Showing posts with label malang. Show all posts
Showing posts with label malang. Show all posts
Monday, 1 July 2013
Tuesday, 4 June 2013
2 Rampok Malang Tewas Didor
Selasa, 04/06/2013 15:56 WIB
Agustus 2010, tersangka Supriadi pernah ditangkap bersama temannya(dok)
Read more:http://www.memoarema.com/2-rampok-malang-tewas-didor.html#ixzz2VFPuqjo7
Memo– Dua rampok asal Kabupaten Malang, ditembak mati saat melawan polisi. Keduanya masuk kawanan kecil Pok Malang yang bergabung dengan Pok Surabaya atau Pok Pasuruan dan daerah lain.
Gabungan kawanan rampok antar daerah ini menghasilkan lebih dari 12 TKP dan melibatkan dua pelaku asal Malang, yakni Supriyadi alias Heni (31) asal Dusun Waringin, Desa Bunder, Kecamatan Tumpang atau Desa Wringinsongo dan Khoirul alias Kancil (25) asal Dusun Pakel, Desa Baturetno Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang. Keduanya tewas ditembak mati, saat berontak disergap anggota Polres Lamongan.
Informasi yang berhasil dihimpun Memot, dua pelaku asal Malang bergabung dengan kawanan Pok Surabaya, di antaranya tersangka M Zainuddin (22) dan Dwi Susilo (26), keduanya asal Perumahan Bumi Sari Praja Selatan, Sambikerep Surabaya dan Aris Mulyadi (31) warga Tubanan Kelurahan Karangpoh Kecamatan Tandes Surabaya. Kecuali Aris, Heni dan Kancil mengenal Zainudin dan Dwi Susilo di LP Lowokwaru Malang dalam kasus yang sama (perampokan—red).
Di tiap gabungan aksi merampok, diketahui komando dipegang Zainudin dan Heni. Di Malang, sedikitnya diakui 6 TKP pernah dilakoni tersangka Zainudin dengan pelaksanaan melibatkan kelompok masing-masing. Kawanan Zainudin (pok Surabaya) bergabung dengan Pok Heni sejak Februari 2013. Di tahun 2012-2013, kawanan Heni telah beraksi bersama kawanannya.
Tiap aksi komplotan gabungan, dilakukan lebih dari 4 orang dengan memakai sarana mobil rentalan. Di Kabupaten Malang sendiri, Pok Heni ditengarai beraksi di 6 TKP sekaligus sepanjang 2012-2013. Diantaranya di Kecamatan Kepanjen, Pakisaji, Poncokusumo, Lawang dan daerah lain di antaranya di Gresik, Lamongan, Pandaan, Pasuruan bahkan sampai di wilayah hukum provinsi Yogyakarta. Akhir catatan kriminal Heni dan Kancil jatuh pada Jumat (31/5/2013) atau Sabtu (1/6/2013) dini hari.
Dua disebutkan Zainudin dalam rilis pers di Polres Lamongan, dia sempat gabung melakoni aksi di wilayah hukum Kepanjen. Tepatnya Kamis (2/5/2013) dini hari lalu, kawanan Zainudin, Heni dan Kancil menyatroni rumah keluarga Sriati di Dukuh Mangir RT09/RW03, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Diduga 8 orang mengobrak abrik rumah korban dan menjarah harta senilai Rp 232 juta, termasuk 1 unit mobil.
Gabungan kawanan ini ditengarai pula pernah merampok di rumah penggilingan rongsokan Abah Hasyim, di Dusun Segenggeng RT20/RW04, Desa Wonokerso, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Berjumlah 6 orang, pelaku menjarah harta senilai Rp 20 jutaan pada Jumat dini hari (12/4/2013) silam.
Beda dengan modus di Kepanjen, pelaku sempat mengeprukkan lumeran padat plastik di pintu rumah korban, seperti modus di beberapa daerah yang dilakoni kawanan Zainudin. Kebanyakan modus aksi gabungan kelompok ini, memanjat pagar belakang dan merusak jendela atau pintu rumah sasarannya.
Lalu siapa Heni dan Kancil? Bagaimana perjalanan kriminalnya? Baik tersangka Heni dan Kancil sudah tiga kali keluar masuk LP Lowokwaru Malang. Tersangka Khoirul alias Kancil mengawali perjalanannya sejak terjerat kejahatan pada 2001. Kian menjadi usai 2005 terjerat kasus perkosaan.
