Showing posts with label buser. Show all posts
Showing posts with label buser. Show all posts

Tuesday, 26 March 2013

Komplotan pemeras ABG ditembak polisi

Merdeka.com – Sel, 26 Mar 2013

MERDEKA.COM. Lantaran coba melawan dan menghindari kejaran polisi, DD (24), DR (33), dan RZ (35), tiga komplotan pelaku pencurian dengan kekerasan terhadap Anak Baru Gede (ABG) terpaksa ditembak di bagian kaki oleh Tim Buser Polsek Serpong. Selain itu, ketiganya harus mendekam di penjara akibat perbuatannya.

Terungkapnya aksi para pelaku ini bermula dari laporan yang disampaikan korban, D (18). Korban sendiri merupakan mahasiswa Univeritas Pamulang (Unpam). "Kami mendapat laporan dari korban, setelah sebelumnya dibawa pakai taksi dan dibuang di tol Pondok Aren," kata Kompol Leganek Mawardi, Kapolsek Serpong, Senin (25/3).

Dari keterangan korban, lanjut Leganek, aksi para pelaku ini bermula saat korban hendak jalan-jalan di ITS BSD. Namun, sesampainya di parkiran, motor, tiba-tiba korban didatangi oleh tiga orang pemuda, dan menuduh korban telah memukuli anak bosnya. Tanpa basa-basi, korban dibawa tiga pelaku masuk ke dalam taksi.

"Di dalam taksi itu korban dianiaya, dan diambil ATM-nya. Selanjutnya oleh para pelaku, ATM itu dikuras hingga habis, sekitar Rp 2,2 juta. Bukan hanya itu, setelah membuang korban di tol Pondok Aren, para pelaku juga mengambil motor Vixion milik korban. Kemudian korban melaporkan kejadian itu kepada kami," ujarnya.

Dari keterangan korban, polisi kemudian mengidentifikasi ciri-ciri para pelaku. Dengan bantuan korban pula, Tim Buser akhirnya menemukan keberadaan para pelaku di tiga tempat yang berbeda. Yakni, di BSD, Cipulir, dan Ciledug. 

"Saat akan ditangkap, ketiganya sempat melakukan perlawanan. Makanya, tim buser pun menembak kaki pelaku, setelah sebelumnya memberikan tembakan peringatan," imbuhnya.

Leganek mengingatkan soal modus operandi pelaku agar dapat dijadikan pelajaran masyarakat. Pelaku sengaja menuduh korban-korbannya telah melakukan tindak pemukulan bos para pelaku dan kemudian membawanya masuk ke dalam taksi. Saat itulah, para pelaku memeras harta benda milik korban-korbannya. 

"Perbuatan ini bukan pertamakalinya dilakukan pelaku. Mereka profesional dan targetnya selalu para ABG," pungkasnya.


http://id.berita.yahoo.com/komplotan-pemeras-abg-ditembak-polisi-210300420.html

Tuesday, 22 January 2013

Keluarga Korban Mengamuk

keluarga korban mengamukTANGERANG, 22/1 - KELUARGA KORBAN MENGAMUK. Sejumlah keluarga korban pembunuhan atas nama Yusli bin Durahman (23) mengamuk di depan mobil tahanan yang membawa tiga tersangka pelaku pembunuhan usai sidang di Pengadilan Negeri Tangerang, Tangerang, Banten, Selasa (22/1). Sidang kasus pembunuhan tersebut sudah tertunda sebanyak tiga belas kali tanpa ada alasan yang jelas, keluarga menduga lantaran pelaku pembunuhan adalah anggota buser kepolisian polsek Cisauk. FOTO ANTARA/Lucky.R/ed/ama/13

http://www.antarafoto.com/peristiwa/v1358863202/keluarga-korban-mengamuk

Monday, 21 January 2013

Perampok dan Pemerkosa Ibu Guru Ditembak Polisi

Minggu, 20 Januari 2013 - 12:34:58 WIB
Kategori: Hukum & Kriminal - Dibaca: 56 kali
KUTAI, selaluonline.com- Tim buser dari Polda Kalimantan Timur, Polres Kutai Kartanegara dan Polsek Loa Janan, kembali berhasil menangkap dua pelaku perampokan dan pemerkosaan terhadap seorang guru di Kutai Kartanegra yang terjadi Senin (15/1/2013), lalu. Keduanya terpaksa ditembak dengan timah panas saat berusaha kabur.

Kedua pelaku bernama Nurdin dan Dullah, lalu dibawa ke RSUD Abdul Wahab Syachranie Samarinda. Sebelumnya, keduanya disergap dan dibekuk dalam pelariannya hingga di Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, yang berjarak ratusan kilometer dari Samarinda.

