Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts
Showing posts with label Yogyakarta. Show all posts

Thursday, 27 June 2013

1 dari 4 Pencuri Motor Keluaran Terbaru Ditembak Polisi


Selasa, 25 Juni 2013 11:40 wib
Pelaku curanmor keluaran terbaru di kantor polisi (Prabowo/Okezone)
Pelaku curanmor keluaran terbaru di kantor polisi (Prabowo/Okezone)
YOGYAKARTA - Adik-kakak asal Lombok, NTB, Sahrum (22) dan Gatot (20), diamankan polisi karena mencuri sepeda motor. Petugas menambak kaki kanan Sahrum karena berusaha kabur.

"Kami terpaksa melumpuhkan SR (Sahrum) karena yang bersangkutan berusaha kabur saat diminta menunjukkan lokasi rekan-rekannya," kata Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Dodo Hendro Kusumo, Selasa (25/6/2013).

Selain dua bersaudara itu, polisi juga mengamankan tersangka lain asal Palembang, yakni Rico (20) dan Dodi (20).

"Hanya satu dari empat tersangka yang statusnya sebagai mahasiswa, inisialnya GT (Gatot). Dia adik dari tersangka SR. SR sendiri sudah tidak kuliah," katanya. 

Dari tangan empat tersangka, polisi mengamankan 17 unit sepeda motor keluaran terbaru tahun 2012 dan 2013. "Sasaran mereka motor baru, tahun keluaran 2012 dan 2013," tambahnya.

Komplotan tersebut biasanya beraksi di sekitar kampus menggunakan kunci baja 'Y'. "Sejenis kunci T, tapi diberi gagang (pegangan) seperti huruf Y. Dalam melakukan aksi, mereka tidak butuh waktu lama. Lima menit motor sudah berhasil dibawa kabur," katanya.

Motor hasil curian dijual ke penadah di Palembang, Sumatera Selatan. Satu unit dijual antara Rp3 juta dan Rp5 juta sesuai kondisi motor. Motor yang mereka jual dipaketkan dengan menggunakan STNK Palsu.

"Dikirim ke Palempang, sebelum sampai Palembang harus transit dulu di Jakarta. Yang membuat STNK palsu ini masih kami cari keberadaanya," paparnya.

Dari pengakuan empat tersangka, mereka sudah mengirim 25 unit sepeda motor ke Palembang.

"Biasanya 10 sudah dikirim, tapi kok sampai 17 unit motor ini karena belum sempat sudah kita amankan," paparnya.

Sebanyak 17 motor yang berhasil diamankan itu di antaranya, empat unit Yamaha Vixon, empat unit Suzuki Satria FU, satu unit Honda Scoopy, empat Honda Megapro, satu unit Honda Vario, dan tiga unit Yamaha Mio.

"Silakan bagi masyarakat yang kehilangan motor baru datang ke Polreta Yogyakarta mengambil motornya, gratis tidak dipungut biaya. Syaratnya, tentu menunjukkan surat-surat kendaran, seperti STNK dan BPKB, serta laporan polisi tentang kehilangan motor. Nanti kami cek nomor rangka dan nomor mesinnya, kalau cocok silakan dibawa pulang," pungkasnya. 

Berita Selengkapnya Klik di Sini

(ris)

http://jogja.okezone.com/read/2013/06/25/510/827196/1-dari-4-pencuri-motor-keluaran-terbaru-ditembak-polisi

Friday, 14 September 2012

Penjahat Spesialis Pembobol Gedung Ditembak Polisi


Jum'at, 14 September 2012 14:18 wib wib
YOGYAKARTA - Tujuh penjahat yang dikenal sadis dalam beraksi, berhasil diamankan petugas Polda DIY. Mereka mengincar gedung maupun instansi pemerintah swasta.

"Empat dari tujuh tersangka terpaksa dilumpuhkan karena pada saat penangkapan melawan dan ada yang berusaha kabur," tegas Kapolda DIY, Brigjen Pol Sabar Rahardjo, dalam keterangan pers, Jumat (14/9/2012).

Empat pelaku yang ditembak ialah DR alias Ujang, UG alias Iwan, KSN alias Catur, dan AN alias Pitik. Sedangkan tiga lainnya adalah MC alias Amir, YL alias Ucuk, dan RT alias Rus.

"Mereka semua bukan orang Yogyakarta, tinggalnya juga tidak di Yogya. Ada orang Sukabumi, Pandegelang, Banten, Jakarta, dan Sumatera," imbuh Direktur Reserse Kriminan Umum, Kombes Pol Kris Erlangga.

Polisi masih mengembangkan kasus ini. Sebab, dari keterangan tujuh tersangka, masih banyak orang yang terlibat dalam komplotan tersebut.

