Showing posts with label Makassar. Show all posts
Showing posts with label Makassar. Show all posts
Monday, 10 June 2013
Tuesday, 28 May 2013
Ditembak Polisi, Pencuri Ternak Terkapar
Pencuri ternak yang telah lama meresahkan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Radjaming Daeng Inti (37) warga dusun Bungung Konci akhirnya dilumpuhkan dengan peluru timah panas di kakinya. Tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ditembak, lantaran berusaha melarikan diri dari sergapan polisi, Senin (27/05/2013).
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Senin, 27 Mei 2013 | 18:28 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com - Pencuri ternak yang telah lama meresahkan masyarakat Kabupaten Jeneponto, Radjaming Daeng Inti (37) asal Dusun Bungung Konci dilumpuhkan dengan peluru timah panas di kakinya, Senin (27/05/2013). Tersangka yang masuk daftar pencarian orang (DPO) ditembak lantaran berusaha melarikan diri dari sergapan polisi.
Kepala Polsek Batang Inspektur Satu (Iptu) Priyo yang dikonfirmasi mengatakan, tersangka Radjaming dicari hampir satu tahun. Namun setelah melakukan penyelidikan intensif, tersangka akhirnya diketahui tempat persembunyiannya dan diringkus.
"Kita tembak tersangka karena berusaha kabur. Jadi peluru timah panas bersarang di betisnya dan kemudian kita bawa ke RSUD Takalar untuk mendapatkan perawatan tim medis. Tersangka sudah lama kita cari, berdasarkan banyaknya laporan dari masyarakat. Dari tangan tersangka polisi menyita sebilah badik," singkatnya.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2013/05/27/18285544/Ditembak.Polisi..Pencuri.
Ternak.Terkapar
Labels:
DPO,
Makassar,
mei 2013,
pencuri ternak,
Sulsel,
Tembak Kaki
Sunday, 26 May 2013
Tawuran Warga, Polisi Kena Tembak Senapan Angin
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Sabtu, 25 Mei 2013 | 14:46 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com - Sedikitnya tiga anggota Polsekta Bontoala terluka saat berusaha meredam tawuran antarwarga Kecamatan Bontoala melawan Kecamatan Tallo di Jalan Kandea 3, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/05/2013) siang.
Dua polisi terkena panah di kakinyadan seorang lagi tertembus peluru senapan angin di dadanya. Ketiganya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan tim medis.
Kepala Polsekta Bontoala, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nawu Thayeb yang ditemui di lokasi tawuran, membenarkan bahwa tiga anggotanya terluka saat berusaha meredam tawuran. "Ketiga anggota saya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Saya juga kena lemparan batu sebanyak dua kali, di kepala dan punggung. Tapi beruntung, saya mengenakan helm," tandasnya.
Nawu menjelaskan, tawuran kembali pecah hari ini, setelah adanya iring-iringan jenazah dari Kecamatan Tallo. Sebagian pengantar jenazah singgah di tempat itu dan membakar jembatan bambu. "Nah, di situlah memicu kemarahan warga di Kecamatan Bontoala sehingga tawuran kembali pecah," katanya.
Editor :
Kistyarini
http://regional.kompas.com/read/2013/05/25/14460487/Tawuran.Warga..
Polisi.Kena.Tembak.Senapan.Angin
Labels:
Makassar,
mei 2013,
rs bhayangkara,
Sulsel,
tawuran warga
Mantan Pacar Dibonceng, Polisi Pukul Polisi
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Kamis, 23 Mei 2013 | 15:30 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com — Seorang oknum anggota Brimob Polda Sulawesi Selatan-Barat BSR memukul rekannya, Bripda IR, karena membonceng mantan kekasih BSR, IT (19). Aksi itu terjadi di Jalan Veteran Selatan, Makassar, Kamis (23/5/2013). Bahkan saking emosinya, BSR sempat mengeluarkan pistol dan mengancam IR.
Kejadian itu bermula ketika IT yang merupakan mantan pacar BSR meminta tolong kepada Bripda IR untuk dibonceng menggunakan motor untuk mencari makanan. Melihat mantan pacarnya dibonceng IR, BSR cemburu. BSR yang saat itu mengendarai mobil Toyota Avanza memepet motor IR. Setelah itu, BSR turun lalu memukul IR lima kali tepat di bagian wajah dan ulu hati.
IR pun berusaha mempertahankan diri dengan melawan. Namun, tiba-tiba BSR mengeluarkan pistol jenis revolver krom berwarna putih dan mengancam IR. Bukan hanya itu, BSR juga sempat memukul wajah IT, sang mantan kekasihnya.
"Saya dipukul sebanyak lima kali sama BSR. Saya coba melawan, tapi sempat dia mengeluarkan senjata jenis revolver. Jadi saya diam di tempat. Teman saya yang wanita juga dipukul wajahnya," kata IR saat dikonfirmasi di rumah rekannya.
Kasus pemukulan sesama anggota polisi ini telah dilaporkan ke Propam Polda Sulselbar dan masih dalam proses pengembangan.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi mengatakan, jika ada laporan korban ke Propam Polda Sulselbar, tentunya akan ditindaklanjuti oleh penyidik. Jika terbukti bersalah, tentu yang bersangkutan akan diproses sesuai dengan ketentuan dan aturan hukum yang berlaku.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2013/05/23/15302931/Mantan.Pacar.Dibonceng..Polisi.Pukul.Polisi
Labels:
Brimob,
Makassar,
mei 2013,
polisi pukulm polisi,
Sulsel
Monday, 13 May 2013
Lima Penjahat Ditembak Polisi
indosiar.com, Makassar - (Senin, 13/05/2013) Para pelaku kejahatan ini baru saja dibekuk petugas Polrestabes Makassar. Mereka terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melarikan diri, saat diminta menunjukkan persembunyian temannya di Jalan Kandea. Kelima pelaku adalah AS, AC, AD, HR, dan IW. Mereka berusaha kabur dengan mengelabuhi petugas berpura-pura akan buang air kecil.
Para pelaku kemudian dibawa ke rumah sakit untuk pertolongan medis. Sebelumnya polisi membekuk salah seorang pelaku berinisial AS di Jalan Ratulangi Makassar, beserta sebuah sepeda motor yang diduga hasil curian. Berdasarkan keterangan AS, kemudian polisi melakukan pengembangan, dan juga berhasil menangkap dua orang penadah.
Selain aksi pencurian motor, kelima pelaku ini juga kerap menjambret dan melakukan pencurian dengan kekerasan di beberapa wilayah di kota Makassar. Mereka kemudian ditahan di Polrestabes untuk diproses. (Rahman Muchtar/Sup)
Selain aksi pencurian motor, kelima pelaku ini juga kerap menjambret dan melakukan pencurian dengan kekerasan di beberapa wilayah di kota Makassar. Mereka kemudian ditahan di Polrestabes untuk diproses. (Rahman Muchtar/Sup)
http://www.indosiar.com/patroli/lima-penjahat-ditembak-polisi_106282.html
Labels:
Curanmor,
Makassar,
mei 2013,
Penjambret,
Sulsel,
Tembak Kaki
Monday, 6 May 2013
Anggota TNI Ditembak, Polisi Lakukan Pengejaran
Jumat, 3 Mei 2013 - 22:36 · Topik: penembakan
Makassar, Seruu.Com - Seorang anggota TNI dari Batalyon Kavaleri Kodam VII/Wirabuana, Sulawesi Selatan, Prajurit Satu (Pratu) Andi, ditembak orang tidak dikenal. Penembakan terjadi di depan Markas Raider 700.
Akibat kejadian itu, Bak Regu 2 Kompi 1 Yon Kavaleri ini terpaksa dilarikan ke RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar lantaran mengalami luka tembak pada lengan sebelah kanan. Sementara pelaku yang diduga berjumlah tiga orang melarikan diri.