"Benar, keduanya perampok dan pemerkosa itu berhasil ditangkap. Kita lumpuhkan karena berusaha kabur," kata Kasubbag Humas Polres Kutai Kartanegara Iptu Suwarno, Sabtu (19/1/2013) malam.

Dengan tertangkapnya Nurdin dan Dullah, 4 dari 5 pelaku perampokan dan pemerkosaan telah ditangkap kepolisian. Selain menangkap para pelaku itu, kepolisian juga menangkap 4 orang penadah yang membeli barang-barang hasil kejahatan dari 4 pelaku perampokan.

"Nurdin adalah otak aksi kejahatan perampokan dan pemerkosaan itu. Jadi sekarang masih ada 1 orang yang masih kita buru dan masuk DPO. Tim langsung bergerak lagi di lapangan," ujar Suwarno.

Seperti diberitakan, seorang Ibu guru di Kutai Kartanegara, rumahnya dirampok dan dia diperkosa lebih dari 4 orang kawanan perampok. Pelaku melakukan perbuatan biadabnya terhadap korban di bawah ancaman senjata tajam samurai di belakang rumah sang ibu guru itu, saat suaminya tertidur pulas. Selain itu pelaku juga menggondol laptop, telepon selular dan uang Rp450.000. (gani)


http://selaluonline.com/detail-10444-perampok-dan-pemerkosa-ibu-guru-ditembak-polisi-.html#.UPw0HnmhsTM.twitter

Tuesday, 4 December 2012

Ditembak Tak Tewas, Perampok yang Menusuk Polisi Gunakan Ilmu Kebal

PORTALKRIMINAL.COM - JAKARTA: Ardiansyah (20), satu dari dua perampok yang menclurit, Brigadir Sisgiarto dan Brigadir Puguh Subiyanto anggota Buser Polsek Metro Cimanggis Depok diduga menggunakan ilmu kebal. Pasalnya, warga Tapos Bogor Jawa Barat tersebut masih bisa bertahan saat polisi melepaskan tembakan yang mengenai dada kanannya.


"Ya, diduga gunakan ilmu kebal, padahal petugas kami sempat melepaskan tembakan dan mengenai dadanya bagian kanannya setelah ia (Ardiansyah) menclurit petugas kami Brigadir Puguh. Dalam keadaan terhyung pelaku masih sempat menebaskan clurit ke arah Brigadir Sisgianto," ungkap Kapolresta Depok Kombes Pol Mulyadi Kahardi, Rabu (28/11)

Memang, katanya lagi, Ardiansyah dirawat di RS. Sentra Medika Depok dan masih bisa bertahan dan dirujuk ke RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Sedangkan, lanjutnya, satu anak buahnya Brigadir Sisgianto yang terluka di bagian perut sebelah kirinya dalam perawatan intesif di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur. Sedangkan Brigadir Puguh Subiyanto yang terkena clurit di bagian tanggannya dijahit dengan 36 jahitan.

Pihaknya, kata Kapolres sedang melakukan pengejaran terhadap temannya yang lain yang diduga masih berkeliaran di Depok, Bogor dan Jakarta.

"Mereka ini spesialis pelaku curanmor," tambahnya.

Brigadir Sisgiarto dan Brigadir Puguh Subiyanto, anggota Buser Polsek Metro Cimanggis Depok, terluka setelah diclurit saat duel dengan dua perampok yang saat itu sedang melakukan patroli di Pebayunan Tapos Cimanggis, Depok, Rabu (28/11) sekira pukul 02:00. (jak)


http://www.kaskus.co.id/thread/50bcab861b7608d05100001b/ditembak-tak-tewas-perampok-yang-menusuk-polisi-gunakan-ilmu-kebal?goto=newpost&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Napi Kabur Tewas Ditembak Polisi