"Mereka memiliki peran masing-masing. Tersangka KSN alias Catur sebagai penggambar sekaligus kapten dan eksekutor. AN alias Pitik sebagai penyedia alat dan kendaraan sekaligus sebagai sopir. Sedangkan lainnya menjadi eksekutor," jelasnya.

Di Yogyakarta, mereka melakukan kejahatan di enam lokasi. Sedangkan di wilayah lain, seperti Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Jakarta, Kalimantan, Bangka Belitung, dan Bali, masih dikembangkan polisi.

Enam lokasi di Yogyakarta itu di antaranya Kantor Disnakertrans di Depok dengan kerugian Rp15 juta, kantor PT Askes Kotagede dengan kerugian Rp8.5 juta, UMY Kasihan Bantun dengan kerugian Rp133 Juta, kantor ATK Sewon Bantul dengan kerugian Rp350 juta, Kantor BBPPKS Kalasan dengan kerugian Rp81 juta, dan Padang Golf Cangkringan dengan kerugian Rp6 juta.

Barang bukti yang berhasil diamankan berupa satu unit mobil Avanza bernopol F 1526 UI, lima parang, dua golok, satu celurit, satu brankas kecil, satu borgol, satu gunting besi, empat obeng besar, empat linggis besar, empat linggis kecil, dua lakban hitam, dua gulung rafia besar, 10 handphone berbagai merk, uang Rp638 ribu, dan tali pramuka.

"Mereka selalu menyekap satpam atau petugas jaga malam jika dalam aksinya. Modusnya berpura-pura menanyakan sesuatu, tetapi langsung menodongkan senjata tajam," jelas Kris.
(ris)

http://jogja.okezone.com/read/2012/09/14/510/689889/penjahat-spesialis-pembobol-gedung-ditembak-polisi?utm_source=dlvr.it&utm_medium=twitter

Saturday, 11 August 2012

Gembong curanmor ditembak polisi


Jum'at,  10 Agustus 2012  −  07:02 WIB


Sindonews.com - Pelaku pencurian kendaraan bermotor ditembak petugas Sat Reskrim Polsek Bulaksumur, Sleman, Yogyakarta. Warga Dusun Jarah, Desa Banjarharjo, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul. Pelaku ditembak mencoba melarikan diri saat ingin ditangkap.

"Tersangka melawan dan berusaha kabur," kata Panit Reskrrim Polsek Bulaksumur, Aiptu Nasoka menjelaskan Jumat (10/8/2012).

Tersangka bernama Dedi Rahmanto (22) yang mendapatkan luka tembak di bagian kaki, langsung dilarikan ke RS Bhayangkara Polda DIY untuk mendapatkan perawatan medis.

"Pemeriksaan awal, dia mengaku sudah tujuh kali melakukan aksi pencurian motor di Sleman dan Gunungkidul," jelasnya. 

Nasoka menyampaikan, tersangka ditangkap di sekitar Pasar Kranggan, Poncowinatan, Jetis, Yogyakarta pada Rabu, (8/8) malam sekira pukul 22.30 WIB. Saat itu, dia sedang berjalan seorang diri di kawasan tersebut.

Hari berikutnya, polisi menangkap dua orang yang disebut Dedi sebagai rekanan. Kedua orang itu bertugas mempreteli motor hasil curian. Mereka Harno (47) dan Sujar (22) warga Saptosari, Gunungkidul. 

"Mereka berdua mengelola bengkel. Tugasnya mempreteli sepeda motor hasil kejahatan tersangka. Onderdil, sparepart, dan mesinnya dijual kepada orang lain secara pretelan," imbuhnya.

Pihaknya juga mengamankan empat unit kendaraan yang berada di bengkel. Ke-empat sepeda motor itu Honda Supra, Mega Pro, Beat, dan Revo. Pihaknya juga masih mencari barang bukti Yamaha Vixon yang dilaporkan hilang di Gang Alamanda, Bulaksumur, Caturtunggal, Depok, Sleman pada Sabtu 7 Juli lalu.

Kapolsek Bulaksumur, Kompol Bashori mengaku masih kembangkan kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan akan bertambah tersangka lain. 

"Satu bulan lebih sudah menjadi target anggota kami, dia licin dan berpindah-pindah tempat kost," katanya.

Bashori menceritakan, anggotanya menyanggong di Gunungkidul lebih dari seminggu, tetapi tidak membuahkan hasil. 