Penembakan terjadi saat Andi mencari pelaku pemalakan yang sering beraksi di depan warungnya yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan. Saat itu Andi juga mengajak rekannya, Jaya (34).
"Awalnya itu saya diberitahu sama Pak Andi kalau ada orang yang selalu melakukan pemalakan di depan warungnya karena kebetulan bengkel saya berdekatan dengan warungnya," kata Jaya di Makassar, Jumat (3/5/2013).
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Tamalanrea, Komisaris Amiruddin, pelaku penembakan berjumlah tiga orang. Namun, sampai sekarang polisi belum berhasil mengidentifikasi mereka. “Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran,” kata Amiruddin.
Berdasarkan penelusuran kepolisian, penembakan diawali dengan cekcok mulut. Adu mulut itu berujung pada penembakan terhadap korban.
Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Letkol Inf Heri Steve Sinaulan mengatakan pihaknya belum mendengar kabar akan adanya anggota yang menjadi korban penembakan, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak Polsek Tamalanrea yang menangani kasus ini juga enggan memberikan keterangan kepada media, bahkan pejabat humas Polda Sulselbar juga belum bersedia menjawab pertanyaan wartawan ketika dikonfirmasi. [Ksr]
Penembakan terjadi saat Andi mencari pelaku pemalakan yang sering beraksi di depan warungnya yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan. Saat itu Andi juga mengajak rekannya, Jaya (34).
"Awalnya itu saya diberitahu sama Pak Andi kalau ada orang yang selalu melakukan pemalakan di depan warungnya karena kebetulan bengkel saya berdekatan dengan warungnya," kata Jaya di Makassar, Jumat (3/5/2013).
Menurut Kepala Kepolisian Sektor Tamalanrea, Komisaris Amiruddin, pelaku penembakan berjumlah tiga orang. Namun, sampai sekarang polisi belum berhasil mengidentifikasi mereka. “Kami masih melakukan penyelidikan dan pengejaran,” kata Amiruddin.
Berdasarkan penelusuran kepolisian, penembakan diawali dengan cekcok mulut. Adu mulut itu berujung pada penembakan terhadap korban.
Kepala Penerangan Kodam VII/Wirabuana Letkol Inf Heri Steve Sinaulan mengatakan pihaknya belum mendengar kabar akan adanya anggota yang menjadi korban penembakan, sehingga belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut.
Sementara itu, pihak Polsek Tamalanrea yang menangani kasus ini juga enggan memberikan keterangan kepada media, bahkan pejabat humas Polda Sulselbar juga belum bersedia menjawab pertanyaan wartawan ketika dikonfirmasi. [Ksr]
http://city.seruu.com/read/2013/05/03/161279/anggota-tni-ditembak-polisi-lakukan-pengejaran
Labels:
Makassar,
mei 2013,
Sulsel,
tni ditembak
Wednesday, 17 April 2013
Korban Salah Tangkap Meninggal Setelah Ditembak Polisi
Tribunnews.com - Selasa, 16 April 2013 10:29 WIB
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Rizal (23), korban penembakan yang diduga dilakukan aparat Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Tamalate, meninggal dunia di rumahnya, Jalan Manunggal 31, Makassar, Senin (15/4/2013). Korban meninggal dalam kondisi lumpuh akibat proyektil yang bersarang di kaki kirinya.
Informasi yang diperoleh, selain ditembak, korban juga dianiaya. Namun sebelum ditembak, korban sempat dibawa berputar-putar di Jalan Tanjung Bunga, Makassar menggunakan mobil.
Selain itu, kepala korban juga dibungkus kemudian kakinya ditembak lantaran korban tidak mengakui apa yang dituduhkan kepadanya.
"Anak saya dibawa polisi menggunakan mobil, lalu kaki kirinya ditembak tanggal 15 November 2011 lalu. Proyektil yang bersarang di kakinya tidak diangkat hingga meninggal dunia. Anak saya meninggal akibat penganiayaan polisi," beber Burhan Hasan, ayah korban, kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Senin (15/4/2013).
"Anak saya menjadi korban salah tangkap. Saat itu, empat aparat Kepolisian Sektor Tamalate menjemput Rizal di rumah menggunakan mobil karena diduga melakukan aksi pencurian sepeda motor dan sudah lama dicari. Waktu itu kami juga sempat keberatan karena anak saya tidak tahu apa-apa," lanjut Burhan.
Rizal, kata Burhan, meninggal karena fisiknya terus memburuk. Sebelumnya ia sempat dirawat selama satu pekan di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo. Namun proyektil yang bersarang di kakinya tidak dapat diangkat saat itu, karena kondisinya masih lemah.
"Sehari pascapenembakan, seorang polisi mendatangi rumah kami dan memperlihatkan surat perintah penangkapan atas nama Rizal. Belakangan diketahui, Rizal yang dimaksud bukanlah anak saya dan yang dicari adalah Rizal Pokko," katanya.
Sebelumnya, pada 2012 lalu keluarga korban salah tangkap melapor ke Markas Polda Sulselbar terkait anggota Polsekta Tamalate yang salah tangkap serta menganiaya korban. Saat itu keluarga korban melaporkan, Inspektur Satu (Iptu) Sukaryono yang saat itu menjabat sebagai Perwira Unit (Panit) Reskrim Polsekta Tamalate yang bermarkas di belakang Mal GTC.
Laporan yang sama kemudian diulang pada Januari lalu, namun hingga kini keluarga belum menerima informasi soal tindak lanjutnya.
Kapolsek Tamalate, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suaeb Abdul Madjid yang dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak banyak mengetahui soal kasus salah tangkap tersebut. Sebab saat kejadian 2011 lalu, dia belum menjabat sebagai kepala Polsekta Tamalate. Saat ituPolsekta Tamalate dipimpin Komisaris Agung Setyo Wahyudi yang kini bertugas sebagai Sekretaris Pribadi Kapolda Sulselbar Inspektur Jenderal Mudji Waluyo.
Sementara itu, Iptu Sukaryono dimutasi ke Mapolrestabes Makassar sebelum dipindahtugaskan ke Mamuju dengan kasus dugaan pemerasan terhadap tahanan narkoba Polrestabes Makassar akhir tahun 2012 lalu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi berjanji akan mengusut tuntas kasus salah tangkap yang dilakukan anggota Polri tersebut. Saat ini yang bersangkutan tugas di wilayah hukum Polres Mamuju Utara dan di sanalah dia akan diberikan sanksi sesuai pelanggaran yang dilakukannya.
"Sukaryono akan diproses secara profesional melalui sidang disiplin dan kode etik kepolisian oleh atasannya. Siapapun melakukan pelanggaran pasti diberikan sanksi," tegas mantan Wakapolrestabes Makassar ini.
http://www.tribunnews.com/2013/04/16/korban-salah-tangkap-meninggal-setelah-ditembak-polisi
Labels:
April 2013,
Makassar,
salah tangkap,
salah tembak,
Sulsel,
Tembak Kaki
Monday, 8 April 2013
Tersinggung, Polisi Tembak Pimpinan RS Polri
08 April 2013 | 11:09 wib
MAKASSAR, suarmerdeka.com - Lantaran tersinggung, Briptu IK (35) nekat melepaskan tembakan ke arah Kepala Rumah Sakit (RS) Polisi Bhayangkara Makassar Kombes Pol, dr Purwadi, Sabtu (6/4). Tembakan pertama pelaku mengarah ke pintu, tembakan kedua menembus dada bagian kiri, dan disusul dengan tembakan ketiga yang mengenai selangkangan.
Ditengarai, kejadian tersebut disebabkan ketersinggungan Briptu IK oleh ucapan dr Purwadi yang menyangkut anaknya.
Usai menembak, anggota Pam Obvit Polrestabes Makassar ini, langsung menyerahkan diri ke piket provos Polrestabes sekitar pukul 16.00 Wita hari itu juga. Pelaku menyerahkan pistol jenis revolver yang kini dijadikan sebagai barang bukti.
