Showing posts with label Palembang. Show all posts
Showing posts with label Palembang. Show all posts

Wednesday, 1 May 2013

Kasus Anggota Polisi Tembak Tentara


indosiar.com, Palembang - (Senin, 29/04/2013) Sidang perdana kasus penembakan yang menewaskan anggota TNI dari Bataliyon Armed 15 Martapura, Pratu Heru Oktavianus, Senin pagi digelar di Pengadilan Negeri Palembang. Terdakwa yang juga anggota polisi dari Polres Ogan Komering Ulu , didakwa dengan pasal berlapis tentang pembunuhan. 
Dengan penjagaan ketat sejumlah personil dari TNI dan kepolisian, Senin pagi Pengadilan Negeri Palembang mengelar sidang perdana kasus penembakan yang menewaskan anggota TNI dari Bataliyon Armed 15 Martapura, Pratu Heru Oktavianus.
Bahkan saat mobil yang membawa terdakwa Briptu Brigadir Wijaya tiba, polisi langsung membawanya ke ruang sidang.
Di dalam ruang sidangpun, puluhan anggota TNI Angkatan Darat, termasuk Pangdam Dua Sriwijaya, Mayor Jenderal TNI Nugroho Widyotomo menyaksikan jalannya sidang.
Dalam dakwaannya jaksa penuntut umum menjerat terdakwa dengan pasal berlapis tentang pembunuhan berencana dan penganiayan yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman hukuman seumur hidup.
Kasus penembakan yang menewaskan Pratu Heru Oktavianus ini terjadi pada tanggal 27 Januari 2013 yang lalu di sebuah pos lalu lintas di Polres Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. Saat itu terdakwa yang emosi karena diejek korban, langsung mengeluarkan tembakan ke arah korban hingga membuat korban tewas dilokasi kejadian.
Kasus ini sempat menyebabkan Markas Polres Ogan Komering Ulu Sumatera Selatan pada 7 Maret lalu dibakar oleh oknum anggota TNI Angkatan Darat dari Batalyon 15 Armed. (Dedy Irwansyah/Sup)

http://www.indosiar.com/fokus/kasus-anggota-polisi-tembak-tentara_105799.html

Bentrok Musi Rawas: Polisi Tembak Lebih Dulu?


Bentrok Musi Rawas: Polisi Tembak Lebih Dulu?Googlemaps/KSPLokasi Musi Rawas, Sumatera Selatan
Penulis : Irene Sarwindaningrum | Selasa, 30 April 2013 | 10:59 WIB

PALEMBANG, KOMPAS.com — Presidium Pemekaran Muratara tengah mencari tahu apakah kepolisian telah bertindak sesuai prosedur dalam bentrok di Musi Rawas Senin tengah malam. Hal ini guna menilai ada tidaknya faktor kekerasan polisi dalam peristiwa yang menewaskan empat warga itu.
Seluruh korban tewas karena tembakan peluru tajam di bagian kepala dan kaki. Proyektil terlihat dalam visum yang dilakukan di RS Sobirin.
Ketua Presidium Muratara, Ibrahim, mengatakan, laporan dari warga sekitar bentrok menyebutkan pihak kepolisian menembak lebih dulu. "Masyarakat tak ada yang bersenjata saat unjuk rasa," katanya di Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, Selasa (30/4/2013).
Selain itu, tak menutup kemungkinan adanya tokoh penggerak massa dalam unjuk rasa yang berakhir dengan bentrok dan pembakaran markas Polsek Muara Rukit itu.
Sejauh ini, 4 korban tewas tertembak, 1 dalam kondisi kritis, dan 9 warga lain terluka. Di pihak polisi, belasan anggota polisi terluka.
Ibrahim memastikan seluruh korban tewas karena tembakan peluru tajam di bagian kepala dan kaki. Proyektil terlihat dalam visum yang dilakukan di RS Sobirin.
Menurut Ibrahim, unjuk rasa tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan Presidium Muratara. Aksi tersebut merupakan kekecewaan warga karena pelepasan Muratara dari Kabupaten Musi Rawas tak disetujui. Diduga aksi menjadi tak terkendali. 

http://regional.kompas.com/read/2013/04/30/10590542/Bentrok.Musi.Rawas.Polisi.Tembak.Lebih.Dulu
Editor :
Robert Adhi Ksp

Monday, 15 April 2013

Rencanakan Perampokan Bank, Olik Ditembak Polisi

Senin, 15 April 2013 - 16:09:12 WIB

Komhukum (Palembang) - Jajaran Polresta Palembang berhasil meringkus Subhan yang berencana akan melakukan perampokan terhadap salah satu bank di Palembang.

Sat Intelkam Polresta Palembang membekuk Subhan alias Olik (40) yang saat ditangkap merencanakan perampokan terhadap nasabah bank di kawasan Jalan Parameswara arah Jembatan Musi II Palembang, Senin (15/04) siang.

