Showing posts with label pengguna narkoba. Show all posts
Showing posts with label pengguna narkoba. Show all posts

Saturday, 11 February 2012

Tahanan Narkoba Kabur Ditembak


10 Februari 2012 | 19:05 wib
SEMARANG, suaramerdeka.com – Polrestabes Semarang akhirnya menangkap kembali tersangka kasus narkoba yang kabur dari tahanan. Djoko Sukmo Sutrisno (36) ditangkap di tempat persembunyiannya di Kebumen.
Djoko dibekuk di sebuah kos-kosan di Kecamatan Kedawung, Kebumen, Kamis (9/2). Sempat melawan, tersangka akhirnya menyerah setelah polisi melumpuhkan kakinya dengan timah panas. Petugas langsung membawanya ke Semarang dan pukul 22.30 Djoko dijebloskan kembali ke sel tahanan Polrestabes.
"Setelah mengejar beberapa hari, kami berhasil menemukan persembunyiannya di Kebumen. Kami tangkap dan kembali masukkan tahanan," kata Kapolrestabes Semarang Kombes Elan Subilan.
Warga Jalan Durian Raya No 37 RT 1 RW 1, Kelurahan Srondol Wetan, Banyumanik itu kabur dari tahanan Polrestabes Semarang, Selasa (31/1) sekitar pukul 15.30. Tersangka lolos dari pengawasan petugas saat ditinggal sendiri di dalam ruang pemeriksaan lantai dua Gedung Satuan Tahanan dan Barang Bukti (Sat Tahti).
Kasat Reserse Narkoba Polrestabes AKBP Djoko Tjahyono menambahkan, usai kabur tersangka sempat bersembunyi di tempat pemakaman umum Bergota hingga malam. Setelah merasa aman, ia lari ke Ungaran, Kabupaten Semarang. Rabu (1/2) Djoko kembali ke Semarang untuk menemui temannya di Tembalang.
Pada hari yang sama, Djoko berangkat ke Kebumen, daerah yang pernah ditinggalinya beberapa tahun lalu. Tersangka sempat kebingungan menentukan tempat bersembunyi sehingga beberapa hari menginap di sebuah gubuk pinggiran kota.
"Akhirnya ia menjual handphone lalu menuju kos kosan temannya. Dulu ketika tinggal di Kebumen dia juga ngekos di situ. Tiga hari di kos itu, kami menemukan kemudian menangkapnya," kata Djoko Tjahyono.
Djoko menjadi tahanan setelah ditangkap Senin (30/1) malam di rumahnya bersama barang bukti satu paket sabu-sabu, empat kantong plastik sisa sabu-sabu, HP, Bong, korek dan beberapa sedotan. Beberapa jam sebelum kabur, Djoko baru saja diekspos oleh Kapolrestabes Semarang di hadapan wartawan.
Saat itu Djoko dihadirkan bersama tiga tersangka narkoba lainnya yakni Muhammad Saerozi (23) warga Rejomulyo, Semarang
Timur; Setia Rizqia Jannata (30) warga Jalan Padi, Perum Genuk Indah; dan Istiono alias Mbing (40) warga Tanah Mas, Semarang Utara.
( Anton Sudibyo / CN32 / JBSM



http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_smg/2012/02/10/109160/Tahanan-Narkoba-Kabur-Ditembak

Friday, 25 November 2011

Alay Terpaksa Ditembak Polisi



Jumat, 25 November 2011 - 8:53 WIB


JAKARTA (Pos Kota)- Tersangka Alay, terpaksa ditembak polisi karena melarikan diri saat hendak ditangkap. Lelaki berusia 35 tahun ini disinyalir jadi bandar narkoba yang meresahkan warga Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Menurut Humas Polda Metro Jaya, petugas dari Polsek Metro Sawah Besar terpaksa menembak betis kaki kiri Alay saat penggerebekan di satuh rumah kost di Jalan Pintu Air V Rt. 03/02 Kelurahan Pasar Baru, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (24/11) malam.
Penggerebekan dilakukan setelah polisi mendapat laporan warga bahwa di lokasi sering terjadi tindak penyalahgunaan narkoba. Informasi selanjutnya ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan observasi. Informasi ternyata benar, sekira pukul 21:00 WIB, tersangka Alay, sedang menggunakan narkotika jenis shabu.
Dengan dibantu pengelola rumah kost, petugas menggerebek tersangka. Namun tersangka rupanya telah mengetahui jika ada polisi yang akan menangkapnya. Tersangka berusaha kabur. Tidak mau buruannya kabur, polisi kemudian melepaskan tembakan peringatan ke udara. Tersangka tidak menghiraukannya sehingga terpaksa dilumpuhkan dengan menembak kaki kiri tersangka.
Saat digeledah di kamar kost tersangka, petugas menemukan barang bukti sebungkus kecil narkoba jenis shabu, sebungkus kecil ganja, satu buah bong (alat hisap) dan sebuah korek api.
Tersangka berikut barang bukti selanjutnya digelandang ke Polsek Metro Sawah Besar untuk penyidikan lebih lanjut. (B)
http://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/25/alay-terpaksa-ditembak-polisi

