Showing posts with label Perampokan Toko Mas. Show all posts
Showing posts with label Perampokan Toko Mas. Show all posts

Friday, 23 September 2011

Mudik Lebaran, Perampok Ditembak Polisi


Sabtu, 27 Agustus 2011 - 17:14 WIB

SURABAYA(Pos Kota)- Diketahui mudik Lebaran, seorang perampok ditembak polisi. Marlakin (31) warga Beringin Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, Jawa Timur memang sudah lama masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat perampokan.
Polres Sampang mendapat informasi bahwa DPO sedang pulang ke Tambelangan. Maka, sebanyak 17 personel tim khusus dengan dipimpin Kasat Reskrim AKP Supriyono langsung melakukan pengepungan di rumah Marlakin.
“Kami mendapat informasi dari warga. Lantas, kami langsung membentuk tim dan mengepung di tiga lokasi. Setelah informasi A1, kami melakukan penggrebekan,” ujar Kompol Danuri, Kabag Ops Polres Sampang, Sabtu (27/8).
Ketika digrebek, Marlakin diketahui hendak melarikan diri. Petugas meletuskan tembakan peringatan. Karena Marlakin tidak mau menyerahkan diri, petugas terpaksa membidik tubuh DPO perampokan emas tersebut. Sementara satu teman Marlakin berhasil lolos dan melarikan diri ke hutan.
Sekadar diketahui, Marlakin bersama 5 temannya terlibat perampokan berdarah beberapa waktu lalu. Sebanyak 4 pelaku berhasil diringkus. Setelah Marlakin dilumpuhkan, Polres Sampang tinggal menyisakan satu pelaku lagi. (nurqomar/b)

http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/08/27/mudik-lebaran-perampok-ditembak-polisi

Thursday, 9 June 2011

Empat Spesialis Perampok Emas Ditembak Mati

Nasional - Kamis, 9 Juni 2011 | 05:00 WIB



INILAH.COM, Surabaya - Cukup sampai di sini petualangan kawanan spesialis perampok toko emas di Surabaya ini. Polisi telah menembak mati keempat pelaku.


Headline

Kawanan perampok yang kerap membikin korban takut, Pasalnya, telah ditembak mati pihak Kepolisian Resort Kota Surabaya. Jasad keempat kawanan perampok ini terbaring di kamar jenazah RSUD dr Soetomo.

Sebelum menembak empat pelaku itu, petugas mendapatkan perlawanan ketika pelaku habis menguras isi rumah di Gunung Sari. Dan ketika pelaku yang menggunakan mobil Avanza hitam bernopol W 1745 AQ, salah satu penumpangnya menodongkan senjata api ke mobil anggota polisi.

Sehingga terjadi kejar-kejaran dan pelaku bisa dilumpuhkan ketika peluru petugas menembus kaca depan Avanza hitam ke arah sopir.

Ketika mobil Avanza berhenti dan petugas akan mendekati, ketiga rekan pelaku keluar sambil mengacungkan pisau penghabisan ke petugas. Melihat hal tersebut, petugas langsung menembak dada pelaku.

Dari data yang dihimpun, kawanan pelaku ini sudah puluhan kali melakukan perampokan, sedikitnya adakasus perampokan yang tengah ditangani polisi dengan tersangka kawanan tersebut, diantaranya di Gayungan, Tegalsari, Darmahusada, Rungkut dan Gubeng.

Empat pelaku yang mati di tangan polisi adalah Mansur asal Lamongan; Supriyadi asal desa Banyu Tengah, Panceng, Gresik; Stefanus dan Ferdiansyah asal Sumatara Utara.

Supriyadi adalah DPO Polres Gresik, yang dalam catatatan kepolisian pelaku ini beraksi di wilayah lain di antaranya di Gresik, Mojokerto dan Malang.

Menurut Kapolrestabes Surabaya, Kombespol Coki Manurung, keempat pelaku ini merupakan perampok spesialis toko emas. Apalagi saat melakukan aksinya dan diketahui korbannya, tidak segan-segan kawanan perampok ini melukai korbannya. "Jadi kelompok ini terkenal sadis," kata Coki Manurung.

Dari tangan pelaku, petugas mengamankan barang bukit berupa senpi jenis revolver, TV LCD 24 inc, 2 tipe compo, laptop, perhiasan dan sejumlah peluru yang selalu digunakan saat melakukan perampokan. Dalam waktu 3 bulan, sudah 13 kali merampok emas terjadi di beberapa kota di Jawa Timur, di antaranya di Gresik, Lamongan, Surabaya, Malang, dan Mojokerto.

Informasi yang didapatkan menyebutkan, pelaku tersebut juga punya base camp di rumah Supriadi. Modus yang dilakukan empat pelaku biasanya menggunakan sarana tranportasi untuk keliling. Ketika melihat rumah korbannya sepi, salah satu pelaku mendekati pintu kemudian membunyikan gembok.

"Waktu gembok dibunyikan dan tidak ada yang keluar, maka rumah itu sepi dan mereka langsung motong gembok. Setelah itu mobil dimasukkan agar tak dicurigai orang lain," ujar Kanit Jatanum Polrestabes Surabaya, Iptu Yunus Saputra.[beritajatim/lal]

http://nasional.inilah.com/read/detail/1587222/empat-spesialis-perampok-emas-ditembak-mati

Sunday, 1 May 2011

Perampok Emas Tewas

Empat Ditangkap, 2 Lolos

Padang Ekspres • Sabtu, 30/04/2011 08:36 WIB • (frv/w/ris) • 262 klik


Perampok yang tewas itu bernama Surya Hariandi, 30, warga Parakkarakah, Kota Padang. Sedangkan satu perampok lainnya, Jonirwan alias Jon Bot, 40, beralamat di Simpang Duku, Sungai Bangek, Kototangah, Padang, masih dirawat di RS Yarsi Padangpanjang. Agen travel jurusan Padang-Pasaman ini dirawat setelah ditembak polisi di jembatan kembar, kawasan Silaiangbawah, Padangpanjang.


Sampai Jumat (29/4) malam, perampok yang diringkus polisi sudah berjumlah empat orang. Masing-masing Surya Hariandi, Jon Bot, Mardianto, 31, dan Afdal, 36. Keempatnya ditangkap dalam waktu dan tempat berbeda-benda.


Surya Hariandi dan Jon Bot ditangkap Tim Operasi II Polres Padangpanjang di bawah pimpinan Kasat Lantas Iptu Hari Sofandi Paloh. Penangkapan berawal ketika tim yang menggelar razia multisasaran, melihat mobil Avanza warna hitam BA 2568 AW melaju dengan kencangnya.


Ketika dicegat di rest area Silaiangbawah, persisnya di Simpang Mifan, mobil berpenumpang enam orang itu sama-sekali tidak berhenti. Sehingga membuat polisi menaruh curiga. Alhasil, Kasat Lantas Iptu Hari Sofandi Paloh, langsung mengejar mobil tersebut dengan menggunakan mobil Suzuki Grand Vitara BK 661 GI miliknya.