Napi Kabur Tewas Ditembak Polisi
KOMPAS.com/ BUDY SETIAWAN KONTRIBUTOR KOMPAS TV MANOKWARITimotius AP, Narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas IIb Manokwari, yang tewas di tembak Aparat Kepolisian Polsek Manokwari dalam penyergapan di Kampung Maripi Pantai, Selasa (4/11/2012) sore
MANOKWARI, KOMPAS.com - Timotius AP, narapidana Lembaga Permasyarakatan Kelas IIb Manokwari, yang kabur dari penjara pada Agustus 2012, tewas setelah ditembak Satuan Buru Sergap (Buser) Polsek Manokwari, Selasa (4/11) sore di Maripi pantai. Timotius ditembak karena berusaha melarikan diri ketika hendak ditangkap.
AP yang terkena timah panas aparat pada bagian punggung belakang, akhirnya tewas, setelah sempat dilarikan ke Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital). Selain itu dalam penyergapan ini, polisi juga berhasil mengamankan satu pucuk pistol rakitan beserta 3 butir peluru dan 1 unit kendaraan Yamaha Mio warna putih.
"Kami terpaksa melumpuhkan Timotius AP, karena saat akan ditangkap mencoba melawan petugas dengan menggunakan senpi," kata Wakil Kapolres Manokwari, Kompol Mughoni SIk di Manokwari.
Mughoni mengatakan, awal penyergapan sempat terjadi kejar-kejaran antara anggotanya dengan Tomotius AP di Kampung Maripi pantai, Distrik Manokwari Selatan. "Kejar-kejaran dengan motor itu, Timo terjatuh dari motornya. Dan saat akan ditangkap Timo melakukan perlawanan dengan pistol yang dipegang. Anggota saya langsung keluarkan tembakan, karena keselamatannya terancam," ujar Mughoni.
Mughoni menjelaskan, Timotius AP, sebelumnya telah dilaporkan melarikan dari dari Lembaga Permasyarakatan pada bulan Agustus 2012 lalu. Pria yang divonis 18 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Manokwari melarikan diri dengan melompat tembok Lapas.
"Permintaan bantuan Lapas ini, kita sudah tangkap pelaku. Tapi saat dibawa ke Lapas hanya semalam Timo lari lagi. Waktu lari ini dia buat kasus lagi, jadi ada 11 kasus yang dibuat, yakni perampokan dan pemerkosaan," tutur Mughoni.
Perwira Pengawas Rumah Sakit Angkatan Laut, (Rumkital) Manokwari, Lettu drg, Iwan Kurniawan mengatakan, korban saat dibawa oleh pihak kepolisian, langsung dilakukan tindakan medis. Namun nyawa korban tidak dapat diselamatkan. "Kami telah mengeluarkan proyektil yang bersarang di tubuh korban. Proyektil itu bersarang di bagian punggung belakang tembus di depan," katanya.
Editor :
Farid Assifa


http://regional.kompas.com/read/2012/12/04/2244067/Napi.Kabur.Tewas.Ditembak.Polisi

Thursday, 29 November 2012

Penyerang Polisi di Cimanggis Kakak Beradik, Mengaku Punya Ilmu Kebal


Salah satu penyerang polisi di Cimanggis, Depok (Foto: hendrik ir/detikcom)
Rabu, 28/11/2012 15:32 WIB

Depok - Dua penyerang polisi di Cimanggis, Depok merupakan kakak beradik. Salah satunya mengaku punya ilmu kebal sehingga berani melawan polisi yang menggunakan senjata.

Kedua bersaudara itu bernama Ardiansyah (21) dan Taufik (20)--sebelumnya ditulis berusia 14 tahun. Mereka menyerang anggota tim Buser Polsek Cimanggis, Brigadir Puguh dengan celurit. Taufik tertembak di bagian dada.

Kepada polisi, Taufik mengaku berniat merampas motor di Jalan Raya Tapos. Kawasan tersebut terkenal sepi dan jauh dari permukiman. Sebagai 'bekal', ia membawa dua senjata tajam, sangkur dan celurit. 

"Pelaku bilang kakaknya punya ilmu kebal. Ya, tapi nggak pengaruh buat petugas," ujar Kapolsek Cimanggis Kompol Firman Andreanto kepada detikcom di Mapolsek Cimanggis, Jalan Raya Bogor, Rabu (28/11/2012). 

Penyerangan terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, Rabu (28/11/2012). Anggota Buser, Brigadir Puguh dan Brigadir Sisgiarto, sedang berpatroli di Jalan Raya Tapos. Keduanya melihat pelaku mendorong motor Mio yang tak bernopol. 

Saat akan diperiksa, Ardiansyah menyerang Puguh. Dia tak menggubris dua tembakan peringatan. Puguh pun menembak Ardiansyah, kena di dada kanan. Namun hal ini tidak membuat Ardiansyah tumbang. 

"Pelaku masih sempat menyuruh adiknya lari. Tapi cepat ditangkap," sebut Andre. 

Saat ini, Ardiansyah dirawat di RS Polri Kramatjati. Sedangkan adiknya, ditahan dan diperiksa di Mapolsek Cimanggis. Sementara Brigadir Puguh sempat dirawat di RS Polri Kramatjati. 