Petugas pimpinan Kanit Intelkam AKP Edi Asmari dan Bripka Aviv Sancoko, mendapatkan barang bukti berupa satu pucuk senjata api rakitan (senpira) jenis revolver beserta tiga butir peluru.

Namun lantaran berusaha melawan petugas, tersangka Subhan terpaksa dilumpuhkan petugas dengan satu kali tembakan pada kaki kirinya.

"Saya cuma diajak merampok. Rencananya mau merampok nasabah bank dengan duit Rp. 500 juta. Kawan saya yang lain berlari semua," ujar Subhan.

Hingga berita ini diturunkan tersangka bernama Subhan masih menjalani pemeriksaan oleh petugas dari Polresta Palembang. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kemungkinan beberapa pelaku lain yang diduga juga ikut merencanakan perampokan tersebut. (K-2/Adi)

http://m.komhukum.com/komhukum-artikel-13274-rencanakan-perampokan-bank-olik-ditembak-polisi.html#.UWvpIHBMGZZ

Saturday, 30 March 2013

Kepergok Hendak Curi Motor, Anak Camat Ditembak Polisi

Rabu, 27 Maret 2013 - 11:57:30 WIB

Komhukum (Palembang) - Anggota Polsek Belitang Kabupaten OKU Timur Brigadir Heri terpaksa mengeluarkan empat kali tembakan terhadap Yazid karena membela diri pada saat hendak menangkapnya.

Heri saat itu memergoki aksi Yazid yang merupakan anak Camat Bungamayang, bersama dua rekannya itu diduga akan mencuri sepeda motor warga.

Brigadir Heri terpaksa menembak pelaku karena membela diri setelah kepalanya dipukul lebih dahulu oleh anak camat tersebut menggunakan soft gun berkali-kali hingga terjatuh.

Brigadir Heri mengaku tidak mengetahui jika senjata yang dipegang Yazid merupakan soft gun. Brigadir Heri yang panik karena melihat Yazid memegang senjata tepat di hadapannya langsung mencabut pistol miliknya dan menembak berkali-kali.

“Saya kaget ketika melihat Yazid memegang senjata tepat berdiri di hadapan saya. Saya berfikir saya akan mati di tempat itu. Saya reflek menembaknya beberapa kali,” kata Brigadir Heri yang saat ini masih di Rumah Sakit Charitas, Belitang, Rabu (27/03).

Lebih lanjut Heri mengatakan, setelah dia berhasil melumpuhkan Yazid dan berusaha merebut senjata yang ada di tangan Yazid, dia baru mengetahui jika senjata yang dipegang Yazid merupakan soft gun.

"Saya kemudian meminta warga yang ada di sekitar lokasi untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Belitang dan membawa diri saya dan Yazid ke rumah sakit," Urainya

Penembakan anak camat tersebut berawal ketika Brigadir Heri memergoki Yazid dan kedua rekannya yang diduga akan mencuri sepeda motor warga. Lantas Heri yang ketika itu sedang bertugas kemudian mengejar ketiga pelaku yang berjalan ke arah taman Desa Gumawang. Setibanya di taman, Heri kemudian mendekati Yazid dan kedua rekannya.

Heri yang berniat menggeledah kedua rekan Yazid terhenti karena Yazid yang ada di belakangnya langsung memukul kepalanya berkali-kali dengan soft gun.

Heri kemudian menoleh ke arah Yazid yang terus memukulnya hingga terjatuh. Pada saat itulah Heri melihat Yazid memegang senjata.

Heri yang sudah merasakan pusing karena kepalanya dipukul langsung mengeluarkan senjata dan melepaskan tembakan beberapa kali hingga mengenai perut, paha kiri dan kanan serta tangan kanan Yazid dan lansgung merebut senjata soft gun dari tangan Yazid. (K-2/Adi)


http://oktaviack.blogspot.com.au/2013/03/kepergok-hendak-curi-motor-anak-camat.html

Wednesday, 16 January 2013

Polisi Sita 0,5 Kilogram Sabu



indosiar.com, Palembang - (Selasa, 15.01.2013) Tersangka bandar narkoba bernama Indra alias Iin, warga Ilir Timur Dua Palembang ini ditangkap Senin siang oleh tim Satuan Narkoba dari Polresta Palembang. Polisi menembak kaki tersangka karena melawan saat akan ditangkap.

