Showing posts with label Subang. Show all posts
Showing posts with label Subang. Show all posts

Friday, 19 November 2010

Kawanan Rampok Kelompok Lamongan Tewas Ditembak Polisi

Rabu, 17 November 2010 10:38 WIB

BEKASI--MICOM:
Abdul Muji, 32, anggota kawanan rampok spesialis rumah dan gerai handphone, Selasa (16/11) tewas diterjang empat timah panas petugas Satreskrim Polres Metro Bekasi, Jawa Barat. Petugas terpaksa menembak Muji karena tersangka berusaha melarikan diri saat diminta menunjukkan tempat persembunyian kawanannya.

Penembakan terhadap Muji terjadi saat dirinya bersama rekannya, Arif Wibisono, 28, diminta menjunjukkan tempat persembunyian dua rekannya, Odoy dan Dedi di Kampung Cijoged, Desa Lengkong, Cipendey, Subang.

Saat mendapat kesempatam, Muji berusaha merebut senjata seorang petugas. Gagal meraih pistol, pria asal Gresik, Jawa Tengah ini langsung melarikan diri.

Melihat tersangka kabur, petugas langsung melepaskan tembakan. Pelarian Muji baru terhenti setelah empat peluru yang ditembakan petugas menembus badannya. Jenazah Muji kemudian dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna proses autopsi.

"Polisi menembak karena pelaku melawan dengan cara merebut senjata petugas. Polisi sebenarnya sudah memberi peringatan tetapi diabaikan," kata Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi Komisaris Ade Ary Syam Indradi.

Menurut Ade, dalam aksinya pelaku yang merupakan kelompok Lamongan itu tidak segan-segan menembak korban yang melakukan perlawanan. Kini polisi masih mengejar Odoy dan Dedi yang masih buron.

Dari kelompok ini polisi menyita senjata api jenis FN, 13 butir peluru, dua unit sepeda motor Yamah Mio dan Honda Supra X serta sembilan kardus handphone berbagai merk. (GG/OL-04)

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/11/17/182167/7/5/Kawanan-Rampok-Kelompok-Lamongan-Tewas-Ditembak-Polisi

Sunday, 29 August 2010

Alap-alap Motor Didor Polisi

Senin, 30 Agustus 2010

SUBANG,(GM)-

Satu dari dua alap-alap sepeda motor di wilayah Tambakdahan, Kab. Subang, terpaksa dilumpuhkan polisi dengan sebutir peluru yang bersarang pada bagian betisnya, karena melarikan diri ketika akan ditangkap. Sebelum ditembak, petugas telah melepaskan tembakan peringatan.

Ras alias Kulup (42), warga Kp. Sengon, Desa Mariuk, Kec. Tambakdahan, akhirnya ditangkap petugas dan kini diamankan di mapolres bersama rekannya, Tas (29).

Kapolres Subang, AKBP Dadang Hartanto melalui Kasatreskrim, AKP Imran Ermawan yang dikonfirmasi, Sabtu (28/8) membenarkan, tersangka merupakan spesialis pencurian kendaraan bermotor di wilayah jalur pantura Subang.

"Terbongkarnya kawanan maling ini berkat laporan dari masyarakat, yang curiga terhadap pelaku yang sering gonta-ganti sepeda motor dan kebetulan anggota memergokinya usai menjual barang jarahan," katanya.

Ia menyebutkan, kasus ini sedang dikembangkan. Yang jelas modusnya mengambil sepeda motor yang diparkir di halaman rumah atau di daerah persawahan. Seperti yang pernah dialami korban, Wardi (43). Sepeda motor Yamaha Jupiter nopol T 3718 FP yang diparkirnya di daerah persawahan, Minggu (18/7) hilang sekitar pukul 09.30 WIB. Padahal sepeda motor miliknya itu dikunci ganda.