Andre membantah Brigadir Puguh mengalami luka parah dan kritis. "Hanya terluka di tangan saja. Ada beberapa jahitan. Sekarang sudah pulang ke rumah untuk istirahat. Dokter sudah memperbolehkannya pulang," tegas Andre.

(try/try) 


http://news.detik.com/read/2012/11/28/153216/2104001/10/penyerang-polisi-di-cimanggis-kakak-beradik-mengaku-punya-ilmu-kebal

Tuesday, 14 August 2012

Kabur karena Ingat Anak, Pencuri Ditembak Polisi



KOMPAS.com/SUPARMAN SULTAN
Penulis : Kontributor Kolaka, Suparman Sultan | Selasa, 14 Agustus 2012 | 13:29 WIB

Tersangka curanmor yang ditembak polisi saat mendapatkan perawatan di RUSD Benyamin Guluh, Kolaka.

KOLAKA, KOMPAS.com 
-- Satuan Unit Buser Polres Kolaka, Sulawesi Tenggara, menembak seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor yang sering beraksi di Kota Kolaka, khususnya selama bulan Ramadhan ini, Selasa (14/8/2012).

Pelaku berinisian SN (30) terpaksa ditembak oleh polisi karena berusaha melarkan diri saat dibawa petugas untuk menunjukkan barang bukti yang ada di Kecamatan Wolo. Tersangka sendiri berhasil diringkus di Kecamatan Pomala setelah sejak pagi tadi dibuntuti oleh tim Buser Polres Kolaka.
Kepala Satuan Serse Polres Kolaka, Ajun Komisaris Polisi Agung Basuki mengatakan, tersangka ranmor ini memang sudah menjadi incaran Polres Kolaka.

"Kami kan sudah beberapa kali mendapat laporan kalau selama Ramadhan marak terjadi pencurian bermotor. Orang ini memang sudah dibuntuti. Pas tertangkap di rumahnya, anggota menyuruh untuk menunjukkan barang hasil curiannya. Nah, di situ dia mengatakan ada di wilayah utara Kolaka, anggota pun langsung membawanya ke dalam mobil. Tapi di perjalanan dia lompat lewat pintu belakang mobil. Sempat ada kejar-kejaran dengan polisi, akhirnya dia pun dilumpuhkan," ungkapnya, Selasa (14/08/2012).

Dia juga meambahkan, tersangka ini melarikan diri dalam keadaan diborgol. "Memang dia ada niat untuk lari karena sementara diborgol masih sempat juga lompat dari mobil. Dia memilih lokasi yang cukup sepi, yaitu di Kecamatan Samaturu dan di tempat dia melarikan diri merupakan semak-semak," tambahnya.

Tersangka sendiri kerap beroperasi di dalam kota Kolaka dan menjalankan aksinya seorang diri. Saat ini, polisi telah mengumpulkan informasi lokasi penyimpanan motor hasil curiannya. "Dia sempat sebutkan beberapa tempat penjualan hasil curiannya. Inilah yang sekarang sementara dikembangkan oleh anggota. Ada kemungkinan tersangka ini menjual hasil curiannya di luar Kolaka, hanya saja dia baru mengakui kalau motor yang ambilnya masih berada di dalam Kota Kolaka," tegasnya.
Tersangka SN sendiri mengaku mencuri motor untuk membiayai hidup keluarganya. "Saya sudah tidak punya pilihan lagi. Uang dari hasil jual motor curian itu saya belikan untuk susu anak saya. Saya menyesal pak melakukan pencurian itu. Saya lompat dari mobil karena takut dipenjara, apalagi anak saya masih kecil," tuturnya.

Saat ini tersangka SN berada di RSUD Benyamin Guluh Kolaka untuk mendapatkan perawatan intensif setelah betis kirinya ditembus timah panas petugas Polres Kolaka.
Editor :
Farid Assifa

http://regional.kompas.com/read/2012/08/14/13293667/Kabur.karena.Ingat.Anak..Pencuri.Ditembak.Polisi

