Showing posts with label jambi. Show all posts
Showing posts with label jambi. Show all posts

Monday, 17 June 2013

Penembakan Wartawan, Kapolri: Itu Peluru Karet

Penembakan Wartawan, Kapolri: Itu Peluru Karet




Polisi menembakan gas air mata ke dalam sekretariat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) tempat mahasiswa pengunjuk rasa berlindung, di jSalemba, Jakarta, (30/3).ANTARA/Zabur Karuru

TEMPO.COJakarta - Kepala Kepolisian Jenderal Timur Pradopo berjanji akan mengusut penembakan terhadap wartawan di Jambi dan Ternate. Timur menyayangkan peristiwa tersebut terjadi karena polisi diklaim selalu mengutamakan langkah persuasif dalam penanganan dinamika unjuk rasa.

"Pasti ada pemeriksaan. Nanti kita lihat permasalahannya seperti apa. Yang jelas, tidak ada kesengajaan. Itu pasti," kata Timur Pradopo ketika ditemui di Istana Merdeka, Senin, 17 Juni 2013.

Timur menyatakan belum mendapat informasi tentang peristiwa penembakan wartawan di kedua tempat tersebut. Meski demikian, ia berani menjamin bahwa peluru yang terkena pada tubuh wartawan bukanlah peluru tajam. "Kaitannya pasti dengan amunisi khusus unjuk rasa," kata Timur.

Seorang wartawan Trans7, Anton Nugroho, menjalani perawatan di Rumah Sakit Raden Mattaher, Jambi, karena terkena proyektil peluru gas air mata. Anton terluka saat meliput peristiwa bentrok mahasiswa dan polisi dalam unjuk rasa kenaikan harga bahan bakar minyak di halaman Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jambi.

Di Jakarta, jumlah unjuk rasa relatif kecil, hanya di beberapa titik, seperti Bundaran Hotel Indonesia dan depan Istana Negara. Para demonstran banyak terfokus di depan gedung parlemen Senayan, di mana para anggota Dewan sedang menggelar rapat paripurna. "Di Jakarta secara keseluruhan bisa dikelola, termasuk yang ada di DPR," kata Timur.

FRANSISCO ROSARIANS


http://www.tempo.co/read/news/2013/06/17/063488904/Penembakan-Wartawan-Kapolri-Itu-Peluru-Karet

Friday, 18 January 2013

Bandar Narkoba Tewas Ditembak Polisi


17 Jan 2013 15:35:32

Dalam aksi penangkapan tersebut, ketiga pelaku mencoba melakukan perlawanan terhadap polisi yang akan menangkapnya, hingga terjadi tembakan peringatan. Namun, para pelaku tindak mengindahkannya dan mencoba terus melakukan perlawanan terhadap polisi.
Jakarta, Aktual.co — Seorang bandar narkoba yang miliki dua kilogram ganja kering di Kabupaten Merangin, Jambi tewas ditembak oleh polisi karena mencoba melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

Kabid Humas Polda, AKBP Almansyah, di Jambi, Kamis (17/1) mengatakan korban tewas dalam penangkapan tersebut bernama Fahrul Razi (27) warga Limbur Merangin, Kecamatan Pemenang Kabupaten Merangin.

Kejadian pada Kamis dini hari (17/1) tersebut bermula saat petugas Satnarkoba Polres Merangin, melakukan penangkapan terhadap tiga pelaku narkoba yang hendak bertransaksi di Desa Pinang Merah Kecamatan Pemenang Barat kawasan transmigrasi.

Dalam aksi penangkapan tersebut, ketiga pelaku mencoba melakukan perlawanan terhadap polisi yang akan menangkapnya, hingga terjadi tembakan peringatan. Namun, para pelaku tindak mengindahkannya dan mencoba terus melakukan perlawanan terhadap polisi.

Anggota Polres Merangin, Briptu Cholid yang merasa terdesak atas perlawanan para pelaku setelah mengeluarkan tembakan peringatan langsung melepaskan tembakan kearah tubuh korban hingga akhirnya salah satu pelaku bernama Fahrul Razi meninggal dunia diperjalanan menuju rumah sakit.

Dari hasil penangkapan tersebut, dari dekat korban Fahrul Razi yang tewas tersebut pihak polisi menemukan dua kilogram ganja kering dilokasi penangkapan.

