
 penangkapan itu dilakukan sekitar pukul 05.30 WIB 
di Desa Kalora RT 03/RW 04, Poso Pesisir, Kabupaten 
Poso. Saat diringkus berbagai barang bukti ditemukan 
 seperti senjata api laras pendek, serbuh pupuk urea 
1 karung, 7 bom pipa dengan panjang 30 cm dan berdiameter 
10 cm, beberapa buah HP dan serbuk putih dalam sebuah 
kantong plastik.
Para terduga teroris ini merupakan DPO penembakan 
BCA Palu dan bom di Ponpes UBK Bima. Mereka juga 
diduga terlibat penembakan di Sape Silica Poso, penembakan 
Madani Poso Pesisir dan berbagai aksi teror lainnya.
Polisi kemudian mengamankan dua orang tersangka terorisme 
 ke Markas Brimob Mamboro sedangkan satu orang terduga 
teroris yang tewas bernama Jippo alias Ibeng dibawa ke 
RS Bhayangkara Palu.
Sebelumnya, aparat gabungan TNI dan Polri melakukan 
 penyisiran di pegunungan Biru, Poso, Sulawesi Tengah, 
untuk mencari kelompok teroris yang selama ini menjadi 
target buruan. Petugas menemukan dua bom rakitan yang 
sengaja disimpan teroris sebagai jebakan yang ditujukan 
kepada aparat yang melintas di kawasan itu.
Selain itu, petugas juga menemukan beberapa barang bukti 
 yang ada di dekat lokasi temuan bahan peledak yang salah 
satunya berdaya ledak rendah dan memiliki bobot berat 10 kilogram.
Menurut Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar, dua 
 bom tersebut pertama kali ditemukan Sabtu (27/10). 
Sebuah bom rakitan ditemukan di kawasan Gunung Biru. 
"Dua bahan peledak ini difungsikan sebagai bom ranjau. 
Oleh karena itu, petugas kita dalam hal ini Densus, Polda, 
Brimob, dan TNI, terus melangkah ke atas. Jadi upaya-upaya 
melangkah ke kawasan Gunung Biru perlu kehati-hatian tinggi," 
ujar Boy saat itu.

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=7a4bcdb7c370ea6740a9c01d2b1be
21f&jenis=c4ca4238a0b923820dcc509a6f75849b