Terbongkarnya jaringan narkoba ini berawal dari tertangkapnya dua kurir tersangka Reno dan Rizal. Dari tangan ketiganya, polisi menyita setengah kilogram sabu-sabu senilai 500 juta rupiah. Barang bukti tersebut menurut tersangka didapatkan dari seorang bandar besar di pulau Jawa.
Kuat dugaan, para tersangka merupakan jaringan narkoba antar lintas provinsi. Polis terus melakukan pemeriksaan terhadap ketiga tersangka untuk pengembangan kasus ini. (Dedi Irwansyah/Sup)

http://www.indosiar.com/patroli/polisi-sita-05-kilogram-sabu_102536.html?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Tuesday, 4 December 2012

Dor ! Dua Rampok Ditembak Polisi

Selasa, 04 Desember 2012 - 13:35:26 WIB
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Kriminal 

komhukumimage
Komhukum (Palembang) -  Empat orang dari tujuh komplotan aksi perampokan yang selama ini cukup meresahkan masyarakat Banyuasin terutama Kota Pangkalanbalai dan wilayah Rantau Bayur, berhasil dibekuk Jajaran Polres Banyuasin.

Petugas terpaksa menembak dua di antara pelaku karena sempat melakukan perlawanan dengan menembakkan senpi rakitan ke arah petugas.

Keempat pelaku yang berhasil dibekuk petugas, yakni Memed Pelani bin Arkoni Zailani (19), Subroto bin M. Sani (21) dua pelaku lainnya, yakni Oktani Spikal bin M. Sani (24) dan Kamalia alis Jul bin Senen (18).

Keberhasilan ini buah dari hasil kerja keras Unit Pidum Satreskrim Polres Banyuasin yang sudah bekerja selama lima hari untuk mengungkap kasus perampokan yang terjadi Rabu malam (21/12).

Korbannya, Redini R. Arpan (23), warga Desa Lebung Rantau Bayur yang sempat tidak sadarkan diri karena dianiaya dan harus kehilangan sepeda motor Yamaha Mio ketika melintas di jalan Lebung perbatasan dengan desa Lubuk Regas Rantau Bayur. Korban kedua, Rudi (34) warga Lebung Rantau Bayur dan juga harus kehilangan motor.

Aksi para pelaku bersajam ini ternyata hanya diiming-iming uang bagian Rp. 500.000. “Saya cuma diajak SS (pelaku lainnya masih DPO). Dio yang bawa pistol rakitan pak. Kami dijanjikan, kalau berhasil kami nak dikasih duit Rp. 500.000 sewang,” ujar pelaku Memed Pelani bin Arkoni Zailani (19) di hadapan petugas.

Kapolres Banyuasin, AKBP Agus Setyawan, Selasa (04/12) mengatakan, pihaknya baru bisa menangkap empat  dari tujuh pelaku perampokan yang selama ini telah meresahkan masyarakat.

“Dari tujuh pelaku yang dikejar, baru empat yang berhasil ditangkap sementara tiga lainnya masih dikejar. Malah, diketahui ketiga pelaku lainnya itu, hanya warga datangan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menegaskan akan terus melakukan pengejaran  terhadap beberapa pelaku yang hingga saat ini masih buron. (K-5/Adi)



Kontributor : 
Adi

http://www.komhukum.com/komhukum-artikel-7136-dor--dua-rampok-ditembak-polisi.html#.UL5_-o6i-fR

Saturday, 27 October 2012

Maling Ayam Ditembak Polisi



Sriwijaya Post - Sabtu, 27 Oktober 2012 20:11 WIB

SRIPOKU.COM, BANYUASIN-Maulidi (26) dan temannya, Y ditembak petugas saat tengah menunggu temannya di pangkalan ojek yang ada di kawasan Talang Keramat, Kenten  Laut, Banyuasin Kamis (25/10/2012) sore. 

Keduanya didatangi beberpaa personil polisi karena dilaporkan telah mencuri 84 ekor ayam ini, lalu mencoba melarikan diri dan satu timah panas pun mendarat di lutut kanan Maulidi.

Sementara Y berhasil meloloskan diri. Dari tangan warga Jl Talang Keramat Lorong Idola Kelurahan Kenten Laut Kecamatan Talang Kelapa Banyuasin ini, Polsekta Talang Kelapa mendapatkan tiga paket kecil sabu-sabu dan satu alat hisapnya. Maulidi langsung dibawa ke Mapolsekta Talang Kelapa.

"Saya mencuri ayam di sekitar rumah saya. Bersama Y, kami mencuri 84 ekor ayam yang berada di kandangnya dan membawanya dengan mengendarai satu unit motor," kata pria yang kerab disapa Etot ini, saat dijumpai di Mapolsekta Talang Kelapa Sabtu (27/10/2012).

Kapolsekta Talang Kelapa, Kompol Tukino, membenarkan penangkapan tersebut. Karena mencoba melarikan diri, pihaknya terpaksa menembak Etot supaya tidak bisa lari. Lutut kanan Etot pun menderita luka tembak.

"Terkait tiga paket sabu, kami masih akan melakukan pemeriksaan dan penyelidikan. Untuk sementara, dia ditangkap karena kasus perampokan ayam," kata Tukino.