Saturday, 28 July 2012

Tiga Rampok Ditembak Polisi di Babarsari

Tribun Jogja - Kamis, 26 Juli 2012 22:30 WIB




Laporan Reporter Tribun Jogja, Chaterina Binarsih

TRIBUNJOGJA.COM,  SLEMAN - 
Sebanyak empat tersangka pelaku pencurian dan pemberataan (curat) atau sering disebut rampok berhasil diamankan polsek Depok Barat. Tersangka tersebut adalah Gandi (34), Widodo (33), dan DN alias Dodi (33), ketiganya warga Jetis Bantul dan Bambang (33), warga Yogya.

Penangkapan tersangka ini terjadi pada Kamis (26/7/2012) dini hari. Tiga dari tersangka sempat ditembak karena melarikan diri saat ditanyai petugas.

"Saat proses penangkapan tiga tersangka ini terpaksa kami lumpuhkan dengan tembakan. Sebab mereka akan kabur saat digerebek dalam satu kendaraan," kata Kanit Reskrim Polsek Depok Barat Iptu Dewa Yoga.

Penangkapan yang terjadi Kamis (26/7) dini hari, di Jl.Babarsari, Caturtunggal, Depok, Sleman diperkirakan pada pukul 02.00 WIB.  Tersangka ini berada di mobil Toyota Avanza warna silver bernomor polisi AB 4519 FB yang parkir di Jalan Babarsari.

Di dalam mobil tersebut ditemukan  linggis dan gunting besi. Saat ditanya perihal kepemilikan tersebut para tersangka justru lari. Sehingga aparat melakukan tembakan dan pengejaran pada tiga tersangka.

Dari hasil proses penyelidikan ketiga terbukti melakukan  pembobolan di Outlet pakaian di Kledokan, Caturtunggal, Depok, Minggu (15/7) siang lalu. Mereka  berhasil menggasak ratusan potong pakaian dan uang tunai Rp298 juta. (*)


http://jogja.tribunnews.com/2012/07/26/tiga-rampok-ditembak-polisi-di-babarsari

Polisi Tembak Pelaku Pembobolan Toko Elektronik di Yogya


Jum'at, 27 Juli 2012 03:03 wib wib
YOGYAKARTA - Pembobolan toko elektronik Colombia di Jalan Sultan Agung No 55 Pakualam Yogyakarta menemukan titik terang. Dua pelaku sudah berhasil diamankan polisi. Bahkan, keduanya harus ditembak pada bagian kaki karena berusaha kabur saat ditangkap pada Kamis dini hari.

Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Mustaqim, membenarkan adanya penangkapan itu. Namun, pucuk pimpinan kepolisian di Kota Yogyakarta itu mengaku belum menerima secara rinci informasi tersebut.

"Tadi Pak Kasat (Kompol Andreas Deddy Wijaya) minta izin tidak bisa mengikuti buka bersama (di Mapolresta Yogyakarta). Katanya masih mengembangkan kasus curat di Colombia itu," jelas Mustaqim, Kamis (26/7/2012).

Sementara itu, Andreas saat dikonfirmasi mengaku masih mengembangkan kasus ini. Sebab, beberapa pelaku lainnya maupun barang bukti hasil kejahatannya masih dicari. "Masih kita kembangkan," tulis Andreas dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya.

Sebagaimana diketahui, toko Colombia dibobol pencuri pada Selasa 24 Juli lalu. Pelaku merusak dua gembok dan pintu rolling door yang berada di depan toko.

Sebanyak 12 Televisi berbagai merk dan alat elektronik lainnya dibawa kabur. Akibatnya, toko mengalami kerugian sekitar Rp37 juta. Pembobolan itu pertama kali diketahui oleh pengelola toko, Lasiman (44) yang hendak membuka pintu rolling door sekitar pukul 07.00 WIB.
(ris)


http://jogja.okezone.com/read/2012/07/26/510/669177/polisi-tembak-pelaku-pembobolan-toko-elektronik-di-yogya?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter

Wednesday, 2 May 2012

Mahasiswa UGM Ditembak Polisi


indosiar.com, Yogyakarta - Seorang mahasiswa fakultas filsafat Universitas Gajah Mada Yogyakarta harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara Sleman Yogyakarta setelah diterjang timah panas aparat kepolisian. Korban menjadi sasaran penembakan karena dicurigai sebagai pelaku curanmor karena mengendarai sepeda motor yang tertungak pajaknya selama 2 tahun.

Akibat penembakan tersebut, Martholomeus Suryadi, mahasiswa fakultas filsafat angkatan tahun 2003 asal Kalimantan Barat hingga Rabu (10/10/07) kemarin, masih terbaring di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Daerah Istimewa Yogyakarta dengan luka tembak dibagian bokong.
Peristiwa penembakan tersebut terjadi Selasa dini hari saat korban pulang dari memancing ikan dan bermaksud menjemput seorang temannya untuk sahur. Saat melintas dikawasan Jalan Solo Kalitirto Berbah Sleman, tiba-tiba dihentikan seseorang yang mengaku anggota polisi dari Polres Sleman.

