Showing posts with label pembunuh. Show all posts
Showing posts with label pembunuh. Show all posts

Friday, 7 December 2012

Pembunuh Kebal Ditembak, Polisi Pun Mengencingi peluru

Pembantai Istri & Tetangga Kebal Karena Cincin Dukun


SIDIKALANG-PM

Cincin sakti pemberian seorang dukun bermarga Sinambela warga Desa Saribudolok, Kab. Simalungun, merupakan benda di balik kebalnya Selamat Naibaho terhadap tembakan.

Hal itu diungkap Selamat saat ditemui di RSU Sidikalang, Rabu (5/12). Dengan tangan digari ke tempat tidur, dia langsung menatap tajam kepada wartawan Koran ini, saat pertama kali ditemui.

Tidak tahu pasti apa yang ada di benaknya. Namun tatapan itu berlangsung beberapa menit, tanpa berkedip. Pandangan kurang bersahabat tersebut dilakukannya, sesaat kru menanyakan apakah di pernah menuntut ilmu kebal, hingga tahan ditembak.

Walau awalnya terlihat berat, pria ini akhirnya mengungkap bagaimana cincin sakti tersebut ada padanya. Menurutnya, cincin dari dukun bermarga Sinambela itu diperolehnya sekitar tahun 2004 lalu.

Selain sebagai pelindung badan (ilmu kebal), cincin tersebut berkhasiat membuat orang yang didekatnya senang. Tidak hanya teman tetapi juga lawan. Keampuhan lainnya, cincinnya juga mampu mendatangkan jodoh.

Dari tiga keampuhan cincin itu, murah dapat jodoh adalah bukti yang pertama kali dirasakannya. Dimana, kurun waktu dua bulan, dia bertemu dan berhasil menggaet hati Yetti, istri sekaligus salah satu korban pembantaiannya.

Meski telah bertahun menggunakan dan merasakan langsung manfaat cincin itu, Selamat mengaku tidak tahu sama sekali anti dari kesaktiannya. Karena itu pula, dirinya sama sekali tidak berupa menghindar saat ditembak pakai peluru yang telah dikencingi.

Pun begitu, Selamat menyebutkan kalau dirinya sama sekali tidak menyesal dengan ketidak tahuan anti jimatnya. Kini yang dirasakannya hanya rasa bersalah telah membantai istri dan tetangganya, hingga merengut dua nyawa.

Dengan suara sedikit memelas, dia memohon maaf sebesar-besarnya kepada semua keluarga korban. Selain itu, dirinya sangat bersyukur Yetti berhasil meloloskan diri. “Jika saja istriku tidak lari, mungkin dia juga ikut terbunuh. Waktu itu aku benar-benar tidak tahu apa yang menguasai diriku,” sebutnya. (shg/jos/ras)

>>>Kesal Direpeti Istri

Ditanya motif pembantaian yang dilakukannya, Selamat mengaku saat itu gelap mata karena kesal selalu repetan oleh istrinya. “Karena aku tidak mau disuruh ke ladang, istriku merepet terus makanya kuambil parang ke dapur dan kubacokkan ke kepalanya,” ujar Selamat.

Beruntung Yetti langsung melarikan diri. Namun entah kenapa, putusan melarikan diri tersebut justru membuat Selamat tidak bisa mengontrol diri. Belakangan, terjadilah pembantai tersebut.

Bermula karena tidak berhasil menemukan istrinya yang melarikan diri, Selamat meluapkan emosi kepada Septian Marbun (3.5), anak tetangganya dengan cara menebas leher dan tangan hingga putus.

Setelah itu, dia melanjutkan pencari memburu Yetti. Saat perburuan, pelaku mendapati Berliana Br Hutagaol. Sama seperti Septian, wanita yang sedang hamil tua ini juga tidak luput dari amuknya.

Tindakan brutalnya berlanjut. Tetangga lainnya, Roulina Br Simbolon turut dibacokinya. Nahas, nyawa wanita ini melayang sebelum tiba di RSU Sidikalang. Bak orang kesetanan, warga lain tak luput dari amuknya termasuk Marhau Simbolon (68). Beruntung, nyawa pria ini berhasil diselamatkan. Awalnya dia dilarikan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Pardomuan, dan kini Marhua telah dirawat di RSU Sidikalang.

Dari semua korban yang menjalani perawatan di RSU Sidikalang, dr. Mei Sitanggang menyebutkan, semua berangsur-angsur membaik kecuali Yetti yang kini dalam trauma berat hingga harus mendapat perawatan intensif. (shg/jos/ras)

>>Kapolres Akui Kepanikan Anggotanya

Pembantaian yang dilakoni Selamat Naibaho dengan cara membacok istri, serta lima tetangganya sempat membuat suasana di Desa Lae Markelang, Kec. Siempat Nempu Hilir, Kab. Dairi mencekam pada Selasa (4/12) lalu.

