BANDAR LAMPUNG - Satu dari tujuh pembegal spesialis truk di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, terpaksa ditembak petugas Unit Reserse Polsek Labuhanmaringgai.
Kapolsek Labuhanmaringgai, AKP Rahmadi Asbi, menjelaskan, pelaku yang ditembak bernama Nur (30), warga Desa Jabung, Lampung Timur. Dua kaki pelaku terpaksa ditembak.
“Dia kami tembak karena melawan dan membahayakan anggota saat akan ditangkap,” terang Rahmadi kepada Okezone, Rabu (28/11/2012).
Selain itu, petugas juga menangkap rekan Nur, Tromil Hadi (37), warga Desa Tanjungaji, Lampung Timur.
Rahmadi menjelaskan, para pelaku membegal truk Mitsubishi Colt diesel bermuatan jengkol seberat tujuh ton milik Nurhadi (50), warga Desa Jayamakmur, Tulangbawang.
“Truk itu dirampas saat melintas di Labuhanmaringgai pada Rabu, 27 November kemarin sekira pukul 01.00 WIB,” katanya.
Hingga kini petugas masih memburu lima pelaku lain yang saat kejadian berhasil melarikan diri.
(ton)
http://news.okezone.com/read/2012/11/28/340/724232/begal-truk-angkut-7-ton-jengkol-nur-ditembak-polisi
Showing posts with label nopember 2012. Show all posts
Showing posts with label nopember 2012. Show all posts
Friday, 14 December 2012
Thursday, 29 November 2012
Penyerang Polisi di Cimanggis Kakak Beradik, Mengaku Punya Ilmu Kebal
Rabu, 28/11/2012 15:32 WIB
Kedua bersaudara itu bernama Ardiansyah (21) dan Taufik (20)--sebelumnya ditulis berusia 14 tahun. Mereka menyerang anggota tim Buser Polsek Cimanggis, Brigadir Puguh dengan celurit. Taufik tertembak di bagian dada.
Kepada polisi, Taufik mengaku berniat merampas motor di Jalan Raya Tapos. Kawasan tersebut terkenal sepi dan jauh dari permukiman. Sebagai 'bekal', ia membawa dua senjata tajam, sangkur dan celurit.
"Pelaku bilang kakaknya punya ilmu kebal. Ya, tapi nggak pengaruh buat petugas," ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto kepada detikcom di Mapolsek Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Rabu (28/11/2012).
Penyerangan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (28/11/2012). Anggota Buser, Brigadir Puguh dan Brigadir Sisgiarto, sedang berpatroli di Jalan Raya Tapos. Keduanya melihat pelaku mendorong motor Mio yang tak bernopol.
Saat akan diperiksa, Ardiansyah menyerang Puguh. Dia tak menggubris dua tembakan peringatan. Puguh pun menembak Ardiansyah, kena di dada kanan. Namun hal ini tidak membuat Ardiansyah tumbang.
"Pelaku masih sempat menyuruh adiknya lari. Tapi cepat ditangkap," sebut Andre.
Saat ini, Ardiansyah dirawat di RS Polri Kramatjati. Sedangkan adiknya, ditahan dan diperiksa di Mapolsek Cimanggis. Sementara Brigadir Puguh sempat dirawat di RS Polri Kramatjati.
Andre membantah Brigadir Puguh mengalami luka parah dan kritis. "Hanya terluka di tangan saja. Ada beberapa jahitan. Sekarang sudah pulang ke rumah untuk istirahat. Dokter sudah memperbolehkannya pulang," tegas Andre.
(try/try)
http://news.detik.com/read/2012/11/28/153216/2104001/10/penyerang-polisi-di-cimanggis-kakak-beradik-mengaku-punya-ilmu-kebal
Labels:
buser,
cimanggis,
Curanmor,
depok,
ditembak dada,
ilmu kebal,
nopember 2012
Oknum Polisi Diduga Tembak Wanita Hamil
Oknum polisi ini diduga cemburu karena Frederika punya kekasih lain.
Jum'at, 23 November 2012, 08:08VIVAnews - Seorang wanita di Papua, Federika Metelmetti (38), tewas dengan luka tembak. Jasadnya ditemukan warga di dekat Pos Polisi Kalimak, Jalan Trans Papua, Distrik Mandobo, Bovendigul, Papua. Frederika diduga dibunuh oleh oknum polisi.
Dari data yang berhasil dihimpun, penembakan itu diawali percekcokan antara Frederika dan oknum polisi itu. Oknum polisi dan Frederika ada jalinan asmara. Sehingga, diduga pembunuhan itu berlatar belakang asmara. Oknum polisi itu diduga cemburu karena Frederika memiliki kekasih lain.
Penembakan ini menggegerkan warga Bovendigul. Mayat Frederika ditemukan tergeletak pada Rabu dini hari. Oknum polisi yang diduga menembak Frederika kemudian diamankan ke Markas Polres setempat. Sementara jenazah Frederika dievakuasi ke Merauke.
Kepala Bidang Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya, membenarkan peristiwa penembakan ini. "Dari tubuh korban ditemukan peluru kaliber 4.5," kata Sumerta saat dikonfirmasi pada Kamis malam, 22 November 2012.
Selain luka tembak di bahu kanan tembus belakang, rahang kiri Frederika juga patah. Diduga akibat hantaman benda tumpul. "Selain ditembak, korban juga dipukul," kata Sumerta. "Korban hamil lima atau enam bulan,"katanya.