Perburuan kawanan perampok itu berlangsung hingga jembatan kembar Silaiangbawah. Tapi, pengemudi Avanza tetap tidak mau berhenti. Sehingga, polisi terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan. ”Kita beri tembakan peringatan, sebanyak dua kali,” kata Iptu Hari Paloh di hadapan Kapolres Padangpanjang AKBP Syofyan Hidayat SIK, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Pratomo Iriananto, dan sejumlah perwira yang menghadiri jumpa pers di Mapolres Padangpanjang, Jumat (29/4) pagi.


Setelah tembakan peringatan tidak dihiraukan, anggota Polresta Padangpanjang akhirnya melepaskan tembakan ke arah mobil Avanza warna hitam. Tembakan itu diduga kuat bersarang di tangan sopir dan menembus kaca depan bagian kanan.


Begitu tersengat timah panas, sopir yang identitasnya belum diketahui itu, kehilangan kendali. Mobil yang dikemudikannya, menghantam sisi kiri jalan Padangpanjang-Padang. Ketika mobil berhenti, empat penumpang langsung meloncat ke sungai. Seorang di antaranya, diduga adalah Surya Hariandi, terjatuh ke atas bebatuan. Sedangkan tiga penumpang lainnya, berusaha kabur ke dalam hutan. Tapi sial bagi penumpang bernama Jon Bot, dia duluan tertembak dan tertangkap.


Usai meringkus Surya Hariandi dan Jon Bot, Kasat Lantas Polres Padangpanjang menggeledah mobil Avanza. Di dalam mobil ditemukan sejumlah alat untuk merampok. Di antaranya, 1 parang, 1 linggis panjang dan 2 pendek, 1 sangkur, 1 clurit dan pelat nomor asli BA 1748 BG. Rupanya, pelat nomor yang terpasang pada mobil pelaku saat pengejaran itu adalah pelat palsu.


Selain itu, ditemukan 3 kg emas, terdiri dari berbagai jenis perhiasan yang terbungkus dalam 14 kantong plastik kecil. Kemudian uang tunai sebesar Rp68,8 juta, 63 real dan 1 buah jam merek Mido.


Setelah kedua tersangka dan barang-bukti diamankan di Mapolresta Padangpanjang, puluhan polisi yang terdiri dari Brimobda Polda Sumbar, Polresta Padangpanjang dan Polres Limapuluh Kota berupaya memburu empat tersangka lain yang kabur. Perburuan dilakukan di kawasan Silaiang. Dari perburuan itu, pada malamnya tersangka Mardianto, asal Padang, berhasil diciduk. Sedangkan tersangka Afdal ditangkap jajaran Satlantas Polres Padangpariaman, Jumat siang.
”Afdal ditangkap di simpang lintas Lubukalung ketika menumpang kendaraan tangki dari arah Silaiang menuju Padang,” kata Kaplores Padangpariaman AKBP Eko Nugrohadi didampingi Kasat Lantas AKP Adek Candra.


Sementara itu, Dedi Harianto, 46, pedagang emas yang menjadi korban perampokan di Jalan Tan Malaka, KM 10 Payakumbuh-Suliki, persisnya di kawasan Padangarai, Nagari Guguak VII Koto, Kecamatan Guguak, Limapuluh Kota, sampai kemarin siang, masih trauma. Dedi menderita delapan luka jahitan pada bagian kepala dan enam luka jahitan pada bagian perut, akibat dibacok kawanan perampok. Pedagang emas keliling ini sempat dirawat di RSUD Adnan WD Payakumbuh, hingga akhirnya meminta pulang.
Menurut Dedi, perampok yang menguras hartanya diperkirkan berjumlah enam orang. Lima perampok masuk ke dalam rumah dengan menggunakan senjata tajam. Sedangkan satu perampok standby di dalam mobil Avanza warna hitam yang parkir di luar rumah. ”Perampokan itu berlangsung sangat cepat sekali. Mereka di dalam rumah kira-kira hanya sepuluh menit. Tak satu pun yang memakai sebo atau penutup wajah, tapi di tangan mereka, ada golok dan pisau,” kata adik kandung Kabag Rem Polresta Payakumbuh, Kompol Irlon tersebut.


Bukan Teroris
Kapolres Limapuluh Kota AKBP Partomo Iriananto didampingi Kasat Reskrim AKP TM Simanungkalit kepada Padang Ekspres tadi malam memastikan, perampok yang beraksi di wilayahnya, tidak ada hubungan dengan kelompok teroris. ”Kita masih melakukan pengembangan bersama jajaran Brimob Polda Sumbar dan Polresta Padangpanjang, kita pastikan ini tidak ada hubungan dengan terorisme,” kata Partomo Iriananto yang baru dua hari memulai tugas di Polres Limapuluh Kota.


Disinggung soal adanya kesamaan modus perampokan emas di kawasan Padangarai, Nagari Guguak VII Koto, Kecamatan Guguak, dengan kasus perampokan emas di Nagari Sungaiantuan, Kecamatan Mungka, 7 Mei 2010 lalu, pihak kepolisian belum bisa memastikan. ”Memang ada kesamaan, tapi kita belum bisa pastikan, apakah pelakunya masih dari kelompok yang sama atau tidak. Sebab, kita masih memburu semua pelaku,” imbuh AKP TM Simanungkalit.


Sekadar mengingatkan, perampokan emas di Nagari Sungaiantuan, Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, 7 Mei 2011 berlangsung serentak dengan perampokan di Batubalang, Kecamatan Harau. Dalam kedua perampokan berantai itu, 4 kilogram emas berhasil digasak perampok, plus limpa unit sepeda motor dan uang tunai Rp70 juta rupiah.
(frv/w/ris)


http://padangekspres.co.id/?news=berita&id=2786

Wednesday, 5 January 2011

Sisa Komplotan Rampok Bersenpi Jadi Target

05 Januari 2011, 18:26:52| Laporan Sentral FM Lumajang

Sisa Komplotan Rampok Bersenpi Jadi Target

suarasurabaya.net| Diantara sekian banyak pengungkapan yang dilakukan aparat Polres Lumajang selama tahun 2010, ternyata masih tersisa penuntasan satu perkara menonjol yang diakui sebagai target pengungkapan berikutnya.

Yakni, pengungkapan komplotan rampok bersenjata api yang menyatroni Toko emas Cap Semar di Pasar Kunir, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir. Dari enam pelaku yang aksinya mengegerkan warga Kota Pisang, pada pertengahan Tahun 2010 lalu, dua diantaranya telah ditembak mati.

Kedua pelaku yang ditembak mati aparat Polres Lumajang, adalah MOKID (49) dan SOHIB (50), keduanya penjahat spesialis perampokan emas asal Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Keduanya terlibat baku tembak dengan aparat Polres Lumajang, setelah menguras perhiasan sebanyak 3 kilogram di toko emas milik H SUWINARNO (35), pengusaha emas asal Dusun Gentengsari, Desa Pulo, Kecamatan Tempeh ini.

Dalam aksi pengejarannya, baik Mokid maupun Sohib akhirnya trepojok di Jl. Desa Rojopolo hingga terlibat baku tembak dengan berbekal senjata jenis FN. Namun, keduanya berhasil ditembak mati, meski seorang anggota Polres Lumajang yang melakukan pengepungan juga tertembak pahanya.