Selain keji, tindakan tersebut merupakan perbuatan paling heboh dalam kurun satu dasawarsa di daerah penghasil kopi tersebut. Tak heran, warga yang takut menjadi sasaran, memilih mengunci diri di dalam rumah saat polisi berusaha melumpuhkannya.

Suara letusan senjata api polisi yang seakan saling bersautan, membuat suasana semakin mencekam selama lebih kurang 4 jam. Rentetan tembakan tersebut karena Selamat tahan tembak.

Hal itu dibenarkan Kapolres Dairi, AKBP Enggar Pareanom. Disebutkannya, tembakan dilepaskan sekitar 8 personilnya dalam jarak 10 meter. Cukup dekat untuk mengarahkan muncung senjata ke target.

Kepanikan mulai terjadi begitu tahu pelaku tahan tembak (kebal), hingga beberapa personil terpaksa mengisi ulang peluru. Suasana bahkan sempat gaduh, manakala pelaku berusaha melawan petugas sambil menenteng parang yang digunakannya saat membantai para korban.

Dalam kepanikan tersebut, beberapa personil melakukan tindakan yang terbilang tidak lazim, yakni mengencingi peluru dan menggosokkannya ke tanah sebelum ditembakkan.

Walau terbilang berbau mistis, tapi langkah tersebut ternyata ampuh. Selamat akhirnya tidak bisa menyelamatkan diri. Pria ini rubuh setelah peluru yang dikencingi bersarang di kaki dan tangannya.

Ketika ditanya apakah pihaknya akan memanggil psikiater untuk memeriksa kejiwaan pelaku? Enggar menyebutkan kalau sementara belum perlu. Pihaknya masih menunggu perkembangan Selamat dalam beberapa hari. (shg/jos/ras)


http://www.kaskus.co.id/thread/50c158b41fd719cb6e00002c/pembunuh-kebal-ditembak-polisi-pun-mengencingi-peluru

Tuesday, 13 November 2012

Pemerkosa dan Pembunuh Sadis Itu Ditembak Kakinya


Selasa, 13 November 2012 23:54:38 WIB 

TRIBUNNEWS.COM, SUBULUSSALAM –Kepolisian resor (polres) Aceh Singkil akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan, Risma Kristiana (20) gadis asal Jalan Tengku Nyak Adam Kamil, Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam yang ditemukan membusuk, Sabtu  (20/10/2012) bulan lalu di lahan perkebunan kelapa sawit Desa Suro Baru, Kecamatan Suro, Aceh Singkil. Polisi berhasil mengungkap pembunuhan sadis tersebut setelah sebulan menjadi misteri.
 
Pelaku  bernama Raja Mika alias Ateng (21) penduduk Desa Penuntungan (SKPC), Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam ditangkap di sebuah rumah tempat persembunyiannya Desa Peunaron, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur. Penangkapan pelaku dipimpin langsung Kasat Reskrim Polres Aceh Singkil AKP Ibrahim bersama lima anggota dalam sebuah operasi khusus.
Pelaku Ateng ditangkap di  rumah kakaknya yang dijadikan tempat persembunyian Desa Peunaron, Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Aceh Timur pada Minggu (11/11/2012) sekitar pukul 22.30 WIB.”Pelakunya ada dua orang, satu sudah ditangkap dan yang satunya buron,” kata Kapolres Aceh Singkil AKBP Bambang Syafrianto S.IK yang dikonfirmasi serambinews.com, Selasa (13/11/2012) malam.
Sementara Kasatreskrim AKP Ibrahim mengatakan, bahwa sebelum ditangkap, pelaku berusaha untuk melarikan diri sehingga polisi menembakkan timah panas dan mengenai kaki sebelah kiri. Hal itu dilakukan polisi lantaran pelaku memegang tas hitam berisi parang. Kasatreskrim AKP Ibrahim juga mengatakan kalau pelaku saat ditangkap baru sekira empat jam berada di rumah.”Waktu kami sergap, pelaku berusaha melarikan diri, jadi seketika langsung kita tembak, karena di tas pelaku juga ada parang saat itu sudah dipegang tasnya,” ujar AKP Ibrahim.
Seperti diberitakan sebelumnya, sesosok mayat wanita ditemukan membusuk di lahan perkebunan kelapa sawit milik Nasjuddin (48)  Desa Suro Baru, Kecamatan Suro, Kabupaten Aceh Singkil, Sabtu  (20/10/2012) dua pekan lalu. Korban yang dikenali bernama Risma Kristiana (20) beralamat di Jalan T.Nyak Adam Kamil, Desa Subulussalam Utara, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam dengan posisi tengkurap dan telah membusuk sekitar 50 meter dari jalan Subulussalam-Singkil.
Terkait pembunuhan di Kota Subulussalam, dalam melakukan aksinya, pelaku dibantu oleh seorang temannya berinisial A(35) tahun, duda asal Kota Subulussalam. Saat ini, tersangka A yang melarikan diri sudah masuk dalam Daftar pencarian Orang (DPO). Tersangka A berperan membantu pelaku Ateng menghabisi korbannya. Lalu, sepeda motor korban jensi Supra 125 tanpa plat dibawa kearah Medan menuju Aceh Timur. Namun naas, di Stabat, Sumatera Utara, sepmor tersebut terjaring razia sehingga ditahan polisi lantaran tidak memiliki surat-surat lengkap. Kini, sepmor dan sebilah pisau dapur yang digunakan pelaku untuk menghabisi korbannya telah diamankan kepolisian Aceh Singkil sebagai barang bukti. Pelaku dijerat pasal 340, 338 dan 365 ayat 4e dengan ancaman hukuman seumur hidup penjara.
http://www.tribunnews.com/2012/11/13/pemerkosa-dan-pembunuh-sadis-itu-ditembak-kakinya