Saat ini, kata Sumerta, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. "Pelakunya masih dalam proses lidik dan belum diketahui motif pembunuhan ini,"katanya. Sumerta memastikan bahwa kasus ini ditangani oleh Polres setempat.
http://us.nasional.news.viva.co.id/news/read/369475-oknum-polisi-diduga-tembak-wanita-hamil
Labels:
boven digul,
ditembak mati,
kalimak,
mandovo,
nopember 2012,
oknum,
selingkuh
Dua Pendekar Silat Ditembak Polisi
Kamis, 29 November 2012, 07:50Anggi Kusumadewi
Dua pendekar silat ditembak di Lamongan.(ANTV)
Dua orang anggota perguruan silat SHT yang kebetulan bersaudara, Rudi dan Heru, dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri, Lamongan, setelah diduga tertembak oleh oknum polisi.
Kedua korban hingga kini masih dirawat di RS, sementara polisi menunggu hasil bedah terhadap mereka untuk mengetahui jenis peluru yang melukai adik-kakak itu.
Oknum polisi diduga melepaskan dua kali tembakan ke arah ribuan anggota perguruan silat SHT ketika arak-arakan memasuki Desa Dampit. Tembakan itu mengenai Rudi dan Heru yang sedang berboncengan motor. Mereka pun langsung terkapar.
Kapolres Lamongan menyatakan, polisi masih menyelidiki kasus penembakan itu. Mereka belum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Lihat peristiwa penembakan itu di tautan video ini. (adi)
Oknum polisi diduga melepaskan dua kali tembakan ke arah ribuan anggota perguruan silat SHT ketika arak-arakan memasuki Desa Dampit. Tembakan itu mengenai Rudi dan Heru yang sedang berboncengan motor. Mereka pun langsung terkapar.
Kapolres Lamongan menyatakan, polisi masih menyelidiki kasus penembakan itu. Mereka belum mengetahui penyebabnya dengan pasti. Lihat peristiwa penembakan itu di tautan video ini. (adi)
http://us.video.news.viva.co.id/read/22096-dua-pendekar-silat-ditembak-polisi
Labels:
ditembak,
Jatim,
lamongan,
nopember 2012,
oknum,
pencak silat,
tidak dengan sengaja
Wednesday, 28 November 2012
Begal Truk Angkut 7 Ton Jengkol, Nur Ditembak Polisi
Rabu, 28 November 2012 10:41 wib
BANDAR LAMPUNG - Satu dari tujuh pembegal spesialis truk di Kabupaten Lampung Timur, Lampung, terpaksa ditembak petugas Unit Reserse Polsek Labuhanmaringgai.
Kapolsek Labuhanmaringgai, AKP Rahmadi Asbi, menjelaskan, pelaku yang ditembak bernama Nur (30), warga Desa Jabung, Lampung Timur. Dua kaki pelaku terpaksa ditembak.
“Dia kami tembak karena melawan dan membahayakan anggota saat akan ditangkap,” terang Rahmadi kepada Okezone, Rabu (28/11/2012).
Selain itu, petugas juga menangkap rekan Nur, Tromil Hadi (37), warga Desa Tanjungaji, Lampung Timur.
Rahmadi menjelaskan, para pelaku membegal truk Mitsubishi Colt diesel bermuatan jengkol seberat tujuh ton milik Nurhadi (50), warga Desa Jayamakmur, Tulangbawang.
“Truk itu dirampas saat melintas di Labuhanmaringgai pada Rabu, 27 November kemarin sekira pukul 01.00 WIB,” katanya.
Hingga kini petugas masih memburu lima pelaku lain yang saat kejadian berhasil melarikan diri.
(ton)
http://news.okezone.com/read/2012/11/28/340/724232/begal-truk-angkut-7-ton-jengkol-nur-ditembak-polisi
Labels:
bandar lampung,
nopember 2012,
pembegal truk ditembak,
Sumsel
Petinggi Polisi Bilang Bukan Ditembak, Tapi Terkena Benturan. Masak Sih?
Selasa, 27 November 2012 | 15:39
Dua Nelayan Serang Ditembak
http://www.suarapembaruan.com/home/petinggi-polisi-bilang-bukan-ditembak-tapi-terkena-benturan-masak-sih/27431?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Ditembak tidak tewas
PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Ardiansyah (20), satu dari dua perampok yang menclurit, Brigadir Sisgiarto dan Brigadir Puguh Subiyanto anggota Buser Polsek Metro Cimanggis Depok diduga menggunakan ilmu kebal. Pasalnya, warga Tapos Bogor Jawa Barat tersebut masih bisa bertahan saat polisi melepaskan tembakan yang mengenai dada kanannya.
"Ya, diduga gunakan ilmu kebal, padahal petugas kami sempat melepaskan tembakan dan mengenai dadanya bagian kanannya setelah ia (Ardiansyah) menclurit petugas kami Brigadir Puguh. Dalam keadaan terhyung pelaku masih sempat menebaskan clurit ke arah Brigadir Sisgianto," ungkap Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kahardi, Rabu (28/11)
Memang, katanya lagi, Ardiansyah dirawat di RS. Sentra Medika Depok dan masih bisa bertahan dan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.
Sedangkan, lanjutnya, satu anak buahnya Brigadir Sisgianto yang terluka di bagian perut sebelah kirinya dalam perawatan intesif di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Sedangkan Brigadir Puguh Subiyanto yang terkena clurit di bagian tanggannya dijahit dengan 36 jahitan.
Pihaknya, kata Kapolres sedang melakukan pengejaran terhadap temannya yang lain yang diduga masih berkeliaran di Depok, Bogor dan Jakarta.
"Mereka ini spesialis pelaku curanmor," tambahnya.