Kendaraan korban dihentikan karena plat nomor kendaraan sudah mati. Dari pemeriksaan STNK terungkap, pajak kendaraan tidak dibayar selama 2 tahun. Oleh petugas, korban dituduh mengendarai motor curian.

Kecurigaan polisi kian kuat dengan ditemukannya sebilah pisau didalam tas korban. Sementara korban mencurigai petugas tanpa seragam ini sebagai perampok. Akibatnya percekcokan pun tidak terhindarkan. Bahkan korban berusaha kabur untuk menyelamatkan diri. Saat itulah petugas melepas tembakan dan mengenai korban.

Kapolres Sleman membenarkan peristiwa penembakan yang dilakukan oleh salah seorang anggotanya berinisial AGS. Untuk kepentingan penyelidikan, pelaku kini sudah ditahan dan menjalani pemeriksaan. Polres Sleman berencana akan memanggil korban untuk dimintai keterangan guna pengusutan kasus penembakan tersebut. (Sudaryono/Sup)

http://www.indosiar.com/fokus/mahasiswa-ugm-ditembak-polisi_65221.html

Friday, 11 November 2011

Abas Ditembak Setelah Rebut Senpi Polisi


Tribun Jateng - Kamis, 10 November 2011 14:30 WIB


Laporan Wartawan Tribun Yogya Iwan Al Ikhsani

TRIBUNJATENG.COM  YOGYA,-  Jajaran Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta tembak mati Abas (40) warga Jawa Timur pelaku perampokan di Jalan Kusumanegara dan Umbulharjo, Yogyakarta.  Abas tertembak dibagian punggung usai merampas senjata api milik polisi saat berhenti di hutan Ngawi. 

Selain Abas, Polda DIY juga menangkap Miski alias Hsn (38) dan Nur H (31) yang menjadi bagian dari komplotan rampok nasabah bank BCA yang menjalankan aksi di Simpang Tiga Batikan, Jl Kusumanegara (12/10) dan rampok perhiasan di Pakelrejo, Umbulharjo, Yogyakarta.

“Usai dijemput petugas di Madura, Abas memaksa berhenti di jalan dengan alasan buang air besar. Dengan daya upayanya, akhirnya anggota berhenti ditepi jalan,”kata Kapolda DIY Brigjen Tjuk Basuki. 

Tak disangka, Abas yang diketahui berperan sebagai eksekutor perampokan itu nekat mendorong patugas hingga senjata api ikut jatuh. DPO Polres Metro Jakarta Selatan itu bahkan mengambil senjata api kemudian lari ke hutan. 

Dia sempat menembakkan senjata api namun mengenai bagian bawah mobil polisi yang digunakan untuk menjemput Abas. Dengan kondisi tangan terborgol, tersangka kabur ke hutan kemudian dikejar hingga tertembak dibagian punggungnya. 

Kejadian itu terjadi ketika Abas akan dibawa ke Yogyakarta pada 8 November 2011. Dia sedianya akan dimintai keterangan soal aksi yang dilakukan bersama komplotannya di wilayah Yogyakarta.

“Dia tak tewas ditempat, petugas sempat membawanya ke rumah sakit. Namun darah yang keluar terlalu banyak hingga akhirnya tak tertolong,”jelas Kapolda. 

Kepala Satuan Tugas Penanganan Curas Polda DIY, AKBP Djuandani menambahkan, penangkapan tersangka diawali dari tertangkapnya Miski di Nitikan, Umbulharjo dengan barang bukti tiga sepeda motor yang digunakan untuk beraksi. 

“Selanjutnya, ditangkap NH dengan barang bukti ponsel milik korban (perhiasan) di TKP Pakelrejo. Pengembangan keterangan tersangka, Abas kemudian dijemput di Jawa Timur hingga tersangka tertembak,”katanya. 

Dari hasil pemeriksaaan sementara yang tertangkap, mereka yang menjadi bagian dari sindikat rampok Jawa Timur. Di Jawa Timur sedikitnya lima kali melakukan perampokan rumah dan tiga kalo di Jakarta.  

“Pada dasarnya Abas menjadi kunci untuk menelusuri kasus lain yang terjadi. Seperti rampok DSP Danamon,”katanya.  


http://jateng.tribunnews.com/2011/11/10/abas-ditembak-setelah-rebut-senpi-polisi

Saturday, 21 May 2011

Dua Residivis Bacok Polisi, Satu Tewas


K2-11 | Agus Mulyadi | Rabu, 18 Mei 2011 | 16:43 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dua residivis, Sigit (21) dan Kidin (21), warga Sedayu, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, ditembak polisi, Rabu (18/5/2011) dini hari.


