Showing posts with label peluru nyasar. Show all posts
Showing posts with label peluru nyasar. Show all posts

Sunday, 28 April 2013

F-PKB Desak Polri Serius Usut Peluru Nyasar


 
Diterbitkan pada Jum'at, 26 April 2013 20:58
Ditulis oleh Eka Mutia Yuniarsih

KEDAIBERITA.COM – JAKARTA – Ketua F-PKB Marwan Jafar meminta, pihak Kepolisian menangani secara serius kasus peluru nyasar yang masuk ke rumah anggota DPR Ir H Nur Yasin MBA di Jl S Parman 111, Jember, Jawa Timur pukul 07.10 WIB, Rabu (24/04/13).
“Kami sebagai pimpinan Fraksi PKB meminta agar aparat kepolisian serius menangani kasus ini dan mengusut tuntas asal-usul peluru tersebut,“ tegas Marwan dalam rilisnya, Jakarta, Jumat (26/04/13).
Dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah, Marwan berharap, pengusutan agar dilakukan bersama aparat TNI. Sebab, di sebelah rumah Pak Nur Yasin adalah asrama tentara.

Politisi PKB ini mendesak agar kepolisian serius dan teliti menangani kasus peluru nyasar itu. Ia juga meminta, agar jangan sampai ada upaya pengaburan kasus sebelum benar-benar tuntas penyelidikannya.

“Khususnya aparat Polres Jember, karena wilayah kejadiannya di Jember. Saya berharap Polres Jember tidak main-main dalam menangani kasus ini,” harapnya.

Namun, Jika memang kasus ini tidak bisa diselesaikan oleh polisi, maka FPKB mengancam akan menempuh jalur politik dengan membawa kasus ini ke Komisi I dan Komisi III DPR RI untuk meminta pertanggung jawaban Panglima TNI dan Kapolri.*
http://www.kedaiberita.com/index.php/polhukam/politik-hukum-dan-keamanan/keamanan/2206-f-pkb-desak-polri-serius-usut-peluru-nyasar

Friday, 31 August 2012

Gerebek Narkoba, Ketua LSM Ngaku Tertembak Polisi


KOMPAS.com/MEI LEANDHAOlah TKP yang dilakukan kepolisian terkait jatuhnya korban sipil yang diduga terkena peluru nyasar.
Penulis : Kontributor Medan, Mei Leandha Jumat, 31 Agustus 2012 | 18:57 WIB

MEDAN, KOMPAS.com -- Saat penggerebekan rumah bandar narkoba Icang, salah seorang warga mengaku menjadi korban peluru nyasar akibat tembakan peringatan yang dilakukan petugas.
Darmansyah (37) warga Tuasan yang juga ketua sala satu LSM di Medan, mengaku tertembak mata kaki kanannya, dan saat ini masih dirawat di RSU Pirngadi Medan.
Pihak Dir Narkoba Polda Sumut dan sejumlah personel Brimob Polda Sumut, Propam Polda Sumut, personel Polresta Medan, dan DPD LSM Pakar Sumut melakukan olah tempat kejadian perkara (olah TKP) pasca-dugaan peluru nyasar yang mengenai warga sipil yang sedang melintas, Kamis (30/8/2012) kemarin.
Dugaan sementara, peluru bersumber dari senjata milik personel Polda Sumut saat melakukan penggerebekan. Olah TKP tersebut untuk mencari proyektil peluru dan mengetahui keberadaan korban pasca-penggerebekan hingga terkena peluru nyasar.
Olah TKP dilakukan dari depan hingga ke dalam rumah Icang. Hingga sore ini, petugas masih mencari proyektil peluru di sekitar lokasi, namun tidak ada ditemukan.
"Petugas kita memang ada melepaskan tembakan peringatan, tapi tembakan peringatan diarahkan ke atas karena ada perlawanan dari masayarakat. Tak ada anggota yang melakukan penembakan ke bawah, dan semua tembakan peringatan dari dalam, bisa ditanyakan kepada wartawan yang ikut dalam penggerebekan. Wartawan saja jadi korban," kata Dir Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andjar Dewanto di lokasi olah TKP, Jumat (31/8/2012).
Informasi dari Arnold Tambunan, yang juga ketua salah satu LSM di Medan menyebutkan, saat kejadian korban Darmansyah melintas usai membeli rokok. Melihat ramai orang berkerumun, korban pun mendekati lokasi penggerebekan. Tiba-tiba dia terjatuh dan ternyata kaki kanannya berdarah yang diduga akibat terkena peluru.
"Dia coba berdiri namun tak sanggup lagi karena luka yang dialaminya. Sementara keadaan di sekitarnya sedang sepi, hanya ada David. Melihat korban terjatuh, David-lah yang membawa korban ke rumah sakit," ujar Arnold.
Penggerebekan ini memang sempat mendapat perlawanan warga yang tak senang dengan kehadiran petugas. Warga melempari polisi yang berada di rumah Icang. Perlawanan mereda setelah personel Brimob Poldasu dan Shabara Polresta tiba di lokasi. Belum diketahui pasti dari mana peluru yang mengenai Darmansyah.
Sementara itu, Kabid Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sumut, Kombes Pol Iwan mengaku, pihaknya belum bisa memastikan sumber peluru tersebut karena sampai saat ini proyektilnya belum ditemukan.
"Kita tak bisa mengada-ada itu peluru siapa. Kalau sudah ditemukan, maka akan kita beri tindakan tegas dan personel tersebut akan kita berikan sanksi," tegasnya.
Seperti pemberitaan sebelumnya, penggerebekan dilakukan berdasarkan informasi yang didapat Direktorat Narkoba Polda Sumut dan Sat Reserse Narkoba Polresta Medan, bahwa di rumah pelaku Icang, di kawasan Jalan Sering Lingkungan VIII, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Medan Tembung, sedang terjadi transaksi narkoba, Kamis (30/8/2012).
Dari tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengamankan tujuh pria yang diduga sedang melakukan transaksi dan barang bukti berupa daun ganja kering seberat 200 gram, alat pembuat obat-obatan, satu unit sepeda motor, satu unit mobil, senjata tradisional berjenis tulup, dan samurai.
Penggerebekan sempat mendapat perlawanan masyarakat karena Icang yang menjadi target megetahui kedatangan polisi dan berhasil melarikan diri sambil meneriaki polisi maling. Tujuh orang yang berada di dalam rumah juga sempat melakukan perlawanan, namun berhasil dilumpuhkan. Seorang wartawan yang meliput di lokasi menjadi korban amuk massa hingga mengalami luka di bagian kepala.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/08/31/18574767/Gerebek.Narkoba..Ketua.LSM.Ngaku.Tertembak.Polisi