Brigadir Sisgiarto dan Brigadir Puguh Subiyanto, anggota Buser Polsek Metro Cimanggis Depok, terluka setelah diclurit saat duel dengan dua perampok yang saat itu sedang melakukan patroli di Pebayunan Tapos Cimanggis, Depok, Rabu (28/11) sekira pukul 02:00. (jak)
http://portalkriminal.com/index.php/crime-story/2889-ditembak-tak-tewas-perampok-yang-menusuk-polisi-gunakan-ilmu-kebal-3
Labels:
cimanggis,
Curanmor,
depok,
ditembak dada,
nopember 2012,
perampok
Ini Penjelasan Kapolri Soal Tewasnya 3 Polisi Oleh OTK di Papua
Selasa, 27/11/2012 14:39 WIB
Jakarta - Tiga anggota Polri menjadi korban penembakan oleh orang tak dikenal (OTK) di Papua. Ketiga korban adalah Kapolsek Pirime Ipda Rofli Takubesi dan 2 anggotanya. Kapolri Jenderal Timur Pradopo mengatakan masih mendalami dan menyelidiki pelaku penembakan tersebut. Belum bisa dipastikan apakah pelakunya Organisasi Papua Merdeka (OPM) atau bukan.
"Kita tunggu hasil penyelidikan. Itu yang masih kita dalami," ujar Timur sebelum mengikuti rapat kabinet paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Timur menjelaskan peristiwa penembakan tersebut terjadi sekitar pukul 04.00 WIT. Lokasi Mapolsek Pirime berada di wilayah puncak Jaya Wijaya, sekitar 8 jam perjalanan dari kota Jayapura.
Timur juga membenarkan korban penembakan berjumlah tiga orang, yaitu Kapolsek Pirime dan dua anggotanya. "Kapolda Papua juga sudah mendekati TKP. Situasinya sudah bisa dikendalikan Kapolres," imbuhnya.
Timur juga mengatakan ketiga korban penembakan telah ditemukan, dan saat ini polisi masih melakukan penyelidikan. Satu SSK Brimob juga sudah diterjunkan ke lokasi untuk pengamanan wilayah.
"Status keamanan tetap bahwa lokasi terlokalisir di satu lokasi Jaya Wijaya," kata Timur.
Penyerangan pagi tadi menambah catatan peristiwa berdarah di Papua. Sebelumnya pada Oktober lalu, penembakan juga terjadi. Kala itu, personel gabungan TNI/Polri diserang kelompok bersenjata di Muara Sungai Kebo, Distrik Kebo, Kabupaten Paniai, Papua. Dua orang prajurit TNI mengalami luka tembak.
(rmd/try)
http://news.detik.com/read/2012/11/27/143936/2102729/10/ini-penjelasan-kapolri-soal-tewasnya-3-polisi-oleh-otk-di-papua
Labels:
nopember 2012,
OPM,
pirime,
polisi ditembak mati,
Puncak Jaya
Kena Tembak, Pembacok Polisi Tetap Membabi Buta
Penulis : Lariza Oky Adisty | Rabu, 28 November 2012 | 17:07 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa pembacokan yang menimpa dua anggota polisi, yakni Brigadir Sisgianto dan Brigadir Puguh, di Kabayunan, Tapos, Depok, Rabu (28/11/2012) dini hari tadi, masih berada dalam penyidikan kepolisian.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan, polisi belum dapat mengajukan pertanyaan kepada kedua korban serta kedua pelaku, yakni Ardiansyah (20) dan Taufik Hidayat alias Dower (24). "Kedua petugas serta tersangka Ardiansyah masih berada dalam perawatan di RS Polri Kramat Jati," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (28/11/12).
Dalam peristiwa tersebut, Puguh mengalami luka bacok di kedua tangannya akibat menangkis sabetan celurit yang dilayangkan secara membabi-buta oleh Ardiansyah. Meski demikian, petugas polisi ini masih sempat melepaskan tembakan ke Ardiansyah.
"Tembakan tersebut mengenai dada dan tembus ke punggung pelaku. Namun, pelaku tak merasakan apa-apa sampai ia tersungkur di semak-semak," kata Rikwanto.
Setelah itu, Ardiansyah dibawa ke RS Sentra Medika, Depok. Puguh dan Sisgianto yang terluka di bagian perut juga dirawat di sana sebelum dirujuk ke RS Polri. Sekitar pukul 06.00 WIB, satpam RS Sentra Medika menelepon polisi dan memberi tahu bahwa ada pasien yang mengalami luka tembak di dada kanan. Polisi kemudian datang dan mengamankan orang itu, yang tak lain adalah Ardiansyah.
Celurit yang dibawa oleh Ardiansyah kini telah diamankan oleh petugas kepolisian. Adapun sangkur yang turut dibawa pelaku hingga kini masih dalam pencarian polisi.
Editor :
Laksono Hari W
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/11/28/17072055/Kena.Tembak..Pembacok.Polisi.
Tetap.Membabi.Buta
Labels:
depok,
ditembak dada,
jabotabek,
nopember 2012,
pembacok polisi
Polsek Ditembaki OTK, Dua Polisi Tewas
Selasa, 27/11/2012, 12:08 WIB
Dari informasi yang dihimpun dari Jayapura, salah seorang anggota polisi yang tewas ditembak adalah Kapolsek Pirime berinisial T dan anggota lainya berinisial JR. Dan seorang anggota lainya berinisial DM masih dalam pencarian, demikian sepeti dikutip AntaraNews.
Kabid Humas Polda Papua, AKBP I Gede Sumerta Jaya ketika dikonfirmasi terkait informasi tersebut mengatakan pihaknya belum dapat data yang lengkap.
"Iya saya belum dapat konfirmasi, data yang lengkap dari sana," katanya.