Kepala Bidang Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel), Kombes Pol Endi Sutendi, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. "Iya, itu benar semua karena lubang di depan rumah korban yang menjadi pokok permasalahannya," kata Endi, Minggu (7/4).
Kejadian berawal saat Briptu IK mendatangi ruang Purwadi guna mengklarifikasi terkait pernyataannya bahwa semua yang menutup lubang galian perluasan rumah sakit yang berada di depan rumah korban akan dikubur dan di tanam di lubang tersebut.
Dalam pertemuan itu, Briptu IK menanyakan bagaimana jika anaknya terjatuh ke dalam lubang tersebut. Namun pertanyaan itu dijawab dengan kasar oleh Purwadi, yang memicu dilakukannya penembakan.
"Nanti kalau anakmu terjatuh di lubang nanti saya masukkan ke kamar mayat dan kamu juga saya kubur ke dalam lubang tersebut," ujar Purwadi.
http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2013/04/08/152159/Tersinggung-Polisi-Tembak-Kepala-RS-Polri
Wednesday, 9 January 2013
Dua Teroris yang Ditembak Mati Belum Teridentifikasi
Penulis : Dian Maharani | Rabu, 9 Januari 2013 | 21:56 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Tim Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri menembak mati tujuh terduga teroris di kawasan Makassar, Sulawesi Selatan, dan Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada 4-5 Januari 2013 lalu. Dua di antaranya hingga kini belum diketahui identitasnya.
Kedua teroris yang belum teridentifikasi adalah terduga teroris yang ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB, Sabtu (5/1/2013), sekitar pukul 07.00.
“Lagi menunggu bahan pembanding pihak keluarga yang belum didapat sehingga belum bisa dikatakan yang bersangkutan itu siapa," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal (Pol) Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (9/1/2013).
Jenazah terduga teroris saat ini berada di Rumah Sakit Polri. Pihak keluarga, kata Boy, belum juga mendatangi RS Polri untuk menyerahkan sampel pembanding. Sementara itu, Boy enggan mengungkap identitas korban sebelum mendapatkan identitas resmi dari keluarga terduga teroris tersebut.
“Kepastian harus mendapatkan data antemortem terlebih dahulu dari pihak keluarga agar bisa dicocokkan hasil pemeriksaan untuk kegiatan otopsi yang sudah dilakukan tim DVI,” ujarnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri meringkus 11 terduga teroris di Makassar dan Dompu, 4-5 Januari 2013. Sebanyak tujuh di antaranya ditembak mati.
Pertama, Abu Uswah dan Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid ditembak mati Densus 88 di halaman Masjid Nurul Afiat yang berada di RS Wahidin Sudirohusodo, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (4/1/2013) pukul 10.30. Saat penangkapan tersebut, polisi menyita dua senjata api jenis FN dan granat manggis. Kemudian, pukul 14.00 Densus meringkus Thamrin dan Arbain di Pasar Daya Makassar. Penangkapan berlanjut pukul 18.00 terhadap Syarifudin dan Fadli.
Pada saat hampir bersamaan, tim Densus juga melumpuhkan kawanan yang sama di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Dua orang yang ditembak mati adalah Roy dan Bachtiar pada Jumat (4/1/2013).
Kemudian Sabtu (5/1/2013), tiga orang ditembak mati di Kebon Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, Nusa Tenggara Barat sekitar pukul 07.00 Wita. Dari tiga orang yang tewas ini, hanya satu yang teridentifikasi yakni atas nama Andi, sementara dua lainnya belum teridentifikasi. Dari tiga orang itu diamankan senjata api laras pendek jenis FN.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2013/01/09/21564776/Dua.Teroris.yang.Ditembak.Mati.Belum.Teridentifikasi
Labels:
densus 88,
ditembak mati,
januari 2013,
Makassar,
ntb,
terroris
Tuesday, 8 January 2013
Terlibat Percobaan Pembunuhan Gubernur, 2 Teroris Ditembak
Sabtu, 5 Januari 2013 | 9:45
Penembakan berlangsung tak jauh dari pintu masuk Masjid Nur Alfiah, RS Wahidin Sudirohusodo, di Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar. Peristiwa tersebut sempat membuat panik orang-orang yang akan melaksanakan shalat Jumat. Saksi mata di tempat kejadian mengatakan, selang satu jam sebelum shalat Jumat, polisi melakukan penyergapan dan keduanya langsung ditembak.
Proses itu berjalan sangat cepat, setelah penembakan, kedua korban yang diduga teroris itu langsung dinaikkan ke atas mobil dan melaju meninggalkan tempat kejadian peristiwa (TKP). Polisi mengatakan mereka yang diduga jaringan teroris Poso, Sulteng, itu memiliki senjata api, disergap sekitar pukul 10.50 Wita saat hendak memasuki masjid untuk shalat Jumat, kedua terduga teroris itu bernama Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid dan Syamsuddin alias Asmar alias Abu Uswah, dua rekannya melarikan diri dan masih dalam pengejaran.
Rencana Pembunuhan Gubernur
Kedua terduga teroris yang tewas ini disebut ikut mengendalikan aksi Awaludin dan Andika, dua pelaku percobaan pembunuhan Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo. Ketua DPD Partai Golkar Sulsel, itu dilempari bom saat acara gerak jalan dalam HUT Golkar di Makassar 11 November 2012, namun Syahrul dan kerumunan massa di sekitar panggung selamat karena bom yang dilemparkan tidak meledak.
Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid dan Syamsuddin alias Asmar alias Abu Uswah juga disebut sebagai target DPO (daftar pencarian orang) karena diduga terkait kelompok yang melakukan pembunuhan terhadap dua anggota polisi di Tamanjeka, Poso. Dari TKP, jenazah keduanya dibawa ke RS Bhayangkara Jalan Mappaoudang, Makassar dan Jumat sore diterbangkan ke Jakarta melalui Bandara Sultan Hasanuddin dengan pengawalan pasukan antiteror.
Sekitar tiga jam setelah dua terduga teroris ditembak, polisi kembali menyergap dua orang yang diduga berasal dari jaringan yang sama di sekitar Pasar Daya, Kecamatan Biringkanaya Makassar, identitasnya masih dirahasiakan, namun informasi yang diperoleh menyebutkan, mereka ditembak setelah itu dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara. Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Endi Sutendi mengatakan, penyergarapan ini adalah bagian dari upaya polisi melakukan pengejaran jaringan teroris Poso yang masuk ke Makassar dan polisi masih melakukan pengembangan, katanya. [148]
http://www.suarapembaruan.com/home/terlibat-percobaan-pembunuhan-gubernur-2-teroris-ditembak/28750
Labels:
densus 88,
ditembak mati,
januari 2013,
Makassar,
Sulsel,
terroris
Polisi identifikasi 7 jenazah terduga teroris
Merdeka.com – Sen, 7 Jan 2013
MERDEKA.COM, Jenazah tujuh terduga teroris yang ditembak mati polisi telah berada di RS Polri, Kramatjati. Polisi akan melakukan identifikasi terlebih dulu sebelum jenazah terduga teroris Makassar-Bima ini diserahkan dan dimakamkan keluarga.
"Sudah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris. Untuk dua jenazah dilakukan hari Jumat itu. Untuk lima berikutnya dilaksanakan hari ini. Kita tinggal menunggu untuk pembanding dari hasil pemeriksaan tersebut dan selanjutnya akan dikomunikasikan pihak RS, penyidik, dan keluarga para korban," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Agus Rianto di kantornya, Senin (7/1).
Agus juga menjelaskan untuk dua jenazah terduga teroris yang sebelumnya ditembak mati di Makasar yakni, Syamsudin HG alias Asmar alias Abu Uswah dan Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid telah selesai diidentifikasi. Namun polisi masih memerlukan sample pembanding untuk disempurnakan hasilnya.