Sigit tewas di tempat kejadian karena dadanya ditembus timah panas. Adapun Kidin luka pada dua kakinya yang diterjang peluru.Penembakan dilakukan karena keduanya menyerang Bripka Yohanes Tomi Astomo, anggota Opsnal Buser Polresta Yogyakarta, dengan parang ketika kepergok mencuri helm di depan warung internet di Jalan Godean Kilometer 7,5 Sleman, DI Yogyakarta.

Sementara Bripka Yohanes Tomi Astomo mengalami luka bacok di bagian dahi dan dua jari tangannya nyaris putus karena menangkis serangan kedua residivis itu.

Kejadian berawal ketika Rabu dini hari pukul 03.30, Bripka Yohanes Tomi Astomo, anggota Opsnal Buser Polresta Yogyakarta, sedang melintas di Jalan Godean dengan menaiki sepeda motor. Ia lalu melihat Sigit, seorang residivis, yang dikenalnya sedang duduk-duduk di depan sebuah warnet di jalan itu.

Tomi langsung mendekati tempat sigit duduk. Namun, tiba-tiba Kidin datang dari arah belakang dan memukul polisi itu dengan helm yang baru saja dicurinya. Aksi Kidin disusul dengan bacokan parang oleh Sigit ke muka anggota Polresta Yogyakarta tersebut.

Tomi menangkis sehingga dua jarinya nyaris putus. Parang pun tetap mengenai dahinya. Merasa terancam jiwanya karena dikeroyok dua pencuri, Tomi mengeluarkan senjata api miliknya dan menembak kedua residivis tersebut.

Sigit tersungkur setelah tertembak di bagian dada, sedangkan Kidin terkena tembakan di kedua kakinya.

Baik Sigit, Kidin, maupun Tomi terkapar bersimbah darah. Warga yang berada di warnet keluar dan melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Sigit tewas di tempat, sedangkan Kidin dan Tomi yang mengalami luka-luka segera dilarikan ke rumah sakit.

Jenazah Sigit dibawa ke RSUP Sardjito, sedangkan Kidin dirawat di RS Bhayangkara Polda DIY di Kalasan, Sleman. Sementara Tomi dirawat di RS Panti Rapih dan mendapatkan 12 jahitan di kepala dan tangannya.

"Anggota kami sudah prosedural dalam penggunaan senjata api. Saya langsung ke TKP begitu mendapatkan laporan. Tak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada warga yang bertindak cepat melapor ke polisi mengenai peristiwa ini," ungkap Kapolresta Yogyakarta Ajun Komisaris Besar Mustaqim ketika memberikan keterangan pers di Markas Polresta Yogyakarta, Rabu (18/5/2011).

Kapolresta Yogyakarta menambahkan, pihaknya sudah mengamankan helm yang dicuri dan sebilah parang yang dipakai untuk membabat Tomi.

Kapolda DI Yogyakarta Brigjen (Pol) Ondang Sutarsa menyatakan salut dan bangga kepada Tomi yang berhasil melumpuhkan dua pencuri bersenjata tajam meskipun harus mendapatkan luka di tubuhnya.

"Kami menyampaikan penghargaan kepada anggota kami atas keberaniannya dan kepekaannya dalam mengendus adanya kejahatan yang ada di sekitarnya," ujar Ondang.

http://regional.kompas.com/read/2011/05/18/16432952/Dua.Residivis.Bacok.Polisi..Satu.Tewas

Thursday, 23 December 2010

Mahasiswa Ditembak Polisi saat Tuntun Sepeda Motor

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA- Cita-cita menjadi polisi yang dimiliki Widiarto (22) tampaknya akan dipikirkan lagi. Sebab mahasiswa Jurusan Hubungan Internasional (HI) Fisipol Universitas Pembangunan Nasional justru tersungkur setelah punggung kirinya ditembus timah panas polisi.

Warga dusun Meling, Jetak, Tulakan, Pacitan Jawa Timur ini Rabu (22/12/2010) ditembak polisi di kawasan Cepit Depok Sleman. Saat itu, Widiarto diketahui tengah menuntun sepeda motor Kawasaki Ninja.

Saat membawa sepedamotor yang diakui sebagai miliknya itu, Widiarto bersama dengan tiga temannya. Karena diduga sebagai pencuri, polisi berpakaian preman yang langsung melepaskan tembakan dan salah satunya mengenai Widiarto.