Menurut dia, meskipun Polsek Pirime secara administrasi masuk dalam kabupaten Lany Jaya tetapi untuk wilayah hukum dan kerjanya masih menyatu dengan Polres Jayawijaya. (fat/an)
http://www.berita8.com/read/2012/11/27/27/58707/Polsek-Ditembaki-OTK,-Dua-Polisi-Tewas----
Labels:
lany jaya,
nopember 2012,
Papua,
polisi ditembak mati
Lagi, Pelajar Kepergok Menjambret
Lagi, Pelajar Kepergok Menjambret
Senin, 26 November 2012 17:10 WIB
TRIBUNJATIM.COM,SURABAYA - Arif W (26), penjambret kawakan yang sudah enam kali beraksi akhirnya ndlosor. Kaki kanan warga Rungkut Medokan Ayu Gg Buntu ini ditembak polisi setelah kepergok menjambret di Jl Jagir Wonokromo.
Kapolsek Wonokromo Kompol Indra Mardiana mengatakan Arif tertangkap kemarin siang. Saat itu Arif diketahui menjambret tas milik Dina Purwanti (27), warga Semampir AWS.
"Arif beraksi tak sendiri. Dia beraksi bersama BS (17), pelajar kelas dua SMK Negeri di Sidoarjo yang tinggal di warga Kembang Kuning Jaya Gg III," kata Indra di Mapolsek Wonokromo, Senin (23/11/2012) siang.
Mulanya, duo penjambret ini berkeliling di sekitar Jl Jagir Wonokromo. Setelah berada di depan SPBU Jagir, keduanya melihat Dina melintas. Saat itu mereka langsung beraksi sampai mengakibatkan Dina terjatuh.
"Saat itu tas korban yang berisi ponsel, dompet yang berisi uang Rp 600.000 berhasil diambil pelaku," jelas Indra.
Beruntung, penjambretan ini diketahui polisi. Setelah dikejar Arif dan BS yang kala itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX hijau dengan cepat ditangkap. Meski demikian upaya polisi kala itu tak mudah karena Arif melawan.
"Kaki kanannya terpaksa kami tembak karena dia melawan dan mencoba kabur," lanjut Indra.
Dalam pemeriksaan, Arif dan BS mengaku sudah enam kali menjambret. Hasilnya dipakai kedua pelaku untuk berfoya-foya.
"Saya hanya ikut-ikutan bersama Arif. Yang punya ide itu Arif," aku BS di Mapolsek Wonokromo.
Sumber : Surya
Reporter : Adrianus Adhi
Kapolsek Wonokromo Kompol Indra Mardiana mengatakan Arif tertangkap kemarin siang. Saat itu Arif diketahui menjambret tas milik Dina Purwanti (27), warga Semampir AWS.
"Arif beraksi tak sendiri. Dia beraksi bersama BS (17), pelajar kelas dua SMK Negeri di Sidoarjo yang tinggal di warga Kembang Kuning Jaya Gg III," kata Indra di Mapolsek Wonokromo, Senin (23/11/2012) siang.
Mulanya, duo penjambret ini berkeliling di sekitar Jl Jagir Wonokromo. Setelah berada di depan SPBU Jagir, keduanya melihat Dina melintas. Saat itu mereka langsung beraksi sampai mengakibatkan Dina terjatuh.
"Saat itu tas korban yang berisi ponsel, dompet yang berisi uang Rp 600.000 berhasil diambil pelaku," jelas Indra.
Beruntung, penjambretan ini diketahui polisi. Setelah dikejar Arif dan BS yang kala itu mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX hijau dengan cepat ditangkap. Meski demikian upaya polisi kala itu tak mudah karena Arif melawan.
"Kaki kanannya terpaksa kami tembak karena dia melawan dan mencoba kabur," lanjut Indra.
Dalam pemeriksaan, Arif dan BS mengaku sudah enam kali menjambret. Hasilnya dipakai kedua pelaku untuk berfoya-foya.
"Saya hanya ikut-ikutan bersama Arif. Yang punya ide itu Arif," aku BS di Mapolsek Wonokromo.
Sumber : Surya
Reporter : Adrianus Adhi
http://jatim.tribunnews.com/m/index.php/2012/11/26/lagi-pelajar-kepergok-menjambret
Labels:
ditembak,
Jatim,
nopember 2012,
Penjambret,
Surabaya,
Tembak Kaki
Friday, 23 November 2012
Residivis Pencuri Motor Ditembak
Submitted by redaksi on Fri, 23/11/2012 - 08:25
BANDARLAMPUNG, RIMANEWS - Dedi Irawan (30) residivis pencuri kendaraan bermotor ditembak kaki kirinya oleh anggota reserse kriminal Polresta Bandarlampung saat mencoba melarikan diri.
"Tersangka sudah sebelas kali melakukan pencurian kendaraan bermotor dan pernah mendekam di penjara," kata Kapolresta Bandarlampung Kombes M Nurochman saat gelar perkara kasus-kasus kriminal di Mapolresta di Bandarlampung, Kamis (22/11/2012).
Pelaku warga Kecamatan Jabung Kabupaten Lampung Timur tersebut telah menjadi target operasi karena sering melakukan kejahatan di wilayah Bandarlampung dan tersangka tertangkap di rumah salah satu rekannya di Kecamatan Teluk Betung Barat (TBB).
Ketika penangkapan, Nurohman mengungkapkan polisi telah mengepung rumah tersebut untuk mengantisipasi kaburnya pelaku dan saat itu tersangka berusaha kabur, tetapi berhasil ditangkap setelah polisi menembak kakinya.
Pelaku saat beraksi menurutnya, selalu membawa senjata api rakitan dan mendatangi sejumlah tempat seperti rumah makan dan rumah warga yang terdapat kendaraan bermotor.