Wednesday, 5 September 2012

Pelaku Pembantaian Ditembak

Rabu, 05 September 2012 , 14:08:00


MUSI RAWAS – Hampir dua tahun jadi buronan polisi, pelarian Salim (27), warga Desa Harapan Makmur SP 9 HTI, Kecamatan Muara Lakitan, akhirnya terhenti. Itu setelah kaki kirinya diterjang timah panas aparat Satuan Reskrim Polres Musi Rawas (Mura) dan Polsek BTS Ulu, yang menggerebek pondoknya, Senin petang (3/9).

Tersangka Salim masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi, terkait otak dan pelaku pembunuhan keji yang nyaris membantai satu keluarga pada 24 September 2010 silam. Dimana, Desi Astuti tewas dengan kepala dibacok bertubi-tubi saat memeluk melidungi anaknya, Febri (1,5).

Sementara suaminya, Dedi Hermansyah, sempat menderita bacokan tapi berhasil kabur dari pondok menyelamatkan diri. "Suami dan anak korban selamat dan dibawa ke puskesmas. Pembunuhan ini diduga motif dendam tersangka Salim terhadap korban. Satu pelaku lagi berinisial De (Deri, red), masih buron,” kata Kapolres Mura AKBP Rizal Syahman Radi, melalui Kasat Reskrim AKP Suryadi, kemarin.

Dijelaskannya, motif dendam itu lantaran korban Dedi pernah melapor ke majikannya, bahwa tersangka Salim sering menjual getah karet tanpa sepengetahuan majikannya. ”Akibatnya, tersangka Salim diberhentikan dari pekerjaannya,” ujar Suryadi. Lantaran diberhentikan bekerja itulah, tersangka Salim menjadi dendam dan berencana menghabisi nyawa korban.

Hingga akhirnya pada 24 September 2010 sekitar pukul 16.00 WIB, tersangka Salim mendatangi pelaku Deri di pondoknya. Tersangka mengajak Deri membunuh korban, kemudian malamnya sekitar pukul 19.00 WIB keduanya bermotor mendatangi pondok korban di wilayah Tebat Patah, Desa Tambangan, Kecamatan BTS Ulu. ”Tersangka sudah membawa parang,” terang Suryadi.

Setibanya pukul 22.00 WIB di pondok korban, didapati korban sedang duduk-duduk di teras pondoknya. Melihat yang datang Salim yang dikenalnya, korban menyuruh Salim dan Deri naik ke atas pondok. Sempat terlibat pembicaraan, tiba-tiba pelaku Deri langsung membacok korban Dedi. Tapi berhasil ditepis korban, dia pun berlari menyelamatkan diri meski sempat dikejar pelaku Deri.

Melihat keduanya kejar-kejaran, tersangka Salim masuk ke dalam pondok. Istri korban, Desi Astuti yang sedang tidur bersama anak mereka, Febri, lalu terbangun. Meski sempat mengiba mohon agar jangan dianiaya, tersangka Salim dengan kejinya membacok kepala korban Desi berulangkali. Saat itu, korban Desi tidak bisa melakukan perlawanan karena melindungi anaknya dalam pelukan. ”Setelah memastikan korban Desi tewas, pelaku baru kabur,” pungkas Suryadi. (iol/ce2)

http://www.jpnn.com/read/2012/09/05/138719/Pelaku-Pembantaian-Ditembak-

Tuesday, 4 September 2012

Tersangka Pembunuh Ditembak Polisi


Bangkapos.com - Selasa, 4 September 2012 17:40 WIB
Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Ahmad Fahrozi

BANGKAPOS.COM, MUSIRAWAS - 
Buron sekitar dua tahun, Salim (27), tersangka pembunuh terhadap Desi Astuti pada 24 September 2010 lalu akhirnya berhasil ditangkap polisi. Warga Desa Harapanmakmur SP9 HTI Kecamatan Muaralakitan ditangkap di pondoknya Senin (3/9/2012) sore. Saat ditangkap, polisi melepaskan tembakan ke kaki kirinya karena ia berusaha kabur.