Saat ini, Widiarto terbaring lemah di Ruang Intermediate Care RSUP Dr Sardjito. "Dia sangat ingin menjadi polisi. Setelah lulus kuliah, Widiarto akan mendaftar polisi,” kata Sutarjo (50) ayah Widiarto kepada Tribun Jogja yang ditemui di RSUP Dr Sardjito, Kamis (23/12/2010).

http://www.tribunnews.com/2010/12/23/mahasiswa-ditembak-polisi-saat-nuntun-sepeda-motor

Wednesday, 22 December 2010

Duh...Mahasiswa UPN Yogya Ditembak Polisi

Rabu, 22 Desember 2010, 17:14 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Seorang mahasiswa, Widiarto, harus menjalani operasi di RS Dr Sarjito, karena ditembak anggota polisi dari Polsek Depok Timur, Sleman, Rabu dini hari. Widiarto adalah mahasiswa Jurusan HI, Fisipol, UPN Veteran Yogyakarta. Ia menderita luka di pinggang kirinya, yang tembus ke luar di dada kirinya.

Kapolsek Depok Timur ABP Nanang membenarkan kejadian ini. Saat ditemui di RS Dr Sarjito kemarin siang, ia belum mau berkomentar banyak tentang peristiwa ini. Ia hanya menjelaskan kejadiannya bermula saat Rabu dini hari anggotanya mendapatkan tiga sampai empat orang anak muda yang kedapatan sedang mendorong sebuah sepeda motor merk Kawasaki Ninja di kawasan Dusun Jepit, Caturtunggal, Condongcatur, Depok, Sleman.

Kata Kapolsek, saat didekati anak-anak muda ini malah melarikan diri berpencar. Ia menjelaskan anak buahnya lalu mengejar salah seorang dari anak muda ini. Menurut dia, walau polisi sudah memberikan tembakan peringatan anak muda tersebut tetap lari, dan akhirnya polisi menembaknya.

Versi polisi ini berbeda dengan cerita, Moh Nuhan, teman Widiarto. Menurut Nuhan, malam kejadian itu ia bersama Widiarto baru pulang dari Kudus. Katanya, karena motor tersebut mogok, mereka berdua kemudian mendorongnya untuk dibawa ke tempat kos-kosan Widiarto di Jl Amarta 21B, Condongcatur, Depok.

Dijelaskannya, saat itu mereka menjadi ketakutan karena tiba-tiba saja didatangi sejumlah orang. ''Saya mengira mereka preman, sehingga kami melarikan diri,'' kata Nuhan di RS Dr Sarjito.

Humas RS Dr Sarjito, Trisno Heru Nugroho, mengatakan Widiarto dibawa ke UGD RS Dr Sarjito pukul 02.32. ''Saya membenarkan rumah sakit ini menerima pasien bernama Widiarto yang masuk ke UGD pukul 02.32 dengan luka yang diduga akibat tembakan,'' tuturnya.

Ia menjelaskan, Widiarto menderita luka di pinggang kirinya yang tembus ke dada kirinya. ''Tapi kami tidak menemukan proyektil peluru,'' tuturnya.

Katanya, Widiarto telah menjalani operasi dan kini dalam perawatan intensif. ''Tadi malam kondisinya sempat drop, tapi kini telah stabil,'' tutur dia.

Widiarto sendiri adalah mahasiswa UPN asal Dusun Meling, Desa Jetak, Tulakan, Pacitan, Jatim. Ayahnya Sutarjo (50 tahun) dan ibunya, Suwartini (46 tahun) telah datang mendampingi anaknya di RS Dr Sarjito. Sang ibu sempat histeris melihat kondisi anaknya ini.

Sutarjo berharap polisi mau bertanggung jawab dalam kasus yang menimpa anak keduanya ini -- dari tiga bersaudara. ''Kami orang kecil, petani yang tak punya apa-apa,'' tuturnya.

Red: Krisman Purwoko
Rep: yoe

http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/12/22/153856-duhmahasiswa-upn-yogya-ditembak-polisi

Wednesday, 28 July 2010

Residivis Pencuri Motor Ditembak Polisi

Tim Liputan 6


20/07/2010 23:45 | Pencurian
Liputan6.com, Yogyakarta: Satuan Reskrim Poltabes Yogyakarta terpaksa menembaki dua pelaku pencuri sepeda motor yang selama ini telah meresahkan warga, Selasa (20/7). Tersangka terpaksa ditembak karena berusaha kabur saat akan ditangkap. Polisi menyita barang bukti sebuah sepeda motor dan senjata tajam yang digunakan tersangka saat beraksi.