"Tertangkapnya pelaku berdasarkan dari hasil pengembangan penyelidikan, pelaku sangat berbahaya karena dalam aksinya selalu membawa senjata api," katanya.
Pihak kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa dua unit kendaraan roda dua, satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver, lima butir amunisi FN, seperangkat alat hisap sabu-sabu, dan satu buah kunci leter T.
"Pelaku akan dijerat pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Nurochman.
Berdasarkan informasi dari dari tersangka, pistol rakitan tersebut didapat dari temannya yang digunakan untuk menakuti para korbannya.
"Saya pernah menjalani hukuman penjara tahun 2005," kata tersangka Dedi Irawan, saat ditanya polisi.
Dia mengaku melakukan tindak kejahatan ini karena untuk memenuhi kebutuhan istri yang sedang mengandung dan dua anak yang tahun depan akan masuk sekolah dasar.
"Istri saya sedang hamil delapan bulan dan tinggal dengan orang tua karena sebentar lagi akan melahirkan. Pernah berniat untuk bertobat tapi karena desakan ekonomi terpaksa mencuri lagi," ujarnya. Ia merasa sedih karena bakal tidak bisa mendampingi istrinya yang akan melahirkan.[ian/seruu]
http://m.rimanews.com/read/20121123/82651/residivis-pencuri-motor-ditembak?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
Labels:
Curanmor,
Lampung,
nopember 2012,
residivis,
Sumsel,
Tembak Kaki
Thursday, 22 November 2012
Ditembak polisi, Marzuki bantah ada peringatan
Selasa, 20 November 2012 − 16:35 WIB
Sindonews.com - Warga Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur yang menjadi korban penembakan Polisi Sektor Mangkutana membantah kalau petugas memberinya tembakan peringatan.Marzuki (19) warga Mangkutana yang menjadi korban penembakan menyatakan kalau polisi langsung mengarahkan senjata ke tubuhnya.
"Tidak benar, ada tembakan peringatan yang di lepaskan aparat tetapi langsung menembak saya," kata Marzuki ketika ditemui di RSU I La Galigo Wotu, Selasa (20/11/2012).
Marzuki menceritakan kronologis penembakan terhadap dirinya ketika dia mencoba kabur dengan melompat dari mobil karena salah seorang anggota polisi mengintimidasinya akan langsung membawa ke lembaga pemasyarakatan.
Dia pun memprotes penangkapan dirinya namun protes yang disampaikan tidak digubris. Akhirnya Marzuki memutuskan lompat dari mobil polisi dan melarikan diri, disaat itulah tertembak dari belakang tanpa ada tembakan peringatan.
Belakang diketahui polisi yang menembak bernama Aiptu Sumantri yang bertugas di Polsek Mangkutana.
“Setelah tertembak saya hanyut di sungai dan polisi tidak menolong. Keesokan harinya saya ditemukan warga selanjutnya ibu saya membawa ke Puskesmas kemudian dirujuk ke RSU I La Galigo Wotu," ucapnya sedih.
Sebelumya Kapolres Luwu Timur AKPB Andi Firman mengatakan, penembakan Marzuki pemuda yang beralamat di Kompleks Perumahan Cendana Hitam tersebut Kamis 15 November 2012 sekira pukul 02.00 Wita dini hari berawal korban digelandang ke Polsek Mangkutana dan berusaha kabur.
"Ketika dia (Marzuki) akan dimasukkan dalam tahanan melakukan perlawanan pada 3 petugas jaga yang tengah piket pada malam itu dan berhasil kabur dari Polsek setelah melompati posko penjagaan," ujarnya.
(ysw)
http://daerah.sindonews.com/read/2012/11/20/25/689907/ditembak-polisi-marzuki-bantah-ada-peringatan?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter
Labels:
ditembak,
korban,
luwu,
nopember 2012,
Sulsel
Polisi ditembak perampok lintas provinsi
Sabtu, 17 November 2012 17:19:00
Seorang anggota polisi yang bertugas di Polres Indragiri Hilir, Riau, menjadi korban penembakan pelaku perampokan yang diduga beroperasi lintas provinsi.
"Benar, ada seorang anggota polisi yang menjadi korban penembakan. Yakni atas nama Brigadir Aulia Harahap," kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Riau AKBP Anggaria Lopis seperti dilansir dari Antara, Sabtu (17/11).
Ia menjelaskan, peristiwa itu terjadi ketika sejumlah anggota polisi tengah melakukan penyergapan terhadap seorang perampok di Tembulihan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, pada Jumat (16/11).
Pelaku kata dia diketahui atas nama Hendro yang melakukan perlawanan saat akan disergap aparat berwajib.
Bahkan pelaku ini, kata dia, melakukan perlawanan dengan cara meletuskan tembakan senjata api secara membabi buta ke arah petugas.
"Akibatnya, salah satu anggota polisi atas nama Brigadir Aulia Harahap, mengalami luka tembak di bagian pelipis," katanya.
Ketika itu, lanjut Anggaria, korban lansung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Puri Husada yang kebetulan berjarak tidak jauh dari lokasi baku tembak antara aparat dengan pelaku perampokan.
"Ketika itu, proyektil peluru sempat bersaranh di pelipis wajah korban anggota polisi. Namun kabar terakhir, telah berhasil dikeluarkan," katanya.
Kepala Polres Indragiri Hilir, AKBP Dedi Rahmat yang dihubungi terpisah membenarkan peristiwa tersebut.
"Saat ini kami tengah dalam upaya pemeriksaan tersangka yang berhasil ditangkap saat itu juga," katanya.
Untuk sementara, demikian Dedi, dinyatakan benar bahwa pelaku perampokan ini merupakan pelaku kelas kakap yang kerap berpindah-pindah wilayah hingga antarprovinsi.