Saturday, 11 June 2011

Pesta Narkoba Digerebek, Seorang Diduga Tewas

By hkurniawan, okezone.com, Updated: 6/12/2011 1:49 AM

JAKARTA _ Sejumlah petugas polisi berpakaian preman menggerebek sebuah rumah kontrakan di wilayah Kreo, tepatnya Jalan AMD, RT 02/ RW 09, Ciledug, Tangerang.

Penggerebekan dilakukan pada Sabtu 11 Juni 2011 sekira pukul 21.30 WIB. Rumah tersebut diduga dijadikan tempat pesta narkoba.

"Ada 3 intel berpakaian preman yang membawa senjata laras panjang," kata Wahyu seorang warga saat dihubungi okezone, Sabtu (11/6/2011) malam.

Wahyu menuturkan, bahwa didalam kontrakan ada beberapa orang termasuk wanita. Penggerebekan tersebut berlangsung singkat, namun satu dari pelaku yang mencoba melarikan diri berhasil dilumpuhkan oleh timah panas petugas dan diduga tewas.

"Buka pintunya," ucap Wahyu, mengikuti nada Intel tersebut disaat mendobrak pintu kontrakan.

Sementara itu, petugas Mapolres Jakarta Selatan membenarkan aksi penggerebakan Pesta narkoba ini. "Informasi yang saya dapat begitu, lebih lengkapnya coba ditanyakan ke bagian Narkobanya," ujar Brigadir Suharto saat dikonfirmasi.

Kasus ini kemudian ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan. (put)

http://news.id.msn.com/okezone/regional/article.aspx?cp-documentid=4929679&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Tuesday, 26 April 2011

Terlibat Pesta Narkoba, Sejumlah Aparat Keamanan Ditangkap

Minggu, 24 April 2011 23:36 WIB

BANJARMASIN--MICOM:
Satuan Narkoba Kepolisian Resor Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, menangkap tiga anggota polisi dan TNI, karena diduga terlibat pesta narkoba jenis sabu, Minggu (24/4) dini hari.

"Petugas melakukan penyergapan di dua lokasi berbeda di kawasan Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, dan berhasil menangkap tiga orang. Seorang lagi berhasil melarikan diri," tutur Komisaris Besar Hilman Thoyib, Kepala Polresta Banjarmasin, saat dikonfirmasi, Minggu (24/4).

Seorang tersangka, oknum anggota polisi dari kesatuan Propam Polda Kalsel berpangkat briptu, terpaksa ditembak karena melawan saat ditangkap. Briptu YS merupakan oknum polisi yang selama ini dinilai kerap melanggar disiplin.

Briptu YS, tertembak di kaki bagian kanannya dan kini masih mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Polresta Banjarmasin. Selain YS, polisi juga menangkap seorang yang diduga oknum anggota polisi dan seorang lagi diduga oknum anggota TNI Angkatan Udara.

Menurutnya, saat ini pihaknya masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut. Dalam penyergapan ini, polisi mendapatkan berbagai barang bukti seperti bong, pipet dan sisa narkoba jenis sabu.

Sebelumnya, Kepala Polda Kalsel Brigjen Syafruddin mengakui peredaran narkoba di Kalsel sudah sangat memprihatinkan. Bahkan, wilayah kaya sumber daya alam ini menjadi target peredaran oleh jaringan narkoba. Tidak hanya di perkotaan, peredaran narkoba juga sampai ke daerah pedalaman. (DY/OL-11)

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/04/24/220477/127/101/Terlibat-Pesta-Narkoba-Sejumlah-Aparat-Keamanan-Ditangkap

Thursday, 23 December 2010

Polisi Menilai Keterangan 2 Korban Luka Tembak Janggal

Kamis, 23/12/2010 20:20 WIB
Jakarta
- Setelah mengungkap kasus misteri penembakan residivis narkoba yang menyaru tukang ojek di Jl Raya Bekasi, Selasa (21/12/2010) lusa, polisi masih terus mengumpulkan bukti terkait insiden peristiwa serupa yang menimpa Marfin (27) dan Yogi (20). Polisi menyatakan terdapat kejanggalan dalam keterangan keduanya.

