Showing posts with label situbondo. Show all posts
Showing posts with label situbondo. Show all posts

Friday, 28 September 2012

Bacok Polisi, Sukarjo Tewas Ditembak



KOMPAS.com/AHMAD FAISOLKanit Reskrim Polsek Jatibanteng Zulkifli dirawat di RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, usai dibacok Sukarjo.
SITUBONDO, KOMPAS.com - Aiptu Zulkifli (46), Kanit Reskrim Polsek Jatibanteng, Situbondo, Jawa Timur, mengalami luka bacok di bagian tangan kirinya setelah dibacok Sukarjo (60), warga Desa/Kecamatan Jatibanteng, saat mengantar surat panggilan kepada Sukarjo, yang ditetapkan sebagai tersangka pelaku penganiayaan, di rumahnya. Karena lukanya cukup parah, Zulkifli dilarikan ke RSU dr Abdoer Rahem Situbondo, dan dirawat intensif.
Adapun Sukarjo, yang menganiaya Murtiah (63), kakaknya, tewas setelah paha kirinya ditembak oleh anggota Unit Reskrim Brigadir Hadiyanto, yang mendampingi Zulkifli mengantar surat panggilan kedua terhadap Sukarjo. Sukarjo yang dikenal temperamental itu tewas karena kehabisan darah di Puskesmas Kecamatan Besuki.
"Anggota Reskrim Polsek Jatibanteng, terpaksa menembak paha pelaku karena tembakan peringatannya tidak digubris," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo, Jumat (28/9/2012).
Menurutnya, kejadian yang menimpa Aiptu Zulkifli itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Entah kenapa, Sukarjo menolak menerima surat panggilan itu dan marah-marah. Bahkan Sukarjo langsung mengambil sebilah celurit dan membacok Aiptu Zulkifli. Hadiyanto lalu menghunus pistolnya dan memberikan tembakan peringatan ke udara. Tak digubris, Hadiyanto mengarahkan pistolnya ke paha Sukarjo.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/09/28/16151897/Bacok.Polisi..Sukarjo.Tewas.Ditembak

Sunday, 15 July 2012

Pencuri di Pesantren Babak Belur Dihajar Santri


Penulis : Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol | Minggu, 15 Juli 2012 | 19:37 WIB


SITUBONDO, KOMPAS.com - Seorang pemuda babak belur dihajar santri setelah kepergok hendak mencuri di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Amin, Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Situbondo, Jawa Timur. Pelaku bernama Sanhaji (20), warga Desa Trebungan, Kecamatan Mlandingan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Kompas.com, Sanhaji kepergok salah seorang santri saat hendak mencuri di sebuah kobong (kamar) Ponpes Al Amin. Sang penghuni kobong tersebut langsung berteriak maling. Secepat kilat, puluhan santri mengejar Sanhaji yang berusaha kabur.
Sanhaji memanjat pohon mangga di lokasi pesantren untuk bersembunyi, namun diketahui puluhan santri. Setelah dipaksa turun dari pohon mangga, Sanhaji akhirnya jadi bulan-bulanan para santri. Akibat main hakim sendiri itu, wajah Sanhaji nyonyor dan kepalanya bocor. Tak lama kemudian, pelaku dijemput polisi untuk diamankan di Markas Kepolisian Resor Situbondo.
"Dia sudah membuka lemari di kamar teman, sehingga begitu mengetahui ada pencuri yang masuk ke kamar santri, saya langsung berteriak maling. Dalam hitungan menit, pelaku percobaan pencurian berhasil ditangkap," kata seorang santri yang mengaku bernama Figo, Minggu (15/7/2012).
Kepala Sub Bagian Humas Polres Situbondo AKP Wahyudi membenarkan tertangkapnya pelaku percobaan pencurian di Ponpes Al-Amin. Menurut keterangan salah seorang ustadz di ponpes tersebut, para santri sudah kesal karena pernah dua kali kehilangan ponselnya. "Begitu ada pencuri yang kepergok di dalam kamar santri, puluhan santri langsung mengejarnya. Selain berhasil mengamankan tersangka Sanhaji, kami juga mengamankan sepeda motor Yamaha Jupiter bernomor polisi P 3751 DQ yang digunakan tersangka Sanhaji, sedangkan satu pelaku bernama Iwan kabur," terangnya.
Editor :
Farid Assifa

http://regional.kompas.com/read/2012/07/15/19373188/Pencuri.di.Pesantren.Babak.Belur.Dihajar.Santri