Selain kedua pelaku yang tewas di lokasi penyergapan ini, ada dua lagi pelaku yang ditangkap hidup-hidup. Keduanya adalah DIDIK PRAYITNO (27), yang bertindak sebagai joki motor dan ANAFI bin DASIL alias NAPI (25), keduanya asal Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

Diantara komplotan ini, menurut AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres Lumajang, Rabu (05/01) menyebutkan, jika masih tersisa satu lagi kawanan yang belum tertangkap dan masih dalam pengejaran.

Satu komplotan yang maish buron bernama AMRON. ”Sedangkan, 4 kawanan lainnya telah ditangkap dua diantaranya dalam keadaan hidup dan dua komplotan lain tewas ditembak,” beber AKBP TEJO WIJANARKO.

Satu pelaku yang masih dalam pengejaran, disebutkan Perwira Menengah (Pamen) mantan Kapolres Batu, Malang ini, telah dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO). ”Kami masih membutuhkan waktu untuk membekuk seorang komplotan yang masih buron ini. Dan, kami akan berupaya keras dalam waktu dekat untuk segera menangkapnya,” kata Kapolres kepada DIDI reporter Sentral FM Lumajang.

AKBP TEJO WIJANARKO juga menegaskan, jika komplotan perampok ini memang murni komplotan rampok spesialis toko emas antar pulau dengan sepak terjang aksi di Jawa dan Bali. ”Bahkan, kami telah melakukan koordinasi dengan Polres jajaran lainnya, untuk membantu mempercepat penangkapan sisa komplotan rampok bersenpi ini karena aksinya membahayakan,” pungkas TEJO WIJANARKO. (her/ipg)

Teks Foto :
- AKBP TEJO WIJANARKO Kapolres Lumajang.
Foto : Sentral FM


http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=d32668ccd8fcdb70be065731d8f5f60b201187148

Friday, 19 November 2010

Pelaku Perampok Tebet Ditembak Mati Petugas

Tribunnews.com - Senin, 15 November 2010 18:21 WIB
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -
Seorang pelaku perampokan tewas tertembak oleh petugas Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Minggu (14/11/2010) malam. Pelaku tewas akibat terjangan timah panas di punggung hingga tembus ke dada. Pelaku yang diketahui berinisial RE terpaksa dilumpuhkan karena berusaha melawan petugas.

RE merupakan salah satu anggota jaringan yang melakukan perampokan di toko emas, Tebet, Jakarta Selatan pada Jumat, 06 Agustus 2010 lalu. Selain itu, petugas juga mengamankan dua tersangka lainnya, JUL dan AB yang tegabung dalam komplotan perampok juragan sapi di Bekasi.

Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan barang bukti dua buah senjata api jenis revolver dan satu FN. Kedua tersangka kini diamankan di Polda Metro Jaya. "Kami masih terus melakukan pengejaran terhadap tersangka lainnya," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Herry Rudolf Nahak di Jakarta, Senin (15/11/2010).

Pada hari yang sama, pencurian dengan senjata api juga terjadi di Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku yang diduga berjumlah tiga orang menyerempet motor korban, Tirta Atmajaya. (24) yang sedang melintas di jalan Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kalideres. Pelaku langsung menodongkan senjata api ke arah korban dan merampas sepeda motor jenis Yamaha Mio B 2416 NIE.(*)

http://www.tribunnews.com/2010/11/15/pelaku-perampok-tebet-ditembak-mati-petugas

Monday, 15 November 2010

Buronan Perampokan Tewas Ditembak

Penulis : Fidel Ali Permana

Senin, 15 November 2010 21:52 WIB


JAKARTA--MICOM: Polda Metro Jaya menembak mati seorang buronan perampokan toko emas di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga dilumpuhkan dan tewas.

Hal tersebut diamini Direktur Reserse Kriminal Umum PMJ Kombes Herry Rudolf Nahak kepada sejumlah wartawan di Mapolda. "Sempat terjadi tembak-menembak dan pelaku berusaha melarikan diri. Dia tewas dengan luka tembakan di punggung," kata Nahak ketika ditemui di TMC PMJ, Senin (15/11).

Pelaku yang dimaksud Nahak yakni berinisial RE (Rustam Effendi). Pelaku ditembak di daerah Bekasi ketika aparat dari Satuan Jatanras PMJ melakukan pengejaran.

Selain menembak mati buronan perampokan Tebet, polisi juga mengamankan dua lainnya yang termasuk dalam komplotan perampok di Bekasi. Kedua tersangka yang diamankan masing-masing berinisial AB (Abi) dan JUL (Julkarnaen). Polisi juga menyita tiga pucuk senjata api.

"Kami menyita tiga senjata api berjenis dua revolver dan satu FN dari tangan tersangka. Kedua tersangka yang diamankan dibawa ke Polda untuk dilakukan pengembangan berikutnya. Berdasarkan catatan kepolisian tersangka yang tewas juga merupakan anggota dari perampok emas di Pasar Tebet beberapa bulan lalu," ungkapnya. (OL-5)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/15/181966/7/5/Buronan-Perampokan-Tewas-Ditembak

Saturday, 13 November 2010

Perampok Emas Serahkan Diri

PALU--MICOM: Seorang pelaku perampokan emas di beberapa tempat Sulawesi Tengah selama beberapa bulan terakhir ini akhirnya menyerahkan diri ke polisi.

"Pelaku yang kabur itu sudah menyerahkan diri ke polisi pada tadi pagi, " kata Kapolres Donggala AKBP I Nengah Subagia kepada wartawan di Palu, Jumat (12/11).

Ia mengatakan, pelaku yang menyerahkan diri bernama Iwan itu kini berada di Mapolres Tolitoli, Sulteng, untuk menjalani pemeriksaan sebab selain terlibat kasus kejahatan di Donggala, dia juga terlibat di Tolitoli.

Kapolres I Nengah Subagia mengatakan, Iwan diduga terlibat perampokan di lima tempat di Tolitoli. Karena itu, Polres Tolitoli saat ini memproses kasus tersangka Iwan di Mapolres setempat.

Menurut dia, tersangka Iwan menyerahkan diri setelah mengetahui rekan-rekannya tertangkap dan tiga diantaranya ditembak dengan timah panas karena mencoba melarikan diri serta melawan aparat.

"Yang bersangkutan menyerahkan diri setelah sebelumnya dinyatakan dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Donggala," ujar mantan Kapolres Banggai
Kepulauan, Sulteng itu.

Meski ditahan di Polres Tolitoli, kata dia, tersangka Iwan tetap akan dibawa ke Polres Donggala karena juga terlibat dalam serangkaian kasus perampokan di wilayah hukum kerjanya.

"Jadi dengan tertangkapnya tersangka Iwan, maka pelaku perampokan yang masuk dalam jaringan kelompok cadar berjumlah sembilan orang, satu diantaranya meninggal dunia kena tembakan karena melawan aparat," tutur orang pertama di Polres Donggala itu.

Sebelumnya, pada Rabu (10/11), delapan perampok lainnya yang berhasil ditangkap aparat Polres Donggala dibantu Polres Tolitoli masing-masing bernama Kusniwar, Ambo Dale, Sukirman, Bahtiar, Rudi, Sudirman, Arifudin, dan Samsir ditangkap di Dusun Batu Bota, Desa Dadakitan, Kecamatan Lampasio, Kabupaten Tolitoli.