"Kedua tersangka mengaku mencurinya dan menjual kendaraan tersebut seharga Rp 1,2 juta - Rp 1,5 juta kepada orang lain," jelas Kapolres sambil mengatakan, Kulup merupakan residivis kasus pencurian sepeda tahun 1996.
(B.76)**

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100830063154&idkolom=nasionaldaerah

Saturday, 21 August 2010

Polisi Tembak Pelaku Curas

Sabtu, 21 Agustus 2010

Tim buru sergap (buser) dari Polres dan Polsek Pagaden yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Pagaden, Aiptu Oman Aminta menyergap tiga pelaku pencurian dengan kekerasan (curas). Seorang di antaranya ditembak betisnya, karena berusaha kabur saat disergap di daerah Sumbersari, Pagaden, Subang, Jumat (20/8).

Petugas mendapat laporan dari korban, Endang (28), warga Kp. Jampang, Jln. Harapan II RT 01/RW 02, Desa Jampang, Kec. Kemang, Kab. Bogor, Selasa (17/8). Ia kehilangan mobil Mitsubishi pick-up nopol F 8054 FR. Sebelumnya korban dianiaya hingga pingsan. Petugas lalu mengejar pelaku karena masih berada di wilayah hukum Polsek Pagaden. Kebetulan Jumat pagi itu ada yang menawarkan mobil murah yang ternyata hasil jarahan.

Setelah dipastikan ciri-ciri mobil itu sesuai dengan laporan korban, petugas berpura-pura akan membelinya. Transaksi dilakukan SPBU Jabong pukul 12.00 WIB. Ternyata benar, seorang pelaku membawa kendaraan dan ketika mobil sedang dilihat-lihat muncul tim buser.

Ad (37), warga Kp. Kumir, Desa Simpar, Kec. Cipunagara, Subang tak berkutik dan mengakui perbuatannya bersama dua rekan lainnya. Tim buser kemudian bergerak ke rumah Cece di Kp. Jatisari, Sumbersari, Pagaden karena Wan (38) dan Iw (33) asal Batu Ceper, Tangerang, Banten, ikut menumpang di sana.

Rupanya kedatangan anggota polisi berpakaian sipil ini dicurigai Wan. Ia mencoba kabur namun sebuah tembakan di betis kanan membuatnya ambruk. Sedangkan Iw langsung menyerah.

Menurut korban, awalnya Wan dan Iw menyewa kendaraan miliknya seharga Rp 80 ribu untuk membawa besi dari Subang. Selain itu bila besi sudah terjual, mereka berjanji akan memberi uang tambahan. Namun dalam perjalanan, ternyata ada pelaku lain, yaitu Ade. Begitu korban keluar dari kendaraan, kepalanya dipukul dengan besi.

Kapolres sidak

Sementara itu, Kapolres Subang AKBP Dadang Hartanto, S.H., S.I.K., M.SI. didampingi Kabag Ops Kompol Purwito, Kasat Samapta AKP Junaedi A.R., dan Kapolsekta Subang Kompol Ali Hanafiah melakukan kunjungan mendadak ke berbagai bank pemerintah dan swasta serta pertokoan.

Kapolres berterima kasih kepada pimpinan bank yang telah meningkatkan pengamanan dengan baik sebagai upaya deteksi dini terjadinya tindakan kriminal pencurian.

Tidak hanya karena terjadi perampokan di Medan, pihaknya pun sebelumnya telah meminta seluruh bank untuk melengkapi sarana pengamanan, termasuk anggota polisi yang jumlahnya ditambah. (B.76)**

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100821032646&idkolom=nasionaldaerah

Monday, 5 July 2010

Perampok Sarang Burung Ditembak

DODO RIHANTO/"PRLM"

DODO RIHANTO/"PRLM"
Tiga dari enam anggota komplotan perampok tampat budi daya sarang burung walat digiring ke Markas Kepolisian Resort Subang, Minggu (4/6). Seorang di antaranya terpaksa ditembak karena berusaha melarikan diri saat hendak diringkus.*

SUBANG, (PRLM).- Seorang di antara enam perampok yang menyatroni tempat budi daya sarang burung walet di Kamp. Banjarsari, Desa Sarireja. Kec. Jalancagak awal pekan silam terpaksa ditembak unit Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Sektor setempat, Sabtu malam (3/7).

