Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts
Showing posts with label Banda Aceh. Show all posts

Sunday, 24 June 2012

Polisi ditembak penjual ganja

SATURDAY, 23 JUNE 2012 09:05 


BANDA ACEH - Anggota Polres Nagan Raya, Provinsi Aceh, Bribda Rahmad Agustiar ditembak tersangka penjual ganja DW (32) di Desa Serba Jadi, Kecamatan Darul Makmur.

Kapolres Nagan Raya AKBP Heri Heriyandi di Nagan Raya, mengatakan, saat kejadian di TKP, satu dari tiga polisi menodongkan pistol ke arah tersangka. Pada saat itu, spontan tersangka merebut senjata itu, lalu mengarahkannya ke paha petugas.

"Seorang di antara polisi itu mencoba menangkapnya dengan memegang tangan tersangka sambil mengarahkan senjata. Akan tetapi, saat itu tersangka merebut senjatanya dan mengarahkan ke pangkal pahanya," kata Kapolres menjelaskan, hari ini.

Heri Heriyandi mengatakan, setelah terjadi letusan senjata api tersebut, keluarga tersangka Nurlaila (37) keluar rumah dan mengejar para petugas sambil membawa senjata tajam panjang. Petugas terpaksa melepaskan tersangka.

Saat itulah, lanjut dia, petugas gagal membawa tersangka yang memiliki ganja kering seberat 1 ons. Tersangka ketahuan mempunyai barang haram itu setelah petugas memancingnya dengan pura-pura membeli dengan harga Rp50 ribu pada hari Selasa (19/6) pukul 21.00 WIB.

Selain itu, petugas juga menemukan tiga bungkus ganja kering lainnya di dalam pot bunga di rumah Nurlaila, seorang ibu rumah tangga. Yang bersangkutan kini berstatus tersangka, dan petugas pun menahannya.

"Petugas yang tertembak setelah mendapat perawatan darurat di IGD Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien Meulaboh, terpaksa dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara di Banda Aceh," kata Kapolres menjelaskan.

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa tiga polisi Kabupaten Nagan Raya, yakni Bribda Saiful Amri, Bribda Rahmad Agustiar, dan Bribda Fitriawan mendapat informasi bahwa ada pengedar ganja di kawasan mereka setelah menemukan tersangka.

Kepolisian bersama Brimob Kompi-V Ujung Patihah saat ini terus melakukan penyisiran ke dalam perkebunan sawit karena petugas menemukan jejak tersangka yang kemungkinan masih berada di lokasi itu.

"Belum kami temukan, dan akan terus kami lakukan pencarian bersama anggota Brimob Kompi-V Ujong Patihah," ujarnya.

Editor: SASTROY BANGUN
(dat06/antara)

http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=251268:polisi-ditembak-penjual-ganja&catid=13:aceh&Itemid=26

Monday, 21 May 2012

Seorang Balita Tertembak Pistol Ayahnya


Mohamad Burhanudin | Agus Mulyadi | Senin, 21 Mei 2012 | 16:02 WIB

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Muhammad Reza (4), seorang anak balita anggota kepolisian di Desa Blang Peuria, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara, Senin (21/5/2012) sekitar pukul 12.00 WIB, tertembak senjata api jenis pistol di bagian kepala. Korban saat ini masih dalam kondisi kritis di Rumah Sakit Um um (RSU) Cut Meutia, Aceh Utara.
Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Cut Meutia, Fakhrizal, saat dihubungi, mengatakan, korban mengalami luka tembus akibat tertembak dari hidung hingga kepala bagian atas. Oleh karena itu, korban perlu di-CT scan dan dioperasi.
Untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik, pihak RSU Cuta Meutia merujuk korban salah satu rumah sakit di Medan.
Reza tertembak oleh ayah pistol ayahnya, Brigadir Juliadi, yang sedang membersihkan senjata api itu di rumahnya. Diduga, picu pistol terkokang secara tak sengaja, lalu meletuskan tembakan ke arah anak tersebut.
Kepolisian Resor Lhokseumawe belum bisa dimintai keterangan mengenai kasus tersebut.

http://regional.kompas.com/read/2012/05/21/16025991/Seorang.Balita.Tertembak.Pistol.Ayahnya..

Tuesday, 14 February 2012

Penghuni LP Aceh Timur Ricuh, 2 Napi Ditembak


Senin, 13 Februari 2012 16:49 wib






BANDA ACEH - Penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Idi Rayuek di Kabupaten Aceh Timur, rusuh. Bangunan lapas dibakar para penghuni yang mengamuk karena kesal dengan ulah petugas. Dua penghuni LP terpaksa ditembak petugas.