"Informsi terakhir, pelaku sempat melakukan aksi perampokan di Air Molek, Riau. Kasusnya masih akan terus didalami," katanya.
http://www.merdeka.com/peristiwa/polisi-ditembak-perampok-lintas-provinsi.html
Labels:
ditembak mati,
indragiri hilir,
nopember 2012,
perampok,
polisi ditembak,
Riau
Pelaku Penembakan Papua Ditembak Mati
Liputan6.com, Merauke: Sadis, seorang pendeta di Kabupaten Boven Digul, Papua, ditembak. Ia ditemukan dalam keadaan tewas tadi pagi, di Jalan Trans Asiki, Merauke.
Menurut keterangan dari pihak keluarga, terdapat dua luka tembak di tubuh korban yakni pada bagian kepala dan bahu. Selain itu juga terdapat beberapa luka memar akibat pukulan dan sabetan benda tajam.
Korban, Frederika Metalmeti atau pendeta Rika, diduga ditembak oleh teman dekatnya yang merupakan seorang anggota TNI. Kemungkinan terlibatnya anggota TNI dalam kasus itu, juga dibenarkan oleh Komandan Korem 174, Animti Waninggap, Merauke, Brigjen Edy Rahmadi. Hal itu diperkuat dengan penemuan sejumlah alat bukti di TKP.
Kesedihan pun menyelimuti keluarga yang tengah menunggu kedatangan jenazah Pendeta Frederika Metalmeti, yang sudah bertugas di Gereja Betlehem Pantekosta, Boven Digul, sejak sepuluh tahun lalu. Saat ini jenazah korban sudah diberangkatkan menuju Merauke, dengan menempuh perjalanan darat sejauh lebih dari 400 kilometer.(TNT)
http://news.liputan6.com/read/457318/sadis-pendeta-di-papua-ditembak
Labels:
boven digul,
ditembak mati,
ditembak tni,
merauke,
nopember 2012,
Papua
Pergoki Pencuri, Polisi Malah Ditembak
KAMIS, 22 NOVEMBER 2012 | 12:01 WIB
TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin sedang apes, seorang polisi, anggota Brigade Mobil Kelapa Dua, Depok, menjadi bulan-bulanan pencuri. Kejadian bermula saat Brigadir Dhanny Isriyono mencurigai tingkah laku sekelompok orang di sebuah rumah di kawasan Jatirangon, Bekasi, Jawa Barat, pada Kamis pagi, 22 November 2012.Sekitar pukul 04.30 tadi, Brigadir Dhanny melewati sebuah rumah di Jalan Ganceng RT 03/06, Jatirangon. Saat itu, ia memperhatikan gelagat empat orang yang diduga hendak mencuri di rumah itu. Dua orang perampok itu berusaha memasuki rumah, dan dua lagi berjaga di depan.
Penasaran, Brigadir Dhanny perlahan mendekati rumah itu untuk mengetahui apa yang terjadi. Sialnya, tiba-tiba salah satu pencuri yang berjaga di depan rumah mengeluarkan senjata api.
Mengetahui keselamatannya terancam, Brigadir Dhanny lari dan bersembunyi di sebuah kebun yang tak jauh dari rumah itu. "Para pencuri sempat mengeluarkan tembakan sebanyak tiga kali ke arah Brigadir Dhanny," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Kamis 22 November 2012.
Dihujani tembakan, Brigadir Dhanny balas menembak. Sayang, satu kali muntahan pelurunya meleset. Pencuri yang mengetahui tembakannya berbalas tembakan lalu melarikan diri. "Tidak ada korban dan kerugian," ujar Rikwanto. Kasus ini ditangani Kepolisian Sektor Pondok Gede.
SYAILENDRA
http://www.tempo.co/read/news/2012/11/22/064443378/Pergoki-Pencuri-Polisi-Malah-Ditembak
Labels:
Bekasi,
depok,
kelapa dua,
nopember 2012,
perampok,
polisi ditembak
Seorang dari Enam Rampok Tewas di Inhu Berindentitas Palsu
Senin, 19 Nopember 2012 17:58
Jajaran Polres Inhu menembak mati enam rampok. Salah seorang dari mereka dipastikan menggunakan indentitas diri palsu.
Riauterkini -RENGAT-Satu dari enam perampok yang ditembak mati Tim Anti Bandit Polres Inhu di Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Minggu (18/11/12) dini hari kemarin dipastikan menggunakan identitas palsu. Hal ini diketahui setelah anggota keluarga datang menjemput jenazah korban di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat.
Hal ini disampaikan Kapolres Inhu AKBP. Hermansyah kepada wartawan di Mapolres Inhu Senin (19/11/12) mengatakan, perampok yang menggunakan identitas palsu tersebut berinisial PM (28), warga Keritang, Kabupaten Inhil. Sebelumnya berdasarkan identitas yang diperoleh polisi, PM menggunakan identitas berinisial JI (57), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Ternyata setelah di lihat oleh anggota keluarga, mayat tersebut bukanlah JI, melainkan PM, warga Keritang, Kabupaten Inhil. Saat ini jenazah PM sudah dibawa oleh anggota keluarganya,” ujarnya.
Menurut Kapolres, selain PM, tiga jenazah perampok lainnya juga sudah diambil anggota keluarga, yakni WR (34), warga Keritang Kabupaten Inhil, SD (28) dan SR (32), sama-sama warga Lempuing Jaya, Ogan Kemirin Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Keduanya rekan satu kampung.
Sedangkan jenazah IR (38) warga Padamaran OKI Sumsel dan AR (34), warga Bababatan Lampung Selatan masih berada di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat. “Jadi dari enam jenazah perampok tersebut, empat sudah diambil oleh anggota keluarganya, sedangkan dua lainnya masih berada di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat,” tegasnya.