Sedangkan dua pelaku lainnya pada saat penangkapan berhasil kabur dari sergapan polisi dan saat ini masih diburu petugas kepolisian Merangin.

Selain barang bukti ganja kering dua kilogram, juga ditemukan satu dompet milik korban Fahrul Razi, dua unit sepeda motor yang diamankan petugas kepolisian setempat.

Kini kasus tersebut sedang ditangani Polres Meranginan dan pihak kepolisian mengambil langkah kedalam dengan melakukan visum luar dengan izin keluarga.

Sedangkan kepada pihak keluarga korban diberikan santunan dan polisi membantu biaya pengangutan dan memakamkan jenazah.
(Ant)
Tri Wibowo -

http://www.aktual.co/hukum/151635bandar-narkoba-tewas-ditembak-polisi

http://www.aktual.co/hukum/151635bandar-narkoba-tewas-ditembak-polisi

Sunday, 9 September 2012

Anggota Polisi Jambi Tembak Kepala Sendiri



Diduga aksi bunuh diri akibat persoalan keluarga. Korban kritis.

Jum'at, 7 September 2012, 20:57
Elin Yunita Kristanti, Ramond EPU (Jambi)
Lokasi Brigadir Polisi Saifudin menembak dirinya
(Ramond EPU (Jambi))

VIVAnews - Peristiwa mengerikan terjadi di Polresta Jambi, Jumat 7 September 2012 sekitar pukul 15.30 WIB. Anggota polisi dan masyarakat yang ada di lokasi itu dikejutkan dengan suara tembakan.

Mereka sempat menduga, ada serangan oknum tertentu ke kantor polisi. Sempat berlindung dan bersiaga mengeluarkan senjata, para anggota akhirnya menuju ke ruang tunggu Satlantas di mana suara tembakan berasal.

Dekat tiang penyangga bangunan terbuka itu, di depan kursi tunggu berwarna biru, tubuh Brigadir Saifuddin terkapar dengan kepala bersimbah darah akibat ditembus peluru. Senjata miliknya tergeletak di dekat tangan yang terangkat sebatas telinga.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bratanata menggunakan mobil Kijang milik Kasat Intel Kompol Ali Sadikin. Empat orang anggota ikut mengangkat tubuh korban yang bersimbah darah. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam kondisi kritis, karena kehilangan banyak darah. 

Belum diketahui secara pasti apa penyebab anggota Intel Polresta Jambi itu melakukan aksi nekatnya. Keberadaan istri di lokasi kejadian menimbulkan dugaan, persoalan keluarga menjadi pemicunya. Anggota lain pun langsung mengisolasi lokasi dengan memasang garis polisi.
Kapolda Jambi, Brigjen Pol Ade Husen Kartadipura yang tiba di lokasi sekira pukul 16.20 WIB langsung mengecek tempat kejadian perkara. Hanya berselang lima menit kemudian, ia langsung masuk ke ruang intel dan menemui Kapolresta Jambi, Kombes Pol Samsudin Lubis. Setelah itu, mereka langsung menuju ke Rumah Sakit Dr Bratanata, tempat korban dilarikan. 
“Korban merupakan anggota Polresta. Dan diketahui coba melakukan tindakan bunuh diri,” ujar Kapolda Jambi, Ade Husen Kartadipura.

Kapolda belum mengetahui secara pasti apa penyebab ulah nekat Brigpol Saifudin. Namun, Kapolda memberikan penjelasan bahwa dimungkinkan ada persoalan di internal keluarga korban. “Mungkin karena persoalan keluarga,” ujar Kapolda Jambi.

Sementara itu, menurut Kapolresta Jambi, Kombes Pol Samsudin Lubis, Brigpol Saifuddin menembakkan senjatanya dari sisi kanan kepalanya. Dan peluru yang ditembakkan menembus kepala. Dan di sisi korban juga terdapat sang istri yang syok berat. “Hanya satu kali tembakan,” tutur Kapolresta. (art)

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/349739-anggota-polisi-jambi-tembak-kepala-sendiri

Friday, 7 September 2012

Polisi Bunuh Diri di Kantor Polisi

Nasional | Jumat, 7 September 2012 17:42 WIB

Metrotvnews.com, Jambi: Salah seorang anggota Kepolisian Resor Kota Jambi, Provinsi Jambi, berupaya bunuh diri. Brigadir S menembak kepalanya dengan pistol. Peristiwa itu terjadi di salah satu ruangan di Mapolesta Jambi.