Menurut dia, penangkapan terhadap kawanan perampok itu dilakukan setelah menjalankan aksinya di sebuah rumah warga milik Andi Anwar , 54, di Desa Balung II, Kecamatan Sojol, Donggala pada Selasa (9/11) sekitar pukul 02.00 Wita.

Kawanan rampok itu berhasil membawa kabur uang sebesar Rp20 juta dan 100 gram emas perhiasan dan tiga buah telepon genggam.

Persembunyian para pelaku itu akhirnya tercium setelah ada koordinasi dengan Polres Tolitoli karena kawanan ini juga sempat merampok sebuah toko emas di Kecamatan Baolan. Dari hasil penyelidikan kepolisian, tempat persembunyian kawanan rampok ini pun diketahui.

Polisi dari Polres Donggala dan Polres Tolitoli pun melakukan penggerebekan dan menangkap para pelaku di sebuah rumah di Dusun Batu Bota, Desa Dadakitan, Tolitoli, Rabu dini hari.

Saat penggerebekan berlangsung, satu pelaku tewas ditembak karena berusaha melawan dengan parang kepada polisi dan dua lainnya ditembak di bagian kaki.

Selain menangkap sembilan perampok termasuk satu orang tewas , polisi juga berhasil menemukan sejumlah barang bukti berupa senjata tajam dan barang hasil rampokan, uang tunai jutaan rupiah dan satu unit mobil Kijang Avanza hitam.

"Atas perbuatannya, sembilan perampok itu ditahan dan dijerat dalam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan, dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara," kata Kapolres I Nengah Subagia. (Ant/rj/OL-9)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/12/181394/128/101/Perampok-Emas-Serahkan-Diri

Thursday, 21 October 2010

Satu dari 9 Perampok Emas Ditembak

Kamis, 21 Oktober 2010 | 07:04 WIB

TANJUNG, KOMPAS.com - Pengejaran terhadap komplotan perampok emas yang berhasil menggasak 1,5 kilogram emas milik H Yusran, pedagang emas di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, membuahkan hasil.

Seorang tersangka perampok, Hamidi alias Andi Bungas (34), berhasil ditangkap tim gabungan dari Satreskrim Polres Tabalong dan Unit Resmob Polda Kalsel di Desa Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Selasa (19/10/2010).

"Dari hasil penyelidikan, pelakunya ada sembilan orang. Dua orang sudah kami tangkap, sedangkan tujuh orang lagi masih dalam pengejaran. Identitas mereka sudah kami kantongi," kata Direktur Reserse dan Kriminal Polda Kalsel, Kombes Pol Mas Guntur Laupe, Rabu (20/10).

Sebelum berhasil diringkus, Andi sempat melawan dan mencoba kabur. Berdalih menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, polisi mengaku terpaksa menembak Andi. Dua timah panas pun bersarang di kedua paha Andi.

Untuk mengobati lukanya, polisi membawa Andi, warga Jalan Gerilya Kompleks H Suriadi, RT19, Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, ke RS Bhayangkara Banjarmasin. Usai diobati, Andi langsung dibawa ke Tanjung untuk diproses lebih lanjut.

Tak lama setelah Andi tertangkap, petugas juga menangkap Mariani (30) di kawasan Tanjung. Mariani ikut diduga sebagai pemberi informasi jalan yang akan dilalui oleh korban.

Guntur mengatakan, para pelaku merupakan sindikat perampok lintas provinsi. Mereka sudah berkali-kali beraksi di wilayah Kalsel, Kaltim dan Kalteng.

"Para pelaku berasal dari tiga daerah tersebut. Mereka saling mengundang jika akan beraksi," ujar Guntur.

Untuk meringkus para pelaku yang masih buron, kata Guntur, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak Polda Kaltim. "Tidak menutup kemungkinan mereka kabur ke Pulau Jawa. Kami akan terus melakukan pengejaran dengan berkoordinasi dengan kepolisian setempat," ujar Guntur.

Keterangan Andi, kata Guntur, hasil rampokan sudah habis dibagi-bagi. "Tapi itu masih keterangan pelaku dan kami masih akan mendalami. Pelaku yang sudah tertangkap mengaku mendapat bagian Rp 27 juta," ujar Guntur.

Dalam penyergapan Andi itu, petugas berhasil menyita barang bukti berupa uang Rp 300.000 dan baju serta celana yang digunakan Andi saat beraksi.

Sekadar mengingatkan, perampokan ini terjadi ketika putri korban, Desi Damayanti (23) dan sepupunya Maulida (18) hendak pulang dari toko, Kamis (16/9/2010) sekitar pukul 12.15 Wita.
(mdn/ncl/coi)

Di tengah perjalanan atau sekitar 250 meter sebelum sampai rumah, sepeda motor Honda Vario warna silver yang dikendarai korban tiba-tiba diadang kawanan perampok menggunakan tiga buah sepeda motor di Jalan Belimbing Raya.

Warga yang melihat kejadian itu tidak bisa berbuat banyak karena diantara kawanan pelaku itu dalam aksinya diduga menggunakan senjata api jenis pistol.

Setelah berhasil mengambil kantong plastik warna putih yang berisikan emas 1,5 kilogeram, berlian dan uang Rp 20 juta itu dalam jok kendaraan, kawanan pelaku tersebut langsung kabur kearah keluar Murung Pudak.

http://regional.kompas.com/read/2010/10/21/07040026/Satu.dari.9.Perampok.Emas.Ditembak

Saturday, 16 October 2010

Perampok Emas Lumajang Ditembak

14 Oktober 2010

Surabaya - SURYA- Satu dari tiga kawanan perampok Toko Emas Semar Lumajang pada 19 Mei 2010 ditangkap anggota Resmob Polda Jatim di Bondowoso, Selasa (12/10). Pelaku, Agus Widodo alias Dodo, 40, ditangkap saat mendampingi istrinya di Hotel Palem Bondowoso. Dalam penangkapan itu polisi menyita sepucuk pistol FN mainan.

Dodo yang menjadi buronan polisi sejak lima bulan terakhir tergolong licin. Pelaku perampokan yang bertugas sebagai joki motor itu pandai menutupi kedoknya. Selama pelarian, ia juga diketahui memiliki tempat persembunyian di Banyuwangi.

Kanit Resmob Ditreskrim Polda Jatim Kompol Eko Suswoyo menjelaskan, pelaku ditangkap setelah diketahui keluar dari persembunyian. “Saat ditangkap dia berusaha melarikan diri, sehingga kami harus melumpuhkan dengan tembakan,” ujar Eko di Mapolda Jatim, Rabu (13/10). Pelaku menderita luka tembak di bagian paha kiri dan pergelangan kaki kanan. n rey

Dibaca: 117 kali

http://www.surya.co.id/2010/10/14/perampok-emas-lumajang-ditembak.html

Thursday, 14 October 2010

Jaringan Perampok Toko Emas Lumajang Sering Beraksi di Tapal Kuda

13 Oktober 2010

suarasurabaya.net| Jaringan perampok toko emas di Lumajang ternyata sering beraksi di wilayah tapal kuda, Kediri dan sekitarnya.