"Pengakuan sementara ditembak orang tidak dikenal tapi dari bukti di lapangan kecenderungan menjadi tanda tanya," kata Kasat Reskrim Polres Jakarta Timur Kompol Dodi Rahmawan, saat jumpa pers di Mapolres Jakarta Timur, Jl Matraman Raya, Kamis (23/12/2010).

Kejanggalan yang menjadi tanda tanya itu adalah ketika keduanya mengaku ditembak di Jl Raya Bekasi Timur. "Dari TKP (Tempat Kejadian Perkara) tidak satu pun saksi yang membenarkan ada peristiwa penembakan. Bahkan keduanya tidak mengenal lokasi kejadian yang disebutkannya," kata Dodi.

"Kita masih mengumpulkan bukti-bukti untuk kasus ini, kita uji alibi keduanya," imbuh Dodi.

Disinggung rekam jejak kedua korban penembakan, Dodi menyatakan Marfin dan Yogi bukan termasuk residivis.

"Tapi dari tes urine keduanya positif mengkonsumsi ganja," tegas Dodi.

Dalam keteragan polisi kepada wartawan sebelumnya, keduanya mengaku dibawa keluarganya ke RS Harum, Jl Kalimalang pasca ditembak pria tak dikenal. Polisi telah meminta keterangan keluarga.

"Kita masih mencari seseorang yang bernama Yudi. Karena menurut keluarga Yudi-lah yang membawa korban ke rumah sakit, sementara keluarga mengikuti dari belakang," katanya.

Kondisi keduanya saat ini dalam kondisi stabil di RS Polri, Kramatjati dan dalam pengawasan aparat kepolisian. Yogi, korban dengan peluru bersarang di dada sebelah kiri, masih menunggu tindakan operasi pengambilan serpihan peluru.

Apakah ada kaitan dengan peristiwa tertembaknya Firdaus Firmansyah?

Dodi mengatakan pihaknya masih mengembangkan dan menelusuri apakah ada keterkaitan atau tidak di antara dua peristiwa tersebut.

Polisi berhasil mengungkap pelaku penembakan terhadap Firdaus Firmansyah yang mengaku sebagai tukang ojek. Firdaus diketahui sebagai residivis narkoba. Firdaus alias Bulik tertembak satu dari tiga peluru yang dimuntahkan petugas Sat Narkoba Polres Kota Bekasi saat melarikan diri dari sergapan petugas yang menyamar, di depan kantor Pemda Bekasi.

Polisi yang menembakan peluru tidak menyadari jika tembakannya mengenai Bulik. Bulik sempat pulang ke rumah dan dibawa ke RS Bakti Kartini dan dirujuk ke RSUD Bekasi.

"Baju yang dikenakan sempat dicuci keluarga karena ada bercak darah," kata Dodi.

Petugas keamanan RSUD Bekasi langsung mengabari Polsek Cakung adanya korban penembakan yang terjadi di Cakung.

Polsek langsung berkoordinasi dengan Polres Kota Bekasi untuk mengkonfrontir Bulik. "Setelah dicek Polres Bekasi membenarkan jika Bulik adalah incaran polisi," kata Dodi.

http://us.detiknews.com/read/2010/12/23/202043/1532047/10/polisi-menilai-keterangan-2-korban-luka-tembak-janggal?n991101605

Tuesday, 21 December 2010

Melarikan Diri, Residivis Tewas Tenggelam di Sungai

CIAMIS, (PRLM).- Solehudin (40), warga Dusun Jati RT 01/02 Desa Parigi Kec. Parigi Kab. Ciamis, residivis yang baru sekitar satu bulan keluar dari Rumah Tahanan (Rutan) Tasikmalaya dalam kasus penyalahgunaan narkoba jenis ganja, tewas secara mengenaskan terbawa arus deras Sungai Sukamanah Desa Parigi, Kec. Parigi. Jasad korban ditemukan mengapung di sungai oleh Ujang, warga setempat, Selasa (21/12) sekira pukul 13.30 WIB.