"Sampai saat ini kita masih nunggu. Yang dua hari kemarin sudah selesai Jumat tapi kita belum terima sampel pembanding. Sementara yang lima baru tadi, kita komunikasikan ke penyidik untuk segera tindaklanjuti sesuai mekanisme penanganan jenazah lebih lanjut," pungkasnya.
Di hari Jumat dan Sabtu lalu, Densus 88 berhasil menangkap 11 terduga teroris. 7 Di antaranya tewas dibedil polisi. Sedangkan empat yang hidup masih menjalani pemeriksaan di Polda Makassar.
Jaringan yang mereka buat tak lain menyasar pada rumah ibadah, hotel dan pos polisi di Bima dan Toraja. Orang-orang baru ini rencananya akan menggunakan bom pipa yang dimasukan ke ransel kemudian dilemparkan ke sasaran mereka.
Sumber: Merdeka.com"Sudah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris. Untuk dua jenazah dilakukan hari Jumat itu. Untuk lima berikutnya dilaksanakan hari ini. Kita tinggal menunggu untuk pembanding dari hasil pemeriksaan tersebut dan selanjutnya akan dikomunikasikan pihak RS, penyidik, dan keluarga para korban," kata Kabag Penum Mabes Polri Kombes Agus Rianto di kantornya, Senin (7/1).
Agus juga menjelaskan untuk dua jenazah terduga teroris yang sebelumnya ditembak mati di Makasar yakni, Syamsudin HG alias Asmar alias Abu Uswah dan Ahmad Khalil alias Hasan alias Kholid telah selesai diidentifikasi. Namun polisi masih memerlukan sample pembanding untuk disempurnakan hasilnya.
"Sampai saat ini kita masih nunggu. Yang dua hari kemarin sudah selesai Jumat tapi kita belum terima sampel pembanding. Sementara yang lima baru tadi, kita komunikasikan ke penyidik untuk segera tindaklanjuti sesuai mekanisme penanganan jenazah lebih lanjut," pungkasnya.
Di hari Jumat dan Sabtu lalu, Densus 88 berhasil menangkap 11 terduga teroris. 7 Di antaranya tewas dibedil polisi. Sedangkan empat yang hidup masih menjalani pemeriksaan di Polda Makassar.
Jaringan yang mereka buat tak lain menyasar pada rumah ibadah, hotel dan pos polisi di Bima dan Toraja. Orang-orang baru ini rencananya akan menggunakan bom pipa yang dimasukan ke ransel kemudian dilemparkan ke sasaran mereka.
http://tweetsay.sharedby.co/share/r6X5hF
Labels:
januari 2013,
Makassar,
rs kramatjati,
Sulsel,
teroris ditembak mati
Tuesday, 13 November 2012
Polisi: Benar, Terjadi Saling Tembak di Moncongloe
Minggu, 11 November 2012 18:40 WITA
MAKASSAR, TRIBUN-TIMUR.COM - Insiden penembakan antara Densus 88 dengan terduga teroris di Moncongloe, Makassar, petang ini, merupakan pengembangan dari pelemparan bom oleh Awaluddin (25) terhadap Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, pagi tadi.
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Endy Sutendi, kepada Tribun, mengatakan, anggota Densus menggerebek sebuah rumah di Moncongloe setelah mendapat informasi dari Awaluddin.
"Ini adalah pengembangan kasus tadi pagi. Anggota kami sementara melakukan penggerebekan," kata Endy.
Hingga berita ini diturunkan, insiden saling tembak masih berlangsung. Belum diketahui korban adanya korban jiwa dalam kejadian ini.(*/tribun-timur.com)
Kepala Bidang Humas Polda Sulsel, Ajun Komisaris Besar Polisi Endy Sutendi, kepada Tribun, mengatakan, anggota Densus menggerebek sebuah rumah di Moncongloe setelah mendapat informasi dari Awaluddin.
"Ini adalah pengembangan kasus tadi pagi. Anggota kami sementara melakukan penggerebekan," kata Endy.
Hingga berita ini diturunkan, insiden saling tembak masih berlangsung. Belum diketahui korban adanya korban jiwa dalam kejadian ini.(*/tribun-timur.com)
Penulis : azis
Editor : muhammadirham
http://makassar.tribunnews.com/mobile/index.php/2012/11/11/polisi-benar-terjadi-saling-tembak-di-moncongloe
Labels:
baku tembak,
densus 88,
Makassar,
moncongloe,
nopember 2012,
Sulsel
Monday, 6 August 2012
Rebut Pistol Aparat, Penikam Polisi Ditembak
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Senin, 6 Agustus 2012 | 15:38 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com -- Setelah buron sekitar satu tahun akibat menikam seorang anggota Satuan Sabhara Kepolisian Resort (Polres) Gowa, Briptu Syamsuriadi, Ilham alias Mandra (34) warga Jalan Maccini Gusung, Makassar akhirnya berhasil diringkus anggota Polsekta Bontoala di halaman Parkir Masjid Al-Markas.
Tersangka terpaksa ditembak kakinya lantaran berusaha melawan polisi. Peristiwa penangkapan tersangka penikaman anggota Polres Gowa tersebut terjadi saat anggota dari Unit Tindak Polsek Bontoala Brigadir Polisi (Brigpol) Arman menghubungi seorang rekannya Brigpol Aswar Sahid (27) jika dirinya melihat Mandra tersangka daftar pencarian orang (DPO).
Aswar yang berada di kediamannya Jl Abdul Daeng Sirua, Kecamatan Panakukang, Makassar langsung ke lokasi kejadian di Jalan Kerung-kerung, dekat masjid Kecamatan Makassar, Senin (6/08/2012).
Saat kedua Unit Tindak Polsekta Bontoala hendak menangkap Mandra, tersangka sempat melawan dengan menarik baru petugas. Brikpol Arman dan tersangka Mandra terlibat saling tarik baju. Brigpol Aswar pun lalu menarik senjata untuk mengeluarkan tembakan peringatan.
Tersangka berusaha menarik sejata api milik Brigpol Aswar. Terlibat tarik menarik senjata antara tersangka dengan Brigpol Aswar. Akhirnya, Brigpol Arman mendorong tersangka hingga terjatuh ke depan.
Karena terdesak, Brigpol Arman langsung mengeluarkan tembakan dan mengenai kaki sebelah kanan tersangka. Tersangka saat ditembak langsung melarikan diri, lalu dikejar kedua petugas itu.
Belakangan diketahui, tersangka Mandra sudah dirawat di Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo guna menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya. Akibat kejadian penembakan itu, kedua polisi itu sempat ditahan untuk dimintai keterangannya oleh Paminal Polrestabes Makassar.
Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Propam) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Kota Makassar Komisaris Polisi (Kompol) Djoko Mw menjelaskan tersangka ditembak lantaran melakukan perlawanan, dan tersangka bahkan hendak merampas pistol milik petugas.
"Dia itu merupakan residivis dan baru keluar dari lembaga permasyarakatan. Anggota Polres Gowa yang menjadi korban penikaman sudah memperlihatkan bekas tikaman yang dialaminya di Polsek Bontoala. Tersangka bahkan sejak penikaman itu terjadi dia sudah menjadi daftar pencarian orang," ungkapnya.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2012/08/06/15384359/Rebut.Pistol.Aparat.Penikam.Polisi.Ditembak
Labels:
augustus 2012,
buron,
DPO,
Gowa,
Makassar,
residivis,
Sulsel,
Tembak Kaki,
tikam polisi
Saturday, 4 August 2012
Polisi Tembak Tiga Perampok Tebas Kaki Korban
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Sabtu, 4 Agustus 2012 | 17:46 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com -- Empat jam setelah perampokan di Jalan Metro Tanjung Bunga, tepatnya depan gedung Celebes Confention Center (CCC), Makassar, akhirnya Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar berhasil meringkus lima dari enam pelakunya. Tiga orang diantaranya terpaksa ditembak kakinya karena berusaha melawan polisi saat diringkus.