Kapolres Musirawas AKBP Rizal Syahman Radi melalui Kasatreskrim AKP Suryadi mengatakan, kronologi peristiwa pembunuhan yang dilakukan tersangka bermotif dendam, dijelaskan, pada 24 September 2010 sekira pukul 16.00, tersangka mendatangi temannya Deri (DPO) di pondoknya dan mengajak Deri melakukan pembunuhan terhadap Dedi Hermansyah sekeluarga. Sekitar pukul 19.00 keduanya berangkat pakai motor ke pondok korban di wilayah Tebat Patah Desa Tambangan Kecamatan BTS Ulu sambil membawa parang.

Sekira pukul 22.00 kedua pelaku tiba di pondok Dedi Hermansyah yang pada saat itu sedang duduk di teras. Tanpa curiga karena sudah saling kenal keduanya disuruh naik oleh Dedi dan ketiganya terlibat pembicaraan. Saat itu, Desi Astuti, isteri Dedi yang tengah tidur bersama anaknya Febri (1,5) terbangun.

Di saat itulah, tersangka Deri membacok Dedi Hermansyah, namun berhasil ditepis. Dedi lari dan dikejar Deri. Sedangkan tersangka Salim masuk ke dalam pondok, langsung membacok Desi Astuti, istri Dedi di bagian kepalanya bertubi-tubi. Meski korban berteriak minta tolong sambil terus memeluk anaknya, tak digubris pelaku. Bahkan, Deri yang kembali ke pondok ikut membacok, sehingga korban meninggal di lokasi kejadian. Setelah itu pelaku lansung kabur menggunakan sepeda motornya.

"Suami dan anak korban selamat dan dibawa ke Puskesmas. Pembunuhan ini motif dendam, karena Dedi sering melapor ke majikannya bahwa tersangka Salim sering menjual getah karet tanpa sepengetahuan majikannya. Akibatnya tersangka diberhentikan dari pekerjaannya," ujarnya.

Editor : suhendri

Sumber : Tribunnews

http://bangka.tribunnews.com/2012/09/04/tersangka-pembunuh-ditembak-polisi utm_medium=twitter&utm_source=twitterfeed

Wednesday, 8 August 2012

Pembunuh TNI Tewas Ditembak Polisi


KRIMINAL
Rabu, 08 Agustus 2012 , 05:26:00

BANDARLAMPUNG – Enam bulan menjadi buruan polisi, Jumadi (31), salah seorang pelaku pembunuhan Kopral Sunoto, anggota Komando Distrik Militer (Kodim) 0410/Bandarlampung, Februari silam, akhirnya meregang nyawa.

Dia tewas setelah sebutir peluru tim gabungan Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) dan Pencurian Sepeda Motor (Ranmor) Polresta Bandarlampung menembus pinggang kirinya.

Warga Desa Sumber Sareat, Abung Barat, Lampung Utara, ini dilumpuhkan setelah melawan petugas dengan mengacungkan senjata api dan senjata tajam saat digerebek di kediamannya pukul 18.00 WIB Selasa (7/8).

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan satu motor Suzuki warna hitam dengan nomor polisi BE 5049 Y, dua pucuk senjata api rakitan, dan amunisi. Petugas juga mengamannkan pisau yang digunakan pelaku saat membunuh korban. 

’’Saat ini, polisi masih mengejar lima rekan pelaku yang telah diketahui identitasnya,’’ kata Kapolresta Bandarlampung Kombespol Nurochman tadi malam.

Sementara, Danrem 043/Garuda Hitam Kolonel CZI Amalsyah Tarmizi ikut menyaksikan mayat pelaku di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM). ’’Kami sangat mengapresiasi jajaran kepolisian, khususnya Polresta Bandarlampung, yang telah berhasil menangkap pelaku sekaligus gembong pembegalan yang telah menewaskan anggota saya,’’ katanya.

Diketahui, Sunoto, anggota Kodim 0410/Bandarlampung, tewas akibat luka tusuk di dada kanan setelah dibegal saat melintas di Jalan Pagar Alam Gang PU, Kedaton, Bandarlampung, pukul 05.30 WIB Kamis (16/2) silam. Korban yang berpangkat kopral itu juga kehilangan satu unit sepeda motor Suzuki Smash BE 5049 Y yang dibawa kabur pelaku yang berjumlah sekitar enam orang.

Pembegalan itu terjadi saat korban berangkat menuju Markas Kodim 0410 di Cimeng, Tanjungkarang Barat (TkB), dengan menggunakan motor Suzuki Smash.
Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), enam pelaku yang menggunakan tiga unit sepeda motor dan berboncengan memepet korban. Tanpa ba bi bu, salah satu pelaku langsung menusukkan pisau ke bagian dada. Korban terjatuh. Pelaku pun langsung membawa kabur sepeda motornya. (nur/c1/ary)

http://www.jpnn.com/berita.detail-136192

Thursday, 12 July 2012

5 Eksekusi Mati Paling Jadi Sorotan di Indonesia


Jakarta Di Indonesia saat ini terdapat 115 orang yang antre ditembak mati, menurut data dari Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka adalah terpidana dalam kasus pembunuhan berencana, narkotika hingga terorisme. Daftar tersebut bertambah satu yaitu dengan masuknya nama pembunuh Very Idam Henyansyah alias Ryan.