Informasi dihimpun okezone dari beberapa sumber, kericuhan dipicu oleh kekesalan sebagian nara pidana yang tidak mendapat nasi tambah dari sipir.

Mereka mengamuk dengan melempar para petugas dan membakar pos dan kantin di dalam lapas. Di tengah kericuhan para napi juga nekat menerabas pintu untuk melarikan diri.

Sejumlah aparat Polres Aceh Timur dikerahkan ke lokasi. Polisi ikut melepaskan tembakan untuk menenangkan narapidana.

Dua napi terkena tembakan dan kini masih dirawat di RSUD Kota Idi Rayeuk. Belum diketahui identitas napi yang terkena tembak tersebut.

Kapolres Aceh Timur AKBP Eka Putra mengatakan pihaknya belum bisa memberi keterangan karena masih mengecek ke lokasi untuk memimpin penanganan kericuhan.

“Keterangannya masih dikumpulkan,” kata Eka saat dihubungi okezone, Senin (13/2/2012).

Sementara Kepala Devisi LP Kanwil Kemenkum HAM Aceh, Djauhari, mengaku pihaknya sudah mendapat laporan adanya kericuhan di LP Idi. “Sudah dapat laporan, ada kebakaran dan ada yang tertembak. Tapi saya belum bisa kasih keterangan,” singkatnya saat dikonfirmasi.

(ton)



http://news.okezone.com/read/2012/02/13/340/574853/penghuni-lp-aceh-timur-ricuh-2-napi-ditembak

Tuesday, 7 February 2012

Wah, Seorang Remaja Nekad Tabrakkan Mobil




Nasional / Rabu, 8 Februari 2012 00:30 WIB


Metrotvnews.com, Banda Aceh:Seorang remaja yang mengendarai mobil jenis minibus nekad menabrak sejumlah mobil dan sepeda motor di Kota Banda Aceh. Karena tidak menggubris peringatan polisi pelaku akhirnya ditembak.

Kecelakaan beruntun terjadi saat sebuah mobil yang dikemudikan Muhammad Zuhari (20), menabrak mobil sedan yang sedang parkir di kawasan Taman Sari, Banda Aceh. Akibat tabrakan itu mobil sedan terus menabrak mobil yang berada di depannya.

Karena panik, pelaku kembali melaju dengan kecepatan tinggi dan menabrak dua pengendara sepeda motor di kawasan Jalan Perdagangan. Meski telah diminta berhenti oleh warga, sang pengemudi kembali melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian warga.

Nyaris menabrak anggota polisi, pelaku akhirnya dilumpuhkan dengan senjata api yang mengenai bagian wajah korban. Selain mobil, pelaku juga menabrak sebuah becak dan sepeda motor yang dikendarai polisi.

Polisi langsung mengamankan empat penumpang yang semuanya masih remaja ke Polresta Banda Aceh, untuk dimintai keterangan. Sementara dua pengendara sepeda motor yang mengalami luka ringan dibawa ke rumah sakit.(DNI)

http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/02/08/144892/Wah-Seorang-Remaja-Nekad-Tabrakkan-Mobil/6

Ugal-Ugalan, Pengemudi Avanza Ditembak Polisi


Selasa, 7 Februari 2012 




BANDA ACEH- Polisi terpaksa melepaskan tembakan untuk menghentikan laju mobil Toyota Avanza setelah mobil tersebut menabrak orang dan sejumlah kendaraan lainnya di jalan-jalan dalam kota Banda Aceh. Tidak ada korban tewas dalam peristiwa Selasa (7/2/2012) sore.

Namun Muhammad Muzari (20), sopir Avanza bernomor Polisi BL 726 LC tersebut terkena tembakan dan dilarikan ke Rumah Sakit. Pemuda asal Blang Bintang, Aceh Besar itu mengalami luka tembak di bagian leher dan kini dirawat intensif di RSU Zainal Abidin Banda Aceh.

Seorang perempuan yang menjadi korban tabrakan itu pun ikut dirawat di Rumah Sakit tersebut.

Korban dihadang dan ditembak Polisi di depan Masjid Kampung Mulia, setelah terlibat aksi kejar-kejaran bak film action. Polisi mengejar Avanza pelaku karena mobil tersebut melarikan diri setelah menabrak mobil jenis Mitsubishi Lancer di depan Café Black Jack kawasan Taman Sari.