Mereka yang diciduk petugas yakni Azis alias Sikki, Amir, Rais alias Haris, Anjang dan Tiar. Para pelaku dibekuk di Jalan Bontoduri X, Kecamatan Rappocini, Makassar. Saat ditangkap, tiga orang ditembak polisi karena melawan dengan menggunakan senjata tajam berupa golok.
Kawanan perampok ini dikenal sadis, sebab tidak segan-segan melukai korbannya dalam menjalankan aksinya. Dari tangan kelima pelaku yang ditangkap, petugas mengamankan empat unit sepeda motor (tiga diantara milik pelaku), empat unit handhpone, dua tas milik para korbannya serta uang tunai senilai Rp 600 ribu.
Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasat Reskrim) Polrestabes Makassar Komisaris Polisi (Kompol) Anwar yang konfirmasi Kompas.com menjelaskan, hanya beberapa jam saja setelah merampok, pelaku berhasil diringkus. Namun saat ditangkap, ada beberapa pelaku melawan petugas sehingga seorang rekannya terpaksa ditindak tegas.
"Terpaksa kita tembak dia, karena melawan polisi dengan menggunakan senjata tajam. Kasus ini pun masih kita kembangkan terhadap pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang kerap beraksi di Makassar," tegas Anwar.
Sebelumnya telah diberitakan Kompas.com, kawanan perampok ini melukai seorang korban, Iswandi (23) warga Kompleks Perumnas, Tidung VII, Setapak III, Kelurahan Mapala, Kecatan Rappocini ditebas golok pada paha kanannya. Ia saat itu sedang melintas di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Mariso, Makassar, tepatnya di depan gedung CCC (Celebes Convention Center), Jumat (3/8/2012) sekitar pukul 23.30 Wita.
Bersama seorang rekannya benama Ratna, korban dihadang kawanan perampok bersenjata tajam yang sebelumnya mengaku polisi. Korban yang mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Satria berwarna biru dengan nomor polisi DD 5044 XY langsung ditebas kaki sebelah kanannya oleh kawanan perampok yang berjumlah enam orang itu.
Korban yang bekerja di salah satu toko buku Gramedia di Kota Makassar itu sempat melakukan perlawanan sebelum ditebas dengan menggunakan golok oleh pelaku. Namun luka yang cukup serius akibat tebasan pelaku, membuat korban harus merelakan sepeda motornya yang baru saja dibeli, dibawa pelaku. Hingga kini, korban masih dirawat di RS Stellamaris dan akan menjalani operasi akibat kaki kanannya patah tulang.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2012/08/04/17463822/Polisi.Tembak.Tiga.Perampok.Tebas.Kaki.Korban
Labels:
augustus 2012,
Makassar,
perampok,
Sulsel,
Tembak Kaki
Wednesday, 1 August 2012
Dua Pelaku Pencurian Didor Polisi
Tribun Timur - Rabu, 1 Agustus 2012 17:35
WITATRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR
Aparat Satuan Reserse Mobile (Resmob) Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabes) Makassar, menembak dua pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan (curas) setelah berusaha melarikan diri dari sergapaN petugaS.
Mereka yang ditembak yakni berinisial RU dan EN, kedua pelaku tersebut ditangkap di Jl Cendrawasih, Kecamatan Mariso dan Jl Dangko, Kecamatan Tamalate, Selasa (31/7/2012) malam.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Himawan Sugeha, mengkonfirmasikan selain meNAngkap kedua pelaku, polisi juga berhasil meringkus dua rekannya berinisial IS dan A.(*)
Mereka yang ditembak yakni berinisial RU dan EN, kedua pelaku tersebut ditangkap di Jl Cendrawasih, Kecamatan Mariso dan Jl Dangko, Kecamatan Tamalate, Selasa (31/7/2012) malam.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Himawan Sugeha, mengkonfirmasikan selain meNAngkap kedua pelaku, polisi juga berhasil meringkus dua rekannya berinisial IS dan A.(*)
Penulis : Abdul Azis
Editor : Ridwan Putra
http://makassar.tribunnews.com/2012/08/01/dua-pelaku-pencurian-didor-polisi?
utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Labels:
augustus 2012,
curas,
ditembak,
Makassar,
Sulsel
Sunday, 22 July 2012
Berusaha Kabur, Dua Pencuri Motor Ditembak
Penulis : Kontributor Makassar, Hendra Cipto | Sabtu, 21 Juli 2012 | 22:36 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com - Petugas Kepolisian Resor Kota Besar Makassar terpaksa menembak dua pencuri kendaraan bermotor karena berusaha melarikan diri saat ditangkap, Sabtu (21/7/2012). Dua tersangka yang merasakan timah panas ini adalah Irfandi dan Amir.
Selain menangkap Irfan dan Amir, polisi juga meringkus tersangka lainnya yaknit Adi Cangkunan, Irfandi, Amir Sewang, Illang, Asri dan Supardi. Dari tangan para tersangka, polisi menyita empat unit sepeda motor, masing masing dua unit jenis Yamaha dan sisanya Honda, serta beberapa onderdil motor lainnya yang diduga merupakan hasil kejahatan.
Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polrestabes Makassar, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Himawan Sugeha menjelaskan, terbongkarnya jaringan curanmor ini berawal dari tertangkapnya Adi Cangkunan. Adi lebih dahulu ditangkap di Jalan Faisal, Kecamatan Rappocini.
Dari hasil interogasi terhadap Adi, aparat berseragam cokelat itu kemudian menangkap lima rekan Adi di dua tempat berbeda, yakni di Jalan Sukaria, Kecamatan Panakukang dan di daerah Barombong, Kabupaten Takalar.
"Saat penggerebekan itu, tersangka Irfandi dan Amir berusaha kabur. Polisi sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan. Polisi pun mengarahkan tembakan ke kaki kedua tersangka. Sindikat ini menggunakan kunci letter T dan kebanyakan mengincar motor metik. Para pelaku akan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian, dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara," tegas Himawan.
Editor :
Farid Assifa
http://regional.kompas.com/read/2012/07/21/22360270/Berusaha.Kabur.Dua.Pencuri.Motor.Ditembak
Labels:
Curanmor,
juli 2012,
Makassar,
Sulsel,
Tembak Kaki
Saturday, 7 July 2012
Dor..., Tertembak Pistol Milik Polisi
Sabtu, 07 Juli 2012 | 23:53:09 WITA | 529 HITS
MAKASSAR, FAJAR -- Nahas bagi perjalanan hidup seorang karyawan rumah bernyanyi e-Club, Abdul Muthalib alias Aras, 20 tahun. Dia tewas secara mengenaskan di tempat kerjanya yang berada di Ruko Taman Bahari Jalan Ujung Pandang, Jumat, 6 Juli, sekira pukul 01.07 wita. Dia tewas dengan luka tembak di bagian pipi kanannya dan peluru menembus bagian kepala.
Luka tembak yang dialami warga Jalan Barawaja itu terjadi saat dirinya bertugas membersihkan Room 36 Lantai 3 e-Club bersama seorang rekannya, Asep. Cecep, sapaan akrab Asep, menemukan sepucuk senjata api jenis revolver kaliber 38. Pistol itu tergeletak di meja. Awalnya, rekan korban menduga jika pistol itu merupakan mainan, atau korek api.
Dengan dalih seperti itu, Asep mengarahkan pistol ke arah Aras. Posisi korban berada di dekat pintu. Jarak yang dekat membuat Aras waspada. Tangan kirinya memegang batang moncong pistol untuk dijauhkan dari wajah karyawan yang baru bekerja dua bulan itu. Tiba-tiba jari telunjuk Asep, menekan pelatuk.