Dengan kaki terluka kedua tersangka akibat hantaman timah panas, para pelaku pencurian sepeda motor ini menjalani pemeriksaan petugas penyidik Poltabes Yogyakarta. Beni dan Edo bukan kali pertama berurusan dengan pihak kepolisian. Mereka baru dua bulan menghirup udara bebas usai menjalani hukuman dalam kasus yang sama.

Kepada petugas tersangka mengaku terpaksa mencuri karena ingin memiliki sepeda motor untuk digunakan sebagai transportasi guna mencari pekerjaan. Dalam menjalankan aksinya, kedua tersangka ini tak segan melukai korban bila mereka kepergok saat mencuri sepeda motor. Keduanya memang telah menjadi target penangkapan polisi menyusul adanya sejumlah laporan kehilangan sepeda motor.(CHR/YUS)

http://buser.liputan6.com/berita/201007/287191/Residivis.Pencuri.Motor.Ditembak.Polisi

Monday, 19 July 2010

Dua residivis Curanmor ditembak polisi

Yogyakarta–Dua residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor, Minggu sore (18/7), diringkus tim Reskrim Poltabes Yogyakarta setelah dilumpuhkan dengan tembakan karena mencoba melawan petugas dan berusaha melarikan diri.

“Dua residivis yang kami tangkap adalah Mahendra Wicaksono alias Edo, 24, warga Dipowinatan MG I/281 Keparakan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, dan Beni Haryanto, 24 warga Tegal Mulyo TR III RT 45 Sodagaran, Tegalrejo, Kota Yogyakarta,” kata Kasat Reskrim Poltabes Yogyakarta Kompol Saiful Anwar.

Menurut dia, penangkapan terhadap dua residivis pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) itu, setelah ada laporan korban Riyan Hidayah, 19 mahasiswa asal Sungai Meriam RT 13 Anggana Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur pada Sabtu (17/7).

“Korban kehilangan sepeda motor Viar nopol AB-2566-MA miliknya yang diparkir di garasi rumah kos-nya di Jalan Janturan Gang Satria UH 4/481 Umbulharjo, Kota Yogyakarta,” katanya.

Ia mengatakan setelah melakukan penyelidikan, pada Minggu (18/7) sekitar pukul 07.30 WIB Tim Opsnal Buser Poltabes Yogyakarta mengamankan salah satu pelaku Edo yang baru bebas dari hukuman pada April 2010 dalam kasus curanmor.

“Tersangkan Edo kami tangkap saat mengendarai motor milik korban yang sudah diganti plat nomornya,” katanya.

Dalam pemeriksaan polisi, tersangka Edo mengaku dirinya melakukan pencuriah sepeda motor bersama Beni Haryanto yang juga belum lama bebas dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Pajangan, Kabupaten Bantul pada Juni 2010.

“Kemudian tersangka Edo kami ajak untuk mencari tersangka Beni di rumahnya, namun saat Beni berhasil kami tangkap, dan akan dibawa ke Poltabes Yogyakarta, keduannya justru melawan dan berusaha melarikan diri. Karena tiga kali tembakan peringatan tidak mereka hiraukan, akhirnya kami melumpuhkan keduanya dengan tembakan pada kaki kiri mereka,” katanya.

Saiful mengatakan modus yang dilakukan dua pelaku ini yakni dengan berboncengan mengendarai motor untuk mencari sasaran.

“Sampai di lokasi kejadian melihat sepeda motor di garasi yang pintunya tidak ditutup (terbuka), dan situasi sepi, maka keduanya menuntun sepeda motor korban keluar garasi dan menjebol paksa kunci kontak dengan badik, kemudian dibawa kabur,” katanya.

Ia mengatakan dari tangan ke dua tersangka itu pihaknya menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor yang beberapa bagiannya sudah di lepas, serta sebilah badik yang di pakai sebagai pengganti kunci kontak.

“Kami menjerat keduanya dengan Pasal 363 dan 365 KUHP tentang pencurian, dan ancaman hukumannya maksimal tujuh hingga sembilan tahun penjara,” katanya.

http://www.solopos.com/2010/channel/jateng/dua-residivis-curanmor-ditembak-polisi-31427


Monday, 21 June 2010

Empat Penjambret Ditembak

20/06/2010 05:03:24

YOGYA (KR) Empat penjambret, semuanya residivis, ditembak petugas buser Poltabes Yogya karena berusaha kabur saat akan ditangkap, Sabtu (19/6). Keempatnya diduga kawanan jambret yang sering beraksi di wilayah Yogya dan Sleman. Saat beraksi, mereka tak segan-segan melukai korbannya jika melawan.