Polda Jawa Timur sudah membekuk 3 orang diantaranya. MOKIB dan SHOHIB terlebih dahulu ditembak mati polisi seusai merampok toko emas Semar milik WINARNO di Desa Kunir Lor Kecamantan Kunir, Lumajang pada 19 Mei 2010 lalu. Dalam aksinya, keduanya menodongkan senjata untuk menakuti korbannya.

Sedangkan AGUS WIDODO (40) asal Jember ditangkap saat menemani isterinya merias pengantin di Hotel Palem Bondowoso. Sementara 2 orang lainnya berinisial ABR dan NP masih dalam daftar pencarian orang (DPO).

AKBP AWANG JOKO RUMITRO Kasat Pidum Polda Jatim mengatakan jaringan perampok tersebut biasa beraksi di wilayah tapal kuda. “Mereka sering merampok di wilayah tapal kuda, Kediri dan sekitarnya, bahkan di wilayah-wilayah lain,” kata AWANG di Mapolda Jatim, Rabu (13/10).

Lebih lanjut ia menjelaskan jika beraksi di wilayah lain, jaringan perampok toko emas itu kerap menggandeng kelompok perampok lain di wilayah yang bersangkutan. Diakui AWANG, pengejaran terhadap tersangka perampok sulit diendus karena selama pelarian, tersangka dilindungi keluarganya.(git)

Powered by Telkomsel BlackBerry ®

http://kelanakota.suarasurabaya.net/?id=dc0a373c328a327239ce4a727714e285201083571

Merampok karena Dipaksa Teman

14 Oktober

GARA-GARA kabur saat diminta menunjukkan tempat persembunyian kawanannya, Agus Widodo alias Dodo (40), terpaksa ditembak kedua kakinya. Kawanan Dodo dicari karena terlibat aksi perampokan toko emas di Lumajang, 19 Mei lalu.

Dodo sendiri ditangkap saat mendampingi istrinya di Hotel Bondowoso. Dalam penangkapan itu polisi menyita sepucuk pistol FN mainan. Kasat Pidum Ditreskrim Polda Jatim AKBP Awang Joko Rumitro, Rabu (13/10) mengungkap, Dodo yang buron polisi sejak lima bulan lalu itu tergolong licin karena ia pintar dalam menutupi kedoknya.

”Tersangka diketahui memiliki tempat persembunyian di Banyuwangi,” jelas Awang didampingi Kanit Resmob Satpidum Ditreskrim Polda Jatim Kompol Eko Siswoyo.

Setelah menangkap Dodo, petugas melakukan penggeledahan di tempat tinggalnya di Jember. ”Pada penggeledahan itulah, polisi mendapatkan satu pucuk senjata api mainan yang digunakan dalam tindak kejahatan,” ujar Eko.

Kepada petugas, tersangka mengaku ikut dalam aksi perampokan karena dia diajak teman-teman dan diancam bila menolak. ”Sampai sekarang ini saya belum bisa menikmati hasil rampokan,” ujarnya.

Perlu diketahui, Dodo terlibat dalam perampokan Toko Emas Semar milik Winarno di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, Lumajang. Perampok yang terdiri enam orang itu berusaha membawa kabur 3 kg emas yang nilainya diperkirakan mencapai Rp 470 juta.

Dua pelaku ditembak mati oleh anggota Polres Lumajang, masing-masing Sueb, warga Tanggul, Jember, dan Mugib.

Dodo beralasan ia merampok karena dipaksa teman. Tersangka menderita luka tembak di bagian paha kiri dan pergelangan kaki kanan. Dodo, buron polisi sejak lima bulan lalu itu tergolong licin karena ia pintar dalam menutupi kedoknya. faz

http://www.surabayapost.co.id/?mnu=berita&act=view&id=64d4601b7603fea381875c5c4fc3e3ba&jenis=17e62166fc8586dfa4d1bc0e1742c08b

Saturday, 28 August 2010

Rampok Bersenpi Segera Jadi Pesakitan

26 Agustus 2010, 16:07:52| Laporan Sentral FM Lumajang


suarasurabaya.net
| Jika berbagai daerah di Indonesia disibukkan dengan maraknya aksi perampokan yang dilakukan kelompok bersenjata api (senpi) yang mengincar toko emas dan perbankan, satu kelompok berbahaya ini telah dibekuk aparat Polres Lumajang, pada akhir Mei 2010 lalu.

Dalam penangkapan ini, seorang pelakunya berhasil diringkus hidup-hidup. Meski, dua anggota komplotan lainnya tewas diterjang timah panas dari moncong pistol organik petugas dalan baku tembak seru di jalanan Desa Rojopolo, Kecamatan Jatiroto seusai menggasak 3 kilogram emas di Toko emas Semar di Pasar Kubnir, Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir.

Pelaku yang ditembak mati adalah MOKID (49) dan SOHIB (50), keduanya warga Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember. Sementara, pelaku yang ditangkap dalam kondisi segar bugar adalah anggota baru komplotan ini, yang bernama DIDIK PRAYITNO (27), warga Dusun Manggisan, Desa Tanggul Wetan, Kecamatan Tanggul, Jember.

AKP KUSMINDAR Kasat Reskrim Polres Lumajang dikonfirmasi DIDI reporter Sentral FM, Kamis (26/08), menyatakan jika seluruh rangkaian pemeriksaan terhadap tersangka DIDIK PRAYITNO telah tuntas dilakukan. ”Bahkan, berkas perkara DIDIK PRAYITNO ini telah kami limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lumajang,” kata AKP KUSMINDAR.

Dengan dilimpahkannya berkas perkara pelaku perampokan bersenjata api ini, sepak-terjang kelompok berbahaya ini akan segera disidangkan. Dan, tersangka komploran rampok bersenpinya akan segera menjadi pesakitan di Pengadilan Negeri (PN) Lumajang.

AKP KUSMINDAR juga membeberkan sedert pengakuan yang disampaikan tersangka DIDIK PRAYITNO melalui pemeriksaan sebelumnya. Dikatakannya, DIDIK PRAYITNO sebagai anggota baru kelompok rampok bersenjata api yang dikoordinir MOKID dan SOHIB, yang salah-stau diantaranya adalah pecatan TNI ini, turut bergabung karena tercatat sebagai keponakan SOHIB, selaku otak komplotannya.

”Tersangka DIDIK PRAYITNO yang merupakan keponakan SOHIB ini, merupakan kader baru yang mulai diajari untuk melakoni aksi perampokan oleh pamannya. Ia masih dalam tahap percobaan untuk melakoni aksi kejahatan dan dimulai dari aksi perampokan pada Toko Emas Cap Semar di Desa Kunir Lor, Kecamatan Kunir, kemarin,” papar AKP KUSMINDAR.

Dalam aksi permpaokan itu, kelompok ini berjumlah 6 orang. Selain trcatat nama MOKID dan SOHIB yang telah ditembak mati polisi, juga terdapat nama DIDIK PRAYITNO yang ditangkap hidup-hidup dalam penyergapan itu. ”Pelaku lainnya adalah YUDA, NAPI dan AMRON yang berhasil meloloskan diri dari baku tembak pertengahan Mei lalu,” beber AKP KUSMINDAR.