Hukuman mati diterapkan hampir di seluruh negara di dunia termasuk Amerika Serikat. Teknis pelaksanaannya bisa dengan gantung, pancung, suntik, kursi listrik dan sebagainya. Adapun di Indonesia, hukuman mati dilaksanakan dengan ditembak oleh regu tembak di suatu tempat yang dirahasiakan. 

Setiap akan melaksanakan hukuman mati, muncul pendapat pro dan kontra. Pihak yang menolak hukuman mati menilai hanya Tuhan yang berhak mencabut nyawa manusia. Sedangkan yang pro menilai hukuman mati diperlukan supaya memberikan rasa keadilan hukum dan menjaga sistem tata sosial kemasyarakatan.


http://news.detik.com/read/2012/07/12/161442/1963902/10/4/5-eksekusi-mati-paling-jadi-sorotan-di-indonesia9911012

Tuesday, 26 June 2012

Teman 'bernyanyi', residivis ditembak polisi


Aksi kejahatan residivis pembunuhan tahun 1998, Novel Fajar Pramana (29), warga Tanah Merah, Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, kembali berakhir di ujung pistol polisi, Senin (25/6). Dia tertembak di bagian kaki kiri, setelah berusaha kabur dari sergapan anggota Unit Jatanum Polrestabes Surabaya.

Pria yang bekerja sebagai kernet mini bus ini diringkus setelah dua komplotannya lebih dulu ditangkap dan 'bernyanyi' di depan polisi.

Dua komplotan Novel yang berkhianat itu adalah Fadli Ibadtullah dan Rizal Rangga Wijaya. Dua pelaku pencurian motor (curanmor) ini enggan tinggal berdua di hotel prodeo. Karena itu, mereka pun menunjukkan keberadaan Novel kepada petugas.

"Memang ini adalah hasil pengembangan dari kasus sebelumnya. Dalam sindikat curanmor ini, Novel bertindak sebagai eksekutor," terang Kasat Reskrim AKBP Farman didampingi Kanit Jatanum AKP M Yunus Saputra.

Dari keterangan Novel, petugas juga sedang memburu penadah hasil kejahatan Novel cs, Said. "Kami sudah mencoba mengembangkan ke Bangkalan, tapi belum membuahkan hasil," sahut Yunus.

Dari hasil pemeriksaan, sebelum beraksi, ketiga tersangka ini bertemu di Warung Giras Jalan Tanah Merah. Selanjutnya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio milik Rizal yang juga selalu membawa kunci T, mereka bertiga keliling berboncengan.

Jika melihat ada sasaran motor dan situasi sekitarnya sepi, pelaku berhenti dan beraksi. Novel dengan kunci T langsung merusak kunci stir dan membawa motornya. Sedang dua komplotan lainnya, bertugas mengawasi lokasi kejadian. Setelah berhasil, motor langsung dilarikan ke Bangkalan, Madura untuk dijual ke penadah.

Dari catatan kepolisian, setidaknya sudah tiga motor berhasil mereka gondol, di antaranya Yamaha Jupiter MX, Warna Hitam, Tahun 2007, AE-3184-JK; Yamaha Vega Warna Putih, Tahun 2010, N-3635-OI dan Yamaha Jupiter Z, Warna Biru, Tahun 2009, DK-3076-IA.

"Tapi tidak menutup kemungkinan, ada aksi kejahatan yang belum mereka akui. Kami akan kembangkan," tegas Farman.

Sementara itu, Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya, Kompol Suparti menerangkan, kalau pria dengan tato di kedua lengannya ini, merupakan residivis pembunuhan di Mojokerto pada tahun 1998 silam.

"Dia divonis 10 tahun penjara. Selanjutnya, keluar dari tahanan di kembali ditangkap anggota Polwiltabes (sekarang Polrestabes Surabaya) karena aksi pencurian dan dihukum empat tahun penjara," terang Suparti.

Dua kali masuk tahanan, lanjut mantan Kapolsek Asemrowo ini, Novel kembali beraksi dengan dua temannya yang kini menjalani hukuman di Rutan Medaeng.

"Dari hasil pengembangan kasus dua tersangka itulah, kami berhasil menangkap tersangka Novel. Saat ditangkap, tersangka berusaha kabur sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas," pungkas Suparti.
[ren]


http://www.merdeka.com/peristiwa/teman-bernyanyi-residivis-ditembak-polisi.html

Tuesday, 3 April 2012

Pembunuh Anggota TNI Tewas Ditembak Polisi saat Digerebek


Selasa, 3 April 2012 12:43 wib





JAYAPURA - Seorang pelaku pembunuhan anggota TNI tewas ditembak polisi saat penggerebekan di Jayapura, Papua, Selasa (3/4/2012).