Penulis : Refli Permana
Editor : Hendra Kusuma

http://palembang.tribunnews.com/2012/10/27/maling-ayam-ditembak-polisi?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Monday, 8 October 2012

Kaki Pencopet Itu Ditembak Polisi


DORR.JPG


SRIPOKU.COM/WELLY HADINATA

Lukman Hakim (47) pelaku pencopetan yang dilumpuhkan petugas dengan satu kali 


tembakan pada kaki kanannya ketika digiring petugas di Polresta Palembang, Sabtu 
 
(6/10/2012).

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Lantaran hendak kabur ketika diciduk, Lukman Hakim (47), diduga spesialis pelaku pencopetan di kawasan Pasar 16 Ilir, terpaksa dilumpuhkan petugas dengan tembakan pada kaki kanannya. Lukman dibekuk petugas di depan Masjid Agung Palembang, Sabtu (6/10/2012).

Dari tangan Lukman, petugas mendapatkan satu unit ponsel Nokia milik H Serap Ali (64), korban pencopetan. Lukman mengaku telah mencopet H Serap Ali, ketika sedang di dalam angkutan umum jurusan Tangga Buntung. Korban diikuti Lukman sewaktu masih di Pasar 16 Ilir.

"Aku lihat hapenya terlihat sedikit di dalam kantong, jadi langsung aku ambil. Aku copet hape karena sedang banyak utang dan lagi ribut sama istri. Sumpah, aku baru sekali mencopet," ujar Lukman yang memiliki empat anak dan empat cucu.

Sementara itu, H Serap Ali yang melapor ke SPKT Polresta Palembang mengakui, sewaktu pelaku mencopet ponselnya, ia sama sekali tidak sadar dan mengetahuinya. Barulah ketika sampai dirumah, ia sadar  saat anaknya menanykan ponselnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Katim Opsnal Pidum Reskrim Ipda Robert mengatakan, kini petugas penyidik masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap Lukman yang merupakan spesialias pelaku pencopetan.

"Dalam aksinya, pelaku selalu beraksi sendirian dan setiap kali beraksi, penampilannya selalu rapi sehingga tidak mencurigakan," ujarnya.

Penulis : Welly Hadinata

Editor : Eko Adiasaputro

http://palembang.tribunnews.com/2012/10/06/kaki-pencopet-itu-ditembak-polisi?utm_source=sriwijaya+post&utm_medium=twitter

Sunday, 30 September 2012

Ibrahim Ditembak Saat Menjual Motor Curian


Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Refli Permana
Tribunnews.com - Sabtu, 29 September 2012 21:59 WIB

TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Dua pelaku curanmor, Ibrahim (20) dan Dm (17), dibekuk personel Polsekta IB II Palembang, Jumat (28/9/2012) sekitar pukul 21.00 di wilayah Kampung Bali Kelurahan Mariana, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin. Ibrahim bahkan sempat ditembak karena menurut polisi mencoba melarikan diri.
"Saya hanya bertugas mengawasi Black (DPO) saat beraksi. Sementara Dm bertugas menjual motor yang kami rampok," ujar Ibrahim kepada Sripoku.com, di Mapolsekta IB II Palembang, Sabtu (29/9/2012).
Kapolsekta IB II Palembang, Kompol Hadi Syaefudin, melalui Kanit Reskrim, Ipda Alhadi, membenarkan penangkapan terhadap kedua pelaku.
Keduanya ditangkap saat bertransaksi hendak menjual satu unit motor Yamaha Mio milik korban.
"Kami juga akan mencari keberadaan Black yang diduga menjadi otak curanmor di beberapa temapt," kata Alhadi.
http://www.tribunnews.com/2012/09/29/ibrahim-ditembak-saat-menjual-motor-curian

Raja Copet Pasar 16 Ditembak Polisi


Jumat, 28 September 2012 20:00 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Tarmizi (32), raja copet yang sering beraksi di kawasan Pasar 16 Ilir, keok dilumpuhkan petugas dengan satu kali tembakan pada kaki kanannya. Tersangka Tarmizi dibekuk petugas, ketika beraksi mencopet seorang nenek-nenek yang sedang menyebrang jalan di depan pasar 16 Ilir, Jumat (28/9/2012).

Aksi copet yang diakui tersangka  untuk kedelapan-kalinya ini, dipergoki Kanit Pidum Polresta Palembang Iptu Nanang Supriyatna bersama dua anggota Bripka Agus dan Brigadir Zulkarnain yang saat itu sedang melakukan pengintaian. Namun ketika akan dibekuk, tersangka Tarmizi berusaha melarikan diri dan hendak melawan petugas, sehingga tersangka Tarmizi terpaksa dilumpuhkan.

“Korban itu memang sudah aku buntuti dari belakang sewaktu masih pasar. Aku tidak atahu ternyata ada polisi yang melihat. Seingta aku sudah delapan kali aku mencopet di Pasar 16,” ujar Tarmizi yang tercatat sebagai warga Jl Mujahidin Lrg Khotib II Kel Talang Semut Kec Bukit Kecil.