Ia berusaha kabur saat disergap sehingga petugas melumpuhkannya dengan timah panas. Sementara rekan-rekannya diciduk petugas dari beberapa tempat berbeda. Selain meringkus mereka, aparat dari Polsek Jalancagak juga mengamankan seorang penadah yang membeli barang hasil jarahan kawanan perampok tersebut.

Menurut keterangan petugas, anggota kawanan pajahat yang diringkus adalah Apit (36), warga Desa Sarireja, Kec. Jalancagak, Carlan (38), warga Desa Saireja, Abdul Rohim (35) warga Kamp. Ranjung Desa Cidadap, Kec. Pagaden, Opik (32), warga Kamp. Tanjungsari, Desa Sarireja, Komarudin (46), warga Kamp/Desa Mayang, Kec. Cisalak, dan Karna Pusbi (37), warga Kamp. Bolang, Desa Cibuluh Kec. Tanjungsiang.

Pelaku yang disebut terakhir adalah yang ditembak petugas karena berupaya melarikan diri saat dikepung aparat Kepolisian. Sedangkan penadah barang hasil jarahan mereka yang bekuk Polisi adalah Aceng Karyana (40), warga Kampung Margamulya, Kec. Cimalaka, Kab. Sumedang.

Menurut keterangan Kepala Kepolisian Resort Subang Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto melalui Kepala Kepolisian Sektor Jalancagak Ajun Komisaris Dadang Kurniadi, Minggu (4/7), penangkapan para pejahat itu berkat laporan warga Sarireja yang melihat ada dua orang mencurigakan berada di sekitar kebun teh. Saat diselidiki dua oarang itu adalah Apit dan Carlan.

Namun keduanya langsung kabur ke Bekasi begitu keberadaannya diketahui warga. Berbekal informasi itu, petugas langsung melacak mereka ke Bakasi, hingga kedua tersangka berhasil ditangkap saat sedang bekerja sebagai buruh bangunan. Ketika diinterograsi kedua tersangka mengaku ikut menjarah tempat budi daya sarang burung walet dan mereka pun menyebutkan sejumlah nama-nama pelaku lainnya.

“Keterangan kedua tersangka itu selanjutnya kami kembangkan hingga akhirnya berhasil menangkap sejumlah tersangka lain,” kata Kapolres.

Namun, lanjut Kapolres, tersangka Karna terpaksai ditembak karena memilih kabur ketika akan ditangkap. Dari pengakuan Karna, barang hasil jarahan mereka dijual kepada Aceng Karyana, seharga Rp 30 juta, hingga Aceng pun diamankan ke Polsek Jalancagak. (A-106/A-26).***

http://www.pikiran-rakyat.com/node/117205

Pencuri Sarang Walet Didor

Senin, 05 Juli 2010

SUBANG,(GM)-

Kar (37), satu dari enam pencuri sarang burung walet di Kp. Banjarsari, Desa Sarireja, Kec. Jalancagak, Kab. Subang ditembak polisi saat ditangkap, tidak jauh dari tempat tinggalnya, Sabtu (3/7) malam sekira pukul 19.00 WIB.

Kapolres Subang, AKBP Dadang Hartanto, S.H.,S.I.K.,M.Si melalui Kapolsek Jalancagak AKP Dadang Kurniadi mengatakan, Kar tepaksa ditembak karena berusaha kabur.

Menurutnya, warga Kp. Bolang, Desa Cibuluh, Kec. Tanjungsiang, Kab. Subang yang diidentifikasi sebagai otak pencurian, rupanya mengetahui kedatangan polisi. Ketika sedang nongkrong di pinggir sungai, ia langsung lari pontang-panting karena melihat beberapa polisi yang menghampirinya.