Namun, dalam aksi pertamanya ini, DIDIK PRAYITNO malah dihadapkan dengan kegagalan hingga aksi perampokan ini berantakan. Pasalnya, setelah berhaisl menggasak 3 kilogram emas disertai aksi obral tembakan, malah terjadi aksi perampokan hingga berbuntut kejar-kejaran lalu paman dan seorang komplotan lainnya tertembak mati.

”Sementara itu, untuk upaya pengejaran sampai hari ini kami tetap mengembangkan pengejaran kepada 3 anggota komplotan lainnya,. YUDA, AMRON dan NAPI untuk menelusuri jejak pelaku yang berhasil kabur. Kami menduga mereka masih berada di wilayah Tapal Kuda saja,” kata AKP KUSMINDAR.(her/ipg)

Teks Foto :
- DIDIK PRAYITNO dikawal ketat
polisi.
Foto : Dok. Sentral FM

http://jaringradio.suarasurabaya.net/?id=4851cbaa7c0bc64ab42a9ab138af9422201081485

Thursday, 26 August 2010

11 Perampok Toko Emas Tebet Dibeber

JAKARTA - Penangkapan 11 pelaku perampokan tiga toko emas di Pasar Bukit Duri Jakarta Selatan pada Jumat (6/8) lalu akhirnya dibeberkan jajaran Direktorat Reskrimum Polda Metro Jaya. Dalam operasi penangkapan itu, polisi juga menyita tujuh pistol rakitan yang diperoleh pelaku dari pasar gelap.

Kesebelas pelaku itu masing-masing terdiri 5 pelaku utama" yang menjadi eksekutor perampokan dimana salah satunya tewas ditembak polisi, yakni Puja Kesuma alias Kerisna alias Kris, 35, tewas ditembak petugas di Ambarawa Jawa Tengah, Afrizal alias Rizal alias Ardiansyah, 28, yang ditangkap di Padang Pariaman Sumatera Barat, Katono bin Rayianto, 38, yang ditangkap di Ambarawa Semarang Jawa Tengah, Dayat, 32, ditangkap di Lampung, Iwan, 35, ditangkap di lampung,.

Sedang tiga pelaku penadahan emas rampokan itu ditangkap di rumah persembunyiannya di kawasan Cimanggis Depok, yakni Junaedi alias Jhon, 32, Asep Sofyan, 42, dan Ahmad Khotip alias Hotip, 33. Polisi juga menangkap dua penghubung (makelar) antara eksekutor dan penadah, yakni Firdarmansyah alias Darman, 32, yang ditangkap di Kramat Jati Jakarta Timur dan "Hendrizal, 31, yang ditangkap di Cengkareng Jakarta Barat.

"Satu pelaku yang bertugas menyediakan safe house (rumah persembunyian) bagi eksekutor pasca perampokan bernama Margono alais Nano, 34, ditangkap di Ambarawa Jawa Tengah. Sedang tujuh pelaku yang masih kami buru adalah IP (Ipang), SMB (Samba), AL (Alex), RO (Roy), TAM (Tamir), BUY (Buyung), RUD (Rudi)," urai Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Boy Rafli Amar.

Dari seluruh operasi penangkapan itu, turut disita pula 1,234 Kg emas dalam bentuk sebatang emas yang merupakan emas yang dilebur dari berbagai jenis perhiasan seperti cincin, kalung, liontin hasil jarahan pelaku, termasuk 5,6 Kg perhiasan emas yang belum sempat diedarkan penadah. "Kami sita pula tujuh pucuk pistol dan rakitan dan jenis 3 pistol FN, 2 pistol Revolver, 2 pistol Colt," ujarnya.

Sedangkan salah seorang pelaku, Afrizal mengatakan kalau kelompoknya selain merampok toko emas Ayung, Keris Mas dan Indah Baru, para pelaku juga beraksi di Tambun, Cibitung, Bogor, Wanaherang, Karawang, seluruhnya di Jawa Barat. ""

Ia juga mengatakan seusai merampok, semua anggota eksekutor masing-masing memperoleh bagian minimal Rp 50 juta. Uang tersebut diberi langsung penadah begitu emas rampokan disetorkan ke penadah. Sedang untuk perantara dan penampung persembunyian di bawah Rp 10 juta. "Tapi kalau hasil penjualan emas ada lebihnya, baru sisanya kami bagi-bagi lagi sama penadah," ujar Afrizal kepada wartawan.

Ia juga mengatakan setiap usai merampok dan mendapat uang bagiannya langsung pulang kampung ke Padang Pariaman, dan baru kembali ke Jakarta beberapa minggu atau bulan setelah ada perintah kembali merampok." Diungkap pula seusai merampok di toko emas Tebet itu, komplotannya berkumpul di sebuah taman di Cijantung untuk mengumpulkan emas-emas hasil rampokan mereka untuk kemudian disetor ke penadah yang telah menyiapkan uangnya.

Sedang pelaku yang bernama Kartono mengatakan kalau komplotannya melakukan survey lapangan pada Kamis (5/8) di sekitar Pasar Bukit Duri untuk mempelajari rute penyerbuan dan pelarian. "Saya dan Kris (pelaku yang sudah tewas ditembak) yang mensurvei lokasi dengan mobil rental," ungkapnya.

Terkait maraknya perampokan bersenjata api belakangan ini, Kabid Humas Kombes Pol Boy Rafli Amar menduga selain senjata rakitan, masuknya senjata selundupan lewat jalur laut juga termasuk dicurigai. - Indonesia ini?kan terdiri dari pulau-pulau. Sangat banyak celah bagi pihak-pihak yang bermaksud menyelundupkan senjata api ke wilayah kita," tukasnya.

Ia juga menegaskan sejak awal 2005 pihaknya tidak lagi mengeluarkan ijin kepemilikan senjata apai baru maupun perpanjangan ijin senjata api lama. "Yang jelas semua pistol yang ada di luar TNI/POlri jelas illegal," tegasnya.

Diungkapnya pula, dalam tiga bulan terakhir pihaknya mengamankan 19 orang terkait kepemilikan senpi illegal, yakni awal Juni lalu ditangkap Andi Dana alias Kopek dan Sahrudin alias Cabe di SPBU Parakan, Jalan Raya Pamulang, Tangerang atas percobaan perampokan dengan menggunakan senpi. Dari keduanya disita sepucuk pistol Revolver dan 6 pelurunya.

Pada 21 Juni 2010, ditangkap Sugeng dan Sutrisno alias Joko alias Alex di Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur. Kedua pria ini ditangkap atas kepemilikan senjata api rakitan dan kendaraan tanpa surat-surat yang sah. Dari keduanya disita sepucuk senpi rakitan, sepucuk senpi jenis Revolver "berikut 18 pelurunya.

Lalu 19 Juli 2010 ditangkap Slamet Riyadi di Jalan Taman Sari Mahpar dengan barang bukti" 4 pucuk pistol Revolver berikut 4 butir pelurunya. Kemudian pada 4 Agustus lalu ditangkap Iswanto, Bambang dan Amir alias Anton di Jalan Kamboja Gang Dahlia Kebon Pala Rt 10/01, Makasar Jakarta Timur dengan barang bukti 2 pistol jenis Revolver dan 14 butir pelurunya.