Abraham Akanom membunuh anggota Kompi C Yonif 751 pada Minggu 25 Maret lalu.

Petugas dari Polsek Muara Tami, Jayapura, awalnya berusaha bertindak persuasif, namun pelaku tidak mengindahkan permintaan polisi untuk menyerahkan diri. Abraham justru menyerang polisi dengan panah.

Tembakan peringatan sempat dilepaskan petugas, namun pelaku tidak juga menyerah bahkan terus melawan. Pelaku akhirnya ditembak di bagian paha kanan.

Dia sempat menjalani perawatan di RS Bhayangkara Polda Papua sekira lima jam, namun akhirnya tewas karena pendarahan. Jenazah Abraham disemayamakan di kamar mayat rumah sakit.

Sementara itu seorang petugas Polsek Muara Tami, Bripka Hamra, menderita luka terkena anak panah saat penggerebekan. Hamra terkena anak panah di tangan kanan yang dilesakkan Abraham. Hamra kini menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

(Jack Wally/Sindo TV/ton)

http://news.okezone.com/read/2012/04/03/340/604719/pembunuh-anggota-tni-tewas-ditembak-polisi-saat-digerebek

Wednesday, 14 March 2012

Pelaku Pembantaian Ibu Dan Anak, Ditembak Oleh Polisi


15 March 2012

Lhokseumawe | Acehtraffic.com –  Pelaku pembantain  ibu dan anak di Dusun Arasiloe, Gampong Riseh Tunong, Kecamatan Sawang, Aceh Utara  dalam waktu 12 jam setelah melakukan pembantaian, pelaku pun berhasil dibekuk oleh Polisi dengan timah panas yang mengenai kaki kirinya. Rabu, 14 Maret 2012.

Pelaku dibekuk pada saat memberikan uang  kepada calon istrinya yang baru di Gampong Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara.
Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso melalui Kasat Reskrim AKP Galih Indragiri kepada reporter The Aceh Traffic mengatakan, bahwasannya pelaku pembantaian tersebut  bernama Muzakir [40], alias Marahet yang tinggal di Gampong yang sama dengan korban, pelaku ditangkap pada saat duduk di rumah calon istrinya yang baru bernama Mariza [35], di Gampong Simpang Mulieng, Kecamatan Syamtalira Aron.
Sebelum kerumah calon istrinya yang baru, Muzakkir juga telah menjual emas sebanyak 5 manyam di salah satu toko mas yang berada di Pasar Geudong, Kecamatan Samudera, Aceh Utara. Jarak  Pasar itu  dengan tempat lokasi dilumpuhkan hanya berjarak sekitar 3 Km. “ Ketika  kami hendak mendekat, Muzakir mencoba untuk lari dan menghindar dari polisi. Kemudian kami langsung menembak kaki kiri Muzakir,” Ujar AKP Galih Indra Giri.

Setelah terkena tembak, pelaku kemudian dibawa ke Rumah Sakit Umum Darah Cut Meutia [RSUDCM] Lhokseumawe pada pukul 10:30. Setiba di Rumah Sakit kaki Muzakir yang kena peluru langsung dijahit oleh petugas medis. Setelah menjalani perawatan medis, pelaku pun langsung diamankan ke Mapolres Lhokseumawe dengan  mobil pick up kepolisian.

“Selain menangkap pelaku pembantaian, Kepolsian juga telah mengamankan sejumlah barang bukti, yaitu: emas lima manyam dari pembeli di pasar Geudong, serta sebilah parang ukuran mata sepanjang 35 cm, uang tunai  Rp5 juta dan jeans yang sudah sobek”. Terang Kasar Reskrim Polres Lhokseumawe.

Saat ini, istri pelaku pembantain itu dan calon istrinya yang baru telah diamankan oleh pihak Kepolisian. “Kita tidak hanya mengamankan barang bukti saja, akan tetapi kita juga telah mengamankan istri Muzakir dan calon istri barunya,” Ungkap AKP Galih.

Pelaku pembantaian tersebut terancam dengan hukuman seumur hidup, karena sudah pernah terlibat pada ksus lainnya dan Muzakir juga merupakan sebagai buronan polisi, karena telah meloloskan diri dari LP Banda Aceh terkait pembunuhan pada 20 tahun silam.

 “Apabila pelaku pembantain tersebut tidak kami tangkap hari ini, maka dia akan dihajar massa apabila pulang  ke Gampongnya, menurut keterangan warga dia sangat dibenci oleh masyarakat kampungnya sendiri,” ujar Galih.

Saira [36] merupakan sebagai Istri pelaku pembantaian, di Mapolres Lhokseumawe, mengaku bahwasannya dirinya sungguh menyesal telah menikah dengan Muzakir. Menurutnya semenjak menikah dengan pelaku dirinya telah dikarunia seorang anak. Saat mareka berprofesi sebagai petani kebun di Gampong nya. Penyesalan itu terjadi pada saat dua tahun setelah kawin, karena dirinya telah  mengetahui bahwasannya kekasih hatinya itu pernah masuk penjara dan kabur.