Saturday, 11 August 2012

Spesialis Pencuri Ternak Terpaksa Ditembak


KOMPAS.com/Rini Putri
Penulis : Kontributor Bone, Abdul Haq Jumat, 10 Agustus 2012 | 21:05 WIB
Saharuddin alias Syahril alias Rahuddin salah satu pelaku pencurian ternak antar kabupaten tidak berdaya setelah dilumpuhkan oleh aparat kepolisian dengan menembak kaki sebelah kirinya karena berupaya menyerang polisi saat akan ditangkap.
WAJO, KOMPAS.com - Lantaran melakukan perlawanan saat hendak dibekuk, seorang pencuri spesialis ternak yang kerap melakukan aksinya di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan terpaksa ditembak oleh Tim Buru Sergap (Buser) Polisi Resor (Polres) Wajo.
Pada penggerebekan yang dilakukan Jumat (10/08/2012) siang, polisi berhasil membekuk dua pencuri yakni Pajung Lamasenua (44) serta Suri (38). Mereka dibekuk masing-masing kediamannya di Kecamatan Majauleng Kabupaten Wajo.
Dalam penggerebekan ini, Pajung terpaksa dihadiahi timah panas pada kaki kanannya lantaran berusaha melawan petugas saat polisi menggerebek rumahnya. Sementara Suri juga berhasil dibekuk di rumahnya tanpa perlawanan.
Atas peristiwa ini Pajung langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lamaddukelleng, Sengkang untuk mendapatkan perawatan secara intensif.
"Kawanan ini memang telah masuk daftar Pencarian orang (DPO) sejak tiga tahun terakhir dan baru dua orang yang berhasil kami tangkap," ujar AKP Aska Mappe, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Wajo.
Kawanan pencuri ternak ini kerap melakukan aksinya di Kabupaten Wajo dengan cara yang terbilang berani dan unik. Usai melakukan aksinya para pelaku kemudian mendatangi korbannya dan melakukan pemgancaman agar kasus pencurian ternak milik korbannya tidak dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Editor :
Tri Wahono


http://regional.kompas.com/read/2012/08/10/21054455/Spesialis.Pencuri.Ternak.Terpaksa.Ditembak

Wednesday, 8 August 2012

Pelaku Ditembak, Polisi Sita 45 Unit Motor Curian


Rabu, 08 Agustus 2012 12:36
SUMBARTERKINI - Polisi di Padang, Sumatera Barat, menggulung sejumlah anggota komplotan Curanmor yang telah beraksi sejak lama. Dari para tersangka, polisi menyita 45 unit sepeda motor. Dalam beraksi, tersangka diduga juga sering berpura-pura sebagai Polisi Buser.

Dalam sebuah operasi yang berlangsung sejak beberapa hari terakhir, polisi menangkap enam orang tersangka. Mereka bagian dari komplotan yang bernama Anto Anggai cs.

Tersangka yang diamankan tersebut adalah Herianto alias Anto Anggai (31), dan Yohanes alias Anes Bibir (30). Kedua pria ini warga Siteba. Mereka dilumpuhkan petugas dengan timah panas. Langkah tersebut dilakukan, karena tersangka berusaha melawan saat ditangkap.

Tersangka lain dicocok polisi dari Simpang Haru. Mereka adalah Fredy (19) yang telah 21 kali melakukan curanmor, Rio (22), Joni (25), dan penadah bernama Hendrizal (25).

Kawanan ini telah menjadi buruan polisi sejak lama. Dalam aksinya, tersangka juga ditenggarai sering berpura-pura menjadi Polisi Buser.

Mereka beraksi pada malam hari dan mengintai calon korbannya yang sedang berkendara sendirian. Saat itulah, mereka menanyakan surat-surat kendaraan dan membawa sepeda motor korban.

Dari tangan para tersangka, polisi menyita 45 unit sepeda motor berbagai merek. Hasil curian, dijual kepada penadah dengan harga rata-rata satu setengah juta rupiah. Dalam pengakuan sementara, kawanan ini telah beraksi di 21 lokasi, dengan hasil curian mencapai 130 unit sepeda motor.

Kapolresta Kombes Pol. M. Seno Putro didampingi Kasat Reskrim Kompol Iwan Ariyandhi mengatakan, kasus kejahatan jalanan seperti jambret dan curanmor merupakan perhatian serius pihak kepolisian saat ini. “Kami akan selalu memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada warga Padang yang resah karena kejahatan di jalanan. Upaya yang kita lakukan mulai menuai hasil. Satu persatu pelaku diamankan untuk pengusutan lebih lanjut,” kata Seno.

Mengetahui ada penangkapan, sejumlah korban Curanmor mendatangi Markas Polresta Padang, guna mengenali tersangka dan barang bukti sitaan polisi.

Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dan pengembangan kasus tersebut. Kuat dugaan, masih banyak anggota jaringan ini yg belum tertangkap.**(zam)
Read 36 times

http://www.sumbarterkini.com/kriminal/item/442-pelaku-ditembak-polisi-sita-45-unit-motor-curian

Thursday, 12 July 2012

Setahun Buron, Bandit Besar Ditembak Polisi


By REPORTER RBTV - Sun Jul 08, 12:52 pm
    Setahun Buron, Bandit Besar Ditembak Polisi

    Ujang Darsono alias ujang kancil warga kelurahan sukarami, harus dilarikan ke rumah sakit jitra bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis, akibat bersarangnya dua peluru di kaki kirinya .Penembakan ini dilakukan lantaran tersangka ujang kancil berupaya kabur saat tim buser polres bengkulu hendak melakukan penangkapan di kediamannya.