Sementara menurut Nurhayati (71) yang tak menyangka menjadi korban aksi pencopetan, ia sama sekali tak sadar ketika pelaku mengambil tas sandang berwarna kuning yang berisi uang Rp200 ribu, obat-obatan dan KTP.

“Aku mau menyebrang jalan, karena mau naik angkot jurusan bukit setelah beli obat. Memang wakti itu tas aku seperti ada yang menarik dari belakang,” ujar Nurhayati.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Pidum Iptu Nanang Suprayitna mengatakan, tersangka Tarmizi merupakan pelaku spesialis kasus copet yang sering beroperasi di kawasan Pasar 16 sekitar.

“Kini tersangka masih terus dilakukan penyelidikan lebih lanjut, biasanya tersangka sering berkasi dengan rekan-rekannya,” ujarnya.

http://palembang.tribunnews.com/m/index.php/2012/09/28/raja-copet-pasar-16-ditembek-polisi

Sunday, 9 September 2012

Korban Penembakan Anggota Polisi Lapor ke Polda


korban penembakan
Sabtu, 8 September 2012 17:13 WIB
JAKARTA – Main tembak, polisi dilaporkan ke Propam. Jumat (7/9/2012) malam, Devit Merpati,30, melaporkan seorang anggota polisi berpangkat brigadir yang bertugas di jajaran Polresta Manado berinisial D karena menembak bokongnya. Di Palembang, seorang anggota Brimob dilaporkan Sudirman yang ditembak bahunya.
Kabar diperoleh, Devit Merpati, terpaksa ditembak karena mengancam dengan parang kepada anggota polisi tersebut saat mengisi bensin motornya di sebuah kios pengecer bensin di Jalan Sam Ratulangi (PIKAT), Kecamatan Sario Manado. Sebelum ditembus bokongnya, anggota tersebut sudah memberi peringatan ke udara tapi tak digubris.
Kapolresta Manado Kombes Pol Amran Ampulembang saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Dia menyebut penembakan yang dilakukan anggotanya sudah sesuai prosedur yang berlaku. Aparat kepolisian masih memeriksa keduanya untuk mengungkap kasus yang sebenarnya.
“Kalau memang ada unsur penyalahgunaan senjata oleh anggota saya, maka akan diproses,” pungkas Ampulembang. Di Palembang, Sudirman ditembak anggota Brimob saat mengamankan lahan perkebunan tebu dan Pabrik Gula Cinta Manis PT Perkebunan Nusantara VII, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatra Selatan, 27 Juli 2012, melaporkan kasusnya ke Polda setempat, Jumat (7/9).
Menurut organisasi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumsel, Sabtu (8/9), korban didampingi Andre, salah satu anggota tim advokasi penyelesaian konflik agraria dengan PTPN VII.
Korban yang melapor yakni Sudirman yang mengalami luka tembak di lengan, Farida yang yang tertembak di bahu, Rusman, korban tertembak di tangan dan harus diamputasi salah satu tangannya, serta Darmawan orang tua Angga, bocah SMP yang tewas tertembak.
http://www.harianterbit.com/2012/09/08/korban-penembakan-anggota-polisi-lapor-ke-polda/

Tuesday, 28 August 2012

Polisi Ditembak Perampok


Senin, 16 April 2012 | 03:13 WIB

PALEMBANG, KOMPAS - Dua polisi Sumatera Selatan ditembak di dua lokasi berbeda selama dua hari berturut-turut. Penembakan tersebut diduga bermotif perampokan.
Kedua petugas polisi tersebut adalah Briptu Ramisa (28), anggota Samapta Polsek Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, dan Brigadir (Pol) Pasehono (34), anggota Polsek Mesuji. Ramisa ditembak di Kecamatan Sungai Lilin (Musi Banyuasin), Minggu (15/4). Pasehono ditusuk dan ditembak di Kecamatan Mesuji Makmur (OKI), Sabtu (14/4).

Kapolres Banyuasin Ajun Komisaris Besar Agus Setiawan mengakui insiden tersebut. Kedua polisi itu kini dirawat di Rumah Sakit Charitas di Palembang, Sumatera Selatan.
Di lokasi, ditemukan tiga selongsong senjata yang diduga dari senjata rakitan laras pendek.
Dari Tuban, Jawa Timur, dilaporkan, polisi berhasil menangkap lima tersangka perampokan senilai Rp 2,6 miliar di Pegadaian Unit Pasar Jenu, di Desa Beji, Kecamatan Jenu (Tuban), Jumat (13/4). Dua pelaku lainnya hingga kini masih buron.

Anggota Sabhara Kepolisian Resor Tuban, Ajun Inspektur Satu EH (42), turut ditangkap karena diduga menjadi otak dan dalang perampokan itu.

Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Jatim Komisaris Besar Hilman Thayib, Sabtu (14/4), mengakui otak perampokan itu anggota polisi. Tersangka lainnya yang ditangkap adalah Swn (41), warga Dusun Mojosari, Kelurahan Temurejo, Blora (Jawa Tengah); IH (25), warga Dusun Jetis, Kelurahan Sidorejo, Kecamatan Polukulon, Kabupaten Grobongan (Jateng); MS (27), warga Desa Cangkring, Kecamatan Plumpang; dan AAM (40), warga Jenu (Tuban).

Dari penanganan kasus tersebut, polisi menyita, antara lain, satu mobil Toyota Avanza warna krem S 1729 HC dan 15 paket perhiasan emas berbagai jenis. (ACI/IRE)

http://regional.kompas.com/read/2012/04/16/03131717/Polisi.Ditembak.Perampok

Sunday, 15 July 2012

Buruh Bengkel Ditembak Polisi


Sriwijaya Post - Minggu, 15 Juli 2012 20:30 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG-Lantaran berusaha melarikan diri ketika ditangkap petugas, Zulkarnain als Zul (17), tersangka spesilair kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor), terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan satu kali pada kaki kanannya.

Tersangka Zul yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bengkel motor, dibekuk petugas pimpinan Kanit Ranmor Polresta Palembang Ipda Bobby Z, di rumah kontrakannya Jl Kol H Barlian Lrg Rambutan RT 12 RW 07 Kel Suka Jaya Kec Sukarame, Jumat (13/7/2012).  

Dari penggledahan petugas, didapatkan barang bukti satu unit sepeda motor Yamaha Mio hasil dari aksi Zul bersama kedua temannya yang masih buron. 

"Waktu mencuri motor, tugas aku cuma menunggu dan mengawasi. Setelah motor curian didapat, baru aku yang bawa motor. Tapi yang yang mencongkel motor curian bukan aku, tapi Tata (DPO) yang mencongkelnya pakai kunci T. Aku ikut mencuri motor karena kepepet butuh duit," ujar Zul ketika diamankan di Polresta Palembang, Minggu (15/7/2012).

Aksi curanmor yang dilakukan Zul bersama dua temannya, terjadi di kawasan Jl Puncak Sekuning Kel Lorok Pakjo Kec IB I sekitar satu minggu lalu pada siang hari. Aksi ketiganya berhasil menggasak dua motor Yamaha Mio milik warga yang terpakir di depan rumah warga. 

"Tugas yang jual motor adalah Amik (DPO), sepertinya motor dijual di daerah dusun yang aku sendiri tidak tahu. Motor baru satu yang berhasil dijual dengan harga Rp2,5 juta dan aku dapat bagian cuma Rp500 ribu," ujar Zul.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat  Reskrim Kompol Djoko Julianto didampingi Kanit Ranmor Ipda Z  mengatakan, tersangka Zul masih menjalani pemeriksaa lebih lanjut.  Mengenai rekannya yang masih buron, kini masih dalam pengejaran  petugas penyidik.

Penulis : Welly Hadinata
Editor : Hendra Kusuma

http://palembang.tribunnews.com/2012/07/15/buruh-bengkel-ditembak-polisi?utm_source=iseng&utm_medium=%23infobaseng

Friday, 1 June 2012

Pencuri Ninja Keok Ditembak Polisi


Sriwijaya Post - Sabtu, 2 Juni 2012 07:24 WIB

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berusaha kabur ketika ditangkap petugas, Roberto (24), pelaku komplotan kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor), terpaksa dilumpuhkan. Kaki kanan Roberto ditembak dan kini diamankan di Polresta Palembang, Jumat (1/6/2012).

Roberto dibekuk petugas pimpinan Kasubnit Ranmor Aiptu Saliman, di kawasan Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Kamis (31/5/2012) malam.

Roberto diamankan dengan barang bukti satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hijau milik korban Diki (20), yang dicuri Roberto di kawasan Jl Demang Lebar Daun beberapa hari lalu.

"Aku sudah lima kali mencuri motor. Motor Ninja yang aku curi untuk pakai sendiri memang platnyo sudah aku ganti. Biasanya setiap kali berkasi mencuri motor, aku lakukan sama kawan. Yang jual motor curian bukan aku, setiap ada hasil jual motor, aku dapat bagian uang Rp400 ribu," ujar Roberto yang tercatat sebagai warga Jl Ogan Raya Lrg Mesuji II Kel Lebong Gajah Kec Sako Palembang.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, tersangka merupakan komplotan pelaku curanmor yang memang meresahkan masyarakat. 

Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan petugas untuk menyelediki kasus curanmor yang pernah dilakukan sebelumnya. 

"Identitas pelaku-pelaku lainnya sudah diketahui petugas, kini pelaku yang belum tertangkap masih dalam pengejaran petugas," ujarnya.