Dijelaskan Kapolres, enam kawanan rampok ini tercium sebelum melakukan perampokan terhadap salah seorang taoke sawit di Kecamatan Peranap. Informasi itu diperoleh dari masyarakat yang curiga dengan keberdaan mereka di sebuah rumah di Desa Gumanti sejak dua pekan terakhir. Selain itu, SR, SD dan WR merupakan DPO Polsek Lemping Jaya atas kasus yang sama.
Saat penggerebakan dilakukan para perampok ini melawan dan melepaskan tembakan kearah personil polisi. Akibatnya terjadi baku tembak antara polisi dan perampok. “Dalam suasana gelap dan hujan, kita tidak ingin mengambil resiko, apalagi kawanan perampok ini melakukan perlawanan. Makanya kita mengambil tindakan membalas tembakan hingga enam kawanan rampok ini meninggal dunia. Beberapa diantaranya meninggal saat akan dibawa ke Puskesmas Peranap,” ungkapnya.
Polres Inhu, terus melakukan pengembangan terhadap enam kawanan rampok ini, termasuk mencari siapa yang mengundangnya datang ke Peranap. Sebab tidak mungkin mereka datang sendiri di daerah tersebut. “Biasanya kalau kawanan rampok dari luar masuk ke satu daerah, pasti ada penunjuk jalannya. Ini masih kita selidiki. Namun yang jelas, modus yang akan mereka gunakan hampir sama dengan aksi perampokan terhadap empat toko emas di Pasar Airmolek. Sebab sebelum beraksi mereka menyewa rumah terlebih dahulu untuk memantau situasi sekitar,” urainya.
Dari penggerebekan terhadap enam perampok itu, polisi berhasil menyita dua pucuk senpi rakitan, dua pucuk air softgun, amunisi, dua bilah parang, sebo, lakban, handphone dan tali yang ditengarai akan digunakan saat beraksi. *** (guh)
hansip
mantap polres inhu,habisi perampok.ini baru polisi melindungi rakyat.jangan berubah lagi
Genk Motor
Mana berani polisi pekanbaru nembak. Bapak kami anggota juga...
h tengku aril
tinggal giliran poltabes pekanbaru berantas ngeng motor yang tidak tuntas2
POLISI
Kalau perlu semua penjahat ditembak mampus aja terima kasih sobat.........berani ngak ya buat rekan polis dipekanbaru.....????????????????
Jefry hansen
Salut buat Polisi wilayah hukum polda Riau dalam menuntaskan dan memberantas perampok perampok yang sangat sadis, semoga hal ini jadi pengajaran buat penjahat penjahat yang mencoba coba melakukan perampokan di Riau ....sekali lg salut buat Polisi Polda Riau
Jefry hansen
Salut buat Polisi wilayah hukum polda Riau dalam menuntaskan dan memberantas perampok perampok yang sangat sadis, semoga hal ini jadi pengajaran buat penjahat penjahat yang mencoba coba melakukan perampokan di Riau ....sekali lg salut buat Polisi Polda Riau
salim
asal jangan sembarang tembak saja
Jajaran Polres Inhu menembak mati enam rampok. Salah seorang dari mereka dipastikan menggunakan indentitas diri palsu.
Riauterkini -RENGAT-Satu dari enam perampok yang ditembak mati Tim Anti Bandit Polres Inhu di Desa Gumanti, Kecamatan Peranap, Minggu (18/11/12) dini hari kemarin dipastikan menggunakan identitas palsu. Hal ini diketahui setelah anggota keluarga datang menjemput jenazah korban di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat.
Hal ini disampaikan Kapolres Inhu AKBP. Hermansyah kepada wartawan di Mapolres Inhu Senin (19/11/12) mengatakan, perampok yang menggunakan identitas palsu tersebut berinisial PM (28), warga Keritang, Kabupaten Inhil. Sebelumnya berdasarkan identitas yang diperoleh polisi, PM menggunakan identitas berinisial JI (57), warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
“Ternyata setelah di lihat oleh anggota keluarga, mayat tersebut bukanlah JI, melainkan PM, warga Keritang, Kabupaten Inhil. Saat ini jenazah PM sudah dibawa oleh anggota keluarganya,” ujarnya.
Menurut Kapolres, selain PM, tiga jenazah perampok lainnya juga sudah diambil anggota keluarga, yakni WR (34), warga Keritang Kabupaten Inhil, SD (28) dan SR (32), sama-sama warga Lempuing Jaya, Ogan Kemirin Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Keduanya rekan satu kampung.
Sedangkan jenazah IR (38) warga Padamaran OKI Sumsel dan AR (34), warga Bababatan Lampung Selatan masih berada di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat. “Jadi dari enam jenazah perampok tersebut, empat sudah diambil oleh anggota keluarganya, sedangkan dua lainnya masih berada di kamar mayat RSUD Indrasari Rengat,” tegasnya.
Dijelaskan Kapolres, enam kawanan rampok ini tercium sebelum melakukan perampokan terhadap salah seorang taoke sawit di Kecamatan Peranap. Informasi itu diperoleh dari masyarakat yang curiga dengan keberdaan mereka di sebuah rumah di Desa Gumanti sejak dua pekan terakhir. Selain itu, SR, SD dan WR merupakan DPO Polsek Lemping Jaya atas kasus yang sama.