Saat melarikan diri di jalanan kota, Avanza yang dikendarai Muhammad ikut menabrak orang dan sepeda motor yang parkir di sisi jalan. Bukan hanya itu, motor milik Polisi yang sedang mengejarnya ikut jadi sasaran.


Kapolresta Banda Aceh Kombes Moffan MK mengatakan, ada empat mobil milik warga dan satu milik Polisi rusak setelah ditabrak mobil pelaku. “Dalam mobil itu terdapat empat orang, dua laki-laki dua perempuan,” katanya kepada wartawan di Mapolresta.

Kejadian, tutur Moffan berawal dari depan Cafe Black Jack. Avanza dikenderai Muhammad meluncur dengan kecepatan tinggi dan menabrak sedan Lancer milik warga yang parkir di sisi jalan di sana. Lancer itu melaju kemudian menyeruduk mobil Suzuki AVP yang parkir di depannya.

Pemilik AVP mengejar mobil pelaku untuk meminta pertanggungjawaban, namun bukannya berhenti, pemuda itu malah makin menekan pedal gas mobilnya ke arah jalan di pusat perbelanjaan tradisional Pasar Atjeh. Kencangnya laju mobil di kawasan tersebut membuat warga yang sedang berbelanja panik.

Di jalan Perdagangan, Avanza pelaku ikut menyeret beberapa sepeda motor yang parkir di sisi jalan itu, bahkan seorang ibu bersama anak gadisnya yang berada di sana ikut diserempet. Gadis muda itu kini dirawat di RSU.

Tak berhenti di situ, Muhammad kemudian memacu mobilnya ke arah Peunayong dan ikut menabrak seunit becak motor di sana. Kemudian Avanza itu terus melaju dengan kecepatan tinggi ke arah Kampung Mulia.

Di depan SPBU Kampung Mulia, mobil tersebut ikut menabrak motor milik Polisi yang mengejarnya. “Dia lari ketemu jalan buntu, balik kanan ada sepeda motor anggota, motor anggota ikut ditabraknya. Dia lari ke kiri di Kampung Mulia, menabrak lagi mobil AVP warna hitam,” jelas Moffan.

Avanza itu kemudian masuk ke jalan menuju Masjid Kampung Mulia. Tepat di depan Masjid Polisi dengan menggunakan Kijang kapsul menghadang dengan bergelantung di pintu dan mengarahkan senjata ke arah Avanza, meminta pengendara menghentikan aksinya.

Namun, mobil tersebut terus melaju dan menabrak Kijang milik Polisi. “Mobilnya di tabrak senjata meletus sehingga mengenai hidung sebelah kiri tembus ke leher,” sebut Moffan.

Proyektil peluru yang tembus itu ikut menyerempet Husaini (20) rekan disamping tersangka, namun warga Punge Blang Cut Banda Aceh itu tidak mengalami luka serius. Tersangka langsung dikeluarkan dari mobil dan dilarikan ke RSU Zainal Abidin.

Polisi kemudian menyita Avanza yang mengalami kerusakan serius di bagian depan dan belakang serta mengamankan tiga orang teman tersangka.

Menurut Moffan kondisi korban kini dalam keadaan sadar dan bisa diajak ngomong. “Dia mengaku umur 20 tahun, namanya adalah Muhammad Muzari, tinggal di Blang Bintang,” katanya.

Polisi saat ini masih memeriksa tiga teman pelaku yang semuanya masih berusia belia. Sementara barang bukti berupa Avanza dan empat mobil yang jadi korban tabrakan lainnya diamankan di Mapoltabes.

Teman pelaku mengaku saat itu mereka sudah berteriak-teriak di dalam mobil meminta Muhammad menghentikan mobilnya, namun tersangka tak menggubrisnya.
(ugo)

http://news.okezone.com/read/2012/02/07/339/571479/ugal-ugalan-pengemudi-avanza-ditembak-polisi

Sunday, 31 July 2011

Pemuda Stres Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 27 Juli 2011 | 8:22

[BANDA ACEH] Safrizal (36) warga sipil asal kota Langsa yang selama ini menetap di sebuah rumah kost di kawasan Kelurahan Peuniti Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa (26/7) pukul 13.40 WIB tewas ditembak anggota Polisi Airud Polda Aceh.

Penembakan itu dilakukan aparat untuk menyelamatkan nyawa anggota polisi yang dibocok pelaku dengan parang, namun masih juga dikejar sehingga terjatuh saat lari dari kejaran korban, pelaku terus bersaha untuk membacok kembali.