Penulis : Welly Hadinata

Editor : Soegeng Haryadi

http://palembang.tribunnews.com/2012/06/02/pencuri-ninja-keok-ditembak-polisi?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Sunday, 20 May 2012

Jualan Sepi Dedi Alih Profesi Jadi Copet


Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Welly Hadinata
Tribunnews.com - Minggu, 20 Mei 2012 20:41 WIB
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Berdalih terdesak kebutuhan biaya sekolah anak, Dedi Irawan (38), pedagang buah-buahan, nekat mencopet di dalam angkutan umum. Dedi pun harus berurusan dengan polisi. Kaki kirinya ditembak polisi karena menurut polisi ia berusaha kabur ketika ditangkap.
"Aku mencopet karena jualan buah lagi sepi, aku jualan buah di daerah OI. Terus anak aku lagi butuh biaya untuk masuk sekolah SMP dan SD," ujar Dedi kepada Sripoku.com, di Polresta Palembang, Minggu (20/5/2012).
Dedi ditangkap petugas Unit Ranmor pimpinan Kasubnit Aiptu Saliman, di kawasan Jl Jenderal Sudirman dekat Jembatan Pusri, Sabtu (19/5/2012). Ketika itu, Dedi kepergok petugas usai beraksi mencopet HP merek Samsung, milik Anastasi (23), penumpang angkutan jurusan Perumnas-Ampera.
Jualan Sepi Dedi Alih Profesi Jadi Copet"Memang aku sudah dua kali mencopet. Aku mencopet sendirian, tidak pernah dengan kawan. Aku menyesal karena ingat sama istri dan tiga anak aku di rumah," ujar Dedi yang tercatat sebagai warga Jl Psi Lautan Lrg Budiman RT 22 RW 05 Kelurahan 35 Ilir Kecamatan IB II Palembang.
Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto mengatakan, tersangka Dedi merupakan spesialis pencopet yang sering beraksi di dalam angkutan umum.
Kini tersangka masih menjalani pemeriksaan petugas penyidik dan perbuatan tersangka dijerat dengan pasal 362 KUHP.


Dedi Irawan (38), pelaku spesialis copet yang kakinya ditembak petugas ketika diamankan di Polresta Palembang, Minggu (20/5/2012).

Sunday, 15 April 2012

Dua Polisi Ditembak Perampok


Nasional / Senin, 16 April 2012 01:11 WIB
Metrotvnews.com, Palembang: Dua anggota Kepolisian Daerah Sumatra Selatan, ditembak kawanan perampok yang beraksi di dua lokasi berbeda. Seorang di antaranya ditembak saat mengawal pengusaha karet di daerah Sungai Lilin Musi, Banyu Asin, Ahad (15/4).

Brigadir Polisi Ranita kini terbaring di ruang unit gawat darurat Rumah Sakit Charitas, Palembang. Dia terluka tembak di bagian kaki. Anggota Polsek Pulau Rimau Muba, itu didor ketika mengawal warga yang membawa uang Rp700 juta.

Pengusaha tersebut berencana membeli karet di Desa Benam Bentayan. Menurut warga, mereka diadang dua perampok yang langsung menembakkan senjata api ke arah korban.

Sehari sebelumnya, anggota polisi dari Polsek Mesuji Ogan Komering Ilir, Brigadir Paseno juga ditembak dua orang tak dikenal saat menjemput anak dan istrinya dari pasar. Korban terluka tembak di bagian dada.

Polda Sumatra Selatan sat ini telah membentuk tim untuk memburu pelaku penembakan yang menggunakan senjata rakitan tersebut.(Wtr4)
http://www.metrotvnews.com/read/newsvideo/2012/04/16/149199/Dua-Polisi-Ditembak-Perampok/6