Kancil yang mendapat remisi dengan urusan bebas bersyarat malah kumat dengan melakoni perampokan di Dusun Pulesari RT04/RW11, Desa Tirtomoyo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang (akhir Desember 2010). Ia lebih memilih memakai helm atau cadar saat beraksi.
Sementara Heni alias Supriadi, masuk dunia kelam pada 2006 dalam kasus pengeroyokan. Keluar penjara, Heni kembali berulah dengan melakukan aksi penjambretan di tahun 2008. Dua tahun di LP Lowokwaru Malang, tidak membuatnya jera. Keluar LP, ia berabung dengan teman-teman asal Pakis dan Tumpang untuk merampok di Desa Wringinsongo, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang. Pernah tercatat Memo, Heni merampok lantaran dinilai sombong.
Under Creative Commons License:Attribution
Follow us:@memoarema on Twitter|memoarema on Facebook
Baca Selanjutnyahttp://www.memoarema.com/2-rampok-malang-tewas-didor.html
http://www.memoarema.com/2-rampok-malang-tewas-didor.html#axzz2VFNtlTYe
Labels:
ditembak mati,
Jatim,
malang,
mei 2013,
perampok
Monday, 8 October 2012
Polisi Tembak 2 Pencuri Mobil di Malang
Kamis, 4 Oktober 2012 04:03 wib wib
MALANG – Dua dari tiga kawanan perampok mobil antarkota ditembak tim Buser Polres Malang pada Rabu siang. Keduanya melawan saat akan ditangkap.
Sariman (39), warga Desa Jambesari dan Iwan Sudarto (36), warga Desa Kidal, Kabupaten Malangm Jawa Timur, hanya bisa meringis menahan sakit lantaran masing-masing kaki mereka ‘dihadiahi’ timah panas.
KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Haryanto, mengatakan, kawanan itu baru saja beraksi di rumah Ngaminten di kawasan Poncokusumo. Mereka menggasak mobil pick up dari garasi sehingga korban mengalami kerugian ditaksir Rp104 juta.
“Mereka melawan saat akan ditangkap, sehingga kami ambil langkah. Mereka ditangkap saat bertransaksi dengan penadahnya, Hartono, warga Desa Sempu, Banyuwangi,” jelas Haryanto.
Sementara itu, Sariman mengaku mengenal rekannya Sudarto saat berada di Lapas Lowokwaru pada 2008 lalu. Setelah bebas mereka memutuskan kerja sama menjadi pencuri mobil. “Saya masuk penjara pada 2008 lalu atas kepemilikan senjata api,” akunya.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk beraksi. Serta mobil pick up yang masih dalam perjalanan dari Banywangi.
(Sindo TV / Tutus Sugiarto / ris)Sariman (39), warga Desa Jambesari dan Iwan Sudarto (36), warga Desa Kidal, Kabupaten Malangm Jawa Timur, hanya bisa meringis menahan sakit lantaran masing-masing kaki mereka ‘dihadiahi’ timah panas.
KBO Reskrim Polres Malang, Iptu Haryanto, mengatakan, kawanan itu baru saja beraksi di rumah Ngaminten di kawasan Poncokusumo. Mereka menggasak mobil pick up dari garasi sehingga korban mengalami kerugian ditaksir Rp104 juta.
“Mereka melawan saat akan ditangkap, sehingga kami ambil langkah. Mereka ditangkap saat bertransaksi dengan penadahnya, Hartono, warga Desa Sempu, Banyuwangi,” jelas Haryanto.
Sementara itu, Sariman mengaku mengenal rekannya Sudarto saat berada di Lapas Lowokwaru pada 2008 lalu. Setelah bebas mereka memutuskan kerja sama menjadi pencuri mobil. “Saya masuk penjara pada 2008 lalu atas kepemilikan senjata api,” akunya.