Kasat Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Kota Banda Aceh AKP Isharyadi membenarkan terjadi insiden penembakan terhadap warga sipil yang berusaha membunuh seorang anggota Direktorat Polisi Airud Bripka Sufi Herman Hasibuan dengan menggunakan parang. Apalagi anggota polisi yang jatuh saat lari dari kejaran korban itu sebelumnya telah dibacok di bagian punggung oleh pelaku.

Untuk menghidari jatuhnya korban lebih banyak, akhirnya Briptu Rahmad anggota Pol Airud mencoba membela temannya dengan menembak pelaku. Sesaat kemudian pelaku jatuh tersungkur dan anggota polisi yang kena bacok dilarikan ke rumah sakit oleh aparat. Sementara Briptu Rahmat yang menembak warga sipil kini masih diperiksa di markas Airud, terang Isharyadi.

Pemuda Stres
Informasi di lokasi kejadian menyebutkan, pemuda yang tewas bernama Safrizal itu adalah warga Kota Langsa yang selama ini sering lewat di kawasan Peuniti dengan membawa parang, sehingga banyak masyarakat di sana takut dan selalu menghindar jika korban sedang melintasi suatu kawasan. Jenasahnya masih disemayamkan di RS Bhayangkara Polda Aceh.

Syafrizal diduga stres. Sebab warga di lokasi kejadian sering melihat korban berkeliaran dengan senjata tajam di tangan, prilaku korban membuat banyak penduduk kawasan itu resah, tingkah aneh tersebut membuat pemilik rumah kontrak tempat Safrizal tinggal bernama Ibu Maria, meminta bantuan kepada menantunya yang juga salah satu anggota Direktorat Polisi Airud Polda Aceh untuk membantu menyelesaikan masalah.

Kemudian, pada Selasa sore datanglah lima polisi berpakaian safari ke rumah Maria. Selang beberapa saat, ia mengaku mendengar suara orang mengamuk dan melihat Safrizal mengejar kelima polisi itu dengan parang di tangan. Saat itulah terjadi aksi bacok dan juga penembakan terhadap pelaku. Kasusnya saat ini sedang ditangani Poltabes Banda Aceh. [147]


http://www.suarapembaruan.com/home/pemuda-stres-tewas-ditembak-polisi/9458

Tuesday, 26 July 2011

Bacok Polisi, Pria Stres Ditembak Mati

Banda Raya - 27 July 2011 | 5 Komentar

Banda Aceh | Harian Aceh – Safrizal, 36, pedagang rokok di Pasar Pagi Gampong Ateuk, Banda Aceh, tewas ditembak, Selasa (26/7) sekitar pukul 13.00 WIB. Pria yang diduga stres itu ditembaki karena membacok anggota Dit Pol Air Polda Aceh.

Korban Bacok

Istri Bripka Sufi Herman Hasibuan menangis di RS Kesdam Iskandar Muda saat menunggu suaminya menjalani dioperasi setelah dibacok oleh pemuda stres, Selasa (26/7) siang. Sementara pemuda stres itu tewas ditembak oleh polisi lainnya. (Harian Aceh | Junaidi Hanafiah)

Kondisi Bripka Sufi Herman Hasibuan yang menjadi korban bacokan hingga tadi malam masih kritis. Sufi nyaris dicincang kalau temannya, Briptu Rahmad (dari kesatuan yang sama), tidak segera mengarahkan tembakan ke tubuh Safrizal.

Kadensus 88 Polda Aceh AKBP Sutri Hamdani menyebutkan, kejadian itu berlangsung di sebuah rumah kost di Lorong Buntu, Peuniti (belakang Kios Bakso Idola). Safrizal yang dikenal sering membuat onar, kata Sutri, sedang mengamuk di kamarnya di lantai dua kos-kosan itu. “Saat ibu kost, Maria, pulang ke rumah, anak-anak kos pada ngomong, Safrizal itu mau bacok kita, nggak tahu masalah apa,” kata Sutri yang ditemui wartawan di RS Kesdam.

Kemudian, lanjut dia, ibu kost itu memanggil menantunya yang kebetulan anggota Polri. “Bersama rekan-rekannya berjumlah lima orang, mereka naik ke lantai dua. Belum sempat bicara, dia (Safrizal) langsung ayunkan parang. Anggota tadi langsung lari ke bawah. Yang paling belakang Bripka Sufi Hasibuan, dibacok, kena di pinggang sebelah kanan,” katanya.