Sementara itu Mariza [35] calon istri baru pelaku pembantaian, yang sangat dekat dengan istri pelau pembantaian mengaku bahwa dirinya baru mengenal Muzakir pada dua bulan lalu melalui Hand Phone. Semenjak itulah mereka saling telepon, dan hubungan pun semakin erat serta ketemuan sekitar tiga kali dengan hari kejadian. 

“Pada hari ini Bang Muzakiri mengajak saya tunangan dan saya diberi uang sebesar Rp1,5 juta,” ungkap Mariza.

Ketika diberi uang, sambung Mariza, saya menjadi kaget, karena selama ini abang Muzakir tidak punya uang untuk menikah. Akibat dari kejadian itu Mariza tidak akan pernah mau untuk dinikahi oleh Muzakir.| AT | KH |

http://www.acehtraffic.com/2012/03/pelaku-pembantaian-ibu-dan-anak.html


Monday, 5 March 2012

Pembunuhan Sadis di Kediri, Korban Ditembak Senapan Angin Dua Kali


M Agus Fauzul Hakim | Tri Wahono | Senin, 5 Maret 2012 | 13:59 WIB



KOMPAS.COM/ M. AGUS FAUZUL HAKIMHariyanto (tengah), salah satu tersangka pembunuhan sadis seorang karyawan bank Danamon Unit Kandangan, Kediri, Jawa Timur saat berada di Mapolres Kediri, Senin (5/3/2012).
KEDIRI, KOMPAS.com - Satu dari dua pelaku pembunuhan sadis terhadap Hidayat Bagus Febrianto (28), seorang karyawan Bank Danamon Unit Kandangan Kediri, Jawa Timur ditangkap polisi. Pelaku tidak dapat berkutik setelah betis sebelah kanannya dilumpuhkan dengan timah panas.
Setelah sempat buron selama sembilan hari, pelarian Hariyanto (37), warga Dusun Mulyorejo, Desa Kampungbaru, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri berakhir di tangan aparat. Dia ditangkap saat tengah bersembunyi di sebuah pemakaman umum yang ada di wilayah Prambon, Sidoarjo, Sabtu (3/3/2012).
"Saat ditangkap memang tidak melawan, tapi saat bersama petugas, yang bersangkutan mencoba melarikan diri," kata AKBP Kasero Manggolo, Kapolres Kediri, Senin (5/3/2012).
Peran tersangka dalam pembunuhan yang terjadi pada Kamis (23/2/2012) ini, menurut Kasero Manggolo, adalah turut serta membantu dalam pembunuhan yang diduga dilakukan oleh Darto, kakak kandungnya. Dari pengakuan tersangka, pembunuhannya dilakukan dengan menembak kepala korban sebanyak dua kali dengan senapan angin.
Bahkan kepalanya sempat dipukul dan diracun dengan obat tanaman hingga korban tewas. Usai tewas, mayat korban kemudian dikubur di pekarangan belakang rumah Darto, di Dusun Mulyorejo, Kepung, Kediri.
"Tersangka turut membantu dalam pembunuhan itu. Motif pembunuhannya karena kakaknya jengkel hutangnya ditagih terus," imbuh mantan Kapolres Sampang ini.
Sementara tersangka Hariyanto mengaku keterlibatannya dalam pembunuhan itu bukan karena materi, tapi karena diajak dan dipaksa kakaknya. "Saya dipisuhi (diumpat) disuruh untuk membantu (pembunuhan). Saya ikut nyeret mayatnya hingga ke belakang rumah," akunya.
Pria yang pada tahun 2008 silam pernah menghuni hotel prodeo atas kasus pencurian tersebut masih diamankan di Mapolres dan diancam pasal 340 KUHP Subsider pasal 338 KUHP Junto pasal 55, 56 KUHP dan Pasal 365 KUHP. Beberapa bukti yang dikumpulkan petugas di antaranya sebilah parang, satu botol obat tanaman, selembar karpet, dua lembar papan seng, serta sepasang sepatu milik korban.
Pengejaran kepada Darto, pelaku utama, saat ini masih terus dilakukan petugas. Begitu pula pencarian terhadap senapan angin kaliber 5,5 mm yang digunakan untuk pembunuhan.
Sebelumnya, pembunuhan yang terjadi pada Kamis (23/2/2012) tersebut bermula saat korban yang warga Tulungrejo, Pare, Kediri itu datang ke rumah Darto untuk menagih cicilan kredit dari hutang pokok sebesar Rp 575 juta. Korban sempat memberi kabar keberadaannya kepada koleganya di kantor.
Namun hingga malam korban tidak kunjung kembali ke kantor dan teleponnya tidak bisa lagi dihubungi. Pencarian yang dilakukan rekannya di lokasi terakhir kontak tidak membuahkan hasil. Akhirnya, pihak kantor melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib.
Hingga pada Sabtu (24/2/2012), petugas yang dibantu warga akhirnya menemukan mayat korban yang masih berpakaian seragam lengkap terkubur di lahan cabe pekarangan belakang rumah Darto. Dari catatan polisi, Darto pada tahun 2001 juga pernah tersangkut kasus pembunuhan dan perampokan.