Thursday, 26 January 2012

Pelaku Curanmor Tewas Ditembak Polisi

Agus Ainul Yaqin
Pelaku Curanmor Tewas Ditembak Polisi

25/01/2012 09:27 | Curanmor
Liputan6.com, Situbondo: Sugik, warga Bangalsari, Jember, Jawa Timur, tewas setelah ditembak polisi. Hingga Selasa (24/1) malam, jenazah Sugik masih berada di RSU Dokter Abdurrahem Situbondo.

Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Sunarto mengatakan, Sugik adalah pelaku pencurian kendaraan bermotor. Dia ditangkap di Kecamatan Tapen, Bondowoso, setelah mencuri sepeda motor milik petani.

Namun ketika hendak ditangkap, Sugik melawan polisi dengan sebilah celurit. Tim Resmob Polres Situbondo terpaksa bertindak tegas dengan melepaskan dua timah panas. Peluru tersebut mengenai paha Sugik yang akhirnya tewas dalam perjalanan ke rumah sakit.

Sunarto menambahkan, polisi kini masih mengejar seorang pelaku lain yang kabur saat akan ditangkap. Polisi juga menyita dua motor milik korban dan motor milik pelaku.(ULF)
http://buser.liputan6.com/read/373868/pelaku-curanmor-tewas-ditembak-polisi

Monday, 23 January 2012

Spesialis Curanmor Tewas Ditembak Tahanan Kabur dari LP Banyuwangi

 
Foto: Ghazali Dasuqi

Situbondo - Pelaku spesialis maling motor, Sugik (42) yang tewas ditembak anggota Polres Situbondo bukan penjahat kelas ecek-ecek. Bandit asal Curahkalong, Bangsalsari, Jember, itu diduga buronan yang kabur dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Banyuwangi.

Informasi yang didapatkan dari Kapolsek Bangsalsari saat mengabarkan kematian Sugik ke pihak keluarganya. Pihak Polsek Bangsalsari juga sempat menanyakan profil si Sugik.

"Keterangan keluarganya Sugik itu tahanan yang lari dari LP Banyuwangi. Tapi benar dan tidaknya kami masih akan kros cek dengan pihak Banyuwangi," kata Kasatreskrim Polres Situbondo AKP Sunarto, Senin (23/1/2012) kepada detiksurabaya.com.

Sunarto belum bisa menjelaskan secara detail kapan tepatnya Sugik melarikan diri dari LP Banyuwangi. Hanya saja, tegas dia, kasus yang menjerat Sugik di LP Banyuwangi itu sama dengan yang mengantarkan ke akhirat, yakni curanmor.

"Dia (Sugik, red) residivis kambuhan kasus curanmor. Sebelum dihukum di Banyuwangi, Sugik ini sudah pernah dihukum dua kali dalam kasus curanmor di Jember. Jadi dia memang penjahat kawakan," sambung mantan Kapolsek Srono, Banyuwangi itu.

Diberitakan sebelumnya, seorang pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) asal Curah Kalong, Bangsalsari Kabupaten Jember ditembak mati aparat Polres Situbondo, Senin (23/1/2012). Sugik (42) tewas dalam perjalanan dari Kali Tapen, Kabupaten Bondowoso, setelah 2 pelor panas menembus ke dua pahanya.

Sugik disergap anggota Resmob Polres Situbondo saat melintas di jalan Kali Tapen, Bondowoso. Dia mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R nopol P-5657-EC yang baru diembatnya dari kawasan Panji, Situbondo. Seorang rekan Sugik berhasil meloloskan diri dari polisi.