Polisi pun segera melepaskan tembakan peringatan. Namun residivis tersebut tidak menghiraukan letusan peluru, hingga polisi menembaknya hingga Kar ambruk.

Selain Kar, polisi yang mendapat informasi kalau barang jarahannya sudah dijual kepada AK (40) warga Margamulya Kecamatan Cimalaka Kabupaten Sumedang seharga Rp 30 juta, sedangkan rekannya yang ikut melakukan perampokan dengan kekerasan masing-masing Ap (36), Car (38) dan Op (32) asal Sarireja, Kecamatan Jalancagak, AR (35) warga Ranjung, Desa Cidadap Kec. Pagaden, serta Kom (46) asal Kampung/Desa Mayang Kec. Cisalak, Subang, satu persatu polisi berhasil meringkus semua tersangka dari tempat persembunyiannya.

Dari saksi

Kapolsek Jalancagak yang didampingi KapolKanit Reskrim Aiptu Andri. R yang dihubungi, Minggu (4/7) saat meninjau tempat kejadian perkara (TKP) di Kp. Banjarsari mengatakan, terungkapnya komplotan ini berkat laporan dari saksi yang kebetulan pada malam kejadian sedang berada di kebun teh, tidak jauh dari TKP dan mengenali diantara komplotan tersebut.

"Awalnya kami sempat kesulitan karena dua tersangka yang disebut-sebut ikut terlibat, tidak ada di kampung halamannya dan bekerja ke Bekasi sebagai buruh bangunan. Beruntung, kami pun berhasil menemukannya termasuk pelaku lainnya. Sedangkan barang bukti sarang walet sudah dijual dan AK pun kita amankan," jelasnya seraya menambahkan, keenam pelaku digiring ke TKP guna mengetahui peran mereka masing-masing.
(B.76)**

http://www.klik-galamedia.com/indexnews.php?wartakode=20100705033158&idkolom=nasionaldaerah

Friday, 18 June 2010

Rampok Honda Jazz, Dua Pelaku Ditembak Polisi Subang


TEMPO Interaktif, Subang - Dua dari enam anggota komplotan sindikat pencurian kendaraan bermotor "Subang-Karawang-Bekasi" dilumpuhkan timah panas Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Subang, Jawa Barat, saat mereka melancarkan aksinya, Jumat dini hari (18/6).

"Keduanya ditembak karena melakukan perlawanan dan berusaha melarikan diri," kata Ajun Komisaris Besar Dadang Hartanto, Kepala Polres Subang, kepada
Tempo, siang ini.

Komplotan perampok berusia belasan tahun tersebut, tertangkap tangan sedang berupaya mencuri sebuah Honda Jazz D 1082 XG milik Dedi, warga Perumnas Sukarahayu, Karanganyar, Subang. "Mereka sudah berhasil menjebol pintu gerbang rumah Dedi," kata Dadang.

Ketika akan disergap, mereka melarikan diri dengan menggunakan Suzuki AVV B 1145 EFC. "Sebelum dilumpuhkan, angota kami sempat terjadi kejar-kejaran dalam jarak lima kilometer," kata Dadang. "Mirip adegan di film."

Ranger patroli Polsekta Subang yang dipakai dalam aksi pengejaran itu pun penyok di beberapa bagian akibat terjadi beberapa kali benturan dalam aksi kejar-kejaran itu.

Dari komplotan sindikat curanmor "Subang-Karawang-Bekasi" itu, polisi merampas barang bukti sejumlah kuci T berbagai ukuran, clurit, sepeda motor Yamaha Mio dan Honda Beat dan sejumlah kendaraan roda empat.

Dua penjahat yang ditembus timah panas polisi yakni Agus Antoni dan Samad, lainnya Bram alias Suntama, Wardani, Asep Sofyan dan Cecep Supandi.

NANANG SUTISNA.

http://www.tempointeraktif.com/hg/bandung/2010/06/18/brk,20100618-256436,id.html