Polres Inhu, terus melakukan pengembangan terhadap enam kawanan rampok ini, termasuk mencari siapa yang mengundangnya datang ke Peranap. Sebab tidak mungkin mereka datang sendiri di daerah tersebut. “Biasanya kalau kawanan rampok dari luar masuk ke satu daerah, pasti ada penunjuk jalannya. Ini masih kita selidiki. Namun yang jelas, modus yang akan mereka gunakan hampir sama dengan aksi perampokan terhadap empat toko emas di Pasar Airmolek. Sebab sebelum beraksi mereka menyewa rumah terlebih dahulu untuk memantau situasi sekitar,” urainya.
Dari penggerebekan terhadap enam perampok itu, polisi berhasil menyita dua pucuk senpi rakitan, dua pucuk air softgun, amunisi, dua bilah parang, sebo, lakban, handphone dan tali yang ditengarai akan digunakan saat beraksi. *** (guh)
hansip
mantap polres inhu,habisi perampok.ini baru polisi melindungi rakyat.jangan berubah lagi
Genk Motor
Mana berani polisi pekanbaru nembak. Bapak kami anggota juga...
h tengku aril
tinggal giliran poltabes pekanbaru berantas ngeng motor yang tidak tuntas2
POLISI
Kalau perlu semua penjahat ditembak mampus aja terima kasih sobat.........berani ngak ya buat rekan polis dipekanbaru.....????????????????
Jefry hansen
Salut buat Polisi wilayah hukum polda Riau dalam menuntaskan dan memberantas perampok perampok yang sangat sadis, semoga hal ini jadi pengajaran buat penjahat penjahat yang mencoba coba melakukan perampokan di Riau ....sekali lg salut buat Polisi Polda Riau
Jefry hansen
Salut buat Polisi wilayah hukum polda Riau dalam menuntaskan dan memberantas perampok perampok yang sangat sadis, semoga hal ini jadi pengajaran buat penjahat penjahat yang mencoba coba melakukan perampokan di Riau ....sekali lg salut buat Polisi Polda Riau
salim
asal jangan sembarang tembak saja
Labels:
ditembak mati,
DPO,
inhil,
nopember 2012,
perampok,
Riau
Kabur, Seorang Tersangka Pencurian Ditembak Mati
Kamis, 22 November 2012 05:30 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menembak mati pelaku pencurian dengan kekerasan yang menewaskan juru kamera TVRI Djuli Elfano pada Maret lalu. Pelaku berinisal AR tersebut ditembak karena mencoba melarikan diri saat dibawa ke Kranggan, Bekasi, Jawa Barat.
Setelah delapan bulan buron, AR akhirnya ditangkap di Lampung. Kemudian polisi langsung membawa AR ke Kranggan untuk mencari sejumlah barang bukti. Namun tersangka malah mencoba melarikan diri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan polisi menemukan senjata api jenis FN berikut amunisi, kunci letter T, serta plat nomor kendaraan palsu, di kamar kos teman AR yang juga perampok. Saat ini polisi tengah mengejar dua tersangka lainnya yang masih buron, yakni RN dan IW.(Wtr5)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/22/164715/Kabur-Seorang-Tersangka-Pencurian-Ditembak-Mati/6
Metrotvnews.com, Jakarta: Polisi menembak mati pelaku pencurian dengan kekerasan yang menewaskan juru kamera TVRI Djuli Elfano pada Maret lalu. Pelaku berinisal AR tersebut ditembak karena mencoba melarikan diri saat dibawa ke Kranggan, Bekasi, Jawa Barat.
Setelah delapan bulan buron, AR akhirnya ditangkap di Lampung. Kemudian polisi langsung membawa AR ke Kranggan untuk mencari sejumlah barang bukti. Namun tersangka malah mencoba melarikan diri.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengungkapkan polisi menemukan senjata api jenis FN berikut amunisi, kunci letter T, serta plat nomor kendaraan palsu, di kamar kos teman AR yang juga perampok. Saat ini polisi tengah mengejar dua tersangka lainnya yang masih buron, yakni RN dan IW.(Wtr5)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/11/22/164715/Kabur-Seorang-Tersangka-Pencurian-Ditembak-Mati/6
Labels:
buron,
curas,
ditembak mati,
Lampung,
metro jaya,
nopember 2012
Curi Avanza, Tarno Ditembak Mati
KOLAKA, KOMPAS.com – Tarno, warga Sabilambo, Kolaka, Sulawesi Tenggara tewas ditembak dalam proses pengejaran oleh polisi. Peluru yang bersarang di dada bagian kiri menewaskannya seketika.
Pengejaran dan penembakan itu merupakan buntut dari pencurian sebuah mobil Avanza dengan nomor polisi DT 1952 AB milik Samsul Rijal di Kabupaten Konawe, Kolaka. Polres Kolaka pun lalu melakukan penghadangan di beberapa titik, juga dengan melibatkan warga sekitar. Namun Tarno berhasil meloloskan diri.
Kepala Polres Kolaka Ajun Komisaris Besar Polisi Rahmad Pamudji mengatakan tersangka mengabaikan tembakan peringatan dan berusaha menabrak polisi yang menghadangnya. “Anggota kami memberikan tembakan peringatan, tapi tidak diindahkan. Nah anggota kami akhirnya melumpuhkan dia. Tapi mobilnya tetap berjalan, setelah sejauh 200 meter mobil yang dia tumpangi berhenti setelah menabrak tebing, setelah didekati dia sudah tengkurap di setir mobil. Ternyata dia tewas,” ungkapnya, Kamis (22/11/2012).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 19.00 wita, Rabu (21/11/2012). Setelah dilakukan pendataan di Rumah Sakit Umum Benyamin Guluh Kolaka,jasad Tarno dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
http://www.bungdetik.com/22/11/2012/curi-avanza-tarno-ditembak-mati/
Labels:
ditembak mati,
kolaka,
nopember 2012,
pencuri mobil,
sulteng
Subscribe to:
Posts (Atom)