Tuesday, 3 April 2012

Saya Baru 10 Kali Nodong Pak


Tribunnews.com - Senin, 2 April 2012 23:15 WIB

Laporan Wartawan Sriwijaya Pos, Welly Hadinata
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) yang meresahkan masyarakat, Firmansyah (25) dan Hafis (40) ditembak kakinya saat diringkus polisi. Kini dua tersangka diamankan di Polsek SU I Palembang, Senin (2/4/2012).
Firmansyah yang merupakan spesialis penodong yang sering beraksi di Kampung Kapitan. Ia ditangkap di kawasan 7 Ulu dekat Kampung Kapitan, Minggu (1/4/2012) pukul 23.00.
Firmansyah diringkus setelah beberapa jam sebelumnya menodong seseorang. Ketika akan ditangkap dan berusaha kabur, Firmansyah terpaksa dilumpuhkan dan kakinya kirinya ditembak sebanyak tiga peluru.
Sedangkan Hafis, yang merupakan pelaku spesialis curas terhadap tukang ojek di kawasan Jakabaring, diringkus di kawasan Panca Usaha Kel 5 Ulu Kec SU I, Minggu (1/4/2012) pukul 14.00. Hafis yang merupakan Target Operasi (TO) petugas, terpaksa ditembak sebanyak empat kali di kaki kanannya lantaran berusaha kabur.
Diakui Firmansyah, ia memang sering melakukan aksi penodongan di kawasan Kampung Kapitan. Biasanya yang menjadi korban aksinya adalah pengunjung ABG yang sedang sendirian ataupun yang sedang nongkrong berpacaran. Setiap kali beraksi penodongan, Firmansyah hanya sendirian dengan menggunakan senjata tajam (sajam) parang yang disembunyikannya di lokasi.
“Aku lupa pak, sudah berapa kali aku menodong. Mungkin sudah lebih 10 kali aku melakukan penodongan. Tapi aku sama sekali tidak pernah melukai orang yang aku todong, parang yang aku bawa cuma dilihatkan saja kepada orang yang aku todong. Tapi bukan aku saja yang menodong, ada juga orang lain yang sering menodong di sana (Kampung Kapitan),” ujar Firmansyah yang masih dalam pengaruh mabuk miras.
Sementara Hafis mengelak bahwa dirinya dikatakan sebagai pelaku spesialis pelaku curas terhadap tukang ojek. Diakui Hafis yang pernah di penjara selama dua tahun 10 bulan karena kasus curas pada tahun 2008, ia baru sekali melakukan aksi penodongan terhadap tukang ojek di kawasan Jakabaring beberapa waktu lalu.
“Aku nodong tukang ojek cuma diajak kawan, memang aku nodong lihat wilayahnya dulu. Tapi aku baru sekali inilah melakukan aksi penodongan, sebelumnya aku belum pernah,” ujar Hafis yang tetap tidak mengaku meskipun modus operasi penodongannya terbilang rapi dan bersih.
Kapolsek SU I Kompol Imam Tarmudi didampingi Kanit Reskrim Iptu AK Sembiring mengatakan, kedua pelaku terpaksa dilumpuhkan dan kakinya ditembak. Keduanya dikenal sebagai pelaku curas yang sangta meresahkan berdasarkan laporan masyarakat yang menjadi korban tindakan kriminalitas dari kedua pelaku.
“Tersangka Firmasyah memang spesialis penodong di Kampung Kapitan, sedangkan Hafis adalah TO petugas yang juga spesialis curas terhadap tukang ojek yang sering beraksi di kawasan Jakabaring. Keduanya kini masih menjalani pemeriksaan petugas guna melakukan penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Editor: Yulis Sulistyawan  |  Sumber: Sriwijaya Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com

Tuesday, 13 March 2012

Pelaku Pembunuhan Ditembak ketika Berusaha Kabur


Tribunnews.com - Selasa, 13 Maret 2012 06:43 WIB

Laporan Wartawan Sriwijaya Post, Refli Permana  
TRIBUNNEWS.COM, PALEMBANG - Tersangka kasus pembunuhan dan pencurian sepeda motor, Edi (37), dibekuk Polda Sumsel, Senin (12/3/2012), di rumahnya, Perum Mitra RT 23 RW 33 Kecamatan Gandus, Palembang.
Kaki kiri pria tersebut terpaksa ditembak polisi karena berusaha berusaha melarikan diri.
Edi juga diduga telah menghilangkan nyawa seseorang di wilayah Sembawa, Kabupaten Banyuasin.
Penangkapan terhadap Edi dibenarkan oleh Kasubdit 3 Direskrimum Polda Sumsel, AKBP Saut Sinaga, melalui Kanit IV, AKP Zainuri.
"Ia kami tangkap saat sedang berada di rumahnya. Namun, karena mencoba kabur, ia terpaksa kami tembak," ujar Zainuri.
Menurut Zainuri, pihaknya untuk sementara akan menahan tersangka untuk mengorek keterangan. Selain itu, informasi dua temannya yang melarikan diri juga akan dikorek dari tersangka.
"Saat beraksi di Sembawa, ia bersama dua temannya. Saat ini, mereka masih dalam pencarian. Untuk sementara, Edi akan kami periksa terlebih dahulu," ujar Zainuri kepada Sripoku.com.
Sebelum digiring ke Mapolda Sumsel, pria yang kerap dipanggil Cek Odot ini terlebih dahulu dirawat di ruang Emergency RSMH Palembang.
Cek Odot diduga melakukan aksinya bersama kedua temannya yaitu Pen dan Di.
"Saya baru kenal sama mereka berdua. Adapun yang mengajak melakukan aksi tersebut adalah Pen," ujar bapak anak satu ini.
Saat melakukan aksinya, ketiganya terlebih dahulu membunuh si pemilik motor. Kemudian mereka mengambil motor tersebut.

Editor: Anwar Sadat Guna  |  Sumber: Sriwijaya Post
Akses Tribunnews.com lewat perangkat mobile anda melalui alamat m.tribunnews.com