Saat ini korban menjalani perawatan intensif Rumah Sakit Bhayangkara Jambi. Kepala Kepolisian Daerah Jambi Brigadir Jenderal Polisi Ade Husen Kartadipoera yang mendapat laporan peristiwa tersebut, langsung meninjau tempat kejadian perkara. Ia kemudian menuju rumah sakit untuk melihat kondisi korban.(Ant/BEY)


http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/09/07/105114/Polisi-Bunuh-Diri-di-Kantor-Polisi/6

Wednesday, 14 March 2012

Pelaku Perkosaan Ditembak Polisi

DIPERIKSA : Tersangka perkosaan sadis saat menjalani pemeriksaan di Mapolres Bungo kemarin

MUARA BUNGO - Pelaku perkosaan sadis di Bukit Telago, Pelepa, Kabupaten Bungo 16 Februari lalu, Amin (30) akhirnya ditangkap Polisi. Ia ditangkap saat berada di rumahnya di Pelepat, sekitar pukul 14.00 WIB kemarin (13/3).

Karena berusaha melawan, tersangka yang mengaku sudah dua kali berbuat yang sama ini akhirnya dilumpuhkan dengan timah panah. Menurut pengakuan pelaku yang sudah punya istri ini, modus yang ia lakukan adalah dengan cara membuat perjanjian dengan seorang perempuan.
Dalam perundingan ini, kalau perentara ini nantinya bisa mencari perempuan untuk ia perkosa, akan mendapatkan sebotol minyak mani gajah. Minyak ini sendiri ia dapat dari seorang warga Suku Anak Dalam (SAD), yang sudah lama ia temani.
“Kalau sudah ada perempuannya, kamudian kami membuat perjanjian untuk bertemu di suatu tempat,” kata pelaku, yang menanam benda bulat di alat kelaminnya ini.
Katanya, sebelum korbannya Bunga (18), seorang sisiwi SMK Pelepat Ilir medio Ferbuari lalu, ia juga sudah pernah berbuat yang sama pada seorang janda, sebut saja Melati (30). Untuk Bunga, ia dapatkan dari seorang lelaki yang tidak lain mantan pacar Bunga sendiri, yaitu Toton.
Lelaki yang juga sudah diamankan Polisi kemarin ini, mendapat imbalan sebotol minyak manih gajah dari pelaku. Perkosaan terhadap Bunga dilakukan selama tiga hari berturut-turut di sebuah pondok dalam hutan. Agar tidak melarikan diri, korban dirantai oleh pelaku di pondok tersebut.
“Bunga saya setubuhi sebanyak 5 kali. Sebelum saya lakukan, terlebih dahulu saya memakai minyak mani gajah itu,” kata pelaku.
Hal yang sama ia lakukan pada Melati. Perantara yang sering dipanggil Mak Etek ini, katanya, juga mendapat imbalan minyak mani gajah itu. Melati sendiri ia setubuhi sebanyak 7 kali dalam hutan itu.
“Kalau dengan Melati 7 kali, namun ada lagi 3 PSK yang saya pakai, kemudian saya bayar 300 ribu setiap kali usai,” katanya.
Sebagaimana diberitakan pada 17 Februari lalu, seorang siswi SMK di Pelepat menjadi korban pemerkosaan. Berawal pada Senin (13/02), sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu korban diantar oleh Toton, petani karet setempat yang merupakan teman pelaku dan korban.
Bunga diantar ke simpang Dusun Bukit Telago, untuk menemui pelaku. Pelaku beralasan hanya ingin bertemu, karena dikabarkan keduanya sudah terlibat hubungan asmara dulunya.
Setelah saksi pulang, korban kemudian dibawa ke dalam hutan Bukit Telago. “Yang jelas dalam laporannya, korban mengatakan dibawa ke dalam kebun karet itu,” kata Harbunas waktu itu.
Niat bejat pelaku yang sudah direncanakan ini, kemudian berlanjut dengan diikatnya kaki dan tangan korban dengan menggunakan rantai. Dalam keadaan terikat inilah, korban kemudian diperkosa beberapa kali oleh pelaku, yang juga berprofesi sebagai tukang sadap karet ini.
Korban yang tidak berdaya ini, terus diikat dan diperkosa hingga berhasil melarikan diri sekitar pukul 12.00 WIB, Rabu (15/02). Dalam keadaan lemas, korban langsung pulang ke rumahnya dan melaporkankan kejadian ini kepada kedua orang tuanya.
Atas saran orang tuanya inilah, sekitar pukul 18.00 WIB, ia diantar untuk melaporkan kasus ini ke Mapolsek setempat.
(fad/sla/jenn)    