Friday, 20 July 2012

Kasus Peluru "Nyasar", Anggota Polisi Diperiksa Propam


Penulis : Imanuel More | Jumat, 20 Juli 2012 | 13:05 WIB


JAKARTA, KOMPAS.com - Salah seorang anggota unit Ranmor, Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan harus menjalani pemeriksaan oleh bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) setempat. Pemeriksaan itu dilakukan akibat peristiwa pelurunyasar yang mengenai warga sipil, Kamis (19/7/2012) kemarin.
DD, inisial nama anggota tersebut, sedang dimintai keterangan terkait laporan tugas yang diembannya. Ajun Komisaris Besar Hermawan, Kasat Reskrim Polrestro Jaksel, saat dikonfirmasi Jumat (20/7/2012) menerangkan, pihaknya sedang menyiapkan laporan tugas untuk DD guna mengetahui kronologis kejadian salah tembak itu.
"Nanti baru diproses. Sementara diperiksa di Propam Jakarta Selatan untuk ditindak lebih lanjut," terang AKBP Hermawan.
Ia membenarkan peristiwa penyergapan tersangka pencurian oleh anggotanya. Penyergapan yang berlangsung di pelataran parkir sebuah ruko di Mangga Besar, Jakarta Barat, itu disertai penembakan dengan tujuan melumpuhkan tersangka yang berupaya melarikan diri.
"Perlu dilumpuhkan, karena salah satu tersangka bawa senjata api," jelas AKBP Hermawan.
Petugas sempat mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan sebelumnya. Namun, lantaran dua tersangka kasus pencurian yang disertai tindak kekerasan itu terus berupaya meloloskan diri, petugas terpaksa melepaskan tembakan ke arah pelaku. Sayangnya, tembakan DD meleset dan malah bersarang di bokong Rudi, warga Sawah Besar, yang kebetulan melintas.
"Anggota mengejar pelaku, pelaku ada di posisi kiri, tapi rekorset (memantul) dan mengenai korban yang berada di sisi kanan. Hal itu juga dibenarkan korban," jabar Hermawan.
Penyergapan tersebut sebenarnya dilakukan aparat gabungan dari Polres Jakarta Selatan dan Polres Jakarta Selatan. Tiga di antaranya adalah anggota Reskrim Polres Jakarta Selatan, sedangkan dua lainnya anggota Polres Jakarta Pusat. Target yang diburu adalah kelompok pelaku perampasan mobil APV dengan korban berinisial M0.
Adapun peristiwa perampasan mobil itu terjadi saat korban melintas di depan kawasan Mal Ambassador, Kamis (19/7/2012) dini hari. Korban yang dihadang kelompok beranggotakan enam orang itu kemudian dianiaya dan dibuang di daerah Cimanggis, Depok, sementara mobilnya dilarikan.
Pada Kamis sore, petugas mendapat laporan soal keberadaan mobil yang dicurigai tersebut berada di kawasan Mangga Besar. Petugas pun kemudian berangkat ke lokasi dan melakukan penyergapan hingga berujung pada kasus peluru nyasar itu.
Editor :
Latief


http://regional.kompas.com/read/2012/07/20/13053360/Kasus.Peluru.Nyasar.Anggota.Polisi.Diperiksa.Propam

Monday, 16 May 2011

Nur Iman Tertembak di Dahi

Sejumlah warga melihat lokasi penyergapan dua terduga teroris yang ditembak mati di Sukoharjo, Jawa Tengah (14/5). AP

TEMPO Interaktif, Jakarta - Nur Iman, korban peluru nyasar dalam baku tembak antara Detasemen Khusus 88 Antiteror dan dua tersangka teroris Cirebon di Sukoharjo, Jawa Tengah, tertembak di dahi. Asal muasal peluru itu masih terus diselidiki. “Masih perlu ditindaklanjuti penyidik Polri,” kata Kepala Pusat Dokumentasi Kesehatan Polri, Komisaris Besar Anton Castilani, saat dihubungi Tempo, Senin, 16 Mei 2011.


Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Irjen Anton Bahrul Alam, mengatakan “Sementara informasi Kapolda, itu peluru Sigit.” Tapi, menurut Anton, tim internal kepolisian masih akan memastikan kebenarannya. Ia pun menyambut baik niat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia yang akan turut mengusut kasus tersebut. “Komnas HAM mau turun, kita bantu, supaya tidak ada keraguan,” kata dia.

Nur Iman tertembak Sabtu, 14 Mei 2011 dini hari. Peluru nyasar mengenai Iman saat Detasemen Khusus 88 berusaha menangkap dua tersangka teroris bom Cirebon, Sigit Qurdowi dan Hendro Yunianto.

http://www.tempointeraktif.com/hg/hukum/2011/05/16/brk,20110516-334737,id.html