23 Agustus 2010, ditangkap Didan Doni Caniago alias Jidan dan Anton dan Syahrial ditangkap di Jalan Gatot Subroto Jatake Tangeran. "Terakhir 11 pelaku perampokan toko emas dengan barang bukti tujuh pistol itu," pungkas Boy. ( ind )

http://www.jpnn.com/read/2010/08/26/70962/11-Perampok-Toko-Emas-Tebet-Dibeber

Wednesday, 25 August 2010

Perampok Ditembak Mati

10:47, 25/08/2010
Perampok Ditembak Mati
SOSIALISASI: Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Oegroseno mendatangi toko emas di Medan Plaza dalam mensosialisikan nomor layanan 112 dan 1120 kepada masyarakat, Selasa (24/8).//Andri Ginting/Sumut Pos

MEDAN-Perlahan namun pasti, polisi mulai membekuk para pelaku perampokan yang marak beberapa pekan belakangan di Indonesia. Setelah Senin (23/8) siang menangkap MRA, salah seorang pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Cabang Pembantu Aksara di Jalan Aksara, berhasil dibekuk, ditempat lain polisi juga berhasil meringkus pelaku perampokan.





Kali ini pelaku perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Pelaku utamanya berinisial Kr, tewas diterjang timah panas petugas saat hendak melarikan diri dari sergapan petugas.

”Ya, betul (tewas). Tersangka bermaksud melarikan diri saat hendak ditangkap,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Selasa (24/8) kemarin.
Polisi melumpuhkan tersangka di Ambarawa, Jawa Tengah, pada Senin (23/8) malam. Kr yang sempat melawansaat disergap anggota Kepolisian, mencoba melarikan diri.

Kini, tersangka dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. Dari tersangka, polisi menyita satu pucuk senjata api jenis FN. “Senjatanya rakitan,” katanya.

Kr merupakan salah satu dari komplotan perampokan toko emas di Pasar Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan. Kr diketahui pernah melakukan perampokan yang sama di sejumlah lokasi di Bogor, Depok dan Bekasi bersama teman-temannya.

Hingga kini, polisi telah menangkap 11 pelaku yang terlibat dalam perampokan toko emas di Tebet, termasuk Kr. 4 Di antaranya adalah penadah. Kini, polisi masih memburu 5 pelaku lainnya. Pelaku yang masih buron ditengarai melarikan diri ke Sumateran

MRA Pemasok Senjata Perampok

Sementara itu, Mabes Polri mulai mengungkap peran MRA (27) yang ditangkap tim khusus pemburu pelaku perampokan CIMB Bank Niaga cabang pembantu Aksara, Jalan Aksara, Medan. Wakil Kepala Divisi (Wakadiv) Humas Mabes Polri, Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana mengatakan, ada dugaan kuat MRA merupakan pemasok senjata yang digunakan komplotan perampok sadis itu.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, diketahui bahwa MRA juga menjadi semacam makelar senjata gelap.
Dia menampung senjata, lantas menjual, meminjamkan, atau menyewakannya kepada komplotan perampok. Untung Yoga menyebutkan, berdasarkan pengakuan MRA, dia mendapatkan semua senjata dari Aceh. Hanya saja, belum diketahui apakah senjata itu merupakan sisa konflik Aceh, ataukah hasil selundupan.

Tak dijelaskan berapa harga sewa senjata milik MRA kepada para perampok. Untung hanya menjelaskan, bahwa MRA merupakan pemilik dua senjata api AK-47 dan SS1. Dua senjata ini digunakan kawanan perampok yang beraksi di Medan Marelan pada 2009 dan sudah disita Polda Sumut. “MRA mengatakan, yang AK-47 dipinjamkan ke temannya dan temannya itu masih dicari. Kita masih terus memeriksa apakah MRA ini terlibat langsung perampokan CIMB Niaga,” terang Untung Yoga di Mabes Polri, kemarin.

Sepak terjang MRA sendiri sudah malang melintang di dunia perampokan. Untung menyebutkan, MRA pernah terlibat perampokan di wilayah Aceh Timur dan Medan Marelan. Dia juga sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Aceh Timur. Dikatakan Untung, hingga kemarin sudah ada 18 saksi yang dimintai keteranan.

Di Poldasu, penyidik kini tengah menyelidiki riwayat senjata api SS1 V1 yang diamankan dari tersangka MRA dan diduga digunakan dalam perampokan Bank CIMB Niaga Aksara. Menurut pengakuan tersangka, senjata itu juga pernah ia gunakan untuk merampok di Marelan pada 2009 lalu, bersama komplotannya.

“Pengejaran terhadap kelompok MRA yang lain masih dalam lidik dan masih kita pelajari,” ujar Kabid Humas Poldasu, Baharuddin Djafar di di ruang Jahtanras Poldasu, pukul 10.30 WIB, kemarin.

Kemarin, wartawan dipersilakan mengambil foto bagian belakang tersangka MRA sambil memegang senjata. Baharuddin Djafar mengatakan, wajah tersangka masih ’disembunyikan’ agar pelaku lain tidak mengenalinya lalu melarikan diri. “Kita belum bisa mengungkap identitas lengkapnya ke publik karena masih dalam pengembangan,” tambahnya.

Penelusuran juga dilakukan atas penyewaan senjata api kepada kelompok lain. Sebab, kuat dugaan sejumlah kasus perampokan di Medan menggunakan senjata api pinjaman milik kelompok MRA. “Termasuk menyewakan senjata AK 47 yang masih ada pada mereka yang melarikan diri,” ucapnya.

Saat disinggung kemungkinan keterlibatan oknum aparat, termasuk dari kepolisian, dalam peristiwa perampokan berdarah Rabu (18/8) lalu, Kabid Humas langsung membantah. “Polisi tidak menggunakan senjata organik jenis AK 56,” tegas Baharuddin.

Baharuddin menduga, senjata AK tersebut hasil selundupan. Terkait kemungkinan senjata berasal dari sisa kelompok separatis Gerakan Aceh Merdeka (GAM) ataupun teroris, Baharuddin belum dapat memastikannya. “Sedangkan untuk tersangka teroris atau separatis, Poldasu belum berani mengatakannya sebelum ada data pembanding,” cetusnya.

Mesti tidak memastikan keterlibatan gerakan separatis maupun teroris di Aceh, Polda Sumut telah melakukan koordinasi dengan Mapolres Aceh Timur. Menurut Baharuddin Djafar, hal itu dilakukan karena kelompok MRA sering beraksi di wilayah hukum Polres Aceh Timur.

“Hari ini (Selasa, 24/8). Tim dari Polres Aceh Timur akan turun ke Mapoldasu untuk berkordinasi dengan membuka kembali seluruh LP,” bebernya.

Kapolda Tinjau Toko Emas

Kemarin, pukul 14.45 WIB, Kapoldasu Irjen Pol Oegroseno, secara tiba-tiba meninjau sejumlah toko emas di kawasan Medan Plaza, Jalan Iskandar Muda Medan.

Di Toko Emas Garuda di Lantai Satu Medan Plaza, Kapolda sempat berbincang dengan Ny Elly, pemilik tokon dan mensosialisasikan call center nomor 112 dn 1120. Kapolda mengimbau, siapa saja yang menemui orang-orang yang dicurigai akan melakukan tindak kejahatan, diminta segera menghubungi nomor tersebut.