http://www.jambiekspres.co.id/buser/21723-pelaku-perkosaan-ditembak-polisi.html

Friday, 22 July 2011

Mencoba Kabur Kaki Kanan Ditembak Polisi

Tribun Medan - Kamis, 21 Juli 2011 11:24 WIB

Laporan wartawan Tribun Jambi / Berman Sibuea

TRIBUN-MEDAN.com, KUALA TUNGKAL - Kaki kanan Diki Firmansya (29) ditembak polisi, Rabu (20/7). Penembakan terjadi sekitar pukul 11.30.

Peristiwa itu terjadi saat Diki berusaha kabur ketika anggota Reserse Mapolres Tanjabbar menggrebek transaksi daun ganja kering sebanyak satu paket kecil.

Sayang, dua calon pembeli barang haram tersebut kabur. Kapolres Tanjabbar, AKBP Mintarjo melalui Kasat Narkoba, AKP Wahidin mengatakan penggerebakan dilakukan di pinggir jalan, Lorong Mesjid, Parit Tiga Kuala Tungkal."Ditembak karena penjualn (Diki) lari, dua calon pembeli masih buron," katanya, Kamis (21/7).

Tersangka saat ini telah diamankan di Mapolres Tanjabbar. Ganja itu berasal dari Pulau Kijang yang akan diedarkan di Kuala Tungkal (Berman/tribun-jambi.com)

Editor : Mauliana_Noor
Sumber : Tribun Jambi

http://medan.tribunnews.com/2011/07/21/mencoba-kabur-kaki-kanan-ditembak-polisi

Sunday, 19 June 2011

Pembunuh Pasutri di Mahato Ditembak Dengkulnya

Ahad, 19 Juni 2011 17:50
Polres Rohul berhasil mengungkap sekaligus menangkap tersangka pembunuh suami-istri di Mahato. Saat ditangkap di Jambi, ia ditembak dengkulnya karena berusaha melawan.

Kaki Kiri Tersangka Dihadiahi Timah Panas, Pembunuh Pasutri di Mahato Rohul Tertangkap di Jambi Riauterkini-

PASIRPANGARAIAN- Tim Opsnal Polres Rokan Hulu akhiri pelarian Suryanto (53) alias Anto alias Heri, pembunuh sadis pasangan suami istri (Pasutri), Karto Dinomo (70), dan istrinya Supni (60), Warga Mahato, Kecamatan Tambusai, Rokan Hulu, di Hutan Lindung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Sabtu (18/6/11) kemarin sekitar pukul 17.30 Wib.

Polisi juga terpaksa meng-hadiahi kaki kiri tersangka dengan timah panas. Pasalnya, ketika akan ditangkap di sebuah pondok di tengah Hutan Lindung, Desa Sinami, Kecamatan Tambesi, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, sekitar 30 kilometer dari Kota Jambi. Tersangka berusaha melawan dan mencoba melarikan diri.

Korban Pasutri, Karto Dinomo dan Supni, warga Dusun I, Kilometer 11, RT 05 RW 07, Desa Mahato, Kecamatan Tambusai Utara, ditemukan tewas dalam kamar mandi rumahnya oleh warga, Senin (30/5/11) pagi. Saat itu, Polisi memperkirakan kedua korban meninggal sudah tiga hari sebelumnya.

Dalam olah Tempat Kejadian Perkara oleh Tim Identifikasi Polres, di sekujur kedua tubuh korban ditemukan luka bekas pukulan benda tumpul. Kondisi mayat juga mengerikan, bahkan dari mata, telinga serta mulut kedua korban, keluar belatung.