Para penjambret yang ditangkap masing-masing Pl (25) warga Maguwoharjo Depok Sleman, Hr (26) warga Wedomartani Ngemplak Sleman, Aw (20) warga Prawirodirjan Gondomanan Yogya serta Yn (25) warga Sendangtirto Berbah Sleman.

Kasat Reskrim Poltabes Yogya Kompol Syaiful Anwar mengatakan, penangkapan keempat penjambret berawal dari patroli yang dilakukan anggota buser. Sabtu dinihari pukul 02.00, polisi curiga melihat dua orang yang melintas dari arah Sleman ke Kota Yogya melalui Jalan Magelang. Setelah didekati, keduanya ternyata tersangka Pl dan Yn. Keduanya diketahui baru saja beraksi menjambret di wilayah Turi Sleman dengan hasil laptop merk Acer.

Dua anggota buser terus membuntuti keduanya hingga di wilayah Jalan Mangkubumi dan menuju Jalan Bumijo. Karena hujan, kedua tersangka berteduh di tepi jalan. Dalam waktu bersamaan, korban Vira (28) warga Mantrijeron Yogya melintas. Melihat sasaran tersebut, keduanya mengikuti korban lantas menjambret tas miliknya. Polisi yang melihat kejadian ini langsung menguntit kedua tersangka. Beberapa meter dari lokasi kejadian, keduanya berhasil ditangkap. Namun Pl dan Yn berusaha kabur.

Tiga tembakan peringatan tak digubris kedua tersangka. Mereka pun ditembak polisi di kaki sebelah kanan. Keduanya tersungkur dan langsung dibawa ke Poltabes Yogya. Di kantor polisi, mereka mengaku beraksi bersama Hr dan Aw.

Polisi langsung memburu keduanya. Aw berhasil ditangkap di wilayah Salakan Bantul serta Hr dipergoki di Jalan Kusumanegara Yogya. Keduanya juga berusaha kabur saat hendak ditangkap hingga polisi menembak keduanya. Barang bukti yang diamankan dari para tersangka antara lain satu unit sepedamotor Yamaha AB 4234 JS milik tersangka Yn, sebilah golok dan sangkur serta beberapa handphone hasil kejahatan mereka.

http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=218486&actmenu=36

Wednesday, 28 April 2010

Sindikat Curanmor Lintas Daerah Dibekuk

Senin, 26 April 2010 | 19:30 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Daerah DI Yogyakarta membekuk lima anggota komplotan pencuri kendaraan bermotor roda empat yang beroperasi lintas daerah. Sepanjang kiprahnya, komplotan ini telah mencuri setidaknya 13 mobil bernilai sekitar Rp 2 miliar.

Kelima tersangka itu yakni PM (45), IS (35), YG (32), HN (39), dan SBD (37). Tiga tersangka pertama yang berperan sebagai eksekutor atau yang lazim disebut pemetik terpaksa ditembak polisi di betis karena melawan saat akan ditangkap. Adapun HN dan SBD masing-masing berperan sebagai penadah dan perantara.

"Kami masih mengejar beberapa anggota komplotan lainnya. Dalam waktu dekat mudah-mudahan sudah bisa tertangkap," ujar Kepala Polda DIY Brigadir Jenderal (Pol) Sunaryono saat memberikan keterangan pers di Markas Polda DIY, Senin (26/4/2010).

Modus operandi yang digunakan komplotan ini yakni beroperasi pada malam hari dengan menggunting gembok pagar rumah korban. Setelah memecahkan kaca mobil, eksekutor membongkar sistem kemudi dengan bor tangan dan membawa kabur kendaraan.

Khusus di DIY, komplotan ini telah beraksi delapan kali sejak 2009. Selain DIY, Sunaryono mengatakan, komplotan ini juga kerap beraksi di Jawa Timur (Surabaya dan sekitarnya) serta Jawa Tengah (Semarang dan sekitarnya). "Kami juga berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Jateng serta polres-polres terkait untuk menangkap para tersangka," ujarnya.

Kepala Unit II Direktorat Reserse Kriminal Polda DIY Ajun Komisaris Besar Juwandani menambahkan, pengungkapan kasus ini dimulai dari tertangkapnya PM di Kabupaten Sleman, DIY. Dari situ, polisi mengembangkan penyelidikan hingga memperoleh nama-nama tersangka lain yang terlibat.

Pada 11 April, pemburuan para tersangka dilakukan di daerah Sragen (Jawa Tengah) dan Pasuruan (Jawa Timur). Di Sragen, polisi membekuk SBD dan di Pasuruan menangkap IS, YG, dan HN.

http://regional.kompas.com/read/2010/04/26/19305412/Sindikat.Curanmor.Lintas.Daerah.Dibekuk