Informasi diterima “PRLM”, sebelum ditemukan tewas, Solehudin berusaha melawan petugas kepolisian yang memintanya menunjukkan barang bukti ganja. “Kalau nggak salah, Solehudin datang ke rumahnya pada Senin malam. Ia datang bersama anggota polisi. Konon Soleh diminta menunjukkan barang bukti ganja yang disimpan di rumahnya,” kata Wawan (33), warga setempat.

Menurut dia, Solehudin harusnya menuruti apa keinginan petugas. Akan tetapi, saat itu, Solehudin malah berbuat nekad. Dia menyerang petugas dengan menggunakan senjata tajam yang diambilnya di belakang rumah, saat mencari barang bukti. Setelah menyerang petugas, Solihudin kemudian melarikan diri dengan menyeberang Sungai Sukamanah yang airnya sedang besar.

Petugas, saat itu berusaha menangkap Solehudin. Namun upayanya gagal, karena yang dikejar sudah menceburkan diri ke sungai. “Petugas kemudian meninggalkan rumah Solehudin,” tutur Wawan.

Ternyata, keesokan harinya, Solehudin ditemukan sudah menjadi mayat, mengambang di sungai. Penemuan mayat residivis yang masih berpakaian lengkap dan bersepatu itu, telah menggegerkan warga setempat, sepanjang Selasa siang.

Kapolres Ciamis AKBP Agus Santoso, S.Ik didampingi Kasat Reskrim Polres Ciamis, AKP Irfan Nugraha, SH saat dihubungi membenarkan kejadian ini. Menurut dia, korban memang berusaha melarikan diri dan melawan petugas saat diminta menunjukkan barang bukti hasil pengembangan kasus ganja.

Dijelaskan, pelaku sebelumnya sempat ditangkap di kawasan jembatan Cirahong Kab. Ciamis, saat dilakukan pengembangan oleh Satuan Narkoba Polresta Ciamis. Saat ditangkap, pelaku sempat mengaku bahwa di rumahnya, dia menyimpan barang bukti ganja, disimpan di sekitar kandang domba.

“Mendengar pengakuan korban, petugas pun kemudian meluncur ke rumah pelaku. Sayangnya residivis itu melarikan diri ke wilayah Sungai Sukamanah, setelah menyerang petugas," terang Kasat Reskrim AKP Irfan Nugraha. (A-112/das)***


http://www.pikiran-rakyat.com/node/130319

Friday, 11 June 2010

Polwiltabes Gerebek Tersangka Narkoba

Jum'at, 11 Juni 2010

JAMBANGAN
- Warga Jambangan Gang VII berhamburan keluar rumah kemarin siang (10/6). Di rumah No 18 dalam gang tersebut, polisi menggerebek dua orang yang diduga sebagai penjahat narkoba. Seorang bahkan ditembak petugas hingga terluka parah.

Sekitar pukul 13.30, empat polisi masuk rumah yang disebut-sebut sebagai tempat tinggal Tm, yang diduga merupakan salah seorang tersangka. Namun, Tm kabur melalui sebuah gang di timur rumah bersama seorang tersangka lain. Polisi pun bertindak tegas.

"Dia dibekuk lagi lantaran terjatuh. Kakinya juga luka dan mengeluarkan banyak darah," ujar salah seorang warga kepada
Jawa Pos. Sekitar pukul 15.30, polisi sudah keluar dari rumah Tm. Namun, tak seorang pun petugas bersedia memberikan keterangan kepada wartawan yang menyaksikan penggerebekan. Dua orang yang diduga sebagai tersangka kasus narkoba itu dibawa dengan mobil Panther.

"Penggerebekan dilakukan anggota polwiltabes. Itu penggerebekan narkoba. Tapi, bukan
home industry, hanya pengguna. Untuk informasi lebih lengkapnya, dikonfirmasikan langsung saja ke polwiltabes," kata Kapolsek Jambangan AKP Mulyadi Setiawan kemarin.

Warga tersentak dengan penggerebekan tersebut. Sebab, selama ini mereka tidak melihat gelagat aneh dari rumah itu. Apalagi, Tm juga dikenal bukan pribadi yang tertutup. "Dia orangnya grapyak. Hanya istrinya yang jarang berkumpul dengan warga karena sibuk kerja hingga malam," tutur warga.
(fim/c7/roz)

http://www.jawapos.com/metropolis/index.php?act=detail&nid=138915