Sufi Hasibuan pun tersungkur. Bukannya berhenti menyerang, lanjut Sutri, justru Safrizal ingin mencincangnya. Saat itulah Briptu Rahmad yang kebetulan membawa senjata api, menembaknya. “Dia kena di bagian leher sebelah kanan,” jelas Sutri. “Safrizal tewas, sedangkan Sufi Hasibuan harus menjalani operasi di Rumah Sakit Kesdam.”

Menurut Sutri, Safrizal memang seperti memiliki gangguan jiwa. “Setiap dimintai uang kost, dia selalu marah dan mengasah-asah parang,” katanya. Pernyataan Sutri ini mirip dengan pengakuan sejumlah warga di kawasan tersebut. Warga kerap melihat pria asal Kota Langsa itu berkeliaran dengan membawa parang. “Dia juga sering bawa pisau dan mengancam orang,” kata warga Peniti.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Armensyah Thay melalui Kasat Reskrimnya AKP Isharyadi mengatakan Safrizal menghembus nafas terakhir dalam perjalanan ke RS Bhayangkara Polda Aceh di Lamteumen, Banda Aceh.

Sementara Bripka Sufi Herman Hasibuan yang mengalami luka bacok di punggung dan lengan sebelah kanan menjalani perawatan intensif di Ruang ICU RS Kesdam Iskandar Muda, Banda Aceh. Sedangkan kawannya, Briptu Rahmat yang melepaskan tembakan terhadap Syafrizal, masih menjalani pemeriksaan Provost Satpolair Polda Aceh.(dad/bay)

Follow Twitter @harianaceh

http://harian-aceh.com/2011/07/27/bacok-polisi-pria-stres-ditembak-mati?utm_source=%23harianaceh&utm_medium=harian-aceh.com&utm_campaign=%23visitaceh

Tuesday, 4 May 2010

Wah... Polisi Penembak TNI Divonis Bebas

Selasa, 4 Mei 2010 | 19:28 WIB


BANDA ACEH, KOMPAS.com — Majelis hakim Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (4/5/2010), memvonis bebas terdakwa Briptu Yasir Arafat. Majelis berpendapat, terdakwa tidak terbukti bersalah menembak mati seorang anggota TNI.

Menurut majelis hakim yang diketuai M Arsyad Sundusin itu, perbuatan terdakwa tidak terbukti melanggar Pasal 359 KUHP tentang kelalaian sehingga orang lain meninggal dunia seperti tuntutan jaksa.

Pada persidangan sebelumnya, jaksa Nur Albar menuntut terdakwa dengan hukuman 10 tahun penjara. Pasalnya, anggota Samapta Polda Aceh itu bersalah menembak mati Serka Ismail Lopa, yang bertugas di Koramil Ulee Kareng, Banda Aceh.

Oknum TNI itu ditembak tidak jauh dari rumahnya di Desa Cot Lamkeuweuh, Banda Aceh, pada 19 Oktober 2009 sekitar pukul 19.30. Terdakwa menembak karena perilaku korban mencurigakan.

Menurut majelis hakim, penembakan itu dilakukan terdakwa dalam kapasitasnya sebagai polisi. Saat itu, terdakwa pun mencurigai bahwa korban membawa minuman keras. Ia juga sudah memerintahkan korban untuk menyerahkan diri. "(Namun) korban tetap tidak menggubrisnya, bahkan mencoba kabur dengan mobil hingga nyaris menabrak terdakwa. Lalu terdakwa berusaha mengejar dan sempat memberikan tiga kali tembakan peringatan," kata Ketua Majelis Hakim.

Karena korban tetap mencoba kabur, terdakwa akhirnya berniat menembak ban belakang mobil korban. Akan tetapi, tembakan itu mengenai kaca pintu belakang hingga akhirnya korban tertembak di leher belakang.

Dari fakta persidangan, kata majelis hakim, korban terbukti membawa minuman keras sehingga terdakwa sebagai anggota polisi harus bertindak. Minuman keras sebanyak tiga karung ini juga dihadirkan ke persidangan sebagai barang bukti.

Sebelum mengambil keputusan, kata dia, majelis hakim juga mempertimbangkan hal-hal meringankan, yakni terdakwa tidak bermaksud menembak mati korban dan juga sempat membantu membawanya ke rumah sakit.

Dalam putusannya, majelis memerintahkan JPU agar memusnahkan barang bukti minuman keras milik korban dan mengembalikan pistol yang digunakan terdakwa ke Polda Aceh dan pakaian korban yang penuh bercak darah.

Atas putusan itu, jaksa menyatakan pikir-pikir.

http://regional.kompas.com/read/2010/05/04/19282836/Wah....Polisi.Penembak.TNI.Divonis.Bebas-5