Dor..., pistol itu meletus. Peluru mengenai pipi sebelah kanannya. Rahang dan giginya hancur. Peluru juga tembus ke bagian belakang kepala korban. Hanya hitungan detik setelah terkena tembakan korban terjatuh ke belakang. Adanya tekanan dari arah depan membuat korban terjatuh ke belakang dengan posisi tubuh menengadah ke atas.
Kepalanya terlihat di luar pintu, sementara sebagian tubuhnya berada di dalam ruangan. "Dia ditembak," kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, di ruang Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, usai salat Jumat, siang kemarin. Menurut, Anwar Hasan, dugaan motif bunuh diri menguat saat awal kejadian.
Namun, saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, terungkap jika tempat kejadian perkara sudah berubah. Perubahan di tempat kejadian perkara terletak pada posisi pistol. Pistol awalnya tergeletak di atas meja. Posisi awal pistol ini diketahui dari salah seorang saksi yang telah dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian.
"Jadi, waktu kejadian, karyawan yang mendengar suara letusan di lantai, kemudian salah seorang bergegas naik ke atas. Dia melihat korban dan posisi pistol berada di atas meja. Saksi kemudian turun ke bawah. Saat naik untuk kedua kalinya posisi pistol sudah berada di samping korban," papar, mantan Kasatreskrim Polres Wajo ini.
Dugaan Aras ditembak, memang sangat kuat. Tidak hanya posisi pistol. Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh, terungkap jika arah peluru selaras (lurus) dengan masuk dan keluarnya. Jika, disebut korban memainkan senjata api dengan maksud ingin melihat pistol, peluru yang masuk ke bagian kepalanya pastinya lurus ke atas.
Karena itu, dugaan korban ditembak menguat. "Di tangan korban ada luka bakar. Jadi, kuat dugaan di sempat memegang moncong senjata sebelum ditembakkan. Makanya saat pistol meletus tangannya terbakar. Dan itu jelas terlihat," tandasnya.
Terkait, kepemilikan senjata api itu, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha, mengatakan, jika senjata api tersebut merupakan milik oknum anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, Brigadir Haryanto. Haryanto (bersama rekannya) berada di lokasi sejak pukul 23.00 Wita.
Dia memilih room 36 yang berada di lantai 3. Petugas yang diperbantukan di Samsat Makassar ini, meninggalkan rumah bernyanyi sekira pukul 01.03 wita. "Dia (Haryanto) menuju ke KFC Ratulangi. Saat pesan makanan tiba-tiba dia teringat senjatanya. Saat tiba, ternyata sudah ada kejadian itu. Rekan korban dan oknum polisi yang dimaksud sudah diamankan," tambah, Anwar.
Direktur LBH Makassar, Abdul Aziz, mengatakan, pihaknya sangat berharap kasus tertembaknya karyawan rumah bernyanyi itu diungkap seterang-terangnya. Termasuk fakta bagaimana penggunaan pistol milik oknum anggota kepolisian itu. "Pengawasan untuk penggunaan senpi harus diperketat. Juga, harus ada sanksi untuk yang menyalahi prosedur penggunaan," imbuhnya.
Keberadaan senjata api itu pada dasarnya memang patut dipertanyakan. Terlebih lagi, oknum petugas itu membawa senjata api di saat sedang bersantai di rumah bernyanyi itu. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Chevy A Sopari, menegaskan, jika oknum kepolisian itu memang telah dianggap melanggar disiplin. "Sekarang kan sudah diproses di Paminal," bebernya.
Sementara itu, pasca insiden tersebut, manajemen e-Club di Jalan Ujung Pandang, memilih untuk menutup diri. Mereka enggan memberikan komentar hingga mempersilahkan untuk melihat lokasi yang menjadi insiden tersebut.
"Maaf, pak. Kami tidak bisa memberi izin ke atas, karena sudah operasional. Lagi pula, sudah dibersihkan," papar, lelaki yang mengenakan almamater salah satu perguruan tinggi swasta berwarna hijau itu. "Iya, pak tidak bisa. Kita sudah sampaikan ke kepolisian semuanya," timpal seorang perempuan berdarah keturunan, yang enggan menyebut namanya.
Penertiban Senpi
Terkait insiden di rumah bernyanyi e-Club, Polrestabes Makassar akan melakukan penertiban penggunaan senjata api. Baik izin maupun pendataan anggota yang perlu dan tidak perlu menggunakan senjata api.
Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Djoko MW, mengatakan, melalui penertiban itu diharapkan akan mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata. Seperti, digunakan untuk hal-hal tertentu yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
"Khusus di Polrestabes Makassar akan ditertibkan. Daerah lain, saya tidak tahu," kata Kompol Djoko MW, sebelum salat jumat di Polrestabes Makassar, kemarin. Kapan akan dilakukan penertiban penggunaan senjata api itu, Djoko enggan membeberkan lebih jauh.
"Nanti. Sesegera mungkin," tuturnya. Terkait petugas yang pantas menggunakan senjata api, diakui, Djoko MW, sebenarnya hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian yang bertugas sebagai operasional. Seperti Satuan Reskrim, Satuan Lalulintas dan Satuan Intelkam.
Adapun pemeriksaan rutin terhadap izin penggunaan senjata api, Djoko menambahkan, tetap dilakukan secara intensif. Hanya saja, masih ada beberapa personel yang bertugas sebagai operasional di lapangan dan dipindahkan ke kantor belum terdata dengan baik.
"Itu salah satu alasan dilakukan penertiban," tandasnya. Syarat formil izin pengunaan senjata bagi personel kepolisian, di antaranya, tes psikologi, tes urine dan rekomendasi dari pimpinan. "Semuanya bergantung pimpinan. Meski personel itu lulus tes psikologi dan urine, namun, pimpinan tidak mengizinkan karena karakter, tetap, tidak akan diberikan izin," sebutnya. (abg)
http://www.fajar.co.id/read-20120706235309-dor-tertembak-pistol-milik-polisi
MAKASSAR, FAJAR -- Nahas bagi perjalanan hidup seorang karyawan rumah bernyanyi e-Club, Abdul Muthalib alias Aras, 20 tahun. Dia tewas secara mengenaskan di tempat kerjanya yang berada di Ruko Taman Bahari Jalan Ujung Pandang, Jumat, 6 Juli, sekira pukul 01.07 wita. Dia tewas dengan luka tembak di bagian pipi kanannya dan peluru menembus bagian kepala.
Luka tembak yang dialami warga Jalan Barawaja itu terjadi saat dirinya bertugas membersihkan Room 36 Lantai 3 e-Club bersama seorang rekannya, Asep. Cecep, sapaan akrab Asep, menemukan sepucuk senjata api jenis revolver kaliber 38. Pistol itu tergeletak di meja. Awalnya, rekan korban menduga jika pistol itu merupakan mainan, atau korek api.
Dengan dalih seperti itu, Asep mengarahkan pistol ke arah Aras. Posisi korban berada di dekat pintu. Jarak yang dekat membuat Aras waspada. Tangan kirinya memegang batang moncong pistol untuk dijauhkan dari wajah karyawan yang baru bekerja dua bulan itu. Tiba-tiba jari telunjuk Asep, menekan pelatuk.
Dor..., pistol itu meletus. Peluru mengenai pipi sebelah kanannya. Rahang dan giginya hancur. Peluru juga tembus ke bagian belakang kepala korban. Hanya hitungan detik setelah terkena tembakan korban terjatuh ke belakang. Adanya tekanan dari arah depan membuat korban terjatuh ke belakang dengan posisi tubuh menengadah ke atas.
Kepalanya terlihat di luar pintu, sementara sebagian tubuhnya berada di dalam ruangan. "Dia ditembak," kata Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Makassar, Kompol Anwar Hasan, di ruang Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, usai salat Jumat, siang kemarin. Menurut, Anwar Hasan, dugaan motif bunuh diri menguat saat awal kejadian.