http://regional.kompas.com/read/2012/03/05/13590036/Pembunuhan.Sadis.di.Kediri.Korban.Ditembak.Senapan.Angin.Dua.Kali

Thursday, 5 January 2012

Pemerkosa dan Pembunuh Gadis Cilik Dibedil Polisi


Rabu, 4 Januari 2012 - 18:21 WIB


SEMARANG ( Pos Kota ) – Tersangka pemerkosa dan pembunuh gadis balita di Semarang, Jawa Tengah ditangkap 12 jam setelah kejadian.Lelaki biadab tersebut ditembak kaki kirinya karena berupaya kabur saat disergap , Rabu (4/1).
Diberitakan sebelumnya, Putri, 5, warga Tembalang , Semarang , Selasa malam ditemukan tewas di semak-semak kuburan sekitar 50 meter dari rumahnya . Korban tewas akibat dicekik lehernya setelah diperkosa oleh pelaku AM Suli,41, yang tetangganya sendiri .
Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan, Rabu (4/1) mengatakan, tersangka ditangkap di sebuah bengkel di belakang Kantor Kelurahan Sambiroto Semarang dan mengamankan barang bukti berupa satu bungkus rokok serta korek api gas.
Dari hasil pemeriksaan sementara, tersangka dalam kondisi mabuk minuman keras saat memerkosa dan membunuh korban . Di hadapan petugas, tersangka yang sudah mempunyai dua anak tersebut mengaku awalnya menyuruh korban yang cukup dekat mengenal dirinya mengambilkan korek api gas di rumah korban.
“Setelah itu, korban mengikuti saya menuju ke semak belukar yang tidak jauh dari rumah korban,” kata tersangka yang kaki kirinya ditembak polisi.
Saat berada di semak belukar yang keadaannya sepi, tersangka langsung memerkosa korban dan setelah itu mencekik karena korban yang saat itu menangis serta berteriak minta tolong. “Saya spontan saat memerkosa dan mencekik korban,” ujar tersangka yang terlihat tak merasa bersalah.
Sarbi, 47, ayah korban yang terlihat lebih tabah dibandingkan istrinya Supadmi, 39, menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus pemerkosaan dan pembunuhan anaknya kepada kepolisian serta mengaku telah mengikhlaskan kepergian putrinya. “Saya serahkan semuanya kepada hukum yang berlaku,” ujar Sarbiusai pemakaman putrinya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan, Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan, Pasal 285 KUHP tentang Pemerkosaan, dan UU Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara. ( Suatmadji/b)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2012/01/04/pemerkosa-dan-pembunuh-gadis-cilik-dibedil-polisi

Wednesday, 7 December 2011

Sempat Ditembak, Pelaku Pembunuh Mahasiswa Malaysia Berhasil Kabur

Rabu, 07/12/2011 14:51 WIB

Surabaya - Pelaku pembunuhan mahasiswa Unibraw warga negara Malaysia, Adrian Jay Pereira (22), dikabarkan berhasil ditembak polisi. Pelaku merupakan jaringan pencurian sepeda motor. Sayang meski berhasil ditembak, pelaku berhasil kabur.

Informasi yang dihimpun detiksurabaya.com, pelaku ditembak di kawasan Bogem Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri. Meski berhasil kabur, pelaku yang diduga masih ada kaitan dengan pelaku pencurian dan kekerasan (curas) ini diburu tim Resmob Ditreskrimum Polda Jatim.

Salah satu perwira Polda Jatim yang enggan disebutkan identitasnya mengaku pelaku pencurian hingga menewaskan mahasiswa Unibraw asal Malaysia itu, sampai saat ini masih belum tertangkap.

"Belum belum. Sekarang masih pengejaran," katanya kepada detiksurabaya.com saat dihubungi, Rabu (7/12/2011).

Meski begitu dirinya berharap, pelaku tersebut dan jaringannya dapat dibekuk.

"Doakan semoga cepat terungkap," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswa Universitas Brawijaya Malang asal Selangor, Malaysia, ditemukan tewas dengan luka di leher nyaris putus. Korban bernama Adrian Jay Pereira (22) diduga menjadi korban pembunuhan.

Mayat mahasiswa Fakultas Kedokteran semester V dengan luka bacok di bagian leher dan punggung tergolek kaku depan rumah kontrakannya Jalan Kembang Kertas Dalam Kav 21 RT04/RW09 Kecamatan Lowokwaru Kota Malang pukul 19.30 WIB, Senin (7/11/2011).

 

http://us.surabaya.detik.com/read/2011/12/07/145107/1785265/475/sempat-ditembak-pelaku-pembunuh-mahasiswa-malaysia-berhasil-kabur