Showing posts with label pencuri karet. Show all posts
Showing posts with label pencuri karet. Show all posts

Friday, 19 November 2010

Dituduh Merampok, Dua Warga Ditembak Polisi


Minggu, 07 November 2010 , 12:06:00

PEKANBARU - - Dituduh merampok uang senilai Rp 60 juta di wilayah Lubuk Jambi, Suan (28) dan Tofik (18) warga Desa Pangean, Kecamatan Taluk Kuantan, Kabupaten Kuansing, ditembak jajaran Kepolisian Resort Kuansing beberapa hari lalu. Akibatnya kedua korban tersebut kini dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru.

Kapolres Kuantan Singingi, AKBP Ristiawan Bulkhaini saat dihubungi Riau Pos (grup JPNN) membantah kalau dikatakan pihaknya menuduh dua orang tersangka tersebut. Dikatakan, berdasarkan penyelidikan yang telah mereka lakukan, memang ada lima tersangka yang ditangkap oleh anggotanya. Lima orang tersangka tersebut adalah pelaku pencurian karet.

‘’Memang kami menangkap ninja karet yang telah meresahkan warga. Mereka kerap beraksi beberapa waktu belakangan ini dan mengakibatkan warga menderita kerugian puluhan juta rupiah. Yang melakukan penangkapan adalah Polsek Kuantan Tengah,’’ ujar Ristiawan.

Kapolsek Kuantan Tengah, AKP Supriyono saat dikonfirmasi Riau Pos juga membenarkan kalau mereka menangkap ninja sawit. Saat proses penangkapan tersebut mereka lakukan, beberapa orang tersangka melakukan perlawanan terhadap petugas dan berusaha melarikan diri. ‘’Memang anggota saya menembak beberapa orang dari tersangka, namun itu tentunya setelah kami melepaskan tembakan peringatan keatas. Namun karena tetap lari akhirnya anggota melepaskan tembakan. Kami juga tidak mau bertindak gegabah,’’ ujar Supriyono.

Ditempat berbeda, Kabid Humas Polda Riau, AKBP S. Pandiangan juga mengatakan, anggota polisi tidak akan bertindak gegabah. ‘’Mereka itu pelaku tindak kriminal, tentunya mereka akan membela diri tapi saya yakin kalau anggota polisi tidak akan bertindak gegabah,’’ ujar Pandiangan.

Sementara, berdasarkan pengakuan Suan dan Tofik saat ditemui diruangan Cendrawasih II RSUD Arifin Achmad, Sabtu (6/11) mereka mengaku ditembak. Diceritakan Suan, saat itu ia dan keempat teman lainnya yakni Tofik, Iles, Indra, dan Rian sedang asyik ngumpul di sebuah Cafe Evi yang berada di Jalan Simpang Sako, Sabtu pekan lalu (30/10) sekira pukul 10:00 Wib. Namun, saat akan memakan mie rebus yang mereka pesan, tiba-tiba datang empat orang polisi menangkap dirinya dan keempat temannya yang kemudian di giring ke mobil yang mereka bawa.

“Dengan cara paksa kami dimasukkan ke dalam satu mobil. Di situ kami ditanya apakah kami yang merampok uang di wilayah Lubuk Jambi dan kami juga dipaksa mengakui bahwa kamilah pelakunya, padahal kami sama sekali tidak melakukannya. Karena kami tidak mengakuinya saya dan teman saya Tofik ditembak. Untuk Tofik mengalami tembakan pada paha kaki sebelah kanan, sedangkan saya (Suan_red) mengalami tembakan pada betis dan paha kiri,’’ ungkapnya. Suan juga mengakui bahwa pencurian getah karet yang beratnya sekitar 150 kg, dirinya memang melakukanya. Namun untuk perampokkan yang berada di wilayah Lubuk Jambi ia sama sekali tidak pernah melakukannya.

“Masa kami dituduh merampok, pada hal kami sama sekali tidak pernah merampok, kenapa kami harus menjadi sasaran tembak dan tembakan itu juga tidak jelas apa penyebabnya,” katanya dengan nada lemah.
(rul/*5)

http://www.jpnn.com/read/2010/11/07/76448/Dituduh-Merampok,-Dua-Warga-Ditembak-Polisi-

Saturday, 6 November 2010

3 Ditembak, Polres Kuansing Bekuk 6 Ninja Karet

Sabtu, 6 Nopember 2010 17:58

Aksi kawanan pencuri getah karet atau lazim disebut ninja karet diharapkan berkurang di Kuansing. Menyusul ditangkapnya 6 pelaku. Tiga di antaranya ditembak saat berada dalam mobil polisi.


Riauterkini-PEKANBARU- Polsek Benai, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) menangkap sindikat pencuri getah karet yang biasa disebut masyarakat setempat ninja karet, sepekan lalu. Enam pelaku berhasil diringkus. Tiga di antaranya harus ditembak aparat.

"Seluruh pelaku ada enam. Tiga terpaksa ditembak petugas saat penyergapan karena berusaha lari dan mencoba melawat," ujar Kapolres Kuansing AKBP Ristiawan Bulkani kepada riauterkini yang menghubunginya, Sabtu (6/11/10).

Dijelaskan Ristiawan, tiga pelaku yang ditembak di bagian kakinya adalah Ilis (30), Taufik (18) dan Saun (28). Dua nama terakhir saat ini berada di RSUD Arifin Achmad untuk menjalani operasi pengangkatan peluru dari kakinya. Sementara seorang lagi dirawat di RSUD Teluk Kuantan dan dua lainnya ditahan di Mapolres Kuansing.

Menurut Ristiawan, sepak terjang keenam pelaku sudah sangat meresahkan. Para petani karet selalu kehilangan getah karet hasil panen mereka. "Sudah sangat banyak laporan warga akibat ulah mereka," tukasnya.

Namun menurut salah seorang pelaku yang ditembak. Mereka ditembak bukan karena ingin melarikan diri atau melawan, tetapi ditembak saat berada di dalam mobil, setelah dijemput paksa dari sebuah kedai kopi. “ Ketika kami berlima sedang asyik menyantap indomei dan kopi tiba-tiba polisi menggerbek kami, lalu secara paksa membawa kami berdua masuk kedalam mobilnya. Dalam hal ini kami hanya menjadi korban penembakan oknum polisi yang sedang mengcari pelaku perampokan uang senilai Rp 60 juta di dearah Taluk," tutur Saun saat ditemui riauterkini di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, Sabtu (6/11/10).

Dituturkan Saud, bahwa mereka dipaksa polisi mengaku sebagai pelaku perampokan. Karena membantah, Saun mengakui langsung ditembak di bagian paha dan betis. "Kami bukan perampok, tapi mencuri getah karet 150 kilogram," tuturnya.

Saun dan Taufik yang berada di RSUD Arifin Achmad sejak Senin (1/11/10) lalu menyesalkan tindakan polisi yang main tembak. Iapun berharap agar tindakan polisi diusut, sebagaimana dirinya siap mempertanggungjawabkan perbuatannya mencuri getah karet.***(mad/yunk)

http://www.riauterkini.com/hukum.php?arr=32627