“Polisi dan masyarakat seperti sepasang suami istri yang biasanya selalu curhat-curhatan. Dan sekarang, sudah ada call center yang bisa digunakan untuk bisa segera melaporkan indikasi tindakan yang membahayakan itu kepada polisi,” ujarnya.

Ny Elly menyambut baik imbauan Kapolda. “Saya senang dengan hadirnya Pak Kapoldasu. Itu buktinya, Pak Kapoldasu perhatian kepada keamanan warga. Apalagi ada kejadian perampokan yang marak akhir-akhir ini. Kalau nanti ada apa-apa bisa segera melapor ke polisi melalui call center,” tuturnya.

Dari Toko Emas Garuda, Kapolda melakukan sosialisasi ke toko-toko lain dan membagikan stiker serupa. “Kalau mau cari pacar polisi, telepon atau sms ke no ini,” katanya sambil bercanda kepada seorang gadis yang berjaga di toko di lantai dua.

Dari Medan Plaza, Kapolda melanjutkan tinjauan ke Pasar Pringgan Medan. Di pasar ini, Oegroseno meninjau sebuah toko emas yakni, Toko Emas Gintar.

Idris Ginting (57), di toko emas ini menunjukkan apresiasinya atas kehadiran Kapolda. “Ini bentuk kepedulian Pak Kapoldasu. Tapi, sebaiknya kepolisian lebih meningkatkan pengawasan keamanan guna mencegah perampokkan-perampokkan yang bisa saja datang tiba-tiba. Pak Kapoldasu saja seperti itu, kemana-mana mesti dikawal. Sama juga toko emas dan bank-bank. Karena selama ini, pengusaha toko emas selalu menyediakan sendiri pengamanan dan fasilitas keamananannya,” tegasnya.

Kepada wartawan, Kapoldasu mengatakan, pihaknya masih menggali informasi dari masyarakat. “Seluruh anggota sudah disebar ke setiap desa untuk mencari ciri-ciri perampok. Saya juga terlibat dalam menangani kasus ini. Mudah-mudahan, kasus perampokan cepat terkuak,” tegas Oegroseno.

Operasi juga telah digelar, sambung Oegroseno, dengan nama operasi Sambang Desa. “Operasi sambung desa ini, akan memperkecil peluang dari komplotan perampok itu,’’ tegasnya. (mag-1/sam/ari/mag-8)


Perburuan Terus Berlanjut

Sementara itu, Tim Khusus Polda Sumut masih mengejar pelaku lain perampokan di Bank CIMB Niaga. Menurut informasi, beberapa perampok sudah terendus memasuki wilayah Tebing Tinggi. Menanggapi informasi tersebut, segenap kekuatan Polres Tebing Tinggi bersiaga penuh. Penyebaran petugas dari satuan Intel Polres makin diintensifkan mencari informasi di titik-titik rawan kriminalitas dan yang diduga menjadi sarang persembunyian perampok .

Kapolres juga mengerahkan anggotanya mengamankan langsung titik-titik keramaian tempat transaksi berjumlah besar seperti di pusat–pusat pasar, grosir-grosir, toko emas dan bank.

Satu regu Samapta dibagi 10 tempat untuk mengawasi titik-titik rawan. Seperti di jalan MT Haryono dan Jalan Sutomo, tempat pusat perdagangan emas di Tebing Tinggi. Terlihat pasukan Samaptha berseragam lengkap bersenjata api laras panjang memantau keamanan dan berpotroli satu jam sekali.

Waka Polresta Kompol Drs Safwan Khayat MHum memimpin apel pagi kemarin. Didampingi Kasat Samaptha AKP AA Rangkuti, Safwan memeriksa senjata api laras panjang jenis SS1 P2 milik pasukan.

Sosialisasi pengamanan juga dilakukan kepada masyarakat, khususnya para pedagang emas. “Kami diminta menghubungi call center bila melihat orang-orang yang mencurigakan,” terang Ratna (28), pedagang emas di Tebing Tinggi.

Sementara itu, Polres Asahan juga akan mengerahkan pasukannya dan disiagakan di tempat-tempat keramaian dan obyek-obyek vital di seluruh Kabupaten Asahan seperti toko emas dan bank.

Pahumas Polres Asahan, Kompol Drs Zulfikar menyebutkan, personel yang disiagakan nantinya terdiri dari satuan Reserse Kriminal, Samapta, Satuan Intel Kam, dan Patroli lalu-lintas.

Lebih lanjut mantan Kapolsek Lima Puluh ini menyebutkan, pengamanan yang paling diutamakan adalah di bank-bank, toko-toko emas, pusat perbelanjaan dan pasar-pasar.

“Sebenarnya pengawasan tersebut sudah kita mulai dari awal bulan Ramadan. Di mana personel polri ditempatkan di beberapa titik rawan, dan di beberapa persimpangan yang ada di Kisaran. Namun untuk menurunkan seperdelapan pasukan itu baru di mulai 10 hari sebelum lebaran Idul Fitri,” ujarnya.

Zulfikar mengimbau kepada masyarakat tidak sungkan memanfaatkan bantuan keamanan kepolisian ketika membawa uang dalam jumlah banyak. “Kita sudah melakukan penjagaan dan pengawalan di setiap Bank yang ada di wilayah hukum Polres Asahan, dan para penjaga dan pengawal di bank tersebut kita lengkapi dengan senjata api. Sehingga apabila terjadi aksi perampokan, maka kami tidak segan-segan untuk menembak di tempat pelaku kejahatan seperti yang diinstruksikan oleh Kapoldasu, Irjen Pol Oegrosoeno,” ujarnya Zulfikar. (bbs/mag-3/van/smg)

—-

Jejak Senjata Perampok

1. Pasar gelap
Para penjual mempunyai koneksi dengan oknum di gudang-gudang senjata aparat. Yang dijual biasanya yang rusak dan diperbaiki sendiri di luar.

2. Sisa konflik
Senjata bekas konflik Aceh dan konflik Ambon belum semuanya bisa dimusnahkan. Diperkirakan sekitar 1000-2000 masih beredar.

3. Luar negeri
Jalur untuk memasukkan senjata dari perbatasan Malaysia dan perbatasan Filipina melalui laut sangat mudah. Puluhan pelabuhan tepi pantai tidak terawasi dengan baik.

Tipe Senjata

1. Senjata genggam jenis FN
FN (Fabrique Nationalle) buatan Belgia.
Kaliber peluru: bervariasi, mulai 5,7 mm
Kapasitas: 20-30 peluru per magasin
Jarak tembak: 50 meter, terjauh 1500 meter.
Berat : 744 gram

2. Senjata laras panjang jenis AK 47
AK (Automatic Kalasnikov) buatan Rusia
Kaliber peluru 7,62 mm
Kapasitas magasin : 30 peluru
Berat : 4,3 kilogram

3. Senjata laras panjang jenis AK -56
Modifikasi AK 47 buatan China Norinco.
Kaliber : 7,62 mm
Kapasitas magasin : 30 peluru
Berat : 3,8 kilogram.

http://www.hariansumutpos.com/2010/08/59614/perampok-ditembak-mati.html