    Kronologis penangkapan yang dilakukan tim buser polres bengkulu berawal saat tim buser polres bengkulu yang mendapatkan informasi bahwa tersangka ujang kacil ini telah kembali dari pelariannya selama satu tahun.

    Mendapatkan informasi tersebut tim buser polres bengkulu langsung melakukan pengintaian di sekitar kediamannya. Dalam pengintaian yang cukup melelahkan tersebut minggu pagi terlihat tersangka kancil yang baru saja tiba di rumahnya.

    Tanpa menyianyiakan kesempatan tim buser langusng melakukan penangkapan. Saat itulah tersangka ujang kancil yang terbilang licin ini, berhasil kabur dari penggerebekan tim buser polres bengkulu.

    Namun aksi tersangka kancil untuk kabur dari kejaran polisi kandas, lantaran di kawasan air sebakul tersangka berhasil dilumpuhkan dengan dua tembakan yang bersarang di kaki kirinya. Bahkan tembakan yang mengenai paha menyebabkan tulang paha anggota sindikat pencurian ini , patah.

    http://rakyatbengkulutv.com/?p=2956&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter&utm_campaign=Feed%3A+http%2Frakyatbengkulutvcom%2Findexphp+%28RBTV+Bengkulu%29

    Wednesday, 18 January 2012

    Polisi Salah Tembak Ditahan Propam




    Lubang dan darah bekas tembakan polisi di Pasar Inpres
    Naikoten I Kupang, Minggu (15/1/12) 
    sergapntt.com [Kupang] - Delapan anggota buru sergap (Buser) Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) sudah ditahan Direktorat Provesi dan Pengamanan (Propam) Polda NTT, terkait salah tembak yang mengenai dua warga sipil pada Minggu (15/1/12) sekitar pukul 17.30 WITENG di kampung Sabu, belakang pasar Inpres Naikoten I Kupang.

    "Saat ini delapan anggota Buser tersebut sudah diamankan, dan diperiksa intensif di Propam Polda NTT," kata Kapolda NTT melalui Kabid Humas Polda NTT, Kompol Ny Anthonia Pah, di Kupang Senin (16/1/12).

    Penahanan terhadap 8 anggota polisi itu terkait kasus salah tembak terhadap dua warga sipil saat mereka menggerebek aktivitas judi sabung ayam di Pasar Kasih Naikoten I Kota Kupang, Minggu (15/1/12).

    Dua warga yang terkena tembakan senjata aparat Buser Polres Kupang Kota itu masing-masing, Jefri Uly (10), mengenai bahu kiri, dan Darius Bara alias Gus Dur (34) mengenai kaki kanan yang saat kejadian sedang melakukan aktivitas lain di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

    Menurut Ny Anthonia, tembakan yang dikeluarkan oleh anggota Buser Polres Kupang Kota saat kejadian tersebut sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku saat melakukan tugas dan fungsinya di lapangan.

    Dia mengatakan, tembakan yang dilakukan itu tidak bermaksud untuk menembak para pelaku judi sabung ayam atau warga sekitar, tapi tembakan itu lebih sebagai tembakan peringatan bagi para pemain judi sabung ayam agar tidak melarikan diri.

    Menurut mantan Kapolsek Kupang Tengah itu, tembakan peringatan tersebut dilakukan anggota Buser Polres Kota Kupang untuk mempertahankan diri dari aksi amuk massa yang sudah mulai beringas melawan petugas yang saat itu hendak mengamankan  para pelaku perjudian.

    "Tembakan dilakukan sebanyak tiga kali dan dilakukan ke atas, namun karena nyasar mengenai dua warga sipil tersebut," kata Ny Anthonia.

    Klarifikasi Anthonia tersebut beda dengan pengakuan ratusan warga di Pasar inpres Naikoten I Kupang. Menurut mereka, massa tidak pernah menyerang polisi sebelum polisi menembak Jefri dan Gus Dur. Justru ketika datang, polisi secara brutal menembakan senjata. Akibatnya dua peluru mengenai warga. Baru setelah itu, spontan warga mulai berlaku beringas mengejar polisi dengan batu dan kayu.