Kapolres Rokan Hulu, AKBP Yudi Kurniawan SIK,M.Si, Ahad (19/6/11), membenarkan tersangka Suryanto, kelahiran Dalu-dalu Tambusai Rokan Hulu, berhasil ditangkap Tim Opsnal Polres di sebuah pondok ditengah Hutan Lindung, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, sekitar 30 kilometer dari Kota Jambi, Sabtu sore kemarin.

“Dari keterangan tersangka, ia melarikan ke Bagan Batu Rokan Hilir, beberapa kali ke Pekanbaru, dan pelariannya berakhir di Kabupaten Batang Hari, Jambi,” jelas Kapolres, kepada Riauterkini, Ahad.

Usai ditangkap, dalam introgasi awal, diakui tersangka kepada Polisi ia membunuh Pasutri, karena motif sakit hati dan rasa dendam, sebab terus ditagih hutangnya oleh istri korban.

“Diakuinya, ia melakukan pembunuhan sadis tersebut seorang diri. Kami belum dapat simpulkan, apakah ada orang lain yang membantunya, sebab kita perlu lakukan pemeriksaan secara mendalam,” jawabnya.

Kapolres melanjutkan, tersangka kerap berkunjung ke Mahato, sebab istri pertamanya merupakan warga Mahato. Apalagi anak tirinya, Agus, tinggal disebelah rumah korban. Diketahui, pekerjaan tersangka hanya sebagai buruh ngimas, sehingga jarang pulang ke rumah.

Kepada riauterkini, tersangka Suryanto mengaku menyesal telah membunuh kedua korban. Diakuinya, ia tak bermaksud membunuh kedua korban saat kejadian, hanya menannyakan keberadaan anak tirinya. Namun korban menjawabnya dengan makian, sehingga ia silap dan emosi, sehingga tega menghabisi nyawa kedua korban.

“Masalah pencurian itu sudah selesai. Namun karena ia marah-marah dan menyinggung hutang saya sebesar Rp200 ribu yang belum dibayar, sehingga saya silap dan emosi,” ungkapnya.

Usai bertengkar, sambil marah-marah istri korban lari ke dapur, diakuinya korban akan mengambil pisau. Sebab emosi, ia mengambil sebilah kayu bakar yang ada di dapur dan memukulkan ke kepala belakang korban hingga ambruk berlumuran darah. Suami korban yang juga akan mengejarnya, turun menjadi korban.

“Saya hanya ambil kalung istri korban, uang Rp1 juta dari kantong suaminya, dan sepeda motor untuk melarikan diri. Sepeda motor tersebut tidak saya jual, masih di Manggala Jonson,” ujarnya.

Kanit Buser Polres Rokan Hulu, IPTU Artisal, pemimpin operasi pengejaran, mengaku sudah 19 hari memburu tersangka bersama 4 anggotanya. Polisi terpaksa menembak kaki kiri tersangka, sebab berusaha kabur dan melawan ketika akan diamankan.

Kata dia, sejak lari ke Bagan Batu, Polisi terus memburunya. Bahkan ketika di Rumbai Pekanbaru, Kapolres turut turun, tapi tersangka dikenal licin, dan kerap berpindah-pindah tempat.

“Atas jerih payah dan prestasi ini, semoga penangkapan ini membangkitkan semangat dan terus meningkatkan prestasi anggota untuk terus mengungkap tindakan kejahatan di Rokan Hulu,” harap Artisal.

Sejauh ini, Polisi baru mengumpulkan barang-bukti (BB) berupa sebuah dompet korban, uang sisa penjualan kalung emas istri korban, dan uang yang diambil dari kantong suami korban sebesar Rp1,8 juta.

Akibat perbuatannya, tersangka harus menjalani hukumannya di penjara. Saat ini tersangka masih diperiksa di Mapolres Rokan Hulu untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.***(zal)

http://www.riauterkini.com/raga.php?arr=37538

Saturday, 21 May 2011

Dedi Ngaku Ditembak Polisi

Tribun Jambi - Senin, 16 Mei 2011 21:10 WIB


Laporan wartawan Tribun Jambi, Deni Satria Budi

JAMBI, TRIBUNJAMBI.COM - Ketua RT 40 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung, Dedi Efendi (43) melapor ke Bidang Propam Polda Jambi, terkait penembakan yang dilakukan oknum polisi. Dia tertembak saat melerai perkelahian antara oknum tersebut dengan Alim, warganya, Minggu (15/5).