(fat/fat) 

http://surabaya.detik.com/read/2012/01/23/163633/1822627/475/spesialis-curanmor-tewas-ditembak-tahanan-kabur-dari-lp-banyuwangi

Thursday, 26 August 2010

Kapolres Situbondo: Penembakan Terhadap Anggota Marinir Tidak Disengaja


TEMPO Interaktif
, SITUBONDO - Kepala Kepolisian Resor Situbondo Ajun Komisaris Besar Polisi Imam Thobroni mengakui penembakan terhadap Sersan Mayor Mahfud, anggota Marinir Karangtekok, Situbondo, dilakukan anggota kepolisian dari bagian Intelijen dan Keamanan (Intelkam).

Menurut dia, penembakan itu dilakukan secara tidak sengaja karena berupaya membela diri. Pada Rabu dini hari (25/8), tujuh anggota Intelkam yang akan membubarkan perjudian di lokalisasi Bandengan, dihalang-halangi oleh massa. Korban berada di antara massa. "Bukan ditembak, yang lebih tepat adalah tertembak," katanya saat dihubungi Tempo, Kamis (26/8).

Namun Imam menolak menyebutkan inisial pelaku penembakan maupun para anggota Intelkam yang bertugas saat itu. Menurut dia, dari tujuh polisi tersebut empat di antaranya memegang senjata api. Mereka terjun ke lokalisasi karena mendapat informasi dari warga tentang adanya perjudian di tempat itu.

Imam menjelaskan, saat didatangi polisi, belasan orang yang berjudi termasuk Sersan Mayor Mahfud menolak dibubarkan. Bahkan Mahfud menghalang-halangi dan nyaris menyerang polisi. Saat itulah, kata Imam, anggotanya mengeluarkan tembakan peringatan. "Kemungkinan dari tembakan itu mengenai perut korban," ujarnya.

Berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa polisi, anggota Marinir yang biasa bertugas di kawasan Pos Baluran itu kerap bermain judi di Lokalisasi Bandengan. Polisi menyita barang bukti berupa kartu jeki dan uang senilai Rp 500 ribu.

Kapolres Imam menambahkan, penyelidikan mengenai kasus ini sudah ditangani Kepolisian Daerah Jawa Timur. Bahkan tujuh angota Intelkam itu sedang menjalani pemeriksaan dari Propam Polda Jawa Timur.
IKA NINGTYAS.

http://www.tempointeraktif.com/hg/surabaya/2010/08/26/brk,20100826-274087,id.html

Monday, 2 August 2010

2 Pencuri Hewan ditembak polisi

RABU, 21 JULI 201

Situbondo -SURYA- Dua pelaku pencurian hewan ternak milik warga Desa Sumbberejo, Kecamatan Banyuputih, akhirnya tidak berkutik setelah kaki kanan mereka ditembus peluru yang ditembakkan polisi, Senin (19/7) malam, sekitar pukul 24.00 WIB. Kedua pencuri yang meresahkan warga tersebut adalah Darsono, 30, warga Dusun Sekarputih, dan Jojo, 29, warga Dusun Sodung, Desa Sumberrejo, Kecamatan Banyuputih.

Pada saat hendak ditangkap, pelaku sempat melarikan diri. Polisi pun mengejar keduanya, namun karena khawatir buronnya lepas, polisi melepaskan tembakan ke arah kaki mereka sekadar untuk melumpuhkan. Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil mengamanakan barang bukti berupa dua ekor sapi dan satu ekor kambing hasil curian.

Salah seorang pelaku, Darsono mengaku terpaksa ikut mencuri hewan ternak milik warga di desanya, karena dirinya terlilit utang Rp 5 juta. “Saya hanya kebagian Rp 1,5 juta, itupun semua saya gunakan untuk bayar utang,” terang pria yang pernah bekerja sebagai pembajak sawah ini. Kapolres Situbondo AKBP Imam Tobroni melalui Kasat Reskrim AKP Sunarto mengatakan, pihaknya berhasil mengungkap pelaku itu, setelah berhasil menemukan barang bukti hasil kejahatan tersebut. Untuk mengungkap lebih jauhkomplotan pencuri ternak ini, Sunarto mengaku akan melanjutkan pemeriksaan tersangka. nst6

http://www.surya.co.id/2010/07/21/2-pencuri-hewan-ditembak-polisi.html