    Kendati demikian, kata Anthonia, proses pemeriksaan terhadap delapan anggota Buser Sat Reskrim Polres Kupang Kota terus dilakukan Direktorat Propam Polda NTT agar bisa mendapatkan kejelasan dari kasus tersebut.

    By. AMA

    http://www.sergapntt.com/2012/01/polisi-salah-tembak-ditahan-propam.html

    Thursday, 8 December 2011

    Serang Polisi Pakai Golok, Perampok Itu Ditembak




    TEMPO.COTangerang - Setelah diburu selama satu bulan, seorang gembong perampok akhirnya diringkus. Polisi terpaksa melepas tembakan karena penjahat yang bernama Sugianto, 30 tahun, itu menyerang dengan golok. "Kami terpaksa menembak kakinya," kata Kapolsek Cisoka, Ajun Komisaris Afroney Sugiarto, Kamis 8 Desember 2011.

    Jejak Sugianto baru terlacak beberapa hari terakhir. Semalam polisi  menemukan tempat persembunyian lelaki itu. "Dia tinggal di sebuah rumah di Serang, Banten," kata Afroney. Tim buser bergerak dan menggerebek rumah itu. Proses penangkapan sempat menegang karena Sugianto bertindak agresif.

    Menurut Afroney, Sugianto adalah penjahat kawakan yang sudah lama masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polres Kota Tangerang. Dia kerap beraksi di wilayah Kabupaten Tangerang. Saat ditangkap polisi menyita aneka barang bukti kejahatan seperti perhiasan dan telepon genggam serta uang tunai sebesar Rp 18 juta.

    Berdasarkan catatan kepolisian, komplotan yang dipimpin Sugianto pernah beraksi di sebuah toko material milik Tam Budi di Kampung Pesanggrahan, RT 06/01, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, pada 1 September 2011. Mereka menggasak uang tunai sebesar Rp 40 juta, perhiasan, dan 5 buah telepon genggam.

    Gembong rampok asal Pandeglang, Banten, ini juga dikenal sadis. Dia tidak segan-segan melukai korban. Di hadapan polisi dia mengaku nekat merampok karena ingin mendapatkan uang dengan cara mudah. Uang hasil kejahatan itu kemudian dihabiskan untuk foya-foya di tempat hiburan malam. "Kami cuma ingin bisa terus happy," ujar Sugianto.

    Setelah ditangkap, kegarangan lelaki itu seakan hilang. Dari mulutnya lebih sering terdengar suara rengekan seperti anak kecil. "Ampun Pak, saya menyesal. Saya baru lima kali merampok di sini. Saya janji tidak akan mengulanginya lagi," ujar Sugianto sambil menangis menahan sakit di kaki kirinya.

    JONIANSYAH



    http://www.tempo.co/read/news/2011/12/08/064370509/Serang-Polisi-Pakai-Golok-Perampok-Itu-Ditembak

    Tuesday, 26 July 2011

    2 Pelaku Curas Didor Buser di Rumah Kontrakan

    PURWAKARTA (Pos Kota) – Tim buru sergap (Buser) kembali menggulung kawanan pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) di satu rumah kontrakan di Jl Industri Desa Cilangkap, Kec Babakan Cikao, Purwakarta, Minggu (24/7) malam. Empat pelaku diringkus. Dua diantaranya dilumpuhkan dengan ditembak pada bagian kaki karena berusaha kabur.

    Keempat pelaku curas itu adalah Jun, 19, warga Babakan Mangga RT 07 RW 04 Desa Tegalsari, Kec Tegalwaru, Ded, 40, warga Rt 06/02 Kp Warung Kaleci, Kec Bungursari dan Rud, 31, warga Munjuljaya, dan Kah, 23, warga Cicadas Rt 01/04 Kec Babakan Cikao, Purwakarta.

    Kapolres Purwakarta AKBP Bahtiar UP melalui Kasatreskrim AKP Yuswandi, Senin (25/7), mengatakan, ditangkapnya kawanan pelaku curas tersebut hasil pengembangan selama sebulan setelah sebelumnya menangkap pelaku Ir dan Car, warga Karawang.

    Dari kedua pelaku mengarah ke empat pelaku diatas hingga petugas menyelidiki dan mengendus tempat persembunyian mereka di sebuah rumah kontrakan di Jl Industri.

    ” Kawanan ini telah melakukan curas kepada seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) Nunung, 38, di Perkebunan PTPN VIII Cikumpay beberapa waktu lalu. Korban pulang berjualan dan hendak pulang kerumahnya dibegal kawanan Ded cs dengan mengalungi pisau. Karena takut korban menyerahkan motor Mio dan uang tunai Rp 400 ribu milik korban,” ungkapnya.