Menurut Dedi, ia diberitahu ada warganya yang sedang berkelahi. Selaku ketua RT kata Dedi, ia lalu mencoba melerai perkelahian tersebut. Namun, saat ia akan mendekat dan akan melerai perkalahian, langsung ditembak. Beruntung, dia berhasil menghindar saat oknum polisi menembak.

"Awalnya saya pikir antara orangtua dan anaknya. Saya baru tahu kalau warga saya itu berkelahi dengan anggota polisi setelah saya ditembak," ungkap Dedi, ketika ditemui wartawan usai melapor ke Propam Polda Jambi, Senin (16/5) pukul 14.30 WIB. Dedi mengaku tidak tahu jika warga yang berkelahi dengan oknum polisi itu akan ditangkap Satuan Narkoba Polda Jambi. Dia meminta pihak kepolisian bisa mengusut kasus ini sampai tuntas.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi, AKBP Almansyah membenarkan adanya laporan ke bidang propam tersebut. Menurutnya, semua warga negara berhak mendapatkan pelayanan hukum yang sama.

"Untuk laporan itu pihaknya akan melihat lebih dahulu kasus dan permasalahannya. Apabila nanti terbukti maka akan ditindaklanjuti oleh Bidang Propam Polda," kata Almansyah.

Direktur Narkoba Polda Jambi, Kombes Pol David Irwansyah SH, ketika dikonfirmasi via handphone mengatakan, peristiwa itu terjadi saat tim satuan narkoba akan melakukan penangkapan terhadap seorang target operasi (TO) kasus narkoba. Menurutnya, anggota yang akan melakukan penangkapan TO di Lorong Jahit Jalan Batam, RT 40 Kelurahan Lebak Bandung, Kecamatan Jelutung pada pukul 18.00 WIB sudah sesuai prosedur.

"Saat itu, Kompol Bambang Prawika sedang menangkap TO bernama Alam yang memang menjadi buruan kepolisian dalam kasus narkoba. Namun, saat akan dilakukan penangkapan, TO itu melawan dan terjadi perkelahian antara mereka. Suasana lingkungan di tempat kejadian mendadak ramai setelah korban Dedi sebagai Ketua RT setempat membawa lima orang warga untuk mencoba melerai perkelahian tersebut," terang mantan Kapolres Sarolangun.

Dia mengatakan, Kompol Bambang sudah menyatakan identitas dirinya sebagai polisi kepada warga yang datang. Namun suasana sudah tidak terkendali lagi karena diduga Ketua RT itu memprovokasi warganya dengan meneriaki maling dan rampok kepada anggota yang hendak melakukan penangakapan saat itu.

"Kompol Bambang saat itu sedang berkelahi dengan Alam dan warga terus mencoba menghalangi polisi termasuk ketua RT itu bersama istrinya. Lalu, tiba-tiba terdengar suara letusan senjata api. Berdasarkan visum rumah sakit, menyebutkan bahwa luka di bagian tangan korban diduga bukan akibat peluru tajam dan bisa saja luka tersebut karena benda tumpul lainnya," terang David Irawansyah. Menurutnya, saat itu anggotanya sudah terpojok.

http://jambi.tribunnews.com/2011/05/16/dedi-ngaku-ditembak-polisi?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Thursday, 21 April 2011

Tersangka Narkoba Rebut Senjata dan Menembak Polisi

Tribunnews.com - Kamis, 21 April 2011 21:20 WIB

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan

TRIBUNNEWS.COM, JAMBI
- Penangkapan gembong pengedar Narkoba di Muaro Jambi berlangsung dramatis. Seorang petugas kesatuan Narkoba Polres Muaro Jambi, Polda Jambi tertembak senjata rekannya sendiri.

Insiden penembakan karena pistol berhasil diraih oleh tersangka yang berhasil dibekuk.

Tersangka yang bernama Marjuki, merebut senjata petugas saat akan dibawa. "Saat dilakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan,"ungkap Kapolres, AKBP Badarudin, Kamis (21/4/2011).

Perlawanan dilakukan saat Marjuki akan dibawa menggunakan motor. Marjuki ketika hendak dinaikkan merebut senjata salah seorang petugas. Namun, petugas yang memiliki senjata masih sempat memegang bagian senjatanya.