Namun, saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal terhadap sejumlah saksi, terungkap jika tempat kejadian perkara sudah berubah. Perubahan di tempat kejadian perkara terletak pada posisi pistol. Pistol awalnya tergeletak di atas meja. Posisi awal pistol ini diketahui dari salah seorang saksi yang telah dimintai keterangannya oleh pihak kepolisian.
"Jadi, waktu kejadian, karyawan yang mendengar suara letusan di lantai, kemudian salah seorang bergegas naik ke atas. Dia melihat korban dan posisi pistol berada di atas meja. Saksi kemudian turun ke bawah. Saat naik untuk kedua kalinya posisi pistol sudah berada di samping korban," papar, mantan Kasatreskrim Polres Wajo ini.
Dugaan Aras ditembak, memang sangat kuat. Tidak hanya posisi pistol. Namun, berdasarkan keterangan yang diperoleh, terungkap jika arah peluru selaras (lurus) dengan masuk dan keluarnya. Jika, disebut korban memainkan senjata api dengan maksud ingin melihat pistol, peluru yang masuk ke bagian kepalanya pastinya lurus ke atas.
Karena itu, dugaan korban ditembak menguat. "Di tangan korban ada luka bakar. Jadi, kuat dugaan di sempat memegang moncong senjata sebelum ditembakkan. Makanya saat pistol meletus tangannya terbakar. Dan itu jelas terlihat," tandasnya.
Terkait, kepemilikan senjata api itu, Kasatreskrim Polrestabes Makassar, AKBP Himawan Sugeha, mengatakan, jika senjata api tersebut merupakan milik oknum anggota Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel, Brigadir Haryanto. Haryanto (bersama rekannya) berada di lokasi sejak pukul 23.00 Wita.
Dia memilih room 36 yang berada di lantai 3. Petugas yang diperbantukan di Samsat Makassar ini, meninggalkan rumah bernyanyi sekira pukul 01.03 wita. "Dia (Haryanto) menuju ke KFC Ratulangi. Saat pesan makanan tiba-tiba dia teringat senjatanya. Saat tiba, ternyata sudah ada kejadian itu. Rekan korban dan oknum polisi yang dimaksud sudah diamankan," tambah, Anwar.
Direktur LBH Makassar, Abdul Aziz, mengatakan, pihaknya sangat berharap kasus tertembaknya karyawan rumah bernyanyi itu diungkap seterang-terangnya. Termasuk fakta bagaimana penggunaan pistol milik oknum anggota kepolisian itu. "Pengawasan untuk penggunaan senpi harus diperketat. Juga, harus ada sanksi untuk yang menyalahi prosedur penggunaan," imbuhnya.
Keberadaan senjata api itu pada dasarnya memang patut dipertanyakan. Terlebih lagi, oknum petugas itu membawa senjata api di saat sedang bersantai di rumah bernyanyi itu. Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Chevy A Sopari, menegaskan, jika oknum kepolisian itu memang telah dianggap melanggar disiplin. "Sekarang kan sudah diproses di Paminal," bebernya.
Sementara itu, pasca insiden tersebut, manajemen e-Club di Jalan Ujung Pandang, memilih untuk menutup diri. Mereka enggan memberikan komentar hingga mempersilahkan untuk melihat lokasi yang menjadi insiden tersebut.
"Maaf, pak. Kami tidak bisa memberi izin ke atas, karena sudah operasional. Lagi pula, sudah dibersihkan," papar, lelaki yang mengenakan almamater salah satu perguruan tinggi swasta berwarna hijau itu. "Iya, pak tidak bisa. Kita sudah sampaikan ke kepolisian semuanya," timpal seorang perempuan berdarah keturunan, yang enggan menyebut namanya.
Penertiban Senpi
Terkait insiden di rumah bernyanyi e-Club, Polrestabes Makassar akan melakukan penertiban penggunaan senjata api. Baik izin maupun pendataan anggota yang perlu dan tidak perlu menggunakan senjata api.
Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Djoko MW, mengatakan, melalui penertiban itu diharapkan akan mencegah terjadinya penyalahgunaan senjata. Seperti, digunakan untuk hal-hal tertentu yang dapat membahayakan keselamatan orang lain.
"Khusus di Polrestabes Makassar akan ditertibkan. Daerah lain, saya tidak tahu," kata Kompol Djoko MW, sebelum salat jumat di Polrestabes Makassar, kemarin. Kapan akan dilakukan penertiban penggunaan senjata api itu, Djoko enggan membeberkan lebih jauh.
"Nanti. Sesegera mungkin," tuturnya. Terkait petugas yang pantas menggunakan senjata api, diakui, Djoko MW, sebenarnya hanya diperuntukkan bagi personel kepolisian yang bertugas sebagai operasional. Seperti Satuan Reskrim, Satuan Lalulintas dan Satuan Intelkam.
Adapun pemeriksaan rutin terhadap izin penggunaan senjata api, Djoko menambahkan, tetap dilakukan secara intensif. Hanya saja, masih ada beberapa personel yang bertugas sebagai operasional di lapangan dan dipindahkan ke kantor belum terdata dengan baik.
"Itu salah satu alasan dilakukan penertiban," tandasnya. Syarat formil izin pengunaan senjata bagi personel kepolisian, di antaranya, tes psikologi, tes urine dan rekomendasi dari pimpinan. "Semuanya bergantung pimpinan. Meski personel itu lulus tes psikologi dan urine, namun, pimpinan tidak mengizinkan karena karakter, tetap, tidak akan diberikan izin," sebutnya. (abg)
http://www.fajar.co.id/read-20120706235309-dor-tertembak-pistol-milik-polisi
Labels:
ditembak mati,
juli 2012,
Makassar,
oknum,
Sulsel
Sunday, 20 May 2012
Curi Motor Polisi, Adik Tentara Ditembak
Hendra Cipto | Latief | Sabtu, 19 Mei 2012 | 11:38 WIB
MAKASSAR, KOMPAS.com - Diketahui mencuri motor oknum polisi, kaki adik seorang tentara, Sugiarto alias Piu (24), warga asrama Jl Baji Gau, terpaksa dilumpuhkan dengan peluru timah panas karena melawan petugas saat digelandang polisi. Selain Piu, dua rekannya yang lain, Syamsul alias Ancu (34), warga Jl Galangan Kapal Lr 1 dan Darman alias Aco, yang merupakan residivis pencuri motor (curanmor) juga diringkus petugas.
Penangkapan tersebut berawal dari Unit Khusus Polrestabes Makassar mendapat informasi sebuah motor hendak dijual dengan harga murah di Jl Rajawali 13, dekat Danau Tanjung Bunga. Dipimpin langsung oleh Kepala Unit (Kanit), Ajun Komisaris Polisi (AKP) Suaib A Madjid, petugas kepolisian pun langsung mendatangi lokasi kejadian yang dibantu dengan anggota dari Polsekta Ujungpandang.
Petugas mengawali penangkapan tersebut dengan menyamar sebagai pembeli. Di situ, polisi menawar harga motor Honda Beat berwarna hitam seharga Rp 1 juta yang dijual Ancu. Namun, Ancu yang mulai mencurigai pembelinya adalah seorang polisi, berusaha kabur. Sialnya, aksi kabur Anci dihalau oleh polisi yang sudah berada di sekitar lokasi kejadian.
Polisi langsung menangkap dan menggeledah Ancu. Dari penggeledahan itu, polisi menemukan sebilah badik yang terselip di pinggang Ancu.
Polisi lalu menggiring Ancu ke Posko Unit Khusus Polrestabes Makassar di Jl Sungai Saddang Baru untuk diintrogasi. Dari keterangan Ancu, motor yang dijualnya merupakan motor hasil curian temannya, Aco.
Tidak menunggu lama, Ancu diminta membawa polisi ke tempat Aco di Kompleks Hadji Kalla, Panaikang. Di situ, polisi langsung meringkus Aco dan menyita lagi sebuah motor Spin merah hasil curiannya di Hartako Indah.