    Menurut Yuswandi, pihaknya terpaksa menembak bagian kaki kedua tersangka yakni Jun dan Ded,karena berusaha kabur saat digerebek dirumah kontrakan di Jl Industri. Sedangkan dua tersangka lain yakni Rud dan Kah, memilih tak melawan dan langsung diringkus petugas buser.

    Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, mereka kini telah mendekam diruang tahanan Mapolres Purwakarta. ” Mereka dijerat pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara,” pungkasnya.

    (dadan/sir)

    Pelaku Curanmor Ditembak Polisi

    E-mailCetakPDF
    altKota Bima, Sumbawanews.com.- Gara-gara terlibat mencuri sepeda motor Yamaha jenis Vision milik warga BTN Nusatantara Kota Bima Jum’at (22/7) malam diparkir Sultan Square, Ismail (25) warga Desa Simpasai Kecamatan Monta Kabupaten Bima Sabtu (23/7) sekitar pukul 11.30 wita jalan Talabiu - Dore ditembak tim Buru Sergap (Buser) Satuan Reserse dan Kriminal (Sat Reskrim) Polres Bima Kota . Ismail alias is kena rtembakan sebanyak tiga kali dibagian paha kiri, saat dilakukan penangkapan oleh tim buser, pelaku saat itu coba melarikan diri dan bersembunyi dalam sungai didepan gedung Paruga Nae Kecamatan Woha di gedung Paruga Nae Kecamatan Woha kedalaman 3 Meter dengan cara menyelam sekitar 15 Menit.

    Dari pengakuan saksi mata Halik warga Desa Talabiu Kecamatan Woha pada wartawan ini dihalaman RSUD Bima Sabtu siang menjelaskan, saat itu pelaku saat ditangkap tim buser di perempatan cabang Talabiu jalan Bima-Sumbawa langsung melarikan diri ke arah Timur menuju Desa Dore, namun bersamaan saat itu ada acara Bupati Bima di aula Paruga Nae setempat. Akibatnya salah seorang buser melepas tembakan sebanyak 3 kali yang mengarah pada paha kiri pelaku, namun setelah kena peluruh tersebut pelaku masih kuat melakukan pelariah dan bersembunyi di sungai, “pelaku sengaja menyelam 15 menit dan tidak lama kemudian muncul di permukaan dan langsung di ringkus”, kata staf TRC Kesbanglinmas Kabupaten Bima ini.

    Menurut Halik, pada hari itu nasib Ismail sangat beruntung. Pasalnya warga Talabiu minta pelaku untuk dibakar dalam keadaan hidup-hidup, namun anggota buser Polres Bima Kota cepat membawa pelaku menggunakan mobil Ferosa dan langsung dilarikan ke RSUD Bima untuk mendapat perawatan medis.

    Dari informasi yang dihimpun wartawan ini di RSUD Bima berdasarkan pengakuan anggota buser yang melakukan penangkapan pada pelaku, dibawah pimpinan Kanit Buser Sat Reskrim Polres Bima Kota, Brigader M. Guntur menjelaskan, Jum’at malam Ismail bersama temannya Ardiansyah asal desa yang sama terlibat kasus pencurian motor (curanmor) di TKP. Namun saat pengejaran Ardiansyah tertangkap duluan malam itu juga, sedangkan Ismail berhasil meloloskan diri, ironisnya lagi Ismail tidak tahu bahwa kerabatnya (Ardiansyah, red) sudah ditangkap.

    Sehingga para buser memanfaatkan Ardiansyah untuk memancing Ismail, “ini ada uang tembusan untuk motor vison itu senilai Rp 1 Juta, bagaiman kita fifti-fifti saja, namu kita ketemu dimana untuk menyerahkan yang Rp 500 ribu untuk Ismail,” kata Ardiansyah saat menghubungi Ismail via telepon selulernya Jum’at malam yang kutip salah seorang anggota buser yang namanya egang dikorankan.

    Dari hasil negosiasi itu, masih menurut anggota buser (nara sumber, red) Ismail minya Ardiansyah untuk membawa uang tembusan itu di perempatan cabang Talabiu Sabtu siang. Nah disitulah Ismail dilumpuhkan menggunakan peluruh panah hingga pelaku mendapatkan jahitan bertubi-tubi dari polisi mengamankan sejumlah Barang Bukti (BB) kunci T, henpon seluler dan uang sejumlah rp 1 Juta . (Khairul)

    http://www.sumbawanews.com/berita/daerah/pelaku-curanmor-ditembak-polisi.html