Maka aksi saling tarik antara petugas dan tersangka terjadi. Pada saat itulah kemudian senjata meletus dan mengenai salah seorang petugas.

Meskipun berhasil melukai salah seorang petugas yang menangkapnya, Marjuki tetap berhasil diamankan. Marjuki langsung dibawa ke polres Muaro Jambi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Sementara anggota Sat Narkoba yang tertembak diketahui bernama Marbun itu langsung dilarikan ke rumah sakit bayangkara. "Saat ini anggota kami sudah dirawat di Rumah Sakit Bayangkara,"ungkap Kapolres.

Penangkapan Marjuki dilakukan di rumahnya di Tanjung Pasir, Rabu (20/4/2011) pukul 19.30 WIB. Marjuki sendiri dijadikan target oleh sat narkoba Polres Muaro Jambi berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya.

Dimana pada waktu yang sama sekira pukul 17.00 WIB, Satnarkoba berhasil mengamankan tersangka lain bernama Muslimin alias Unyil.

"Berdasarkan keterangan Unyil bahwa dirinya mengambil sabu-sabu dari Marjuki alias Pak Ning," terang kapolres.
Ditangan Unyil saat itu berhasil disita narkoba jenis sabu senilai Rp 500 ribu. Selain itu, aparat juga berhasil mengamankan bong yang digunakan sebagai alat hisap. Unyil sendiri berhasil diciduk petugas di SPBU Sengeti. Dari nyanyian Unyil itulah maka dilakukan penangkapan langsung terhadap Marjuki.

http://www.tribunnews.com/2011/04/21/tersangka-narkoba-rebut-senjata-dan-menembak-polisi

Sunday, 16 January 2011

Polisi Tembaki Petani Kelapa Sawit

JAMBI--MICOM: Enam warga Desa Karangmendapo, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi ditembaki polisi karena dituding mencuri buah kelapa sawit di areal perkebunan yang diklaim milik PT Kresna Duta Agrindo (KDA), Sabtu (15/1).

Karena luka cukup parah, keenam warga Sabtu sore terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Raden Mattaher, Kota Jambi, untuk menjalani perawatan intesif. Keenam korban yang menderita luka di beberapa bagian tubuh, seperti pinggang, pipi, dan paha, bernama Suhen,35, Saipul,46, Munawir,30, Fahmi,32, Agus,27, dan Nurdin,35.

Menurut Kepala Desa Karangmendapo, Rusdi, warganya ditembaki dengan peluruh karet oleh polisi ketika melakukan panen di kebun plasma milik warga sendiri.

Selain menembaki warga, puluhan anggota polisi dari satuan Brimob yang bertugas mengamankan lokasi lahan warga yang diklaim milik PT KDA itu juga menangkap tujuh warga lainnya dan dibawa ke Kantor Polres Sarolangun.

"Warga diusir dan ditembaki ketika memanen buah sawit di kebun mereka sendiri. Bukan di kebun PT KDA," kata Rusdi.

Dia menjelaskan, kemelut lahan antara warga dengan pihak PT KDA sudah berlangsung semenjak 2008. Berawal dari kerjasama pembangunan kebun kelapa sawit melalui program KKPA sekitar 2000. Namun karena program tidak jalan, dan cenderung menguntungkan perusahaan, kemudian timbul konflik berkepanjangan antara petani dengan PT KDA hingga sekarang.

"Dulu kami sudah serahkan ribuan hektare kebun karet dan lahan pertanian lain kepada PT KDA untuk program itu. Namun yang diberikan hanya 400 hektare. Sisanya tidak jelas hingga sekarang. Meskipun sudah dilaporkan ke pemerintah dan pihak berkompeten, konflik lahan tidak kunjung selesai," kata Ujang, petani setempat.

Menurut Kapolres Sarolangun AKBP Rosidi, dalam insiden itu, petugas terpaksa melepaskan tembakan ke udara lantaran sekitar seratus warga yang memanen di lahan bermasalah sulit dikendalikan dan melawan petugas.

"Dua polisi pun dilaporkan terluka pada bagian tangan dan punggung kena sabetan senjata tajam warga," ujarnya. (SL/OL-3)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/01/16/196057/126/101/Polisi-Tembaki-Petani-Kelapa-Sawit