Selanjutnya, polisi pun langsung membawa keduanya untuk menunjukkan rumah Piu. Polisi pun berhasil meringkus Piu di rumahnya di asrama tentara di Jl Baji Gau. Di rumah tersangka, polisi juga menyita sebuah motor Jupiter warna biru.
Menurut pengakuan tersangka, Piu, motor tersebut milik anggota polisi yang dicurinya di Jl Faisal 14 seminggu lalu. Awalnya, Piu tidak melakukan perlawanan saat digelandang polisi dan dibawa ke luar dari asrama. Selepas dari asrama, tersangka satu ini pun berusaha melawan polisi, sampai akhirnya polisi melepaskan peluru timah panas ke kakinya.
Kanit Khusus Polrestabes Makassar, AKP Suaib A Madjid menjelaskan, ketiga tersangka merupakan residivis curanmor dan baru lepas dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Makassar dengan kasus serupa. Dengan tertangkapnya ketiga tersangka, polisi akan terus melakukan pengembangan untuk membongkar jaringan curanmor yang sangat meresahkah masyarakat Makassar.
"Penyelidikan sementara, ketiganya telah mencuri 10 unit motor selama tahun 2012 di lokasi yang berbeda. Saat ini kita baru menyita tiga unit motor, dan baru seorang pemiliknya yang melaporkan kehilangan motornya. Dua orang pemilik motor telah diketahui identitasnya, namun belum melapor ke polisi. Ketiga tersangka kita jerat pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pencurian dengan pemberatan dan lembar negara tentang kepemilikan senjata tajam dengan ancaman hukuman minimal 7 tahun penjara," kata mantan Kepala Polsekta Makassar ini.
http://regional.kompas.com/read/2012/05/19/11382641/Curi.Motor.Polisi.Adik.Tentara.Ditembak
Labels:
Curanmor,
Makassar,
mei 2012,
Sulsel,
Tembak Kaki
Sunday, 1 April 2012
Rumah Teroris Diawasi Polisi dan Tentara
Laporan Wartawan Tribun Timur, Edi Sumardi
TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR -Sejumlah aparat intel Kepolisian dan TNI Angkatan Darat mendatangi rumah terduga teroris yang ditembak di Bali Abu Hanif alias Hilman atau Amiruddin alias Amir di Jl Sukamaju, RW VI RT X, Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakukang, Kota Makassar, Minggu (1/4/2012).
Abu Hanif dimakamkan di samping pusara orang tuanya di pemakaman keluarga TPU Islam Sudiang, Makassar.
Abu Hanif ditembak aparat dari Densus 88 Antiterot Polri, Minggu (18/3/2012) dan sempat disimpan selama tiga pekan di RS Polri Sukamto, Jakarta Timur. Almarhum yang meninggalkan dua istri dimakamkan disamping pusara orangtuanya.
Saat ini proses pemakaman sedang berlangsung dan proses pemakaman dihadiri pihak keluarga. Jenazah almarhum dijemput pihak keluarga di Rumah Sakit Pusat Polri Sukanto, Jakarta Timur. Tiba di Makassar, Minggu pagi, menggunakan kargo udara Lion Air.
Abu Hanif merupakan satu di antara lima terduga teroris yang ditembak di Bali, Minggu (18/3/2012). Keempat lainnya adalah HN (32) asal Bandung, DPO CIMB Medan, AG (30) asal Jimbaran, Bali, DD (27) asal Jawa Barat, UH alias kapten.
Editor: Hendra Gunawan | Sumber: Tribun Timur
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com
Labels:
ditembak mati,
Makassar,
maret 2012,
Sulsel,
tentara,
terroris
Monday, 12 March 2012
Lagi Pelaku Ranmor Ditembak Polisi
(beritasiaga.com),Makassar ---Langkah pelarian seorang pelaku pencurian sepeda motor, Ilham alias illang (20), terpaksa terhenti, setelah timah panas polisi bersarang disebelah paha kanannya. Pelaku ditembak oleh resmob polrestabes Makassar tak jauh dari rumahnya di jl karuwisi, kecamatan panakkukang Makassar sabtu (17/3/).
Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Anwar mengatakan pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan sebutir peluru, karna berusaha melarikan diri dari sergapan petugas. " Kita sudah memberikan tembakan peringatan, tapi pelaku tetap saja mencoba kabur. Terpaksa kita lansung tembak pelaku," kata Anwar.
Pelaku dibekuk, setelah tim Resmob Polrestabes Makassar mendapat informasi dari masyarakat dan Satuan Intelkam. Dari laporan itu, polisi lansung terjun ke lokasi melakukan penangkapan." Pelaku sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi, karna sering terlibat kasus pencurian sepeda motor," ujar Anwar
Anwar menambahkan, dari tangan pelaku disita tiga unit sepeda motor yang merupakan hasil curian. Selain itu, petugas juga mengamankan kunci T yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya." Pelaku kita jerat pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ungkap Anwar
Saat diinterogasi polisi, Ilham mengaku menjalankan aksi kejahatannya itu, lantaran desakan ekonomi, dan untuk memenuhi pendidikan adiknya.
Adik pelaku diketahui tengah menekuni pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Makassar. Biaya yang dibutuhkan pelaku demi masa depan adiknya itu sekitar Rp3.5 juta. " Uang itu merupakan prasyaratan untuk mengikuti ujian," kata Ilham saat diperiksa di ruangan penyidik.
Anwar menegaskan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku kejahatan terutama kasus pencurian kendaraan roda dua. Mengingat, kasus pencurian kendaraan bermotor marak terjadi di Kota Makassar," Kita akan terus berupaya untuk menangkap jaringan para pelaku curanmor," tegas Anwar.(don)
http://beritasiaga.com/peristiwa/item/167-lagi-pelaku-ranmor-ditembak-polisi
Wakil Kepala Satuan Reskrim Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi Anwar mengatakan pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan sebutir peluru, karna berusaha melarikan diri dari sergapan petugas. " Kita sudah memberikan tembakan peringatan, tapi pelaku tetap saja mencoba kabur. Terpaksa kita lansung tembak pelaku," kata Anwar.
Pelaku dibekuk, setelah tim Resmob Polrestabes Makassar mendapat informasi dari masyarakat dan Satuan Intelkam. Dari laporan itu, polisi lansung terjun ke lokasi melakukan penangkapan." Pelaku sudah lama menjadi target operasi (TO) polisi, karna sering terlibat kasus pencurian sepeda motor," ujar Anwar
Anwar menambahkan, dari tangan pelaku disita tiga unit sepeda motor yang merupakan hasil curian. Selain itu, petugas juga mengamankan kunci T yang digunakan pelaku saat melakukan aksinya." Pelaku kita jerat pasal 363 KUH Pidana dengan ancaman hukuman lima tahun penjara," ungkap Anwar
Saat diinterogasi polisi, Ilham mengaku menjalankan aksi kejahatannya itu, lantaran desakan ekonomi, dan untuk memenuhi pendidikan adiknya.
Adik pelaku diketahui tengah menekuni pendidikan di salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Swasta di Makassar. Biaya yang dibutuhkan pelaku demi masa depan adiknya itu sekitar Rp3.5 juta. " Uang itu merupakan prasyaratan untuk mengikuti ujian," kata Ilham saat diperiksa di ruangan penyidik.
Anwar menegaskan akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku kejahatan terutama kasus pencurian kendaraan roda dua. Mengingat, kasus pencurian kendaraan bermotor marak terjadi di Kota Makassar," Kita akan terus berupaya untuk menangkap jaringan para pelaku curanmor," tegas Anwar.(don)
http://beritasiaga.com/peristiwa/item/167-lagi-pelaku-ranmor-ditembak-polisi
Subscribe to:
Posts (Atom)