Dari tangan tersangka, petugas mengamankan satu unit sepeda motor yang digunakan untuk beraksi. Serta mobil pick up yang masih dalam perjalanan dari Banywangi.
http://surabaya.okezone.com/read/2012/10/04/520/698848/polisi-tembak-2-pencuri-mobil-di-malang
Labels:
Jatim,
malang,
oktober 2012,
pencuri mobil,
Tembak Kaki
Friday, 31 August 2012
Polres Malang Shalat Gaib untuk Bripka Dwi Data
Jumat, 31 Agustus 2012 | 14:42 WIB
MALANG, KOMPAS.com -- Peristiwa penembakan di Solo yang menewaskan Bripka Dwi Data Subekti (57) mengundang keprihatinan bagi seluruh anggota kepolisian di jajaran Polres Malang.Karena itu, siang ini (31/8/2012) mereka menggelar shalat jenazah bil gaib (shalat gaib) di Masjid Polres Malang.
Shalat gaib dilakukan setelah shalat Jumat dan diikuti oleh puluhan anggota Polres. Ditemui usai shalat, Wakapolres Malang Kompol Wahyu Wim Harjanto menyebutkan bahwa shalat gaib digelar sebagai bentuk empati dari anggota Polri di Polres Malang.
“Walau tidak berdinas di Solo, namun kita merasa empati karena almarhum meninggal saat menjalankan tugas pelayanan masyarakat. Setelah shalat gaib, dilanjutkan dengan doa bersama mendoakan arwah almarhum agar diterima di sisi Allah SWT, keluarga yang ditinggal diberi ketabahan, juga agar kasusnya cepat terungkap,” urai Wahyu.
Meski peristiwa penembakan tersebut cukup memprihatinkan seluruh jajaran Polres Malang, namun ditegaskan Wahyu bahwa tidak akan ada antisipasi yang berlebihan, agar kejadian serupa tidak terulang di Kabupaten Malang.
“Tidak ada tindakan khusus yang berlebihan. Untuk di Malang, tetap sesuai protap dimana setiap Pos Pengamanan atau Pos Polisi diisi minimal dua personel. Mereka juga akan diperkuat anggota yang melaksanakan pam tertutup. Yang jelas, anggota tetap harus siaga dan waspada,” pungkasnya.
Sumber :
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2012/08/31/14423533/Polres.Malang.Shalat.Gaib.untuk.Bripka.Dwi.Data
Labels:
augustus 2012,
Jatim,
malang,
polisi ditembak mati
Sunday, 20 May 2012
Dua Pencuri Spesialis Mobil 'Pick Up' Ditembak
metropolitan - Minggu, 20 Mei 2012 | 15:00 WIB
INILAH.COM, Surabaya - Anggota Polrestabes Surabaya menembak Luddin(42) dan Sa'man (47), warga Jalan Mawar 1 No 120-B Rt 09 Rw 14 Lowokwaru, Malang, atau Desa Rangperang Dejeh, Kabupaten Propoh Pamekasan, Madura, Jawa Timur, karena tersangka pencuri mobil itu kabur saat akan ditangkap.
"Mereka membawa mobil pick up curian di Madura, saat diminta berhenti keduanya justru menambah kecepatan, akhirnya petugas memotong laju mobil. Namun, ketika berhenti, keduanya nekat lari sehingga polisi menembak kaki mereka," kata Kanit Jatanum Ajun Komisaris M Yunus Saputra, Minggu (20/5/2012).
Dari perkembangan pemeriksaan, lanjut Yunus, Luddin dan Sa'man sudah lima kali menggasak mobil dalam waktu satu bulan. Aksi pencuriannya berada di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang. "Untuk mencuri pick up pelaku ini hanya membutuhkan lima menit, dibantu alat kunci T," tambah dia.
Ternyata Luddin yang profesi sebagai sopir mikrolet ini, juga terdapat rekan lainnya yang berjumlah antara lima hingga enam tersangka. Pelaku menyewa mobil avanza dari rental untuk mencari target.
"Ada empat DPO terdiri tiga pelaku dan satu penadah. Tiap satu mobil curian, penadah memberi uang hingga Rp6 juta, yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," tutur Luddin.
Meskipun pengakuan tersangka seperti itu, Yunus selaku pemimpin penangkapan tersangka, tetap tidak begitu saja mempercayainya. Hal itu dilihat dari aksi mereka yang dalam waktu lima menit dapat satu mobil.
Ternyata mobil curian itu dilimpahkan ke penadah, guna diganti dengan mobil rusak. Sehingga mobil curian terdapat surat kendaraan. "Mobil curian dikanibal dengan mobil rusak," tambahkan Yunus.
Sebenarnya polisi juga berhasil menangkap penadahnya. Tapi Marzuki, penadah, asal Desa Oloh Kec Karangpenang, Sampang, Madura, itu berhasil lolos dari pengepungan petugas di Madura.
"Mereka membawa mobil pick up curian di Madura, saat diminta berhenti keduanya justru menambah kecepatan, akhirnya petugas memotong laju mobil. Namun, ketika berhenti, keduanya nekat lari sehingga polisi menembak kaki mereka," kata Kanit Jatanum Ajun Komisaris M Yunus Saputra, Minggu (20/5/2012).
Dari perkembangan pemeriksaan, lanjut Yunus, Luddin dan Sa'man sudah lima kali menggasak mobil dalam waktu satu bulan. Aksi pencuriannya berada di Jawa Timur, di antaranya Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto dan Malang. "Untuk mencuri pick up pelaku ini hanya membutuhkan lima menit, dibantu alat kunci T," tambah dia.
Ternyata Luddin yang profesi sebagai sopir mikrolet ini, juga terdapat rekan lainnya yang berjumlah antara lima hingga enam tersangka. Pelaku menyewa mobil avanza dari rental untuk mencari target.
"Ada empat DPO terdiri tiga pelaku dan satu penadah. Tiap satu mobil curian, penadah memberi uang hingga Rp6 juta, yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," tutur Luddin.
Meskipun pengakuan tersangka seperti itu, Yunus selaku pemimpin penangkapan tersangka, tetap tidak begitu saja mempercayainya. Hal itu dilihat dari aksi mereka yang dalam waktu lima menit dapat satu mobil.
Ternyata mobil curian itu dilimpahkan ke penadah, guna diganti dengan mobil rusak. Sehingga mobil curian terdapat surat kendaraan. "Mobil curian dikanibal dengan mobil rusak," tambahkan Yunus.
Sebenarnya polisi juga berhasil menangkap penadahnya. Tapi Marzuki, penadah, asal Desa Oloh Kec Karangpenang, Sampang, Madura, itu berhasil lolos dari pengepungan petugas di Madura.
"Tetap kami buru, dan untuk dua tersangka yang kami tangkap dikenakan pasal 363 KUHP. Ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun," tandas Yunus. [beritajatim/yeh]
http://metropolitan.inilah.com/read/detail/1862893/dua-pencuri-spesialis-mobil-pick-up-ditembak
Tuesday, 21 September 2010
Polisi Ringkus Lima Perampok Toko Kue
Liputan6.com, Malang: Tim Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Malang, Jawa Timur, Selasa (21/9), meringkus lima orang yang diduga terlibat perampokan di sebuah toko kue. Seorang pramuniaga toko bernama Fitri Aizah tewas dalam peristiwa tersebut.
Tiga dari lima tersangka terpaksa ditembak polisi karena berupaya kabur saat disergap. Kelima perampok diidentifikasi sebagai Yanto, Agus, Khodir, Sony, dan Irwan. Polisi berhasil mengungkap kasus ini berkat keterangan salah satu tersangka yang sebelumnya dipecat dari toko kue yang dirampok.
Selain menangkap para tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti dan barang pribadi korban. Hingga kini polisi masih menyelidiki motif di balik kasus itu.(WIL/ANS)
Tiga dari lima tersangka terpaksa ditembak polisi karena berupaya kabur saat disergap. Kelima perampok diidentifikasi sebagai Yanto, Agus, Khodir, Sony, dan Irwan. Polisi berhasil mengungkap kasus ini berkat keterangan salah satu tersangka yang sebelumnya dipecat dari toko kue yang dirampok.
Selain menangkap para tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti dan barang pribadi korban. Hingga kini polisi masih menyelidiki motif di balik kasus itu.(WIL/ANS)
http://buser.liputan6.com/berita/201009/297473/Polisi.Ringkus.Lima.Perampok.Toko.Kue
Labels:
ditembak,
jatim.,
malang,
Perampokan Toko,
september 2010
Subscribe to:
Posts (Atom)
